batampos.co.id – Beredar kabar bahwa hubungan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, dengan wakilnya, Marlin Agustina, retak. Penyebabnya diduga terkait kesepakatan soal bagi-bagi jabatan yang tak tercapai.

Menyikapi kabar permintaan jabatan itu, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, yang merupakan suami dari Marlin angkat bicara. Apalagi isu berkembang bahwa dia diduga ada di balik permintaan jabatan strategis itu melalui istrinya.

Rudi pun membantah ada permintaan khusus untuk jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) dan tiga jabatan kepala dinas di Pemprov Kepri kepada Gubernur Kepri, Ansar Ahmad.

”Tidak pernah saya minta begitu. Masing-masing kepala daerah punya kebijakan tersendiri. Wali Kota urus kota, dan Gubernur urus provinsi. Jadi soal sejumlah ormas yang akan melakukan aksi itu, saya tidak tahu,” tegas ketua DPW Nasdem Kepri itu, Selasa (13/4).

Baca Juga: Hubungan Ansar-Marlin Retak, Ini Penyebabnya

Ia mengatakan, untuk urusan pemerintahan ini tidak usah ada aksi demonstrasi. Karena, menurutnya, apapun yang terjadi di Batam, pasti dia akan ikut terbawa. ”Saya tak pernahmeminta untuk demonstrasi. Itu inisiatif ormas sendiri. Ini kan pemerintahan. Jadi, menurut saya, biar sajalah yang berwenang yang mengatur,” ujar Rudi.

Rudi menegaskan, untuk saat ini, ia fokus menjalankan sistem pemerintahan yang sudah ada. Mengenai kabar permintaan jabatan ini, menurutnya, tidak benar adanya. Ia menyerahkan dan tidak ingin ikut campur soal ini kepada gubernur.

Meskipun istrinya saat ini wakil gubernur Kepri, untuk urusan pemerintahan tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing. ”Biasa saja. Istri saya bekerja seperti biasa,” sebutnya. (*/jpg)