Selasa, 14 April 2026
Beranda blog Halaman 1117

Amsakar Harap LAM Geliatkan Peran, Jaga Marwah dan Bangun Kebersamaan

0
Amsakar saat menghadiri pelantikan pengurus LAM Kecamatan se-Kota Batam masa khidmat 2025-2030. (Humas Pemko Batam untuk Batam Pos)

batampos – Nuansa adat Melayu kental terasa dalam pelantikan pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan se-Kota Batam masa khidmat 2025-2030. Acara berlangsung khidmat di Gedung LAM Kota Batam, Nong Isa “Istana Besar Madani”, Minggu (24/8).

Prosesi adat seperti tabal, tepuk tepung tawar, hingga mencium Al-Qur’an mengiringi jalannya pengukuhan. Rangkaian tersebut menghadirkan suasana sakral sekaligus menegaskan bahwa LAM bukan sekadar organisasi, melainkan lembaga yang memiliki akar budaya mendalam.

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, hadir membuka secara resmi Rapat Kerja LAM yang digelar beriringan dengan pelantikan. Kehadiran Forkopimda, tokoh adat, serta perwakilan dari berbagai kecamatan semakin menambah khidmat acara.

Dia menyampaikan ucapan selamat kepada para datuk yang baru saja dilantik. Ia menyebut, pelantikan kali ini memiliki makna lebih, karena diiringi dengan rapat kerja yang akan menentukan arah LAM ke depan.

“Atas nama saya pribadi bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, Pemerintah Kota Batam, BP Batam, serta Forkopimda, saya mengucapkan syahbas dan tahniah kepada para datuk yang hari ini resmi mengemban amanah,” ujarnya.

Menurutnya, pengurus LAM di kecamatan memegang peranan penting dalam menjaga marwah organisasi. Ia mengingatkan bahwa jabatan yang diterima bukan hanya penghormatan, tetapi juga amanah besar yang menuntut tanggung jawab.

“Yang hari ini menerajui kepemimpinan LAM di tingkat kecamatan masing-masing hendaknya menjaga marwah lembaga dengan penuh tanggung jawab,” katanya.

Tanggung jawab itu bersifat psikologis dan spiritual. Prosesi adat yang dilakukan saat pelantikan harus dimaknai lebih dari sekadar seremonial, melainkan pengingat bahwa kepemimpinan dijalankan dengan kesadaran penuh.

Amsakar juga meminta agar pengurus baru menjadikan LAM semakin menggeliat, membumi, serta membangun interaksi yang konstruktif. LAM, katanya, harus hadir bukan hanya dalam upacara adat, melainkan juga dalam kehidupan sosial masyarakat sehari-hari.

Sajah LAM Kecamatan ikut merepresentasikan wajah LAM Kota Batam. Jika pengurus di tingkat bawah solid dan kompak, maka citra LAM di tingkat kota pun akan semakin baik.

“Kalau baik di bawah, maka baik pula citra di atas. Saya percaya, semakin kokoh kebersamaan di tingkat bawah, maka semakin baik pula wajah LAM di tingkat kota,” kata dia.

Selain itu, ia juga harapkan konsolidasi internal pasca pelantikan dilakukan. Perbedaan pendapat wajar muncul dalam forum resmi, tetapi setelah keputusan diambil, semua pihak harus bersatu untuk melaksanakannya.

“Perbedaan pendapat wajar di forum resmi. Tapi setelah ada keputusan, mari hormati bersama. Jangan ada suara yang saling menegasikan,” ujar Amsakar.

Ia juga mengingatkan agar program kerja LAM Kecamatan selaras dengan kebijakan LAM Kota Batam. Dengan begitu, arah organisasi berjalan serasi dari tingkat kota hingga ke kecamatan.

Lalu, ia mendorong agar LAM Kecamatan menjalin kebersamaan dengan tokoh masyarakat, pemerintah kecamatan, hingga unsur TNI-Polri. Kolaborasi ini, menurutnya, penting untuk menjaga keharmonisan dan marwah lembaga.

Amsakar pun berharap LAM dapat mendukung penuh kebijakan Pemko Batam maupun BP Batam. Namun ia menyampaikan, ruang kritik dan masukan tetap harus terbuka demi kebaikan bersama.

“Kalau ada yang kurang tepat, jangan ragu sampaikan kepada saya. Kita saling jaga,” ujarnya.

Dengan dukungan pengurus baru dan semangat kebersamaan, Amsakar optimistis LAM akan semakin disegani. “Saya berharap rapat kerja ini melahirkan program yang terukur, bermanfaat, dan sejalan dengan arah kebijakan LAM Kota Batam,” tambahnya.

Reporter: Arjuna

Foto: Amsakar saat menghadiri pelantikan pengurus LAM. (Humas Pemko Batam untuk Batam Pos)

Artikel Amsakar Harap LAM Geliatkan Peran, Jaga Marwah dan Bangun Kebersamaan pertama kali tampil pada Metropolis.

Istana Pastikan Presiden Prabowo Tak Akan Bela Koruptor

0
Tersangka kasus korupsi pemerasan sertifikasi K3 yang juga Wamenaker Immanuel Ebenezer atau Noel resmi di tahan KPK, Jakarta, Jumat (22/8/2025). (Salman/ Jawa Pos)

batampos – Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel yang kini berstatus tersangka kasus dugaan korupsi pemerasan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) berharap mendapatkan amnesti dari Presiden Prabowo Subianto. Namun, pihak Istana Kepresidenan memastikan Presiden Prabowo tidak akan memberikan perlindungan, apalagi pembelaan terhadap siapapun yang terjerat kasus korupsi.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menegaskan Presiden Prabowo tetap konsisten pada sikap tegasnya untuk menyerahkan sepenuhnya proses hukum yang menimpa Noel kepada aparat penegak hukum. Menurutnya, tidak ada ruang bagi intervensi politik dalam perkara hukum, termasuk terkait kasus yang menyeret mantan pejabat negara.

“Dalam hal ini kita ikuti saja proses hukum. Biar proses hukum yang membuat semua ini terang benderang,” kata Hasan Nasbi kepada wartawan, Minggu (24/8).

Ia menekankan sejak awal pemerintahan, Presiden Prabowo sudah memberikan peenyataan tegas bahwa pemberantasan korupsi adalah komitmen utama. Terlebih, Presiden Prabowo berkali-kali memberikan peringatan keras kepada jajarannya agar tidak bermain-main dengan korupsi.

“Presiden selama 10 bulan ini setiap saat memperingatkan jajarannya agar bekerja untuk rakyat dan jangan sekali-kali berani melakukan korupsi. Itu artinya presiden sangat serius,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengusutan kasus Noel maupun pejabat lainnya yang diduga terlibat praktik korupsi harus menjadi pelajaran penting bahwa tidak ada satu pun yang kebal hukum. Prinsip penegakan hukum yang adil, kata Hasan, harus ditegakkan tanpa pandang bulu.

Lebih jauh, Hasan menyatakan publik tidak perlu khawatir pemerintah akan mencampuri atau menutup-nutupi perkara ini. Ia pun memastikan, Presiden Prabowo sama sekali tidak memiliki toleransi terhadap perilaku koruptif.

“Jadi kita serahkan saja sepenuhnya pada penegakan hukum,” cetusnya.

Sebelumnya, Wamenaker Immanuel Ebenezer menyampaikan permintaan amnesti kepada Presiden Prabowo. Permintaan Noel itu disampaikan sesaat sebelum dirinya ditahan oleh KPK, pada Jumat (22/8).

Rupanya, Noel berkaca pada kasus hukum yang menimpa Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang diberikan amnesti dari Presiden Prabowo. Serta, Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong yang diberikan abolisi.

“Semoga saya, semoga saya mendapatkan amnesti dari Presiden Prabowo,” ucap Noel saat masuk ke dalam mobil tahanan yang terparkir di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (22/8).

Dalam kesempatan itu, Noel menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Prabowo atas kasus hukum yang menimpa dirinya. Ia pun menyampaikan permintaan maaf kepada keluarganya, khusus kepada istri dan anaknya. “Tiga, saya minta maaf terhadap rakyat Indonesia,” ucap Noel.

Noel mengklaim dirinya tidak melakukan pemerasan dalam pengurusan K3. Menurut dia, narasi pemerasan sengaja dimainkan untuk memberatkan dirinya.

“Kasus saya bukan kasus pemerasan, agar narasi di luar tidak menjadi narasi yang kotor memberatkan saya,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, KPK menetapkan Wamenaker Immanuel Ebenezer alias Noel sebagai tersangka kasus dugaan korupsi berupa pemerasan dalam pengurusan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Selain Noel, terdapat delapan pejabat di lingkungan Kemenaker dan dua pihak swasta yang ditetapkan sebagai tersangka.

Diantaranya Irvan Bobby Mahendro, Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 tahun 2022–2025; Gerry Aditya Herwanto Putra, Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja tahun 2022–2025; serta Anitasari Kusumawati, Sub Koordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja 2020–2025.

Selanjutnya, Subhan, Sub Koordinator Keselamatan Kerja Dit Bina K3 tahun 2020–2025; Fahrurozi, Dirjen Biswanaker dan K3 pada Maret 2025–sekarang; Hery Sutanto, Direktur Bina Kelembagaan 2021–2025; Sekarsari Kartika Putri dan Supriadi, Koordinator; serta dua pihak swasta Temurila dan Miki Mahfud dari PT KEM Indonesia.

Mereka disangka melanggar Pasal 12 huruf (e) dan/atau Pasal 12B UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Istana Pastikan Presiden Prabowo Tak Akan Bela Koruptor pertama kali tampil pada News.

Puluhan Rumah di Dabo Singkep Terendam Banjir, Dapur Warga Roboh

0
Banjir Lingga
Warga melintasi genangan banjir di daerah Dabo Singkep, Minggu (24/8). F. Vatawari/Batam Pos.

batampos – Hujan deras yang mengguyur Dabo Singkep, Kabupaten Lingga dalam beberapa hari terakhir menyebabkan puluhan rumah warga terendam banjir. Bahkan, sebuah dapur rumah warga roboh akibat derasnya aliran air, Minggu (24/8).

Peristiwa tersebut dialami Yeni Susilowati, warga RW 009 RT 003 Kelurahan Dabo. Ia mengatakan sejak subuh hujan deras membuat debit air semakin tinggi hingga akhirnya dapur rumahnya ambruk sekitar pukul 06.00 WIB.

“Dapur rumah saya tiba-tiba roboh karena dihantam derasnya aliran air yang merendam banjir. Pondasinya ambruk,” kata Yeni.

Meski banjir mulai surut, Yeni khawatir jika hujan deras kembali turun, air bisa meluap lagi. “Sekarang masih mendung dan gerimis, jadi bisa saja banjir susulan terjadi,” ujarnya.

Banjir dabo
Warga membenahi dapur rumah yang roboh akibat banjir di Dabo Singkep pada Minggu (24/8). F. Vatawari/Batam Pos.

Kepala BPBD Lingga, Oktanius Wirsal, membenarkan adanya beberapa titik banjir di Dabo Singkep akibat curah hujan tinggi. “Benar, anggota kita sedang berada di sejumlah titik lokasi banjir,” ungkapnya.

Salah satu titik banjir parah berada di Kelurahan Dabo Lama. Puluhan rumah warga masih terendam air setinggi lutut orang dewasa. Kondisi ini membuat warga sulit beraktivitas karena jalanan tergenang dan tak bisa dilalui kendaraan bermotor.

“Kalau mau pergi harus jalan kaki karena motor tidak bisa lewat,” kata Ucok, warga setempat.

Lurah Dabo Lama, Harie Kurniawan, turun langsung meninjau rumah warganya yang terendam. Ia meminta masyarakat tetap waspada dan segera melapor jika kondisi banjir semakin parah.

“Lokasi ini memang langganan banjir saat hujan deras. Kami bersama dinas terkait sudah melakukan kajian risiko bencana. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah normalisasi sungai di sekitar pemukiman,” jelas Harie.

Hingga kini belum ada warga yang dievakuasi. Namun, BPBD bersama instansi terkait terus bersiaga mengantisipasi kemungkinan terburuk. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel Puluhan Rumah di Dabo Singkep Terendam Banjir, Dapur Warga Roboh pertama kali tampil pada Kepri.

PUPR Karimun Gelar Forum Konsultasi Publik, Bahas PBG hingga Pelayanan

0
PUPR Karimun
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Karimun, Cahyo Prayitno saat kegiatan FKP. F. Sandi/Batam Pos.

batampos – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karimun kembali menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) sebagai bentuk komitmen meningkatkan kualitas pelayanan. Acara berlangsung di ruang rapat Gedung Gunung Jantan, Komplek Kantor Bupati Karimun, Kamis (21/8).

Forum ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas PUPR Karimun, Cahyo Prayitno. Hadir pula para kepala bidang, perwakilan OPD, kecamatan, kelurahan, desa, tokoh masyarakat, RT/RW, asosiasi konstruksi, konsultan, akademisi, hingga media.

Dalam pemaparannya, Cahyo menyebutkan sejumlah layanan dan program strategis, mulai dari pembangunan infrastruktur, penerbitan Surat Keterangan Kesesuaian Pemanfaatan Ruang (KKPR), hingga Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang menggantikan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Ia juga menegaskan, meski APBD Karimun mengalami penyesuaian, pelayanan publik tetap menjadi prioritas.

“Pelayanan yang kami berikan tidak terlepas dari peran serta masyarakat. Kami harap masyarakat aktif memberi masukan, termasuk lewat survei kepuasan masyarakat yang bisa diisi secara langsung maupun online,” ujar Cahyo.

Pada sesi tanya jawab, pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Karimun, Amirullah, menyoroti maraknya bangunan yang belum memiliki PBG. Ia meminta pemerintah daerah bersama RT/RW lebih gencar menyosialisasikan pentingnya perizinan tersebut.

Menanggapi hal itu, Cahyo memastikan pihaknya akan menindaklanjuti dengan pemantauan di lapangan. “Tim penertiban penataan ruang akan bekerja sama dengan Satpol PP untuk menertibkan bangunan yang belum berizin. Kami juga akan terus sosialisasi soal PBG agar masyarakat paham, termasuk kewajiban mengurus Sertifikat Laik Fungsi (SLF),” jelasnya.

Menurut Cahyo, selain menjamin standar keselamatan dan kenyamanan bangunan, keberadaan PBG dan SLF juga memberikan manfaat lain.

“Bangunan yang legal punya nilai jual lebih tinggi, lebih mudah dikembangkan, dan mempermudah akses permodalan. Retribusi dari izin ini juga berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD),” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Sandi Pramosinto 

Artikel PUPR Karimun Gelar Forum Konsultasi Publik, Bahas PBG hingga Pelayanan pertama kali tampil pada Kepri.

Disperindag Lingga Dukung Polisi Usut Temuan Bir di Mobil Sembako Terguling

0
Kepala Disperindag Lingga
Febrizal Taufik, Plt Kepala DisperindagKop UMKM Kabupaten Lingga. F. Vatawari/Batam Pos.

batampos – Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi UMKM (DisperindagKop UMKM) Kabupaten Lingga mendukung langkah Aparat Penegak Hukum (APH) dalam menyelidiki temuan minuman kaleng beralkohol yang dibawa mobil pengangkut sembako di Pelabuhan Roro Jagoh.

Kasus ini bermula ketika mobil pickup pengangkut bahan pokok terguling di ramp door pelabuhan tersebut. Saat dilakukan pemeriksaan awal, tim Satpolairud Polres Lingga tidak menemukan barang bukti berupa 22 dus minuman kaleng berjenis bir seperti yang ramai diinformasikan.

Namun, tim penegakan hukum (Gakum) Polairud Lingga melanjutkan penyelidikan. Hingga akhirnya pada Jumat (22/8), keberadaan minuman kaleng itu ditemukan di rumah pemilik mobil pickup yang sebelumnya terguling. Barang bukti pun langsung diamankan ke Mapolres Lingga untuk proses lebih lanjut.

Plt Kepala DisperindagKop UMKM Lingga, Febrizal Taufik, mengapresiasi langkah tegas aparat yang berhasil menemukan barang bukti tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi kinerja APH yang sudah berhasil mengamankan barang bukti yang sempat beredar di media sosial. Namun, saya juga meminta agar proses hukum terhadap oknum yang membawa barang tersebut tetap berjalan,” kata Febrizal, Minggu (24/8).

Febrizal menegaskan, izin yang seharusnya digunakan untuk distribusi bahan pokok tidak boleh disalahgunakan.

Ia bahkan menegaskan tidak akan lagi memberikan rekomendasi kepada oknum yang menyalahgunakan kewenangan serupa di kemudian hari.

“Jika ke depan ditemukan lagi kasus seperti ini, saya tidak akan mengeluarkan surat rekomendasi. Rekomendasi hanya akan diberikan kepada pihak yang benar-benar membantu penyaluran sembako untuk kebutuhan masyarakat Lingga,” tegasnya.

Menurutnya, insiden mobil sembako yang kedapatan membawa minuman beralkohol ini dapat mengganggu distribusi pasokan bahan pokok ke masyarakat. Karena itu, pengawasan akan terus diperketat agar kasus serupa tidak terulang. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel Disperindag Lingga Dukung Polisi Usut Temuan Bir di Mobil Sembako Terguling pertama kali tampil pada Kepri.

Peserta Gerak Jalan 45 Km Tanjungpinang Diingatkan Jaga Etika, Panitia: Jangan Ricuh Lagi!

0
Gerak Jalan Tanjungpinang
Tim gerak jalan saat melintas di Jalan Wiratno Tanjungpinang, Sabtu (23/8). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Ratusan peserta gerak jalan kategori 45 kilometer di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau diingatkan untuk menjaga etika saat berkompetisi. Imbauan ini diberikan agar tidak terjadi kericuhan seperti pada ajang gerak jalan 17 kilometer beberapa waktu lalu.

Lomba gerak jalan dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 RI kategori 45 kilometer dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (30/8) mendatang. Setidaknya terdapat 165 tim yang sudah mendaftar untuk ikut memeriahkan ajang tahunan ini.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tanjungpinang, Ruli, menegaskan agar peserta menjunjung sportivitas selama perlombaan. Ia menekankan pentingnya menjaga sikap, termasuk tidak berlari maupun menyenggol tim lain.

“Semangat boleh, tapi jangan sampai berlari atau menyenggol peserta lain. Kita tidak ingin ada kericuhan seperti sebelumnya,” kata Ruli, Minggu (24/8).

Ia memastikan, tim yang terlibat kericuhan akan langsung didiskualifikasi. Meski berhasil menyelesaikan lomba hingga garis finis, nilai mereka tetap tidak akan dihitung.

Ruli menambahkan, dua tim yang sempat terlibat kericuhan dalam gerak jalan 17 kilometer, yakni tim Romusha dan Potong Lembu, telah dipanggil panitia. Keduanya diminta menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi kejadian serupa.

“Kalau mereka tetap ingin ikut di kategori 45 kilometer, ya harus patuh aturan. Jangan ada lagi insiden yang sama,” tegasnya. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Peserta Gerak Jalan 45 Km Tanjungpinang Diingatkan Jaga Etika, Panitia: Jangan Ricuh Lagi! pertama kali tampil pada Kepri.

Disangka Begal, Pria di Batuaji Diamuk Massa Ternyata Terduga Pencuri

0
Ilustrasi

batampos – Seorang pria menjadi sasaran amukan massa di jalan menuju Pelabuhan Sagulung, Kelurahan Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji, Sabtu (23/8) malam. Ia sempat dituduh sebagai pelaku begal, namun polisi memastikan pria tersebut merupakan terduga pelaku percobaan pencurian.

Peristiwa bermula ketika dua pria mengendarai sepeda motor diduga hendak melakukan aksi pencurian di salah satu pemukiman sekitar Pelabuhan Sagulung. Aksi mereka dipergoki warga, sehingga keduanya panik dan kabur ke arah simpang empat Polsek Batuaji. Warga yang curiga langsung melakukan pengejaran.

Di turunan simpang empat, satu dari dua pria itu berhasil dihentikan. Namun, karena informasi yang simpang siur, warga yang belum mengetahui kejadian awal justru meneriaki pria tersebut sebagai begal bersenjata. Amarah massa pun tak terbendung hingga pria itu menjadi bulan-bulanan sebelum akhirnya diamankan aparat kepolisian.

Polsek Batuaji segera mengevakuasi pria tersebut ke kantor polisi untuk menghindari amukan lebih lanjut. Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Andi Pakpahan, membenarkan adanya kesalahpahaman informasi di lapangan.

“Ternyata yang bersangkutan bukan begal. Mereka dikejar warga dari arah Pelabuhan Sagulung karena dicurigai hendak mencuri. Saat sampai di simpang empat, warga lain yang tidak tahu kejadian awal meneriaki pelaku sebagai begal sehingga langsung diamankan,” jelas Andi.

Saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pria yang diamankan. Sementara satu rekannya berhasil melarikan diri dan masih dalam pengejaran. “Kasus ini masih kami dalami. Rekannya sedang kami buru,” tambahnya.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi informasi yang beredar di lapangan serta menghindari tindakan main hakim sendiri. “Segera laporkan ke pihak berwenang jika ada dugaan tindak kejahatan, agar penanganannya sesuai prosedur hukum,” tegas Andi. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Disangka Begal, Pria di Batuaji Diamuk Massa Ternyata Terduga Pencuri pertama kali tampil pada Metropolis.

Ratusan Pemancing Ramaikan International Friendly Fishing Tournament 2025 di Pulau Petong

0
Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admajianto, bersama panitia Predator Fishing Club Batam. F. Yudi untuk Batam Pos

batampos – Predator Fishing Club Batam kembali menggelar ajang bergengsi International Friendly Fishing Tournament 2025. Kompetisi ini menjadi salah satu agenda tahunan yang selalu dinanti para pecinta mancing, baik dari dalam maupun luar negeri. Tahun ini, turnamen digelar di perairan Pulau Petong, Kecamatan Galang, dengan suasana penuh keakraban dan semangat sportivitas.

Ketua umum dan penanggung jawab acara, Yulianto, mengungkapkan bahwa turnamen ini diikuti oleh 205 angler yang terbagi ke dalam 41 tim. Peserta datang dari berbagai negara seperti Singapura, Malaysia, Jepang, serta komunitas pemancing dari Bandung. “Turnamen ini bukan hanya soal adu keahlian memancing, tetapi juga ajang silaturahmi antarpecinta mancing dari berbagai daerah dan negara,” ujarnya.

Kegiatan mancing dilakukan selama satu malam penuh dengan menggunakan 41 bot pancing, di mana setiap bot diisi oleh lima peserta. Suasana malam di tengah laut menambah tantangan sekaligus keseruan tersendiri bagi para peserta. “Ini pengalaman yang tidak hanya menguji teknik, tetapi juga kekompakan tim,” tambah Ketua panitia Slemat Riadin.

Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admajianto, turut hadir dalam prosesi pelepasan turnamen. Ia menilai kegiatan ini membawa banyak manfaat, baik bagi promosi pariwisata maupun perekonomian masyarakat lokal. “Melalui kegiatan ini, Batam semakin dikenal sebagai destinasi wisata memancing. Selain itu, kapal yang digunakan peserta merupakan milik warga sekitar Galang, sehingga masyarakat juga merasakan dampak ekonominya,” jelas Yudi.

Yudi juga mengingatkan seluruh peserta untuk tetap mengutamakan keselamatan selama kegiatan berlangsung. “Jaga keamanan dan pastikan semua perlengkapan sesuai standar. Selain itu, jangan lupa menjaga kelestarian laut dengan tidak membuang sampah sembarangan,” pesannya.

Warga Pulau Petong pun menyambut antusias turnamen ini. Kehadiran ratusan pemancing dari berbagai negara membuat suasana pulau menjadi lebih ramai. Beberapa warga bahkan menyediakan layanan tambahan, seperti penginapan sederhana, penyewaan alat pancing, hingga kuliner khas laut, yang semakin menambah geliat ekonomi setempat.

Turnamen ini juga menjadi ajang pertukaran pengetahuan dan teknik memancing di kalangan komunitas. Peserta bisa belajar metode dan trik baru dari pemancing profesional luar negeri yang turut berpartisipasi. Hal ini menjadikan kegiatan ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga sarana edukasi bagi para penghobi.

Dengan semangat kebersamaan dan cinta terhadap kelestarian laut, International Friendly Fishing Tournament 2025 diharapkan semakin memperkuat citra Batam sebagai pusat wisata bahari dan memancing kelas dunia. Tahun depan, Predator Fishing Club berencana mengembangkan turnamen ini agar lebih besar, melibatkan lebih banyak negara, serta menambah rangkaian kegiatan menarik lainnya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Ratusan Pemancing Ramaikan International Friendly Fishing Tournament 2025 di Pulau Petong pertama kali tampil pada Metropolis.

Istana Sebut Perpres Baru Segera Dibuat jika RUU Haji Disahkan Jadi UU

0
Ilustrasi ibadah Haji. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)

batampos – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut Presiden Prabowo Subianto segera menerbitkan peraturan presiden (perpres) baru mengenai Badan Penyelenggara (BP) Haji jika nantinya RUU tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah disetujui dan disahkan menjadi undang-undang.

“Pasti,” kata Prasetyo, yang juga Juru Bicara Presiden RI, singkat saat ditanya mengenai penerbitan perpres baru mengenai BP Haji.

Dalam kesempatan yang sama, Prasetyo juga berharap jika nantinya RUU Haji itu disahkan maka pelaksanaan haji semakin baik ke depannya.

“Harapannya jelas hanya satu, pelaksanaan haji semakin lebih baik lagi,” kata Prasetyo saat ditemui pada sela-sela kegiatannya mengikuti Merdeka Run 8.0 K di Jakarta, Minggu (24/8), merespons pertanyaan wartawan soal RUU Haji yang akan disahkan pada Selasa (26/8).

Pras, begitu sapaan populernya, tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai detail RUU Haji. Dia hanya merespons singkat: “Sedang dimatangkan di DPR”.

Komisi VIII DPR RI selama beberapa hari terakhir, termasuk pada akhir pekan ini, mengebut pembahasan RUU Haji sehingga diharapkan RUU itu dapat disetujui dan disahkan dalam Sidang Paripurna di Kompleks MPR, DPR, DPD RI, Jakarta, Selasa (26/8) minggu depan.

Oleh karena itu, Komisi VIII DPR RI menggelar beberapa rapat, termasuk bersama DPD RI di Jakarta, Sabtu (23/8) untuk mendengarkan pertimbangan terkait RUU tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Rapat itu, yang terbuka untuk umum, berlangsung selama kurang lebih 20 menit. Selepas itu, Komisi VIII DPR RI kembali menggelar rapat tertutup bersama panitia kerja (panja) dari pemerintah untuk membahas daftar inventarisasi masalah (DIM) RUU Haji dan Umrah. Pembahasan DIM antara DPR dan pemerintah berlangsung sampai hari ini (24/8).

Dalam rapat-rapat yang telah digelar oleh DPR RI bersama DPD dan pemerintah, beberapa poin penting RUU Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, di antaranya mencakup perubahan nomenklatur Badan Penyelenggara (BP) Haji menjadi kementerian, dan perubahan penyebutan Kepala BP Haji menjadi menteri.

Poin lainnya, rapat-rapat itu juga membahas aturan yang memperbolehkan petugas haji tidak harus beragama Islam. Ketentuan itu ditujukan kepada petugas embarkasi di daerah-daerah di Indonesia yang mayoritas warganya bukan muslim. Ketentuan itu tidak berlaku untuk panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) di Arab Saudi.

Kemudian, poin penting lainnya, kuota haji setingkat kabupaten/kota ditetapkan oleh menteri. Aturan sebelumnya menyebut kuota di tingkat kabupaten/kota ditetapkan oleh gubernur. (*)

Sumber: antaranews.com

Artikel Istana Sebut Perpres Baru Segera Dibuat jika RUU Haji Disahkan Jadi UU pertama kali tampil pada News.

LAM Bintan Dorong Silat Melayu dan Pantun Masuk Kurikulum Sekolah

0
Ketua LAM Bintan
Ketua LAM Kabupaten Bintan, Syahri. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Silat Melayu dan pantun akan segera dikenalkan di sekolah-sekolah di Kabupaten Bintan. Lembaga Adat Melayu (LAM) Bintan berupaya melestarikan warisan budaya lokal agar lebih dekat dengan generasi muda.

Ketua LAM Bintan, Syahri, mengatakan pihaknya menyiapkan terobosan baru untuk memperkuat budaya Melayu di Bumi Segantang Lada. Program ini mencakup pengenalan silat Melayu dan pantun kepada siswa mulai dari tingkat SD hingga SMA.

“Kita ingin agar silat Melayu dan budaya pantun bisa dikenalkan di sekolah,” ujar Syahri usai pengukuhan pengurus LAM Bintan di Gedung Megat Sri Rama, Kijang, Minggu (24/8).

Menurutnya, seni tradisi ini merupakan kearifan lokal yang sudah semestinya diwariskan melalui jalur pendidikan. “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Budaya kita harus terus dijaga,” ucap pria yang akrab disapa Syahri Bobo.

Ketua Umum LAM Kepri, Raja Al Hafiz Raja Ismail, menambahkan bahwa peran LAM bukan hanya melestarikan adat, tetapi juga menjadi mitra pemerintah daerah dalam pembangunan.

Sementara itu, Bupati Bintan Roby Kurniawan berharap pengurus LAM yang baru dapat berkolaborasi erat dengan pemerintah, terutama terkait ciri khas Melayu seperti pemberian nama gedung, wisata budaya, hingga pelestarian adat. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel LAM Bintan Dorong Silat Melayu dan Pantun Masuk Kurikulum Sekolah pertama kali tampil pada Kepri.