Senin, 4 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1015

Polresta Mediasi ADOB dan KOMANDO, Kasus Bentrokan Tetap Diselidiki

0
Dua kelompok driver online bentrok di depan Hotel Utama, Lubukbaja, Minggu (12/10) dini hari.

batampos – Setelah sempat terjadi bentrokan antara dua komunitas driver ojek online (ojol), ADOB dan KOMANDO, di depan Hotel Utama, Lubukbaja, Minggu (12/10) dini hari, Polresta Barelang langsung bergerak cepat memfasilitasi pertemuan damai antara kedua pihak, Senin (13/10).

Pertemuan yang berlangsung hangat itu menjadi momen penting untuk meredam ketegangan sekaligus menyamakan persepsi. Kedua belah pihak sepakat menyudahi perselisihan dan menyerukan pentingnya menjaga situasi kondusif di tengah masyarakat.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, menegaskan bahwa Polri berkomitmen menjaga stabilitas keamanan di Batam. Ia mengaku langsung berkoordinasi dengan para ketua komunitas begitu mendengar kabar keributan di lapangan.

Baca Juga: Polisi Olah TKP Pasca Bentrokan Dua Kelompok Driver Online di Lubukbaja

“Kami menyesalkan kejadian ini dan berharap tidak terulang. Polresta akan menindaklanjuti kasus ini secara profesional untuk memberikan kepastian hukum bagi para korban,” tegas Zaenal.

Selain menempuh jalur hukum, Kapolresta juga mengimbau seluruh komunitas ojol agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial dan tidak mudah terprovokasi.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, menyampaikan bahwa penyelidikan masih berjalan. Polisi akan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti dari lokasi kejadian.

“Masih tahap awal penyelidikan. Akan kami dalami dengan memeriksa saksi dan barang bukti dari olah TKP,” ujar Debby.

Di hadapan forum, Ketua ADOB, Djefri Rajab, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang sempat mengganggu kenyamanan warga.

“Kami menyesalkan kejadian tersebut. Semoga ke depan silaturahmi dengan teman-teman dari KOMANDO bisa semakin baik,” ucap Djefri.

Hal senada disampaikan Ketua KOMANDO, Feryandi Tarigan, yang mengapresiasi langkah cepat Polresta dalam menangani insiden ini.

“Kami berharap seluruh driver online di Batam bisa bersatu dan tidak mudah terpancing. Terima kasih kepada Polresta yang sudah menjaga situasi tetap aman,” katanya.

Perwakilan komunitas lainnya juga menyerukan pentingnya verifikasi informasi sebelum disebarluaskan, khususnya di media sosial, guna mencegah gesekan antarpengemudi.

Sebagai langkah konkret, kedua komunitas sepakat untuk membuat surat pernyataan damai serta video klarifikasi bersama, sebagai bentuk komitmen menjaga perdamaian dan ketertiban di Batam. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Polresta Mediasi ADOB dan KOMANDO, Kasus Bentrokan Tetap Diselidiki pertama kali tampil pada Metropolis.

Dapur MBG Diawasi Ketat, DKPP Batam Pastikan Sayur dan Daging Bebas Bahan Kimia

0
Ilustrasi. Murid SD di Batam menikmati makanan program MBG yang dibagikan di sekolah.

batampos – Sebelum bahan pangan segar seperti sayur dan buah tersaji di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam memastikan seluruh bahan tersebut aman dari kandungan pestisida dan bahan kimia berbahaya. Pemeriksaan dilakukan menggunakan alat rapid test untuk menjamin keamanan pangan bagi anak-anak di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Mardanis, mengatakan pihaknya baru saja menerima bantuan alat rapid test dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk memperkuat pengawasan keamanan pangan tersebut.

“Pemprov Kepri memberikan satu kotak rapid test kepada DKPP Batam untuk pengecekan komoditas segar di dapur SPPG dalam program Makan Bergizi Gratis,” ujarnya, Senin (13/10).

Baca Juga: Orangtua di Tiban Keluhkan Menu MBG, Anak Dapat Jajanan Sachet dari Sekolah

Alat uji tersebut digunakan sekali pakai untuk mendeteksi kadar residu pestisida pada bahan pangan segar seperti sayur dan buah yang belum dimasak.

“Yang kita cek misalnya wortel, timun, anggur, cabai keriting, dan bawang merah. Kalau kadar residu di bawah ambang batas berarti aman, tapi kalau di atas batas hasilnya positif dan berbahaya untuk dikonsumsi,” jelasnya.

Selain pangan asal tumbuhan (PSAT) seperti sayur dan buah, DKPP juga melakukan pemeriksaan terhadap pangan asal hewan, seperti daging sapi dan daging ayam, menggunakan rapid test khusus untuk mendeteksi adanya kandungan boraks dan formalin.

“Jadi selain pestisida di sayur dan buah, daging juga kita pastikan bebas boraks maupun formalin. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan semua bahan yang masuk dapur SPPG memenuhi standar keamanan pangan,” tambahnya.

Mardanis menegaskan, pengawasan dilakukan secara berkala karena residu pestisida maupun bahan kimia berbahaya bersifat akumulatif di dalam tubuh jika dikonsumsi terus-menerus.

“Di Batam sendiri banyak petani semi organik, tapi hasilnya baru bisa memenuhi sekitar 15 persen kebutuhan. Selebihnya masih didatangkan dari luar daerah,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam juga mengimbau masyarakat untuk mencuci bahan segar menggunakan air garam atau cuka apel guna membantu melarutkan sisa pestisida sebelum dikonsumsi.

Mardanis menyebutkan, pengecekan terakhir dilakukan pada 25 September lalu oleh Wakil Gubernur Kepri bersama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Provinsi Kepri di tiga lokasi SPPG di Batam, salah satunya di Tiban Indah II.

“Dari DKPP Batam kami mendampingi, dan hasilnya semua negatif. Tapi ke depan kami akan turun lagi secara berkala guna memastikan semua bahan yang digunakan bebas dari bahan berbahaya,” ujarnya.

Langkah pengawasan ini juga sejalan dengan surat edaran Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 795/PK.03.02/D.3/10/2025 tertanggal 7 Oktober 2025 tentang Pengawasan SPPG dan Beras SPHP. Dalam surat tersebut, Bapanas meminta seluruh dinas yang membidangi urusan pangan di provinsi dan kabupaten/kota untuk memperkuat pengawasan keamanan pangan segar di dapur SPPG serta melakukan pengujian contoh pangan secara berkala.

Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam Batam juga merujuk pada surat dari Kementerian Pertanian RI melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor 22086/PK.440/F/08/2025 tertanggal 22 Agustus 2025 tentang Upaya Penguatan Penyediaan dan Penjaminan Keamanan Pangan Asal Hewan dalam Program Makan Bergizi Gratis.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, itu, pemerintah meminta dinas di daerah untuk memastikan pangan asal hewan seperti daging, telur, dan susu yang digunakan dalam program MBG diproduksi dan dipasarkan oleh unit usaha yang telah terdaftar serta memenuhi standar keamanan pangan. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Dapur MBG Diawasi Ketat, DKPP Batam Pastikan Sayur dan Daging Bebas Bahan Kimia pertama kali tampil pada Metropolis.

Reklame di JPO Masih Jadi Sorotan, Warga Minta Ditertibkan

0
Reklame yang menempel di jembatan penyeberangan orang (JPO) di Batuaji. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Penertiban papan reklame di wilayah Batuaji dan Sagulung kini hampir rampung. Hingga Senin (13/10), tim gabungan dari Satpol PP Kota Batam terus bergerak hingga ke kawasan Marina City untuk menumbangkan papan reklame berukuran besar yang dianggap melanggar aturan dan mengganggu estetika kota.

Kasatpol PP Kota Batam, Imam Tohari, sebelumnya menyebutkan bahwa penertiban di dua kecamatan tersebut sudah berjalan maksimal. Sebagian besar papan reklame di sepanjang jalan utama sudah berhasil dirobohkan, baik yang kondisinya kropos maupun yang berdiri di lokasi tanpa izin. “Kami terus melakukan penertiban secara bertahap agar wajah kota lebih tertata dan aman bagi masyarakat,” ujarnya.

Meski begitu, masih ada beberapa titik yang luput dari penertiban, salah satunya reklame yang menempel di jembatan penyeberangan orang (JPO). Padahal, keberadaan reklame di fasilitas publik tersebut menjadi sorotan masyarakat karena dianggap mengganggu pandangan pengguna jalan dan menyalahi fungsi jembatan.

“Di Batuaji dan Sagulung saja ada sekitar empat jembatan penyeberangan yang masih dipasangi reklame besar. Ini sebaiknya juga ditertibkan karena jembatan itu untuk pejalan kaki, bukan tempat pasang iklan,” ujar Mirna, warga Batuaji. Ia berharap tim penertiban segera menindaklanjuti agar penataan kota benar-benar menyeluruh.

Penertiban reklame ini merupakan bagian dari agenda besar Pemerintah Kota Batam dalam menata wajah kota dan menegakkan aturan tata ruang. Warga Batuaji dan Sagulung pun memberikan apresiasi atas langkah tegas ini, sembari berharap reklame di jembatan dan fasilitas umum lainnya juga segera dibersihkan demi kenyamanan dan keselamatan bersama. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Reklame di JPO Masih Jadi Sorotan, Warga Minta Ditertibkan pertama kali tampil pada Metropolis.

Jalan Raja Isa Bebas Banjir Jadi Prioritas, Wali Kota Pantau Langsung

0
Ruas jalan di kawasan Simpang Helm atau Jalan Raja Isa menjadi langganan banjir setiap hujan deras.

batampos – Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, meninjau langsung pengerjaan proyek drainase dan peningkatan jalan di kawasan Simpang Jalan Raja Isa atau simpang Helm dan di dekat RS Elizabeth, Batam Center, Senin (13/10). Kawasan tersebut diketahui kerap dilanda banjir saat hujan deras melanda.

Dia memastikan seluruh kegiatan pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kota Batam dan BP Batam berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Hari ini saya meninjau beberapa titik kegiatan yang dilakukan oleh Pemko Batam dan BP Batam. Tujuannya untuk memastikan semuanya berjalan sesuai dengan schedule yang ditetapkan,” katanya.

Baca Juga: Simpang Raja Isa Kerap Banjir, Dinas Bina Marga Bakal Tinggikan Jalan

Selain memastikan progres fisik, Amsakar juga menginginkan sinkronisasi antara perencanaan dan kondisi di lapangan. “Kami ingin melihat perencanaan itu dengan kondisi riil yang dilakukan. Alhamdulillah semuanya berjalan sesuai dengan yang direncanakan,” tambahnya.

Dalam tinjauan tersebut, ia juga menyoroti sejumlah persoalan teknis yang masih perlu penanganan lebih lanjut, seperti titik genangan dan kemacetan di sekitar simpang. Ia menyebut, BP Batam telah membangun saluran drainase dengan dimensi box culvert 5×2 meter guna mengurangi potensi banjir.

“Selain itu, elevasi bahu jalan juga dinaikkan sekitar satu meter agar aliran air lebih lancar,” ujarnya.

Amsakar berharap proyek tersebut dapat rampung sesuai target pada akhir tahun ini. “Mudah-mudahan bila semuanya selesai, masyarakat dan pengguna jalan bisa lebih aman dan nyaman. Ini yang ingin kita persembahkan untuk masyarakat Batam,” tambahnya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Jalan Raja Isa Bebas Banjir Jadi Prioritas, Wali Kota Pantau Langsung pertama kali tampil pada Metropolis.

Sampah Berserakan Usai Road Race Bupati Bintan Cup di Bandar Seri Bentan

0
Sampah
Sampah berserakan di dalam dan luar drainase sehari setelah acara Road Race Bupati Bintan Cup 2025 di Bandar Seri Bentan, Senin (13/10). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Ajang Road Race Bupati Bintan Cup 2025 yang digelar di Kompleks Perkantoran Bupati Bintan, Bandar Seri Bentan pada Minggu (12/10), berlangsung meriah dan sukses menarik ribuan penonton.

Namun, usai acara berakhir, lokasi kegiatan justru dipenuhi tumpukan sampah yang ditinggalkan warga.

Pantauan di lapangan pada Senin (13/10) sekitar pukul 11.39 WIB menunjukkan masih banyak sampah plastik, bungkus makanan, botol, dan gelas minuman berserakan di beberapa titik area lintasan balap.

Sejumlah petugas kebersihan tampak bekerja keras mengumpulkan sampah yang berserakan dan menumpuknya di beberapa titik.

Sebagian sudah dimasukkan ke dalam kantong plastik hitam besar, namun masih ada yang tercecer di drainase dan sekitar tribun penonton.

Padahal, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bintan sebelumnya sudah menyiapkan bak amrol dan fasilitas pembuangan sampah di lokasi kegiatan.

“Dari pagi kami sudah bersihkan, dua lori sudah angkut sampah,” ujar seorang petugas kebersihan yang enggan disebutkan namanya.

Ia mengaku pembersihan sempat dihentikan sementara pada pukul 11.30 WIB untuk istirahat, dan dilanjutkan kembali setelah pukul 13.00 WIB.

“Memang luar biasa banyaknya sampah yang ditinggalkan warga,” katanya.

Sementara itu, Kepala DLH Bintan, Niken Wulandari, membenarkan bahwa volume sampah usai event balap meningkat signifikan.
“Dari kemarin sore Satgas kami sudah bergerak. Pembersihan dilanjutkan pagi ini dan sudah dua truk sampah diangkut,” ujar Niken, Senin (13/10).

Ia mengatakan proses pembersihan dilakukan bertahap agar area perkantoran kembali bersih dan tertata. “Mudah-mudahan besok sudah selesai, lingkungan bisa kembali bersih seperti semula,” harapnya.

DLH Bintan juga mengimbau masyarakat agar lebih sadar menjaga kebersihan setiap kali menghadiri kegiatan publik. “Kesadaran bersama penting, agar setiap event besar tidak meninggalkan jejak sampah,” tambahnya. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Sampah Berserakan Usai Road Race Bupati Bintan Cup di Bandar Seri Bentan pertama kali tampil pada Kepri.

Pakai Seragam Polisi, Tipu Calon Bintara, Gio Tambunan Dibui 18 Bulan Penjara

0
Gio Penni Tambunan usai sidang di PN Batam. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Bermodalkan seragam polisi dan janji manis bisa meluluskan calon siswa Bintara Polri, Gio Penni Tambunan akhirnya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di meja hijau. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam menjatuhkan vonis 1 tahun 6 bulan penjara terhadap pria yang terbukti melakukan penipuan bermodus “jalur dalam” penerimaan Bintara tahun 2024.

Sidang pembacaan putusan digelar di ruang sidang utama PN Batam, Senin (13/10), dipimpin oleh Hakim Ketua Welly didampingi hakim anggota Veriandi dan Rinaldi. Dalam amar putusannya, majelis menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 378 KUHP tentang penipuan.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Gio Penni Tambunan dengan hukuman penjara selama satu tahun enam bulan dan menetapkan terdakwa tetap ditahan,” tegas Hakim Welly.

Baca Juga: Tipu Calon Bintara Polri, Jaksa Tuntut Gio Penni 2 Tahun Penjara

Dalam dakwaan jaksa, Gio menipu korban Brijen Royjen Siburian dengan menjanjikan anaknya, Mariot Syahputra, bisa lolos seleksi Bintara Polri. Demi menyakinkan, terdakwa mengaku sebagai anggota aktif Polda Kepri dan kerap tampil menggunakan seragam polisi.

Pertemuan pertama antara terdakwa dan korban terjadi di sebuah warung tuak kawasan Bukit Permata, Simpang Barelang, setelah dikenalkan oleh kerabat. Percaya dengan pengakuan Gio, korban menyerahkan uang secara bertahap hingga mencapai Rp280 juta, termasuk Rp10 juta yang disebut sebagai biaya bimbingan belajar.

Namun, alih-alih lulus seleksi, anak korban dinyatakan tidak lolos. Uang yang telah diserahkan juga tak kunjung kembali. Dalam persidangan, jaksa mengungkapkan bahwa seluruh dana digunakan terdakwa untuk kepentingan pribadi, termasuk bermain judi online.

Baca Juga: Ipda GT Masih Berstatus Anggota Aktif, Polda Kepri Fokus ke Pidana

“Perbuatan terdakwa memenuhi unsur penipuan dengan ancaman maksimal empat tahun penjara,” ujar JPU Martua.

Sementara itu, saksi dari Polda Kepri, Rizki Ikhsan Fadillah Mahza, menegaskan bahwa seleksi penerimaan Bintara tidak dipungut biaya dan tidak bisa dimanipulasi. Ia membenarkan bahwa terdakwa memang berdinas di Direktorat Binmas, namun tidak memiliki wewenang dalam proses seleksi.

“Anak korban ikut seleksi secara resmi, tapi nilainya di bawah kuota, jadi tidak lulus,” jelas Rizki di hadapan majelis hakim.

Korban sendiri mengaku sempat percaya karena terdakwa tampil meyakinkan, bahkan mengadakan latihan fisik dan simulasi ujian yang disebut bagian dari “bimbingan masuk Polri”.

“Awalnya saya yakin karena dia pakai seragam polisi dan bicaranya seperti orang dalam. Tapi ternyata semua bohong,” kata Brijen usai sidang.

Baik jaksa maupun pihak terdakwa masih diberikan waktu tujuh hari untuk menyatakan menerima atau mengajukan banding atas vonis tersebut. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Pakai Seragam Polisi, Tipu Calon Bintara, Gio Tambunan Dibui 18 Bulan Penjara pertama kali tampil pada Metropolis.

Kasus Dokter Diduga Depresi di RSUD Tarempa Kini Ditangani BKPSDM Anambas

0
BKPSDM Anambas
Kantor BKPSDM Kabupaten Anambas. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Kasus dugaan depresi yang dialami seorang dokter umum berinisial Ev di RSUD Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, kini resmi ditangani oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) setempat.

Kasus ini menjadi sorotan publik lantaran menyangkut pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien.

Dokter Ev sebelumnya telah dibebastugaskan selama sekitar 1,5 tahun terakhir, karena dikhawatirkan kondisi emosionalnya dapat membahayakan pasien.

Dari laporan internal, dokter tersebut diduga mengalami gejala depresi dan sering menunjukkan perilaku tidak stabil di tempat kerja, seperti melamun dan marah-marah tanpa sebab jelas.

Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi, Penilaian Kinerja, dan Penghargaan BKPSDM Anambas, Dony Warjianto, membenarkan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus untuk menangani kasus ini.

“Tim pemeriksa terdiri dari unsur BKPSDM, Inspektorat, Dinas Kesehatan, dan manajemen RSUD Tarempa,” kata Dony kepada Batam Pos, Senin (13/10).

Namun hingga kini, pemeriksaan belum bisa dilakukan karena dokter Ev masih berada di luar Anambas.

“Terakhir, yang bersangkutan mengirimkan surat keterangan sakit dari RS Awal Bros Batam. Jadi kami menunggu dia pulang untuk pemeriksaan,” ujar Dony.

Dari hasil investigasi sementara, dokter Ev tercatat tidak masuk kerja selama 60 hari pada periode Januari–Juni 2025. Jumlah itu tergolong pelanggaran berat berdasarkan aturan kepegawaian.

Sementara itu, Direktur RSUD Tarempa Rini Gumalasari menyebut dokter Ev sudah dibebastugaskan sejak 1,5 tahun lalu karena alasan kesehatan mental.

“Pembinaan internal sudah dilakukan, namun kondisinya tidak kunjung membaik,” ujarnya.

BKPSDM juga telah menerima hasil sidang kode etik RSUD Tarempa yang digelar pada 1 September 2025 lalu, berisi rekomendasi pemberhentian dokter Ev dari jabatannya.

“Surat dari RSUD kami terima hari ini, dan Dinas Kesehatan juga mengirim surat tertanggal 11 Oktober dengan rekomendasi yang sama,” jelas Dony.

Meski begitu, BKPSDM belum menerima laporan masyarakat terkait pasien yang menjadi korban selama dokter Ev bertugas.
“Belum ada laporan dari masyarakat, mudah-mudahan memang tidak ada,” katanya.

Dony memastikan pemeriksaan akan dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur.

“Kami akan memproses dengan objektif agar publik mengetahui hasil akhirnya,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Kasus Dokter Diduga Depresi di RSUD Tarempa Kini Ditangani BKPSDM Anambas pertama kali tampil pada Kepri.

Terungkap! Mobil Wuling Terparkir 3 Bulan di Bintan Center Ternyata Hasil Curian

0
Wuling Misterius
Kondisi mobil Wuling BP 1834 FT yang terparkir berbulan-bulan di Jalan Bintan Center Tanjungpinang, Kamis (9/10). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Sebuah mobil SUV Wuling warna putih yang terparkir berbulan-bulan di bahu Jalan Bintan Center (Bincen), Kota Tanjungpinang, akhirnya terungkap merupakan hasil tindak kejahatan pencurian kendaraan bermotor.

Mobil tersebut diketahui milik AS (inisial), warga Tiban, Kota Batam, yang kehilangan kendaraannya di parkiran One Mall Batam pada 29 Desember 2024. Kasus kehilangan itu telah dilaporkan ke Polsek Batam Kota sejak akhir tahun lalu.

“Mobil tersebut hilang di parkiran One Mall Batam. Jadi kejadiannya hampir setahun yang lalu. Saat ini mobilnya sudah dibawa ke Polsek Batam Kota,” ujar Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol Hamam Wahyudi, Senin (13/10).

Hamam menjelaskan, terungkapnya kasus ini berawal dari laporan masyarakat mengenai mobil putih yang terparkir terlalu lama di tepi jalan dan mencurigakan karena tidak pernah dipindahkan.

“Setelah ditelusuri, ternyata mobil yang terparkir berbulan-bulan di Jalan Bincen tersebut adalah hasil kejahatan,” jelasnya.

Polisi yang mendatangi lokasi kemudian melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kendaraan itu. Dari dalam mobil, petugas menemukan dua kunci dan satu STNK, yang menjadi petunjuk awal dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

“Kita akan kembangkan dari petunjuk yang ada. Untuk pelaku kejahatan, kami bantu Polsek Batam Kota melakukan pencarian di wilayah Tanjungpinang,” sambung Hamam.

Warga sekitar mengaku mobil tersebut telah terparkir tak terurus sekitar tiga bulan dan sering mengganggu arus lalu lintas, terutama di area u-turn yang digunakan pengendara untuk berputar arah.

“Mobil itu bikin susah lewat karena posisinya dekat putaran. Sudah lama juga nggak dipindah-pindah,” ujar salah satu warga sekitar. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Terungkap! Mobil Wuling Terparkir 3 Bulan di Bintan Center Ternyata Hasil Curian pertama kali tampil pada Kepri.

Upacara Penuh Makna, Kapolsek Batuaji Tanamkan Nilai Kamtibmas di SMA Negeri 23

0
Kapolsek Batuaji, AKP Raden Bimo Dwi Lambang Wijaya saat menjadi Pembina Upacara di SMA Negeri 23 Batu Aji, Senin (13/10) pagi. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Kapolsek Batuaji, AKP Raden Bimo Dwi Lambang Wijaya, ajak para pelajar untuk menjauhi narkoba dan berperan aktif menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Pesan itu disampaikan saat dirinya menjadi Pembina Upacara di SMA Negeri 23 Batu Aji, Senin (13/10) pagi.

Dalam amanatnya, Kapolsek menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari pengaruh negatif. Ia meminta para siswa agar fokus pada pendidikan dan menjauhi hal-hal yang dapat merusak masa depan, termasuk narkoba dan pergaulan bebas.

“Sekali terjerumus narkoba, akan sulit untuk keluar. Jauhi narkoba dan hal-hal yang tidak bermanfaat. Kalian adalah generasi penerus bangsa yang harus menjaga diri dan lingkungan dari pengaruh buruk,” tegas AKP Raden Bimo di hadapan ratusan siswa.

Selain memberikan pesan moral, Kapolsek juga mengingatkan pentingnya disiplin dan rasa tanggung jawab sebagai bagian dari karakter pelajar. Ia berharap siswa SMA Negeri 23 dapat menjadi contoh dalam menjaga ketertiban di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggalnya.

Upacara bendera yang berlangsung di halaman sekolah tersebut diikuti oleh para guru, staf, dan seluruh siswa. Kapolsek juga menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan dalam membentuk karakter generasi muda yang kuat dan berakhlak. “Kamtibmas yang kondusif bisa terwujud kalau semua pihak ikut berperan. Mulailah dari hal kecil, seperti disiplin dan menghormati sesama,” ujarnya.

Kepala Sekolah SMA Negeri 23, Sarimin Adang, mengapresiasi langkah Polsek Batuaji yang aktif memberikan pembinaan kepada pelajar. Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi sarana efektif menanamkan nilai kedisiplinan dan kesadaran hukum di kalangan siswa.

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 08.15 WIB itu ditutup dengan doa bersama dan sesi foto antara Kapolsek, guru, dan siswa. Seluruh rangkaian berjalan aman dan tertib, mencerminkan semangat kebersamaan antara kepolisian dan dunia pendidikan dalam menjaga Kamtibmas di wilayah Batuaji. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Upacara Penuh Makna, Kapolsek Batuaji Tanamkan Nilai Kamtibmas di SMA Negeri 23 pertama kali tampil pada Metropolis.

Biznet Rayakan 25 Tahun, Fokus Perluas Jaringan Digital hingga Seluruh Batam dan Kepri

0
Vice President Biznet I Gede Novrada Budiarta memaparkan perkembangan Biznet selama 25 tahun. f. Eusebius Sara

batampos— Memasuki usia 25 tahun, Biznet semakin mempertegas komitmennya dalam memperluas jaringan digital di seluruh Indonesia, termasuk wilayah Kepulauan Riau (Kepri). Sebagai salah satu pelopor layanan Internet berkecepatan tinggi, Biznet terus menghadirkan inovasi dan infrastruktur modern untuk menjembatani kesenjangan digital antarwilayah.

President Director Biznet Adi Kusma menyampaikan, perjalanan seperempat abad Biznet bukan hanya soal membangun jaringan, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas. “Kami ingin seluruh masyarakat di Indonesia, termasuk wilayah kepulauan, bisa menikmati layanan Internet cepat dan stabil. Inovasi dan pemerataan akses menjadi komitmen kami,” ujarnya.

Langkah besar Biznet diwujudkan melalui pembangunan jaringan kabel fiber optik bawah laut di Pulau Jawa yang menghubungkan Jakarta, Cirebon, Semarang, dan Surabaya. Infrastruktur ini menjadi bagian dari proyek Biznet Nusantara Cable System-2 (BNCS-2) yang nantinya akan menghubungkan Pulau Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi.

Vice President Biznet I Gede Novrada Budiarta menegaskan, wilayah Kepri menjadi fokus pengembangan berikutnya. “Kami sedang melakukan survei untuk ekspansi jaringan di seluruh Kepri. Di Batam sendiri, kami sudah menyiapkan tiga jalur berbeda yang mengelilingi seluruh pulau. Hanya tinggal menunggu waktu sampai semua area tercover jaringan Biznet,” ujarnya.

BACA JUGA: Pelni Sediakan Layanan Seawifi, Penumpang Kini Bisa Internetan di Kapal

Sementara itu, Norwin Tanu, Regional Manager Biznet, mengungkapkan penetrasi pengguna Biznet di Batam sudah mencapai lebih dari 20 persen. “Angka ini menunjukkan kepercayaan masyarakat Batam terhadap layanan kami sangat baik. Ke depan, fokus kami adalah membuat seluruh kelurahan di Batam terjangkau layanan Biznet,” jelasnya.

Norwin menambahkan, Biznet memiliki sembilan kantor cabang di Batam untuk memperkuat pelayanan dan kedekatan dengan pelanggan. “Kami ingin memastikan ketika pelanggan mengalami gangguan, tanggapan kami cepat. Kami juga menyiapkan sistem back-up yang memadai agar layanan Internet tetap andal kapan pun dibutuhkan,” katanya.

Selain fokus ekspansi di Kepri, Biznet juga terus berkomitmen pada tanggung jawab sosial melalui pemberian akses Internet gratis bagi masyarakat sekitar area Biznet MarinePOP di berbagai daerah. Program ini menjadi wujud nyata pemerataan akses digital di Indonesia.

Adi Kusma menutup dengan menyampaikan apresiasi kepada pelanggan dan mitra yang telah mendukung perjalanan Biznet selama 25 tahun. “Dukungan masyarakat adalah energi kami untuk terus berinovasi. Biznet akan selalu hadir dengan layanan dan infrastruktur terbaik demi masa depan digital Indonesia,” ujarnya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Biznet Rayakan 25 Tahun, Fokus Perluas Jaringan Digital hingga Seluruh Batam dan Kepri pertama kali tampil pada Metropolis.