batampos – Kecamatan Sagulung menjadi kawasan dengan jumlah penduduk terbanyak di Kota Batam. Data semester I tahun 2025 mencatat total 238.329 jiwa yang tersebar di enam kelurahan. Selain padat, setiap kelurahan punya karakter dan potensi berbeda, mulai dari kampung tua, kavling, hingga kawasan perdagangan dan industri. Jum’at (20/9)
Kelurahan Tembesi tercatat sebagai wilayah dengan jumlah penduduk terbesar, mencapai 57.272 jiwa. Rinciannya, 29.781 laki-laki dan 27.491 perempuan. Kelurahan ini memiliki 139 RT dan 28 RW, dengan bentang wilayah yang berisi kampung tua, kavling, hingga perumahan modern.
Di sisi lain, Sungai Binti memiliki luas 6,2 km² dengan jumlah penduduk 31.329 jiwa, terdiri dari 16.087 laki-laki dan 12.242 perempuan. Wilayah ini menaungi 73 RT dan 19 RW. Meski pembangunan perumahan makin berkembang, potensi pertanian dan industri masih cukup kuat bertahan di sini.
Kelurahan Sungai Lekop lebih kecil dengan luas 5,5 km². Total penduduknya 27.762 jiwa, terdiri dari 14.237 laki-laki dan 13.525 perempuan. Dengan 64 RT dan 13 RW, kawasan ini dikenal sebagai bagian dari Kawasan Strategis Batam (KSB) dan kerap disebut sebagai wilayah kavling dengan perkembangan cukup pesat.
Sementara itu, Sagulung Kota yang memiliki luas 6,5 km² dihuni oleh 31.131 jiwa (15.903 laki-laki dan 15.228 perempuan). Wilayah ini memiliki 95 RT dan 19 RW, dikenal sebagai pusat perdagangan dan permukiman padat di Sagulung. Pasar, ruko, serta kompleks perumahan menjadi pemandangan umum di kelurahan ini.
Kelurahan terbesar berikutnya adalah Sungai Langkai, dengan penduduk mencapai 51.037 jiwa (26.151 laki-laki dan 24.886 perempuan). Terdiri dari 150 RT dan 28 RW, wilayah seluas 6,5 km² ini menjadi salah satu pusat pertumbuhan perumahan dan perdagangan. Sebagian kawasannya juga masuk dalam lingkar KSB.
Terakhir, Sungai Pelunggut dengan luas 5,2 km² dihuni oleh 39.798 jiwa. Jumlah itu terdiri dari 20.517 laki-laki dan 19.281 perempuan. Kelurahan ini memiliki 80 RT dan 17 RW, dengan potensi yang cukup beragam, seperti pertanian, perikanan, hingga industri.
Yaniar Pribadi, selaku Sekretaris Camat Sagulung mengatalan, enam kelurahan ini bukan hanya angka statistik semata, tetapi juga wajah nyata Sagulung sebagai kecamatan terpadat di Batam.
“Dari kampung tua yang masih bertahan hingga perumahan modern yang terus tumbuh, Sagulung mencerminkan mozaik kehidupan kota yang dinamis,” kata dia. (*)
Akses jalan simpang Basecamp yang belum dinormalkan kembali usai perbaikan pipa ABH yang bocor. f.Eusebius Sara
batampos– Proses perbaikan pipa air bocor di tengah persimpangan Simpang Basecamp, Batuaji, yang dikerjakan oleh tim Air Batam Hilir (ABH) akhirnya selesai. Setelah dilakukan uji coba, aliran air kembali normal dan tidak ditemukan kendala berarti. Warga kini sudah bisa menikmati pasokan air bersih dengan lancar.
Namun, di balik selesainya pekerjaan perbaikan pipa tersebut, masalah baru muncul. Kondisi jalan yang sebelumnya dikeruk untuk pengerjaan masih belum dikembalikan seperti semula. Separuh badan jalan masih ditutup karena lubang bekas galian hanya ditutup dengan coran semen sementara, tanpa lapisan aspal permanen.
Akibat kondisi ini, lalu lintas di kawasan simpang empat Basecamp kembali tersendat, terutama pada jam-jam sibuk. Banyak pengendara terpaksa melambat atau berhati-hati melewati ruas jalan yang belum mulus. Tidak sedikit pula kendaraan yang harus mengantre lebih lama karena jalur menyempit.
Warga Batuaji berharap agar jalan segera diperbaiki kembali seperti semula. Andri, salah seorang pengguna jalan, menyampaikan harapannya agar perbaikan tidak berlarut-larut. “Biar tak makin parah macetnya. Semoga secepatnya diaspal kembali seperti semula,” ujarnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan adanya penumpukan kendaraan pada jam berangkat dan pulang kerja. Selain itu, kondisi jalan yang masih ditutup sebagian juga dikhawatirkan dapat memicu kecelakaan lalu lintas, terutama pada malam hari ketika pencahayaan di sekitar simpang kurang memadai.
Humas ABH, Ginda Alamsyah, saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya masih berkomitmen menyelesaikan proyek hingga tuntas. Menurutnya, penutupan sementara dengan cor semen merupakan bagian dari prosedur sebelum dilakukan pengaspalan permanen. “Jalan akan segera diaspal kembali seperti semula,” katanya.
Meski begitu, Ginda belum memastikan kapan pengaspalan akan dilakukan. Ia hanya menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar perbaikan jalan tidak mengganggu pengguna jalan lebih lama. “Kami akan upayakan secepatnya, karena ini jalur vital bagi masyarakat,” tambahnya.
Dengan kondisi saat ini, masyarakat diimbau tetap berhati-hati saat melintas di kawasan simpang Basecamp. Para pengguna jalan berharap proses pengaspalan bisa segera dilakukan agar aktivitas lalu lintas kembali lancar dan kenyamanan warga terjaga. (*)
batampos– Kementerian Agama (Kemenag) menargetkan sebanyak 629.000 guru agama di seluruh Indonesia akan memiliki sertifikasi hingga tahun 2027. Target ini akan dicapai melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang akan dilaksanakan secara bertahap.
Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo Muhammad Syafii, menyampaikan informasi ini saat memberikan pembinaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Kemenag Kota Batam, Senin (22/9/25). Dalam acara tersebut, turut hadir pula Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Zoztafia, Kepala Bagian Tata Usaha Edi Batara, serta Kepala Kantor Kemenag kabupaten/kota se-Kepri.
Wamenag menjelaskan bahwa proses sertifikasi akan dibagi menjadi dua gelombang dan akan diselesaikan secara bertahap.
“Dari 629 ribu guru agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu, separuhnya tahun ini PPG dan akan bersertifikasi di 2026. Separuhnya lagi nanti 2026, insya Allah sudah bersertifikasi di 2027,” jelasnya.
Ia menambahkan, program sertifikasi ini akan terus berlanjut hingga semua guru agama selesai mengikuti PPG. “Tahun 2027, insya Allah nggak ada lagi guru di lingkungan Kemenag yang belum bersertifikasi,” pungkasnya.
Lebih lanjut, Wamenag meminta para kepala kantor Kemenag di daerah untuk segera melakukan pendataan guru yang belum terdaftar dalam program PPG.
“Kepala kantor Kemenag harus mendata semua guru yang ada di sini. Semuanya harus terdaftar untuk ikut PPG,” ucapnya. (*)
batampos – Pemerintah Singapura mengumumkan rencana untuk menjatuhkan sanksi khusus terhadap sejumlah pemimpin Israel. Selain itu, Negeri Singa juga menyatakan kesiapannya untuk mengakui negara Palestina pada waktu yang tepat.
Langkah ini menambah deretan sikap tegas sejumlah negara Barat dan komunitas internasional lainnya yang kian memperketat tekanan terhadap kelompok pemukim dan pejabat Israel yang dituduh memicu kekerasan. Di sisi lain, dukungan global terhadap aspirasi rakyat Palestina untuk memiliki tanah air merdeka semakin menguat.
Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, dalam pidatonya di parlemen menegur politisi Israel yang berbicara soal rencana mencaplok sebagian wilayah Tepi Barat atau Gaza, yang selama ini diduduki Israel.
“Kami mendesak pemerintah Israel menghentikan pembangunan dan perluasan permukiman ilegal. Kami menolak segala upaya menciptakan fakta baru di lapangan yang bisa merusak prospek solusi dua negara,” kata Balakrishnan, disitat dari media Malaysia, Berita Harian, Selasa (23/9).
Ia menambahkan, rincian mengenai sanksi tersebut akan diumumkan kemudian.
Balakrishnan juga menegaskan bahwa pengakuan terhadap Palestina hanyalah masalah waktu. “Pertanyaannya bukan lagi ‘jika’, melainkan ‘kapan’. Singapura menunggu faktor yang tepat, termasuk terbentuknya pemerintahan Palestina yang efektif, pengakuan hak eksistensi Israel, serta penolakan mutlak terhadap kekerasan,” ucapnya.
Menurutnya, solusi damai dan berkelanjutan hanya bisa dicapai lewat perjanjian yang menghadirkan dua negara, Israel dan Palestina, yang hidup berdampingan dalam keamanan serta martabat.
Sebagian besar komunitas internasional menilai permukiman Israel di Tepi Barat melanggar hukum internasional. Namun, Israel berdalih memiliki ikatan sejarah dan alasan kitab suci atas wilayah itu, sekaligus mengklaim bahwa pemukiman memberi jaminan keamanan.
Meski Singapura dan Israel menjalin hubungan diplomatik serta kerja sama pertahanan erat sejak 1965, pada 2024 lalu Singapura tercatat mendukung sejumlah resolusi PBB yang menyuarakan pengakuan terhadap Palestina. (*)
Sejumlah kontainer terlihat parkir ditepi jala n Yos Sudarso Batu Ampar, Minggu (21/9). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos– Pemandangan truk kontainer parkir di bahu jalan terlihat di sepanjang Jalan Yos Sudarso atau sebelum Pelabuhan Batu Ampar. Bahkan, truk ini parkir bergandengan hingga memakan badan jalan.
Imron, salah seorang warga Melcem, Batu Ampar mengatakan parkirnya kontainer tersebut membahayakan para pengendara, khususnya pada malam hari.
“Beberapa bulan lalu ada pemotor nabrak kontainer ini malam hari. Kondisinya koma,” ujarnya.
Ia mengatakan kondisi kontainer parkir di bahu jalan tersebut sudah berlangsung lama. Namun, hingga saat ini tidak ada penindakan maupun larangan.
“Kesannya sengaja diperbolehkan, padahal sudah ada korban,” katanya.
Sementara Kepala Dishub Kota Batam, Leo Putra mengatakan permasalahan kontainer parkir di bahu jalan tersebut sudah menjadi atensi sejak ia menjabat.
Ia mengaku sudah langsung turun ke lokasi dan menyurati perusahaan atau pemilik kontainer. “Sudah kita selidiki, dan surati ke perusahaan-perushaan. Kita imbau untuk parkir di polnya,” ujarnya.
Menurut Leo, pihaknya tidak bisa menindak kontainer tersebut secara langsung. Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satpol PP dan Satlantas Polresta Barelang.
“Ini akan kita dudukkan bersama. Karena ibuk Wakil (Li Claudia) juga sempat turun kesana,” katanya.
Kabid Angkutan Jalan Dishub Kota Batam, Syafrul Bahri mengatakan pihaknya akan melibatkan pakar hukum untuk menentukan sanksi pihak perusahaan yang memarkirkan kontainer di bahu jalan.
“Di dalam UU LLAJ itu tidak ada sanksinya. Nah, kita akan dudukkan ini pelanggaran masuk kemana. Sehingga ada efek jeranya bagi perusahaan,” tutupnya. (*)
Pengacara korban menunjukkan bukti laporan ke Propam Polda Kepri. f.yashinta
batampos– Oknum anggota Polda Kepri berinisial YAAS dilaporkan ke Propam Polda Kepri oleh keluarga calon istrinya, FM (28), Senin (22/9). Brigadir yang bertugas di Polsek Sagulung itu dilaporkan atas dugaan penganiayaan dan pelanggaran kode etik, setelah FM yang tengah hamil tiga bulan kerap mendapat kekerasan fisik hingga empat kali opname di rumah sakit.
Laporan Nomor: SPSP2/ 41 /IX/2025/Subbagyanduan atas nama terlapor FM tengah diproses. YAAS dilaporkan atas dugaan adanya tindakan Kekerasan Seksual dan Penganiayaan.
Kuasa hukum korban, Fery Hulu, mengatakan laporan tersebut dilakukan untuk menuntut kepastian hukum. Menurut dia, kekerasan yang dialami FM tidak bisa dibiarkan karena sudah mengancam keselamatan ibu dan janin.
“Kami ke Propam Polda Kepri untuk menyampaikan dugaan pelanggaran kode etik seorang anggota Polri berinisial YAAS. Klien kami sudah empat kali opname karena pendarahan. Ia butuh kepastian hukum atas perlakuan yang dialaminya,” ujar Fery, Senin (22/9).
Fery menjelaskan, FM berkenalan dengan YAAS sejak Januari 2024 melalui media sosial. Keduanya kemudian menjalin hubungan asmara. YAAS bahkan datang ke Medan, tempat FM bekerja sebagai tenaga kesehatan, untuk meyakinkan keseriusannya.
“Sudah kenal satu tahun lalu, melalui media sosial. Mereka pun suka sama suka,” kata Fery.
Beberapa lama menjalin asmara, YAAS pun berniat menjalin hubungan lebih serius ke jenjang pernikahan. Kedua keluarga mereka pun bertemu dan sepakat untuk menikahkan anak mereka.
“Klien kami diminta berhenti bekerja dan ikut ke Batam dengan janji dinikahi. Namun kenyataannya, janji itu tidak pernah ditepati, justru dia sering mendapat kekerasan. Padahal sudah ada kesepakatan keluarga dengan ‘sinamot’ Rp 40 juta,” ungkapnya.
Menurutnya, pihak keluarga sudah melakukan mediasi dengan YAAS dan keluarganya, namun tidak pernah ditanggapi serius. Terakhir mediasi itu dilakukan pada Sabtu (20/9) di Mapolres Barelang.
“Sudah berulang kali mediasi, namun memang tak ada itikad baik. Terakhir Sabtu lalu, namun sampai kami melapor ke Propam tak ada itikad baik,” ungkap Fery.
Sementara Kuasa Hukum Korban yang lain, Martin Zega menjelaskan, selain melaporkan atas dugaan pelanggaran kode etik, pihaknya juga melaporkan atas dugaan penganiayaan yang dialami FM. Dugaan kekerasan itu juga dilaporkan di Polda Kepri.
“Kami berharap kasus ini benar-benar diproses, baik secara etik maupun pidana, agar ada kepastian hukum bagi korban,” katanya. kata Martin Zega.
Ia menjelaskan setiap kali FM meminta kepastian atau pertanggungjawaban, YAAS justru melakukan tindak kekerasan. Korban pernah didorong hingga terjatuh, dipukul, bahkan kukunya pernah dicabut. Semua itu terjadi dalam kondisi hamil. Akibat kejadian itu FM pun sempat diopname sampai 4 kali.
“Penganiayaan terjadi dua kali. Pertama pada April, setelah korban mengalami keguguran, dan kedua pada 15 Agustus 2025. Pemicu kejadian terakhir adalah ketika korban meminta dibawa ke rumah sakit dalam kondisi sakit, namun tersangka marah dan mengelak,” katanya.
Pihaknya sudah sempat melakukan upaya mediasi sekitar seminggu lalu dengan mengirim surat ke Propam Polresta Barelang. Namun, pihak korban meminta agar keluarga pelaku datang ke rumah korban untuk menemui orangtua kandung korban dan membicarakan kelanjutan pernikahan.
“Keluarga pelaku atau pun pelaku belum menunjukkan niat baik. Intinya kami berharap korban mendapat keadilan, karena sudah mengalami trauma hebat.,” katanya.
Sementara itu, korban FM mengakui trauma yang ia alami dengan peristiwa tersebut. Dimana setahun menjalin asmara, ternyata FM sudah dua kali hamil. Hamil pertama pada awal tahun dan keguguran di bulan April 2025. Kini, di kehamilan keduanya berusia tiga bulan, ia harus menghadapi ancaman yang sama.
“Sejak hamil kedua, saya sudah empat kali opname. Terakhir 9 September lalu, saya pendarahan hebat karena didorong dan dipukul. Sampai sekarang masih pendarahan meski tak banyak lagi,” kata FM dengan suara terbata.
Ia mengungkapkan, dirinya merasa ditipu karena semua persiapan pernikahan sudah dilakukan. Mulai dari sewa gedung hingga seragam pernikahan. Bahkan ia juga kehilangan pekerjaan.
“Awalnya baik-baik saja, seragam sudah dipesan, gedung sudah booking. Tapi setelah saya hamil, dia berubah. Saya juga sudah diblokir keluarganya. Saya hanya ingin ada kepastian hukum,” ungkap FM.
FM tak mengelak jika sang pujaan hati memiliki wanita lainnya. Meski begitu ia memaafkan sang kekasih karena sudah terlanjut berbuat lebih.
“Sakit hati saya juga, ketika tahu alasan dia ke wanita di Jakarta kalau mau menikah dengan saya karena dijodohkan. Padahal dia awalnya yang menginginkan pernikahaan dengan saya,” tegasnya.
Kabid Propam Polda Kepri, Kombes Eddwi Kurniayanto membenarkan adanya laporan tersebut. Namun menurutnya, laporan tersebut akan dipastikan kebenaraanya.
“Nanti kami tindak lanjuti cari fakta-faktanya,” pungkas Eddwi singkat. (*)
Ronaldinho menyerahkan Trofi Balon D’or ke Ousmane Dembele. (www.tntsports.co.uk)
batampos – Ousmane Dembele resmi dinobatkan sebagai pemenang Ballon d’Or 2025. Penyerang Paris Saint-Germain (PSG) itu meraih gelar pemain terbaik dunia usai musim bersejarah yang mengantarkan Les Parisiens meraih trofi Liga Champions pertama sepanjang sejarah klub.
Penghargaan diumumkan di Paris, Selasa (23/9) dini hari WIB. Dembele, yang kini berusia 28 tahun, unggul atas pesaing utamanya, wonderkid Barcelona Lamine Yamal (18 tahun) yang harus puas di posisi kedua.
Musim 2024/25 jadi puncak karier Dembele. Ia mencetak 35 gol dan 14 assist dari 53 laga di semua ajang, memimpin PSG merebut tiga gelar sekaligus: Ligue 1, Coupe de France, dan Liga Champions.
Dalam kompetisi domestik, Dembele juga menutup musim sebagai top skor Ligue 1 bersama Mason Greenwood dengan torehan 21 gol.
“Ini salah satu hal terbaik yang pernah saya capai dalam karier saya. Memenangkan trofi ini dari tangan Ronaldinho, legenda sepak bola, sungguh luar biasa. Terima kasih kepada tim, pelatih Luis Enrique, staf, hingga presiden klub. Ini bukan trofi individu, melainkan kemenangan kita semua,” ujar Dembele di atas panggung, disitat dari Jawa Pos.
Dembele juga menyempatkan diri mengenang perjalanan kariernya sejak membela Rennes, Borussia Dortmund, hingga Barcelona. Ia menyebut pengalaman bermain bersama Lionel Messi dan Andres Iniesta sebagai bekal penting menuju puncak karier.
“Memenangkan Liga Champions dan Ballon d’Or sungguh luar biasa. Saya bekerja keras untuk ini. Saya sangat bahagia,” tambahnya.
Ini menjadi pertama kalinya Dembele masuk nominasi Ballon d’Or. Menariknya, ia langsung keluar sebagai pemenang penghargaan paling prestisius dunia sepak bola yang pertama kali digelar pada 1956. (*)
Di Balik Alunan Musik di Kafe, Ada Hak Cipta yang Wajib Dihargai
Royalti dan pemutaran musik di kafe menjadi salah satu isu hangat di Indonesia beberapa bulan terakhir. Tamu kafe yang menikmati makanan dan minuman, dihibur lantunan musik dari alat pemutar. Kemudian, muncul permasalahan, seluruh pemilik kafe yang memutar musik, dikenakan royalti. Siapa seharusnya yang membayar musik itu?
***
Pete C Mehravari didampingi Public Affairs Officer Konsulat AS di Medan, Joshua Gonzales saat bincang bersama Pers di Batam Marriott Harbour Hotel, Senin (22/9/2025). F Chahaya Simanjuntak/Batam Pos
“Ketika kamu duduk di kafe, apa yang kamu cari? Selain makanan, dan minuman, tentu ada vibes dan experience bukan?” tanya Pete C Mehravari, Direktur Kebijakan dan Urusan Hukum untuk International Intellectual Property Alliance (IIPA) saat berbincang di kafe Batam Marriott Hotel Harbour Bay, Senin (22/9).
Pete mengatakan, isu royalti musik di Indonesia penuh kontroversial dan menjadi bahan perbincangan warga net. Banyak pemilik kafe atau restoran merasa sudah membayar aplikasi musik, seperti Spotify atau Apple Music, tapi begitu memutar musik di kafe dengan aplikasi itu, mereka masih harus membayar royalti tambahan.
“Aplikasi musik berbayar itu, katakanlah Spotify. Aku menggunakannya di ponselku. Itu personal license. Kita mendengarnya di aplikasi kita sendiri. Kalau diputar di kafe, tujuannya apa? Musik dipakai untuk menambah vibes dan pengalaman pelanggan. Ada commercial license di situ. Jadi wajar, pemilik kafe diharuskan membayar royalti,” ujar pria yang juga sebagai Direktur Hak Kekayaan Intelektual dari Virginia, Amerika Serikat tersebut.
Dengan lugas, Pete mengibaratkan musik di kafe yang diputar tersebut adalah layanan tambahan. “Kalau kita tidak mau roti, kita bisa bilang ke pelayan agar tidak disajikan. Tapi musik? Sangat mustahil mematikannya untuk menghindari biaya yang kita bayar bukan? Jadi musik di kafe itu bagian dari layanan ke tamu. Makanya jatuhnya commercial license,” ungkapnya.
Namun dalam pengenalan pengetahuan mengenai perbedaan personal license dan commercial license ini, Pete menyebutkan, supaya publik mau menerima kebijakan ini, diperlukan adanya transparansi dari pemerintah Indonesia.
“Kunci penerimaan publik itu transparansi. Masyarakat akan setuju musisi berhak dapat royalti dari pemutaran musik komersial. Tapi sosialisasnya harus jelas, distribusinya harus jelas, siapa dapat berapa. Dengan transparansi, warga akan lebih menghargai,” jelasnya.
Dalam kunjungannya ke Batam, Pete mengatakan, dibandingkan Jakarta yang sudah dia kunjungi, Batam adalah kota dengan komunitas kreator yang menarik. Hal ini ditandai dengan adanya Nongsa Digital Park, KEK digital yang menaungi beberapa perusahaan ekonomi dan kreator digital di Nongsa, Batam.
“Semua games, musik, film, dan perangkat-perangkat yang hadir, itu lahir dari ide-ide kreator yang akhirnya bisa dinikmati masyarakat. Namun, bagaimana itu akan dihargai? Dari banyak penelitian yang sudah saya lakukan, ada dua tantangan utama bagi kreator lokal di Batam dan Indonesia, yakni kesadaran hak cipta dan perlindungan pasar yang aman,” ujar pejabat senior AS tersebut.
Pembajakan musik, film, perangkat lunak masih marak di Indonesia. Dimana, banyak warga yang membeli aplikasi melalui pasar ilegal yang dijual secara terang-terangan di berbagai e-commerce yang tersedia di negeri ini. Misalnya, akun netflix, bisa didapatkan dengan harga sangat murah dibanding dengan membeli secara resmi. Ada regulasi, tapi penerapannya masih kurang. Akibatnya, perlindungan pasar untuk barang legal di Indonesia lemah.
“Banyak kreator tidak sadar. Begitu karya dituangkan dalam median nyata, hak cipta otomatis berlaku. Tidak hanya di Indonesia, tapi juga di 181 negara anggota Konvensi Bern. Dimana hak cipta untuk karya kreatif dan intelektual perlu menetapkan standar perlindungan minimum, dan memastikan hak-hak pencipta dihormati secara internasional,” tegasnya.
Saat ini, dunia memasuki era digital. Secara global. Ketika pasar untuk barang legal pengawasannya lemah, kreator yang sudah mematenkan produk-produk ciptaannya, dapat bekerjasama, bernegosiasi dengan perusahaan atau mitra bisnisnya. Ketika menghadapi kecurangan, mereka bisa menuntut.
“Kalau mereka tahu haknya, mereka bisa menuntut kompensasi yang lebih tinggi, atau menciptakan perjanjian lisensi yang adi. Itu membuat karyanya bernilai ekonomi yang lebih besar,” tegasnya.
Selain royalti, Pete juga menyoroti tantangan baru yakni hadirnya kecerdasan buatan (AI) yang kini mulai mempengaruhi banyak sektor.
“Untuk menjawab pertanyaanmu mengenai AI ini, butuh jawaban dan diskusi panjang. Tapi menurutku, perlindungan hak cipta sebagai pilar utama. Layak tetap diberlakukan untuk regulasi ini. Butuh proses untuk tiba di sana, khususnya dalam AI ini,” ungkapnya.
Diakhir perbicangan, Pete kembali menekankan, pemerintah Indonesia harus lebih serius menindak pembajakan, dan mempermudah dalam pengurusan hak paten dan hak cipta. Karena, itu akan memberi sinyal positif bagi pasar, dan Indonesia akan lebih dikenal dunia dalam kreatifitasnya menjadikan ide berdampak nyata.
“Kreator akan lebih percaya diri memasarkan karya mereka, tidak hanya di Indonesia, tapi juga ke pasar global,” tutupnya. (*)
Bupati Karimun, Iskandarsyah menyerahkan piagam penghargaan kepada Bhabinkamtibmas Polres Karimun yang berprestasi, Aipda Tarigan. f.sandi
batampos– Bupati Karimun, Iskandarsyah, Senin (22/9) menjadi inspektur upacara (Irup) dalam kegiatan pelaksanaan apel Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) di halaman Bhayangkara Polres Karimun yang dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Karimun, Raja Rafiza, Dandim 0317/TBK Letkol Inf. Andit Franata, Kajari Karimun Denny Wicaksono dan Forkopimda serta para Camat dan . Apel Satkamling dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kondusifitas Harkamtibmas di Kabupaten Karimun
Bupati Karimun, Iskandarsyah menyampaikan bahwa Satkamling merupakan garda terdepan dalam menjaga keamanan lingkungan. ”Saya mengajak seluruh peserta untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, meningkatkan kewaspadaan, mempererat komunikasi dengan aparat. Serta menjaga kekompakan demi terciptanya situasi aman dan kondusif.,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Karimun AKBP Robby Topan Manusiwa memberikan apresiasi kepada
seluruh Satkamling, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang telah berperan aktif menjaga keamanan lingkungan di wilayah Kabupaten Karimun.
”Satkamling adalah mitra strategis Polri dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.
Dengan partisipasi masyarakat, kita bisa mencegah gangguan keamanan sejak dini. Mari kita terus perkuat kebersamaan antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat demi Karimun yang aman dan damai,” ungkap Kapolres.
Dalam rangkaian kegiatan Apel Satkamling, juga diserahkan piagam penghargaan kepada Pos Satkamling Perumahan Meral Permata Asri sebagai Satkamling terbaik kedua tingkat Polda Kepri selama tiga tahun berturut-turut.
Kemudian, piagam penghargaan juga diberikan kepada Bhabinkamtibmas terbaik Polres Karimun atas prestasi dalam program ketahanan pangan bersama kelompok tani. Dan Babinsa terbaik Kodim 0317/TBK dengan prestasi membina warga sebagai guru ngaji di Desa Sugie Besar, Kecamatan Moro. (*)