batampos.co.id – Rencana pembangunan jalan tol di Kota Batam terus bergulir. Yang terbaru, jalur untuk jalan tol telah ditetapkan.

Pemerintah pusat telah sepakat untuk menggunakan jalan protokol yang sudah ada sebagai jalan tol.

Keputusan ini otomatis menggugurkan pilihan jalur tol menggunakan jalur baru, termasuk jalur lingkar yang melewati laut.

”Sudah sepakat bahwa jalan tol itu nanti di jalan umum atau protokol yang sekarang,” ungkap Wali Kota Batam Muhammad Rudi, kemarin.

Untuk diketahui, awalnya Rudi berharap proyek tersebut tidak menggunakan jalan yang sudah ada.

Namun, dalam rapat di tingkat pusat mencuat masalah bahwa akan banyak rumah warga dan fasilitas lain yang akan terdampak pembangunan, serta penyelesaiannya butuh waktu yang lama.

Baca Juga: Ini Dia Jalur Jalan Tol di Kota Batam

”Saat rapat timbang menimbang, kalaulah buka (jalan) baru, sekian ribu rumah akan terdampak dan ini harus diurus,” jelasnya.

“Kalau dipaksakan, dua tahun tak selesai,” papar Rudi, yang juga menjabat sebagai Kepala BP Batam tersebut.

Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Batam Kota, Minggu (6/10). Rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan Pelabuhan Batuampar ke Bandara Hang nadim akan melewati jalan tersebut. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Karena hal ini, pihaknya ikut menyepakati pilihan untuk menjadikan jalan utama yang sudah ada sebagai jalan tol.

Ia tidak ingin proyek pemerintah pusat ini tidak terealisasi karena kendala teknis atas salah satu pilihan, sementara pilihan yang lain masih ada.

”Nanti tak jadi pula. Kalau mau cepat, di jalan yang sudah ada. Maka sepakat itu saja,” katanya.

Ia menerangkan, jalur yang akan dipakai yakni dari Pelabuhan Batuampar ke Bandara Hang Nadim Batam akan melewati dua jalan protokol yakni Jalan Yos Sudarso dan Jalan Jenderal Sudirman.

Baca Juga: Batam Belum Butuh Jalan Tol

Sementara, dari Simpang Kabil ke Kawasan Industri Batamindo, akan melewati Jalan Ahmad Yani.

”Kapan akan mulai jalan pembangunan? Kami tergantung Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) saja,” paparnya.

“Yang jelas usulan sudah oke, dan ini kami akan bersurat ke Kementerian PUPR,” imbuhnya lagi.

Lalu bagaimana dengan jalur pengganti yang akan digunakan untuk jalan umum? Rudi mengatakan jalan Batam kini sudah sangat lebar dan yang belum juga akan dilebarkan lagi.

”Jalan protokol ada beberapa lajur, dua sampai tiga kami kembangkan kan jadi lima, yang dalam boleh (jalur tol),” katanya.

Sebelumnya, Pemko Batam pernah mengajukan opsi jalur baru untuk jalan tol. Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengungkapkan, jalur baru untuk jalan tol diusulkan dari Bandara Hang Nadim ke Pelabuhan Batuampar akan melewati pinggiran Pantai Teluk Tering, Batam Center.

Sementara, jalur ke Mukakuning juga akan melewati jalur baru dari Batam Center ke Mukakuning.

”Yang dari bandara ke Batuampar agak dekat pantai, kami sempat mikir lewat laut (di atas laut, red) tapi ternyata biaya lebih besar dan pertimbangan pengembangan teluk (Tering, red) ke depan,” terangnya.

Belakangan, pilihan jalur baru ini tidak dipakai.(iza)