batampos.co.id – Ditreskrimum Polda Provinsi Kepri mengamankan Rahadi Saputra, pelaku pelecehan seksual terhadap 10 anak di bawah umur di Batam. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri, Kombes Arie Dharmanto, Rabu (20/1), menegaskan, pelaku akan dijerat dengan hukuman yang berat. Sebab, korbannya sangat banyak dan anak-anak di bawah umur.

Rahadi dijerat Pasal 81 Ayat 2 Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2016 PPA dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara. Pelaku juga dijerat pasal perubahan kedua Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

”Dia (terangka Rahadi Saputra, red) terancam hukumam kebiri kimia, berdasarkan perppu yang baru-baru ini disahkan,” terangnya.


Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt (dua dari kanan) saat memperlihatkan barang bukti dan tersangka RS (kaos putih). Foto: Polda Kepri.

Hukuman ini merupakan upaya kepolisian memberikan perlindungan terhadap anak. Sehingga predator-predator anak ini menjadi jera. ”Ada kasus-kasus serupa, kami ungkap segera agar tidak ada lagi korban dari predator ini,” tuturnya.

Dari kasus ini, Arie berharap pengawasan orangtua terhadap anak semakin meningkat. Perubahan-perubahan sikap dari anak wajib diketahui dan menjadi pertanyaan orangtua. ”Apabila mengalami kasus serupa ini, jangan takut melaporkan. Laporkan segera ke kantor polisi terdekat, saya selalu mengatensi kasus-kasus seperti ini.”

Baca Juga: Polda Kepri Tangkap Predator Anak

Sementara itu, Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri, AKBP Dhani Catra, menyebutkan, pelaku kerap mengajak kenalan setiap calon korbannya. Dari perkenalan tersebut lalu berlanjut hingga menjadi foto model dan jalan-jalan.

”Sesi foto di dalam hotel. Di sini sering dimanfaatkan pelaku berbuat hal tak senonoh ini. Sebelum menyetubuhi korbannya dan sesudah, selalu ada sesi foto,” ungkapnya.

Dhani mengatakan, polisi menyita ratusan file foto milik pelaku. Beberapa foto tersebut milik korbannya, mulai dari sesi pemotretan biasa hingga di atas ranjang. ”RS (Rahadi Saputra) sendiri saja, tidak berkelompok,” sebutnya.

Terpisah, Komisioner Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kepri, Erry Syahrial, mengatakan, perbuatan RS ini adalah kasus pertama kali pencabulan terhadap anak di awal 2021. ”Sebelum ini belum ada, di 2020 kami mencatat ada 21 kasus,” ungkapnya.

Menurut Erry, pelaku dari pencabulan terhadap anak adalah orang terdekat. Apabila pelaku merupakan orang baru dikenal, biasanya pelaku memanfaatkan keluguan anak-anak. ”Bujuk rayulah orang-orang ini terhadap anak,” katanya. Untuk itu, ia berharap ke depan orangtua semakin ketat menjaga anaknya.(*/jpg)