26.7 C
Batam
Sabtu, 21 April 2018

Ahmad Dhani Jalani Sidang Perdana

Amoroso Katamsi Wafat

Film Avengers: Infinity War Tayang Pekan Depan

Buah Bibir

Buah Bibir

Siap-siap Terbang ke Bioskop untuk Nonton Terbang

batampos.co.id – Film dalam negeri berjudul Terbang : Menembus Langit, mendapat sambutan hangat dari penikmat film di Batam. Terbukti di salah satu bioskop, Blitz Kepri Mall sudah mendapat orderan lebih dari seribu tiket. Padahal, film besutan sutradara Fajar Nugros ini baru akan tayang perdana serentak di Indonesia, Kamis (19/4) nanti.

“Terbanyak peminatnya (film Terbang) untuk film Indonesia yang diputar di sini,” ujar manager on duty (MOD) Blitz Kepri Mall, Jefri Firdaus, Jumat (13/4).

Ia menyebutkan, di hari penayangan perdana nanti, pihaknya serentak memutar film tersebut di keempat studio Blitz Kepri Mall. “Jam penayangannya juga diperbanyak, mengingat di empat studio itu menampung 642 penonton. Kami yakin peminatnya terus bertambah,” terangnya.

Film drama yang diadopsi dari kisah nyata tersebut, berkisah tentang pemuda keturunan Tionghoa miskin dari Tarakan bernama Onggy Winata yang diperankan Dion Wiyoko dalam meraih kesuksesan dengan penuh rintangan. Dari Kalimantan, ia merantau ke Surabaya hingga ke Jakarta untuk mengejar cita-cita sebagai pengusaha sukses di Singapura.

“Kegigihannya itu dapat menginspirasi dan mengedukasi banyak orang,” ungkap Jefri.

Disanding dengan bintang ternama lainnya seperti, Laura Basuki, Aline Adita, dan Baim Wong, film Terbang juga diwarnai dengan suasana di era 70an hingga 1998. “Durasi filmnya dua jam,” ucapnya.

Blitz Kepri Mall juga masih membuka pemesanan tiket penayangan perdanan film Terbang, dengan mengunjungi langsung loket pembelian tiket di Blitz Kepri Mall tersebut. (nji)

Jenny Yuliana, Senantiasa Melek Film Baru

Menonton adalah hal yang umum dilakukan. Tapi untuk up to date dengan film-film terbaru, tidak semua melakukannya. Jenny Yuliana adalah salah satu yang melek dengan film terbaru.

“Saya senang sekali nonton. Biasanya kalau film baru keluar di bioskop, langsung sempatkan nonton. Kebetulan rumah dekat dari Mega Mall,” kata Jenny, begitu ia disapa.

Walaupun berstatus ibu dari dua putra, ia tak meninggalkan kegemarannya tersebut. Justru setelah menikahlah waktu untuknya hunting film lebih banyak.

“Saya tidak bekerja, fokus di rumah jaga anak dan mantau usaha homemade juga salon yang saya dan suami kembangkan. Otomatis, waktu luangnya lumayan banyak,” tuturnya sembari tersenyum.

Dari segi tontonan, wanita kelahiran Medan itu mengaku senang dengan genre film action dan horor. Menurutnya, genre tersebut bisa membawanya masuk merasakan berada di dunia layar kaca itu.

“Adrenalin terpacu, karena film actoin dan horor menggiring emosi penonton. Tapi, saya juga menikmati film bergenre romantis,” ungkap Jenny yang memfavoritkan film The Greatest Showman. (nji)

Ana Queen; Antara Makan dan Cantik

batampos.co.id – Wanita kerap bermasalah dengan bentuk tubuh. Takut kegemukan, dan juga takut kekurusan. Keduanya bisa jadi masalah. Tapi, bagi ibu dua anak ini seolah aman dengan postur tubuhnya meski gemar makan.

Ia adalah Ana Queen. Wanita kelahiran April 1988 tersebut, mengaku senang dengan hunting kuliner.

“Saya senang travelling dan sekarang saya doyan makan,” ujar Ana dengan tawa khasnya.

Makna doyan makannya itu juga tidak tertutup dengan menu tertentu. “Sejauh ini masih bisa menikmati banyak makanan. Suka semua. Tapi kalau saya disuruh milih, lebih ke japanese food, korean dan western food,” sebutnya.

Hal itu diikuti dengan aktifitasnya di luar ibu rumah tangga, yang juga sering mendampingi suami saat bertemu klien.

“Kami punya pabrik di Tanjunguncang, dan rata-rata tamu datang dari luar terutama dari Jepang. Nah, ketemu klien itu kan enaknya sembari makan,” ungkap Ana.

Untuk menjaga agar tubuhnya tetap proposional, wanita dengan tinggi 158 centimeter ini mengimbanginya dengan olahraga.

“Saya rutin gym. Selain sehat, kecantikan juga terjaga dengan olahraga. Jadi olahraga haruslah buat wanita,” pungkasnya. (nji)

Pemain Bass Keris Patih Meninggal

Andika Putrasahadewa

batampos.co.id –  Andika Putrasahadewa, pemain bass, grup band Kerispatih dikabarkan meninggal dunia.

Kabar duka tersebut disampaikan langsung oleh pihak Kerispatih. Lewat akun Instagram resmi mereka, Kerispatih menyampaikan bahwa Andika meninggal dunia pada Selasa (10/4).

“RIP @Dikabassman. Doain yang terbaik buat yang ditinggal dan doakan semoga diterima di sisi-Nya ya,” tulis akun Kerispatih Band, beberapa jam yang lalu.

Hingga saat ini belum diketahui apa penyebab meninggal dunianya Dika Kerispatih. Bila dilihat dari akun Instagram-nya, Dika terakhir aktif empat hari lalu. Dia kala itu mengabarkan bahwa dirinya sudah gemuk lagi.

Kabar meninggalnya Dika Kerispatih menyisakan duka bagi keluarga, sahabat, dan penggemar. Sejumlah ucapan duka dan penghormatan disampaikan publik di media sosial untuknya.

“Semoga mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, selamat jalan brother, doa terbaik kami mengiringi kepulanganmu,” ucap Rian D’MASIV di akun Instagram.

Selamat jalan, Dika Kerispatih.

(ded/JPC)

Ira Maya Sopa Prioritaskan Suami dan Anak

batampos.co.id – Menjadi seorang Ibu bukanlah pekerjaan mudah. Dalam hal mengurus anak, tak jarang yang memilih jalan singkat untuk mempercayakan anaknya ditangan seorang pengasuh.

Namun hal itu tidak berlaku bagi Ira Maya Sopa. Wanita yang akan menambah usia 7 April ini, memilih untuk fokus pada keluarga sejak ia mulai berumah tangga.

“Bagiku keluarga nomor satu. Maka itu saya tidak bekerja, agar fokus mengurus suami juga anak,” ujar Maya, sapaannya.

Dalam prinsipnya, istri Brian Charles Bateman ini menyebutkan, sebagai istri atau Ibu harus bisa menjaga keharmonisan rumah tangga dengan sepenuhnya.

“Tidak boleh setengah-setengah, biar hasilnya kelak juga penuh,” tuturnya.

Terutama dalam hal mendidik anak. Sejak melahirkan anak yang diberi nama Keira Putri delapan tahun silam, Maya tak pernah lepas mengasuh putrinya tersebut.

“Sedari lahir tidak lepas dari tangan saya dan suami sebagai orang tua. Cuma karena suami kerja di Singapura, jadi anak lebih banyak sama saya,” jelas Maya.

Selain disibukkan mengurus anaknya yang kini duduk di bangku kelas II SD Avava School, wanita kelahiran Lampung itu juga aktif dalam berdagang online. Menariknya, Maya menjual beragam produk yang dikatakan sedang booming maupun yang berkaitan dengan perayaan hari besar.

“Sekarang lagi hits-nya produk Aloe Vera, dan sudah mulai mendekati Lebaran. Jadi saya menjual produk berkaitan itu saat ini,” bebernya yang sudah menekuni online shop sejak 2010 lalu.

Begitupun dalam hal pergaulan, Ira Maya Sopa terbilang aktif di kegiatan charity melalui komunitas yang diikutinya.

“Sejauh ini, saya merasa menjadi wanita beruntung, yang dapat menikmati hidup sebagaimana prinsip saya terutama dalam hal rumah tangga,” ungkap Maya. (rng)

Gianty Nurochman Sukaaaaaa… banget Kota Batam

batampos.co.id – Kota Batam bukanlah tempat kelahiran Gianty Nurochman. Namun bagi gadis manis kelahiran 24 tahun yang silam itu, merasa Kota Batam sudah menjadi bagian kehidupannya yang tak terpisahkan lagi. “Batam itu asyik, rame, seru,” katanya, Sabtu (24/3).

Selain itu, dari sudut pandang gadis yang bercita-cita menikah sebelum umur 25 ini, memiliki banyak tempat nongkrong atau cafe yang unik dan menarik. Sehingga membuat betah orang-orang yang datang ke Batam.

“Batam itu memiliki cafe-cafe, yang buat kita ingin berlama-lama. Konsep-konsep yang ditawarkan menarik dan unik-unik,” tuturnya.

Tak hanya itu saja, Gianty mengatakan hampir seluruh jenis makanan se Indonesia ada di Batam. Mau mencari makanan Batak, Manado, Kalimantan, Minang, Jawa, Sunda, semuanya ada disini. “Jadi tidak perlu jauh-jauh ke kota asalnya, karena jenis makanan daerah se Indonesia ada di Batam,” ungkapnya.

Karena banyak kelebihan ini, membuat Gianty yang lahir di Bandung memutuskan untuk menetap di Batam. Saat ini, katanya sudah memiliki tour dan travel sendiri. “Saya mendirikannya sejak November 2016,” ucapnya.

Hingga kini travel yang dikelolanya terus berkembang dan memiliki banyak pelanggan. Ia melihat prospek parawisata di Batam cukup baik. Karena untuk mendatangkan wisatawan dalam negeri, tidak hanya menjual Kota Batam saja. Para pelaku tour dan travel juga bisa menjual kedekatan Kota Batam dengan Singapura. (ska)

Anggun C Sasmi Kagumi De Tjolomadoe

foto: kapanlagi.com

batampos.co.id – Sebagai penyanyi berdarah Jawa, Aggun C Sasmi bahagia bisa kembali manggung di Solo. Dia tampil bersama David Foster dalam konser yang diadakan di De Tjolomadoe, Karanganyar, Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (24/3) malam.

Tidak hanya soal konser, penyanyi yang berkarier di luar negeri ini mengaku sangat merindukan suasana Kota Solo. Selain daerah, hal yang paling dia rindukan, yakni soal makanan.

“Aku kalau ke Solo selalu nyari timlo Solo, masih ada nggak ya sekarang,” kata Anggun saat jumpa pers di De Tjolomadoe, Karanganyar, Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (24/3).

Konser kali ini tidak hanya sebagai pengobat rindu bagi pelantun Mimpi tersebut. Dia juga takjub melihat lokasi acara yang merupakan bekas pabrik gula bersejarah bernama De Tjolomadoe.

“Pertama kali ditawari main di Tjolomadoe mikir apa nggak salah ya, karena dulu kan ini pabrik, sekarang pun disulap jadi tempat kultural dan memang dari dulu pengin buat konser selain di Jakarta,” jelasnya.

“Bangga juga bisa tampil di tempat heritage seperti De Tjolomadoe. Semoga makin banyak yang tertarik datang ke tempat seperti ini,” imbuh wanita 43 tahun itu.

Anggun menyuguhkan penampilan terbaik dalam konser malam itu. Selain membawakan lagu sendiri, dia juga berkolaborasi dengan David Foster.

Selain Anggun, konser David Foster ini juga dimeriahkan Brian McKnight, Dira Sugandi, Sandhy Sondoro, dan Yura Yunita. Acara bakal dimulai tepat pukul 20.00 WIB.(jpg)

Dian Sastro Dihujat karena Terlalu Seksi

Dian Sastro baru saja merayakan hari jadinya ke-36 tahun pada Jumat, 16 Maret 2018. Bersama teman-temannya, aktris bernama lengkap Diandra Paramita Sastrowardoyo itu terlihat merayakan ulang tahunnya di sebuah kelab malam.

Dalam pesta tersebut, Dian, yang mengenakan busana hitam dengan atasan terbuka di bagian dada, asyik menyanyi dan bergoyang mengikuti irama musik bersama para tamu undangan.

Netizen awalnya menyoroti busana yang dikenakan Dian. Mereka menilai busana tersebut terlalu seksi.

Namun yang membuat netizen makin heboh adalah rokok di tangan kanan Dian. Sebab, selama ini Dian dikenal sebagai penganut gaya hidup sehat.

Aksi Dian merokok di kelab malam mengundang reaksi pro-kontra dari warganet. Sejumlah warganet kaget melihat tingkah Dian. Pandangan mereka terhadap aktris cantik ini berubah.

“Merokok, astaga jd unrespect deh,” ujar seorang warganet. “Aku kira Dian sastro jaim hihi eh taunya ngrokok shock,” tulis warganet lainnya.

Namun ada juga warganet yang memberikan dukungan kepada Dian Sastro. Mereka merasa merokok adalah hal wajar dan tidak seharusnya dipermasalahkan.

“Ngerokok aja pada julid..mending ngerokok dr pada artis yg pada nyabuu…netijen oh netijen,” kata netizen lain. (jpg)

Bersuka Ria bersama NonaRia

NONARIA mendapat sambutan hangat dari pengunjung saat tampil di Java Jazz Festival (JJF) 2018 pada 2 Maret lalu. Penonton yang memadati panggung gazebo JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara, tersebut begitu menikmati penampilan mereka.

Penikmat NonaRia yang digawangi tiga personel -Nesia Ardi (vokal dan snare), Nanin Wardhani (keyboard, piano, akordeon), dan Yasintha Pattiasina (biola)- bukan hanya kalangan dewasa muda. Ada anak-anak, remaja, paro baya, hingga lansia. Sebagian ikut bernyanyi karena hafal lagu mereka. Sisanya, ada yang berjoget riang karena asyik mengikuti irama.

Ada pula yang tersenyum melihat para personel bertingkah atau menyeletuk jenaka. Musik khas tempo dulu NonaRia ternyata sanggup menarik minat berbagai kalangan usia NonaRia terbentuk pada 2012. Awalnya, band pengusung gaya retro itu terdiri atas Nesia, Nanin, dan Rieke Astari yang memainkan akordeon.

Ketiganya merupakan sahabat karib yang sama-sama menggemari musik. Tapi, masing-masing punya kesibukan dan proyek sendiri-sendiri. “Katanya, kami bertiga mukanya mirip,” kata Nesia saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (8/3).

Berbekal kecintaan pada musik, tiga sahabat itu akhirnya membentuk band. Awalnya mereka mencoba jazz karena masing-masing akrab dengan genre tersebut. Namun, untuk bisa eksis, Nesia, Nanin, dan Rieke butuh sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang tidak dimiliki grup musik lain. “Kalau cuma jazz standar doang, ya buat apa,” kata Nesia.

Nesia mengaku bahwa dirinya dan dua kawannya tidak jago-jago amat dalam bermusik. Maka, mereka ingin kuat atau unik dalam hal konsep. Pilihan mereka lantas jatuh pada konsep retro. Namun, bukan asal retro karena cukup banyak band atau musisi yang mengadaptasi gaya itu. Misalnya, band Naif yang mengadaptasi musik era 1970-an atau Clubeighties dengan gaya 1980-an. Ketiga personel ingin spesifik ke sebuah era.

NonaRia mengaku kagum pada lagu-lagu pop Indonesia era 1940 hingga 1950. Era saat musisi dan penyanyi seperti Ismail Marzuki, Bing Slamet, dan Sam Saimun berkibar lewat lagu yang mereka ciptakan atau bawakan. Akhirnya, untuk memberikan keunikan bagi gaya bermusik mereka, era 1940-1950 dipilih.

Ketiga personel sendiri memang tertarik pada konsep musik tempo dulu. Menurut mereka, segala musik vintage atau retro tak lekang oleh waktu. Nuansa tempo dulu bisa dinikmati di era kapan pun dan tidak kehilangan daya tariknya. Musiknya pun dinilai lebih harmonis dan rapi. “Dari segi lirik juga sederhana dan mudah dinikmati,” kata Nanin.

Tak hanya musik dan lagu, gaya retro pun juga diterapkan ke busana. Ketiga personel NonaRia suka dengan desain busana tempo dulu yang manis, sederhana, namun tetap berkelas. Dress yang terinspirasi dari busana tahun 1940 hingga 1950 menjadi kostum kebanggaan NonaRia ketika tampil. “Desainnya kami buat sendiri,” kata Nesia.

Karena belum memiliki lagu sendiri ketika awal terbentuk, NonaRia lebih sering meng-cover lagu-lagu pop Indonesia era 1940 hingga 1950-an. Sebut saja Sabda Alam, Tamasya, Juwita Malam, atau Kopral Jono. Saat tampil kali pertama di Klab Jazz Bandung pada 2013, NonaRia mendapat sambutan hangat. Dugaan mereka benar. Musik dan lagu khas era 1940 hingga 1950-an masih diminati. “Rata-rata mereka tahu lagunya, tapi sudah lama nggak dengar,” ujarnya.

Formasi NonaRia yang hanya tiga orang pun merupakan daya tarik tersendiri. Menurut mereka, komposisi tiga orang dengan alat musik mempertahankan kesederhanaan musik dan lagu. Malah, awalnya, Nesia tidak memainkan snare alias menyanyi saja. Sesekali, mereka mengajak additional player untuk instrumen lain. Atau, NonaRia juga berkolaborasi dengan grup atau musisi lain yang memainkan instrumen berbeda.

Dari penampilan perdana di Bandung, nama NonaRia langsung tenar. Mereka mengaku sudah lupa berapa banyak gig atau show yang melibatkan mereka sejak 2013. Sayang, di tengah popularitas dan banyaknya tawaran manggung, NonaRia ditinggal salah seorang personelnya. Pada 2014 Rieke menikah dan harus ikut sang suami pindah ke Papua.

NonaRia sempat kehilangan arah. Mereka bingung bagaimana bisa tampil memukau dengan formasi dua orang saja. Ditambah lagi, kesibukan Nesia dan Nanin menyita waktu. NonaRia sama sekali tidak tampil, menciptakan lagu, ataupun merilis single dan album. Mereka vakum alias mati suri.

Walaupun vakum, keinginan Nesia dan Nanin untuk tetap bermusik bersama tetap kuat. Akhirnya, pada 2016, sebagai pengganti Rieke, mereka menggandeng Yasintha, pemain biola NonaRia hingga kini. Sebelumnya Yasintha sempat menjadi additional player.

“Kalau ditambahin biola, musik NonaRia bisa lebih oke,” kata Nesia.

Kembali ke belantika musik pada 2016 dalam formasi tiga orang, NonaRia tampil lagi di event Sisterhood Gigs. Yakni, event musik untuk mewadahi para musisi perempuan dalam berkarya. Namun, untuk bisa tampil di acara itu, NonaRia harus punya lagu ciptaan sendiri. Ketiga personel pun bingung. Mereka baru saja bangun dari tidur panjang dan sama sekali belum pernah membuat lagu lantaran vakum.

Akhirnya, sebuah lagu pun diciptakan Nanin. Judulnya Antri Yuk, lagu dengan irama ragtime retro. Isi liriknya seputar ajakan untuk lebih tertib saat berlalu lintas atau antre guna mengurangi kemacetan dan kekacauan.

Rupanya, Antri Yuk sukses membuat banyak orang antre untuk menyaksikan penampilan NonaRia. Rupanya, comeback NonaRia setelah dua tahun vakum disambut baik oleh penggemar musik. Dari situ, Nanin, Nesia, dan Yasintha semakin bersemangat menciptakan lagu baru. Apalagi, cukup banyak yang bertanya kapan NonaRia akan merilis album.

Mereka pun berniat serius mengembangkan NonaRia dan merilis album perdana. Dengan bantuan Hendrawan Revianto, mantan drumer band Notturno dan Beben Jazz Quartet yang kini menjadi manajer NonaRia, ketiga personel mulai fokus. Di bawah arahan dan bimbingan Hendrawan, NonaRia mulai mengerjakan album pertama.

“Awalnya mau bikin minialbum saja, tapi katanya nanggung,” tambah Yasintha.

Dimulai proses pembuatan lagu oleh ketiga personel. Mereka konsisten memasukkan ciri khas lagu-lagu pop lawas Indonesia dalam album perdana yang dirilis pada Januari lalu. Dari segi lirik, lagu-lagu ciptaan NonaRia sangat beragam. Ada yang jenaka, filosofis, puitis, bertutur tentang sebuah pengalaman, memberikan nasihat, hingga mengajak bersukaria.

Menurut Yasintha, salah satu daya tarik lagu dengan langgam lawas adalah bisa dinikmati banyak kalangan lantaran liriknya beragam. Kisah lirik yang diangkat dari kehidupan sehari-hari juga bikin orang nyambung dengan lagu.

“Temanya bukan soal cinta melulu, yang hanya bisa dinikmati kalangan tertentu,” ujar Yasintha. Karena itu, setiap kali NonaRia tampil, penontonnya berasal dari berbagai golongan usia.

Gaya musik yang digunakan untuk mengiringi lirik pun mengingatkan pendengar pada lagu-lagu lawas. Ditambah lagi, efek suara gemerisik yang muncul ketika lagu diputar membuat seolah album diputar di gramofon atau pemutar piringan hitam. Benar-benar terasa sekali nuansa tempo dulunya. Irama musik juga dibuat bervariasi. Ada yang lambat, sedang, dan cepat.

Album perdana yang diberi nama NonaRia mendapat sambutan hangat. Mereka pun melakukan tur untuk mempromosikan album yang juga mendapatkan respons positif dari para Kawan Ceria -fans mereka- di enam kota. Yakni, Jakarta, Bandung, Semarang, Jogjakarta, Surabaya, dan Malang.

Kesuksesan NonaRia menunjukkan bahwa musik dengan langgam tempo dulu masih menjadi idaman dan tren di masyarakat. Mereka juga menjadi bukti bahwa musisi perempuan juga mulai diakui.

“Sebenarnya kami membentuk band hanya untuk iseng, bukan karena minimnya band perempuan,” sahut Nanin.

Kini, setelah meluncurkan album perdana dan tampil di JJF 2018, NonaRia semakin banyak menerima tawaran manggung. Keinginan mereka adalah membawa “Hari Bahagia” dan memberi “Sebusur Pelangi” yang indah untuk para penikmat musik. Persis seperti dua judul lagu di album perdana mereka. Juga, memberikan keceriaan bagi banyak orang. Sama dengan nama NonaRia. Tiga nona yang selalu ceria.

(GLANDY BURNAMA, Jakarta)

Celoteh Fans Bikin 3 Artis Cantik Korea Gelisah

batampos.co.id – Fans memang sangat berarti bagi artis. Cedloteh mereka di medsos pun bikin artis Korea gelisah, sangat gelisah.

Fans meragukan keaslian payudara tiga artis ini.

Tak tinggal diam, dilansir dari Koreaboo, Sabtu (17/3), sejumlah idola perempuan ini melakukan berbagai cara untuk membuktikan pada haters bahwa payudara mereka 100 persen alami atau asli.

1. Lee Hyori

Lee Hyori dikenal sejak lama karena memiliki tubuh yang sangat bagus, itulah sebabnya beberapa warganet menuduhnya melakukan operasi payudara.

Merasa tidak nyaman dengan tuduhan palsu itu, dia mendatangi dokter program Hyori Off the Record untuk membuktikan bahwa tuduhan warganet salah. Hasilnya, X-ray tidak menunjukkan tanda-tanda sang idola melakukan implan.

2. Jang Yoon Ju

Model Jang Yoon Ju juga dituduh melakukan operasi pada payudara karena sosoknya yang kurus namun berisi di bagian dada.

Tak tinggal diam, dia berkonsultasi pada seorang spesialis bahwa payudaranya asli. Konsultasi tersebut bahkan ditayangkan pada program SBS Special.

Dokter mengatakan, tidak melihat adanya tanda-tanda transplantasi lemak dan dia yakin bahwa payudara Jang Yoon Jun alami.

“Hasil menunjukkan payudara yang dia miliki sangat padat, terdiri dari lebih dari 80 persen kulit, lemak dan jaringan payudara,” kata dokter tersebut menjelaskan hasil X-ray.

3. Yoo Seung Ok

Yoo Seung Ok adalah model lain yang dituding melakukan operasi pembesaran payudara. Tuduhan tersebut dialamatkan padanya karena diduga ada bekas luka operasi pada ketiaknya.

Namun, hasil tes mengatakan sebaliknya. Data pemeriksaan medis menyatakan bahwa sesuai dengan tes ultrasound, tidak ada implan payudara.

(yln/JPC)

TOP THREE

Mengenal Xiaomi Redmi Note 5