batampos.co.id – Lucinta Luna mendapat obat tramadol dan riklona yang tergolong dalam psikotropika dari seorang temannya berinisial IF alias FLO. Meski berdasar dari resep dokter, namun ada pelanggaran hukum dari cara Lucinta mendapat obat tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, biaya yang dikeluarkan oleh Lucinta untuk mendapatkan obat tersebut dari IF terbilang murah. Hanya berkisar Rp 500 ribu. Angka tersebut masih lebih rendah dibanding harga narkoba di pasar gelap yang bisa mencapai jutaan rupiah per paketnya.

“(Narkoba dijual) Rp 500 ribuan. Bahwa dia (Lucinta) merasa depresi minta bantuan ke IF untuk dapat obat,” kata Yusri di Polres Metro Jakarta Barat, Jumat (14/2).

Yusri menuturkan, dari tangan Lucinta, polisi mengamankan barang bukti 18 butir obat penenang yang dia dapat dari IF. Pengembangan masih dilakukan guna mengungkap jaringan kasus tersebut. “Barang bukti 18 butir riklona. Masih kita dalami (ke siapa lagi IF salurkan narkoba),” imbuhnya.

IF sendiri diketahui mendapat obat tersebut dari seorang dokter di salah satu rumah sakit di Jakarta. Dugaan pelanggaran pidana muncul, karena obat tersebut kemudian diberikan kepada Lucinta.

Seharusnya hal itu tidak terjadi. Apabila Lucinta ingin mengkonsumsi obat tersebut, dia harus datang konsultasi sendiri kepada dokter. Dengan begitu pemberian dosis akan disesuaikan dengan kebutuhan Lucinta.

“Jelas ada pelanggaran (pidana), diberikan bukan cuma-cuma, karena kan harus resep dokter. Ini termasuk obat keras,” jelas Yusri.

Lucinta Luna sebelumnya dicokok oleh polisi pada Selasa (11/2) pagi. Dia diamankan lantaran diduga terlibat kasus penyalahgunaan narkotika. Dalam kasus ini polisi mengamankan 3 butir narkoba jenis ekstasi di keranjang sampah. Hasil tes urine yang dilakukan Polres Metro Jakarta Barat menyatakan Lucinta Luna positif mengkonsumsi narkoba jenis benzo.(jpg)