batampos – Ramalan shio 20 Oktober 2025 akan jatuh kepada enam shio dengan aliran energi positif yang membawa keberuntungan, kemudahan rezeki, dan peluang.
Hari ini menjadi momen untuk langkah berani dengan keberuntungan yang mengalir.
Ini 6 Shio yang mendapatkan keberuntungan pada 20 Oktober 2025
1. Ular
Kunci menuju kesuksesan segera datang dari pengalaman yang membuat hati tenang. Jangan lupa selalu menjadikan kesempatan untuk peluang baru.
2. Babi
Saat ini menjadi waktu untuk mengekspresikan perasaan kamu. Bersikap jujur dapat membantu dirimu lebih baik.
3. Kuda
Perubahan selalu memberikan dua arah, yaitu positif dan negatif. Selalu pastikan orang yang kamu kenal memiliki pemikiran yang sama.
4. Anjing
Selalu waspada dengan sekelilingmu. Jangan terlibat ke arah pertengkaran. Selalu bisa mengambil keputusan dengan baik.
5. Naga
Kamu akan berenergi kuat dan berkharisma tinggi. Keputusan yang diambil akan memberikan hasil besar.
6. Kambing
Hari ini akan menjadi hari bahagia untukmu. Selalu fokus kepada dirimu dan orang sekitarmu.
Ramalan hari ini akan menjadi hal bahagia bagi keenam shio. Selalu bersemangat dan bersikap positif dalam menjalani hari.(*)
Komandan Kodim 0315/Tanjungpinang, Kolonel Inf Abdul Hamid. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos – Kodim 0315/Tanjungpinang turun langsung mengawasi operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Tanjungpinang dan Bintan.
Komandan Kodim 0315/Tanjungpinang, Kolonel Inf Abdul Hamid, mengatakan pengawasan dilakukan untuk memastikan seluruh proses produksi dan distribusi makanan bergizi berjalan lancar dan higienis.
“Kita harus pastikan operasional dapur berjalan lancar tanpa kendala, mulai dari pasokan bahan baku hingga pendistribusian ke sekolah-sekolah,” ujarnya, Senin (20/10).
Abdul Hamid menilai pengawasan ini sangat penting karena Tanjungpinang dan Bintan bukan daerah penghasil bahan pangan utama, sehingga pasokan sangat bergantung dari luar wilayah.
“Di sinilah peran Kodim untuk menjembatani komunikasi antara pemerintah daerah, dinas terkait, Bulog, dan sektor swasta agar pasokan bahan baku untuk dapur SPPG tidak terhambat,” jelasnya.
Ia menambahkan, gangguan pasokan bahan pangan bisa memicu inflasi serta menghambat pelaksanaan program MBG yang menyasar ribuan pelajar di Kepri.
“Alhamdulillah sejauh ini semuanya berjalan lancar tanpa kendala berarti,” katanya.
Meski begitu, Kodim sempat menemukan beberapa dapur MBG mengalami kekurangan stok susu dan daging. Namun, masalah tersebut segera diatasi agar tidak mengganggu proses produksi makanan bergizi.
Abdul Hamid juga memastikan, seluruh Babinsa di tingkat desa dan kelurahan dilibatkan langsung dalam pemantauan program MBG.
“Kami ingin mencegah terjadinya kasus keracunan makanan atau masalah higienis seperti cacing dan belatung yang sempat ditemukan di daerah lain,” tegasnya.
Dengan sistem pengawasan berlapis ini, Kodim berharap program Makan Bergizi Gratis di Tanjungpinang dan Bintan dapat berjalan optimal serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat. (*)
Terpantau dua pekerja di lokasi proyek yang tidak menerapkan K3. Disnaker Anambas menekankan kepada setiap perusahaan untuk memperhatikan K3. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.
batampos – Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Kepulauan Anambas, Masykur, mengingatkan seluruh perusahaan agar tidak abai terhadap penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Imbauan ini disampaikan menyusul maraknya insiden kecelakaan kerja di Kota Batam beberapa waktu terakhir. Masykur menilai hal tersebut menjadi peringatan penting bagi dunia industri di Anambas.
“Kami selalu menekankan kepada setiap perusahaan untuk mengutamakan K3 agar jangan sampai seperti di Batam,” ujar Masykur, Senin (20/10).
Ia menegaskan, penerapan K3 bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan wujud penghormatan terhadap nilai kemanusiaan.
“Pekerja bukan alat produksi. Mereka manusia yang harus dijaga keselamatannya. Jangan biarkan mereka bekerja dalam risiko yang bisa dicegah,” tegasnya.
Masykur menyebut, dalam dua tahun terakhir angka kecelakaan kerja di Anambas terbilang rendah.
Sejak 2023, hanya tercatat satu kasus kecelakaan fatal yang terjadi di Jetty Medco Energi, saat kapal terbakar dan menewaskan satu pekerja.
“Kami pastikan hak-hak korban tidak diabaikan, termasuk santunan dan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.
Menurutnya, kesadaran perusahaan dalam menerapkan K3 meningkat signifikan. Namun, ia mengingatkan agar tidak lengah.
“Kalau semua aman, produksi lancar, dan citra perusahaan juga baik. Itu investasi jangka panjang,” ujarnya.
Masykur juga menyoroti kurangnya laporan dari kontraktor proyek pemerintah terkait jumlah pekerja dan penerapan K3 di lapangan.
“Kami sering kesulitan memantau proyek karena tidak ada laporan resmi dari kontraktor,” ungkapnya.
Meski begitu, Disnaker berkomitmen akan memperkuat pengawasan dan penegakan aturan keselamatan kerja di seluruh kegiatan pembangunan.
“Ke depan kami akan lebih tegas. Semua pihak harus patuh pada standar keselamatan kerja,” tutupnya. (*)
batampos – Dalam pertemuan dengan Senator Negara Bagian Arizona, Amerika Serikat, Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, menegaskan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan Batam sebagai tujuan investasi dunia.
Fary menegaskan bahwa pemerintah pusat melalui BP Batam memiliki komitmen kuat untuk menjadikan Batam sebagai destinasi utama investasi global.
Upaya ini didukung oleh kebijakan nasional yang berfokus pada penyederhanaan regulasi dan percepatan proses perizinan bagi investor asing.
“Batam will become a role model for economic growth. And also, President Prabowo direct us to simplify regulation and licensing,” ujar Fary di hadapan delegasi Arizona State Senate.
Data BP Batam mencatat, kinerja ekspor-impor Batam menunjukkan tren positif. Pada paruh pertama tahun 2025, nilai ekspor Batam mencapai USD 9,6 miliar, naik 27,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, nilai impor meningkat 29,8% menjadi USD 7,2 miliar, yang menandakan semakin tingginya aktivitas industri dan perdagangan di Batam.
Pertemuan ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih konkret antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam bidang investasi, teknologi, dan industri manufaktur berorientasi ekspor.
batampos – Dalam pertemuan dengan Senator Negara Bagian Arizona, Amerika Serikat, Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, menegaskan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan Batam sebagai tujuan investasi dunia.
Fary menegaskan bahwa pemerintah pusat melalui BP Batam memiliki komitmen kuat untuk menjadikan Batam sebagai destinasi utama investasi global.
Upaya ini didukung oleh kebijakan nasional yang berfokus pada penyederhanaan regulasi dan percepatan proses perizinan bagi investor asing.
“Batam will become a role model for economic growth. And also, President Prabowo direct us to simplify regulation and licensing,” ujar Fary di hadapan delegasi Arizona State Senate.
Data BP Batam mencatat, kinerja ekspor-impor Batam menunjukkan tren positif. Pada paruh pertama tahun 2025, nilai ekspor Batam mencapai USD 9,6 miliar, naik 27,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, nilai impor meningkat 29,8% menjadi USD 7,2 miliar, yang menandakan semakin tingginya aktivitas industri dan perdagangan di Batam.
Pertemuan ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih konkret antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam bidang investasi, teknologi, dan industri manufaktur berorientasi ekspor.
Transaksi emas di salah satu toko Emas di Batam. f.azis
batampos— Harga emas di Kota Batam kembali melambung tinggi hingga membuat banyak warga terkejut. Berdasarkan data harga logam mulia (LM) Antam dan UBS di gerai PT Banda Baru Mas, Minggu (19/10) harga emas batangan kini menembus Rp2.596.000 per gram, sementara harga buyback (jual kembali) berada di kisaran Rp2.312.000 per gram.
Kenaikan signifikan ini membuat sebagian warga memilih menahan diri untuk membeli emas. Pasalnya, harga per gram emas kini hampir menyamai setengah dari Upah Minimum Kota (UMK) Batam tahun 2025yang ditetapkan sebesar Rp4.989.600.
Warga Batam, Aurel mengaku terkejut melihat lonjakan harga tersebut. Ia baru saja membeli emas beberapa bulan lalu saat harganya masih jauh lebih rendah.
“Kagetlah. Saya kemarin beli emas pas harganya sekitar Rp9,4 jutaan untuk 5 gram, itu baru bulan Juni tahun ini. Sekarang lihat, segram saja udah setengah UMK Batam,” ujarnya, Minggu (19/10).
Fina menuturkan, jika emas yang dibelinya dijual kembali saat ini, nilainya sudah meningkat tajam.
“Saya beli yang 5 gram UBS, kalau dijual sekarang bisa Rp11,5 juta. Untung sekitar Rp2 jutaan,” katanya sambil tersenyum.
Meski harga sedang tinggi, ia mengaku tak berniat menjual emas simpanannya dalam waktu dekat. Ia memilih menjadikannya sebagai investasi jangka panjang.
“Biar aja disimpan dulu, soalnya ini tabungan jangka panjang,” ujarnya.
Kenaikan harga emas kali ini diperkirakan dipengaruhi oleh fluktuasi harga global dan kondisi ekonomi internasional yang belum stabil.
Para pengamat investasi menilai, tren kenaikan ini masih berpotensi berlanjut hingga akhir tahun, seiring meningkatnya permintaan terhadap logam mulia sebagai instrumen lindung nilai. (*)
Ilustrasi. Tampubolon pedagang di Toss 3000 saat menimbang cabai merah di lapaknya. Foto. Iman Wachyudi/ Batam Pos
batampos– Harga cabai merah keriting di sejumlah pasar tradisional di Batam kembali melambung tinggi. Di Pasar Jodoh, harga cabai tembus Rp85 -90 ribu per kilogram. Sementara di Pasar tradisional kawasan Batamkota, harganya bahkan mencapai Rp110 ribu per kilogram.
Kenaikan harga ini membuat warga resah. Banyak ibu rumah tangga mengeluhkan mahalnya harga kebutuhan dapur tersebut yang terus naik sejak beberapa pekan terakhir.
Resti warga Tanjung Uma, kaget saat berbelanja di pasar pagi tadi. Dimana ia mendapati harga cabai yang terus naik.
“Biasanya saya beli cabai Rp40 ribu sampai Rp50 ribu per kilo. Sekarang sampai Rp90 ribu. Kaget sekali,” ujarnya dengan nada gusar.
Menurut Resti, harga cabai yang tak kunjung turun membuat banyak warga mulai mengurangi pembelian. Apalagi harganya yang hampir sama dengan daging sapi.
“Biasanya saya beli satu kilo, sekarang setengah kilo pun mikir. Cabai ini kan bumbu wajib, tapi kalau semahal ini ya susah juga,” katanya.
Kepanikan warga juga terlihat di beberapa lapak. Para pembeli tampak ramai menawar harga, sebagian bahkan beralih membeli cabai rawit atau cabai kering sebagai alternatif.
“Kami sampai rebutan beli cabai yang masih segar. cabai rawit lebih murah, cuma Rp 40 ribu per kg,” kata seorang warga lainnya.
Eka, ibu rumah tangga di kawasan Batamcenter, mengaku hampir setiap hari memantau harga di pasar. Menurutnya harga cabai sudah luarbiasa ‘pedas’.
“Naiknya gila-gilaan. Dulu seratus ribu itu bisa dapat banyak bahan masak, sekarang cuma cabai satu kilo,” ucapnya.
Ia berharap pemerintah segera turun tangan menstabilkan harga. Sebab harga cabai seperti layaknya harga emas yang terus naik.
“Kalau begini terus, mau masak sambal saja mikir. Banyak ibu rumah tangga yang mulai panik. Beli cabai seperti beli emas,” tambah Eka.
Sementara itu, para pedagang mengaku tak bisa berbuat banyak. Harga dari pemasok sudah tinggi sejak awal bulan.
“Kami juga pusing, modalnya sudah mahal. Cabai dari Medan ini,” kata Suryani, pedagang cabai di Pasar Jodoh.
Ia menyebutkan, harga di tingkat agen juga sudah tinggi. Mereka pun tak berani menyetok dengan jumlah banyak.
Kalau kami jual di bawah itu, bisa rugi. Jadi kami cuma ikuti pasar saja,” jelasnya.
Menurut Suryani, kenaikan ini sudah berlangsung hampir tiga minggu. “Awalnya naik sedikit-sedikit, tapi sekarang melonjak tinggi. Banyak pelanggan yang marah ke kami, padahal bukan kami yang atur harga,” keluhnya.
Pantauan Batam Pos di sejumlah pasar, cabai merah keriting kini dijual antara Rp85 ribu hingga Rp110 ribu per kilogram. Cabai rawit merah bahkan lebih mahal, menyentuh Rp120 ribu per kilogram di beberapa lapak.
Ironisnya, Dinas Ketahanan Pangan Kota Batam belum memberikan tanggapan resmi terkait lonjakan harga ini. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Batam, Mardanis, belum merespons konfirmasi yang dikirimkan Batam Pos hingga berita ini diturunkan. (*)
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.
batampos – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menegaskan akan menindaklanjuti secara serius dugaan penipuan oleh oknum pegawai berstatus PPPK di Dinas Pendidikan Kepri.
Ansar mengatakan, dirinya telah meminta Kepala Dinas Pendidikan Kepri untuk segera mengecek kebenaran informasi tersebut. Jika benar terbukti, Pemprov akan memproses sesuai aturan hukum yang berlaku.
“Saya sudah suruh cek, kalau memang betul ada, kasih tahu, dan kita proses itu. Jangan sampai fitnah pula nanti,” tegas Ansar, Senin (20/10).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sedikitnya 40 orang Pegawai Tenaga Kependidikan (PTK) Non ASN menjadi korban dugaan penipuan tersebut.
Tiga oknum PPPK yang diduga terlibat masing-masing berinisial RK, DT, dan I.
Para korban mengaku dimintai uang antara Rp10 juta hingga Rp20 juta dengan janji akan diterima sebagai tenaga tata usaha (TU) di sekolah-sekolah tingkat SMA dan SMK di wilayah Kepri.
Ansar menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kepri tidak pernah membenarkan praktik pungutan liar atau pemotongan dana dalam bentuk apa pun.
“Tidak boleh ada praktik begini-begitu, apalagi motong-motong bantuan sosial. Itu kita pantangkan dari dulu, enggak pernah kita lakukan,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan menindak tegas siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran etik maupun pidana, terutama yang mencoreng nama baik ASN dan PPPK di lingkungan Pemprov Kepri.
“Kalau memang terbukti, harus diproses. Jangan sampai kejadian ini terulang,” pungkas Ansar. (*)
batampos– Pemerintah Kota (Pemko) Batam mencatat realisasi pendapatan daerah hingga akhir September 2025 telah mencapai 72 persen, sementara realisasi belanja daerah berada di angka lebih dari 37 persen. Dengan sisa waktu tiga bulan menuju akhir tahun, Pemko menargetkan percepatan pelaksanaan kegiatan dan penyelesaian proyek pembangunan agar serapan anggaran dapat optimal.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, capaian tersebut menunjukkan kinerja keuangan daerah yang masih berada di jalur positif. Ia optimistis target pendapatan daerah yang telah ditetapkan akan tercapai sesuai proyeksi hingga akhir tahun anggaran.
“Kita optimis target yang kita tetapkan terhadap pendapatan insya Allah akan mendekati proyeksi yang ada. Begitu juga dengan realisasi belanja, kita yakin akan sesuai rencana,” katanya, Senin (20/10).
Untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai jadwal, ia menginstruksikan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) agar segera berkoordinasi dengan seluruh OPD. Hal itu dilakukan untuk mengidentifikasi potensi hambatan dalam pelaksanaan kegiatan maupun penerimaan daerah.
Triwulan terakhir selalu menjadi periode krusial bagi pemerintah daerah. Karena itu, evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk memastikan tidak ada hambatan yang dapat menunda penyelesaian kegiatan pembangunan.
“Biasanya di tiga bulan terakhir memang kita lakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan tidak ada hambatan, baik dalam pelaksanaan proyek maupun penerimaan daerah,” kata dia.
Sementara itu, Kepala BPKAD Batam, Abdul Malik, menjelaskan, realisasi belanja fisik atau belanja modal saat ini telah mencapai 37,96 persen dari total anggaran sekitar Rp900 miliar. Jumlah tersebut setara dengan Rp345 miliar yang telah terealisasi hingga akhir September.
“Belanja modal ini mencakup berbagai jenis kegiatan, mulai dari pengadaan sarana dan prasarana kantor hingga pembangunan infrastruktur. Kita terus melakukan evaluasi setiap triwulan untuk mempercepat penyerapan anggaran,” katanya.
Ia menyebut, rendahnya serapan sementara ini merupakan hal yang wajar karena sebagian besar proyek fisik masih dalam tahap pengerjaan. Sistem pembayaran proyek dilakukan setelah pekerjaan selesai, sehingga anggaran baru akan terserap penuh menjelang akhir tahun.
“Saat ini proyek-proyek tersebut masih berjalan. Targetnya, seluruh pekerjaan bisa rampung pada akhir tahun, baru kemudian dilakukan pembayaran,” ujar Malik.
Dia menambahkan, setelah pembayaran dilakukan di penghujung tahun anggaran, capaian realisasi belanja modal diperkirakan akan meningkat signifikan dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan Pemko Batam. (*)
batampos– Pemerintah Kota (Pemko) Batam mencatat realisasi pendapatan daerah hingga akhir September 2025 telah mencapai 72 persen, sementara realisasi belanja daerah berada di angka lebih dari 37 persen. Dengan sisa waktu tiga bulan menuju akhir tahun, Pemko menargetkan percepatan pelaksanaan kegiatan dan penyelesaian proyek pembangunan agar serapan anggaran dapat optimal.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, capaian tersebut menunjukkan kinerja keuangan daerah yang masih berada di jalur positif. Ia optimistis target pendapatan daerah yang telah ditetapkan akan tercapai sesuai proyeksi hingga akhir tahun anggaran.
“Kita optimis target yang kita tetapkan terhadap pendapatan insya Allah akan mendekati proyeksi yang ada. Begitu juga dengan realisasi belanja, kita yakin akan sesuai rencana,” katanya, Senin (20/10).
Untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai jadwal, ia menginstruksikan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) agar segera berkoordinasi dengan seluruh OPD. Hal itu dilakukan untuk mengidentifikasi potensi hambatan dalam pelaksanaan kegiatan maupun penerimaan daerah.
Triwulan terakhir selalu menjadi periode krusial bagi pemerintah daerah. Karena itu, evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk memastikan tidak ada hambatan yang dapat menunda penyelesaian kegiatan pembangunan.
“Biasanya di tiga bulan terakhir memang kita lakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan tidak ada hambatan, baik dalam pelaksanaan proyek maupun penerimaan daerah,” kata dia.
Sementara itu, Kepala BPKAD Batam, Abdul Malik, menjelaskan, realisasi belanja fisik atau belanja modal saat ini telah mencapai 37,96 persen dari total anggaran sekitar Rp900 miliar. Jumlah tersebut setara dengan Rp345 miliar yang telah terealisasi hingga akhir September.
“Belanja modal ini mencakup berbagai jenis kegiatan, mulai dari pengadaan sarana dan prasarana kantor hingga pembangunan infrastruktur. Kita terus melakukan evaluasi setiap triwulan untuk mempercepat penyerapan anggaran,” katanya.
Ia menyebut, rendahnya serapan sementara ini merupakan hal yang wajar karena sebagian besar proyek fisik masih dalam tahap pengerjaan. Sistem pembayaran proyek dilakukan setelah pekerjaan selesai, sehingga anggaran baru akan terserap penuh menjelang akhir tahun.
“Saat ini proyek-proyek tersebut masih berjalan. Targetnya, seluruh pekerjaan bisa rampung pada akhir tahun, baru kemudian dilakukan pembayaran,” ujar Malik.
Dia menambahkan, setelah pembayaran dilakukan di penghujung tahun anggaran, capaian realisasi belanja modal diperkirakan akan meningkat signifikan dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan Pemko Batam. (*)