batampos.co.id – Tim medis yang tergabung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam sudah melakukan uji swab terhadap 13 kru pesawat Garuda Indonesia yang sempat dibawa ke Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang. Para kru menjalani uji swab setelah salah satu penumpangnya meninggal mendadak dalam penerbangan dari India menuju Kepulauan Fiji.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, hasil swab tenggorokkan 13 awak maskapai Garuda Indonesia itu, semua terkonfirmasi negatif. Artinya, tak satupun dari 13 kru yang terinfeksi Covid-19. “Sudah keluar hasilnya. Alhamdulillah semua negatif,” kata Didi, Kamis (2/7).

Ia menyebutkan, sebelumnya, semua penumpang pesawat juga sudah menjalani uji swab ketika berada di India. Sesuai dengan dokumen pejalanan, pesawat berangkat dari New Delhi, India tujuan Kepulauan Fiji. Namun dalam perjalanan salah satu penumpangnya meninggal mendadak.

Baca Juga: Penumpang Meninggal, 13 Pramugari dan Pilot Garuda Dikarantina di RSKI Galang

Lalu, pesawat carteran pemerintah Kepulauan Fiji yang membawa 112 orang WN Fiji tersebut, transit dan melakukan pertukaran kru di Batam, namun sebelumnya sempat mendarat di Medan. Di Batam, 13 kru pesawat Garuda Indonesia yang bertugas dalam penerbangan dari India, terdiri dari pilot, co-pilot dan pramugari dikarantina di RSKI Covid-19 Galang.

“Mereka hanya transit dan tukar kru pesawat (di Batam, red). Setelah itu, pesawatnya lanjut terbang via Marauke dan mendarat di Kepulauan Fiji. Adapun 13 orang kru Garuda yang sebelumnya dikarantina di RSKI Covid-19 Galang, setelah sebelumnya melakukan RDT hasilnya non reaktif. Namun untuk memastikan semua diuji swab dan hasilnya juga negatif,” jelas Didi.

Dia menyebutkan, rencana awal, semua kru pesawat harus menjalani karantina selama 14 hari di RSKI Galang. Namun karena hasilnya negatif, semua kru diperbolehkan pulang dan mengakhiri masa karantina.(*/jpg)