batampos.co.id – Kelangkaan gas bersubsidi kemasan 3 kilogram (kg) atau gas melon masih berlanjut dan meluas hampir di seluruh wilayah Batam.

Bahkan, ada warga yang akhirnya tak bisa memasak berhari-hari karena tak mendapatkan gas melon dari penyalur maupun pedagang eceran.

”Saya sudah empat hari tak masak, karena gas habis. Di mana-mana tak ada,” ujar Anisa, warga Nongsa, Jumat (8/11/2019).

Dikatakannya, sudah beberapa hari belakangan ini ia dan suaminya mencari gas melon di Nongsa.

Namun, sejumlah pangkalan bahkan pengecer mengaku kehabisan stok.

Gas tiga kilogram langka di kawasan Sagulung dan Batuaji. Akibatnya masyarakat harus membeli di pengecer dengan harga Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per tabung. Tidak hanya itu beberapa warga Batam juga tidak melakukan akvitas memasak karena tidak tersedianya gas 3 kilogram. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

”Mau beli harga di atas HET (harga eceran tertinggi) pun saya mau, tapi memang tak ada dimana-mana. Di pengecer saja tak ada,” imbuh wanita 24 tahun ini.

Baca Juga: Di Batam, Gas 3 Kilogram Dijual Rp 30 Ribu, Penyebabnya….

Menurut dia, tetangganya sempat mendapat gas melon di pengecer, namun harga yang ditawarkan cukup tinggi. Karena butuh, tetangganya pun membeli.

”Gas melon Rp 28 ribu, padahal di pangkalan cuma Rp 18 ribu,” kata Anisa.

Hal senada dikatakan Ratika, warga Batam Center yang juga kewalahan mencari gas melon.

Setelah berputar-putar di beberapa pangkalan, akhirnya ia mendapat gas melon di pengecer.

Baca Juga: Gas 3 Kilogram Langka di Batuaji dan Sagulung, Ini Penyebabnya…

”Adanya di pengecer, harganya mahal, Rp 25 ribu per tabung,” ujarnya.

Sementara, Asmiati, pedagang dan pemilik pangkalan mengakui banyak warga yang berburu gas. Bahkan, saat gas datang, tempatnya langsung diserbu.

”Cepat habis, karena memang banyak yang beli. Ini saja sudah dua hari kosong,” imbuhnya.(she)