batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, enggan menanggapi hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

Hasil survei tersebut menempatkan nama Rudi sebagai pilihan dengan persentase keterpilihan paling tinggi untuk Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Batam maupun Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kepri.

Namun, Rudi memilih kalem menanggapi hasil survei tersebut. Bahkan ia enggan banyak bicara.

”Saya tak ingin komentar soal hasil survei itu” kata Rudi singkat, Jumat (17/1/2020).

Hasil survei ini menyebutkan, jika pemilihan langsung Gubernur Kepri dilaksanakan sekarang, Rudi mendapat dukungan paling tinggi dengan persentase sebanyak 28,8 persen.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Di bawahnya ada Soerya Respationo yang mendapat dukungan 16,6 persen. Isdianto berada di peringkat ketiga dengan persentase 15,2 persen.

Baca Juga: Survei Membuktikan Rudi-Amsakar Tertinggi 

Sementara, sebanyak 39,3 persen tidak memberikan pilihan pada tokoh yang dicalonkan.

Sedangkan jika pemilihan Wali Kota Batam dilakukan sekarang, Rudi juga memimpin dengan hasil survei paling tinggi, yakni sebesar 72,8 persen. Lukita Dinarsyah Tuwo berada di peringkat kedua dengan 4,6 persen.

Imam Sutiawan di posisi ketiga dengan dukungan 2,8 persen. Sedangankan Ruslan M Ali Wasyim hanya 0,9 persen dan sebanyak 19 persen tidak memberikan jawaban.

Terpisah, saat menghadiri kegiatan Posyandu di Bilangan Tanjunguncang, Rudi dengan tegas mengatakan akan berlaga dalam Pilwako Batam, bukan Pilgub Kepri.

”Saya titip diri saya, kalau berkenan, saya mohon dukungannya mumpung ketemu. Hampir semua melarang saya untuk maju dalam ikut gubernur, saya tak maju gubernur (pilgub), maka saya akan maju wali kota,” tegasnya.

Pernyataan Rudi tersebut disambut tepuk tangan yang hadir.

”Karena bapak ibu tepuk semua, maka pemilihan nanti mudah-mudahan bisa meraih suara 90 persen,” ujarnya.(iza)