Tak ada harta pusaka yang sama berharganya dengan kejujuran. (Mohammad Hatta)

HTC pernah ditikam dari dalam. Oleh tiga orang eksekutifnya. Wakil Presiden Desain Produk Thomas Chien, Direktur Penelitian dan Pengembangan Wu Chien-Hung, dan Manajer Senior Urusan Desain Dan Inovasi Justin Huang.

Ketiganya membocorkan rahasia penting perusahaan. Sebuah teknologi yang tengah dikembangkan HTC. Tampilan antar muka Sense 6.0 untuk ponsel pintar Android.

Teknologi yang seharusnya menjadi keunggulan saat produk diluncurkan. Karena akan menjadi pukulan bagi para pesaingnya.
Tapi mengapa mereka tega? Ternyata alasannya sederhana.

Mereka diiming-imingi USD 1,1 juta dari perusahaan pesaing.
Tidak hanya HTC. Perusahaan sebesar Samsung-pun juga pernah tertimpa kesialan, saat purwarupa Produk Galaxy Note 9 bocor ke publik sebelum ponsel pintar tersebut dirilis.

Mirisnya, informasi ini bocor karena unggahan iklan Samsung sendiri. Video iklan yang diunggah di kanal Youtube Samsung Selandia Baru ini sukses membuat media-media dunia tahu berbagai rincian produk terbaru Samsung Galaxy Note 9. Inilah yang disebut sebagai supply chain leaks.

Selain kedua perusahaan di atas, masih banyak contoh kasus kebocoran rahasia perusahaan yang terjadi.

Bahkan lebih mirisnya, kebocoran tersebut biasanya terjadi atas kontribusi orang dalam. Mereka menjual perusahaannya, demi sejumlah uang atau bahkan iming–iming jabatan.

Namun yang aneh, kita hampir tidak pernah mendengar kebocoran kerahasiaan di Apple Corporation. Kenapa ya?

Apple Corporation ternyata punya rahasianya sendiri. Perusahaan ini membangun berbagai macam sistem untuk meminimalisir kemungkinan tersebut.

Salah satunya adalah sistem I-track yang bisa digunakan untuk mengawasi semua produk prototype, laboratorium, termasuk karyawan.

Dengan semua sistem tersebut, karyawan Apple Corp. akan kesulitan untuk membawa produk itu keluar. Apalagi membocorkan. Mereka bisa kena sanksi tegas.

Selain dipecat, juga terancam berurusan dengan hukum. Kehilangan pekerjaan, bayar denda, dipenjara. Bukan kombinasi resiko yang mau diambil oleh kebanyakan orang.

Namun yang lebih penting dari sistem pengawasan, karyawan Apple Corp. juga memiliki loyalitas dan tanggungjawab yang tinggi terhadap perusahaan. Karyawan Apple Corp, merasa bangga terhadap produk yang mereka hasilkan.

Membuat mereka tak punya itikad untuk menjual rahasianya ke luar perusahaan.

Inilah kunci penting yang dimiliki Apple.corp. Sumber daya manusia yang berintegritas tinggi.

Loyal, Jujur dan ber-Etika. Tanpa integritas, kemampuan sedasyat apapun tiada guna. Sebaliknya malah bisa menimbulkan masalah yang lebih besar.

Kita tahu semua perusahaan tentu punya sistem pengawasannya sendiri. Mungkin beberapa punya sistem yang sangat ketat seperti Apple.corp.

Tapi tanpa integritas, orang cenderung hanya sekedar menjalankan tugas karena merasa sudah dibayar.

Tidak lebih. Kadang malah akan mencari kesempatan dalam kesempitan untuk kepentingan dirinya sendiri. Seperti yang dilakukan oleh karyawan HTC diatas.

Inilah masalah mendasar yang banyak terjadi di berbagai perusahaan.

Bahkan bisa terjadi pada sebuah negara. Sehingga adalah wajar bila kita sering melihat perusahaan hanya menjadi ladang bagi sekelompok orang. Dan bisa membuat tumbang perusahaan tersebut.

Sebagai perusahaan mapan yang telah menjadi Centre of Excelent, ATB juga berhadapan dengan ancaman Integritas. Bentuknya bisa macam-macam.

Yang paling mudah dan sering dilakukan mungkin dengan pembajakan karyawan, kebocoran informasi atau malah suap dan korupsi.

Masalah ini bukan menyangkut masalah skill. Tetapi masalah mental dan akhlak. Membuat karyawan jadi pintar itu mudah.

Tapi membuat karyawan memiliki integritas, dimana karyawan dituntut untuk jujur, loyal dan beretika itu sangat sulit.
Godaan bisa datang dari berbagai arah.

Godaan karena pingin jadi orang yang mapan karena merasa sudah kerja di perusahaan besar mendorong orang untuk melakukan korupsi.

Mereka merasa malu kalau dinilai sebagai karyawan kelas bawah. Atau malah kalah bersaing dengan tetangganya.

Godaan karena jabatan. Sehingga mereka merasa perlu untuk mencari muka dengan membocorkan informasi pada pihak yang tidak berhak asal dibarter dengan jabatan baru.

Terutama jika mereka bisa menjual rahasia bisnis ATB bagaimana bisa menjadi perusahaan yang sangat efisien mengelola air bersih di Batam.

Atau malah jualan tentang kelemahan atau kekurangan ATB yang seharusnya jadi rahasia perusahaan.

Mengapa rahasia keunggulan atau kelemahan jadi penting?
Dalam bisnis, kita selalu memiliki pesaing.

Pesaing akan sulit mengalahkan kita kalau mereka tidak tahu dimana keunggulan dan kelemahan lawan.

Itulah sebabnya kebocoran rahasia bisa menjadi masalah yang serius.

Lalu bagaimana cara ATB menanggulangi potensi ancaman ini?
Apakah kami menaikkan gaji karyawan dan berharap integritas mereka terhadap ATB tetap terjaga?

Ternyata menaikan gaji bukan solusi. Integritas tidak identik dengan tingginya gaji. Integritas adalah bagian dari sebuah Loyalitas, Kejujuran dan Etika.

Ketika karyawan tidak jujur, tidak loyal dan tidak menjujung etika, maka gaji setinggi apapun tak akan bisa membuatnya puas.

Dia akan terus mencari cara untuk melakukan kecurangan dan mengorbankan integritasnya.

ATB menerapkan nilai–nilai inti perusahaan, yaitu Kerja Keras, Handal, Menghargai, Peduli dan Jujur. Sehingga, seharusnya dengan menerapkan semua nilai inti, terutama Aspek Kejujuran, Karyawan ATB akan memiliki Integritas yang baik.

Namun apakah itu cukup?

Kami juga memproteksinya dengan sistem. Karena itu, ATB merasa perlu mengaplikasikan standar ISO 27001. Standar Internasional dalam menerapkan sistem manajemen keamanan informasi. Information Security Management Systems (ISMS).

Kenapa?

Dengan proteksi ini, siapapun yang coba-coba melanggar, akan mendapat konsekuensi yang berat. Tidak hanya dipecat, tapi juga akan berurusan dengan hukum.

Hukuman badan dan denda menanti bagi semua yang melakukan pelanggaran.

Selain Semua karyawan juga diminta menanda tangani pakta integritas. Yang terus diperbaharui setiap tahun.

Tapi apakah semua itu bisa menjadi jaminan karyawan akan memiliki integritas? Tetap tidak ada jaminan.

Rendahnya integritas ini memang telah menjadi masalah laten yang sulit sekali diselesaikan. Indonesia tidak kekurangan orang yang cerdas.

Namun, kita kita masih kekurangan orang yang memiliki integritas.

Apakah sedemikian sulit untuk memiliki integritas bagi bangsa sendiri?

Mari kita pikirkan. Salam Kopi Benny.(*)