Wagub Nyanyang memimpin rapat Penguatan Survei Penilaian Integritas (SPI), di lingkungan Pemprov Kepri di Ruang Rupatama Gedung Perkantoran A, Dompak, Senin (20/10/2025). (Enji/DISKOMINFO KEPRI)
batampos – Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura mendorong peningkatan Skor Survei Penilaian Integritas SPI tahun 2025 di Provinsi Kepri.
“SPI ini bukan hanya perkara menjawab survei, namun juga sebagai upaya membangun budaya Integrasi yang berkelanjutan,” ujar Nyanyang memimpin Rapat Penguatan Survei Penilaian Integritas (SPI) di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Gedung Perkantoran A Dompak, Senin (20/10/2025).
Hasil audit SPI ditegaskan Nyanyang sangat penting bagi peningkatan integritas dan cerminan peningkatan indikator kinerja kepala daerah dan pemerintah provinsi Kepri.
“Untuk itu, saya berharap setiap kepala OPD di lingkungan pemerintah Provinsi Kepri untuk memberikan pemahaman responden yang berasal dari kepada pihak internal, eksternal publik dan pihak eksper seperti ombusman, akademisi dan jurnalis untuk dapat memberikan respon yang baik saat mengisi SPI tahun 2025,” paparnya.
Setiap OPD diminta pula dapat memperbaiki pelayanan publik agar dapat memberikan dampak positif dalam pengisian survei SPI tahun 2025.
Berdasarkan hasil Audit SPI tahun 2024, lanjutnya, indeks SPI di Provinsi Kepri masih masuk dalam kategori Rentan (Merah) yang menunjukkan masih ada potensi korupsi, gratifikasi dan penyalahgunaan wewenang yang mencerminkan lemahnya komitmen pimpinan terhadap Reformasi birokrasi.
“Sedangkan untuk Kategori Terjaga atau hijau menunjukkan kepemimpinan yang berintegritas, transparan dan akuntabel,” jelas Nyanyang.
Kendati demikian, anjutnya, hasil SPI tahun 2024 itu Provinsi Kepri masuk pada peringkat ke 11 dengan nilai 71,66 Provinsi Se Indonesia dan Peringkat ke 2 terbaik Provinsi Se-Sumatra.
“Peringkat tersebut sudah baik, namun harus kita tingkatkan lagi kearah yang lebih baik, seperti peringkat pertama se Sumatra,” tegas Nyanyang.
Langkah Meningkatkan Hasil Survey
Menurut Wagub Nyanyang, terdapat beberapa langkah yang diambil pemerintah Provinsi Provinsi Kepri untuk meningkatkan hasil survey SPI tahun 2025 yang masih berjalan ini.
Seperti meningkatkan komitmen pimpinan terhadap integritas dan anti korupsi melalui memasukan integritas dan anti korupsi kedalam Sasaran Kinerja Pegawai SKP, melakukan pembinaan terbuka dan disiplin seperti melalui apel pagi bagi ASN, menguatkan peran inspektorat dalam upaya peningkatan integritas anti korupsi.
“Membangun upaya pelaporan gratifikasi atau wishleblow sistem serta melibatkan masyarakat dalam pengawasan pelayanan publik,” tegas Wagub Nyanyang.
Untuk itu, Wagub Nyanyang menhimbau dan menginstruksikan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah OPDdi lingkungan Pemerintah Provinsi kepri untuk dapat mendorong peningkatan integritas SPI tahun 2025 ini. (*)
Tim PWI Kepri, PWI Kota Batam serta Pengacara senior, Balidalo, dalam kegiatan silaturahmi serta berdialog dengan Owner Tibelat Farm, Minggu (19/10/2025), pagi di Tibelat Farm, Tanjungriau, Batam.
batampos-Program Ketahanan Pangan sudah menjadi program utama bagi pemerintah, baik di pusat maupun di daerah.
Maka, setiap elemen masyarakat berkewajiban untuk mendukung program yang digagas Presiden RI, Prabowo Subianto tersebut.
Begitu juga halnya yang sudah dilakukan oleh petani, pemilik dan sekaligus pembina kelompok tani usaha kolam budidaya ikan Tibelat Farm, Ray Sandy Stefan, di daerah Sei Temiang, Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Batam.
Ketua PWI Kepri, Saibansah Dardani yang diwakilikan oleh Wakil Ketua OKK, Tunggul Manurung mengatakan, program ketahanan pangan juga menjadi program prioritas bagi organisasi jurnalis, untuk bisa dikembangkan kedepannya.
“Kita akan dukung sepenuhnya program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah. Begitu juga terhadap Tibelat Farm,” sebut Tunggul, Minggu (19/10/2025), di saat menghadiri acara undangan silaturahmi dengan Tibelat Farm.
Maka, imbuhnya, kami siap untuk bekerjasama dengan Tibelat Farm terkait kegiatan dan permasalahan yang dihadapi, terutamanya untuk kepentingan masyarakat ataupun kelompok tani.
“Artinya apa. Terhadap Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri, program Ketahanan Pangan ialah, sejalan dengan apa yang sudah dirumuskan dalam Konferensi Kerja I Tahun 2025. Maka, marilah kita dukung bersama sama,” ucap Tunggul .
Selain Pengacara senior, Balidalo, kegiatan silaturahmi dan edukasi itu juga dihadiri oleh oleh pengurus PWI Kepri dan Kota Batam. Yakni, Anwar Saleh, Indra Helmi, Sofiyan, Roni Alimin, Nov Iwandra, beserta Ketua PWI Batam, Kavi, Renti dan Juanda, dan lainnya, untuk dialog.
Diatas lahan seluas 1,5 hektar, Ray membuat belasan kolam ikan, dan menanam 1.000 batang pohon cabe, serta pohon buah-buahan, sejak beberapa tahun belakangan.
Tibelat Farm siap menyuplai benih ikan untuk dibudidayakan di Batam dan di wilayah Kepulauan Riau. Bahkan, pihak Tibelat Farm siap mengedukasi mereka yang ingin membudidayakan ikan air tawar. Kemudian, Ikan-ikan yang sudah dibudidayakan dan menjadi besar siap dibeli dengan harga pantas.
“Saat ini kita sudah ada mensuplai benih ikan untuk kabupaten Lingga dan Bintan. Dan kita pun berharap tidak hanya di Lingga dan Bintan, tetapi untuk semua kabupaten dan kota di Kepri,” ujar Ray pemilik dan penanggungjawab Tibelat Farm, disaat berdialog dengan pengurus PWI Kepri, serta PWI Kota Batam, dilokasi Tibelat Farm, Sei Temiang, Tanjungriau.
Tibelat Farm merupakan tempat membudidayakan ikan air tawar yang sudah mendapat akreditasi dari lembaga yang resmi. Luas Tibelat Farm kurang lebih 1,5 hektar dan terbentang sejumlah kolam yang berisi ikan air tawar. Diantaranya ada ikan Emas, Nila, Lele dan ikan lainnya.
Selain untuk budidaya ikan, lokasi ini disulap seperti tempat wisata alam yang asri. Di tepi kolam ada bungalow yang dapat digunakan untuk memancing, beristirahat dan juga ada tanaman cabe yang siap panen.
Lokasi ini terbuka umum. Setiap mengunjungi dikenai tiket masuk Rp10.000 untuk orang dewasa dan Rp5.000 untuk anak-anak. Pengunjung bebas memancing ikan di kolam Tibelat Farm.
Setiap ikan yang didapatkan akan ditimbang, lalu dibayar per kilonya dengan harga terjangkau, untuk di bawa pulang, maupun dimasak di lokasi. Karena pihak Tibelat Farm menyediakan sarana serta tungku untuk pemanggang.
Kang Ray, begitu ia biasa disapa, mengatakan kalau Tibelat sudah berdiri sejak tahun 2003 lalu. Izin untuk mengelola lahan tersebut ia peroleh dari BP Batam yang saat itu masih bernama Otorita Batam.
Dengan ilmu maupun pengalaman yang dimilikinya, Ray telah mampu membawa Tibelat Farm menjadi sebuah tempat wisata dan edukasi budidaya ikan ikan air tawar, bagi masyarakat Batam, pelajar, serta mahasiswa dari berbagai daerah.
“Sebenarnya kita tidak perlu untuk mengimpor lagi ikan air tawar dari luar kalau dari dalam negeri sendiri mampu memenuhi kebutuhannya.
Tapi karena adanya pemain besar yang melakukan itu, dan didukung pemerintah. Maka impor pun tidak bisa dihindari,” paparnya.
Dikeilmuan, Ray siap memberikan edukasi ke siapa saja yang ingin membudidayakan ikan air tawar tanpa dipungut bayaran. Bahkan ia siap memberikan diskon 50 persen setiap benih ikan yang akan dibeli di tempatnya. Begitu juga setelah benih ikan tersebut panen, ia siap menerima dengan harga pasaran.
“Pastinya, saya ingin Tibelat Farm bermanfaat bagi masyarakat di Kota Batam dan Kepri. Terutama bagi mereka yang ingin belajar membudidayakan ikan air tawar. Apalagi kebutuhan ikan air tawar untuk Kota Batam masih terbilang tinggi,” ungkap Ray yang juga pengurus HKTI ini.
Sehingga, Iapun berharap dengan pesatnya pembangunan di Batam, tidak membuat Area Tibelat Farm tergusur, oleh perusahaan pribadi dan perubahan.
“Ini karena manfaat serta dampak yang diperoleh masyarakat dari Tibelat Farm kini sangat luar bisa. Tidak hanya dalam bentuk edukasi gratis akan tetapi panen ikan yang memadai,” paparnya.
“Banyak yang datang ke sini untuk belajar budidayakan ikan air tawar. Baik dari pihak pemerintah daerah, swasta, mahasiswa, pensiunan. Bahkan ada juga dari luar Batam,” pungkasnya. (*)
batampos – Hidung adalah salah satu organ vital yang berperan penting dalam sistem pernapasan manusia. Fungsinya tidak hanya sebagai jalur masuknya udara, tetapi juga menyaring, menghangatkan, dan melembabkan udara sebelum masuk ke paru-paru.
Namun, berbagai kondisi kesehatan dapat mengganggu fungsi optimal hidung, salah satunya adalah pertumbuhan jaringan abnormal di dalam rongga hidung. Gangguan pada hidung ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kesulitan bernapas hingga gangguan kualitas tidur.
Polip secara umum adalah pertumbuhan jaringan lunak yang bersifat jinak atau non-kanker yang dapat muncul di berbagai bagian tubuh. Pertumbuhan ini biasanya berbentuk bulat atau lonjong dan tumbuh pada permukaan selaput lendir organ tubuh.
Polip dapat berkembang di berbagai lokasi seperti usus besar, rahim, tenggorokan, dan juga di saluran hidung. Meskipun umumnya bersifat jinak, keberadaan polip tetap memerlukan perhatian medis karena dapat menimbulkan berbagai gejala yang mengganggu fungsi organ tempat polip tersebut tumbuh.
Polip hidung adalah pertumbuhan jaringan lunak yang tidak bersifat kanker dan berkembang pada lapisan saluran hidung atau sinus. Bentuknya menyerupai tetesan air atau anggur kecil yang menggantung, dengan tekstur yang lembut dan berisi cairan.
Polip hidung biasanya berwarna kekuningan, kecoklatan, atau merah muda, dan dapat tumbuh dalam berbagai ukuran dari yang sangat kecil hingga cukup besar untuk menyumbat saluran pernapasan. Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang dewasa, terutama mereka yang memiliki riwayat penyakit pernapasan kronis atau alergi.
Adapun beberapa gejala polip hidung yang bervariasi tergantung pada ukuran dan jumlah pertumbuhannya. Berikut adalah gejala-gejala yang umum dialami oleh penderita polip hidung:
Hidung berair dan tersumbat
Lendir yang mengalir di tenggorokan (postnasal drip)
Tidak bisa mencium bau
Tidak bisa merasakan makanan dengan baik
Nyeri wajah atau sakit kepala
Sakit pada gigi
Rasa tertekan pada dahi dan wajah
Mendengkur saat tidur
Sering mimisan
Gejala-gejala ini dapat muncul secara bersamaan atau bertahap, dan tingkat keparahannya bergantung pada ukuran serta lokasi polip di dalam rongga hidung.
Namun, memahami gejala polip hidung saja tidak cukup, penting juga untuk mengetahui apa yang menjadi pemicu terbentuknya kondisi ini. Polip hidung tidak muncul begitu saja, melainkan berkembang sebagai respons tubuh terhadap peradangan kronis di saluran pernapasan bagian atas.
Berbagai kondisi kesehatan tertentu dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami peradangan berkelanjutan yang akhirnya memicu pertumbuhan polip. Perlu diingat bahwa jika kamu sering mendengkur saat tidur tanpa penyebab yang jelas, ini bisa menjadi salah satu tanda adanya polip hidung yang menyumbat saluran pernapasan.
Penyebab Polip Hidung
Oleh karena itu, kamu perlu mengenali faktor-faktor penyebab terbentuknya polip hidung, dengan begitu kamu dapat lebih waspada dan mengambil langkah pencegahan yang tepat untuk mengurangi risiko terbentuknya polip hidung. Seperti yang dilansir dari Alodokter, beberapa kondisi ini merupakan penyebab utama polip hidung.
1. Infeksi Sinus Berulang
Infeksi sinus yang terjadi berulang kali menjadi salah satu pemicu utama terbentuknya polip hidung. Kondisi peradangan yang terjadi secara terus-menerus, apalagi dalam jangka waktu yang lama, dapat memicu pertumbuhan jaringan abnormal di dalam rongga hidung. Peradangan kronis ini menyebabkan lapisan mukosa hidung menebal dan akhirnya membentuk polip. Semakin sering seseorang mengalami infeksi sinus, semakin tinggi pula risiko terbentuknya polip di saluran pernapasannya.
2. Penyakit Asma
Penyakit asma merupakan faktor risiko yang cukup signifikan dalam perkembangan polip hidung. Asma menyebabkan peradangan kronis pada saluran pernapasan yang tidak hanya terbatas pada paru-paru, tetapi juga dapat mempengaruhi saluran hidung dan sinus. Kondisi inflamasi yang berkelanjutan ini menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan polip. Penderita asma perlu lebih waspada terhadap kemungkinan terbentuknya polip hidung, terutama jika asma yang dialami tidak terkontrol dengan baik.
3. Rhinitis Alergi
Rhinitis alergi atau peradangan hidung akibat alergi juga menjadi penyebab umum polip hidung. Ketika seseorang terpapar alergen seperti debu, serbuk sari, atau bulu hewan, sistem imun bereaksi berlebihan dan menyebabkan peradangan pada lapisan hidung. Jika peradangan ini berlangsung dalam waktu lama karena paparan alergen yang terus-menerus, risiko terbentuknya polip hidung akan meningkat secara signifikan. Pengelolaan alergi yang baik menjadi kunci untuk mencegah komplikasi berupa polip hidung pada penderita rhinitis alergi.
4. Cystic Fibrosis
Cystic fibrosis atau fibrosis kistik adalah kelainan genetik yang juga dapat menyebabkan polip hidung. Pada kondisi ini, terjadi mutasi gen yang mengatur produksi lendir di dalam tubuh, sehingga lendir yang seharusnya berfungsi melindungi dan melembabkan saluran pernapasan menjadi sangat kental dan lengket. Lendir yang kental ini mudah terperangkap di saluran hidung dan sinus, memicu peradangan kronis yang akhirnya dapat berkembang menjadi polip. Penderita fibrosis kistik perlu mendapat pemantauan medis rutin untuk mendeteksi dini kemungkinan terbentuknya polip hidung.
Opsi Pengobatan Medis
Setelah memahami penyebab dan gejala polip hidung, penting untuk mengetahui berbagai pilihan penanganan yang tersedia. Penanganan polip hidung bertujuan untuk mengurangi ukuran atau bahkan menghilangkan polip, sekaligus mengatasi peradangan yang mendasarinya.
Pendekatan pengobatan biasanya dimulai dengan terapi medikamentosa atau obat-obatan, dan jika tidak efektif, baru dipertimbangkan tindakan pembedahan. Pemilihan metode pengobatan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan polip, gejala yang dialami, serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Untuk itu, Mayo Clinic memberikan beberapa opsi pengobatan medis melalui obat-obatan.
– Steroid Nasal
Obat semprot hidung yang mengandung steroid seperti fluticasone, budesonide, mometasone, triamcinolone, beclomethasone, dan ciclesonide menjadi lini pertama pengobatan polip hidung. Obat-obatan ini bekerja dengan mengurangi peradangan dan pembengkakan pada lapisan hidung sehingga dapat mengecilkan ukuran polip dan meredakan gejala sumbatan. Penggunaan secara teratur sesuai anjuran dokter sangat penting untuk mendapatkan hasil yang optimal.
– Steroid Oral
Steroid dalam bentuk tablet seperti prednisone dapat diberikan jika polip sudah terlalu besar hingga menghalangi semprot hidung mencapai area yang bermasalah. Obat ini bekerja lebih sistemik dalam tubuh untuk mengurangi peradangan dan mengecilkan ukuran polip, terutama sebelum tindakan pembedahan dilakukan. Steroid juga dapat diberikan melalui suntikan untuk kasus polip yang parah guna mendapatkan hasil yang lebih cepat.
– Obat Biologis
Obat biologis bekerja dengan menargetkan sel atau protein tertentu untuk mengurangi iritasi dan pembengkakan pada saluran hidung. Obat-obatan seperti dupilumab, mepolizumab, dan omalizumab telah disetujui di Amerika Serikat untuk pengobatan sinusitis kronis dengan polip hidung yang sering kambuh. Terapi biologis ini memberikan harapan baru bagi pasien yang tidak merespon baik terhadap pengobatan konvensional.
– Obat Pendukung Lainnya
Obat-obatan lain seperti antihistamin dan antibiotik juga dapat diresepkan untuk mengatasi kondisi yang memicu peradangan kronis pada hidung. Antihistamin membantu mengendalikan reaksi alergi yang dapat memperburuk polip hidung, sementara antibiotik digunakan untuk mengobati infeksi bakteri yang menyebabkan peradangan sinus.
Prosedur Pembedahan
Jika pengobatan dengan obat-obatan tidak memberikan hasil yang memuaskan, tindakan pembedahan menjadi pilihan berikutnya. Cleveland Clinic menjelaskan beberapa prosedur pembedahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi polip hidung.
Polipektomi
Prosedur polipektomi dilakukan dengan menggunakan instrumen kecil seperti gunting bedah atau jerat khusus untuk mengangkat polip dari dalam hidung. Jerat bedah ini bekerja seperti tali pengikat yang melingkari polip sehingga dapat diangkat dengan aman dan efektif. Prosedur ini relatif sederhana dan dapat dilakukan dengan anestesi lokal untuk polip yang berukuran kecil hingga sedang. Waktu pemulihan setelah polipektomi umumnya cukup cepat dengan risiko komplikasi yang minimal.
Balloon Sinuplasty
Balloon sinuplasty adalah prosedur minimal invasif di mana dokter bedah memasukkan balon kecil melalui lubang hidung menuju rongga sinus. Balon ini kemudian dikembangkan secara perlahan untuk membuka saluran hidung yang tersumbat dan memulihkan drainase sinus yang normal. Dalam beberapa kasus, dokter juga dapat sekaligus mengangkat polip hidung selama prosedur ini berlangsung. Keuntungan dari metode ini adalah waktu pemulihan yang lebih cepat dibandingkan operasi konvensional dengan tingkat kenyamanan pasien yang lebih baik.
Functional Endoscopic Sinus Surgery (FESS)
FESS merupakan prosedur bedah yang lebih komprehensif dengan menggunakan instrumen kecil dan endoskop untuk mengangkat polip, jaringan yang rusak, tulang yang mengalami deformasi, serta segala sesuatu yang menyumbat saluran hidung. Operasi ini umumnya dilakukan pada kasus polip yang besar atau menyebar luas di beberapa area sinus dengan bantuan kamera kecil untuk visualisasi yang lebih baik. Meskipun lebih invasif dibandingkan prosedur lainnya, FESS memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dalam mengatasi polip hidung yang parah. Prosedur ini memberikan perbaikan jangka panjang pada fungsi pernapasan dan kualitas hidup pasien secara keseluruhan.
Dari sini, diharapkan setiap individu memahami apa itu polip hidung dan bagaimana penanganan yang tepat untuk kondisi tersebut. Perlu diingat juga bahwa penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter THT jika mengalami gejala-gejala seperti hidung tersumbat berkepanjangan, kehilangan kemampuan mencium, atau keluhan pernapasan lainnya. Deteksi dini dan penanganan yang tepat tidak hanya dapat meredakan gejala, tetapi juga mencegah komplikasi lebih lanjut serta meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. (*)
batampos – AC Milan kini berada di puncak klasemen Liga Italia dengan 16 poin setelah kemenangan atas Fiorentina. Pelatih Massimiliano Allegri menyebut performa Rossoneri kurang meyakinkan tapi dia puas dengan hasil akhirnya.
Berikut petikan komentar Massimiliano Allegri (MA) kepada DAZN setelah pertandingan.
DAZN: Apakah Anda punya komentar tentang reaksi Fiorentina pasca-pertandingan terhadap penalti tersebut?
MA: Tidak, saya hanya bisa mengatakan bahwa tim bermain bagus. Hingga gol itu, kami belum membiarkan satu pun tembakan tepat sasaran, dan kami kebobolan gol yang seharusnya bisa dihindari.
Kami memiliki dua peluang di babak pertama melalui Tomori dan Pavlovic, serta umpan silang dari Athekame. Setelah kebobolan, ada reaksi yang bagus, itu tidak mudah, dan kami senang karenanya.
DAZN: Apakah Anda puas dengan Leao sebagai penyerang?
Ketika menurunkan Gimenez di babak kedua, membuat ia memang lebih bebas bergerak. Namun, Anda juga bisa terbiasa bermain tanpa penyerang tengah karena malam ini Fofana, terutama di babak kedua, bermain sebagai gelandang, dan itu keuntungan yang sangat penting.
DAZN: Leao mengambil penalti, kapan keputusan itu dibuat? Apakah dia penendang penalti?
MA: Tidak ada kebingungan. Saya meminta Rafa untuk mengambil penalti, ia berlatih dalam latihan dan melakukannya dengan baik. Fofana juga penendang penalti yang baik. Kita perlu meningkatkan tingkat keberhasilan penalti.
DAZN: Kenapa tidak Gimenez dan Leao dari awal?
MA: Kalau saya punya kalian (jurnalis) di bangku cadangan, mungkin saya akan memulai dengan Gimenez (dengan bercanda).
Saya menunggu pergantian pemain karena ada tendangan sudut, tapi setelah kartu kuning Athekame, saya langsung memanggil Gimenez. Saya harus membaca permainan, saya beruntung dan semuanya berjalan baik untuk saya. Yang penting adalah menjaga keseimbangan, dan di babak pertama kami punya peluang.
DAZN: Seberapa berarti kemenangan ini?
MA: Kami tidak mengirim pesan apa pun, kami harus menikmati kemenangan ini. Kami masih punya banyak poin untuk diraih untuk mencapai tujuan kami, dan mulai besok, kami perlu memulihkan energi sebanyak mungkin.
Kami akan kembali ke sini pada hari Jumat (Sabtu dini hari), dan kami berharap Loftus dan Nkunku sudah pulih. Kami harus bermain dengan antusiasme ini, tapi jangan terlalu bersemangat, karena perjalanan kami masih panjang. Milan akan menghadapi Pisa pada pertandingan selanjutnya.
Diketahui, Rafael Leao membuktikan diri sebagai sosok penting bagi AC Milan musim ini. Pemain asal Portugal itu menjadi pahlawan kemenangan Rossoneri setelah mencetak dua gol alias brace dalam laga melawan Fiorentina yang digelar pada Senin (20/10).
Dengan hasil ini, AC Milan kini duduk di puncak klasemen Serie A dengan koleksi 16 poin dari tujuh pertandingan. Tim asuhan Massimiliano Allegri mencatat performa impresif di awal musim 2025/26 dengan lima kemenangan, satu hasil imbang, dan hanya satu kekalahan. (*)
Pedagang menjual cabai di Pasar Sungai Harapan. Cabai memberikan andil inflasi di Kota Batam. F.Rengga Yuliandra
batampos – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memastikan kondisi inflasi di Kota Batam dalam keadaan terkendali. Berdasarkan data terakhir, inflasi bulan ke bulan (month to month) tercatat sebesar 0,62 persen, sementara inflasi tahunan (year on year) berada di angka 2,82 persen.
“Inflasi di Provinsi Kepri lebih baik dibanding beberapa provinsi lain di Indonesia. Angka ini masih jauh dari level psikologis inflasi. Artinya, kebijakan pengendalian yang kita jalankan sudah berjalan dengan baik,” katanya, Senin (20/10).
Ia menjelaskan, beberapa komoditas yang mengalami fluktuasi harga antara lain cabai yang memberikan andil inflasi sebesar 0,25 persen, sedangkan bahan pokok lainnya seperti beras, gula, dan minyak goreng hanya menyumbang sekitar 0,1 persen.
“Secara keseluruhan tidak ada komoditas yang memberi kontribusi signifikan terhadap laju inflasi,” ujar dia.
Untuk menjaga kestabilan harga menjelang Natal dan Tahun Baru, Pemko Batam bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan menggulirkan program paket sembako murah pada awal Desember mendatang.
“Paket yang disiapkan sebanyak 52.000, berisi beras, minyak goreng, dan gula. Kami ingin masyarakat tetap tenang menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru,” kata Amsakar.
Ia juga meminta jajarannya untuk berkoordinasi dengan para distributor agar pendistribusian berjalan lancar dan tepat sasaran.
Selain itu, ia menyampaikan apresiasinya kepada jajaran Polri dan kejaksaan yang turut membantu pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga serta pengawasan distribusi bahan pokok di Batam.
“Prinsipnya, kita berikhtiar sekuat tenaga untuk memenuhi kebutuhan lokal dan menjaga daya beli masyarakat,” katanya. (*)
Barang bukti yang diamankan Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri.
batampos – Unit 1 Subdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri menangkap seorang pria yang diduga menjadi pengedar ganja di kawasan Bukit Senyum, Batuampar, Batam. Dari tangan pelaku, polisi menyita daun kering diduga ganja seberat hampir 3 kilogram siap edar.
Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Kepri Kompol Komarudin mengatakan, penangkapan dilakukan pada Selasa (14/10) malam sekitar pukul 22.30 WIB. Tersangka diketahui bernama Juara Simanjuntak alias Tulang, warga Bukit Senyum, Sungai Jodoh, Batuampar.
“Penangkapan berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan adanya aktivitas mencurigakan di salah satu rumah liar di kawasan Bukit Senyum. Setelah dilakukan penyelidikan, tim opsnal menemukan adanya peredaran narkotika jenis ganja,” ujar Komarudin, Senin (20/10).
Tim opsnal kemudian bergerak ke lokasi sekitar pukul 22.30 WIB dan menggerebek rumah yang ditinggali pelaku. Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan sejumlah paket besar dan kecil berisi daun kering diduga ganja yang disimpan di dalam rumah tersebut.
“Total barang bukti yang disita dari tersangka mencapai 2.690 gram ganja,” ungkap Komarudin.
Barang bukti itu terdiri dari satu paket besar seberat 1.080 gram, satu paket seberat 880 gram, 146 paket kecil seberat 400 gram, satu paket berisi 160 gram, dan 23 paket kecil berisi 50 gram ganja. Polisi juga menemukan dua ikat batang ganja dengan berat 120 gram.
Selain narkotika, petugas turut menyita satu unit telepon genggam OPPO A60 warna biru, satu timbangan digital warna merah merek Megato, serta uang tunai Rp620 ribu yang diduga hasil penjualan narkoba.
Kepada petugas, Juara mengakui seluruh barang haram tersebut adalah miliknya. Ia mengaku sudah beberapa kali menjual ganja kepada sejumlah pembeli di sekitar Batuampar dan Sungai Jodoh.
“Dari pengakuan awal, pelaku mengaku sudah lama mengedarkan ganja di kawasan tersebut. Kami masih mendalami kemungkinan adanya jaringan lain di atasnya,” kata Komarudin.
Saat ini, tersangka bersama seluruh barang bukti sudah diamankan di kantor Ditresnarkoba Polda Kepri untuk proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga tengah menelusuri sumber asal ganja tersebut serta jalur peredarannya di Batam.
Komarudin menegaskan, pihaknya akan terus menindak tegas para pelaku peredaran narkotika di wilayah Kepri. Ia mengimbau masyarakat agar berperan aktif memberikan informasi jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait narkoba di lingkungan sekitar.
“Setiap informasi dari masyarakat sangat membantu kami dalam memutus mata rantai peredaran narkoba di Kepri,” tegasnya. (*)
batampos – Presiden Prabowo Subianto akhirnya mengungkap alasan pemerintah membentuk Kementerian Haji dalam kabinetnya. Menurut Prabowo, keputusan itu bukan tanpa dasar, melainkan merupakan bentuk penyesuaian terhadap permintaan langsung dari Pemerintah Arab Saudi.
“Kita mendirikan Kementerian Haji atas permintaan pemerintah Arab Saudi,” ujar Prabowo Subianto saat memimpin sidang kabinet 1 tahun pemerintahan di Istana Negara Jakarta, Senin (20/10).
Prabowo menjelaskan, selama ini urusan penyelenggaraan ibadah haji ditangani oleh lembaga setingkat badan. Namun, pihak Arab Saudi menginginkan agar komunikasi dan koordinasi dilakukan langsung antarpejabat setingkat menteri.
“Karena dia bilang ‘Kami urusan haji adalah dengan Menteri Haji. Jadi minta urusannya sama pejabat’, Oke ini Kepala Badan, tetapi enggak dia (pemerintah Arab) maunya menteri. Ya sudah, apa boleh buat, kita menyesuaikan,” jelasnya.
Sebelumnya, DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga atas UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah menjadi Undang-Undang (UU). Melalui pengesahan ini, Badan Penyelenggara (BP) Haji secara resmi ditingkatkan statusnya menjadi Kementerian Haji dan Umrah.
Keputusan tersebut diambil dalam rapat paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/8). Rapat paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, didampingi sejumlah pimpinan DPR lainnya, termasuk Cucun Ahmad Syamsurijal dan Saan Mustopa.
Sebelum pengambilan keputusan, pimpinan DPR memberi kesempatan kepada Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, untuk menyampaikan laporan pembahasan RUU tersebut.
Dalam laporannya, Marwan menegaskan bahwa perubahan undang-undang ini bertujuan memperkuat kelembagaan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah agar lebih efektif, profesional, dan akuntabel.
“Substansi utama revisi ini adalah menjadikan penyelenggaraan haji dan umrah sebagai fokus satu kementerian tersendiri. Dengan begitu, pelayanan, pengawasan, dan tata kelola dapat lebih maksimal serta responsif terhadap kebutuhan jemaah,” ujar Marwan di hadapan anggota dewan.
Marwan juga menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang menjadi alasan lahirnya perubahan ini, di antaranya antrean panjang keberangkatan haji, keterbatasan kuota, biaya penyelenggaraan yang kerap menjadi polemik, hingga perlunya peningkatan kualitas layanan di Tanah Suci. (*)
Cuaca mendung menyelimuti kawasan Batam Center, Bengkong dan Nongsa, Rabu (10/9). Beberapa hari ini kota Batam sering diguyur hujan. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam mengingatkan masyarakat Kepri untuk waspada terhadap perubahan cuaca yang ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Kondisi cuaca yang tiba-tiba berubah dari panas menjadi hujan deras diperkirakan masih akan terus terjadi hingga akhir tahun ini.
Kepala Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, Ramlan, mengatakan wilayah Kepri saat ini masih berada dalam periode musim hujan yang diprakirakan berlangsung hingga Desember mendatang.
“Puncak musim hujan akan terjadi pada bulan November,” ujarnya kepada wartawan, Senin (20/10).
Menurutnya, fenomena cuaca yang tidak menentu saat ini dipengaruhi oleh suhu udara yang cukup panas dan adanya siklon tropis di utara Filipina.
“Dampaknya, cuaca bisa berubah cepat. Pagi bisa panas, lalu tiba-tiba hujan deras di siang atau sore hari,” jelas Ramlan.
Ia mengimbau masyarakat agar selalu waspada, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun nelayan yang melaut.
“Waspadai potensi hujan disertai petir dan angin kencang, terutama di wilayah pesisir,” tambahnya.
BMKG juga merilis prakiraan cuaca maritim untuk wilayah Kepri yang berlaku mulai Selasa (21/10) hingga Jumat (24/10). Dalam periode tersebut, sejumlah perairan di Kepri diperkirakan mengalami peningkatan tinggi gelombang yang dapat membahayakan pelayaran.
Pada Selasa (21/10), tinggi gelombang laut diperkirakan mencapai 1,8 meter atau kategori sedang di Perairan Kepulauan Anambas, Natuna, Karimun, Bintan, dan Tambelan.
Kemudian pada Rabu (22/10), gelombang laut berpotensi meningkat hingga 2 meter di Perairan Natuna, Anambas, Batam, Bintan, Lingga, dan Tambelan. Sementara pada Kamis (23/10), ketinggian gelombang diperkirakan mencapai 1,6 meter di Perairan Natuna, Anambas, Subi, Tambelan, dan Lingga.
BMKG mengkategorikan gelombang dengan tinggi antara 1,25 hingga 2 meter sebagai gelombang sedang yang berisiko terhadap kapal nelayan dan kapal kecil.
“Bagi masyarakat pesisir dan para nelayan, sebaiknya memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar. Pantau terus informasi cuaca dari BMKG agar aktivitas tetap aman,” tegas Ramlan.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi potensi genangan atau banjir lokal akibat curah hujan yang mulai meningkat di sejumlah wilayah Kepri, terutama di daerah rendah dan dekat saluran air.
BMKG mengingatkan, fenomena hujan lokal yang disertai angin kencang dapat terjadi secara tiba-tiba, sehingga masyarakat diimbau tidak berlindung di bawah pohon besar atau papan reklame saat hujan deras melanda.
“Meski secara umum kondisi masih terkendali, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan, terutama memasuki puncak musim hujan pada November nanti,” kata Ramlan. (*)
batampos – Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) Yassierli, memaparkan evaluasi terhadap tingkat pengangguran nasional yang menurut dia harus mengacu pada data resmi dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas). Dia menyebut, pemerintah saat ini masih menunggu rilis terbaru untuk melihat sejauh mana capaian penciptaan lapangan kerja dalam satu tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Kalau bicara pengangguran, kita harus berbasis data. Sudah ada survei dari Sakernas, dan kita tinggal menunggu angka resmi yang akan menjadi acuan,” kata Menaker Yassierli usai kegiatan peluncuran pemagangan nasional di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Senin (20/10)
Menurutnya, berbagai program prioritas yang diluncurkan Presiden Prabowo diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga untuk memperluas kesempatan kerja. Dia mencontohkan program makan bergizi gratis, revitalisasi desa nelayan, hilirisasi, hingga bantuan perumahan yang seluruhnya dirancang untuk menyerap tenaga kerja.
“Pak Presiden sering menekankan bahwa Makan Bergizi Gratis itu bukan hanya soal gizi, tapi juga penciptaan lapangan kerja. Begitu juga dengan pengembangan desa nelayan, hilirisasi, hingga program perumahan. Semua diarahkan untuk membuka peluang kerja dan menggerakkan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal,” ujarnya
Sedangkan, ketika ditanya soal janji kampanye Presiden Prabowo untuk menciptakan 19 juta lapangan kerja dalam lima tahun, Yassierli menyebut prosesnya berjalan secara bertahap dan baru memasuki tahun pertama pemerintahan. “Kalau bicara angka 19 juta, itu kan target lima tahun. Tahun ini kita lihat dulu data yang ada. Saya optimistis karena sudah terlihat tren positif dengan berbagai inisiatif yang berjalan,” ungkapnya.
“Jadi, tidak perlu berspekulasi. Nanti akan ada data berkualitas yang bisa kita jadikan acuan. Kita harus optimistis,” tegas Yassierli. (*)