“Skills are Cheaps, Passion is priceless” (Gary Vaynerchuk )

Membukukan 14 kali kemenangan dalam 1 musim di MotoGP bukan hal yang mudah. Bahkan ketika seorang pembalap memiliki motor paling superior sekalipun. Namun, ada 1 nama yang mampu mencatatkan rekor fenomenal tersebut.

Anda tahu siapa?

Mungkin Anda tidak asing dengan nama Marc Marquez. Pembalap muda yang saat ini bergabung dalam tim Repsol Honda. Tahun 2019 lalu, dia berhasil mengantongi 14 kali kemenangan dalam 1 musim. Pertama kali dalam sejarah MotoGP.

Tidak hanya itu, Marquez bahkan telah dinobatkan sebagai juara kelas utama MotoGP sebelum musim berakhir. Poin yang dikumpulkan “Baby Alien” ini jauh mengungguli kompetitor terdekatnya. Dia benar-benar mendominasi, dan tak terkalahkan.

Tapi, tahukah Anda, bahwa Marquez masuk ke tim Repsol Honda saat tim itu mengalami keterpurukan?

Ya. Benar-benar terpuruk. Terpukul oleh superioritas tim Yamaha yang kala itu ditunggangi oleh Jorge Lorenzo. Honda miskin prestasi. Walaupun kala itu Honda punya nama-nama mentereng di daftar pembalapnya. Sebut saja seperti Casey Stoner yang pernah jadi juara dunia, dan Dani Pedrosa yang saat itu muda dan bersemangat.

Namun kondisi berbalik saat Marc Marquez masuk ke jajaran tim Repsol Honda. Di debut pertamanya, Marquez langsung menjadi juara dunia. Prestasi ini mengejutkan dunia. Karena saat itu usia Marquez baru 20 tahun.

Apa yang membuat Marquez berbeda dari pembalap Honda lainnya? Mengapa dia bisa membawa perubahan besar bagi Honda?

Jawabannya sederhana. Marquez memiliki Passion yang dasyat. Marquez mampu memberikan lebih banyak dibanding yang diberikan orang lain kepada tim Honda. Bahkan, dia mencoba model balapan dan strategi yang tidak biasa. Cenderung ekstreme dan menyerempet bahaya, tapi itulah passion. Dalam benaknya hanya ingin mendorong dirinya sampai kepada batasan terjauh (push to the limit), agar mampu menjadi unggul.

Sebelum era Marquez, kita kenal nama Valentino Rossi. The Doctor. Demikian dia sering disapa. Gelar yang dia dapat juga karena Passion. Yang membuat dia masih dihormati dan disegani di sirkuit ketika usianya sudah menginjak 40 tahun.

Menjadi unggul tak cukup hanya dengan menempatkan orang terbaik dengan kemampuan yang memadai. Lebih dari itu, Anda harus menempatkan orang dengan Dedikasi dan Passion yang besar. Karena Passion lah yang akan mendorong seseorang melakukan berbagai hal hingga ke titik maksimal.

Bagaimana bila Passion dan Dedikasi Anda aplikasikan dalam sebuah perusahaan?
Anda bisa lihat Pertamina sekarang. Apa yang terjadi, ketika kementerian BUMN menunjuk orang-orang yang tepat untuk menduduki top Management? Perubahan besar terjadi.

Dulu Pertamina adalah perusahaan nasional yang bergerak di bidang perminyakan. Tapi prestasinya tak bisa cemerlang. Gagal membangun refinery selama berpuluh tahun. Gagal membawa Indonesia yang merupakan penghasil minyak menjadi eksportir minyak. Bahkan saat ini kita adalah pengimpor minyak.

Namun setelah Kementerian BUMN melakukan reformasi SDM di Pertamina, semua berubah.Salah satu nama besar yang kita kenal bersama adalah Basuki Tjahaya Purnama, yang saat ini menduduki jabatan Komisaris Utama.

Sekarang, sistemnya berubah dan menjadi jauh lebih baik, ketika orang di belakangnya berubah. Tak hanya karena dia punya kemampuan yang memadai, namun juga Dedikasi dan Passion yang luar biasa.

Dalam waktu singkat harga minyak turun. Dan saat ini Pertamina melakukan transparansi. Kita bisa memonitor proses Ekspor dan Impornya secara transparan. Padahal ini sudah lama menjadi momok, karena tak seorangpun tahu persis bagaimana kondisi ekspor dan impor di dalam Pertamina.

Sehebat apapun sistem atau alat tak bisa memberikan hasil maksimal ketika orang di belakangnya tidak memiliki kapasitas yang memadai. Makanya kita sering mendengar ungkapan, ‘man behind the gun is more important than the gun it self’.

Tapi itu saja tak cukup. Karena tidak hanya butuh kapasitas yang memadai, orang itu juga harus punya komitmen, dedikasi dan Passion. Passion yang membuat seseorang mampu mendorong dirinya sampai ke batas maksimal, dan akhirnya membuahkan keunggulan. Tanpa Passion, tak akan pernah ada keunggulan.

ATB juga dijalankan dengan kunci tersebut. Komitmen, Dedikasi dan Passion yang besar. Semua SDM di dalam ATB sudah dibentuk untuk memiliki hal tersebut. Sehingga mereka mampu memberikan yang terbaik demi pelayanan air bersih di Batam. Bagaimana dengan mereka yang tidak memiliki passion? Dan hanya sekedar numpang nyaman?

Anda tahu jawabannya. Tak akan ada perubahan, karena mereka hanya akan jadi pelengkap.

Tentu saja komitmen, dedikasi dan Passion harus diarahkan oleh leadership yang juga berkualitas. Tanpa leadership yang hebat, perusahaan tidak akan mampu meraih prestasi-prestasi yang gemilang.

Anda bisa saksikan sendiri, kualitas ATB semakin hari semakin cemerlang. Bahkan, 4 tahun menuju pengakhiran, perusahaan ini justru mengokohkan dirinya sebagai perusahaan air bersih terbaik di Indonesia.

Ini bukan sembarangan Claim loh. Tapi dibuktikan melalui 27 penghargaan di berbagai sektor yang diberikan oleh lembaga-lembaga kredibel di dalam dan luar negeri. Yang paling membanggakan, ATB membukukan 2 kali Platinum SNI Award yang diberikan oleh Badan Standarisasi Nasional. SNI Award adalah apresiasi tertinggi yang diberikan oleh pemerintah untuk perusahaan yang telah terbukti menjalankan system dengan standard yang berkualitas.

Di akhir masa kontrak ini, ATB justru berkesempatan mendapatkan SNI Grand Platinum Award dari BSN. Hanya ada 1 perusahaan yang mendapatkan ini setiap tahunnya. Yakni perusahaan yang sudah 3 kali membukukan SNI Platinum award.

Apakah ini semua terjadi begitu saja?

Tentu saja tidak. Kerja keras yang disertai Komitmen, Dedikasi dan Passion kami tunjukan tanpa kenal lelah. Bahkan, ketika pemerintah tidak menyesuaikan tarif air bersih selama hampir 10 tahun terakhir, kami tidak mengeluh.

Bagi kami, memberikan pelayanan terbaik dan berkualitas bagi pelanggan adalah hal yang utama. Ketimbang menuntut hak yang seharusnya memang diberikan kepada ATB. Namun demikian kami juga butuh penyesuaian tariff sebagai bagian dari kesepakatan yang ada.
ATB juga terus menunjukan komitmennya melalui investasi terbaik. Dalam waktu 10 tahun terakhir saja, ATB sudah menambah investasi hampir Rp 600 miliar. Dan masih terus menjalankannya hingga akhir kontrak ini.

Passion ini tidak boleh padam, karena tidak bisa diperoleh dengan mudah. Passion dibangun karena ada rasa memiliki dan ingin memberikan yang terbaik. Inilah kunci mengapa ATB menjadi perusahaan yang unggul. Sehingga mampu melakukan inovasi.
Itulah juga kunci mengapa ATB mampu mendapatkan Paten atas penemuannya. Semua tidak akan terjadi tanpa Dedikasi dan passion!

Kita menyadari pengakhiran diambang mata, sementara pelayanan kepada pelanggan masih tetap harus dijaga. Masihkah kita memiliki Dedikasi, Komitmen dan Passion yang sama untuk Batam di masa depan?

Mari kita pikirkan. Salam Kopi Benny. (*)