Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10225

Lagi, TKA Tiongkok di Batam Positif Covid-19

0

batampos.co.id – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam merilis penambahan satu orang pasien terkonfirmasi positif, Rabu (24/6). Adapun satu orang pasien terkonfirmasi positif tersebut seorang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok. Dengan penambahan ini, jumlah pasien positif Covid-19 di Batam mencapai 213 orang.

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam Muhammad Rudi mengungkapkan pasien tersebut seorang laki-laki berinisial YG, usia 37 tahun. “TKA ini bekerja di salah satu pabrik plastik di kawasan industri Kabil,” kata Rudi dalam siaran persnya, Rabu (24/6).

Selama di Batam, lanjut Rudi, ia tinggal di mess perusahaan yang terletak di Kawasan Kabil, Jalan Raya Telaga Punggur, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam. Ia teridentifikasi sebagai pasien nomor 213 Kota Batam.

Pasien tersebut juga diketahui merupakan teman satu negara dengan pasien nomor 204 Kota Batam, dan tinggal satu mess namun berbeda kamar. Ia tinggal di lokasi tersebut sejak awal bulan Februari 2020.

Sebelumnya, seorang tenaga kerja asing (TKA) dan turis asing di Batam terkonfirmasi positif Covid-19. Data ini merupakan hasil pemeriksaan swab oleh Tim analis BTKLPP Batam dan Laboratorium Prodia Batam, berdasarkan temuan kasus baru di Kota Batam.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam Muhammad Rudi menyampaikan TKA yang positif Covid-19, seorang laki-laki berinisial Tn.ZGK, usia 34 tahun. TKA ini bekerja di perusahaan di kawasan Kabil. Ia tingga di mess perusahaan yang terletak di kawasan Kabil, Jalan Raya Telaga Punggur, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam. Merupakan kasus baru Covid-19 nomor 204 Kota Batam.

“Tenaga Kerja Asing (TKA) dari RRT di salah satu pabrik plastik di kawasan Industri Kabil dan sudah tinggal di lokasi tersebut sejak awal bulan Februari 2020,” jelas Rudi.(*/uma)

Warga Batam Gunakan Air Dengan Bijak Ya, Ini Caranya….

0

batampos.co.id – Masyarakat Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, ternyata paling boros dalam menggunakan air dibandingkan warga di wilayah Indonesia lainnya.

Manajer Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan Badan Pengusahaan (BP), Hajad Widagdo, mengatakan, air yang gunakan masyarakat Kota Batam rata-rata 200 liter/orang/hari.

“Sedangkan di perkotaan lain hanya 144 liter/orang/hari. Kenapa kita boros, inilah yang menjadi fokus kita dan meminta masyarakat untuk hemat menggunakan air,” jelasnya, Kamis (25/6/2020).

Infografis aliibenk/batampos.co.id

Menurutnya, air merupakan modal utama untuk masyarakat. Terlebih bagi Batam yang merupakan kota industri dan tidak memiliki sumber mata air dari tanah.

“Untuk itu perlu dilakukan penghematan dalam penggunaan air dengan berbagai cara,” jelasnya.

Salah satunya dengan menggunakan shower untuk mandi, mencuci mobil dengan menggunakan ember dan banyak hal-hal kecil yang berpengaruh terhadap penggunaan air secara hemat.

“Juga memperhatikan kebocoran yang ada, sehingga tidak ada air yang terbuang begitu saja tanpa digunakan sesuai kepentingan,” tuturnya.(esa/adv)

Pasien OTG Covid-19 Bisa Bawa Virus Korona Selama 45 Hari

0

batampos.co.id – Pasien tanpa gejala atau Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19 tak merasakan dirinya sakit seperti demam, batuk, atau sesak napas seperti gejala infeksi virus Korona. Tapi, OTG bisa menularkan virus Korona kepada orang lain yang rentan seperti lansia atau mereka yang punya penyakit komorbit. Bahkan, seorang OTG bisa membawa virus itu di dalam dirinya dan melepaskan virus kepada siapa saja selama 45 hari.

Dilansir dari AsiaOne, Selasa (23/6), menurut sebuah penelitian terbaru di Tiongkok, OTG bisa melepaskan virus lebih lama dibandingkan mereka yang memiliki gejala. OTG disebut sebagai penyebar virus diam-diam.

“Munculnya penyebar diam-diam inilah yang menyebabkan kesulitan dalam pengendalian epidemi,” tulis para peneliti yang dipimpin oleh Huang Ailong dari Universitas Kedokteran Chongqing, dalam makalah di Nature Medicine.

Tim Huang menemukan bahwa durasi rata-rata pelepasan virus di antara 37 pasien tanpa gejala dalam penelitian Chongqing adalah selama 19 hari. Durasi itu sepertiga lebih lama dari pasien dengan gejala ringan.

Bahkan, dalam satu kasus, seorang pasien OTG bisa melepaskan atau menularkan virus selama 45 hari. Viral shedding ini mengacu pada pelepasan virus di lingkungan, termasuk di udara dan di permukaan.

Tetapi Huang berusaha menenangkan, bahwa virus yang dilepaskan oleh OTG tidak serta merta menyebabkan infeksi pada orang lain.

Studi ini juga menemukan bahwa pasien OTG memiliki tingkat antibodi yang lebih rendah daripada mereka yang memiliki gejala. Semua pasien memiliki antibodi yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh untuk menghentikan virus menginfeksi sel. Tetapi pasien OTG hanya memiliki 15 persen antibodi daripada mereka yang memiliki gejala.

Ditemukan bahwa lebih dari 40 persen pasien tanpa gejala tidak lagi memiliki antibodi bahkan sebelum mereka keluar dari rumah sakit. “Individu tanpa gejala memiliki respons kekebalan yang lebih lemah,” kata para peneliti.

Temuan tersebut membuat masyarakat harus lebih konsisten dalam melaksanakan jarak sosial, kebersihan, isolasi kelompok berisiko tinggi, dan pengujian. Jutaan orang telah terinfeksi Covid-19 dan ratusan ribu telah meninggal dunia di seluruh dunia.

Dalam penelitian Chongqing, pasien tanpa gejala terdiri lebih dari 20 persen dari 180 pasien, yang semuanya berasal dari distrik Wanzhou. Pasien-pasien itu tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit mulai dari saat mereka dites positif hingga terbebas dari penyakit.

Tantangan penelitian tentang penularan tanpa gejala adalah bahwa beberapa pasien mungkin terinfeksi tapi tidak memiliki gejala saat ini. Bisa jadi nanti di kemudian hari baru merasakan gejalanya. Maka pasien-pasien ini dapat memiliki masa inkubasi yang sangat panjang, dan beberapa bisa menjadi sangat menular sebelum timbulnya gejala menurut beberapa penelitian.

Masih belum pasti apakah pasien tanpa gejala dapat menginfeksi orang lain secara mutlak. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan awal bulan ini bahwa hal itu masih terus diteliti.(jpg)

Nasib Kredit di Tengah Pandemi Virus Corona

0

Sebuah hal yang sudah diprediksi banyak pihak, bahwa Virus Corona atau Covid-19 disebut akan menjadi tamu tak diundang dan tamu yang ditakuti di Indonesia. Dan benar adanya, pada Senin 2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan ada dua orang Indonesia positif terjangkit virus Corona yakni perempuan berusia 31 tahun dan ibu berusia 64 tahun.

Hal tersebut tentunya menggambarkan bagaimana nyawa Indonesia di antara ancaman kesejahteraan rakyatnya dalam segala sektor, terutama perekonomian. Dengan merebaknya virus corona di Indonesia menjadikan gerak langkah masyarakat menjadi terbatas untuk bisa melakukan aktivitas dan memperoleh pundi-pundi uang.

Hal ini ditandai pada saat pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memperkecil kemungkinan penyebaran virus corona di Indonesia. Sebenarnya dampak PSBB tersebut terjadi kepada semua pihak, terutama sektor usaha besar hingga kecil. Pemutus Hubungan Kerja (PHK) terjadi di perusahaan besar yang mengakibatkan tingkat pengangguran di Indonesia semakin meningkat. Begitu pula sektor usaha kecil seperti rumah makan dan pedagang kecil.

Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) yang turut pula menjadi terdampak adanya virus corona. Mengakibatkan Sepinya pembeli sehingga membuat pendapatan menurun. Ditambah lagi beberapa pekerja dan pelaku usaha yang memiliki kredit terhadap Bank atau lembaga keuangan. Kurangnya pendapatan di masa pandemi mengakibatkan para peminjam (Debitur) mengalami kemacetan kredit.

Kemacetan kredit tentunya akan menjadikan bank atau lembaga keuangan lainnya mengalami kerugian. Dikutip dari Suara.com, menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Heru Kristiyana “Dalam pantauan kami memang secara NPL (Non Performing Loan/rasio kredit bermasalah) sudah mulai ada sedikit kenaikan, yaitu dari 2,77 persen pada bulan Mei menjadi 2,89 persen pada posisi saat ini”.

Pandemi merupakan pelaku yang juga mempunyai andil di dalam kenaikan ini. Tentunya para debitur yang hanya mampu memenuhi kebutuhan pokoknya saja tidak akan mampu melanjutkan kredit yang dimiliki.

Jaminan yang diberikan bisa menjadi bahan lelang jika debitur sudah tak mampu membayar kreditnya. Jika hal ini terjadi, Debitur akan mengalami kerugian karena kehilangan seluruh aset jaminannya. Di antara keduanya juga harus ada jembatan yang memberikan Win-win Solution. Win-win solution akan menjadi hal yang diperlukan keduanya. Dengan mencari solusi terbaik Bank tidak akan mengalami kerugian, begitu juga dengan Debitur.

Raja Calvina Izumi, Mahasiswi PKN STAN

Sebenarnya ada sedikit hal yang mesti dibahas terkait lelang yang dilakukan pihak Bank atau Lembaga Keuangan. Jika hasil lelang sepenuhnya berada di tangan Bank/Lembaga Keuangan dan negara. Tidak ada sisa yang kembali ke debitur, padahal aset yang dijaminkan melebihi nilai utang. Akan lebih baik lagi jika debitur mengalami kemacetan dalam membayar kreditnya, pihak Bank atau lembaga keuangan yang berhasil melelang jaminan, memberikan sisa lelang dari jumlah utang yang dipinjam.

Hal ini akan membuat jalan tengah agar pihak bank atau lembaga keuangan tidak mengalami kerugian dan peminjam tidak sepenuhnya harus rugi. Namun yang menjadi inti pembahasan atau solusi terbaik dari pembahasan “ Nasib Kredit di tengah Pandemi Virus Corona” adalah bagaimana pihak bank atau lembaga keuangan memberikan restrukturisasi berupa penurunan suku bunga atau perpanjangan kredit untuk debitur.
Jelas bahwa ini tidak sesuai kesepakatan awal, tapi dengan kebijakan restrukturisasi ini akan meringankan debitur membayar pinjamannya. Setidaknya pihak Bank atau Lembaga Keuangan tidak mengalami kerugian penuh karena debitur yang akhirnya macet dalam melakukan kreditnya.

Dikutip dari Bisnis.com, Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jawa Tengah sudah pula melakukan kebijakan restrukturisasi di tengah Pandemi ini. Dengan menyediakan sistem informasi dan nomor aduan restrukturisasi. Hal ini bertujuan memecahkan masalah kemacetan kredit ditengah pandemi virus Corona. Dengan tetap menyeleksi siapa yang berhak mendapatkan, agar pihak-pihak yang tidak sepantasnya mendapatkan, tidak menerima restrukturisasi ini. Sejak diluncurkan hingga 16 April 2020, tercatat sudah ada 72.699 nasabah di Jateng yang disetujui pengajuan restrukturisasi kreditnya.

Banyak faktor yang harus dikaji dari terjadinya kemacetan kredit ini. Banyak debitur melakukan kredit bukan untuk memenuhi gaya hidup yang mewah melainkan untuk perpanjangan usahanya atau istilah lebih kejinya ialah perpanjangan hidupnya. Maka dari itu, kemacetan kredit ini juga bisa menjadi koreksi bagi pemerintah Indonesia untuk terus memberikan kebijakan terbaik bagi kesejahteraan rakyatnya seperti halnya menerapkan restrukturisasi.(*)

Pasar Tos 3000 Ditata Ulang pada 29 Juni 2020

0

batampos.co.id – Penataan pasar Tos 3000 akan dilakukan Pemko Batam pada Senin (29/6/2020) mendatang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Gustian Riau mengatakan, pada pekan ini akan dilakukan sosialisasi terlebih dulu.

“Penataan ini kita mau betul-betul selesai. Maka jadwal awal semula 22 (Juni), kita geser tanggal 29 (Juni). Minggu ini adalah masa sosialisasi ke masyarakat,” kata Gustian, Selasa (23/6/2020).

Ia mengatakan, lapak pedagang akan dibuat berjarak. Tujuannya agar sesuai dengan protokol kesehatan antara lain terkait physical distancing.

Sejumlah tenda biru yang menjual baju dan perabotan seken dari Singapura menghiasi di depan pasar Tos 3000, Jodoh, Lubukbaja. Foto Dokumentasi batampos.co.id

“Penataan ini memang kita mau benahi agar sesuai protokol kesehatan. Sekarang pengelola sudah tata sendiri, jalan yang diperbesar, antar pedagang masih dekat, kita tidak bisa seperti itu,” kata dia.

Selain itu nanti juga akan ditentukan satu titik sebagai jalan masuk dan akan disediakan sarana cuci tangan. Pengaturannya akan dilaksanakan oleh tim Dinas Perhubungan.

“40 pasar yang ada di Batam sudah berlakukan itu, tinggal Tos 3000,” ujarnya.(*/esa)

Lagi, Kasus Positif Covid-19 Tambah 1.113 Orang

0

batampos.co.id – Sudah dua pekan, kasus Covid-19 harian di tanah air rata-rata hampir mencapai seribu kasus atau lebih dalam sehari. Dan hari ini, Rabu (24/6), kasus harian Covid-19 bertambah sebanyak 1.113 orang. Sehingga total orang yang terinfeksi Covid-19 sudah sebanyak 49.009.

Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto mengingatkan pentingnya selalu menerapkan protokol kesehatan. Memakai masker, menjaga jarak, dan rajin cuci tangan dengan sabun adalah kunci mencegah penularan.

“Jadikan ini kebiasaan kehidupan yang baru. Lindungi anak-anak kita, orang tua kita. Kita bisa jadi agen perubahan di keluarga. Kami yakin apabila ini disiplin dan berkomitmen maka akan memutuskan rantai penularan lebih baik lagi. Ini jadi modal kita untuk bisa produktif dengan ubah kebiasaan agar lebih aman,” tegasnya dalam konferensi pers, Rabu (24/6).

Pemeriksaan secara masif terus dilakukan hingga memeriksa 21.233 spesimen dalam 24 jam terakhir. Sehingga total sudah ada 689.492 spesimen yang diperiksa.

Sebaran kasus positif di 5 provinsi terbanyak di antaranya Jawa Timur 183 kasus, 80 sembuh. DKI Jakarta 157 kasus, 94 sembuh. Sulawesi Selatan 132 kasus, 39 sembuh. Maluku Utara 95 kasus, 6 sembuh. Kalimantan Selatan 90 kasus, 15 sembuh.

“Ada 18 provinsi dengan kasus varu di bawah 10. Dan 5 provinsi tak ada kasus sama sekali,” jelas Yurianto.

Daftar provinsi dengan pasien sembuh lebih banyak daripada kasus baru di antaranya Kalimantan Timur, Gorontalo, Sumatera Barat, Lampung, Jogjakarta, Papua Barat, Bangka Belitung, Bengkulu, dan Kalimantan Barat. Ada tambahan 417 pasien sembuh sehingga totalnya sudah sebanyak 19.658 orang sembuh. Angka kematian bertambah 38 jiwa sehingga menjadi 2.573 kasus kematian.

Ada 443 kabupaten kota terdampak. Dan 36.648 Orang Dalam Pemantauan (ODP). Dan 13.069 Pasien Dalam Pengawasan (PDP).(jpg)

Cegah Penyebaran Covid-19, Pemko Batam Bagikan Pelindung Wajah Kepada Para Pedagang dan Masyarakat

0

batampos.co.id – Tim patroli Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam membagikan pelindung wajah atau face shield kepada para pedagang guna mencegah penyebaran Covid-19.

Kepala Satpol PP Kota Batam, Salim, mengatakan, pihaknya memprioritaskan pembagian pelindung wajah kepada para pedagang karena dinilai rentan terpapar Covid-19.

“Pedagang inikan berinteraksi langsung dengan orang banyak,” jelasnya, Rabu (24/6/2020).

Pembagian lanjutnya diberikan kepada para pedagang yang beraktivitas di pasar SP Plaza, Fanindo Sagulung, Perumnas Sagulung dan Aviri.

“Kita juga bagikan kepada beberapa pembeli,” jelasnya.

Ia mengatakan pelindung wajah tersebut merupakan bentuk kepedulian dari Yamaha Batam Centre bersama Pemko Batam untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Batam.

Personel Satpol PP memberikan pelindung wajah kepada salah satu pedagang. Foto: Media Center Pemko Batam

“Total ada 2 ribu face shield yang diberikan Yamaha dan 204 di antaranya dibagikan kepada tim patroli Covid-19 Kota Batam,” jelasnya.

Terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Ditpam BP Batam, Dinas Perhubungan, serta organisasi perangkat daerah terkait.

Saat pembagian pihaknya juga mengingatkan kepada masyarakat untuk terus mengikuti imbauan pemerintah terkait protokol kesehatan.

Karena lanjutnya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 diperlukan dukungan dan kesadaran dari semua pihak.

“Kita juga mengingatkan mereka untuk menggunakan masker, jaga jarak, mencuci tangan atau hand sanitizer, olahraga teratur dan makan bergizi,” jelasnya.

Salim mengatakan, setiap hari tim patroli melakukan pemantauan di semua pasar dan tempat-tempat keramaian lainnya di Kota Batam.(esa)

Hujan Buatan, Air di Dam Duriangkang Naik 37 Sentimeter

0

batampos.co.id – Hingga hari ke 13 dilakukannya hujan buatan oleh Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam, tinggi air di Dam Duriangkang naik signifikan.

Koordinator Lapangan TMC Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Sutrisno, mengatakan, saat ini air di Dam Duriangkang naik setinggi 37 sentimeter.

“Secara keseluruhan semua Dam di Batam mengalami kenaikan,” katanya, Rabu (24/6/2020).

Ia menjelaskan tim TMC bersama BMKG terus melakukan briefing untuk mengamati awan yang dapat disemai flare hygroskopic ICE chrystal atau biasa dikenal dengan kembang api.

“Dalam briefing kita akan menentukan target wilayah dan awan yang akan disemai,” tuturnya.

Dam Duriangkang. Foto: batampos.co.id/Dalil Harahap

Ia menjelaskan keberhasilan TMC juga sangat ditentukan oleh arah angin. Sehingga kata dia, apabila awan sudah berpindah atau tidak berada di atas waduk, penyemaian akan ditunda.

Menurutnya, dalam sehari pihaknnya penerbangan yang dilakukan tim TMC untuk menyemai awan hanya dua kali.

Sutrisno menjelaskan, dalam satu kali penerbangan untuk menyemai awan pihaknya memerlukan waktu sekitar satu jam lebih.

“Pelaksanaan (penerbangan,red) hanya bisa dilakukan sampai jam 5 sore,” katanya.

Total tim TMC yang bertugas untuk membuat hujan buatan di Batam berjumlah 13 orang.

Ia juga menjelaskan, kenaikan elevasi air dam-dam di Kota Batam saat dilakukan TMC diharapkan dapat digunakan hingga datangnya musim penghujan.(esa)

Pelaksanaan UTBK SBMPTN 2020 Berubah, Berikut Penjelasannya

0

batampos.co.id – Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) menegaskan bahwa ada perubahan dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2020. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah adanya penyebaran Covid-19.

Ketua LTMPT Mohammad Nasih menjelaskan, berkaitan dengan perubahan penyelenggaraan UTBK 2020 di maksudkan untuk melindungi dan menjaga kesehatan serta keselamatan seluruh pihak yang terlibat.

“Ini menjadi prioritas utama kami utamakan sehat dan utamakan selamat, itu benar-benar menjadi konsen kami,” terang dia melalui telekonferensi pers pelaksanaan UTBK 2020 pada kondisi normal baru, Rabu (24/6).

Berikut beberapa perubahan yang ada dalam UTBK 2020, antara lain:

1. Hanya akan ada satu mata ujian saja yang diadakan dalam satu hari, yaitu tes potensi skolastik (TPS). Di mana disediakan waktu pengerjaan tes selama 105 menit atau 1 jam 45 menit.

“Berkaitan dengan pengurangan mata ujian ini juga pasti akan mengurangi waktu yang dibutuhkan, kalau tahun lalu hingga 3 jam untuk berada di kelas mengerjakan TPS maupun TKA (tes kemampuan akademik), tahun ini cukup 1 jam 45 menit mengerjakan soal TPS. Ini berarti akan mengurangi potensi untuk adanya teraksi atau kontak antar peserta,” terang dia.

2. UTBK dilaksanakan 2 sesi per hari, di mana sesi 1 akan berlangsung pada pukul 09.00 – 11.15 waktu setempat. Untuk sesi dua akan dilaksanakan pada pukul 14.00 – 16.15 waktu setempat.

“UTBK hanya dilaksanakan dalam dua sesi setiap hari, kenapa lebih dari 105 menit ya karena peserta harus ada proses awal termasuk harus latihan, harus ada pemeriksaan kesehata, sehingga memang ada persiapan yang dibutuhkan, sehingga meskipun nanti ujiannya adalah pukul 10 tapi peserta harus ada di kelas jam 9,” ujarnya.

3. Peserta yang sudah mendapatkan jadwal tes akan dilakukan penyesuaian, seperti di sesi 2 dan 4 akan dilakukan penjadwalan ulang. Sedangkan, untuk sesi 1 dan 3 akan ada pengunduran waktu.

“Sesi 1 dan 3 itu akan ada pengunduran waktu dari sesi mereka, para peserta yang mendapatkan tes sesi 1 dan 3 akan ada perubahan waktu, yang tadinya jam 7 menjadi jam 9, demikian juga untuk kawan-kawan para peserta yang berada di sesi 3, itu harus ikut di sesi kedua dengan kita mulai pukul 14,” jelas Nasih.

“Sementara kawan-kawan yang mendapatkan sesi 2 dan 4, akan kita lakukan penjadwalan ulang dengan beberapa ketentuan,” sambungnya.

4. Tes berlangsung dalam dua tahap, gelombang pertama akan dilaksanakan pada 5 hingga 14 Juli 2020. Untuk gelombang dua akan berlangsung pada 20 sampai 29 Juli 2020.

5. Pengumuman UTBK akan diundur, yang sebelumnya dijadwalkan 25 Juli 2020, sekarang menjadi 20 Agustus 2020.

6. Bagi peserta yang berada di luar provinsi dan kabupaten/kota serta tidak dapat hadir ke lokasi Pusat UTBK, maka akan difasilitasi tempat untuk menyelenggarakan tes bersama dengan Mitra UTBK Tambahan di masing-masing wilayah dengan menggandeng SMA/SMK yang sudah memenuhi syarat penyelenggaraan tes.

“Kalau sudah ada di lokasi oke, tapi bagi kawan-kawan yang sekarang masih ada di daerah masing-masing, tenang saja kami akan segera menyiapkan agar kalian semua bisa mengikuti UTBK di daerah masing-masing, di mana kawan-kawan tidak mungkin keluar dari daerah tersebut,” ucapnya.

7. Untuk penjadwalan ulang dan relokasi tes akan diinformasikan melalui saluran informasi resmi kepada para peserta UTBK.

8. Para peserta pun diharuskan untuk login ke website LTMPT untuk mencetak Kartu Tanda Peserta Baru. (jpg)

Siswa di Malaysia Kembali ke Sekolah Mulai Hari Ini

0

batampos.co.id – Kementerian Pendidikan (KPM) Malaysia telah mengumumkan bahwa sekolah akan dibuka kembali pada Rabu 24 Juni 2020 yang melibatkan siswa kelas 5 dan 6 yang akan mengikuti ujian publik yaitu Sertifikat Pendidikan Malaysia (SPM), Sertifikat Kejuruan Malaysia (SVM), Sertifikat Sekolah Tinggi Malaysia (STPM), Sertifikat Agama Tinggi Malaysia (STAM) dan ujian setara internasional.

“Untuk tujuan ini KPM telah mengubah Periode Sekolah 2020 untuk membantu sekolah merencanakan pengajaran dan pembelajaran siswa,” ujar Menteri Pertahanan Malaysia, Datuk Seri Ismail Yaakob dalam jumpa pers pelaksanaan Perintah Kawalan Pergerakan Pemulihan (PKPP) dalam membendung COVID-19 di Putrajaya, Selasa.

Amandemen tersebut melibatkan libur jangka menengah kedua yang dikurangi dari sembilan (9) hari menjadi lima (5) hari untuk sekolah-sekolah Grup A (Johor, Kedah, Kelantan dan Terengganu) dan Grup B (Malaka, Negeri Sembilan, Pahang, Perak, Perlis , Penang, Sabah, Sarawak, Selangor, Wilayah Federal Kuala Lumpur, Wilayah Federal Labuan dan Wilayah Federal Putrajaya).

Selain itu, liburan akhir tahun untuk sekolah-sekolah di Grup A berkurang dari 42 hari menjadi 14 hari sementara sekolah-sekolah di Grup B berkurang dari 41 hari menjadi 13 hari.

“Oleh karena itu, jumlah hari sekolah tatap muka pada amandemen Periode Sekolah 2020 adalah 168 hari untuk semua sekolah,” katanya.

Sedangkan jumlah hari “home schooling” selama periode PKP, PKP Bersyarat dan PKPP adalah 56 hari untuk sekolah domestik Grup A dan jumlah hari home schooling dan untuk sekolah domestik Grup B adalah 55 hari.

“Jumlah hari belajar di rumah ini hanya untuk siswa tingkatan 5 dan 6 sedangkan untuk siswa lain tergantung pada kapan mereka kembali ke sekolah,” katanya.

Sementara itu Sekolah Indonesia Kuala Lumpur akan memulai ajaran baru 2020/2021 pada 13 Juli 2020. (antara)