batampos.co.id – Aksi unjukrasa seorang diri atau demo tunggal, ternyata pernah beberapa kali dilakukan di Indonesia.

Terbaru adalah aksi dari Ketua Kadin Kota Batam, Jadi Rajagukguk di depan kantor BP Batam.

Dalam aksinya, Ketua Kadin Batam menyampaikan kekecewaannya terhadap Kepala BP Batam, Muhammad Rudi.

Ia menilai Muhammad Rudi yang juga menjabat Wali Kota Batam, tidak memiliki gebrakan yang siginifikan selama 100 hari masa kerja sebagai Kepala BP Batam Batam.

Baca Juga: Ketua Kadin Batam Demo Tunggal, Ini Tuntutannya Kepada Kepala BP Batam

Selain Ketua Kadin Batam, demo tunggal pernah dilakukan Bakal Calon Kepala Desa (Bacakades) Kaligondo, Banyuwangi, Wasito pada 2 September 2019 lalu.

Beberapa artikel berita yang menampilkan demo tunggal. Foto: Screenshoot Google

Wasito saat itu melakukan demo tunggal di depan Istana Presiden di Jakarta. Namun karena tidak memiliki izin, ia ditangkap polisi dan sempat dimintai keterangan.

Pada 22 November 2019, Seorang asal Aceh juga melakukan demo tunggal di Simpang Pelor Depan Kantor DPRK Aceh Barat.

Baca Juga: Pertama Dalam Sejarah, Demo Solo

Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes penolakan wacana presiden 3 periode, dan menolak undang-undang pernikahan.

Pada 27 November 2018, mantan aktivis Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Bedi Roma, juga pernah melakukan demo tunggal.

Bedi meluapkan kekecewaannya terhadap Pemerintah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, yang dinilainya telah gagal merencanakan konstruksi bangunan jembatan Waima.(berbagai sumber/esa)