batampos.co.id – Mahathir Mohamad memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Perdana Menteri Malaysia, Senin (24/2). Dia pun sudah mengirimkan surat pengunduran diri kepada Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah.

Hanya saja, Mahathir tak lantas keluar dari kantor perdana menteri. Maklum saja, Raja Malaysia meminta Mahathir sebagai perdana menteri sementara sampai pemerintahan baru dibentuk.

Mahathir secara tak terduga mengundurkan diri dari jabatannya sebagai perdana menteri. Dia pun meninggalkan pemerintahan Malaysia dalam situasi politik yang tak menentu. Pengunduran diri itu membuat koalisi Mahathir Mohamad dengan Anwar Ibrahim menjadi retak.

Baca Juga: Mahathir Mohamad Mengundurkan Diri sebagai Perdana Menteri Malaysia

Seperti diketahui, koalisi tersebut mencetak kemenangan mengejutkan pada pemilihan umum 2018 silam. Mahathir berhasil meraih kemenangan dan membuat Najib Razak lengser. Mahathir akhirnya menjadi Perdana Menteri Malaysia untuk kedua kalinya sejak 10 Mei 2018. Pada periode pertama dia memerintah pada 16 Juli 1981 hingga 30 Oktober 2003.

Raja Malaysia sendiri sudah menerima surat pengunduran diri Mahathir dan sudah bertemu dengannya. Hal itu disampaikan oleh Kepala Sekretaris Pemerintahan Mohd Zuki Ali. Selain itu, Zuki Ali juga mengatakan bahwa Raja Malaysia meminta langsung kepada Mahathir untuk menjadi Perdana Menteri sementara Malaysia.

“Namun, Yang Mulia telah memberikan persetujuannya untuk menunjuk Mahathir Mohamad sebagai perdana menteri sementara, sambil menunggu penunjukan perdana menteri baru. Oleh karena itu sampai pemerintahan baru dibentuk, (Mahathir) akan mengelola urusan negara sampai seorang perdana menteri dan kabinet baru ditunjuk,” sebut Zuki Ali.

Mahathir mengundurkan diri menyusul adanya tuduhan bahwa dia akan membentuk koalisi baru pemerintahan dengan partai-partai oposisi yang dikalahkannya saat Pemilu dua tahun lalu. Padahal, koalisi dengan Anwar Ibrahim ada kesepakatan bahwa Anwar akan menggantikan Mahathir sebagai perdana menteri pada Mei 2020.(antara)