batampos.co.id – Desain patung Istana Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur dibuat oleh seniman Nyoman Nuarta. Desain tersebut dipilih dari hasil sayembara Istana di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Negara oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Nyoman memaparkan, Istana Negara dirancang sebagai sesosok patung Garuda yang tidak berhenti hanya sebagai landmark sebuah kawasan, tetapi lebih dari itu dimana perwujudan pencapaian sinergi antara seni, sains, dan teknologi.

“Sebagai negara dengan keragaman kebudayaan yang kaya, Indonesia harus lahir menjadi satu-satunya negara di dunia yang berhasil memadukan secara pekat antara seni, sains, dan teknologi,” ujarnya dalam keterangan pers, Jumat (2/4).


Nyoman mencontohkan, Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali misalnya, telah dirancang menjadi magnet baru bagi pergerakan kebudayaan dunia dengan sepandai-pandainya menggunakan industri pariwisata, yang telah menjadi industri jasa penghasil devisa terbesar di dunia.

“Dalam tubuh patung Garuda, presiden akan berkantor, ditambah dengan unsur-unsur pendukung seperti sekretariat negara, sekretaris kabinet, dan kantor staf presiden,” kata Nyoman Nuarta.

Jadi tambahnya, wujud burung Garuda, tidak berhenti sebagai sosok patung yang besar, tetapi menjadi karya arsitektural yang memadukan seni dan struktur bangunan gedung. “Inilah perpaduan antara unsur-unsur estetika dan desain,” ujar seniman kelahiran Tabanan, Bali tersebut.

Pada bagian-bagian lain dari Istana Negara akan diisi dengan museum dan galeri. Dua hal yang amat penting dalam menciptakan citra keteduhan sebagai sebuah istana negara. Bahkan dirancang pula pameran-pameran untuk memperlihatkan karya- karya dari UMKM. “Ini kan jadi kebanggaan negara kita,” katanya.

Sosok burung Garuda yang menjadi inti dari arsitektur Istana Negara akan mengikuti pola-pola sebagaimana telah ditetapkan oleh para founding fathers kita di masa lalu. Sayap Garuda akan membentang sejauh 200 meter dengan tinggi mencapai 76 meter. Bulu-bulu pada masing-masing sayap Garuda akan berjumlah 17 helai, 8 helai pada bagian ekor, 19 helai pada pangkal ekor, serta 45 helai bulu pada bagian leher.

Oleh sebab itu, Garuda pada Istana Negara akan mewujudkan tanggal 17-8 1945, ketika rakyat Indonesia melalui Soekarno-Hatta memproklamirkan kemerdekaan negara Indonesia. Angka 76 meter, tak lain sebagai pengingat bahwa ground breaking yang menandai dimulainya pembangunan Istana Negara dilakukan saat Indonesia menapaki usia 76 tahun.

Baca juga: Sosok Dibalik Desain Istana Ibu Kota Negara Baru, Ini Ceritanya

Perwujudan itu dilakukan untuk terus-menerus membangun kesadaran bahwa Istana berbentuk burung Garuda adalah pencapaian cita-cita bangsa menjadi bangsa yang merdeka dan mandiri. Dan kemerdekaan itu dicapai dengan perjuangan dan pengorbanan harta benda dan nyawa.

“Maka, ketika kini kita memandang Istana Negara, akan tumbuh kebanggaan sebagai bangsa yang besar, teguh, dan kuat menghadapi segenap tantangan di depan,” pungkasnya.(jpg)