Menu MBG dari SPPG Seri Kuala Lobam yang viral setelah diposting di media sosial Facebook. F. Facebook Betty Kuswidiastuti.
batampos – Program makan bergizi gratis (MBG) di Kecamatan Seri Kuala Lobam, Bintan, menuai sorotan publik setelah foto menu sederhana untuk siswa sekolah viral di media sosial.
Postingan akun Facebook Betty Kuswidiastuti pada Selasa (23/9) menampilkan menu MBG berupa nasi, semangka, lauk teri tempe, dan sayur wortel dengan porsi minim. Unggahan itu memicu beragam komentar netizen yang menilai menu tersebut jauh dari kata bergizi.
Sejumlah warganet mempertanyakan kecukupan gizi dari menu tersebut. Bahkan ada orangtua yang mengaku langsung menanyakan kebenaran menu itu kepada anaknya di sekolah.
Seorang siswa sekolah dasar di Seri Kuala Lobam membenarkan bahwa menu MBG hari itu sama persis dengan foto yang viral.
“Makan semangkanya saja,” ujar salah satu siswa.
Orang tua siswa bernama Inay juga menyampaikan keprihatinannya. Ia menyebut meski ada program MBG, dirinya tetap menyiapkan bekal tambahan untuk anaknya.
Kepala SPPG Seri Kuala Lobam, Gilang Restu Aji, membenarkan menu MBG pada 23 September 2025 menggunakan ikan teri sebagai protein hewani serta tempe dan kacang tanah sebagai protein nabati. Menurutnya, menu disesuaikan dengan kearifan lokal dan kebutuhan gizi siswa.
“Kebetulan yang difoto ini untuk pemorsian Rp8.000 bagi siswa kelas 1 sampai 3 SD,” kata Gilang, Rabu (24/9).
Ia menjelaskan, anggaran MBG dibagi dua kelas, yakni Rp8.000 untuk TK hingga SD kelas 3 dan Rp10.000 untuk siswa SD kelas 4 hingga SMA.
Dengan viralnya menu minimalis ini, Gilang menyampaikan permohonan maaf sekaligus memastikan evaluasi segera dilakukan.
“Saya memohon maaf atas kejadian ini dan tidak akan mengulanginya,” pungkasnya. (*)
Reporter: Slamet Nofasusanto
Catatan redaksi:
Batam Pos telah mendapatkan izin mengutip isi unggahan media sosial dari pemilik akun yang bersangkutan.
Masjid Agung Bandar Seri Bentan di Desa Bintan Buyu, yang pengerjaannya terus digesa. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos – Pekerjaan lanjutan Masjid Agung Bandar Seri Bentan di Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan terus dikebut. Tahun 2025 ini, Pemerintah Kabupaten Bintan mengalokasikan anggaran sekitar Rp2,44 miliar untuk pengerjaan tahap keenam.
Kepala Dinas Perkim Bintan, Mohammad Irzan, mengatakan pengerjaan tahap keenam dimulai sejak Juli 2025. Sejauh ini, progres fisik pembangunan sudah mencapai 68,19 persen.
“Kontraktor saat ini sedang menuntaskan beberapa item bangunan masjid,” ujar Irzan, Rabu (24/9).
Beberapa kegiatan fisik yang dikerjakan antara lain rabat beton lantai dasar setebal 10 cm, pembangunan struktur ramp difabel untuk meningkatkan aksesibilitas, pembatas lantai atap (dak) beton setebal 12 cm, hingga pemasangan beton profil masjid dan waterproofing di bawah kubah.
Selain itu, dibangun tiga akses jalan semenisasi dari jalan raya ke masjid, pemasangan dinding bata merah di lantai 1 dan 2, plaster dan acian dinding, pagar keliling berbahan baja corten, serta tangga inspeksi kubah.
Menurut Irzan, setelah tahap ini selesai, pembangunan akan berlanjut tahun depan dengan fokus pemasangan kubah dan finishing total masjid.
Adapun total anggaran pembangunan Masjid Agung Bandar Seri Bentan sejak 2019 telah mencapai lebih dari Rp15 miliar. Rinciannya, tahun 2019 sebesar Rp8 miliar, tahun 2021 Rp2,5 miliar, tahun 2022 Rp900 juta, tahun 2023 Rp1 miliar, tahun 2024 Rp1 miliar, dan tahun 2025 Rp2,44 miliar.
“Insyaallah, setelah kubah dan finishing dikerjakan, Masjid Agung Bandar Seri Bentan bisa segera difungsikan penuh,” pungkasnya. (*)
batampos – Bagi pecinta kuliner malam, Batam punya pengalaman unik lewat deretan warung tendaan yang buka hingga larut. Sajian kaki lima ini menawarkan cita rasa yang tak kalah dengan restoran, namun tetap menghadirkan suasana sederhana dan hangat.
Mulai dari seafood segar, ayam goreng, hingga nasi uduk, kuliner malam ala warung tenda bisa jadi alasan wisatawan untuk mampir ke Batam. Berikut 5 rekomendasi warung tendaan populer pilihan warga:
1. Warung Tenda Kali Jogo
Menjadi salah satu yang paling dikenal warga Batam, warung ini selalu ramai pembeli dan cepat habis. Lokasinya di Batu Aji, tepat di depan Richeese.
2. Ayam & Bebek Goreng Purnama
Terkenal dengan ayam dan bebek gorengnya yang lembut, warung ini sudah beroperasi selama 8 tahun. Lokasinya di seberang Perumahan Costarica Residence, Batam Centre.
3. Warung Sido Seneng (Pak Tukul)
Disebut mirip Tukul Arwana, penjualnya cukup ikonik. Menu yang ditawarkan beragam, dari seafood hingga masakan nusantara. Lokasinya di Jl. Komp. Cipta Puri, Tiban Baru, Sekupang.
4. Nasi Uduk Tenda Kuning
Ciri khas tenda berwarna kuning membuatnya mudah dikenali. Nasi uduknya ramai dicari warga lokal. Berlokasi di Jl. Selasih, Belian, Batam Kota.
5. Station Rasa “AREMA” Nagoya
Sudah jadi favorit warga Nagoya, warung ini menawarkan cita rasa yang bikin ketagihan. Lokasinya di Jl. Nagoya Permai No.12-13 Blok A, Lubuk Baja.
Warung tenda di Batam bukan hanya soal makanan lezat dan harga terjangkau, tetapi juga suasana. Duduk santai sambil bercengkerama di bawah cahaya lampu jalan memberikan pengalaman makan yang hangat dan tak tergantikan. (*)
Bupati Anambas, Aneng. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.
batampos – Momentum Hari Jadi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ke-23 tahun mendapat sorotan dari Bupati Kepulauan Anambas, Aneng. Ia menegaskan, pertambahan usia provinsi seharusnya diiringi dengan pelayanan publik yang semakin matang dan merata.
“Dengan bertambahnya umur, Kepri ini sudah semakin dewasa, bukan seperti anak kecil lagi. Maka pelayanan harus semakin baik,” kata Aneng, Selasa (24/9).
Aneng meminta perhatian Pemerintah Provinsi Kepri tidak hanya terpusat pada daerah yang dekat dengan ibu kota provinsi. Kabupaten-kabupaten di perbatasan juga harus mendapat porsi pembangunan yang adil, terutama Anambas yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
“Jangan sampai daerah yang jauh seperti Anambas merasa dianak-tirikan. Pemerataan pembangunan harus benar-benar diwujudkan,” tegasnya.
Menurutnya, masih banyak kebutuhan dasar di Anambas yang perlu mendapat prioritas, mulai dari perbaikan jalan, ketersediaan listrik, jaringan telekomunikasi, hingga pemerataan pelayanan kesehatan.
Ia berharap momen Hari Jadi Kepri ke-23 menjadi refleksi bersama para pemimpin daerah agar lebih fokus pada kerja nyata.
“Harus ada langkah konkret, jangan hanya seremonial. Masyarakat di perbatasan juga berhak merasakan pembangunan,” ujar Aneng.
Selain infrastruktur, Aneng menilai pelayanan publik di Kepri juga perlu ditingkatkan. Pemerintah harus hadir lebih dekat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Semakin bertambah usia, maka pelayanan harus semakin prima. Jangan lagi ada keluhan masyarakat yang berlarut-larut tanpa solusi,” katanya.
Bupati Anambas ini menekankan, pembangunan merata akan menciptakan keadilan sosial. Dengan begitu, masyarakat di wilayah terluar akan merasa dihargai dan diperhatikan pemerintah.
“Provinsi ini milik kita bersama. Mari kita jaga, kita bangun, dan kita rawat dengan kerja nyata,” pungkasnya. (*)
batampos– Kasus pencurian material bangunan terjadi di Perumahan Kotamas Marina, Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang. Tiga orang pria terekam kamera CCTV saat mencuri besi H-Beam milik warga bernama Dodik. Dua pelaku kini sudah diamankan pihak kepolisian, sementara satu lainnya masih dalam pengejaran.
Peristiwa itu bermula ketika Dodik mendapati besi H-Beam miliknya hilang pada Sabtu (20/9) malam. Saat itu, ia baru pulang dari mengikuti pengajian di rumah tetangga. Besi yang dibeli sejak 2 April 2025 itu disimpan di samping pagar rumah. Dari tiga batang berukuran 3 meter, satu batang diketahui raib.
Curiga dengan kehilangan tersebut, Dodik kemudian memeriksa rekaman CCTV. Hasilnya, pada Minggu (24/8) sekitar pukul 02.54 WIB, terlihat tiga orang pria mondar-mandir di depan rumah sebelum akhirnya memikul besi itu.
Merasa dirugikan, Dodik melaporkan kejadian tersebut kepada pengurus RT dan RW setempat. Ia juga meminta bantuan sekuriti perumahan, Ali, serta mantan sekuriti, Jenggot, yang mengaku mengenali pelaku dan mengetahui tempat tinggal mereka. RW setempat, Rambe, lalu menyarankan agar korban membuat laporan resmi ke Polsek Sekupang.
Dengan membawa bukti rekaman CCTV dan nota pembelian besi, Dodik akhirnya melapor ke polisi. Menindaklanjuti laporan tersebut, pada Senin (22/9) malam sekitar pukul 21.46 WIB, aparat Polsek Sekupang bersama perangkat RT/RW mendatangi rumah para pelaku. Polisi berhasil menangkap dua orang tersangka, sementara satu lainnya melarikan diri.
“Alasan saya melaporkan ke media, supaya warga lain bisa lebih waspada,” ujar Dodik.
Kapolsek Sekupang, Kompol Hipal Tua Sirait, melalui Kanit Reskrim Ipda Riyanto membenarkan penangkapan tersebut.
“Dua pelaku berinisial H dan RH sudah berhasil kami amankan dan saat ini masih dalam proses penyidikan. Satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran,” ujarnya.
Kasus pencurian ini kini ditangani lebih lanjut oleh Polsek Sekupang. Polisi juga mengimbau warga agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar untuk mencegah tindak kriminal serupa. (*)
Bupati Kepulauan Anambas, Aneng. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.
batampos – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menargetkan seluruh utang kepada pihak ketiga segera lunas pada Oktober 2025. Bupati Anambas, Aneng, menegaskan pelunasan utang warisan dari kepala daerah sebelumnya menjadi prioritas utama sejak awal masa jabatannya.
“Alhamdulillah bulan depan, utang-utang kita lunas. Dari awal menjabat sampai sekarang, kami fokus bayar utang,” ujar Aneng saat dikonfirmasi, Rabu (24/9).
Pada Juli 2025, beban utang Pemkab Anambas masih tercatat sekitar Rp20 miliar. Padahal ketika Aneng dilantik, jumlahnya mencapai Rp95 miliar.
Menurutnya, besarnya utang membuat ruang fiskal pemerintah daerah terbatas, bahkan berimbas pada penundaan dan pemotongan sejumlah tunjangan pegawai.
“Kita ikat pinggang dulu agar tahun depan bisa bernafas lega. Alhamdulillah mereka paham,” tambahnya.
Aneng menegaskan, pelunasan utang adalah langkah awal untuk menata kembali kondisi keuangan daerah. Ia optimistis mulai 2026 Pemkab Anambas bisa berfokus penuh pada pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat tanpa terbebani kewajiban lama.
Selain fokus melunasi utang, Aneng juga gencar melobi pusat untuk mendapatkan tambahan alokasi APBN. Dana itu akan digunakan untuk membiayai sejumlah proyek infrastruktur di daerah kepulauan.
“Saya sering keluar Anambas bukan jalan-jalan, tapi mencari duit. Alhamdulillah pelan-pelan ada hasilnya. Tahun depan beberapa item pembangunan bersumber dari APBN,” tegas politisi Partai Demokrat tersebut.
Ia menilai perjuangan menuntaskan utang sekaligus mendatangkan dukungan anggaran pusat adalah bentuk kerja nyata pemerintah daerah. Karena itu, ia mengajak masyarakat ikut mendukung jalannya pemerintahan.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Saya berharap masyarakat ikut ambil bagian, minimal dengan mendukung dan menjaga apa yang sudah kita bangun bersama,” pungkasnya. (*)
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-23 Provinsi Kepri, menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali semangat kemaritiman dan kebersamaan. Hal ini disampaikan Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, serta Wakil Wali Kota Batam, yang juga Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.
Amsakar mengatakan, hari jadi provinsi bukan sekadar penanda usia, melainkan juga sarana menakar capaian, menyalakan semangat baru, serta mengenang perjuangan para pendahulu.
“Provinsi Kepri lahir dari semangat perjuangan, cita-cita, dan gotong royong masyarakat. Identitas kita adalah laut, dan masa depan kita adalah kemaritiman,” katanya, Rabu (24/9).
Peringatan tahun ini mengusung tema “Kepri Maju, Makmur, dan Merata.” Amsakar menilai tema tersebut merefleksikan tekad bersama dalam harmoni budaya Melayu untuk menembus gelombang zaman dengan daya saing tinggi demi kesejahteraan masyarakat.
Ia menegaskan peran Batam sebagai kota terbesar sekaligus lokomotif perekonomian Kepri. Tercatat, pertumbuhan ekonomi Batam pada 2024 mencapai 6,69 persen, melampaui angka pertumbuhan ekonomi nasional maupun provinsi.
“Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki, Batam harus mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kepri secara keseluruhan,” kata dia.
Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga semangat kebersamaan. “Mari kita bekerja keras, berinovasi, dan berdedikasi untuk mewujudkan Kepulauan Riau yang semakin maju, makmur, dan merata,” tambahnya.
Sementara itu, Li Claudia, turut menyampaikan harapannya di HUT ke-23 Kepri. Ia mengucapkan selamat dan doa agar provinsi ini semakin maju, jaya, dan sejahtera.
“Mari kita bersama menjaga persatuan dan membangun daerah tercinta demi masa depan yang lebih baik,” katanya.
Ia menambahkan, Batam akan terus berkontribusi untuk mendukung pertumbuhan Kepri dan Indonesia. “Kepri maju, makmur, dan merata,” ujar Li Claudia. (*)
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Hendri Arulan saat meninjau dapur Satuan Produksi Pangan Gizi (SPPG) yang memasok menu MBG ke Batuaji. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos
batampos – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 001 Batuaji menuai sorotan setelah menu yang disajikan kepada siswa viral di media sosial. Orang tua siswa mengeluhkan porsi makanan yang dinilai sangat sedikit dan tidak menarik.
Dalam unggahan yang beredar pada Senin (22/9), tampak satu kotak menu MBG berisi sepotong tahu goreng, sepotong daging, tiga potong kentang goreng, sedikit sayuran, satu buah pisang, dan saus sambal sachet. Unggahan itu memicu kritik warganet yang menilai sajian tersebut jauh dari cukup untuk mendukung kebutuhan gizi anak.
Menanggapi keluhan itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Hendri Arulan, turun langsung ke lapangan atas perintah Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam. Ia meninjau dapur Satuan Produksi Pangan Gizi (SPPG) yang memasok menu MBG ke Batuaji.
“Menu kentang itu sebenarnya bagian dari tes food, variasi mengganti nasi dengan kentang sebagai sumber karbohidrat. Tapi masalahnya cara masaknya kurang menarik, dan porsinya juga terlalu sedikit. Ini yang membuat anak-anak tidak berselera,” kata Hendri, Rabu (24/9).
Hendri menekankan, variasi menu sah-sah saja dilakukan, namun tidak boleh mengurangi standar takaran maupun kualitas gizi. “Kalau kentang diolah seperti crispy ala restoran cepat saji, mungkin anak-anak lebih tertarik. Tapi kalau cuma tiga potong kecil, jelas tidak cukup dibanding seporsi nasi. Wajar kalau orang tua kecewa,” tegasnya.
Ia meminta agar kepala SPPG lebih serius mengawasi produksi makanan. “Saya sampaikan, jangan sampai porsinya kurang, apalagi kalau sampai basi. Makanan MBG harus enak, bergizi, dan porsinya cukup. Itu harapan kita,” ujarnya.
Hendri juga menegaskan Disdik Batam tetap akan melakukan pemantauan dan koordinasi agar program ini berjalan baik. “Kita ingin anak-anak benar-benar mendapatkan makanan yang enak, bergizi, menarik, dan cukup porsinya. Jangan sampai ada lagi keluhan seperti ini,” pungkas Hendri.
Kepala SPPG Pandawa Batuaji, Ramadhan, mengakui menu kentang itu hanya uji coba yang hasilnya tidak sesuai rencana. Ia menyebutkan, pada malam sebelumnya tim dapur sudah menyiapkan kentang sebagai pengganti nasi. Namun, saat dicek pagi hari, hasilnya tidak sesuai ekspektasi.
“Awalnya kami prediksi harusnya bagus. Tapi saat pagi dicek, hasil masak malam itu tidak sesuai harapan. Kami tidak mungkin lagi masak dadakan untuk ribuan porsi, jadi tetap dipasang kentang itu,” ujarnya.
Ramadhan menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi agar porsi kentang dibanyakkan. Namun karena relawan dapur bekerja terburu-buru untuk mengejar target, porsi justru makin berkurang.
“Di jam pagi kami harus menangani 2.800 siswa. Relawan terburu-buru, makin siang porsinya makin sedikit. Jadi memang ada kelalaian dari sisi kami. Rencana awalnya sekadar tes food mengganti nasi dengan kentang, tapi karena hasilnya di luar ekspektasi, justru menimbulkan keluhan,” jelasnya.
Ramadhan mengakui kekurangan tersebut dan berjanji melakukan evaluasi. “Kami akan lebih teliti lagi. Ke depan tidak boleh ada porsi yang kurang atau tidak sesuai standar,” katanya.
Kapikcam MBG Batuaji, Chantika Afrilia, menilai masalah utama menu kentang itu bukan hanya pada variasi, melainkan takaran gramasi yang salah.
“Kalau anak-anak minimal 100 gram kentang per porsi, sekitar tujuh potong. Untuk orang dewasa 150–200 gram. Yang kemarin porsinya di bawah standar, jadi wajar kalau orang tua menilai tidak layak,” jelasnya.
Menurut Chantika, SPPG di Batuaji memang baru berjalan, sehingga masih ada kekeliruan dalam menghitung gramasi. “Dari sisi pengolahan sebenarnya sudah benar, hanya perhitungan gramasi yang salah. Jadi lebih ke porsi yang tidak sesuai,” tambahnya.
Ia menegaskan, minggu ini pihaknya akan mengumpulkan seluruh dapur MBG di Batuaji untuk diberikan edukasi ulang tentang standar gramasi. “Kami akan tegaskan lagi, nasi, mie, maupun kentang harus sesuai takaran. Kami juga akan memperketat pengawasan dapur agar tidak ada makanan basi dan porsinya benar-benar cukup,” tegas Chantika. (*)
batampos – PT PLN Batam berhasil meraih penghargaan Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) 2025 yang diselenggarakan oleh PT Sucofindo sebagai bagian dari IDSurvey. Ajang tingkat nasional ini memberikan apresiasi kepada 178 pelaku usaha dan 56 local hero atas inovasi mereka di bidang lingkungan dan sosial. Acara berlangsung di Jakarta Selatan dan dibuka langsung oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Diaz Hendropriyono.
Penghargaan ENSIA diberikan sebagai momentum inovasi berkelanjutan untuk menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan ekologi masa depan. Project Coordinator PROPER PT Sucofindo, Retno Suryani, menyampaikan bahwa apresiasi ini diberikan kepada para pelaku usaha yang memiliki inovasi mendukung kebijakan strategis pemerintah.
“Kita memberikan penghargaan kepada para pelaku usaha yang mempunyai inovasi untuk mendukung kebijakan strategis pemerintahan,” ujar Retno.
ENSIA (Environmental and Social Innovation Award) adalah penghargaan tingkat nasional yang digagas oleh PT Sucofindo terhadap inovasi lingkungan dan sosial. Berbeda dengan penghargaan lingkungan konvensional, ENSIA menekankan pada orisinalitas, keberlanjutan, serta keterlibatan masyarakat.
Fokusnya adalah mendorong terciptanya keseimbangan antara aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi, melalui solusi nyata seperti efisiensi energi, pengelolaan limbah, konservasi sumber daya, hingga penerapan ekonomi sirkular.
Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, menyampaikan apresiasinya atas penghargaan ini.
“Penghargaan ENSIA ini merupakan pengakuan atas komitmen PLN Batam dalam menjalankan praktik bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan sosial. Kami percaya, inovasi yang kami lakukan, mulai dari efisiensi energi, pengurangan emisi, hingga pemberdayaan masyarakat, adalah bagian penting dari perjalanan menuju target Net Zero Emission dan pencapaian SDGs Indonesia,” ungkap Kwin Fo.
Lebih lanjut, ia menambahkan Capaian ini tentu tidak lepas dari kerja keras seluruh insan PLN Batam dan dukungan para pemangku kepentingan.
“Penghargaan dari ENSIA menjadi motivasi bagi kami untuk terus menciptakan inovasi yang orisinal, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi Batam,” pungkas Kwin Fo. (*)
Ketiga terdakwa, yakni Sheqal Syahzuardi, Alpiani Abella alias Pipin, dan Panahatan Gunawan alias Ipan usai sidang di PN Batam. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos
batampos – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut 12 tahun penjara terhadap tiga terdakwa kasus penyelundupan sabu jaringan Malaysia–Batam, salah satunya adalah anggota polisi aktif di Polda Kepri.
Tuntutan dibacakan JPU Aditya Otavianm dalam sidang perkara nomor 611/Pid.Sus/2025/PN Btm di Pengadilan Negeri Batam, Rabu (24/9).
Ketiga terdakwa, yakni Sheqal Syahzuardi, Alpiani Abella alias Pipin, dan Panahatan Gunawan alias Ipan, dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
“Menuntut masing-masing terdakwa dengan pidana 12 tahun penjara, denda Rp5 miliar subsidair enam bulan, serta tetap dalam tahanan,” kata JPU Aditya di hadapan majelis hakim yang dipimpin Douglas, dengan hakim anggota Andi Bayu dan Dina Puspasari.
Kasus ini bermula dari komunikasi Sheqal dengan bandar narkoba bernama Jojo (DPO) dan pemasok sabu asal Malaysia, Gana Pati alias Benjen (DPO). Pada Februari 2025, Sheqal memesan 500 gram sabu seharga RM25 ribu yang akan dibawa masuk ke Indonesia melalui jalur laut.
Sheqal mengajak Pipin dan Panahatan bergabung. Panahatan dijanjikan upah Rp5 juta untuk membawa sabu dari Johor ke Batam.
Mereka bertolak ke Malaysia pada 1 Maret 2025 menggunakan kapal feri dari Batam Center. Setelah bertemu pemasok, sabu dikemas ke dalam popok dewasa (pempers) untuk mengelabui pemeriksaan pelabuhan.
Namun aksi itu gagal. Saat kembali ke Batam pada 5 Maret 2025, Panahatan tertangkap saat melewati X-Ray Pelabuhan Batam Center, karena mengenakan popok berisi sabu.
Dari pemeriksaan, ditemukan dua bungkus sabu dengan berat 81,41 gram dan 90,25 gram, total 171,66 gram. Hasil uji Balai POM Batam menyatakan barang itu positif metamfetamin, narkotika golongan I.
Atas tuntutan ini, penasihat hukum terdakwa menyatakan akan mengajukan pledoi (pembelaan) pada sidang berikutnya yang dijadwalkan digelar pekan depan.
Majelis hakim menutup sidang dengan agenda lanjutan pembacaan pledoi. (*)