batampos – Bulan September 2025 segera tiba. Masyarakat Indonesia kembali mendapat kesempatan menikmati hari libur nasional sekaligus libur panjang akhir pekan.
Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025, hanya ada satu hari libur nasional di bulan September. Libur tersebut jatuh pada Jumat, 5 September 2025, untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Karena bertepatan dengan akhir pekan, masyarakat bisa menikmati libur panjang selama tiga hari berturut-turut, mulai Jumat hingga Minggu (5–7 September 2025).
Libur panjang ini dapat dimanfaatkan untuk beristirahat, berlibur singkat, hingga menghabiskan waktu bersama keluarga atau kerabat.
Selain itu, momen libur panjang juga diyakini mampu menggerakkan perekonomian lewat ramainya kunjungan masyarakat ke tempat hiburan maupun destinasi wisata.
Setelah September, libur panjang kembali hadir di bulan Desember 2025. Momen itu jatuh pada 25 Desember untuk memperingati Hari Raya Natal yang ditetapkan sebagai hari libur nasional sekaligus cuti bersama. (*)
batampos – Polres Metro Jakarta Timur terus memburu pelaku penjarahan rumah politisi PAN sekaligus artis Uya Kuya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur.
Penjarahan itu terjadi pada Sabtu (30/8) malam dan terekam dalam sejumlah video yang beredar di media sosial.
“Benar, semua yang ada di video penjarahan rumah Uya Kuya akan dicari,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dicky Fertoffan, saat dikonfirmasi, Minggu (31/8).
Dicky menyebut sejauh ini polisi telah menangkap sembilan orang yang diduga terlibat dalam aksi penjarahan. Dari tangan para pelaku, turut diamankan sejumlah barang bukti berupa perabotan rumah tangga yang diambil dari kediaman Uya Kuya.
“Barang-barang yang ada di TKP, kurang lebih beberapa perabotan,” pungkasnya.
Kasus penjarahan rumah Uya Kuya menjadi sorotan publik setelah kediaman anggota DPR RI itu diserbu massa.
Peristiwa ini terjadi tak lama setelah Uya Kuya ramai diperbincangkan usai videonya berjoget di Gedung DPR/MPR viral berbarengan dengan isu kenaikan tunjangan DPR RI.
Uya sebelumnya telah memberikan klarifikasi bahwa aksi joget tersebut tidak ada kaitannya dengan tunjangan DPR. Ia menyebut joget dilakukan untuk menghargai musisi yang tampil setelah acara resmi selesai.
Selain itu, Uya juga membantah kabar hoax di media sosial yang menyebut dirinya hanya berpenghasilan Rp 10 juta sebagai artis lalu dibandingkan dengan gaji dan tunjangan DPR. Meski sudah memberikan klarifikasi, kemarahan massa tetap memuncak hingga berujung penjarahan rumah mewahnya. (*)
Bruno Fernandes pimpin Manchester United raih kemenangan dramatis 3-2 atas Burnley. (dok. Premier League)
batampos – Manchester United akhirnya meraih kemenangan perdana di Liga Inggris musim 2025/2026. Dalam laga pekan ketiga di Old Trafford, Sabtu (30/8) malam WIB, Setan Merah menundukkan Burnley dengan skor tipis 3-2.
Kemenangan MU hadir lewat drama. Sempat unggul dua kali lebih dulu, tim asuhan Ruben Amorim harus melihat Burnley mampu menyamakan kedudukan. Gol bunuh diri lawan dan eksekusi penalti Bruno Fernandes di masa injury time akhirnya memastikan tiga poin pertama bagi United musim ini.
Sejak awal laga, MU tampil agresif. Matheus Cunha membuka peluang lewat tendangan jarak jauh yang ditepis Martin Dubravka, sementara Bryan Mbeumo juga beberapa kali mengancam gawang Burnley. United sempat mengajukan klaim penalti usai Mason Mount terjatuh dalam duel dengan Kyle Walker, namun wasit tidak menggubris.
Gol pertama MU lahir di menit ke-28 dari situasi bola mati. Umpan bebas Bruno Fernandes disambut tandukan Casemiro mengenai mistar, lalu bola memantul ke tubuh Josh Cullen hingga masuk ke gawang. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Burnley meningkatkan intensitas serangan dan berhasil menyamakan kedudukan lewat Lyle Foster di menit ke-55. Namun dua menit kemudian, MU kembali unggul melalui skema serangan cepat yang dituntaskan Mbeumo menjadi gol. Skor berubah 2-1.
Burnley tak menyerah. Jaidon Anthony memanfaatkan kemelut sepak pojok untuk mencetak gol di menit ke-66 dan membuat skor kembali imbang 2-2. Pertandingan semakin terbuka dengan kedua tim saling menekan.
Ketegangan mencapai puncak di masa injury time. Amad Diallo dijatuhkan di kotak terlarang dan wasit menunjuk titik putih usai meninjau VAR. Bruno Fernandes yang sempat gagal di laga kontra Fulham, kali ini sukses menaklukkan Dubravka. MU menang dramatis 3-2.
Kemenangan ini membuat Ruben Amorim bisa sedikit bernapas lega setelah dua laga awal tanpa kemenangan. MU kini naik ke posisi kesembilan klasemen sementara dengan empat poin. Sedangkan Burnley menempati peringkat ke-11 dengan tiga angka. (*)
Sejumlah kendaraan yang akan melakukan penjemputan melintas di pintu kedatangan Bandara Hang Nang Nadim Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos– PT Bandara Internasional Batam (BIB) membuka peluang kerja sama strategis dengan maskapai AirAsia Malaysia. Dari kerja sama ini, tiga rute baru direncanakan beroperasi dari Bandara Internasional Hang Nadim, yakni Batam–Penang, Batam–Kuala Lumpur, dan Batam–Denpasar.
Rute Batam–Kuala Lumpur ditargetkan bisa terbang perdana pada akhir Maret 2026, sementara Batam–Penang dan Batam–Denpasar diharapkan sudah terealisasi lebih cepat pada 2025.
Komitmen kerja sama itu ditandai dengan pertemuan resmi manajemen BIB dan AirAsia Malaysia di kantor pusat AirAsia (RedQ), Kuala Lumpur. Pertemuan tersebut membahas peluang operasional AirAsia di Hang Nadim sekaligus membuka jalur baru yang menghubungkan Batam dengan destinasi populer di kawasan.
Pihak AirAsia menyatakan akan mengkaji lebih lanjut skema kerja sama yang sesuai sebelum pertemuan lanjutan dijadwalkan.
Direktur Utama BIB, Annang Setia Budhi, menegaskan kerja sama ini menjadi bagian dari strategi memperluas jaringan penerbangan dari dan ke Batam.
“Dengan fasilitas dan layanan yang ada di Hang Nadim, peluang kerja sama strategis ini semoga segera terealisasi. Kami berharap bisa meningkatkan konektivitas sekaligus memfasilitasi pertumbuhan ekonomi Batam,” ujarnya.
Menurut dia, BIB percaya langkah ini akan membawa manfaat besar, baik bagi masyarakat maupun ekosistem bisnis di Batam. Namun demikian, kata dia, dukungan dari seluruh pemangku kepentingan tetap dibutuhkan agar rencana ini berjalan sukses.
AirAsia dikenal sebagai maskapai berbiaya rendah (LCC) terkemuka di Asia dengan lebih dari 150 destinasi penerbangan. Maskapai ini konsisten memperluas konektivitas, termasuk ke Batam, yang dinilai memiliki potensi besar sebagai hub transportasi di wilayah perbatasan.
Kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya BIB menjadikan Hang Nadim sebagai pintu gerbang internasional yang lebih kompetitif, seiring berkembangnya Batam sebagai kota industri, pariwisata, dan investasi. (*)
Truk kontainer menabrak mobil dan motor hingga terlindas di Tiban centre. F. M Sya’ban
batampos– Kecelakaan maut kembali terjadi pertigaan Tiban Center, Sabtu (30/8). Kecelakaan ini disebabkan mobil crane berwarna biru dengan nomor polisi (nopol) BP 9764 ZE melaju kencang dari arah Sekupang menuju pertigaan Tiban Center.
Pengemudi mobil crane diduga hilang kendali dan menghantam satu mobil serta tiga sepeda motor yang tengah berhenti di lampu merah. Akibat kecelakaan maut ini, satu orang tewas di lokasi, sementara sopir truk melarikan diri.
Dari kesaksian warga, truk melaju kencang dari arah Sekupang menuju pertigaan Tiban Center. “Truknya langsung menabrak mobil dan motor di depan. Sopirnya kabur, lari selamatkan diri,” ujar Anhar, saksi mata yang ditemui di lokasi kejadian.
Benturan keras itu membuat sebuah mobil Wuling ringsek karena masuk ke dalam kolong truk crane tersebut. Di dalam mobil Wuling terdapat tiga orang, pasangan suami-istri bersama seorang anak.
“Suami dan istrinya kami duga sudah meninggal, anaknya selamat,” kata Anhar.
Selain mobil tersebut, truk juga menabrak tiga sepeda motor yang tengah berhenti di lampu merah. “Satu pengendara Mio dan satu pengendara Shogun meninggal dunia, sementara pengendara Vario merah berhasil selamat,” ucapnya.
Reza, saksi lain yang berjualan kopi di tepi jalan Tiban Indah, mengatakan truk melaju tanpa mengurangi kecepatan saat masuk jalur lambat menuju Tiban Center. Setelah menabrak median jalan, sopir meloncat keluar dari kabin dan kabur, sementara truk terus melaju dan menghantam kendaraan di depannya.
Suasana simpang Vitka pun berubah kacau. Warga berlarian membantu korban, sementara teriakan anak kecil dari dalam mobil Wuling terdengar pilu. “Ramai sekali orang teriak-teriak,” ucap Reza.
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Posisi mobil Wuling yang tertindih badan truk menyulitkan petugas untuk mengeluarkan korban. Tiga unit crane didatangkan untuk mengangkat truk tersebut. Evakuasi memakan waktu lebih dari satu setengah jam.
“Ada gangguan karena banyak warga yang menonton, tapi petugas tetap fokus. Kami sempat minta warga memberi ruang,” kata Budi, petugas Damkar yang ikut evakuasi.
Saat berhasil dievakuasi, sopir mobil Wuling ditemukan sudah tak bernyawa. “Kami datang dan korban sudah meninggal dunia. Posisi korban terjepit di kursi pengemudi,” ujarnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Batam, Azman, membenarkan satu korban tewas di dalam mobil itu.
Kasubdit I Satlantas Polresta Barelang, Iptu Andika, mengatakan, masih mengumpulkan data korban dan memeriksa sejumlah saksi. “Kami masih selidiki kronologi lengkap dan jumlah korban,” katanya.
Kasatlantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief, menambahkan pihaknya tengah memburu sopir truk yang kabur. “Sopirnya masih dalam pengejaran,” ujarnya. (*)
Di layar ponsel anak-anak Gen Alpha, kata-kata tidak lagi sekadar alat untuk menyampaikan makna. Justru saat ini perkataan cenderung menjadi mainan, bahan lelucon, bahkan ritual digital yang mengikat komunitas daring. Frasa seperti bombardino crocodilo, tralalero tralala, atau cappuccino assassino beredar tanpa konteks jelas. Lucu? Bagi mereka, sangat. Penting?
Mungkin tidak tapi pengaruhnya nyata. Fenomena ini disebut sebagai bahasa anomali, yaitu bentuk bahasa yang menyimpang dari struktur dan logika biasa dan sengaja dibuat absurd untuk mengundang reaksi. Bahasa anomali menjadi bentuk nyata dan hasil dari budaya video pendek, algoritma media sosial, dan kebutuhan manusia untuk merasa terhubung lewat humor. Namun, di balik tawa yang muncul dari tiap tontonan, terdapat dinamika kognitif dan linguistik yang mulai memengaruhi cara generasi muda dalam berbahasa dan berpikir.
Bahasa anomali memiliki formula sederhana, yaitu singkat dan mudah untuk diingat. Oleh karena itu, di dunia yang dijejali jutaan konten baru setiap hari, absurditas menjadi strategi untuk bertahan hidup. Otak manusia punya kecenderungan alami untuk merespons hal-hal yang tidak terduga dan algoritma media sosial memanfaatkan ini sepenuhnya.
Algoritmanya sederhana, begitu satu frasa absurd viral, bahasa tersebut akan dimodifikasi, dipadukan dengan gambar atau musik, lalu dimasukkan kembali ke ruang digital. Siklus ini berulang sehingga bahasa tersebut menjadi semacam “kode rahasia” di antara pengguna, tanda bahwa mereka berada dalam lingkaran humor yang sama. Penyebaran seperti ini membuat bahasa anomali lebih dari sekadar kata-kata lucu serta menjadi fenomena sosial.
Permasalahan yang terjadi ialah hiburan semacam ini tidak berhenti di canda tawa semata. Konsumsi berulang terhadap konten absurd dapat memicu fenomena yang disebut pembusukan otak (brainrot). Dilansir dari Oxford University Press (2024), pembusukan otak merupakan penurunan fungsi kognitif yang ditimbulkan akibat paparan konten berkualitas rendah di media sosial dan internet.
Istilah ini populer secara global bahkan dinobatkan Oxford sebagai Word of the Year 2024. Secara neurologis, otak kita merespons kejutan visual dan linguistik dengan melepaskan dopamin. Jika hal ini terjadi terus-menerus, otak mulai menginginkan stimulus instan dan enggan berurusan dengan informasi yang kompleks atau membutuhkan konsentrasi lama. Pada anak-anak, ini berarti menurunnya kemampuan fokus, berpikir kritis, dan mengorganisasi ide. Konten absurd juga sering memutus logika narasi.
Hal tersebut disebabkan oleh kalimat atau gambar yang muncul tanpa kaitan sebab-akibat dan alur yang jelas. Bagi anak-anak yang masih dalam tahap perkembangan bahasa, hal ini dapat mengaburkan pemahaman mereka terkait proses pembentukan struktur bahasa. Bahasa bukan lagi alat untuk membangun makna melainkan hanya membentuk rangkaian bunyi yang memancing reaksi emosional.
Di Indonesia, fenomena bahasa anomali ini beririsan dengan tren lain yang sudah lebih dulu mengikis kaidah bahasa, yakni bahasa campuran atau populer disebut bahasa Jaksel. Di sini, bahasa Indonesia bercampur dengan kosakata bahasa Inggris secara acak, menciptakan gaya bicara yang dianggap keren sehingga kerap meninggalkan tata bahasa baku. Ketika bahasa anomali masuk, tantangannya bertambah. Anak-anak dan remaja kini berinteraksi dalam lingkungan linguistik yang campur aduk: sedikit bahasa Indonesia, sedikit bahasa Inggris, dan tambahan kata-kata absurd tidak bermakna. Dampaknya adalah menurunnya paparan terhadap bahasa Indonesia yang baik dan benar di luar ruang kelas.
Bahasa adalah jati diri dari suatu bangsa. Saat bahasa Indonesia terpinggirkan dalam percakapan sehari-hari, tidak hanya kosakata yang hilang tetapi juga cara berpikir yang dibentuk oleh bahasa tersebut. Bahasa memengaruhi cara kita mengelompokkan informasi, memahami waktu, bahkan melihat hubungan sosial. Hal tersebut didukung oleh pendapat bahwasanya struktur bahasa memengaruhi pola pikir manusia terutama cara memahami dunia sekitarnya (Sapir, 1929). Generasi yang lebih sering berbicara dengan campuran bahasa asing dan bahasa anomali berpotensi kehilangan kepekaan terhadap penggunaan bahasa Indonesia.
Misalnya, banyak anak muda yang kesulitan menemukan padanan kata yang tepat dalam bahasa Indonesia untuk istilah yang sering mereka dengar dalam bahasa Inggris. Mereka mungkin memilih kata asing bukan karena lebih tepat tetapi karena sudah lebih akrab di telinga. Dalam konteks ini, bahasa anomali menambah satu lapisan jarak antara generasi muda dengan bahasa ibunya. Bahasa anomali tidak hanya membuat bahasa menjadi mainan tetapi juga mengalihkan fokus dari makna ke sensasi.
Namun demikian, keberadaan bahasa anomali tidak serta-merta menggeser posisi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Bahasa Indonesia tetap menjadi sarana utama komunikasi formal di sekolah, pemerintahan, media, dan berbagai ruang publik resmi.
Fenomena bahasa anomali membuat Generasi Alpha menempatkannya sebagai bahasa gaul, sementara bahasa Indonesia digunakan untuk ranah formal dan akademik. Dengan kata lain, bahasa Indonesia masih memegang peranan sentral, meskipun harus berbagi ruang dengan bentuk-bentuk ekspresi linguistik baru yang bersifat temporer. Lebih jauh, eksistensi bahasa Indonesia di tengah fenomena ini menunjukkan daya tahannya sebagai bahasa pemersatu bangsa.
Meskipun anak muda gemar menciptakan bahasa anomali untuk kebutuhan ekspresi komunitas, mereka tetap menggunakan bahasa Indonesia sebagai medium penjelas ketika bahasa anomali tidak dapat dipahami oleh kelompok di luar komunitas tersebut. Hal ini menandakan bahwa bahasa anomali tidak lahir untuk menggantikan, melainkan melengkapi fungsi komunikasi generasi muda.
Dengan demikian, kehadiran fenomena bahasa anomali pada Generasi Alpha dapat dilihat sebagai tantangan sekaligus peluang. Tantangan karena dapat mengaburkan keterampilan berbahasa formal jika tidak diimbangi dengan literasi yang baik, tetapi juga peluang karena membuktikan bahwa bahasa Indonesia tetap adaptif dan mampu hidup berdampingan dengan ragam bahasa baru. Eksistensi bahasa Indonesia dalam konteks ini bukan hanya sekadar bertahan, melainkan juga bertransformasi mengikuti dinamika komunikasi lintas generasi.
Jadi sebenarnya apa yang perlu dilakukan dalam menghadapi fenomena bahasa anomali ini? Banyak hal yang dapat diupayakan untuk menangani maraknya penggunaan bahasa anomali pada Generasi Alpha. Sekolah berperan penting dalam menjaga karakter generasi muda khususnya dalam berbahasa yang baik dan benar. Dalam konteks yang lebih luas, pendidikan bermutu diperlukan untuk menjaga kedaulatan bahasa Indonesia di tengah badai disrupsi bahasa.
Pendidikan bermutu berarti pendidikan yang tidak hanya mengejar aspek akademis tetapi juga membekali peserta didik dengan keterampilan berpikir kritis, literasi digital, serta kecintaan terhadap bahasa dan budaya bangsa. Sekolah perlu mengajarkan siswa cara membedah konten media sosial. Misalnya, guru dapat mengajak siswa menganalisis video viral, mengidentifikasi struktur bahasanya, lalu membandingkannya dengan bahasa Indonesia baku.
Dengan cara ini, siswa tidak hanya tertawa saat menonton konten absurd tetapi juga memahami proses bahasa bekerja. Guru bahasa Indonesia harus diberdayakan tidak hanya sebagai pengajar tata bahasa tetapi juga sebagai fasilitator kreativitas linguistik. Mereka dapat menggunakan bahasa anomali sebagai bahan ajar, menjadikannya pintu masuk untuk membahas konsep bahasa, makna, dan narasi.
Meski terdengar mengkhawatirkan, bahasa anomali tidak harus dipandang sebagai ancaman murni. Jika diarahkan dengan tepat, dia bisa menjadi sarana melatih kreativitas linguistik dan keterampilan berpikir lateral. Konsep cognitive playground misalnya, memandang konten absurd sebagai taman bermain bagi otak. Dengan konsep ini, bahasa anomali justru bertindak sebagai media untuk melatih kemampuan mengenali pola, membuat asosiasi tidak terduga, dan memecahkan teka-teki linguistik. Dalam kerangka ini, bahasa anomali dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan konsep bahasa, bunyi, dan ritme kepada anak-anak, asalkan disertai penjelasan konteks dan pendampingan.
Salah satu kreasi yang dapat diciptakan dari pembelajaran taman bermain tersebut ialah dengan mengorelasikannya terhadap kekayaan sastra daerah.
Misalnya, Kepulauan Riau memiliki pantun sebagai bagian dari ICH (Intangible Cultural Heritage) dengan ciri khas di bagian rima akhir setiap barisnya. Sama halnya dengan pantun, bahasa anomali juga memiliki kekhasan pengulangan rima, seperti cappuccino assassino dan ballerina cappucina. Kesamaan rima di akhir baris ini dapat menjadi pendekatan untuk memperkenalkan pola pantun dari struktur yang ada dalam bahasa anomali. Dengan pendekatan ini, absurditas menjadi awal, bukan akhir dari proses belajar.
Seperti yang kita ketahui bahwa pendidikan tidak berhenti di sekolah. Orang tua dapat menjadikan momen menonton konten absurd bersama anak sebagai kesempatan berdialog. Misalnya, ketika anak tertawa karena frasa aneh, orang tua bisa bertanya, “Kalau dalam bahasa Indonesia, kira-kira apa padanan yang cocok?”
Dengan begitu, anak belajar membedakan antara bahasa sebagai hiburan dan bahasa sebagai alat berpikir. Media sosial merupakan arena besar bagi bahasa untuk berevolusi. Kreator konten yang sadar akan pentingnya bahasa dapat menciptakan tren hiburan yang tetap lucu tetapi juga mendidik.
Dengan begitu, humor absurd dapat disandingkan dengan pesan moral, pengetahuan bahasa, atau bahkan kampanye literasi.
Kedaulatan bahasa bukan berarti menolak pengaruh asing. Justru, bahasa Indonesia harus mampu berdialog dengan bahasa-bahasa lain tanpa kehilangan jati dirinya. Seperti bahasa Inggris yang mampu menyerap ribuan kata serapan, bahasa Indonesia pun harus adaptif tetapi tetap menjaga struktur dan rasa bahasanya sendiri.
Fenomena bahasa anomali menjadi pengingat bahwa anak muda haus akan bentuk ekspresi baru. Tantangannya adalah bagaimana menjadikan bahasa Indonesia cukup fleksibel untuk menampung kreativitas, tetapi tetap kokoh sebagai pilar identitas? Pendidikan bermutu adalah jalan untuk mencapai keseimbangan ini.
Bahasa anomali di kalangan Generasi Alpha adalah fenomena yang lahir dari budaya digital cepat, algoritma yang mendorong absurditas, dan kebutuhan manusia untuk merasa terhubung lewat humor. Bahasa anomali memang menghibur tetapi juga berpotensi melemahkan kemampuan bahasa dan berpikir, terutama jika dikonsumsi tanpa pendampingan.
Dampaknya terhadap bahasa Indonesia tidak bisa diabaikan. Ketika generasi muda makin jarang menggunakan bahasa nasional dalam bentuk bakunya,
keterikatan emosional dan kultural terhadap bahasa tersebut ikut memudar. Dalam konteks ini, pembusukan otak (brainrot) menjadi bukan sekadar istilah lucu tetapi tanda peringatan bahwa keseimbangan antara hiburan dan pendidikan bahasa perlu segera dijaga.
Namun, seperti banyak fenomena budaya lainnya, solusi bukanlah menghapus, tetapi mengarahkan. Bahasa anomali dapat menjadi bahan bakar kreativitas jika disandingkan dengan edukasi bahasa yang baik.
Di sinilah peran literasi digital untuk selalu berjalan seiring dengan literasi bahasa. Anak-anak perlu diajarkan tidak hanya cara menggunakan bahasa Indonesia dengan benar tetapi juga cara membedakan antara hiburan dan informasi, antara bahasa sebagai lelucon dan bahasa sebagai alat berpikir.
Generasi Alpha berhak menikmati humor dan absurditas dan juga berhak mendapatkan keterampilan bahasa yang akan menjadi warisan mereka untuk masa depan. Bahasa anomali tidak harus dilihat sebagai ancaman mutlak. Dengan pendidikan yang bermutu, absurditas bisa diarahkan menjadi sarana kreativitas linguistik dan pemicu berpikir kritis. Kuncinya adalah pendampingan dari guru, orang tua, serta peran aktif kreator konten dalam membangun tren yang lebih sehat. ***
Oleh: Rizky Kurniawan dan Fika Miranda Putri
Pemenang I Duta Bahasa Kepri 2025
batampos– Sebanyak 700 mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Batam resmi diwisuda pada periode kedua tahun akademik 2024/2025. Prosesi wisuda berlangsung di Ballroom Pasifik Palace Hotel, Lubukbaja, Sabtu (30/8), dengan penuh khidmat.
Direktur UT Batam, Angga Sucitra, menyampaikan bahwa wisuda kali ini mencakup lulusan dari jenjang program pascasarjana, sarjana, hingga diploma. Dari total wisudawan, terdapat 15 lulusan program magister, 682 lulusan program sarjana, serta 3 lulusan program diploma.
Rinciannya, Fakultas Sains dan Teknologi meluluskan 28 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 98 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 223 orang, serta Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik sebanyak 333 orang.
Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Ucu Rahayu, M.Sc. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UT, yang hadir mewakili Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, SE., M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pesan dari Rektor agar para lulusan senantiasa menjunjung tinggi ilmu dan pengabdian di tengah masyarakat.
“Atas nama Rektor Universitas Terbuka, dengan ini saya mengukuhkan saudara-saudara sebagai lulusan magister, sarjana, dan diploma Universitas Terbuka. Semoga Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan rahmat-Nya dan membimbing langkah kita semua,” ujar Prof. Ucu Rahayu.
Acara wisuda turut dihadiri oleh Andi Agun, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau yang mewakili Gubernur Kepri. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Batam dan sekitarnya.
Selain wisuda, UT Batam juga menggelar seminar akademik dengan tema “Menuju Masa Depan Era Digital Meraih Prestasi Gemilang”. Seminar menghadirkan Deputi Investasi BP Batam dan Kepala Dinas Kominfo Pemko Batam sebagai narasumber.
Angga menegaskan, tema tersebut dipilih agar lulusan UT mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya dalam menghadapi era digital dan kecerdasan buatan (AI).
“Kami yakin lulusan UT memiliki kemampuan digital yang tinggi. Dengan bekal itu, mereka siap bersaing dengan lulusan universitas lainnya dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi, sosial, maupun pembangunan di Provinsi Kepri,” tutur Angga.
Prosesi wisuda ini sekaligus meneguhkan posisi Universitas Terbuka sebagai perguruan tinggi negeri jarak jauh terbesar di Indonesia, yang terus melahirkan lulusan unggul dan berdaya saing global. (*)
batampos– PT Capella Dinamik Nusantara, selaku main dealer sepeda motor Honda di wilayah Kepulauan Riau, kembali sukses menggelar kegiatan seru bertajuk “BeAT & Battle” di Kota Batam. Acara ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang kreativitas bagi pengguna Honda BeAT, khususnya komunitas bikers di bawah naungan Capella Honda Kepri.
Saat sesi briefing oleh Pulihanafiah Harahap selaku PIC Community, peserta mendapat penjelasan mengenai rangkaian acara, rute city rolling, serta imbauan pentingnya #Cari_Aman saat. Rute city rolling yang ditempuh cukup menarik, yakni dari Dealer Capella Honda Tembesi – Bundaran Top 100 – Lampu Merah Panbil – Lampu Merah Kepri Mall – KBC – hingga finish di Arang Kayu Café. Setibanya di lokasi, peserta beristirahat sejenak sebelum memasuki agenda utama.
“Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi kepada konsumen setia Honda, khususnya komunitas BeAT di Kota Batam. Selain wadah menyalurkan hobi, BeAT & Battle juga menjadi bukti bahwa komunitas motor Honda adalah komunitas solid yang selalu menjunjung tinggi keselamatan berkendara,” ujar Duri Yanto, perwakilan manajemen PT Capella Dinamik Nusantara.
Salah satu highlight acara ini adalah Mobile Legends Competition yang dirancang untuk mengasah kekompakan dan kerja sama antaranggota komunitas. Setiap tim terdiri dari lima orang, dan pertandingan berlangsung seru diiringi sorak-sorai peserta yang menambah kemeriahan suasana.
Selain kompetisi, acara juga menghadirkan talk show bersama influencer Kota Batam yang membahas perkembangan dunia gaming, khususnya Mobile Legends, yang kini lekat dengan gaya hidup anak muda dan komunitas motor. Agenda kemudian berlanjut dengan sesi sharing & discussion, taping HCID, hingga makan bersama untuk mempererat kebersamaan.
“Acara yang luar biasa! Tidak hanya city rolling, tapi juga kompetisi Mobile Legends yang sangat seru dan mempererat solidaritas kami antaranggota komunitas. Hadiahnya pun menarik. Semoga kegiatan seperti ini lebih sering diadakan,” ungkap Ebay, salah satu peserta BeAT & Battle.
Sebagai penutup, Capella Honda Kepri menyerahkan hadiah kepada para pemenang kompetisi dan mengabadikan momen lewat sesi foto bersama. Melalui kegiatan ini, Capella Honda Kepri kembali menegaskan komitmennya mempererat hubungan komunitas motor sekaligus mempromosikan nilai-nilai kreatif, aman, dan solid dalam berkendara. (*)
Siswi SMAIT Taruna Ar Risalah Tanjungpinang mengikuti Gerak Jalan Proklamasi 8 Kilometer. F. SMAIT Taruna Ar Risalah
batampos– Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu (SMAIT) Taruna Ar Risalah Tanjungpinang, menggelar Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) bagi siswa-siswi di Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 0315/Tanjungpinang, Selasa (2/9) mendatang.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari empat malam itu, bertujuan untuk menanamkan kedisiplinan, kemandirian serta membentuk jiwa kepemimpinan sejak usia dini dan membentuk generasi muda berjiwa nasionalis.
Guru Ketarunaan SMAIT Taruna Ar Risalah Tanjungpinang Royke Contansmaya, mengatakan kegiatan Diklatsar siswa ini sebagai bentuk dari realisasi BOS Kinerja Prestasi Tahun 2025.
Diklatsar juga bertujuan untuk pembinaan, pembentukan karakter siswa yang kuat, berjiwa nasionalis dan mampu meneladani nilai-nilai perjuangan sejak dini.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga disiplin, tangguh, dan cinta tanah air,” kata Royke.
Menurutnya, Diklatsar akan dibuka dengan upacara resmi di Makodim 0315/ Tanjungpinang. Dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta dan penampilan atraksi baris-berbaris dari para siswa-siswi.
“Ada 29 siswa dan siswi ikut Diklatsar. Terdiri dari 16 siswa dan 13 siswi,” kata Royke, Kamis (28/8).
Selama kegiatan berlangsung, jelas Royke, para siswa akan mendapatkan materi kedisiplinan dan kemandirian serta wawasan kebangsaan dari Komandan Kodim 0315/ Tanjungpinang, Kolonel Abdul Hamid.
Kemudian pelatihan baris-berbaris, penguatan mental, pembentukan karakter hingga latihan kedisiplinan yang akan dipandu langsung oleh personel Kodim 0315 Tanjungpinang.
Selain itu, kegiatan Diklatsar juga diisi dengan pembiasaan ibadah, permainan edukatif, serta latihan kerjasama tim guna menumbuhkan rasa kebersamaan.
Royke menambahkan, pihak Kodim 0315 Tanjungpinang menyambut baik dan sangat mendukung kegiatan Diklatsar yang digelar di Makodim 0315 Tanjungpinang.
“Ini untuk pertama kalinya, Diklatsar siswa digelar di Makodim 0315 Tanjungpinang,” tutup Royke. (*)