batampos.co.id – Sebanyak 10.699 karyawan di Batam terkena dampak mewabahnya Corona virus disease-19 (Covid-19).

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Syakyakirti, mengatakan, mereka harus kehilangan pekerjaan atau pengurangan gaji akibat perusahaan merugi di tengah
lesunya perekonomian.

Sleian itu kata dia, sejumlah perusahaan memilih empat opsi. Pertama mengurangi jam
kerja karyawan, merumahkan karyawan, unpaid leaved atau cuti tidak dibayar, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Akibatnya, 10.699 karyawan di Batam terdampak. Itu laporan sampai per hari ini,” ujarnya, Rabu (1/4/2020).

Dia merinci, sebanyak 6.611 karyawan mengalami pengurangan jam kerja, 1.172 dirumahkan karena perusahaan tidak beroperasi dengan baik. Kemudian 2.869 diberikan cuti tanpa dibayar, dan sebanyak 17 karyawan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Baca Juga: Ratusan Usaha Hiburan di Batam Tutup

Opsi ini berdasarkan edaran dari Kementerian Tenaga Kerja Nomor M/3/HK.04/III/2020 terkait perlindungan pekerja dan keberlangsungan usaha dalam rangka pencegahan Covid-19.

Ilustrasi. Pekerja di Kota Batam. Saat ini ada 10.699 karyawan di Batam terkena dampak mewabahnya Corona virus disease-19 (Covid-19). Foto: Dokumentasi batampos.co.id

Dalam surat tersebut, prosedur pengambilan opsi ditempuh melalui jalur kesepakatan antara pekerja dan pengusaha.

“Jadi kesepakatan. Karena mempertimbangkan keberlangsungan usaha juga. Jadi, jangan sampai ada yang rugi,” ujarnya.

Rudi mengatakan, ia sudah menyurati perusahaan untuk segera melaporkan berapa jumlah karyawan yang terdampak Covid-19 ini.

“Kami minta perusahaan yang belum lapor untuk segera mengirimkan data seperti yang kami minta tersebut,” imbaunya.

Ia menambahkan, kondisi seperti ini dialami semua daerah di Indonesia bahkan
dunia.

Baca Juga: Sembilan Hotel di Batam Tutup, Salah Satunya Bintang 4

Karena wabah Covid-19 beberapa sektor kena imbasnya, terutama sektor pariwisata. Menurutnya, jumlah karyawan yang terdampak bisa jadi bertambah.

Sebab belum semua perusahaan yang melaporkan data perusahaan mereka.

“Infonya besok ada yang mau menyerahkan data. Jadi, kita tunggu saja. Kami tetap berharap kondisi cepat pulih dan semua sektor ini kembali bergerak,” harapnya.

Sebelumnya, sembilan hotel dan 100 tempat hiburan menutup usaha mereka sementara waktu karena tidak ada pengunjung yang datang.

Akibatnya perusahaan menutup sementara usaha mereka dan merumah-kan karyawan sebagai solusi mengatasi kondisi ini.(yui)