Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 1128

Jelang 17 Agustus, Semarak Merah Putih di Pemukiman Batuaji dan Sagulung Masih Sepi

0
Bendera dan aksesoris merah putih mulai ramai dijajakan di pinggir jalan Batuaji dan Sagulung. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, suasana semarak merah putih di pemukiman warga Batuaji dan Sagulung masih belum terasa. Pantauan di lapangan menunjukkan, baru satu dua rumah yang memasang bendera merah putih, sementara aksesoris perayaan juga nyaris tak terlihat di sebagian besar lingkungan.

Kondisi ini kontras dengan pemandangan di pinggiran jalan utama, di mana semarak bendera dan hiasan merah putih cukup mencolok. Deretan pedagang musiman menjajakan bendera berbagai ukuran dan ornamen kemerdekaan lainnya. Namun, para pedagang mengaku penjualan tahun ini cenderung sepi dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Paling satu atau dua bendera yang dibeli, itu pun yang kecil. Sepertinya hanya untuk formalitas saja. Biasanya di awal Agustus sudah ramai, tapi tahun ini agak beda, seperti kurang peminat,” ujar salah satu pedagang bendera di kawasan Batuaji, Sabtu (9/8).

Fenomena ini terjadi di tengah maraknya pemasangan bendera bermotif One Piece yang sempat viral di media sosial. Meski demikian, di pemukiman, warna merah putih asli justru belum banyak berkibar. Hal ini memunculkan pertanyaan terkait menurunnya antusiasme warga untuk memeriahkan momen kemerdekaan.

Beberapa warga yang ditemui mengaku alasan mereka bukan karena kurangnya rasa cinta terhadap tanah air. Menurut mereka, faktor kebijakan pemerintah yang dinilai memberatkan menjadi salah satu penyebab rendahnya semangat untuk ikut memeriahkan perayaan.

“Saya tetap cinta Indonesia, tapi kalau bicara antusias, jujur saja berkurang. Banyak kebijakan yang menurut saya terlalu membebani rakyat. Mulai dari kesempatan kerja yang sempit, sampai urusan pajak. Pemerintah harus lebih peduli soal kesejahteraan rakyatnya,” kata Arman, warga Sagulung.

Warga lainnya juga menyampaikan harapan agar pemerintah tidak hanya mengimbau soal pemasangan bendera, tetapi juga memberikan bukti nyata perhatian pada kebutuhan masyarakat. Menurut mereka, perayaan kemerdekaan akan lebih bermakna jika rakyat benar-benar merasakan kesejahteraan yang dijanjikan.

Sementara itu, beberapa pedagang menilai menurunnya minat beli bendera dan aksesoris kemerdekaan berkaitan dengan kondisi ekonomi masyarakat. “Banyak yang bilang uangnya pas-pasan. Jadi ya beli bendera ukuran kecil saja, asal ada,” kata seorang pedagang di kawasan Sagulung.

Meski demikian, di ruas-ruas jalan besar, warna merah putih tetap mendominasi berkat para pedagang yang menjajakan dagangan mereka. Namun, semarak tersebut belum merembet ke dalam pemukiman yang hingga kini masih terlihat sepi dari hiasan kemerdekaan.

Dengan waktu yang tersisa hingga puncak peringatan 17 Agustus, diharapkan partisipasi masyarakat bisa meningkat. Pemerintah daerah pun diminta untuk tidak hanya mendorong aspek simbolik, tetapi juga membangun antusiasme warga melalui kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan rakyat. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Jelang 17 Agustus, Semarak Merah Putih di Pemukiman Batuaji dan Sagulung Masih Sepi pertama kali tampil pada Metropolis.

Pelantikan Gema Sadhana Kepri Diwarnai Aksi Nyata, Dua Kapal Diserahkan untuk Nelayan

0
Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Masyarakat Sanathana Dharma Nusantara (Gema Sadhana) Provinsi Kepulauan Riau masa bakti 2024–2029.

batampos – Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Masyarakat Sanathana Dharma Nusantara (Gema Sadhana) Provinsi Kepulauan Riau masa bakti 2024–2029 diwarnai aksi sosial nyata. Dalam acara yang digelar di Grand Ballroom Hotel Pacific Batam, Jumat (8/8), organisasi ini menyerahkan bantuan dua unit kapal berbahan aluminium untuk nelayan setempat.

Ketua DPD Gema Sadhana Kepri, Liong Tak Seng, mengatakan kapal ini merupakan karya kader Gema Sadhana sendiri dan diberikan untuk membantu nelayan melaut dengan lebih aman. “Bantuan ini berasal dari dukungan para donatur, anggota, dan kerabat sebagai wujud nyata kepedulian terhadap peningkatan ekonomi masyarakat pesisir,” ujarnya.

Menurut Liong, nelayan penerima bantuan akan terbantu dalam meningkatkan hasil tangkapan karena kapal yang diberikan dirancang lebih tahan lama dan aman dioperasikan. Ia berharap, langkah ini menjadi awal dari program berkelanjutan untuk memberdayakan masyarakat pesisir.

Ketua DPRD Kepri, Iman Sutiawan, mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menilai bantuan kapal ini bukan hanya bentuk dukungan ekonomi, tetapi juga wujud kepedulian nyata organisasi terhadap kesejahteraan warga. “Semangat luar biasa dari Gema Sadhana akan terus berkontribusi untuk bangsa, termasuk melalui kegiatan sosial seperti penyerahan kapal ini,” tegasnya.

Ketua Umum Gema Sadhana, Dr. As Kobalen, menambahkan bahwa kegiatan sosial menjadi salah satu pilar utama organisasi yang selama 15 tahun hadir memperjuangkan hak-hak umat lintas agama. “Kepri harus menjadi rumah toleransi terbaik di Indonesia, dan bantuan seperti ini bagian dari langkah nyata menuju tujuan tersebut,” katanya.

Wakil Gubernur Kepri sekaligus Pembina Gema Sadhana, Nyanyang Haris Pratamura, berharap kepengurusan baru dapat melanjutkan komitmen membangun kolaborasi inklusif. “Kepedulian terhadap lingkungan, sosial, dan keagamaan harus berjalan seiring, seperti halnya bantuan kapal ini yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

Acara pelantikan yang turut dihadiri Forkopimda Kepri dan tokoh lintas agama ini juga menampilkan pertunjukan seni budaya dari berbagai etnis, menegaskan semangat keberagaman yang menjadi fondasi gerakan Gema Sadhana di Kepri. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Pelantikan Gema Sadhana Kepri Diwarnai Aksi Nyata, Dua Kapal Diserahkan untuk Nelayan pertama kali tampil pada Metropolis.

Nyawa Pekerja Melayang, Penerapan K3 di Galangan Kapal Batam Dipertanyakan

0
Korban kecelakaan kerja saat di kamar jenazah RSUD Embung Fatimah.

batampos – Kecelakaan kerja kembali mencoreng industri galangan kapal di Batam. Kasus terbaru menimpa M Raudhul Ma’ari, pekerja subcon PT Sinar Lautan Agung, yang tewas diduga akibat tersengat listrik saat mengerjakan perbaikan kapal di galangan PT Marine Shipyard, Tanjunguncang, Kamis (7/8) sore. Polisi memastikan telah memeriksa tiga orang saksi, dan penanganan kasus ini kini sepenuhnya berada di tangan Satreskrim Polresta Barelang.

Insiden ini terjadi ketika korban sedang menghaluskan bagian dalam tangki kapal jenis semen bar menggunakan mesin gerinda. Menurut saksi, korban ditemukan sudah terbaring di dalam tangki kapal dengan mesin gerinda di atas tubuhnya. Saat dibawa ke RSUD Embung Fatimah, petugas medis menyatakan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Kasus ini menambah panjang daftar kecelakaan kerja di sektor galangan kapal yang kerap memakan korban jiwa. Banyak pihak menilai penyebabnya adalah minimnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara konsisten di lapangan. Para pekerja pun mulai bersuara, mendesak adanya pengawasan ketat dan sanksi tegas bagi perusahaan yang abai.

Baca Juga: Kecelakaan Kerja Lagi, Pekerja Galangan Kapal Tewas Tersengat Listrik

Rudolf, pekerja galangan kapal di Tanjunguncang, mengatakan dirinya merasa khawatir peristiwa serupa bisa saja terjadi kepada dirinya atau rekan-rekannya. “Perlu pengawasan ketat dari instansi terkait. Jangan hanya ada peraturan di atas kertas, tapi penerapannya nihil. Harus ada sanksi tegas bagi perusahaan yang mengabaikan K3,” ujarnya.

Senada, Hendra, pekerja lainnya, mengkritik bahwa di banyak perusahaan galangan kapal, penerapan K3 hanya sebatas formalitas. “K3 itu biasanya cuma gembar-gembor di gerbang perusahaan. Pemeriksaan safety memang ketat di awal masuk, tapi saat sudah bekerja pengawasannya minim. Akibatnya ya seperti ini, kecelakaan terus terjadi,” katanya.

Sementara itu, Indra, warga yang pernah bekerja di tangki kapal, mengaku memilih keluar setelah merasakan langsung minimnya penerapan K3 di lapangan. “Kondisinya sangat berisiko. Safety tidak diperhatikan, jadi saya memutuskan berhenti. Bisa-bisa nyawa taruhannya kalau tetap kerja di situ,” ungkapnya.

Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Andi Pakpahan, membenarkan pihaknya telah memeriksa tiga saksi terkait insiden tersebut. “Kasus ini sedang ditangani Satreskrim Polresta Barelang. Kami hanya melakukan penanganan awal di lokasi sebelum dilimpahkan ke Polres,” terangnya.

Hingga berita ini diturunkan, penyidik masih mendalami penyebab pasti tewasnya korban, termasuk memeriksa kelayakan peralatan kerja dan prosedur keselamatan yang berlaku di lokasi proyek. Para pekerja berharap insiden ini menjadi momentum untuk membenahi sistem keselamatan kerja di galangan kapal Batam, agar nyawa pekerja tidak lagi menjadi taruhan setiap kali mereka masuk ke lokasi kerja. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Nyawa Pekerja Melayang, Penerapan K3 di Galangan Kapal Batam Dipertanyakan pertama kali tampil pada Metropolis.

Pelebaran Simpang Puteri Hijau Rampung, Arus Lalu Lintas Kini Lebih Lancar

0
Pelebaran jalan simpang Puteri Hijau telah rampung. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Proyek pelebaran jalan di persimpangan Puteri Hijau, Batuaji, telah rampung dengan pengaspalan di seluruh jalur. Persimpangan yang sebelumnya kerap padat kini terlihat lebih lapang dan tertata, memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan.

Salah satu perubahan signifikan adalah pengurangan jumlah jalur pertemuan kendaraan. Simpang empat yang selama ini menjadi titik kemacetan kini diubah menjadi simpang tiga. Akses menuju perumahan Genta ditutup demi kelancaran arus lalu lintas di jalur utama.

Pengerjaan kini memasuki tahap akhir dengan fokus pada penataan pinggiran jalan yang telah dilebarkan. Di sisi-sisi jalan, mulai ditanam taman dan pepohonan penghijauan untuk menambah estetika sekaligus memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan.

Tak hanya itu, jalan menuju perumahan Puteri Hijau dan Kantor Kecamatan Sagulung juga mengalami peningkatan. Ruas jalan ini kini memiliki dua jalur dengan total lima lajur, sehingga mampu menampung arus kendaraan lebih banyak.

Meski jalur baru yang dibuka masih berupa coran semenisasi, perubahan ini sudah memberi dampak positif. Pengguna jalan merasakan perbedaan yang cukup signifikan, dengan arus lalu lintas yang lebih lancar dan ruang jalan yang lebih lebar dibandingkan sebelumnya.

Rudi, salah seorang pengendara, mengaku lega dengan selesainya pelebaran jalan ini. “Dulu kalau jam sibuk di sini macetnya parah, sekarang sudah jauh lebih lancar. Apalagi ada jalur lambatnya, jadi kendaraan belok tidak mengganggu,” ujarnya, Sabtu (9/8).

Senada, Lina, warga sekitar, menyebut penutupan akses ke Perumahan Genta memang sempat membuat sebagian warga beradaptasi, namun hasilnya positif. “Awalnya kaget, tapi sekarang terasa bedanya. Jalan utama jadi tidak tersendat,” tuturnya.

Masyarakat pun berharap agar proyek serupa dilanjutkan ke seluruh ruas Jalan R Suprapto. Pasalnya, ruas jalan ini merupakan salah satu jalur tersibuk di Batuaji yang sering kali menjadi titik kemacetan, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja.

Dengan perbaikan infrastruktur yang berkelanjutan, warga optimistis kemacetan di Batuaji bisa dikurangi secara signifikan. Mereka juga mengharapkan penambahan fasilitas pendukung seperti marka jalan, rambu lalu lintas, dan halte bus untuk melengkapi kenyamanan berkendara.

Pelebaran simpang Puteri Hijau ini menjadi bukti komitmen Pemko Batam dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan. Ke depan, diharapkan semua titik kemacetan di jalur utama Batuaji dapat tertangani dengan baik demi kelancaran aktivitas warga dan kelancaran arus logistik industri. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Pelebaran Simpang Puteri Hijau Rampung, Arus Lalu Lintas Kini Lebih Lancar pertama kali tampil pada Metropolis.

Warga Antusias Serbu Pangan Murah di Sagulung, Beras hingga Minyak Ludes Diborong

0
Gerakan Pangan Murah yang digelar Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri bersama Bulog Batam di halaman Kantor Lurah Sagulung.

batampos – Ratusan warga memadati halaman Kantor Lurah Sagulung Kota sejak pagi, Jumat (8/8/2025). Mereka rela antre demi mendapatkan beras, minyak goreng, dan gula pasir dengan harga jauh lebih murah dibanding pasar.

Gerakan Pangan Murah yang digelar Polri bersama Perum Bulog ini benar-benar menjadi magnet bagi masyarakat, apalagi di tengah harga kebutuhan pokok yang kian menguras kantong.

Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB, diawali dengan kedatangan tim dari Polda Kepri dan Perum Bulog. Tak sampai 30 menit, suasana lokasi ramai dipenuhi pembeli. Berbagai bahan kebutuhan pokok ditawarkan dengan harga miring, seperti beras SPHP 5 kilogram seharga Rp58.000, beras premium 5 kilogram seharga Rp65.000, minyak goreng 2 liter seharga Rp30.000, dan gula pasir 1 kilogram seharga Rp18.000.

Baca Juga: Jaga Stabilitas Harga Pangan, Polda Kepri dan Bulog Gelar Operasi Pasar di Sagulung

Sejumlah warga mengaku senang dengan adanya program ini. “Harga di sini lebih murah dari pasar, jadi sangat membantu, apalagi menjelang awal bulan sekolah anak. Saya bisa belanja beras dan minyak tanpa harus keluar banyak uang,” ujar Yuliana, warga Sagulung Kota, sambil membawa dua kantong belanjaan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kasubdit I (Indaksi) Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Ruslaini, Kabag Bin Opsnal Reskrimsus Polda Kepri Kompol Syaiful Badawi, Kapolsek Sagulung Iptu Husnul Afkar, Kepala Bulog Wido Exsel Perea, Lurah Sagulung Kota Rendy Ivandilah, serta perangkat kelurahan.

Pengamanan kegiatan dilakukan oleh enam personel Polsek Sagulung. Mereka mengatur arus pengunjung, memastikan tertibnya transaksi, serta mencegah potensi gangguan keamanan. Berkat pengaturan tersebut, kegiatan berlangsung tertib hingga berakhir pukul 12.00 WIB dengan situasi aman dan kondusif.

Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul Afkar, mengatakan pihaknya berkomitmen menjaga keamanan agar masyarakat merasa nyaman saat berbelanja. “Kehadiran personel kami tidak hanya untuk pengamanan, tetapi juga untuk memastikan masyarakat mendapatkan manfaat dari kegiatan ini dengan tertib dan aman,” ujarnya.

Polsek Sagulung menegaskan akan terus mendukung program seperti ini karena dinilai efektif membantu meringankan beban ekonomi warga. Sinergi Bulog dan Polri diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan, sekaligus mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat.

Warga berharap kegiatan serupa bisa diadakan secara rutin, tidak hanya di Sagulung, tetapi juga di kelurahan lain. “Kalau bisa sebulan sekali, karena kebutuhan pokok itu selalu dibutuhkan. Apalagi kalau harganya seperti ini, pasti banyak yang terbantu,” kata Budi, warga lainnya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Warga Antusias Serbu Pangan Murah di Sagulung, Beras hingga Minyak Ludes Diborong pertama kali tampil pada Metropolis.

Bridgestone TURANZA 6 ENLITEN Resmi Jadi Ban Standar Mitsubishi Destinator, Perpaduan Nyaman, Efisien, dan Ramah Lingkungan

0

batampos-PT Bridgestone Tire Indonesia mengumumkan pencapaian terbarunya dengan terpilihnya Bridgestone TURANZA 6 ENLITEN sebagai ban original equipment (OE) resmi untuk Mitsubishi Destinator, SUV keluarga terbaru yang baru meluncur di Indonesia pada 17 Juli 2025 lalu.

Keputusan Mitsubishi Motors memilih TURANZA 6 ENLITEN menjadi ban bawaan mencatatkan sejarah tersendiri, karena ini adalah kali pertama model ban tersebut dipercaya sebagai OE sejak peluncuran globalnya di awal tahun 2025.

Menjawab Tantangan di Segmen SUV Keluarga

Mitsubishi Destinator hadir di tengah ketatnya persaingan SUV tujuh penumpang di Indonesia. Mobil ini dirancang untuk memberikan kombinasi tenaga, ruang kabin yang lapang, efisiensi, dan kenyamanan, menjadikannya pilihan ideal bagi keluarga modern.

Dalam mewujudkan pengalaman berkendara yang optimal, peran ban menjadi krusial. Ban tidak hanya menentukan tingkat keamanan dan stabilitas, tetapi juga memengaruhi efisiensi bahan bakar, peredaman suara, hingga kenyamanan kabin.

BACA JUGA: Bridgestone Alenza H/L 33 Kembali Terpilih sebagai Ban Original Equipment untuk New Honda HR-V

Teknologi ENLITEN: Nyaman, Aman, dan Efisien

Bridgestone TURANZA 6 ENLITEN merupakan ban touring premium generasi terbaru yang menggabungkan kenyamanan berkendara dengan teknologi canggih. Dilengkapi teknologi ENLITEN yang EV-ready, ban ini dapat digunakan pada mobil bermesin konvensional (internal combustion engine) maupun kendaraan listrik.

Teknologi ENLITEN mampu mengurangi hambatan gulir secara signifikan, meningkatkan efisiensi bahan bakar dan jarak tempuh mobil listrik, tanpa mengorbankan performa pengereman dan daya cengkeram—terutama di jalan basah. Struktur kompon yang lebih ringan juga membantu menekan emisi CO₂, sejalan dengan visi global Bridgestone dalam menciptakan mobilitas berkelanjutan.

Fisa Rizqiano, Head of OE Sales Bridgestone Indonesia, menyampaikan, “Bridgestone TURANZA 6 ENLITEN menghadirkan pengalaman berkendara yang tenang, stabil, dan menyenangkan, baik untuk perjalanan dalam kota maupun jarak jauh. Ini sejalan dengan DNA Mitsubishi Destinator yang memberi kepercayaan diri bagi pengemudi dan keluarganya untuk mencapai tujuan baru mereka.”

Mendukung Performa Premium Destinator

Mitsubishi Destinator menggunakan TURANZA 6 ENLITEN berukuran 225/55 R18 98H. Desain pola tapak ban dirancang untuk meminimalkan suara gesekan pada berbagai permukaan jalan, menciptakan suasana kabin yang lebih senyap dan nyaman.

Kenyamanan ini semakin terasa ketika dipadukan dengan performa mesin turbo 1.5 liter, transmisi CVT, dan sistem audio Dynamic Sound Yamaha Premium yang menghasilkan kualitas suara jernih untuk seluruh penumpang.

Dengan kolaborasi ini, Bridgestone dan Mitsubishi tidak hanya menawarkan produk yang berkualitas, tetapi juga membawa pesan kuat tentang efisiensi, kenyamanan, dan keberlanjutan di pasar otomotif Indonesia. (*)

Artikel Bridgestone TURANZA 6 ENLITEN Resmi Jadi Ban Standar Mitsubishi Destinator, Perpaduan Nyaman, Efisien, dan Ramah Lingkungan pertama kali tampil pada Lifestyle.

Disaksikan Menkum, Mie Gacoan dan LMK SELMI Sepakat Berdamai

0

batampos – Menteri Hukum (Menkum), Supratman Andi Agtas, menyaksikan penandatanganan Surat Perjanjian Perdamaian atas Sengketa Hak Cipta antara Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) Sentra Lisensi Musik Indonesia (SELMI) dan PT Mitra Bali Sukses (MBS) yang memegang lisensi merek Mie Gacoan, Jumat (8/8).

Supratman menjelaskan kedua pihak telah sepakat untuk berdamai dan PT MBS telah membayar kewajibannya kepada LMK SELMI. Bagi Supratman, momentum ini harus dilihat sebagai contoh baik dari kedua pihak untuk menghargai kekayaan intelektual, khususnya penghargaan kepada para pencipta musik.

“Momen perjanjian damai ini bukan hanya soal jumlah royalti yang dibayarkan, tetapi lebih penting adalah kebesaran jiwa kedua belah pihak. Mudah-mudahan dapat menjadi contoh teladan bagi semua warga Indonesia untuk menghargai hak kekayaan intelektual,” ungkap Supratman di Bali, didampingi Direktur PT Mitra Bali Sukses, I Gusti Ayu Sasih Ira Pramita, serta perwakilan LMK SELMI, Ramsudin Manulang.

Menkum mengatakan bahwa Kementerian Hukum (Kemenkum) mendukung adanya transparansi terhadap pungutan royalti yang dilakukan oleh LMK maupun LMK Nasional (LMKN). Untuk itu, Kemenkum nantinya akan mengeluarkan Peraturan menteri Hukum yang baru untuk mengatur soal pemungutan royalti.

BACA JUGA: Menkum Tegaskan Menata Ulang KUHAP untuk Hukum Indonesia yang Lebih Adaptif

“Saya setuju bahwa koreksi terhadap transparansi, pungutan royalti, termasuk besaran tarifnya. Nanti akan kita bicarakan dan kita akan keluarkan Permenkum yang baru yang mengatur itu,” ungkapnya.

Supratman juga menegaskan kalau royalti bukanlah pajak. Pasalnya, tidak ada sepeserpun royalti yang masuk ke pemerintah, melainkan semuanya diberikan kepada pihak-pihak yang berhak menerimanya.

“Royalti bukan pajak, negara tidak mendapatkan apa-apa secara langsung dari royalti. Semua pungutan royalti itu disalurkan kepada yang berhak. Dan yang menyalurkan bukan pemerintah, tetapi oleh LMK atapu LMKN yang memungut royalti, salah satunya LMK Selmi. Oleh karena itu, kita akan meminta pertanggungjawabannya, untuk transparansinya akan kita umumkan ke publik,” kata Supratman.

Jika dibandingkan dengan Malaysia, lanjut Supratman, jumlah royalti yang berhasil dikumpulkan di Indonesia masih terbilang rendah padahal jumlah penduduk Indonesia lebih banyak dari Malaysia. Ia mengungkapkan LMK dan LMKN di Indonesia mengumpulkan royalti sebesar Rp270 miliar, sedangkan Malaysia bisa mengumpulkan Rp600-700 miliar setiap tahunnya.

“Bayangkan, Malaysia, negara yang kecil, penduduknya tidak seberapa, total royalti yang mereka bisa kumpulkan hari ini kurang lebih 600-700 miliar per tahun. Kita Indonesia, mulai dari platform internasional, sampai kepada retail, kalau menurut laporan yang saya terima kita baru ngumpulin 270 miliar, padahal penduduk kita 280 juta. Jadi sangat kecil,” ujarnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Direktur PT MBS dijadikan tersangka atas dugaan pelanggaran hak cipta setelah dilaporkan oleh LMK Selmi. Sengketa ini kemudian dimediasi oleh Kantor Wilayah Kemenkum Bali dengan tujuan mendapatkan kesepakatan damai. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Disaksikan Menkum, Mie Gacoan dan LMK SELMI Sepakat Berdamai pertama kali tampil pada News.

Gema Sadhana Kepri Serahkan Dua Kapal untuk Nelayan Pesisir

0
Foto bersama Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Masyarakat Sanathana Dharma Nusantara (Gema Sadhana) Provinsi Kepulauan Riau masa bakti 2024–2029.

batampos-Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Masyarakat Sanathana Dharma Nusantara (Gema Sadhana) Provinsi Kepulauan Riau masa bakti 2024–2029 diwarnai aksi sosial nyata. Dalam acara yang digelar di Grand Ballroom Hotel Pacific Batam, Jumat (8/8), organisasi ini menyerahkan bantuan dua unit kapal berbahan aluminium untuk nelayan setempat.

Ketua DPD Gema Sadhana Kepri, Liong Tak Seng, mengatakan kapal ini merupakan karya kader Gema Sadhana sendiri dan diberikan untuk membantu nelayan melaut dengan lebih aman. “Bantuan ini berasal dari dukungan para donatur, anggota, dan kerabat sebagai wujud nyata kepedulian terhadap peningkatan ekonomi masyarakat pesisir,” ujarnya.

Menurut Liong, nelayan penerima bantuan akan terbantu dalam meningkatkan hasil tangkapan karena kapal yang diberikan dirancang lebih tahan lama dan aman dioperasikan. Ia berharap, langkah ini menjadi awal dari program berkelanjutan untuk memberdayakan masyarakat pesisir.

BACA JUGA: Tim Gabungan Sidak 10 Kapal Nelayan di Tarempa Timur, Ini Hasilnya

Ketua DPRD Kepri, Iman Sutiawan, mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menilai bantuan kapal ini bukan hanya bentuk dukungan ekonomi, tetapi juga wujud kepedulian nyata organisasi terhadap kesejahteraan warga. “Semangat luar biasa dari Gema Sadhana akan terus berkontribusi untuk bangsa, termasuk melalui kegiatan sosial seperti penyerahan kapal ini,” tegasnya.

Foto bersama Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Masyarakat Sanathana Dharma Nusantara (Gema Sadhana) Provinsi Kepulauan Riau masa bakti 2024–2029

Ketua Umum Gema Sadhana, Dr. As Kobalen, menambahkan bahwa kegiatan sosial menjadi salah satu pilar utama organisasi yang selama 15 tahun hadir memperjuangkan hak-hak umat lintas agama. “Kepri harus menjadi rumah toleransi terbaik di Indonesia, dan bantuan seperti ini bagian dari langkah nyata menuju tujuan tersebut,” katanya.

Wakil Gubernur Kepri sekaligus Pembina Gema Sadhana, Nyanyang Haris Pratamura, berharap kepengurusan baru dapat melanjutkan komitmen membangun kolaborasi inklusif. “Kepedulian terhadap lingkungan, sosial, dan keagamaan harus berjalan seiring, seperti halnya bantuan kapal ini yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

Acara pelantikan yang turut dihadiri Forkopimda Kepri dan tokoh lintas agama ini juga menampilkan pertunjukan seni budaya dari berbagai etnis, menegaskan semangat keberagaman yang menjadi fondasi gerakan Gema Sadhana di Kepri. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Gema Sadhana Kepri Serahkan Dua Kapal untuk Nelayan Pesisir pertama kali tampil pada Kepri.

Batam Sukses Raih Penghargaan Kota Layak Anak 2025 dari Kementerian PPPA RI

0
Li Caludia menerima penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) Republik Indonesia.

batampos – Kota Batam kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada ajang penilaian Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) tahun 2025, Batam berhasil meraih penghargaan kategori Nindya dengan perolehan nilai 770,16 dari 1.000 poin penilaian.

Wakil Kepala BP Batam/Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, hadir mewakili Kepala BP Batam/Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

Ia menerima penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) Republik Indonesia melalui Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak, pada Jumat (8/8/2025) di Auditorium KH. M. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jakarta Pusat.

“Saya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas penghargaan ini. Ini bukan hanya sekadar prestasi, tetapi juga pengakuan atas komitmen bersama seluruh elemen di Kota Batam dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak,” ujar Li Claudia Chandra usai menerima penghargaan.

KLA merupakan sistem pembangunan daerah yang menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak secara terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan.

Berbagai indikator menjadi acuan dalam proses penilaian, mulai dari penyediaan ruang publik ramah anak, fasilitas pendidikan dan kesehatan, hingga kebijakan perlindungan hak anak di setiap aspek kehidupan.

Li Claudia menegaskan, keberhasilan Batam meraih predikat ini tidak lepas dari sinergi yang solid antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan media.

“Alhamdulillah, sinergi itu terus terjalin dengan baik di Batam. Penghargaan ini kami dedikasikan untuk seluruh anak-anak Kota Batam, generasi masa depan bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Pemerintah Kota Batam, bersinergi bersama BP Batam, berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan terhadap anak, sekaligus mendorong partisipasi aktif anak dalam pembangunan Kota Batam.

“Ke depan, tantangan tentu akan semakin kompleks. Tapi kami yakin, dengan semangat gotong royong dan komitmen kuat dari seluruh pihak, Batam tidak hanya layak anak, tetapi juga menjadi kota yang membanggakan bagi semua generasi,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung pencapaian ini.

“Terima kasih kepada seluruh Satuan Gugus Tugas Kota Layak Anak, forum anak, mitra lembaga masyarakat, serta para orang tua hebat yang telah berperan aktif dalam mewujudkan Batam sebagai Kota Layak Anak,” kata Li Claudia.

Li Claudia mengatakan, penganugerahan ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Perlindungan Anak dan menjadi bagian dari strategi nasional untuk mewujudkan Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2030.

“Penghargaan ini adalah milik kita semua, dan yang terpenting, milik anak-anak Batam tercinta. Saya berharap semua elemen dapat terus bersinergi dan berkomitmen mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak sebagai masa depan bangsa,” pungkas Li Claudia Chandra. (*)

Artikel Batam Sukses Raih Penghargaan Kota Layak Anak 2025 dari Kementerian PPPA RI pertama kali tampil pada Metropolis.

Batam Sukses Raih Penghargaan Kota Layak Anak 2025 dari Kementerian PPPA RI

0
Li Caludia menerima penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) Republik Indonesia.

batampos – Kota Batam kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada ajang penilaian Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) tahun 2025, Batam berhasil meraih penghargaan kategori Nindya dengan perolehan nilai 770,16 dari 1.000 poin penilaian.

Wakil Kepala BP Batam/Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, hadir mewakili Kepala BP Batam/Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

Ia menerima penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) Republik Indonesia melalui Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak, pada Jumat (8/8/2025) di Auditorium KH. M. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jakarta Pusat.

“Saya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas penghargaan ini. Ini bukan hanya sekadar prestasi, tetapi juga pengakuan atas komitmen bersama seluruh elemen di Kota Batam dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak,” ujar Li Claudia Chandra usai menerima penghargaan.

KLA merupakan sistem pembangunan daerah yang menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak secara terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan.

Berbagai indikator menjadi acuan dalam proses penilaian, mulai dari penyediaan ruang publik ramah anak, fasilitas pendidikan dan kesehatan, hingga kebijakan perlindungan hak anak di setiap aspek kehidupan.

Li Claudia menegaskan, keberhasilan Batam meraih predikat ini tidak lepas dari sinergi yang solid antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan media.

“Alhamdulillah, sinergi itu terus terjalin dengan baik di Batam. Penghargaan ini kami dedikasikan untuk seluruh anak-anak Kota Batam, generasi masa depan bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Pemerintah Kota Batam, bersinergi bersama BP Batam, berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan terhadap anak, sekaligus mendorong partisipasi aktif anak dalam pembangunan Kota Batam.

“Ke depan, tantangan tentu akan semakin kompleks. Tapi kami yakin, dengan semangat gotong royong dan komitmen kuat dari seluruh pihak, Batam tidak hanya layak anak, tetapi juga menjadi kota yang membanggakan bagi semua generasi,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung pencapaian ini.

“Terima kasih kepada seluruh Satuan Gugus Tugas Kota Layak Anak, forum anak, mitra lembaga masyarakat, serta para orang tua hebat yang telah berperan aktif dalam mewujudkan Batam sebagai Kota Layak Anak,” kata Li Claudia.

Li Claudia mengatakan, penganugerahan ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Perlindungan Anak dan menjadi bagian dari strategi nasional untuk mewujudkan Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2030.

“Penghargaan ini adalah milik kita semua, dan yang terpenting, milik anak-anak Batam tercinta. Saya berharap semua elemen dapat terus bersinergi dan berkomitmen mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak sebagai masa depan bangsa,” pungkas Li Claudia Chandra. (*)

Artikel Batam Sukses Raih Penghargaan Kota Layak Anak 2025 dari Kementerian PPPA RI pertama kali tampil pada Metropolis.