Sabtu, 25 April 2026

Bekas Galian IPAL Bocor Lagi, Kali Ini Terjadi Perumahan Legenda Bali 

Berita Terkait

batampso.co.id – Bekas galian Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) Batamcentre di Legenda Bali mengalami kebocoran.

Air mengalir dari lubang galian yang telah ditutupi oleh penutup bak kontrol dan menggenangi jalan di perumahan tersebut.

Salah seorang warga perumahan, Jusuf Riyandi mengatakan kebocoran terjadi baru-baru ini saja.

Ia meminta agar pihak terkait segera mengatasi persoalan ini karena mengganggu kenyamanan warga.

“Air keluar dari pipa dan bekas galian itu. Untuk sekarang belum beroperasi. Kalau sudah operasi nanti dan bocor, kan jijik kalau yang keluar nanti kotoran,” katanya, Senin (16/12/2019).

Selain itu, bekas pengaspalan di sekitar penutup bak kontrol juga sudah mengalami keretakan.

Baca Juga: Bekas Galian Pipa IPAL Membuat Ruas Jalan di Batam Rusak dan Retak

“Selain itu, tambahan segmennya retak dan cepat rusak,” tuturnya.

Rembesan air keluar dari tutup pipa Instalasi Pengelohan Air Limbah (IPAL) di Perumahan Legenda Bali Batamcenter, Senin (16/12/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pengelolaan Limbah BP Batam, Iyus Rusmana mengatakan pipa di Legenda Bali belum terkoneksi ke stasiun pompa.

“Ya air yang mengalir itu bekas leak test. Dan nanti akan dikuras. Kerusakan pasti akan segera diperbaiki,” tuturnya.

Iyus juga mengatakan ada sejumlah kendala yang membuat perbaikan jalan rusak belum bisa terealisasi.

Baca Juga: Terkait Proyek IPAL, BP Batam dan Hansol Akan Pecat Subkon Tak Becus

“Kendala pertama, cuaca ekstrim. Siapapun pelaksana pekerjaan konstruksi yang mendapat cuaca begini, pasti akan terkendala. Saat menggali, maka menutupnya harus menunggu sampai reda,” tuturnya.

Proyek Ipal dimulai sejak April 2017, dimana pembangunan tahap awal dilakukan di kawasan Batamcenter yang membutuhkan 114 kilometer pipa.

Pipa Ipal akan disambung ke 11 ribu sambungan rumah warga untuk proses ini. Proyek IPAL ini ditargetkan selesai pada Desember 2020 mendatang dan bisa beroperasi pada Januari 2021.

Adapun kapasitas produksinya mencapai 230 liter per detik dan akan melayani kawasan Batamcentre dan sekitarnya.

Air bersih hasil olahan dari proyek senilai Rp 600 miliar ini rencananya akan disuplai ke industri-industri di Batam.(leo)

Update