Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1105

Dapur Baru Program Makan Bergizi Gratis Dibuka di Toapaya, Layani 2.935 Siswa

0
MBG Bintan
Sejumlah pelajar SDN 002 Kecamatan Toapaya menikmati menu makan bergizi gratis dari dapur SPPG Toapaya, Selasa (30/9). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Jumlah dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bintan terus bertambah. Terbaru, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Toapaya resmi beroperasi di Jalan Raya Gesek, Kecamatan Toapaya.

Kepala SPPG Toapaya, Kamaryadi, mengatakan dapur tersebut mulai beroperasi pada Senin (29/9). Dapur MBG ini melayani 18 sekolah dari berbagai jenjang, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA.

“Total penerima manfaat dari program ini sekitar 2.935 orang, dengan menu yang berbeda setiap harinya,” ujarnya, Selasa (30/9).

Kamaryadi menjelaskan, distribusi makanan dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dari Badan Gizi Nasional (BGN). Pengantaran makanan dimulai sejak pagi untuk PAUD, TK, dan SD kelas 1 – 3, kemudian dilanjutkan ke SD kelas 4 – 6, SMP, dan SMA.

Seorang pelajar kelas 6A SDN 002 Toapaya, Rizky Adinata, mengaku senang dengan program ini. Ia tidak lagi perlu membawa bekal dari rumah. Sebelumnya, orang tua Rizky memberi uang jajan Rp 15 ribu per hari, kini berkurang menjadi Rp 13 ribu.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan, menegaskan pemerintah daerah akan mengawasi program MBG secara berkala, termasuk menu yang disajikan setiap hari.

Ia juga sudah meninjau menu hari kedua dapur SPPG Toapaya, yakni nasi putih, ayam teriyaki, tempe mendoan, lalapan timun dan selada, serta buah kelengkeng.

“Mudah-mudahan menu seperti ini dapat dipertahankan,” kata Roby. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Dapur Baru Program Makan Bergizi Gratis Dibuka di Toapaya, Layani 2.935 Siswa pertama kali tampil pada Kepri.

Kejati Kepri Tetapkan Dua Tersangka Baru dalam Korupsi PNBP Kapal Batam, Ini Sosoknya

0
Korupsi PNBP
Direktur PT BDP Ahmad Jauhari saat digiring untuk dibawa ke Rutan Tanjungpinang, Selasa (30/9). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau kembali menetapkan dua tersangka baru dalam kasus lanjutan dugaan korupsi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) jasa pemanduan dan penundaan kapal di sejumlah pelabuhan Batam pada 2015–2021.

Dua tersangka tersebut yakni Ahmad Jauhari, Direktur PT Bias Delta Pratama, serta Suyono, pensiunan BP Batam yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Seksi Pemanduan dan Penundaan Bidang Komersial periode 2012–2016.

“Ini perkara lanjutan. Perkara sebelumnya sudah disidangkan dan telah berkekuatan hukum tetap,” kata Aspidsus Kejati Kepri, Mukharom, Selasa (30/9).

Menurut Mukharom, kedua tersangka diduga memperoleh pekerjaan pemanduan dan penundaan kapal tanpa mengantongi Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam. Akibatnya, negara dirugikan.

Berdasarkan audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kepri, kerugian negara dalam kasus ini mencapai 272.492 dolar AS atau setara Rp4,54 miliar.

“Kedua tersangka langsung ditahan di Rutan Tanjungpinang selama 20 hari ke depan,” ujarnya.

Kejati Kepri sebelumnya juga telah menjerat sejumlah pihak dalam kasus serupa. Mereka adalah terpidana Allan Roy Gemma (Direktur PT Gemalindo Shipping Batam dan PT Gema Samudera Sarana), Syahrul (Direktur PT Pelayanan Kimia Samudra dan PT Segara Catur Perkasa), serta dua pejabat BP Batam, yakni Hari Setyobudi (Kepala Kantor Pelabuhan Kelas I Batam) dan Heri Kafianto (Kabid Komersial Kantor Pelabuhan Laut Batam).

Selain itu, PT Bias Delta Pratama sebagai Badan Usaha Pelabuhan (BUP) disebut melaksanakan kegiatan pemanduan dan penundaan kapal tanpa kerja sama operasional (KSO) dengan BP Batam.

“Sehingga BP Batam tidak memperoleh bagi hasil sesuai pelaksanaan kegiatan tersebut,” tegas Mukharom.

Kedua tersangka, Ahmad Jauhari dan Suyono dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Reporter: M. Ismail 

Artikel Kejati Kepri Tetapkan Dua Tersangka Baru dalam Korupsi PNBP Kapal Batam, Ini Sosoknya pertama kali tampil pada Kepri.

Hajar Bocah Pakai Kayu dan Obeng, 2 Pria Tanjungpinang Jadi Tersangka

0
Ilustrasi. F. Jawa Pos.

batampos – Polisi di Tanjungpinang menangkap dua pelaku penganiayaan terhadap anak di bawah umur. Kedua pelaku masing-masing berinisial RO dan NS.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (26/9) sekitar pukul 13.50 WIB di kawasan Perumahan Lembah Asri, Kecamatan Tanjungpinang Timur.

Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Hamam Wahyudi, mengatakan penganiayaan bermula dari perselisihan antara pelaku dengan korban berinisial MN yang masih anak di bawah umur.

“Pelaku memukul korban karena ada rasa tersinggung. Korban mengalami luka memar akibat pukulan menggunakan kayu dan obeng,” kata Hamam, Selasa (30/9).

Kejadian ini terungkap setelah korban melapor kepada orang tuanya. Laporan itu kemudian diteruskan ke pihak kepolisian hingga kedua pelaku berhasil diamankan.

Meski korban tidak mengalami luka serius, polisi menegaskan kasus ini tetap diproses secara hukum.

“Keduanya sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan akan diproses lebih lanjut oleh Satreskrim Polresta Tanjungpinang,” tegas Hamam. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Hajar Bocah Pakai Kayu dan Obeng, 2 Pria Tanjungpinang Jadi Tersangka pertama kali tampil pada Kepri.

HIV Masuk 10 Besar Penyakit di Batam

0
Ilustrasi. HIV/AIDS (JawaPos.com)

batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah terhadap ancaman penyakit menular. Hingga September 2025, kasus infeksi HIV masih masuk dalam 10 besar penyakit terbanyak yang dilayani di fasilitas kesehatan milik pemerintah.

Kepala Dinkes Batam, dr. Didi Kusmarjadi, menyebut data per September 2025 mencatat 692 pasien HIV yang ditangani Puskesmas se-Kota Batam. Mereka terdiri dari 568 laki-laki dan 124 perempuan.

“Ini angka yang cukup tinggi. HIV tetap jadi perhatian utama, dan tidak bisa dianggap sepele,” tegas Didi, Selasa (30/9).

Jika dibandingkan bulan sebelumnya, terjadi penurunan kasus. Pada Agustus 2025, jumlah pasien HIV yang tercatat mencapai 904 kasus, terdiri dari 724 laki-laki dan 180 perempuan.

Meski demikian, kata Didi, masyarakat tidak boleh terlena. Menurunnya jumlah kasus belum tentu berarti risiko berkurang. “HIV adalah penyakit menular dengan dampak jangka panjang. Pencegahan tetap yang utama,” katanya.

Didi menegaskan, saat ini Kota Batam menghadapi tantangan ganda di sektor kesehatan. Di satu sisi, penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes mendominasi jumlah kunjungan. Di sisi lain, penyakit menular seperti HIV, ISPA, dan diare terus muncul.

“Kalau hipertensi itu karena pola hidup, HIV lebih kepada perilaku dan pemahaman masyarakat terhadap pencegahan penularan. Keduanya harus ditangani bersama,” jelasnya.

Dinkes juga meminta masyarakat tidak mengabaikan gejala apa pun yang muncul. Pemeriksaan rutin dan deteksi dini bisa mencegah kondisi lebih serius.

“Kami dorong masyarakat tidak takut datang ke Puskesmas. Jangan tunggu parah baru periksa. Lebih cepat ditangani, lebih baik,” tegas Didi.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga kebersihan lingkungan, dan tidak berbagi alat pribadi yang berpotensi menularkan penyakit.

Untuk memperkuat kebijakan kesehatan, Didi menyebut data bulanan dari sistem e-Puskesmas akan terus dijadikan dasar intervensi program prioritas, baik untuk pencegahan maupun pengobatan.

“Dengan data ini, kita bisa fokus ke wilayah atau kelompok yang paling membutuhkan intervensi. Program jadi lebih tepat sasaran,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel HIV Masuk 10 Besar Penyakit di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Kasus Kekerasan Anak oleh ASN, Sekda Anambas: Jaga Sikap dan Kendalikan Emosi

0
Sekda Anambas.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Sahtiar. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Anambas, Sahtiar, mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar selalu menjaga sikap dan perilaku, baik di lingkungan tempat tinggal maupun saat bermasyarakat.

Pesan ini disampaikan Sahtiar menyusul keterlibatan salah satu ASN Pemkab Anambas, Rony Lazut, dalam kasus kekerasan terhadap anak yang telah diselesaikan melalui mekanisme Restorative Justice (RJ) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Anambas.

“Jadikan ini pelajaran. Sebagai ASN, harus menjaga sikap karena kita ini menjadi cerminan atau contoh yang baik kepada masyarakat,” kata Sahtiar, Selasa (30/9).

Sahtiar menegaskan, ASN dituntut mampu mengendalikan emosi dalam menghadapi persoalan pribadi maupun yang berkaitan dengan masyarakat. Menurutnya, perilaku negatif seorang ASN bisa berdampak luas, tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga institusi.

“ASN harus berhati-hati. Emosi itu manusiawi, tetapi wajib kita kendalikan. Jangan sampai tindakan kita justru merugikan diri sendiri, keluarga, institusi, dan masyarakat,” tegasnya.

Atas kasus ini, Pemkab Anambas telah memberikan teguran lisan kepada Rony Lazut. Sahtiar berharap yang bersangkutan dapat memperbaiki diri serta kembali menjadi teladan.

“Baru teguran lisan saja, kalau sanksi belum. Kita lihat dari sisi kemanusiaan, karena ini akibat emosi sesaat,” ujarnya.

Kasus ini bermula pada 16 Mei lalu ketika Rony bersama seorang ASN Pemprov Kepri, Hazman, mendapati seorang anak berusia 13 tahun berinisial MD mencuri besi milik aset Pemprov Kepri.

Karena korban tidak mengaku, keduanya emosi dan memukul MD secara bergantian hingga mengenai pipi kiri dan telinganya. MD mengalami luka dan rasa sakit, sehingga kasus dilaporkan ke polisi.

Rony dan Hazman sempat ditahan di sel Polres Anambas selama delapan hari. Namun, kasus akhirnya diselesaikan melalui mekanisme Restorative Justice setelah ada perdamaian dengan keluarga korban. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Kasus Kekerasan Anak oleh ASN, Sekda Anambas: Jaga Sikap dan Kendalikan Emosi pertama kali tampil pada Kepri.

Kalibrasi PAPI Light di Bandara Dabo Singkep Tingkatkan Akurasi Pendaratan Pesawat

0
Bandara Dabo Singkep
Kepala UPBU Kelas III Dabo Singkep, Indra Rokhman (rompi merah) bersama dengan pilot yang melakukan kalibrasi PAPI di Bandara Dabo Singkep, Selasa (30/9). F. Vatawari/Batam Pos.

batampos – Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Dabo Singkep melakukan kalibrasi Precision Approach Path Indicator (PAPI) Light pada runway utama, Selasa (30/9).

Kepala UPBU Dabo Singkep, Indra Rokhman, menegaskan kalibrasi ini merupakan langkah penting untuk memastikan pendaratan pesawat lebih aman dan akurat.

“Kalibrasi ini penting untuk keselamatan penerbangan,” kata Indra.

PAPI Light adalah sistem lampu yang memberi informasi visual kepada pilot terkait sudut pendaratan. Alat ini membantu pilot menjaga lintasan pendaratan agar sesuai dengan standar keselamatan internasional.

“PAPI membantu pilot menentukan sudut pendaratan tepat,” jelasnya.

Kalibrasi dilakukan oleh Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan (BBKFP) Kementerian Perhubungan. Prosesnya menggunakan pesawat khusus King Air Beechcraft 200GT yang diterbangkan Capt. Irwan Saputra.

Indra menjelaskan, kalibrasi PAPI wajib dilakukan minimal dua tahun sekali. Tujuannya menjaga sudut kemiringan lampu PAPI tetap sesuai standar internasional.

“Standar penerbangan internasional harus selalu dipenuhi,” ujarnya.

Selain menjaga akurasi, kalibrasi juga menunjang efisiensi penerbangan. Panduan pendaratan yang tepat dapat mengurangi risiko kecelakaan dan memberikan kenyamanan bagi penumpang.

“PAPI berperan besar dalam keselamatan penerbangan,” tegasnya.

Reporter: Vatawari 

Artikel Kalibrasi PAPI Light di Bandara Dabo Singkep Tingkatkan Akurasi Pendaratan Pesawat pertama kali tampil pada Kepri.

Truk Proyek Ugal-ugalan, Warga Seibinti Sesak Napas Diterjang Debu

0
Lokasi proyek pematangan lahan di Seibinti. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Warga di dua kelurahan, Seibinti dan Seilekop, Kecamatan Sagulung, mengeluhkan debu tebal dan suara bising yang dihasilkan oleh lalu lalang truk proyek di jalan penghubung antarwilayah tersebut. Kondisi ini sudah berlangsung beberapa pekan terakhir dan mulai mengganggu aktivitas serta kesehatan warga, terutama para pengendara motor.

Truk-truk besar yang hilir mudik mengangkut tanah dari lokasi proyek pematangan lahan, menyisakan debu tebal yang beterbangan. Debu ini bahkan menutupi badan jalan dan masuk ke rumah-rumah warga yang tak jauh dari lokasi.

“Dada sesak, mata perih. Kalau truk lewat kencang, debunya langsung mengepul, apalagi siang hari, panas dan debu jadi satu,” kata Susanto, warga Seibinti, Selasa (30/9).

Tak hanya debu, warga juga resah dengan kecepatan truk yang ugal-ugalan. Banyak truk proyek melaju tanpa memperhatikan keselamatan pengguna jalan lain.

“Kami sering ngerem mendadak. Pandangan bisa hilang sesaat karena debu. Kalau ada anak sekolah atau ibu-ibu naik motor bisa bahaya,” ucap Mirna, pengguna jalan yang setiap hari melintas di jalur tersebut.

Pantauan di lapangan, proyek pematangan lahan terlihat aktif, terutama di samping kawasan industri Candi Bantar. Truk roda sepuluh tampak hilir mudik membawa muatan tanah. Tak sedikit dari mereka yang membawa muatan tinggi dan tak tertutup terpal, memperparah sebaran debu di jalan.

Selain debu, warga juga mengeluhkan getaran dan suara bising dari kendaraan berat yang melintas terus-menerus. “Kalau malam juga masih ada truk lewat. Rumah ikut bergetar, tidur jadi terganggu,” ujar Yunita, salah seorang warga yang tinggal tak jauh dari jalan utama.

Menanggapi keluhan itu, Lurah Seibinti, Jamil, mengakui pihaknya sudah menerima aduan dari warga dan berharap ada pengaturan aktivitas proyek agar tidak merugikan masyarakat.

“Kami tidak menolak proyek. Tapi jangan sampai warga jadi korban. Kami minta pengelola proyek tertib: jangan kebut-kebutan, jaga kebersihan jalan, dan pastikan muatan ditutup rapat,” tegas Jamil.

Ia juga mendorong pihak pengembang untuk melakukan penyiraman jalan secara berkala, terutama saat jam sibuk. “Semua pihak ingin nyaman. Jalan tetap dipakai bersama, bukan hanya truk proyek,” tambahnya.

Masyarakat berharap, pemerintah dan aparat tidak tinggal diam. Setidaknya, ada pembatasan kecepatan untuk kendaraan proyek, penegakan aturan muatan, dan pengawasan berkala terhadap kegiatan pematangan lahan di lokasi tersebut.

“Kami tidak minta proyek dihentikan. Tapi tolong ada pengawasan dan tindakan tegas. Kalau dibiarkan, tinggal tunggu waktu sampai ada yang celaka,” ujar Susanto. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Truk Proyek Ugal-ugalan, Warga Seibinti Sesak Napas Diterjang Debu pertama kali tampil pada Metropolis.

Usai Docking Tahunan, KM Kelud Segera Kembali Berlayar Awal Oktober

0
Kapal Pelni saat sandar di Pelabuhan.

batampos – Kapal Motor (KM) Kelud milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) dipastikan segera kembali melayani masyarakat setelah menjalani docking tahunan sejak 11 September 2025. Kapal penumpang terbesar yang melayani rute Batam – Belawan – Tanjung Balai Karimun – Tanjung Priok itu dijadwalkan kembali berlayar pada awal Oktober mendatang.

“KM Kelud saat ini masih tahap akhir docking. Jadwal keberangkatan akan diumumkan segera setelah dirilis oleh kantor pusat,” kata Edwin Kurniansyah, Kepala Cabang PT PELNI Batam, saat ditemui di kantornya, Selasa (30/9).

Docking tahunan merupakan agenda wajib bagi seluruh kapal milik PELNI, termasuk KM Kelud, untuk menjamin standar keselamatan dan kenyamanan pelayaran. Selama proses ini, KM Kelud menjalani perawatan menyeluruh, mulai dari pemeriksaan mesin, sistem keselamatan, hingga pengecatan ulang lambung kapal.

“Perawatan ini adalah bentuk komitmen kami terhadap keselamatan penumpang. KM Kelud akan kembali beroperasi dengan kondisi yang lebih prima,” tegas Edwin.

Edwin menambahkan, pemesanan tiket KM Kelud untuk Oktober 2025 belum dibuka, karena jadwal resmi dari kantor pusat PELNI belum dirilis. Ia mengimbau masyarakat agar tidak terpancing informasi yang belum resmi, dan menunggu pengumuman melalui kanal resmi PELNI.

“Begitu jadwal keluar, kami akan segera umumkan ke masyarakat. Pemesanan tiket akan dibuka seperti biasa melalui aplikasi, website, maupun loket resmi,” katanya.

Sebagai salah satu kapal andalan dan terbesar milik PELNI, KM Kelud memiliki kapasitas ribuan penumpang dan menjadi tulang punggung transportasi laut dari Batam menuju wilayah barat Indonesia, khususnya Medan dan Jakarta.

Selama kapal tidak beroperasi, masyarakat terpaksa menggunakan kapal swasta atau moda penerbangan untuk melakukan perjalanan jarak jauh.

Edwin berharap, setelah KM Kelud kembali berlayar, pelayanan kepada masyarakat bisa kembali optimal. “Sesuai rencana, awal Oktober kapal sudah bisa melayani penumpang lagi. Kami pastikan dalam kondisi terbaik,” ucapnya.

PELNI menegaskan akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan layanan di semua rute. Ke depan, perawatan rutin seperti docking akan tetap dijalankan sesuai jadwal agar kapal-kapal yang melayani masyarakat selalu dalam kondisi layak laut.

“Kami berterima kasih atas kesabaran masyarakat. Yang pasti, keselamatan dan kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas utama,” tutup Edwin. (*)

Reporter: Renggga Yuliandra

Artikel Usai Docking Tahunan, KM Kelud Segera Kembali Berlayar Awal Oktober pertama kali tampil pada Metropolis.

DPRD Kepri Kawal Ketat Pelaksanaan MBG, Siap Dorong Evaluasi hingga Pencabutan Izin

0
Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dari Fraksi PKS, Wahyu Wahyudin. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dari Fraksi PKS, Wahyu Wahyudin, menegaskan pihaknya akan terus mengawal ketat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam dan Kepri. Hal ini menyusul adanya insiden yang sempat terjadi di lapangan dan menjadi perhatian publik.

Wahyu menyebut Gubernur Kepri beserta wakilnya sudah turun langsung meninjau dapur penyedia MBG. Mereka juga meminta agar perbaikan bisa segera dilakukan.

“Saya berharap apa yang disampaikan Pak Gubernur bisa dilaksanakan dengan baik oleh dapur MBG, karena ini menyangkut kesehatan dan keselamatan siswa-siswi di Kota Batam,” ujar Wahyu, usai menghadiri Musyawarah Kota (Muskot) Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) di Kantor Dispora Batam, Selasa (30/9).

Baca Juga: Cegah Makanan Basi dan Keracunan, Polda Kepri Perketat Pengawasan MBG

Ia menekankan, jika standar operasional prosedur (SOP) dijalankan dengan baik, kasus serupa tidak akan terulang kembali. DPRD Kepri bersama pemerintah provinsi akan terus melakukan pemantauan dan kunjungan ke dapur MBG di seluruh Batam maupun Kepri.

“Kami mengawal ini dengan baik karena prihatin atas kejadian tersebut. Saat ini memang masih baru, mungkin SOP-nya belum berjalan maksimal. Mudah-mudahan kalau SOP sudah dijalankan dengan baik, tidak ada lagi kasus serupa,” jelasnya.

Terkait kemungkinan penghentian dapur SPPG yang tidak menjalankan sesuai SOP, Wahyu menyebut hal itu masih akan dikoordinasikan dengan Gubernur. Jika ke depan masih ditemukan pelanggaran, pihaknya mendorong adanya sanksi tegas.

“Kalau setelah evaluasi masih ada kejadian lagi, maka perlu diberikan sanksi yang lebih tegas, termasuk pencabutan izin dan diganti dengan yang lebih siap,” tegasnya.

Wahyu menambahkan, DPRD Kepri juga aktif melakukan pengawasan dengan turun ke lapangan secara rutin setiap pekan. Hal itu dilakukan untuk memastikan program MBG benar-benar berjalan sesuai tujuan awal, yakni memberikan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah secara aman dan sehat. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel DPRD Kepri Kawal Ketat Pelaksanaan MBG, Siap Dorong Evaluasi hingga Pencabutan Izin pertama kali tampil pada Metropolis.

Marina City Masih Dialihkan, Jalan Ditutup hingga Penimbunan Rampung

0
Progres pengerjaan gorong gorong di jalan Marina City. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Proses perbaikan jalan di simpang Perumahan Jupiter, Marina City, kini menunjukkan perkembangan signifikan. Setelah gorong-gorong lama dibongkar, gorong-gorong baru sudah berhasil ditanam di lokasi. Pengerjaan kini memasuki tahap penimbunan badan jalan sekaligus pembenahan drainase induk di sekitar area perbaikan.

Meski progres berjalan baik, akses jalan Marina City di titik perbaikan masih ditutup total. Untuk sementara, arus lalu lintas dialihkan melalui jalur alternatif di kawasan Perumahan dan Pertokoan Dream Land Marina. Pengguna jalan diimbau bersabar hingga perbaikan tuntas agar jalur utama kembali aman dilintasi.

Kerusakan jalan ini sebelumnya sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Bagian jalan di atas gorong-gorong lama terus menurun akibat keretakan dan tersumbatnya saluran, ditambah intensitas hujan tinggi yang memperparah kondisi. Warga khawatir jalan bisa amblas sewaktu-waktu dan menimbulkan korban jika tidak segera ditangani.

Baca Juga: Jalan di Simpang Marina City Ambles, Truk Berat Dituding Jadi Penyebab

Desakan warga akhirnya ditindaklanjuti Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA). Alat berat diturunkan untuk melakukan penggalian, membongkar gorong-gorong lama, hingga kini menggantinya dengan yang baru. Langkah ini diyakini dapat menjadi solusi permanen agar jalan kembali kokoh.

Sebelumnya, Lurah Tanjungriau, Syamsuddin, menegaskan bahwa perbaikan ini sifatnya mendesak. Ia menyebut gorong-gorong baru sudah disediakan sejak beberapa waktu lalu, dan proses pengerjaan saat ini diharapkan bisa segera rampung. “Kami minta pekerjaannya dipercepat, karena jalan ini adalah akses utama warga Marina City,” ujarnya.

Warga setempat juga menyambut baik langkah perbaikan ini. Umar, pengguna jalan, berharap pengerjaan bisa diselesaikan tepat waktu sehingga arus lalu lintas kembali normal. Sementara Jamsir, warga lainnya, meminta adanya pengawasan ketat terhadap aktivitas kendaraan berat seperti truk kontainer setelah jalan diperbaiki, agar kerusakan tidak cepat terulang.

Kondisi jalan Marina City selama ini memang menjadi sorotan karena padatnya lalu lintas kendaraan berat akibat banyaknya proyek pembangunan di kawasan tersebut. Selain merusak jalan, aktivitas itu juga kerap menimbulkan kemacetan, terutama pada jam sibuk. Warga menilai solusi jangka panjang harus mencakup perbaikan jalan sekaligus pengaturan arus kendaraan besar.

Dengan progres yang kini memasuki tahap penimbunan dan pembenahan drainase, masyarakat optimistis jalan Marina City akan segera kembali berfungsi normal. Warga berharap hasil perbaikan kali ini benar-benar permanen, sehingga jalur utama menuju kawasan Marina City tidak hanya aman dan lancar, tetapi juga lebih tahan terhadap tekanan kendaraan berat serta cuaca ekstrem. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Marina City Masih Dialihkan, Jalan Ditutup hingga Penimbunan Rampung pertama kali tampil pada Metropolis.