batampos.co.id – Ketua RT 001/RW 003 Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Teluk Sebong, Karyati, mengatakan, bahwa Aj, sopir yang menyimpan 119,2 kilogram adalah warga di RT-nya.

Aj lanjutnya, tinggal di sebuah rumah bantuan pemerintah. Selama ini, Aj tinggal sendiri di rumah tersebut.

Namun sejak beberapa hari belakangan, ada orang baru yang ikut tinggal di rumah itu, yakni S.

Di kalangan masyarakat, Aj tergolong warga yang jarang bersosialisasi dengan warga lainnya. Termasuk dalam kegiatan gotong royong, Aj jarang terlibat.

Baca Juga: Sopir di Bintan Simpan Sabu 119,2 Kilogram

“Sudah sering saya tegur, tapi dia memang jarang berbaur dengan warga,” kata Karyati.

Termasuk soal rekannya, S, Karyati sudah beberapa kali menegurnya. Sebab sudah empat hari tinggal di rumahnya, tapi Aj tidak melaporkannya ke pihak RT.

Karyati, ketua RT 001 Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Teluk Sebong, Bintan, menunjukkan rumah Aj yang disegel polisi, Senin (2/9). Di rumah sopir bus sekolah ini polisi menemukan sabu seberat 119,2 kg, Jumat (30/8) malam lalu. Foto: Slamet Nofasusanto/batampos.co.id

Terkait pekerjaan, Karyati menyebut Aj juga belum lama bekerja sebagai sopir bus sekolah.

Baca Juga: Barang Bukti yang Diamankan Polisi Dari Sopir di Bintan Penyimpan Sabu 119,2 Kilogram

“Dulu kerjanya bukan sopir. Tapi sudah lebih setahunlah jadi sopir,” kata dia.

Aj sebelumnya juga pernah menikah dengan seorang tukang jahit.

Namun, pernikahannya kandas karena diduga Aj melakukan kekerasan fisik kepada istrinya itu.

“Waktu itu istrinya lapor ke saya. Saya sarankan lapor ke Pak Babinsa atau Babinkamtibmas. Luka memar sudah bisa jadi bukti untuk membuat laporan,” kata dia. (met/ska)