Jika Anda melakukan usaha, Anda mendapat hasil. Tidak ada jalan pintas dalam hidup. (Michael Jordan)

28 medali dalam Olimpiade? Hanya oleh 1 orang? Mengumpulkan 1 medali saja dalam Olimpiade sulitnya bukan main, apalagi 28 medali.

Michael Phelps-lah yang menorehkan sejarah tersebut. Atlet renang kelahiran Maryland, Amerika Serikat ini telah mengikuti 5 kali Olimpiade di usianya yang ke 31, dan menorehkan rekor yang belum pernah dipecahkan. Dia mengantongi 23 medali emas, 3 Medali Perak dan 2 medali Perunggu.

Tahukah Anda bagaimana perjuangan seorang Michael Phelps meraih prestasi ini? Apa yang dilakukannya demi meraih predikat sebagai yang terbaik di dunia?

Untuk sampai pada pencapaian itu, Phelps melakukan kerja keras yang luar biasa. Dia melatih dirinya habis-habisan. Phelps berenang 80 km dalam seminggu. Bisa dikatakan, dia harus berenang rata-rata 16 km perhari dan menghabiskan 12 ribu kalori sehari. Siap ngga seperti itu?

Berenang sendiri bukan perkara mudah. Ada orang yang sudah latihan keras, tetap tak bisa berenang. Jadi, jangan berharap Anda bisa berenang hanya dengan cara membaca buku renang, lalu nyemplung ke kolam langsung bisa berenang. Apalagi bermimpi bisa meraih prestasi. Itu cuma mimpi di siang bolong.

Phelps sadar, tak ada jalan pintas untuk meraih sebuah kesuksesan. Pencapaian yang luar biasa, harus dibayar dengan kerja keras yang setimpal. Jadi, wajar bila kerja kerasnya membuahkan pencapaian yang sangat hebat.

Di lapangan Golf kita akan melihat nama Tiger Woods. Dia meraih 82 juara PGA. Dan itu adalah salah satu Rekor Dunia yang sulit dipecahkan. Bahkan, di masa jayanya Tiger Wood seolah tak terkalahkan.

Dia mampu meraih 9 kali juara dalam setahun!

Tapi sekali lagi prestasi ini bukan datang tanpa kerja keras. Tiger Woods menghabiskan 13 jam sehari untuk latihan!

Mulai dari berlari, latihan di Gym, bermain di lapangan Golf hingga latihan mental. Sementara pemain professional lainnya hanya latihan 5 sampai 6 jam sehari. Ketika orang lain sudah istirahat dan santai, Tiger Woods masih latihan.

Dia sadar, kerja keraslah yang akan memberikannya peluang meraih prestasi gemilang.
Kalau mau sekedar bisa, tak butuh kerja keras. Tapi jika Anda ingin jadi yang terbaik, kerja keras bukan sebuah pilihan, tapi kewajiban. Apalagi jika Anda bukan hanya ingin jadi yang terbaik, tapi juga yang terpercaya.

Kerja keras adalah nilai inti pertama yang dijunjung tinggi oleh ATB. Bukan hanya sekedar slogan, tapi harus melekat dan jadi budaya kerja bagi setiap insan yang bekerja di ATB. Jadi, sangat wajar bila saat ini ATB telah jadi perusahaan air bersih terbaik dan terpercaya di Indonesia.

Tapi, apakah setelah menjadi perusahaan terbaik di Indonesia, kerja keras ini lantas luntur?

Menjadi yang terbaik itu mudah, tetapi untuk tetap menjadi yang terbaik butuh kerja keras luar biasa.

Saya yakin anda semua tentu pernah ngomel tentang layanan kami. Apalagi kalau di pagi hari air masih belum mengalir.

“aduh, kok air pagi-pagi udah mati? ATB nih ngapain aja sih? Mbetulin bocor aja ngga beres – beres. Gimana mau mandi nih? Belum masak nasi, belum nyuci. Aaah dasar ngga professional. Gitu ngaku jadi yang terbaik”

Benar ngga omelannya begitu? Apakah omelan seperti ini mematahkan semangat kami?
Para pelanggan yang kami cintai ngga pernah tahu. Ketika mereka sedang nyenyak molor dan mimpi indah, kami 9 jam berjibaku dilapangan berkubang dengan lumpur, dan harus melawan kantuk. Kami sadar bahwa air harus mengalir esok hari. Kerja keras inilah yang esoknya dapat omelan dari pelanggan, karena air telat ngalir.

Dikota yang Indah ini, dulu, kami harus memperbaiki 1.800 titik kebocoran setiap bulannya! 60 titik perhari! Saat ini, telah turun menjadi 600 titik setiap bulannya.
Mengapa sih kebocoran masih sangat tinggi? Apa kualitas pipa ATB sedemikian buruk?

Pertanyaan ini memang sangat menarik. Faktanya sangat mengejutkan. Pada dasarnya, tak semua kebocoran terjadi karena kualitas pipa. Masalah terbesar adalah kerusakan yang ditimbulkan oleh pihak lain. Dari yang sederhana kena cangkul, terlindas truk, hingga digasak back hoe atau tiang pancang!

Horor kan. Setiap bulan terdapat rata – rata 200 pipa bocor akibat kelakuan pihak yang tidak bertanggung jawab ini.

Akhir tahun 2018 silam misalnya, sebagian besar pelanggan ATB harus mengalami mati air selama 31 jam. Ini adalah bencana terburuk selama ATB beroperasi. Gara – gara pipa ATB diameter 800 mm dihajar tiang pancang oleh kontraktor limbah. Herannya lagi pipa diameter 800 bisa ngga kelihatan?

Kami segera menurunkan tim ke lokasi. Selama 23 jam nonstop tim kami focus untuk segera mengatasi kerusakan tersebut. Alhamdulilah, kejadian ini berhasil kami atasi, walaupun omelan tetap dillemparkan pelanggan kepada ATB, bukan kepada biang keroknya.

Ketika ATB bekerja keras, masih ada saja yang berusaha mendapatkan keuntungan dengan cara yang “Tidak Wajar”, pake jalan pintas.

Apa itu

Sadarkah Anda, bahwa di kota dengan tingkat peradaban yang sudah semakin baik ini, dimana Batam menjadi kota dengan PDRB nomor 7 di Indonesia, ternyata terjadi 3.300 kasus pencurian air setiap tahunnya?

Artinya, ada sekitar 15 kasus pencurian air yang kami tangani setiap harinya. Dan yang paling mengejutkan, pelakunya rata-rata adalah orang berpendidikan, oknum para pengusaha. Mereka ingin jalan pintas untuk mendapatkan cuan yang lebih banyak. Inikah etika bisnis?

Hal lain yang perlu kita tahu adalah saat ini terdapat lebih dari 40 ribu rumah liar Di Batam. Tapi yang mendapatkan layanan air melalui Kios Air hanya 20 persen. Bagaimana sisanya yang 80%?

Inilah resiko ketika tingkat kesadaran akan pentingnya pelayanan publik masih rendah.
Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan kami untuk tetap bekerja keras. Sehingga kebocoran bisa ditekan diangka 14 persen. Angka ini adalah yang terendah di Indonesia untuk kota dengan 1.3 juta penduduk.

Inilah yang membuat kita selamat, masih bisa menikmati air hingga hari ini. Kalau kebocoran kita 25 persen, barangkali Batam telah wassalam sejak 3 tahun yang lalu.
Jadi, ternyata pengelolaan air di Batam tak semudah yang anda lihat. Banyak dinamika yang menuntut kerja keras luar biasa di belakangnya. Dan ATB telah membuktikan diri, mampu melakukan itu.

Mindset dan mentalitas kerja keras telah terbangun dalam semua insan ATB. Tanpa ada excuse sama sekali. Mau hujan atau tidak, mau siang atau malam, kerja keras ini tetap kami lakukan untuk kepuasan pelanggan.

Apakah tanpa pengalaman dan kerja keras, bisa menjadi yang terbaik?

Mari kita pikirkan. Salam Kopi Benny. (*)