
batampos – Penyelidikan resmi mengungkap penyebab utama di balik insiden tumpahan minyak terbesar di Singapura dalam satu dekade terakhir. Kapal keruk berbendera Belanda, Vox Maxima, diketahui tidak memiliki sauh yang berfungsi, sehingga menabrak kapal lain dan memicu bencana lingkungan besar pada Juni 2024.
Laporan investigasi yang dirilis Biro Investigasi Keselamatan Transportasi Singapura (TSIB), di bawah Kementerian Transportasi (MOT), juga menyebut adanya kelalaian prosedur serah tugas dan ketiadaan sistem pencatatan kerja di kapal tersebut, seperti dikutip dari The Straits Times.
Insiden terjadi pada 14 Juni 2024, ketika Vox Maxima kehilangan kendali atas mesin dan kemudi, lalu menabrak kapal berbendera Singapura Marine Honour yang sedang berlabuh di Terminal Pasir Panjang.
Akibat tabrakan itu, sekitar 400 ton minyak tumpah ke laut, mencemari kawasan pesisir seperti East Coast Park, Cagar Alam Labrador, Keppel Bay, Pulau Selatan, hingga Sentosa.
Proses pembersihan laut dan pantai melibatkan sejumlah lembaga pemerintah Singapura, seperti Otoritas Maritim dan Pelabuhan (MPA), Dinas Taman Nasional (NParks), Badan Lingkungan Nasional (NEA), serta Korporasi Pembangunan Sentosa (SDC). Upaya ini berlangsung lebih dari dua bulan sebelum akhirnya tuntas.
TSIB juga menemukan bahwa terdapat kapal ketiga, yakni kapal tanker kimia Super Hero, yang nyaris bertabrakan dengan Vox Maxima dalam insiden yang sama.
Laporan akhir penyelidikan diselesaikan pada 15 Agustus dan dirilis ke publik pada 21 Agustus 2024.
Sebagai tindak lanjut hukum, pada 2 April, empat kru asal Belanda di kapal Vox Maxima dijatuhi denda antara SGD 20.000 hingga SGD 40.000 (setara Rp240 juta hingga Rp480 juta) karena gagal menjalankan tugas dengan benar. (*)
Artikel Kapal Belanda Vox Maxima Jadi Pemicu Tumpahan Minyak Terburuk Singapura pertama kali tampil pada News.







