Setiap orang memiliki kemampuan yang luar biasa dalam dirinya dan bilamana dia mampu mengelolanya, maka semua  visi , mimpi dan keinginan akan menjadi kenyataan. – Anthony Robbins

“Aduh, jangan ganggu dulu. Lagi mau menangkap Pikachu ni,”

“Tunggu dulu ya, lagi ada Pokemon langka nih. Kekuatannya dasyat ,” Itulah sekelumit bahasan saat mereka lagi main Pokemon Go

Anda masih ingat Pokemon Go? Sebuah game yang sempat popular dan  menghipnotis banyak orang di tahun 2016. Karena game ini, banyak orang, tua muda berkeliling kota dengan layar Smartphone di depan mata. Bahkan ke sudut-sudut kota. Hanya untuk berburu Pokemon. Kalau diganggu, biasanya mereka akan marah. Mungkin anda salah satu diantaranya.

Pokemon Go memang unik, karena mampu memberikan sebuah pengalaman baru. Game ini membuat seolah-olah Pokemon hadir dalam dunia nyata melalui layar Smartphone Anda. Ada di depan mata, ada di sekitar Anda.

Jadi, Anda dapat melakukan interaksi riil dengan monster-monster virtual ini. Anda bisa menangkap Pokemon, bertarung dengan para pemain lain, bahkan ikut terlibat dalam sebuah event dengan ratusan pemain lainnya untuk mengalahkan sebuah Pokemon legendaris.

Seru kan?

Itulah sekelumit cerita tentang penerapan  Augmented Reality (AR) dalam sebuah game. Objek baru dihadirkan secara virtual di lingkungan sekitar Anda, melalui sebuah medium seperti Smartphone atau kamera.

Canggih banget kan? Tapi, masih ada yang tidak kalah canggih. Ini dia.

Sekarang kamera sudah dilengkapi dengan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Kamera dapat berfikir seperti manusia. Sehingga mampu mengenali objek apa yang akan difoto. Apakah itu makanan, manusia, pemandangan, bunga, atau yang lainnya?

Dengan mengenali objek, kamera akan langsung mencari pengaturan terbaik untuk objek tersebut. Sehingga, Anda bisa mendapatkan hasil maksimal tanpa harus susah-susah mengatur kamera sendiri. Dengan AI mode auto jadi kelihatan jadul, dan bahkan mampu mengalahkan yang manual sekalipun.

Nah, inilah dua teknologi baru yang akan menguasai masa depan. Artificial Intelligence (AI) dan Augmented Reality (AR).

Sudah banyak perusahaan besar yang berlomba-lomba untuk mengembangkan keduanya. Bahkan, sebagian telah menerapkan dalam praktik bisnis mereka.  Aplikasi ini nantinya akan banyak digunakan di bidang, Video Games, Kesehatan, Engineering, Event, Pendidikan, Infrastruktur, dan lain sebagainya.

Beberapa perusahaan yang telah mengaplikasikan AR antara lain L’oreal, US Army, Pepsi Max, Disney, Acura dan masih banyak lagi lainnya.

Bagaimana dengan AI? Apakah sudah ada yang menerapkannya?

Beberapa kota besar di dunia sudah menerapkan AI untuk meningkatkan sistem keamanan. Salah satunya diterapkan di Cina. Negara ini memasang kamera 200 juta CCTV yang dilengkapi dengan AI di berbagai kotanya. Jumlah ini akan terus meningkat dan diprediksi akan mencapai 626 juta CCTV di akhir tahun 2020.

Perangkat ini dapat mengenal wajah siapa saja yang lalu lalang secara live, membaca plat nomor kendaraan dan lain sebagainya. Jadi, jangan harap Anda melakukan pelanggaran tanpa ketahuan atau malah melakukan tindakan kriminal.

Itulah kemajuan teknologi yang akan jadi bagian dari hidup kita di masa mendatang. Dan ini pulalah bagian dari mimpi besar ATB di masa depan.  Kami akan mengimplementasikan AI dan AR sebagai bagian dari proses bisnis di masa mendatang.

Mungkin banyak orang yang akan menyebut mimpi ATB terlalu tinggi. Ngapain sih perusahaan air harus punya teknologi yang canggih seperti AR dan AI?

Justru implementasi teknologi yang canggih sangat diperlukan untuk menjamin pelayanan air jadi lebih baik, semakin efektif dan efisien. Kalau Anda tetap pake cara manual dan konvensional, kapan layanan air di Indonesia menjadi lebih baik?

Lalu, bagaimana implementasi AR dan AI di sebuah perusahaan air?

Teknologi AR dapat membantu banyak hal. Salah satunya di sisi distribusi. AR akan memungkinkan petugas mengetahui jalur pipa dan ukurannya dengan mudah.

Prinsipnya sama seperti saat Anda main Pokemon Go tadi. Tinggal arahkan ponsel pintar, maka AR akan memunculkan proyeksi virtual jalur pipa yang ada di dalam tanah ke permukaan, Jadi gak pakai peta lagi. Sehingga membantu proses perbaikan dengan cepat. Keren kan?

Tidak sampai disitu. Ketika dipadukan dengan AI, maka data mengenai pipa tersebut juga bisa langsung muncul. Misalnya, berapa kedalaman pipa. Jenis dan ukuran pipa. Umur pipa. Hingga proyeksi kondisi pipa saat ini. Sehingga kebocoran dapat dihindari.

AR dan AI juga dapat membantu tim produksi. Petugas hanya perlu dibekali dengan Google Glass. Ketika petugas melihat objek tertentu melalui kacamata pintar – pompa misalnya, maka datanya langsung muncul. Kira-kira sama seperti ketika data muncul dalam kacamata Tony Stark di film Iron Man.

Datanya bisa macam-macam. Sesuai kebutuhan. Mulai dari nama objek, tahun pemasangan, kapan  maintenance terakhir dilakukan, dan sebagainya. Sehingga, hanya dengan memandang objek tersebut, petugas bisa mengetahui data lengkapnya. Kalau ada yang harus di-maintenance, langsung eksekusi. Jadi, tak ada lagi peralatan yang lewat masa pemeliharaannya.

Teknologi AR dapat diaplikasikan untuk melakukan penyisiran pada pelanggan secara live. Data mengenai pelanggan tersebut akan langsung keluar hanya dengan memandang rumahnya. Mulai dari nama pelanggan, nomor pelanggan, jumlah penggunaan, hingga status pelanggan tersebut. Real time. Tanpa buka database dulu.

Implemenasi lain yang mungkin akan mencengangkan adalah terkait dengan pelayanan pelanggan. Petugas front liner dapat mengetahui data pelanggan, sebelum yang bersangkutan duduk di kursi. Petugas dapat langsung menyapa pelanggan dengan namanya, karena datanya sudah ditampilkan lebih dulu.

Inilah bentuk baru pelayanan pelanggan di masa depan. Dengan cara mengenali pelanggan, termasuk track record semua keluhan dan statement yang keluar.

Namun, apakah ATB mampu melakukannya? Apa ini hanya sekedar mimpi besar di siang bolong?

Keraguan anda layak diterima. Ketika kita hanya duduk manis dan bermimpi.

Memang tidak mudah untuk mengaplikasikan teknologi AR dan AI dalam pelayanan air minum. Sama halnya ketika kami berhasil mendapatkan Paten sistem pengelolaan air terpadu berbasis SCADA. Tidak seorangpun percaya. Hingga kami berhasil mewujudkannya.

Visi besar memang bukan milik setiap orang. Mimpi kita sebanding dengan kemampuan kita masing-masing.

Inilah mimpi besar ATB di masa depan. Yang mungkin belum terlintas oleh banyak perusahaan. Bahkan bagi ATB pun, masih harus berfikir keras agar bisa menggapainya. Namun kami harus merealisasikannya, sehingga pelayanan air akan menjadi semakin baik lagi.

Siapkah kita menyongsong masa depan dengan teknologi maju? Atau masihkah kita akan berkutat dengan teknologi jadul yang serba manual dan conventional?

Mari kita pikirkan. Salam Kopi Benny. (*)