batampos.co.id – Jelang Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, sejumlah distributor bahan pangan gencar ikut operasi pasar sekaligus pasar murah bersama Pemko Batam. Seperti dilakukan ditributor daging sapi PT Batam Frozen Food (BFF).
Bahkan, tiga hari jelang Lebaran, BFF akan ikut sekali lagi event pasar murah.
Kebijakan sejumlah distributor tersebut, untuk membantu pemerintah dalam mengontrol sekaligus menekan harga bahan pangan yang melambung tinggi setiap hari besar, seperti Hari Raya Idul Fitri.
”Kalau tak ada halangan, hari Minggu atau Senin, kami (PT BFF) akan memasok daging sapi beku di pasar murah,” ujar pemilik PT BFF, William, Jumat (31/5/2019).
Untuk harga, lanjutnya, daging sapi beku dijual mulai Rp 70 ribu hingga Rp 75 ribu per kilogram (kg).

”Intinya kami akan jual di bawah harga pasar atau di bawah HET (harga eceran tertinggi), yak-ni Rp 80 ribu per kg,” jelasnya. Dikatakannya, pihaknya sudah empat kali ikut pasar murah bersama Pemko Batam.
Terakhir nanti merupakan kali kelima ikut berpartisipasi dalam pasar murah. ”Sekali ikut pasar murah, kami mampu menjual daging sapi antara 150 kg hingga 250 kg. Antusias masyarakat tiap tahun selalu meningkat, apalagi harga daging sapi beku sangat terjangkau,” terangnya. baca Juga: Operasi Pasar Digemari Ibu-ibu
William menegaskan, pihaknya siap diikutsertakan memasok daging sapi, kapanpun Pemko Batam hendak menggelar pasar murah. ”Berapapun stok yang diminta, kami siap. Bahkan, pasokan hingga dua minggu usai Lebaran Idulfitri, saya pastikan stok daging sapi beku di Batam aman,” tuturnya.
Sementara itu, ratusan warga berburu kebutuhan jelang Lebaran di pasar murah yang digelar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan distributor di halaman GOR Abdul Djakfar, Sekupang.
Komoditas yang menjadi buruan, di antaranya telur, daging sapi beku, daging ayam, beras hingga berbagai minuman. Telur yang baru saja tiba di lokasi langsung diburu pembeli yang mendatangi pasar murah.
Kurang dari satu jam, berbagai jenis komoditas yang disediakan langsung ludes. Harga yang ditawarkan cukup murah dibanding harga pasar. Untuk daging sapi beku dijual Rp 75 ribu per kg, ayam beku Rp 30 ribu per kg, cabai merah Rp 35 ribu per kg, telur Rp 37 ribu per papan, bawang merah Rp 22 ribu per kg, bawang putih Rp 20 ribu per kg, dan minyak goreng Hayat Rp 18 ribu per dua liter, dan berbagai komoditas lainnya.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menuturkan, pasar murah ini merupakan upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Untuk harga memang tidak murah, namun harga langsung dari distributor jadi lebih terjangkau bila dibandingkan dengan harga pasar. Baca Juga: Warga Serbu Pasar Murah, 470 Kg Daging Sapi Ludes Terjual
”Saya sudah tanya tadi sama ibu-ibu yang beli memang lebih murah. Jadi, mereka sangat senang dengan keberadaan pasar murah ini,” kata Rudi usai meninjau pasar murah di Sekupang.
Ke depan operasi pasar ini akan terus dilanjutkan karena dampaknya cukup baik bagi masyarakat. Selain mengendalikan harga pasar, masyarakat juga mudah mendapatkan kebutuhan mereka.
”Karena ini kan mobile. Jadi, sembilan kecamatan digilir untuk pelaksanaan pasar murah ini. Sebelum puasa, pertengahan, dan jelang Lebaran,” jelasnya. Salah seorang warga Tiban, Dian, yang datang ke pasar murah langsung membeli beberapa keperluan untuk membuat kue Lebaran.
Selain tepung ia juga membeli dua papan telur. ”Lumayan harganya. Dua papan Rp 70 ribu. Kalau di pasar Rp 38 ribu per papan,” sebutnya. Selain itu, ia juga membeli daging dan bawang merah.
Ia berharap kegiatan seperti ini akan selalu digelar, jadi sangat membatu masyarakat. ”Kalau bedanya Rp 2-3 ribu kan lumayan. Jadi bisa nambah belanjaan. Selama ini saya terus beli setiap operasi pasar di Sekupang,” ujarnya.(gas/yui)
