Kamis, 14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1092

Rawan dan Semrawut, Warga Minta Halte di Depan SMPN 47 Marina

0
Suasana depan SMPN 47 Batam di Marina. Tak ada halte siswa dan penjemput kehujanan saat hari hujan. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Kawasan Marina City, Tanjungriau, Sekupang, kini menjadi sorotan warga lantaran belum tersedianya halte pemberhentian bus yang memadai di sepanjang jalan utama. Halte dinilai sangat dibutuhkan, bukan hanya untuk keperluan naik turun penumpang angkutan Trans Batam, tetapi juga sebagai tempat berlindung masyarakat dan pelajar saat hujan turun.

Kondisi ini dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar, terutama para siswa SMPN 47 Marina dan orang tua yang menjemput anak-anaknya. Setiap kali hujan turun, banyak siswa terpaksa kehujanan saat menunggu jemputan karena tidak ada tempat berteduh. Begitu juga para orang tua yang menjemput, harus menepi di pinggir jalan tanpa perlindungan dari hujan deras.

“Kalau hujan, anak-anak banyak yang berteduh di bawah atap warung atau di pinggir pagar sekolah. Kadang malah kehujanan semua. Harusnya ada halte supaya bisa berteduh dengan aman,” ujar Imran, warga Marina yang juga pengguna jalan, Selasa (7/10).

Hal serupa disampaikan Sujud, salah satu orang tua siswa SMPN 47 Marina. Ia menilai keberadaan halte bukan hanya memudahkan pengguna Trans Batam, tetapi juga membantu menjaga keselamatan pelajar dari potensi kecelakaan di jalan raya yang padat. “Sekolah ini kan langsung di pinggir jalan besar. Banyak motor dan mobil lalu lalang. Kalau anak-anak berdesakan di trotoar sempit, sangat bahaya,” tuturnya.

Selain minim halte, kondisi di depan SMPN 47 Marina juga terbilang rawan karena trotoar yang ada sudah dipadati pedagang kaki lima. Para penjemput kendaraan pribadi terpaksa berjejer di pinggir jalan untuk menunggu anak mereka keluar sekolah. Situasi ini menimbulkan kemacetan sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas di jam-jam sibuk.

Warga berharap pemerintah kota Batam melalui Dinas Perhubungan segera meninjau ulang titik-titik strategis di kawasan Marina City untuk penambahan halte. Hal ini dinilai penting mengingat kawasan tersebut kini semakin ramai dengan aktivitas warga, termasuk pelajar dan pekerja yang menggunakan transportasi umum setiap harinya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Leo Putra, mengatakan bahwa setiap tahun pihaknya menambah sekitar sepuluh unit halte di berbagai wilayah Batam. Penambahan tersebut termasuk untuk kawasan Batuaji, Sagulung, dan Marina. “Tapi titik pastinya saya belum lihat lagi. Kita upayakan dulu di lokasi-lokasi yang paling membutuhkan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Leo menegaskan bahwa usulan dari masyarakat akan menjadi pertimbangan pihaknya dalam menentukan lokasi prioritas pembangunan halte tahun depan. “Kami terbuka menerima masukan. Prinsipnya, kita ingin semua kawasan di Batam memiliki akses transportasi publik yang aman dan nyaman, terutama bagi pelajar dan pengguna jalan,” katanya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Rawan dan Semrawut, Warga Minta Halte di Depan SMPN 47 Marina pertama kali tampil pada Metropolis.

KPLP Ingatkan Nelayan Bintan: Jaket Pelampung Bantuan Jangan Dijual

0
Bantuan life jacket
Nelayan Pangkil menerima bantuan jaket pelampung dalam kegiatan kampanye keselamatan di Desa Pangkil, Kecamatan Teluk Bintan, Selasa (7/10). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) menyerahkan 107 kartu e-pas kecil dan 230 jaket pelampung kepada nelayan di Desa Pangkil, Kecamatan Teluk Bintan, Selasa (7/10). Kegiatan ini menjadi bagian dari kampanye keselamatan pelayaran yang digelar Direktorat KPLP Kementerian Perhubungan.

Direktur KPLP, Capt Hendri Ginting, menegaskan bahwa bantuan tersebut bukan sekadar simbol, tetapi komitmen pemerintah untuk menanamkan budaya keselamatan di kalangan nelayan.

“Kita ingin menekankan pentingnya budaya keselamatan dengan memastikan peralatan seperti jaket pelampung selalu tersedia di kapal,” ujar Hendri.

Ia juga mengingatkan agar bantuan jaket pelampung tidak diperjualbelikan dan benar-benar digunakan untuk keselamatan saat melaut.

“Life jacket yang diberikan jangan sampai dijual. Itu untuk keselamatan, bukan untuk keuntungan sesaat,” tegasnya.

Selain bantuan alat keselamatan, KPLP juga menyerahkan kartu e-pas kecil, yang menjadi tanda resmi bagi nelayan penerima BBM bersubsidi (solar subsidi).

“Kartu ini diberikan agar bantuan tepat sasaran dan mencegah penyalahgunaan,” jelas Hendri.

Salah satu nelayan Desa Pangkil, Riffana (45), menyambut positif bantuan tersebut. Ia mengatakan, kartu e-pas kecil mempermudah proses pengisian BBM subsidi sekaligus memastikan pompong mereka terdaftar secara resmi.

“Sekarang lebih mudah dapat solar subsidi. Kapal kami juga resmi terdaftar,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Bintan Roby Kurniawan mengapresiasi langkah KPLP dalam memperkuat budaya keselamatan nelayan. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak abai terhadap risiko di laut.

“Musibah di laut bisa datang kapan saja. Karena itu, jangan berangkat tanpa jaket pelampung,” kata Roby.

Ia berharap kampanye keselamatan seperti ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir untuk selalu melengkapi peralatan keselamatan sebelum melaut. (*)

Artikel KPLP Ingatkan Nelayan Bintan: Jaket Pelampung Bantuan Jangan Dijual pertama kali tampil pada Kepri.

Disdik Batam Gas Digitalisasi, Ratusan Sekolah Sudah Terima Smart TV

0
Hendri Arulan. Foto. Humas Pemko Batam

batampos – Upaya meningkatkan mutu pendidikan di Kota Batam terus dilakukan melalui penerapan sistem pembelajaran berbasis digital. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam memastikan, hingga awal Oktober ini, lebih dari 50 persen sekolah di Batam telah menerima bantuan smart TV atau Interactive Flat Panel (IFP) dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, melalui Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Yusal, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari kebijakan nasional dalam mendukung digitalisasi pendidikan di seluruh Indonesia.

“Untuk Kota Batam, realisasi distribusi perangkat smart TV sudah di atas 50 persen. Mulai dari jenjang taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP), baik negeri maupun swasta, sudah banyak yang menerima,” ujar Yusal, Selasa (7/10).

Menurutnya, perangkat yang diberikan bukan hanya berupa smart TV semata. Setiap sekolah penerima juga mendapatkan perangkat penunjang dan pendampingan operasional, agar guru dapat mengoptimalkan pemanfaatannya dalam kegiatan belajar mengajar.

“Selain smart TV, sekolah juga mendapatkan perlengkapan tambahan, serta ada pendampingan teknis untuk pengoperasian alat tersebut. Jadi, guru dan tenaga kependidikan bisa langsung menggunakan perangkat ini untuk mendukung proses belajar mengajar,” jelasnya.

Hingga saat ini, sebanyak sekitar 170 sekolah dasar di Batam telah menerima bantuan tersebut. Untuk jenjang SMP, tercatat sekitar 130 sekolah, sementara jenjang TK sudah lebih dari 100 sekolah.

“Kalau tidak ada kendala, targetnya bulan ini semua perangkat sudah selesai didistribusikan ke sekolah penerima,” tambah Yusal.

Ia menjelaskan, keberadaan perangkat digital ini diharapkan dapat meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran di kelas. Guru dapat menampilkan materi ajar secara visual dan interaktif, memutar video pembelajaran, hingga mengakses konten dari platform Merdeka Mengajar yang telah terintegrasi secara nasional.

“Teknologi ini membantu guru dan siswa untuk berinteraksi secara lebih menarik dan efisien. Anak-anak juga jadi lebih antusias belajar, karena materi bisa divisualisasikan langsung lewat layar besar,” ucapnya.

Selain memperkuat literasi digital, keberadaan smart TV juga menjadi salah satu upaya menyiapkan sekolah di Batam menghadapi era pembelajaran abad 21 yang menuntut adaptasi teknologi.

“Transformasi pendidikan ini memang sudah tidak bisa dihindari. Dengan adanya fasilitas digital, kami ingin semua sekolah di Batam bisa setara dalam hal akses teknologi pembelajaran,” kata Yusal.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebelumnya telah meluncurkan program distribusi 330 ribu unit smart TV untuk sekolah di seluruh Indonesia. Bantuan tersebut menyasar satuan pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK, dengan tujuan memperluas akses pembelajaran digital di daerah.

Program ini merupakan bagian dari strategi transformasi digital bidang pendidikan yang digagas pemerintah untuk memperkuat pelaksanaan kurikulum Merdeka, memperkaya sumber belajar, serta mendorong pemerataan kualitas pendidikan nasional.

“Prinsipnya, semua sekolah di Batam diharapkan bisa mendapatkan perangkat ini, baik negeri maupun swasta. Jangan sampai ada sekolah yang tertinggal, karena digitalisasi ini penting untuk peningkatan mutu pembelajaran,” tegas Yusal.

Disdik Batam juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak vendor penyedia agar proses distribusi berjalan lancar dan sesuai jadwal. “Kami juga berperan memastikan perangkat yang diterima sekolah benar-benar bisa dimanfaatkan secara optimal,” katanya.

Dengan tersedianya perangkat smart TV ini, Disdik berharap kegiatan belajar di Batam semakin interaktif, efektif, dan menyenangkan. Transformasi ini menjadi langkah penting dalam menjadikan Batam sebagai salah satu kota yang unggul dalam implementasi pendidikan berbasis teknologi di Indonesia. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Disdik Batam Gas Digitalisasi, Ratusan Sekolah Sudah Terima Smart TV pertama kali tampil pada Metropolis.

PORSENI SD Batam 2025 Resmi Dibuka, Sportivitas dan Kreativitas Anak Muda Unjuk Gigi

0
Ratusan siswa sekolah dasar beradu prestasi dalam Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) SD Kota Batam Tahun 2025. Foto. Yusal untuk Batam Pos

batampos – Sebanyak 400 siswa Sekolah Dasar (SD) se-Kota Batam beradu prestasi dalam Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) SD Kota Batam Tahun 2025. Kegiatan ini menjadi wadah penting dalam menumbuhkan sportivitas, kreativitas, dan karakter generasi muda Batam.

PORSENI resmi dibuka di dua lokasi, yakni GOR Sei Harapan dan Mega Mall Batam Centre, Senin (6/10). Kegiatan berlangsung selama tiga hari, hingga Rabu (8/10).

Ajang tahunan ini digelar atas kolaborasi antara Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD Kota Batam, dan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, serta mendapat dukungan dari berbagai mitra dunia usaha.

Acara pembukaan di Mega Mall Batam Centre dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdako Batam, Yusfa Hendri yang mewakili Wali Kota Batam Amsakar Achmad, serta Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan, Ketua Dewan Pendidikan Fendi Hidayat, perwakilan BI Kepri, para kepala sekolah, guru, dan peserta didik dari berbagai kecamatan.

Ketua Panitia, Yusal, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembentukan karakter, kreativitas, dan jiwa pantang menyerah anak-anak sejak dini.

“Melalui PORSENI, kami ingin menanamkan nilai sportivitas, kerja sama, serta semangat untuk terus berkembang. Harapannya, lahir generasi muda Batam yang cerdas, berprestasi, dan berkarakter kuat,” ujar Yusal.

Sekitar 400 peserta yang tampil merupakan hasil seleksi terbaik dari PORSENI tingkat kecamatan yang sebelumnya digelar di seluruh wilayah Batam.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan berlomba di berbagai cabang olahraga seperti mini soccer, bola voli putra-putri, dan tenis meja. Sementara di bidang seni, digelar lomba tari Melayu, solo vokal, serta hadroh yang menampilkan kekayaan budaya lokal.

Selain kompetisi, panitia juga menyelenggarakan Talk Show Edukasi bertema “CBP Rupiah: Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah untuk Generasi Emas Batam”. Kegiatan ini hasil kolaborasi BI Kepri dan Disdik Batam, bertujuan meningkatkan literasi keuangan pelajar agar lebih memahami pentingnya mencintai dan menggunakan rupiah secara bijak.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang siapa yang juara, tetapi bagaimana anak-anak belajar disiplin, tanggung jawab, dan bekerja sama,” tambah Yusal.

Dalam sambutannya, Asisten Pemerintahan dan Kesra Yusfa Hendri menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan Bank Indonesia dalam menyukseskan kegiatan ini.

“PORSENI ini bukti nyata sinergi lintas sektor untuk membentuk generasi muda Batam yang sehat, kreatif, dan berdaya saing,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa terus digelar setiap tahun dengan inovasi yang lebih luas sehingga semakin banyak siswa dapat menyalurkan potensi terbaiknya.

“Kami bangga melihat semangat anak-anak hari ini. Melalui kegiatan seperti ini, mereka belajar berkompetisi dengan sehat dan menjunjung tinggi sportivitas,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan menegaskan bahwa PORSENI menjadi bagian penting dari pembinaan karakter peserta didik, sekaligus wadah untuk mengembangkan potensi di luar ruang kelas.

“Anak-anak tidak hanya belajar di dalam kelas, tapi juga menunjukkan hasil dari pembelajaran mereka lewat olahraga, seni, dan kreativitas. Kegiatan seperti ini memacu mereka untuk menjadi pribadi yang bugar, sehat, dan cerdas,” ujarnya.

Hendri juga menambahkan, ke depan Disdik Batam berencana menggandeng Dinas Koperasi dan Usaha Mikro untuk memperkuat pengembangan jiwa entrepreneurship di kalangan pelajar SD.

“Selain prestasi akademik, anak-anak juga perlu memiliki jiwa wirausaha agar terbiasa berpikir kreatif dan mandiri sejak dini,” tutupnya.

PORSENI SD Kota Batam 2025 pun menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan Batam untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, solidaritas, dan rasa nasionalisme sejak usia dini. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel PORSENI SD Batam 2025 Resmi Dibuka, Sportivitas dan Kreativitas Anak Muda Unjuk Gigi pertama kali tampil pada Metropolis.

ChatGPT Jadi Aplikasi AI Terpopuler 2025, Lampaui 400 Juta Pengguna

0
ChatGPT
F. OpenAI.

batampos – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), sejumlah aplikasi AI terus bersaing menarik pengguna global.

ChatGPT, buatan OpenAI, tercatat sebagai aplikasi AI paling populer di dunia pada Februari 2025 dengan lebih dari 400,61 juta pengguna aktif bulanan (MAU), dikutip dari Statista, Selasa (7/10).

Posisi kedua ditempati Doubao, chatbot milik ByteDance asal Tiongkok, dengan sekitar 81,91 juta pengguna aktif bulanan. Aplikasi ini menjadi alat AI berbasis bahasa Mandarin paling banyak digunakan selama periode tersebut.

Menurut laporan Backlinko, berikut daftar 10 aplikasi AI terpopuler tahun 2025 yang paling banyak digunakan di dunia:

1. ChatGPT (OpenAI) – Chatbot multiguna untuk menulis, mencari informasi, membantu coding, dan belajar, dengan 400 hingga 500 juta pengguna aktif bulanan.

2. Quark (Alibaba, China) – Fokus pada AI pencarian dan integrasi lokal di pasar China, dengan 149 juta pengguna.

3. Doubao (ByteDance, China) – Unggul dalam komunikasi dan penalaran berbahasa Mandarin, 107 juta pengguna.

4. Deepseek (China) – Aplikasi AI generatif populer di App Store, menarik 96 hingga 99 juta pengguna.

5. Nova (HubX, Turki) – AI multiguna untuk menulis, menggambar, dan pasar non-Barat, 71 hingga 72 juta pengguna.

6. Yuanbao (Tencent, China) – Terintegrasi kuat di ekosistem Tencent, 41 hingga 45 juta pengguna.

7. Genius – Fokus pada alat bantu pendidikan dan produktivitas, 40 hingga 45 juta pengguna.

8. Talkie AI (SubSup, Singapura) – Persona AI interaktif berbasis suara dan teks, 34 hingga 35 juta pengguna.

9. Remini (Bending Spoons, Italia) – Populer untuk restorasi foto dan peningkatan kualitas video, 33 juta pengguna.

10. Character AI – Chatbot hiburan berbasis karakter, digunakan 31 hingga 32 juta pengguna.

Angka-angka tersebut hanya mencakup pengguna aplikasi seluler, belum termasuk pengguna versi web, yang kemungkinan membuat total pengguna jauh lebih besar.

Fenomena ini menunjukkan bahwa pengguna global kini mencari AI yang serbaguna, interaktif, dan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan lokal maupun visual. (*)

Reporter: Juliana Belence 

Artikel ChatGPT Jadi Aplikasi AI Terpopuler 2025, Lampaui 400 Juta Pengguna pertama kali tampil pada Lifestyle.

J&T Express Buka Paket Semangat Sehat di GBK: Olahraga Gratis, Hadiah Menarik, dan Pengalaman Seru!

0

Dari pengiriman paket ke gerakan sehat

batampos— J&T Express kembali berinovasi dalam menjalin kedekatan dengan masyarakat. Tak sekadar fokus pada layanan logistik, perusahaan ini kini menembus dunia olahraga dan gaya hidup dengan menggelar acara “Buka Paket J&T Express” di Plaza Tenggara, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 4–5 Oktober 2025.

Acara ini sukses menarik perhatian publik. Selama dua hari, sekitar 1.500 peserta hadir menikmati rangkaian olahraga gratis yang dikemas meriah dan interaktif. Mulai dari Zumba, Pound Fit, Cardio Dance, K-Pop Dance, hingga Social Run, semuanya bisa diikuti tanpa biaya — cukup dengan mendaftar melalui aplikasi J&T Express.

Olahraga Jadi Gaya Hidup Baru, J&T Express Tangkap Peluang

Tren olahraga di Indonesia memang tengah naik daun. Berdasarkan Consumer Report Indonesia 2024 oleh Standard Insights, lebih dari 90% responden menilai olahraga sebagai aktivitas penting yang wajib dilakukan secara rutin. Melihat fenomena ini, J&T Express ingin menjadi bagian dari perubahan positif tersebut.

BACA JUGA: Bawa Indonesia ke Panggung Global, J&T Express Tampil di Global Digital Trade Expo 2025 di Tiongkok

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa J&T Express bukan hanya sekadar penyedia jasa pengiriman, tapi juga brand yang dekat dengan gaya hidup masyarakat,” ujar Erick, Direktur Marketing J&T Express.

“Kami ingin hadir dalam momen-momen yang membuat pelanggan bahagia — baik saat mereka menerima paket, maupun saat mereka berolahraga dan menikmati hidup sehat.”

Konsep “Buka Paket” sendiri diambil dari semangat surprise and reward — layaknya membuka paket yang penuh kejutan. Acara ini juga mengusung O2O experience (online to offline), menghubungkan interaksi digital pelanggan J&T Express dengan kegiatan nyata di lapangan.

Game Berhadiah di Aplikasi: Kirim Paket, Dapat Peluang Menang Mobil

Tak hanya di arena olahraga, keseruan juga berlanjut secara digital. J&T Express meluncurkan game interaktif “Buka Paket” di aplikasinya.
Setiap pengguna otomatis mendapat satu kesempatan untuk bermain, dan bisa menambah peluang dengan setiap transaksi pengiriman yang dilakukan melalui aplikasi.

Program ini berlangsung hingga 31 Desember 2025, dengan hadiah spektakuler mulai dari voucher belanja, gadget, hingga mobil.

“Kami ingin menghadirkan brand experience yang menyenangkan sekaligus relevan dengan gaya hidup masyarakat saat ini. Apresiasi kepada pelanggan bisa datang dalam bentuk yang sehat, seru, dan memberi keuntungan,” tambah Erick.

Dari Logistik ke Lifestyle

Acara “Buka Paket” menjadi bukti bahwa J&T Express bukan hanya fokus pada efisiensi pengiriman, tetapi juga membangun hubungan emosional dengan pelanggan.
Lewat pendekatan gaya hidup sehat, J&T Express berusaha menanamkan citra sebagai brand yang enerjik, inovatif, dan dekat dengan masyarakat urban.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkenalkan fitur-fitur unggulan aplikasi J&T Express — mulai dari layanan pengiriman cepat, pelacakan real-time, hingga berbagai promo yang menguntungkan pengguna.

 Tentang J&T Express

Didirikan pada tahun 2015, J&T Express kini menjadi penyedia layanan logistik global terkemuka dengan jaringan yang menjangkau 13 negara, termasuk Indonesia, Vietnam, Malaysia, Filipina, Thailand, Singapura, Tiongkok, Arab Saudi, UEA, Meksiko, Brasil, dan Mesir.

Dengan misi “berorientasi pelanggan dan berbasis efisiensi,” J&T Express berkomitmen menghadirkan solusi logistik terintegrasi berbasis teknologi dan jaringan digital yang efisien — demi menghubungkan dunia dan membawa manfaat logistik untuk semua. (*)

Artikel J&T Express Buka Paket Semangat Sehat di GBK: Olahraga Gratis, Hadiah Menarik, dan Pengalaman Seru! pertama kali tampil pada News.

FSPMI Desak Polisi dan Pengawas Turun Tangan Usut Kematian Karyawan PT Caterpillar

0
Gudang PT Caterpillar Indonesia di kawasan Tanjunguncang, Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Batam mendesak aparat kepolisian dan Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Kepulauan Riau untuk segera turun ke lapangan menyelidiki peristiwa meninggalnya Reza Ramadhan (26), pekerja PT Caterpillar Indonesia di Tanjunguncang.

Ketua KC FSPMI Batam Yapet Ramon mengatakan, pihaknya menerima informasi bahwa korban ditemukan dalam keadaan terbujur kaku dengan luka lecet di pelipis. Ia sempat mendapatkan pertolongan medis awal, namun nyawanya tak tertolong. “Kami menduga penyebabnya kecelakaan kerja, tapi hal ini perlu ditelusuri lebih lanjut,” ujarnya, Selasa (7/10).

Yapet menilai ada sejumlah kejanggalan dalam penanganan kasus tersebut, termasuk waktu pelaporan yang terlambat dan pemulangan jenazah yang cepat sebelum investigasi dilakukan. “Kami minta ini tidak ditutup-tutupi. Pihak pengawas provinsi dan kepolisian harus bekerja sama melakukan pemeriksaan di tempat korban ditemukan,” tegasnya.

Baca Juga: Karyawan PT Caterpillar Tewas Saat Bekerja, Polisi Selidiki Dugaan Kecelakaan Kerja

Menurutnya, kasus seperti ini seharusnya menjadi peringatan penting bagi perusahaan untuk memperketat mitigasi kecelakaan kerja. Ia menekankan pentingnya pemenuhan standar keselamatan kerja (K3) di awal agar risiko kecelakaan bisa terdeteksi sejak dini.

“Kami harap ke depan ada langkah konkret. Jangan menunggu korban berikutnya baru bertindak,” ujar Yapet. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel FSPMI Desak Polisi dan Pengawas Turun Tangan Usut Kematian Karyawan PT Caterpillar pertama kali tampil pada Metropolis.

KM Selat Meranti Tenggelam di Perairan Pempang, Lima ABK Selamat

0
Kapal tenggelam
KM Selat Meranti yang tenggelam, Selasa, (7/10). F. Basarnas untuk Batam Pos.

batampos – Kapal pengangkut ikan KM Selat Meranti dilaporkan tenggelam di perairan Pempang, Kecamatan Siantan Timur, Selasa (7/10) dini hari. Kapal yang berlayar dari Tarempa menuju Pontianak, Kalimantan Barat, itu membawa hasil produksi perikanan dalam jumlah besar.

Menurut keterangan nahkoda, Shobirin (31), kapal sempat menunjukkan tanda-tanda gangguan saat melintas di wilayah Mentalak. Namun, awak kapal tidak menyangka masalah tersebut akan berujung fatal.

“Sekitar jam tiga atau empat subuh, kapal tiba-tiba miring ke sebelah kanan dan air laut masuk ke dalam,” ujar Shobirin saat ditemui di RSUD Tarempa, Selasa siang.

Begitu air mulai menggenangi ruang kapal, Shobirin dan empat anak buah kapal (ABK) berusaha keras mengeluarkan air dengan alat seadanya. Upaya itu gagal karena debit air terus meningkat.

“Sudah kami coba buang airnya, tapi tidak berhasil. Akhirnya saya putuskan semua ABK pakai pelampung dan terjun ke laut sambil berpegangan di fiber ikan,” jelasnya.

Sementara para ABK menyelamatkan diri, Shobirin memilih bertahan di atas dek kapal untuk mencari sinyal telepon agar bisa menghubungi agen kapal.

“Di wilayah itu memang susah sinyal, tapi Alhamdulillah masih dapat satu balok. Langsung saya kasih kabar ke agen,” tuturnya.

Dalam kondisi gelap dan laut berombak, Shobirin dan para ABK terombang-ambing selama hampir empat jam sebelum akhirnya diselamatkan tim Basarnas yang tiba setelah menerima laporan dari agen kapal.

“Alhamdulillah semua selamat, tidak ada korban jiwa. Kami langsung dievakuasi ke Tarempa,” katanya lega.

Kapal yang tenggelam masih berada di perairan Pempang. Nelayan setempat membantu tim SAR memastikan posisi kapal sebelum dilakukan proses penarikan.

Shobirin menegaskan bahwa sebelum berangkat, kondisi kapal dinilai layak berlayar dan muatan tidak melebihi kapasitas.

“Surat jalan dari Syahbandar sudah lengkap. Semua sesuai aturan,” ujarnya.

Kerugian akibat insiden itu ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, sebagian besar berasal dari ikan segar berkualitas super milik sejumlah pengusaha ikan di Tarempa.

“Kami hanya pekerja kapal, jadi yang rugi besar para toke pemilik ikan,” tambah Shobirin.

Hingga kini, tim SAR bersama nelayan setempat masih berupaya mengevakuasi kapal ke lokasi aman. Dugaan sementara, kapal kehilangan keseimbangan akibat ombak besar saat melintas di perairan Pempang. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel KM Selat Meranti Tenggelam di Perairan Pempang, Lima ABK Selamat pertama kali tampil pada Kepri.

Karyawan PT Caterpillar Tewas Saat Bekerja, Polisi Selidiki Dugaan Kecelakaan Kerja

0
Gudang PT Caterpillar Indonesia di kawasan Tanjunguncang, Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos — Seorang pekerja bernama Reza Ramadhan (26), warga Batuaji, ditemukan meninggal dunia di gudang PT Caterpillar Indonesia, kawasan Tanjunguncang, Kamis (2/10) sore. Kejadian ini sontak mengagetkan rekan-rekan kerjanya di lokasi.

Informasi awal menyebutkan korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan luka lecet di pelipis. Ia sempat dilarikan ke salah satu rumah sakit swasta di Batuaji, namun nyawanya tidak tertolong. Dugaan sementara, korban terjatuh saat bekerja di area gudang perusahaan tersebut.

Namun, sumber di lapangan menyebutkan ada kejanggalan karena laporan ke Polsek baru dibuat pada malam hari, beberapa jam setelah kejadian. “Kejadiannya sore, tapi laporan baru malam. Ini jadi tanda tanya bagi kami,” ujar seorang pekerja di lokasi yang enggan disebutkan namanya.

Jenazah korban kemudian dipulangkan ke kampung halamannya di Bangka Belitung pada Jumat (3/10) siang, sehari setelah insiden terjadi. Proses pemulangan yang cepat ini disebut menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan pekerja.

Kapolsek Batuaji AKP Raden Bimo Dwi Lambang membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

“Kami masih selidiki apakah ini murni kecelakaan kerja atau meninggal karena sakit. Karena kami pun baru terinfo setelah jenazah sudah dikembalikan ke pihak keluarga,” ujarnya, Selasa (7/10).

Bimo menambahkan, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendalami penyebab peristiwa ini dan memastikan tidak ada unsur kelalaian dalam penanganannya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Karyawan PT Caterpillar Tewas Saat Bekerja, Polisi Selidiki Dugaan Kecelakaan Kerja pertama kali tampil pada Metropolis.

Dinas UMKM Akui Belum Monitor Mitra Lokal di Program SPPG Batam

0
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim. Foto, Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota Batam, melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mengaku belum menerima data resmi terkait pelaku usaha lokal yang bekerja sama dalam program Sentra Pangan dan Pemberdayaan Gizi (SPPG) Batam.

Kepala Dinas UMKM Batam, Salim, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum memonitor secara detail UMKM mana saja yang menjadi pemasok bahan baku atau mitra dapur program Makanan Bergizi (MBG) tersebut.

“Saya belum ada datanya, belum termonitor. Cuman memang kan sebenarnya bisa saja mereka melakukan kerja sama, misalnya penyiapan atau menjadi tukang masaknya,” ujar Salim saat dikonfirmasi Batam Pos, Senin (6/10).

Baca Juga: Dapur Bergizi di Batam Raup Ratusan Juta, UMKM Lokal Jadi Andalan

Ia menjelaskan, secara konsep kerja sama antara pelaku UMKM dan SPPG sangat mungkin dilakukan. Namun, dinas belum memiliki laporan resmi mengenai daftar pelaku UMKM yang terlibat.

“Kita belum dapat datanya, UMKM mana saja yang bekerja sama. Kita memang dorong sih sebenarnya,” katanya.

Salim juga menyebut adanya Koperasi Merah Putih, yang diarahkan untuk menjadi salah satu pemasok bahan baku dapur program makanan bergizi di Batam.

“Kalau Koperasi Merah Putih ini ada arah ke situ, nanti untuk bahan dapurnya seperti sayur, daging, atau kebutuhan dapur untuk makanan gratis itu. Harapan kita koperasi ini bisa jadi salah satu pemasok untuk keperluan memasak dari program MBG, agar bisa mendorong UMKM itu sendiri,” jelasnya.

Menurutnya, koperasi tersebut dapat memasok berbagai kebutuhan dapur seperti beras, minyak, ikan, hingga daging ke dapur-dapur SPPG.

“Termasuk Koperasi Merah Putih ini, misalnya ada kebutuhan daging, ikan, beras, minyak untuk dapur ini. Jadi koperasi ini bisa bekerja sama sebagai pemasok untuk keperluan menyiapkan makanan bergizi ini,” ujarnya.

Meski begitu, hingga kini dinas belum memiliki data detail mengenai UMKM mana saja yang sudah bekerja sama dengan pihak SPPG.

“Untuk datanya sendiri kami belum dapat. Kalau memang ada, kami sangat mendorong. Tapi untuk data detailnya, UMKM mana saja yang sudah bekerja sama, nanti kami akan kroscek dan infokan lebih lanjut. Untuk sekarang belum kami cek,” kata Salim.

Ia menambahkan, secara klasifikasi usaha, kategori UMKM bisa dilihat dari nilai omset atau asetnya.

“Intinya kalau usaha mereka sampai Rp500 juta masih mikro. Rp500 juta sampai Rp1 miliar sudah usaha kecil. Di atas itu sudah masuk menengah. Bisa saja kategori mereka masuk UMKM, cuman data secara laporan atau detail belum kami dapat ini,” kata dia. (*)

Reporter: M. Sya’ban

Artikel Dinas UMKM Akui Belum Monitor Mitra Lokal di Program SPPG Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Play sound