batampos.co.id – Johannes Tarigan S.Si dan Candra Ibrahim menyapa warga kota Batam di tiga lokasi. Sabtu, (11/1). Bersamaan dengan kegiatan itu, keduanya juga melakukan kegiatan Bakti Sosial kesehatan untuk 900 masyarakat di tiga lokasi berbeda.

Perjalan mereka dari TPA Punggur, Ke Baloi Kolam dan berakhir di Kampung Nenas.

Meski keduanya saat ini merupakan sama-sama Bakal Calon kandidat Kepala Daerah yang telah mendeklarasikan diri untuk maju, namun hubungan keduanya tampak mesra dan saling membangun komunikasi yang baik.

Johannes yang juga Founder Gerakkan Peduli Bangsa itu mengajak Candra Ibrahim untuk memperkenalkan dirinya dengan banyak konstituenya yang sedang mengikuti kegiatan Pengobatan Gratis.

Bakti sosial dan pengobatan gratis ini diakui Johannes rutin dilakukan sejak tahun 2006 silam. Total sudah ada 216.000 masyarakat Batam yang mendapat pengobatan gratis. Selain itu kegiatan sosial lainnya yang ia lakukan ialah pembagian sembako sebanyak 120.000 paket sejak tahun 2007 lalu. Pembagian sumur bor, pembuatan toilet, pembuatan jalan komplek dan parit serta pembangunan aula pertemua di 4 lokasi berbeda yakni Batuaji, Sekupang, Sagulung dan Kampung Nanas.

“Bakti sosial ini bukan kegiatan baru karena sudah lama kita lakukan. Sengaja tidak publikasikan,” ungkap Johannes.

Selain di Batam sendiri, LSM Peduli Bangsa bekerjasama dengan Mabes Polri membantu korban bencana alam di Sinabung. pembangunan 300 rumah di Aceh korban tsunami, pembangunan 100 rumah di Padang korban gempa dan pembangunan 20 rumah di Yogyakarta, korban erupsi Gunung Merapi. Membantu korban bencana alam dalam bentuk pembagian Sembako, dapur umum, pembangunan fasilitas umum, pengobatan pendidikan gratis dan kegiatan sosial lainnya di daerah bencana lain di Indonesia.

“Dalam bakti sosial kita bekerjasama dengan Mabes POLRI, Polda, Yonif 134, Batam Pos dan PMI,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, Bakal Calon wakil Walikota yang telah mendaftar di empat partai itu meminta masyarkat untuk selalu menjaga kesehatan sebagai bentuk rasa syukur terhadap tuhan.

“Bapak atau Ibu jaga kesehatan agar dapat beraktivitas mencari rejeki dan selalu bersyukur kepada tuhan.” Lanjutnya.

Sementara itu, Candra Ibrahim juga terlihat aktif berkomunikasi dengan warga Yang berdatangan. Dalam sambutannya, Ia merasa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi banyak orang.

” Saya sangat respect dengan kegiatan LSM Peduli Bangsa ini. Bertahun-tahun membantu masyarakat tanpa satupun media yang tau, inilah bakti yang sebenarnya buat masyarakat Kota Batam ” Puji Candra Ibrahim.

Potensi Poros Ketiga Pilwako Batam

 

Peta politik Pemilukada Kota Batam kian seru. Adanya poros ketiga dalam percaturan politik jelang Pilwako Batam 2020 juga kian menguat. Hal ini ditandai dengan makin intensnya hubungan para kandidat bakal calon. Dalam terlihat saat Bakti Sosial kesehatan LSM Peduli Bangsa kemarin, Sabtu (11/1), Candra Ibrahim turun berbarengan dengan kandidat lain Johannes Tarigan.

Baik Johannes maupun Candra sama-sama menegaskan jika potensi poros ketiga pemilukada Kota Batam masih terbuka lebar.

“Karena selama ini hanya ada group merah dan biru. Dan kita ingin menawarkan kepada masyarakat, hadirnya calon poros ketiga ini memberikan pilihan baru kepada masyarakat,” kata Joe sapaan akrabnya.

Senada Candra Ibrahim menambahkan, potensi poros ketiga itu ada dan bahkan bisa berpeluang 4 poros, dengan independent. Kehadiran poros ketiga ini juga semakin seru karena akan ada banyak pilihan di tengah-tengah masyarakat kota Batam.

“Memang sebaiknya tiga (poros) dan bahkan bisa 4 dengan calon dari independent,” katanya.

Direktur Utama Batam Pos menyampaikan jika sampai saat ini pihaknya masih menjalin komunikasi politik dengan kandidat lain. baik. Komunikasi politik pun juga terus dilakukan dengan sejumlah partai politik. Tercatat sampai saat ini ia sudah mendaftar di lima partai yakni Nasdem, PDI Perjuangan, Hanura, Golongan Karya (Golkar) dan Partai Keadilan Sosial (PKS).

Berpotensi Untuk Menang

Candra Ibrahim dan Johannes Tarigan memiliki kans yang cukup kuat untuk maju di pilwako Batam 2020. Kedua pasangan ini juga layak diperhitungkan dan berpotensi untuk menang.

Candra Ibrahim adalah pria Melayu kelahiran Natuna. Mantan Ketua GP ansor 2012-2016 saat ini menjabat sebagai Penasehat Ikatan Keluarga Besar Natuna (IKBN) Kota Batam
, Dewan Ahli Ikatan Sarjana NU Kepri, dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri. Bagaimana dengan potensi pemilih Candra. Jika dilihat dari jekak karirnya, pertama dari Nahdatul Ulama. Pria yang pernah menjabat ketua NU Kota Batam ini memiliki hubungan yang kuat dengan organisasi masyarakat (Ormas) Islam ini.

Selanjutnya, potensi melayu. Sebagai putra asli melayu ia memiliki pemilih dari masyarakat Melayu. Potensi lainnya ialah dari istri Sandra Mepa, dari zuriat Kerajaan Riau-Lingga
. Saat ini zuriat Kerajaan Riau-Lingga
tersebar di Batam. Potensi milenial, anak-anak muda dan mahasiswa, OKP, serta potensi eksplor 7. Bekas kecamatan Pulau 7 yang sekarang jadi kabupaten Anambas dan Natuna yang saat ini ada sekitar 15 ribu orang di Kota Batam. Selain itu Candra juga memiliki hubungan kedekatan dan emosional dengan sejumlah suku lainnya seperti Padang dan Riau Daratan.

Lalu bagaimana dengan Johannes? Sebagai orang Batak tentu ia memiliki potensi suara dari masyarakat Batam yang ada di Kota Batam. Berdasarkan data terakhir tercatat ada 200 ribu orang Batak di kota Batam. Potensi ini juga semakin menguatkan jika melihat kekompakan dan komitmen warga Batam di dalam mendukung salah satu perwakilannya melalui Batak Bersatu Menang.

Kedua sebagai orang Nasrani, Johannes memiliki potensi dukungan dari warga Nias, Toraja, Flores dan Manado. Begitu juga dengan potensi dukungan dari masyarakat di bawah binaan LSM Peduli Bangsa yang sampai saat ini mencapai 216 ribu orang.

Potensi ketokohan, Johannes merupakan mantan Ketua Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) se-Kota Batam. BKAG ini membawahi gereja di kota Batam, baik Gereja Katolik dan Pretestan yang jumlahnya mencapai 450 gereja. Sampai saat ini Johannes masih tercatat sebagai wakil bendahara gereja protestan se Kota Batam seperti HKBP, Geja Karo dan gereja-gereja ptotestan lain. (rng)