batampos.co.id – Ketua Bidang Kesehatan, Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, mewaspadai penyebaran Covid-19 selama masa pra mudik, mudik, hingga pascamudik. Meskipun ada pengetatan dan larangan mudik, ada ribuan orang yang meninggalkan Kota Batam.

”Kalau melalui mobilisasi ini bisa jadi penyebab penyebaran. Makanya kalau bisa dibatasi itulah yang paling bagus. Karena saat ini saja lonjakan kasus cukup signifikan,” ujarnya, kemarin.

Menurutnya, potensi penyebaran Covid-19 melalui mobilitas bisa ditekan asalkan penerapan protkes berjalan dengan baik. Karena sesuai aturan jumlah penumpang dalam armada hanya 50 persen dari total kapasitas keseluruhan.

”Sebenarnya kalau kita pakai masker saja masih ada potensi 1 persen terpapar, apalagi melalui aktivitas mobilitas ini. Kalau mereka tak menerapkan protkes sesuai aturan maka penyebaran bisa ditekan,” paparnya.

Baca Juga: Larangan Mudik Lebaran juga Berlaku di Batam

Adanya larangan mudik lokal diharapkan bisa mengendalikan penyebaran Covid-19. Masyarakat diminta menunda mudik dan memilih bertahan dalam kota.

”Termasuk antarkota. Semua sudah ada edarannya. Jadi, mohon dipatuhi. Kondisi memang masih belum kondusif,” ujar Didi.

Larangan mudik Lebaran resmi diberlakukan mulai hari ini, Kamis (6/5/2021) hingga Senin (17/5) mendatang.

Semua pintu keluar menuju provinsi lain diawasi ketat. Bahkan, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, juga sudah mengeluarkan edaran larangan mudik antarkabupaten/kota guna mencegah penyebaran dan penularan Covid-19.

Di Kota Batam sendiri, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengingatkan kembali seluruh warga Batam untuk mematuhi edaran terkait larangan mudik lokal per 6-17 Mei mendatang.(*/jpg)