Rabu, 6 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1079

Jaksa Bidik Dugaan Korupsi Biaya Pas Masuk Pelabuhan SBP Tanjungpinang

0
Pelabuhan SBP Tanjungpinang
Calon penumpang saat melewati pintu pas menuju ruang tunggu Pelabuhan SBP Tanjungpinang. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang tengah membidik kasus dugaan korupsi biaya pas masuk di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Saat ini perkara tersebut masih dalam tahap pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket).

Kajari Tanjungpinang, Rachmad Surya Lubis, mengatakan penyidik sudah memanggil 10 orang saksi untuk dimintai keterangan terkait dugaan penyimpangan tersebut. Salah satunya berasal dari PT Pelindo Multi Terminal Cabang Tanjungpinang.

“Perkaranya masih dalam tahap Pulbaket, jadi belum bisa kami jelaskan secara rinci hasil pemeriksaannya,” kata Rachmad, Rabu (1/10).

Ia menegaskan, seluruh pihak yang diduga mengetahui atau terlibat dalam pengelolaan fee pas masuk Pelabuhan SBP tidak akan luput dari pemanggilan, termasuk mantan maupun Penjabat (Pj) Wali Kota Tanjungpinang pada periode terkait.

“Semua pihak yang berkaitan akan dipanggil, tanpa pengecualian,” tegasnya.

Rachmad menambahkan, Kejari Tanjungpinang berkomitmen menuntaskan kasus ini secara transparan. Jika ditemukan indikasi kerugian negara, maka perkara akan ditingkatkan ke tahap penyelidikan.

“Seluruh pihak yang dianggap mengetahui atau diduga berperan dalam pengelolaan fee pas masuk Pelabuhan SBP akan diperiksa untuk memperjelas duduk perkara,” pungkasnya. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Jaksa Bidik Dugaan Korupsi Biaya Pas Masuk Pelabuhan SBP Tanjungpinang pertama kali tampil pada Kepri.

Disdik Batam Bangun 30 Ruang Kelas dan Sekolah Baru, Ditargetkan Rampung Desember 2025

0
Hendri Arulan. Foto. Humas Pemko Batam

batampos – Lonjakan jumlah siswa setiap tahun membuat kebutuhan ruang belajar di Batam semakin mendesak. Untuk menjawab persoalan tersebut, Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Pendidikan (Disdik) membangun 30 ruang kelas baru (RKB) dan Unit Sekolah Baru (USB) di sejumlah SMP pada 2025.

Kepala Disdik Kota Batam, Hendri Arulan, melalui Kepala Bidang Pembinaan SMP, Joni Satria Putra, mengatakan pembangunan ini merupakan langkah strategis agar proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih efektif.

“Total ada 26 ruang kelas untuk SMP yang saat ini tengah dikerjakan. Sementara untuk pembangunan USB di SMPN Kampung Panglong dengan empat ruang kelas, ditargetkan selesai pertengahan Desember 2025,” ujarnya, Rabu (1/10).

Ia menambahkan, pembangunan RKB di sejumlah sekolah juga terus dipercepat. Beberapa sudah selesai, sementara sisanya masih dalam proses. “Target kami, seluruh pembangunan ruang kelas rampung pada November 2025,” tambahnya.

Pembangunan USB SMPN Kampung Panglong menjadi prioritas karena sekolah tersebut baru berdiri dan membutuhkan tambahan ruang untuk menampung siswa baru. Empat ruang kelas baru yang dibangun akan langsung digunakan pada tahun ajaran mendatang.

Selain itu, pembangunan RKB juga dilakukan di beberapa sekolah yang mengalami keterbatasan ruang, di antaranya SMPN 12 Batam (1 ruang), SMPN 11 Batam (1 ruang), SMPN 3 Batam (3 ruang), SMPN 54 Batam (2 ruang), SMPN 59 Batam (2 ruang), SMPN 60 Batam (1 ruang), SMPN 65 Batam (4 ruang), SMPN 32 Batam (1 ruang), SMPN 38 Batam (1 ruang), SMPN 63 Batam (5 ruang), dan SMPN 9 Batam (5 ruang).

Menurut Joni, tambahan ruang kelas baru akan sangat membantu mengurangi kepadatan siswa per kelas. Dengan bertambahnya ruang, kegiatan belajar mengajar diharapkan bisa berlangsung lebih kondusif.

“Penambahan ruang kelas ini bukan sekadar pembangunan fisik, tapi juga wujud pemerataan layanan pendidikan. Anak-anak Batam berhak belajar di ruang yang nyaman, aman, dan tidak terlalu padat,” katanya.

Selain membangun USB dan RKB, Disdik Batam juga melakukan perawatan serta penguatan struktur sekolah yang membutuhkan. Hal ini penting agar seluruh fasilitas pendidikan bisa digunakan secara aman dan berumur panjang.

“Dengan selesainya pembangunan ini, guru bisa mengajar lebih maksimal, dan siswa dapat belajar lebih baik dengan ruang kelas yang memadai. Ini bagian dari komitmen Pemko Batam dalam meningkatkan mutu pendidikan,” tutupnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Disdik Batam Bangun 30 Ruang Kelas dan Sekolah Baru, Ditargetkan Rampung Desember 2025 pertama kali tampil pada Metropolis.

Bintan Triathlon 2025: 650 Atlet Dunia Adu Stamina di Lagoi

0
Bintan Triathlon
Peserta Bintan Triathlon tahun lalu, berlari setelah berenang di pantai di kawasan Bintan Resorts Lagoi. F. Bintan Resorts untuk Batam Pos.

batampos – Bintan Triathlon 2025 siap digelar pada 3–5 Oktober 2025 di Lagoi Bay, Bintan Resorts. Ajang olahraga internasional ini bakal diikuti 650 peserta yang akan unjuk stamina dalam tiga cabang olahraga sekaligus: renang, sepeda, dan lari.

Head Commercial Bintan Resorts, Raja Azmizal Usman, menyebut partisipasi tahun ini meningkat signifikan. Peserta datang dari 30 negara, dengan 51 persen berasal dari Indonesia dan 49 persen dari mancanegara, termasuk Singapura, Prancis, Jepang, Inggris, hingga Malaysia.

“Event internasional ini memadukan olahraga dan pariwisata, sekaligus memperkuat posisi Bintan sebagai destinasi sport tourism unggulan,” ujar Azmizal, Rabu (1/10).

Founder Trifactor Asia, Elvin Ting, menambahkan bahwa Bintan Triathlon terus meningkatkan standar kompetisi. Tahun ini terdapat beberapa kategori, mulai dari Olympic Distance (1,5 km renang, 40 km sepeda, 10 km lari) untuk triatlet berpengalaman, hingga Sprint Distance (0,75 km renang, 20 km sepeda, 5 km lari) bagi pemula.

Kategori baru juga diperkenalkan, yakni Duathlon (sepeda dan lari), kategori Youth untuk remaja, serta Splash and Dash bagi anak-anak.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, mengatakan sport tourism menjadi daya tarik utama pariwisata daerah. Hingga Juli 2025, Kepri tercatat dikunjungi 1.085.448 wisatawan mancanegara dan 2.500.673 wisatawan nusantara.

“Promosi wisata terus dilakukan lewat event internasional seperti triathlon ini. Kami optimis target kunjungan wisata akan tercapai,” kata Hasan.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan, menegaskan pemerintah daerah siap mendukung penuh event olahraga internasional tersebut.

“Bintan Triathlon berdampak langsung pada ekonomi masyarakat lokal, mulai dari hotel, kuliner, hingga transportasi. Kami akan terus dorong agar event ini berkelanjutan,” pungkas Roby. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Bintan Triathlon 2025: 650 Atlet Dunia Adu Stamina di Lagoi pertama kali tampil pada Olahraga.

Simpang Raja Isa Kerap Banjir, Dinas Bina Marga Bakal Tinggikan Jalan

0
Ruas jalan di kawasan Simpang Helm atau Jalan Raja Isa kembali menjadi langganan banjir setiap hujan deras.

batampos – Ruas jalan di kawasan Simpang Helm atau Jalan Raja Isa kembali menjadi langganan banjir setiap hujan deras. Genangan air tinggi yang menutupi badan jalan tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga membahayakan keselamatan pengendara.

Menanggapi keluhan warga, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam memastikan akan melakukan penimbunan dan peninggian jalan di titik rawan banjir tersebut. Kepala Bidang Bina Marga, Dohar Hasibuan, mengungkapkan pekerjaan ini dijadwalkan dimulai Oktober 2025.

“Ya, Simpang Helm akan kita tinggikan di cekungan yang jadi titik banjir, panjangnya sekitar 200 meter. Kita ratakan kedua sisi supaya air tidak menggenang lagi,” jelas Dohar, Rabu (1/10).

Diharapkan, penimbunan ini akan mengurangi genangan air yang selama ini menjadi momok bagi pengendara. Pekerjaan akan dilakukan bertahap untuk menghindari kemacetan parah, dengan koordinasi lintas instansi agar proses berjalan lancar.

Sejumlah pengendara mengaku khawatir melintas di jalan tersebut saat hujan deras, karena selain risiko kecelakaan, kendaraan roda dua sering mogok akibat mesin kemasukan air.

“Kalau sudah hujan deras, pasti banjir di sana. Harus hati-hati, takut jatuh atau motor mati di tengah jalan,” ungkap Roni, warga yang rutin melewati Simpang Helm.

Warga berharap, selain penimbunan, perbaikan saluran drainase juga diperhatikan agar air hujan bisa mengalir lancar dan banjir tidak lagi mengganggu aktivitas. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Simpang Raja Isa Kerap Banjir, Dinas Bina Marga Bakal Tinggikan Jalan pertama kali tampil pada Metropolis.

KDRT Terhadap ART di Sukajadi Naik Meja Hijau

0
Satreskrim Polresta Barelang menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang asisten rumah tangga (ART). Foto. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam resmi menerima pelimpahan tahap II kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menimpa seorang asisten rumah tangga (ART) di kawasan elit Sukajadi, Batam. Dua perempuan, yakni Roslina (majikan korban) dan Merliyati (sepupu korban), telah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung dijebloskan ke Rumah Tahanan Khusus Perempuan dan Anak Batam.

“Pelimpahan tahap II telah dilakukan dari penyidik Polresta Barelang ke Kejari Batam. Barang bukti yang turut diserahkan antara lain satu unit handphone, raket nyamuk, dan sejumlah peralatan rumah tangga. Selanjutnya, perkara akan segera kami limpahkan ke Pengadilan Negeri Batam untuk disidangkan,” ujar Kasi Intelijen Kejari Batam, Priandi Firdaus, Selasa (1/10).

Kedua tersangka dijerat Pasal 44 ayat (2) UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT juncto Pasal 55 KUHP yang mengatur keterlibatan pihak lain dalam tindak pidana. Ancaman hukumannya mencapai 10 tahun penjara.

Baca Juga: Kasus Penyiksaan ART Sukajadi, Kejari Batam Terima Pelimpahan Berkas dari Polisi

Kasus ini pertama kali mencuat ke publik pada 22 Juni 2025, setelah seorang warga Batam, Regina Gin Juit, menemukan unggahan di Facebook yang memperlihatkan kondisi memprihatinkan seorang ART bernama Intan Tuwa Negu. Dalam unggahan itu, wajah korban tampak lebam parah, dan tubuhnya dipenuhi luka-luka.

Regina kemudian melaporkan temuan tersebut ke pihak kepolisian. Hanya berselang satu hari, Polresta Barelang langsung menangkap Roslina dan Merliyati, yang saat itu tinggal di lokasi kejadian.

Hasil visum dari RS Elisabeth Batam mengungkapkan fakta mencengangkan: korban mengalami luka memar, lecet, bengkak hampir di seluruh tubuh, luka robek di bibir bawah, serta mengalami anemia akibat trauma tumpul. Dalam laporan tertanggal 23 Juni 2025, disebutkan bahwa kondisi korban tidak memungkinkan untuk bekerja dalam waktu dekat.

Dalam pengakuannya kepada penyidik, Intan mengaku telah mengalami kekerasan fisik dan verbal sejak Desember 2024. Ia dipukul, ditendang, dibenturkan ke dinding, hingga disiram air pel. Tak hanya itu, ia dipaksa tidur di kamar mandi, diberi makan nasi basi, dilecehkan secara verbal, dan dikurung di rumah dengan pengawasan kamera CCTV selama berbulan-bulan.

Kasus ini langsung memicu gelombang keprihatinan dari masyarakat Batam. Banyak pihak menilai kekerasan yang dialami Intan tergolong ekstrem dan membuka kembali luka lama soal lemahnya sistem perlindungan terhadap pekerja rumah tangga (PRT). (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel KDRT Terhadap ART di Sukajadi Naik Meja Hijau pertama kali tampil pada Metropolis.

Kongres Buntu, Pemerintah Amerika Serikat Resmi Shutdown

0
Capitol Hill yang menjadi pusat pemerintahan AS. F. x.com/GlobalPressFree.

batampos – Pemerintah Amerika Serikat (AS) resmi mengalami shutdown pada Rabu (1/10) dini hari, setelah Kongres gagal menyepakati rancangan undang-undang anggaran. Kebuntuan terjadi karena Senat tidak mencapai kesepakatan terkait pendanaan operasional.

Dalam memo internal, Office of Management and Budget (OMB) meminta lembaga federal menyiapkan skenario pemutusan kerja massal sebagai kemungkinan selama shutdown berlangsung.

Shutdown terjadi ketika Kongres gagal menyetujui anggaran yang diperlukan untuk membiayai operasional lembaga pemerintah. Kondisi ini bukan penghapusan permanen institusi, melainkan jeda operasional sampai pendanaan kembali disetujui.

Dikutip dari TIME, berikut dampak utama shutdown pemerintah AS kali ini:

1. Pegawai federal
Ratusan ribu pegawai federal masuk kategori furloughed atau cuti tanpa gaji sementara. Sebagian lainnya tetap bekerja tanpa bayaran hingga anggaran baru disahkan.

2. Transportasi udara
Administrasi Penerbangan Federal (FAA) mengumumkan sekitar 11.000 pegawai terkena dampak langsung. Meski penerbangan tetap beroperasi, potensi keterlambatan semakin besar.

3. Layanan kesehatan dan sosial
Departemen Kesehatan AS memperkirakan 41% staf terkena furlough, berpotensi mengganggu sebagian layanan masyarakat. Namun, program jaminan sosial seperti Medicare dan Medicaid tetap berjalan karena termasuk anggaran wajib.

4. Layanan publik lain
Museum federal, taman nasional, hingga lembaga penelitian menjadi sektor yang paling cepat ditutup karena tidak masuk kategori layanan esensial.

Shutdown bukan hal baru di Amerika. Contoh paling lama terjadi pada Januari 2019 selama 35 hari. Dasar hukum yang membenarkan penghentian operasi tanpa pendanaan adalah Antideficiency Act, yang melarang pengeluaran dana melebihi anggaran yang telah disahkan atau tanpa otorisasi Kongres.

Shutdown 1 Oktober 2025 ini kembali menjadi pengingat rapuhnya kompromi politik di Kongres. Sementara itu, jutaan warga AS diperkirakan langsung merasakan dampak, mulai dari hilangnya penghasilan pegawai hingga berhentinya sejumlah layanan publik. (*)

Reporter: Juliana Belence 

Artikel Kongres Buntu, Pemerintah Amerika Serikat Resmi Shutdown pertama kali tampil pada News.

Jalan Rusak di Kaveling Baru Kian Parah, Warga Pasang Tanda Bahaya

0
Jalan Kaveling Baru yang rusak ditimbun dan diberi tanda oleh warga. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Kondisi jalan di kawasan Kaveling Baru, Sagulung, semakin memprihatinkan. Lubang-lubang besar menghiasi badan jalan, terutama di depan Perumahan Graha Nusa Batam, tepat di simpang masuk dari jalan utama R Suprapto. Setiap hari, pengendara harus ekstra hati-hati agar tidak celaka.

Pantauan Batam Pos, kerusakan paling parah berada di titik-titik padat lalu lintas. Jalan yang dulunya beraspal mulus kini berubah menjadi jalur berbahaya. Di musim hujan, situasinya makin buruk karena lubang-lubang tertutup genangan air, menyulitkan pengendara melihat kondisi jalan sebenarnya.

“Kalau hujan, air menutup lubang. Banyak yang tidak sadar, motornya oleng dan jatuh,” ujar Yanti, warga sekitar, Selasa (1/10).

Karena khawatir memakan korban, warga akhirnya mengambil langkah sendiri. Beberapa lubang besar ditandai menggunakan kayu, kantong plastik, hingga ember bekas sebagai penanda bahaya. Meski bersifat sementara, inisiatif ini menjadi bentuk protes diam warga atas lambannya penanganan dari pemerintah.

“Ini jalan utama. Ramai dipakai, tapi seperti tidak diperhatikan,” kata Irma, seorang ibu rumah tangga yang setiap hari melintasi jalan tersebut.

Tak hanya kerusakan jalan, warga juga mengeluhkan tumpukan sampah liar di sepanjang sisi jalan. Sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan menyebabkan saluran air tersumbat. Akibatnya, air hujan tak mengalir dan menimbulkan genangan, mempercepat kerusakan aspal.

“Selain bahaya kecelakaan, baunya juga menyengat. Tidak nyaman sama sekali,” tambah Irma.

Terkait kondisi ini, Camat Sagulung, Arfie Eranov, mengaku telah menerima laporan dari warga. Ia menyatakan segera berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga Kota Batam untuk penanganan lebih lanjut.

“Kami akan teruskan ke OPD terkait agar segera ditindaklanjuti. Ini menyangkut keselamatan masyarakat,” ujarnya saat dikonfirmasi Batam Pos.

Warga berharap perbaikan tidak hanya dilakukan tambal sulam, melainkan penanganan menyeluruh termasuk perbaikan drainase dan pengelolaan sampah di kawasan itu. “Kami tidak minta banyak, cukup jalan aman dan tidak membahayakan,” tutup Yanti. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Jalan Rusak di Kaveling Baru Kian Parah, Warga Pasang Tanda Bahaya pertama kali tampil pada Metropolis.

Mimpi Sirkuit Formula 1 di Bintan Belum Terwujud, Begini Penjelasan Pemprov Kepri

0
Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Pemprov Kepri, Aries Fhariandi. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Rencana pembangunan sirkuit balap mobil Formula 1 (F1) di kawasan wisata Lagoi, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) masih sebatas wacana. Hingga kini, pembahasan lanjutan pembangunan sirkuit internasional tersebut belum juga dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri.

Kondisi ini memunculkan tanda tanya publik, apakah proyek sirkuit F1 di Bintan memang sudah direncanakan matang atau hanya sebatas manuver politik.

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Barenlitbangda) Kepri, Aries Fhariandi, mengakui belum ada perkembangan terbaru terkait proyek tersebut.

“Dulu memang ada pembahasan, namun update terbaru tidak tahu seperti apa,” kata Aries saat dikonfirmasi, Rabu (1/10).

Menurut Aries, gagasan pembangunan Bintan International Circuit awalnya diinisiasi oleh PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) pada tahun 2022 lalu. Bahkan, Pemprov Kepri sempat melakukan pembicaraan dengan pemerintah pusat. Namun, setelah itu, pembahasan mandek tanpa kejelasan.

“Yang jelas sudah ada penjajakan. Namun harus ada pembahasan lebih lanjut, bahkan investor yang akan terlibat juga belum tahu berapa banyak,” ujarnya.

Aries menambahkan, pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab pembahasan lanjutan proyek ini tidak kunjung dilakukan. “Sekarang memang belum bisa jawab, saya harus update dulu perkembangannya,” pungkasnya.

Diketahui, Bintan International Circuit sempat diproyeksikan menjadi sirkuit dengan konsep hijau karena lokasinya berdekatan dengan kawasan konservasi hutan bakau di Lagoi.

Dengan konsep ramah lingkungan, sirkuit F1 Bintan digadang-gadang selaras dengan isu prioritas G20 di Indonesia yang menekankan pembangunan berkelanjutan. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Mimpi Sirkuit Formula 1 di Bintan Belum Terwujud, Begini Penjelasan Pemprov Kepri pertama kali tampil pada Kepri.

Kesurupan Massal Gegerkan SMA Negeri 2 Singkep, 9 Siswi Tumbang

0
Ilustrasi kesurupan
Ilustrasi kesurupan. F. Jawa Pos.

batampos – Suasana mencekam sempat terjadi di SMA Negeri 2 Singkep, Kabupaten Lingga, usai insiden kesurupan massal yang dialami 9 siswi setelah kegiatan kemah pramuka di sekolah.

Peristiwa ini membuat pihak sekolah memutuskan menghentikan sementara pembelajaran tatap muka dan beralih ke sistem daring mulai 30 September hingga 3 Oktober 2025.

Kepala SMA Negeri 2 Singkep, Frans Edwinata, mengatakan insiden tersebut benar-benar di luar dugaan. Kejadian bermula saat kegiatan Kamping Kenaikan Pangkat Pramuka pada Sabtu malam, 28 September 2025.

“Awalnya hanya seorang siswa yang mengalami kesurupan. Namun, berlanjut hingga Senin saat pengajian, tiba-tiba beberapa siswa kembali mengalami gangguan,” jelas Frans, Rabu (1/10).

Menurut Frans, total ada 9 siswi yang mengalami kesurupan. Kondisi mereka sempat mengkhawatirkan, tetapi kini berangsur membaik.

Semua siswa yang terdampak sudah dipulangkan ke rumah masing-masing dan mendapat perhatian penuh dari pihak sekolah.

“Kami tidak lepas tangan. Selain memantau kondisi anak-anak, pihak sekolah juga sudah melakukan ruqyah sebagai langkah pemulihan. Kami berharap kejadian ini menjadi yang pertama dan terakhir,” ujarnya.

Frans menambahkan, kegiatan perkemahan pramuka di SMA Negeri 2 Singkep sebenarnya rutin dilaksanakan dan tidak pernah ada masalah sebelumnya. Namun, insiden kali ini menjadi pengalaman paling mengejutkan sekaligus menegangkan.

Dengan adanya izin resmi dari Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), pihak sekolah mengalihkan sementara pembelajaran ke sistem daring. Tujuannya agar para siswa dapat beristirahat sekaligus memulihkan kondisi mental dan fisik pascakejadian.

Peristiwa kesurupan massal ini langsung menjadi perhatian masyarakat sekitar. Meski sempat menghebohkan, pihak sekolah memastikan situasi sudah terkendali dan seluruh siswa dalam keadaan aman. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel Kesurupan Massal Gegerkan SMA Negeri 2 Singkep, 9 Siswi Tumbang pertama kali tampil pada Kepri.

Papan Reklame Mulai Dibongkar di Batuaji dan Sagulung, Warga Lega

0
Penertiban reklame di Batuaji. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Satu per satu papan reklame yang menjamur di kawasan Batuaji dan Sagulung mulai dibongkar. Penertiban yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam bersama tim gabungan itu resmi dimulai sejak Selasa (30/9), dengan sasaran awal kawasan Simpang Basecamp, Batuaji.

Pantauan Batam Pos di lapangan, penurunan baliho dilakukan menggunakan alat berat. Sebuah baliho berukuran besar di simpang empat Simpang Basecamp dicopot setelah pengikat dan baut-bautnya dilepas. Material reklame kemudian diletakkan di lahan kosong di dekat Perumahan Merlion. Proses berjalan tertib meski sempat menarik perhatian warga.

“Prosesnya memang memakan waktu. Banyak papan reklame besar dan sudah lama berdiri, jadi pembongkarannya harus ekstra hati-hati,” ujar Aldi, salah satu petugas Satpol PP, Rabu (1/10).

Baca Juga: Li Claudia Tegas Soal Penertiban Reklame, Videotron Bermasalah Juga Terancam Dibongkar

Penertiban akan terus menyasar titik-titik lain di sepanjang jalan protokol di Batuaji dan Sagulung. Fokus utama adalah reklame yang tak lagi layak pakai, rawan tumbang, dan tak berizin.

Andika, warga Batuaji, mengaku lega. Menurutnya, keberadaan papan reklame tua yang karatan dan kropos sudah lama dikeluhkan warga. “Sudah lama kami khawatir, apalagi kalau hujan dan angin kencang. Banyak tiangnya miring dan nyaris tumbang. Dengan begini, kami merasa lebih aman,” katanya.

Kasat Pol PP Kota Batam, Imam Tohari, menyebut bahwa penertiban ini merupakan lanjutan dari program besar Pemko Batam dalam menata wajah kota. Sebelumnya, penertiban dilakukan di Batam Center, Lubuk Baja, dan Sekupang.

“Setelah kawasan tengah dan selatan, sekarang giliran Batuaji dan Sagulung. Semua dilakukan bertahap demi pemerataan,” ujarnya.

Lebih dari sekadar estetika, Imam menekankan bahwa penertiban ini juga menyangkut keselamatan publik. Banyak reklame yang berdiri saat ini tidak sesuai standar keselamatan, bahkan ada yang nyaris roboh.

Selain itu, penertiban ini juga menjadi bagian dari persiapan revisi Peraturan Wali Kota (Perwako) Nomor 50 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Reklame. Aturan baru tersebut akan menjadi dasar hukum dalam pengelolaan reklame di seluruh Kota Batam ke depan.

Warga berharap upaya ini dilakukan menyeluruh, bukan hanya di titik-titik tertentu saja. “Kalau bisa jangan setengah hati. Bersihkan semua papan reklame yang tidak aman atau tak berizin. Jangan tunggu sampai makan korban,” ujar Budi, warga Tanjunguncang. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Papan Reklame Mulai Dibongkar di Batuaji dan Sagulung, Warga Lega pertama kali tampil pada Metropolis.