batampos — BP Batam melalui Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait, merespons cepat keluhan warga Perumahan Fantasy Residence terkait persoalan air, Kamis (25/9/2025).
Ariastuty menegaskan bahwa BP Batam bersama PT ABH segera memasang gate valve sebagai solusi awal guna mengatur tekanan air di kawasan sekitar perumahan tersebut.
Dengan harapan, aliran air yang menuju rumah-rumah warga bisa kembali lancar.
“Saya meminta ABH segera melakukan evaluasi pendistribusian air ke Perumahan Fantasy. Tim teknis dan mitra kami akan bekerja maksimal agar persoalan ini segera terselesaikan,” ujar Ariastuty.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa BP Batam melalui Badan Usaha SPAM dan Fasling bersama PT ABH akan berkoordinasi untuk melakukan evaluasi menyeluruh.
Termasuk memberikan solusi jangka panjang agar permasalahan air di perumahan tersebut bisa terselesaikan.
“Satu minggu ini akan kita tes terlebih dulu. Karena wilayah yang terdampak merupakan kawasan dengan elevasi tinggi,” tambahnya.
Ia juga menegaskan komitmen BP Batam untuk terus hadir mendengar aspirasi masyarakat dan memastikan pemenuhan kebutuhan dasar. Khususnya akses air bersih, agar dapat terpenuhi demi meningkatkan kualitas hidup warga Batam.
“Permasalahan air memang menjadi salah satu prioritas. Sehingga penyelesaiannya pun saya minta untuk segera ditangani,” pungkasnya. (*)
Ilustrasi. Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembinaan terhadap mitra konsorsium pengelola Bandara Internasional Hang Nadim. Langkah ini menyusul lambannya progres pengembangan bandara yang menjadi salah satu proyek strategis nasional (PSN) di Kota Batam.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja konsorsium tengah dilakukan. Bahkan, persoalan ini juga akan dibahas bersama Menteri Investasi dalam waktu dekat untuk mencari solusi terbaik.
“Salah satu opsi yang kami pertimbangkan, jika ada anggota konsorsium yang memutuskan keluar, maka bisa digantikan oleh BUMN lain. Atau BP Batam sendiri menambah porsi kepemilikan saham,” ujar Amsakar, Jumat (26/9).
Namun demikian, Amsakar menegaskan bahwa persoalan utamanya bukan pada struktur kepemilikan, melainkan pada peran dan kewajiban masing-masing pihak dalam konsorsium. Ia mengaku telah menginstruksikan Deputi BP Batam untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap hambatan yang menghambat percepatan proyek bandara.
“Persoalan mendasarnya adalah bagaimana tiap pihak menjalankan peran dan tanggung jawab sesuai kesepakatan,” katanya.
Amsakar juga mengungkapkan bahwa Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) saat ini tengah melakukan audit terhadap proyek pengembangan Bandara Hang Nadim untuk mengidentifikasi secara objektif kendala di lapangan.
Tak hanya itu, informasi yang diterima BP Batam menunjukkan adanya anggota konsorsium yang dinilai belum cukup cakap dalam menjalankan peran pengelolaan proyek. Kondisi ini, kata Amsakar, menjadi perhatian serius agar proyek tidak terbengkalai.
“Hang Nadim ini adalah pintu gerbang utama Batam dan Kepri. Pengembangannya harus profesional, agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya. (*)
Tumpukan sampah menggunung di Bengkong Sadai. Foto. M. Sya’ban/ batampos.co.id
batampos – Tumpukan sampah menggunung di Bengkong Sadai, Kota Batam, menuai keluhan warga. Meski berada sekitar 100 meter dari jalan utama, bau menyengat yang ditimbulkan tetap mengganggu aktivitas masyarakat di sekitarnya.
Pantauan Batam Pos, sampah tersebut menumpuk tidak jauh dari pusat perbelanjaan Top 100 Bengkong. Lokasi itu bukan tempat pembuangan sampah (TPS) resmi, namun sudah lama dijadikan titik pembuangan liar. Keberadaan sampah di sana juga dinilai sebagai bentuk kelalaian pihak terkait dalam mengawasi wilayah rawan pembuangan ilegal.
Dalam pantauan itu, terlihat pula mobil dinas pengangkut sampah milik Kecamatan Bengkong yang membuang sekaligus mengangkut sampah dari lokasi tersebut. Kondisi ini semakin memperkuat dugaan bahwa area itu sudah dijadikan titik pembuangan sampah.
“Setiap lewat sini baunya menusuk hidung, apalagi kalau siang hari. Kami jadi tidak nyaman,” ujar Yulia, warga Bengkong Sadai, Sabtu (27/9).
Keluhan senada juga disampaikan Fauzan, warga lainnya. Ia khawatir jika kondisi tersebut dibiarkan, bisa berdampak buruk bagi kesehatan. “Kalau hujan, air larian dari tumpukan sampah ini masuk ke jalan. Selain jorok, bisa membawa penyakit,” ucapnya.
Camat Bengkong, Fairus R. Batubara, saat dikonfirmasi tidak menampik persoalan tersebut. Menurutnya, sesuai tugas dan fungsi, pihak kecamatan hanya bertanggung jawab mengangkut sampah dari sumbernya, yakni pemukiman warga, ke bin container di TPS resmi yang berada di jalur menuju Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Teluk Tering.
“Untuk pengangkutan sampah dari TPS ke TPA, itu menjadi tugas dan fungsi Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Jadi bila ditanyakan soal TPS, sebaiknya ditujukan ke DLH Kota Batam,” kata Fairus.
Warga berharap persoalan ini segera ditangani agar tidak semakin meresahkan dan menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan maupun kesehatan di kawasan padat penduduk tersebut. (*)
DUKUNGAN: Program Mandiri Peduli Sekolah digelar serentak di 27 sekolah pada 12 kantor wilayah Bank Mandiri pada Sabtu (27/9) di seluruh Indonesia.
batampos – Selama 27 tahun hadir dalam semangat “Sinergi Majukan Negeri”, Bank Mandiri kembali menegaskan peran sebagai mitra strategis Pemerintah dalam mencetak generasi emas Indonesia. Konsistensi ini diwujudkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Mandiri Peduli Sekolah untuk menghadirkan lingkungan belajar yang layak, aman, dan inspiratif bagi para pelajar di Tanah Air.
Sebagai langkah konkret, mengawali bulan Oktober 2025, Bank Mandiri Region I/Sumatera 1 akan memperkuat sarana dan prasarana di 2 (dua) sekolah Kota Batam dan Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. Renovasi meliputi pengecatan ruang kelas, peremajaan fasilitas belajar, serta penyediaan pojok baca di tiap sekolah. Secara nasional, Mandiri Peduli Sekolah dilaksanakan di 27 sekolah dasar hingga menengah yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Regional CEO Bank Mandiri Region I/Sumatera 1 I Gede Raka Arimbawa mengatakan, kehadiran ini menjadi bukti konsistensi Bank Mandiri dalam mendukung lahirnya generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
“Selama lebih dari dua dekade hadir di tengah masyarakat, kami percaya pendidikan adalah kunci utama untuk mencetak generasi emas Indonesia. Melalui program Mandiri Peduli Sekolah, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang nyaman dan layak, agar semangat anak-anak dalam meraih cita-cita terus tumbuh,” ujarnya dalam keterangan resminya, Sabtu (27/9).
Uniknya, pada inisiatif tahun ini, setiap pojok baca akan diisi dengan koleksi buku hasil donasi karyawan Bank Mandiri atau Mandirian. Kehadiran Mandiri Peduli Sekolah sekaligus menjadi wujud nyata kepedulian Bank Mandiri dalam mendukung tercapainya prioritas Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam membangun masa depan generasi muda Indonesia.
“Dengan semangat sinergi majukan negeri, kami meyakini pendidikan adalah pondasi utama untuk menciptakan generasi yang berkarakter, percaya diri, dan mampu berkontribusi untuk bangsa, sekaligus mendorong peningkatan kualitas manusia Indonesia secara keseluruhan,” ungkapnya.
Bank Mandiri menyasar sekolah-sekolah yang masih dalam proses peningkatan kualitas fasilitas belajar, sehingga dukungan yang diberikan dapat dirasakan secara optimal. Kondisi ini, kata dia, mencakup ruang kelas dengan ventilasi dan pencahayaan terbatas, laboratorium dan perpustakaan yang masih digabung, hingga fasilitas sanitasi yang membutuhkan perbaikan.
Bank Mandiri berharap melalui dukungan tersebut proses belajar mengajar di sekolah-sekolah dapat berlangsung lebih nyaman dan efektif. Adapun, kick off program Mandiri Peduli Sekolah digelar serentak di 27 sekolah pada 12 kantor wilayah Bank Mandiri pada Sabtu (27/9) di seluruh Indonesia, dengan SDN 12 Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu dan SDN 015 Sagulung, Kota Batam, sebagai salah satu titik pelaksanaan.
Ia menegaskan, program ini tidak berhenti pada seremoni, melainkan dilanjutkan dengan pendampingan dan pemeliharaan fasilitas sekolah secara berkelanjutan.
“Langkah ini menjadi bagian dari kontribusi Bank Mandiri dalam mendukung program pemerintah membangun pendidikan yang lebih merata dan berkualitas,” ungkapnya.
Lebih lanjut, program Mandiri Peduli Sekolah ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya dalam misi membangun sumber daya manusia unggul melalui peningkatan akses dan kualitas pendidikan. Dengan menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak, Bank Mandiri menegaskan dukungannya terhadap lahirnya generasi emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
“Bagi Bank Mandiri, keberlangsungan program ini tidak lepas dari sinergi dengan pemerintah dan kontribusi aktif karyawan. Kolaborasi ini akan terus kami perkuat sebagai bagian dari strategi perseroan untuk menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembangunan generasi muda yang unggul,” pungkasnya.
Tentang Bank Mandiri
Bank Mandiri merupakan salah satu bank terkemuka di Indonesia dengan layanan finansial kepada nasabah yang meliputi segmen usaha Corporate, International Banking, Hubungan Kelembagaan, Commercial, Micro & SME, dan Consumer Banking. Bank Mandiri Group sebagai konglomerasi keuangan yang lengkap menyediakan bermacam produk dan jasa serta mendukung bisnis utamanya yaitu: Mandiri Sekuritas (jasa dan layanan pasar modal), Bank Syariah Indonesia (perbankan syariah), Bank Mandiri Taspen (perbankan UMKM & pensiunan), AXA-Mandiri Financial Services (asuransi jiwa), Mandiri Tunas Finance, Mandiri Utama Finance (jasa pembiayaan), Mandiri International Remittance (remitansi), Mandiri Europe (treasury & financial institution), dan Mandiri Capital Indonesia (pembiayaan modal ventura). Melalui kolaborasi ini, seluruh anggota grup keuangan Mandiri Group memiliki kinerja solid dan menjadi pemain utama di segmen bisnis masing-masing.
Dalam ekspansi bisnis, Bank Mandiri terus mengembangkan layanan dan produk perbankan digital yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan nasabah. Kopra by Mandiri merupakan solusi digital bagi perusahaan yang menyatukan para pebisnis besar sampai pelaku usaha kecil menengah dalam suatu ekosistem dalam single access ekosistem yang sangat mudah dan solutif seperti layanan Cash Management, Forex, Trade & Guarantee, Supply Chain Management, Virtual Account sampai solusi keuangan terintegrasi berbasis Application Programming Interface (API).
Sedangkan layanan digital retail meliputi aplikasi Livin’ by Mandiri untuk nasabah perorangan, serta Livin’ Merchant yang dirancang untuk membantu pelaku usaha dalam mengelola penjualan dan pembayaran khususnya UMKM, lalu kartu prabayar Mandiri e-money, dan layanan informasi berbasis kecerdasan buatan Mandiri Intelligent Assistant (MITA) pada akun resmi WhatsApp Bank Mandiri di +62 811-84-14000.
Hingga Juni 2025, jaringan Bank Mandiri telah tersebar di seluruh Indonesia meliputi 2.159 Kantor Cabang. Layanan distribusi Bank Mandiri juga dilengkapi dengan 12.971 unit ATM, 307.332 Electronic Data Capture (EDC) serta jaringan e-banking yang meliputi Livin’ by Mandiri dan Kopra By Mandiri,, SMS Banking dan Call Center 14000.
Adapun terkait kantor luar negeri, Bank Mandiri memiliki 7 kantor luar negeri yang tersebar di berbagai negara termasuk financial hub ekonomi dunia. Rinciannya, Singapura, Hong Kong, Shanghai (China), Cayman Islands, London (UK), Malaysia, dan Timor-Leste.
Informasi detail tentang Bank Mandiri bisa diakses melalui www.bankmandiri.co.id. (*)
batampos – Aksi massa terjadi di kawasan Seilekop, Sagulung, Jumat (26/9), dari sebuah unggahan video warganet terlihat sejumlah warga mendatangi rumah seorang guru ngaji atau ustaz yang diduga melakukan tindak kekerasan seksual terhadap sejumlah murid perempuannya.
Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul, membenarkan adanya insiden penyerangan rumah tersebut. Polisi yang mendapat laporan langsung bergerak cepat ke lokasi untuk mengendalikan situasi agar tidak semakin memanas.
“Benar, ada peristiwa penyerangan rumah warga yang juga seorang ustaz. Anggota kami segera mengamankan lokasi kejadian untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Iptu Husnul saat dikonfirmasi, Sabtu (27/9).
Menurutnya, pihak kepolisian juga telah mengamankan terduga pelaku beserta sejumlah barang bukti yang terkait dengan kasus dugaan kekerasan seksual tersebut. Beberapa saksi sudah diperiksa guna memperkuat proses penyelidikan.
“Untuk terduga pelaku sudah kami amankan begitu juga dengan barang bukti juga telah kami kantongi, dan sejumlah saksi sudah dimintai keterangan. Saat ini kasus masih dalam tahap penyelidikan, mohon bersabar dahulu,” jelasnya.
Lebih lanjut, Iptu Husnul menyebutkan bahwa jumlah korban tidak hanya satu orang. Polisi juga memastikan para korban mendapat pendampingan dan penanganan lebih lanjut.
“Informasi sementara, korban lebih dari satu orang. Mereka mendapat pendampingan dan penanganan sesuai prosedur,” katanya.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak berwenang. Pihaknya menegaskan akan menindaklanjuti dugaan tindak pidana tersebut sesuai dengan hukum. (*)
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Hendri Arulan menyerahkan seragam gratis kepada siswa di salah satu SD di Kecamatan Sekupang. Foto. Dinas Pendidikan Kota Batam untuk Batam Pos
batampos – Program seragam sekolah gratis untuk murid baru SD dan SMP di Kota Batam tuntas seluruhnya. Hingga September 2025, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam mencatat distribusi sudah rampung 100 persen ke sekolah-sekolah negeri maupun swasta.
Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan, melalui Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD), Yusal, memastikan penyaluran seragam berjalan lancar.
“Untuk seragam sudah selesai. Baik sekolah negeri dan swasta seragam sudah didistribusikan,” ujar Yusal di kantornya, Jumat (26/9).
Ia menyebut, proses distribusi relatif tanpa hambatan. Hanya di wilayah hinterland yang membutuhkan waktu lebih lama karena akses transportasi.
“Kalau di pulau seperti Karas memang agak menantang. Tapi semua sudah teratasi. Kalau ada ukuran tidak sesuai, penyedia kami minta segera mengganti agar seragam benar-benar bisa dipakai anak-anak,” jelasnya.
Program ini memberikan dua stel seragam untuk murid baru kelas 1 SD dan kelas 7 SMP, yakni seragam nasional lengkap dengan atributnya serta seragam kurung Melayu sebagai identitas budaya lokal.
Tahun ini, Pemko Batam menyiapkan 105.670 stel seragam untuk 52.835 murid baru. Rinciannya, 13.215 murid SD negeri, 13.119 murid SD swasta, 14.539 murid SMP negeri, dan 11.962 murid SMP swasta.
“Program ini adalah bentuk komitmen pemerintah agar semua siswa punya kesempatan yang sama untuk tampil percaya diri di sekolah, sekaligus meringankan beban orang tua,” tutupnya. (*)
batampos – Unit Reskrim Polsek Bengkong menangkap HS, warga Windsor, Lubuk Baja. Pria 32 tahun ini mencuri motor di Bengkong Permai dengan merusak kunci ganda dan rantai motor menggunakan obeng.
Kanit Reskrim Polsek Bengkong Iptu Apriadi mengatakan pencurian ini dilakukan pelaku pada Senin (22/9) dini hari. Pelaku membawa kabur motor Honda Beat yang diparkirkan di garasi rumah korban. “Motor tersebut sudah dikunci ganda menggunakan rantai besi. Saat korban keluar rumah, pengaman ditemukan dalam kondisi rusak,” ujarnya.
Dari pengakuan pelaku, ia beraksi bersama rekannya berinisial A. Mereka sudah beraksi sebanyak 2 kali dengan mematahkan stang serta merusak kunci pengaman motor. “Motor curian ini hendak dipakai. Karena pelaku baru putus bekerja, dan sekarang menganggur,” kata Apriadi.
Selain pelaku, polisi turut mengamankan barang bukti motor korban dan kunci pengaman motor yang dirusak pelaku. “Kita masih melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap rekan pelaku,” ungkap Apriadi.
Sementara Kapolsek Bengkong Iptu Yuli Endra mengatakan pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan melakukan penindakan tegas terhadap tindak kriminalitas, khususnya kasus curanmor yang meresahkan masyarakat. “Kami imbau warga untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dengan menggunakan pengamanan ganda serta memarkirkan kendaraan di tempat yang aman dan terpantau,” ujarnya.
Atas perbuatannya, HS dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. (*)
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes pol Zahwani Pandra Arsyad. F. Humas Polda Kepri
batampos– Perkara pidana yang menjerat tersangka Gordon S kini bergulir di pengadilan. Polda Kepri memastikan proses hukum berjalan transparan dan sesuai mekanisme yang berlaku.
Kabidhumas Polda Kepri, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, mengatakan perkara tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan majelis hakim untuk menilai dan memutus. Kepolisian, kata dia, tetap menghormati jalannya persidangan.
“Perkara ini sudah memasuki tahap persidangan. Biarlah proses hukum yang menentukan,” ujar Pandra, Jumat (26/9).
Di sisi lain, Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Kepri juga menangani laporan pengaduan yang disampaikan kuasa hukum Gordon S. Laporan itu berkaitan dengan dugaan ketidakprofesionalan penyidik dalam penanganan kasus.
Menurut Pandra, laporan tersebut sedang diproses sesuai aturan internal Polri. “Proses pengaduan di Propam berjalan sesuai mekanisme yang berlaku,” tegasnya.
Polda Kepri, lanjutnya, berkomitmen memastikan setiap perkara ditangani secara transparan, profesional, dan berlandaskan hukum. Hal ini penting agar masyarakat tidak ragu terhadap integritas proses penegakan hukum.
Ia mengingatkan semua pihak untuk bersabar menunggu jalannya proses hukum, baik yang berlangsung di pengadilan maupun di internal kepolisian. Setiap laporan, kata Pandra, akan diproses sesuai aturan yang ada.
“Polda Kepri menjamin bahwa setiap penanganan perkara dilakukan secara akuntabel. Kami mengajak seluruh pihak menghargai proses hukum yang sedang berjalan,” jelasnya.
Pandra juga menambahkan, pengawasan berlapis di tubuh Polri menjadi bagian penting dalam memastikan profesionalitas penyidik. “Kami menjamin transparansi dan akuntabilitas tetap dijaga,” katanya.
Dengan begitu, Polda Kepri berharap masyarakat dapat melihat bahwa proses hukum terhadap tersangka GS berjalan secara terbuka dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. (*)
batampos – Jalan kawasan Bengkong khususnya dari arah Ocarina dan Bengkong Sarmen dipenuhi ceceran tanah. Tanah ini berasal dari aktivitas truk pengangkut tanpa menggunakan terpal.
Taufik, warga Bengkong Sadai mengatakan jalanan tersebut saat siang hari sangat berdebu. Sedangkan saat cuaca hujan berlumpur. “Debunya parah, karena tanah yang berserakan dijalan itu banyak. Jadinya pengendara motor menghirup debu sepanjang jalan,” katanya.
Selain debu, aktivitas truk tanah ini juga membuat jalan di kawasan rusak. Di jalan Bengkong Sarmen terdapat jalan berlubang dan bergelombang. “Jalan pun sudah banyak yang rusak. Ini harus ada perhatian atau tindakan dari pihak yang berwenang,” katanya.
Kabid Angkutan Jalan Dishub Kota Batam, Syafrul Bahri mengatakan pihaknya sudah kerap melakukan imbauan kepada pihak perusahaan atau sopir truk tanah tersebut. “Kita langsung datangi dan minta perusahaan untuk membersihkan jalan yang banyak tanahnya,” ujarnya.
Syafrul mengaku tak bisa menindak truk ini secara langsung. Pihaknya hanya bisa menindak melalui razia KIR. “Penindakan lewat razia KIR saja. Di jalan bukan wewenang kita,” katanya.
Sebelumnya, Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo mengatakan pihaknya tidak bisa menindak truk berdasarkan jam operasional. Sebab, hingga saat ini aturan jam operasional truk belum ditentukan. “Jam operasional truk ini tidak ada, itu di Dishub dan BP Batam. Kami nindak jika sudah ada regulasinya,” ujarnya.
Afid menjelaskan dengan tidak adanya aturan jam operasional, pihaknya hanya bisa menindak truk yang Over Dimension Overloading (ODOL). Seperti truk yang mengangkut tanah melebihi kapasitas.
Pihaknya juga menekankan penggunaan terpal, penggunaan lajur kiri ketika bermuatan dan berjalan dengan kecepatan rendah atau pelan. “Bagi pelanggaran yang menimbulkan fatalitas kecelakaan, kita lakukan upaya penegakkan hukum melaui ETLE mobile,” tutupnya. (*)
batampos– Unit Reskrim Polsek Bengkong menangkap HS, warga Windsor, Lubuk Baja. Pria 32 tahun ini mencuri motor di Bengkong Permai dengan merusak kunci ganda dan rantai motor menggunakan obeng.
Kanit Reskrim Polsek Bengkong Iptu Apriadi mengatakan pencurian ini dilakukan pelaku pada Senin (22/9) dini hari. Pelaku membawa kabur motor Honda Beat yang diparkirkan di garasi rumah korban.
“Motor tersebut sudah dikunci ganda menggunakan rantai besi. Saat korban keluar rumah, pengaman ditemukan dalam kondisi rusak,” ujarnya.
Dari pengakuan pelaku, ia beraksi bersama rekannya berinisial A. Mereka sudah beraksi sebanyak 2 kali dengan mematahkan stang serta merusak kunci pengaman motor.
“Motor curian ini hendak dipakai. Karena pelaku baru putus bekerja atau PHK, dan sekarang menganggur,” kata Apriadi.
Selain pelaku, polisi turut mengamankan barang bukti motor korban dan kunci pengaman motor yang dirusak pelaku.
“Kita masih melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap rekan pelaku,” ungkap Apriadi.
Sementara Kapolsek Bengkong Iptu Yuli Endra mengatakan pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan melakukan penindakan tegas terhadap tindak kriminalitas, khususnya kasus curanmor yang meresahkan masyarakat.
“Kami imbau warga untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dengan menggunakan pengamanan ganda serta memarkirkan kendaraan di tempat yang aman dan terpantau,” ujarnya.
Atas perbuatannya, HS dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. (*)