Jumat, 13 Februari 2026

20 Perusahaan di Batam Gunakan Bahan Baku Sampah Plastik

Berita Terkait

batampos.co.id – Kota Batam dikhawatirkan menjadi semakin kotor. Khususnya dari pencemaran sampah plastik.

Sampah plastik itu tidak hanya dari hasil aktivitas masyarakat Batam saja, tapi juga dari plastik impor yang dipakai sebagai bahan baku beberapa pabrik plastik yang ada di Kota Batam.

Hasil audit yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam pada awal 2019 lalu, menunjukan kecenderungan dampak kerusakan lingkungan dari aktivitas pabrik plastik di Batam ini cukup mengkhawatirkan.

Dari 53 perusahaan yang diaudit, sebanyak 20 di antaranya beroperasi dengan bahan plastik impor yang tidak semuanya terpakai.

Ada bahan yang akan langsung menjadi sampah dan dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Ilustrasi

“Para pengusaha bilang bahan baku mereka itu scrap plastik, tapi kami melihatnya itu sampah plastik,” kata Kepala Bidang Penindakan DLH Kota Batam, Noviandra dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi I DPRD Kota Batam pada Senin (24/6/2019).

“Kita tidak masalah kalau bahan bakunya itu biji plastik,” ujarnya lagi.

Baca Juga: Kurangi Sampah Plastik, Pemko Batam Wacanakan Penggunaan Tas Dari Daun Pandan

Noviandra menjelaskan, bahan baku yang didatangkan dari delapan importir ini akan menjadi ancaman bagi Batam ke depan.

Di mana dari satu ton bahan baku plastik itu, sekitar enam persen adalah bahan baku yang tidak bisa lagi diolah dan langsung dibuang ke TPA.

Jika dalam sebulan ada 20 ribu ton bahan baku plastik yang masuk, artinya ada sekitar seribu ton sampah plastik yang langsung dibuang ke TPA.

Baca Juga: SMKN 1 Bebas Sampah Plastik Hasilnya Raih Penghargaan Adiwiyata

Selanjutnya, sebelum diolah bahan baku itu akan dicuci terlebih dahulu.

Pada proses pembersihan tersebut, akan menghasilkan sebanyak sekitar 300 liter air limbah dari satu ton bahan baku sampah plastik ini.

Jika dikalikan dengan jumlah bahan baku yang ada selama sebulan sebanyak sekitar 20 ribu ton, maka akan menghasilkan air limbah yang tidak sedikit.

“Ketika bahan baku ini sampai, dia tidak langsung bisa diolah harus dipilah dulu oleh ibu-ibu yang bekerja di sana,” ujarnya.

“Dicuci lagi menghasilkan air limbah. Kalau air limbah itu tidak diolah dan langsung dibuang, akan menjadi masalah buat lingkungan kita,” kata Noviandra lagi.(bbi)

Update