Rabu, 8 April 2026
Beranda blog Halaman 1136

Jelang HUT ke-80 RI, 1.000 Bendera Merah Putih di Nongsa Langsung Habis Dibagikan

0
Pembagian bendara merah putih kepada warga di wilayah Kecamatan Nongsa.

batampos – Empat hari jelang Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 80 ternyata masih banyak warga di Kecamatan Nongsa yang tidak memasang bendera merah putih. Buktinya, 500 bendera yang dibagikan Polsek Nongsa dan Kecamatan Nongsa langsung habis pada Rabu (13/8). Sehingga total bendera yang dibagikan selama perayaan RI sebanyak 1.000 lembar

Sejumlah warga beralasan tidak memasang bendera karena lupa, tak memiliki bendera hingga sakit. Namun alasan itu akhirnya terpatahkan dengan pemberian bendera dan pemasangan langsung. Bahkan sejumlah warga masih memasang bendera merah putih dalam keadaan lusuh.

Kapolsek Nongsa, Kompol Dr Arsyad Riyandi, mengatakan pembagian dilakukan untuk mendorong masyarakat berpartisipasi dalam memeriahkan HUT RI. Total ada 1.000 bendera yang telah dibagikan di seluruh Kecamatan Nongsa

“Bendera ini langsung kami salurkan ke warga, termasuk ke pulau-pulau di wilayah Nongsa melalui boatpancung. Untuk hari ini ada 500 bendera, sehingga totalnya sudah 1000 lembar yang dibagikan,” kata Arsyad.

Menurutnya, alasan warga tidak memasang bendera beragam, mulai dari lupa, sakit, hingga rumah kosong karena ditinggal pemiliknya. Untuk rumah yang kosong, Arsyad mengaku punya inisiatif untuk langsung di pasang.

“Kami ingin membantu warga yang memang belum memiliki bendera, sekaligus mengingatkan bahwa pemasangan bendera adalah bentuk penghormatan kepada para pahlawan,” ujarnya.

Dijelaskannya, pembagian bendera dilakukan secara door to door oleh personel Polsek, dibantu Babinkamtibmas, perangkat kecamatan, dan TNI. Di pulau-pulau, pembagian dilakukan serentak agar seluruh wilayah Nongsa tampak semarak menjelang 17 Agustus. Dengan adanya pembagian bendera ini, suasana peringatan HUT RI di Nongsa akan lebih meriah dan menjadi momentum untuk mempererat persatuan

“Bendera yang dibagikan juga sampai ke pulau-pulau oleh babinkantibnas. Jadi harapannya, bendera merah putih itu bisa berkibar di seluruh wilayah,” jelasnya.

Ia juga mengimbau warga untuk memasang bendera selama sebulan penuh, hingga 31 Agustus. Sehingga suasana Kemerdekaan tetap terasa selama bulan Agustus.

Camat Nongsa, Arfandi mengatakan pembagian bendera adalah upaya pemerintah untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air. Karena itu, Kecamatan Nongsa bersama Polsek Nongsa dan Koramil berkoordinasi untuk membagikan bendera secara gratis.

“Tujuan dari gerakan ini adalah untuk mengajak seluruh masyarakat agar turut serta dalam perayaan kemerdekaan dengan memasang bendera merah putih di rumah masing-masing. Bendera merah putih memiliki makna penting sebagai identitas, simbol, dan alat pemersatu bangsa Indonesia,” jelasnya.

Menurut dia, ratusan bendera dibagikan di empat kelurahaan kecamatan Nongsa. Tak hanya membagikan bendera kepada warga yang belum punya merah putih itu. Namun juga ke warga yang memasang bendera dalam kondisi lusuh.

“Kami roadshow dor to dor dari perumahaan ke perumahaan untuk memastikan pemasangan bendera ini. Ternyata masih ada warga yang tidak pasang. Bahkan ada yang memasang bendera sudah lusuh, nah ini langsung kami ganti dengan yang baru,” pungkas Arfandi. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Jelang HUT ke-80 RI, 1.000 Bendera Merah Putih di Nongsa Langsung Habis Dibagikan pertama kali tampil pada Metropolis.

Proyek Box Culvert di Jalan Nusantara Bintan, Arus Lalin Dialihkan Sementara

0
Pengalihan arus
Arus lalu lintas kendaraan dialihkan sementara di Jalan Nusantara arah Kijang karena ada pekerjaan box culvert. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Arus lalu lintas (lalin) di Jalan Nusantara arah Kijang, Kecamatan Bintan Timur dialihkan sementara, menyusul adanya proyek penggantian box culvert .

Kanit Turjawali Satlantas Polres Bintan, Ipda Mahardika Sidik, mengatakan penutupan total diberlakukan di dekat Simpang Korindo karena adanya pergantian box culvert.

“Aksesnya ditutup total karena ada pergantian box culvert,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (13/8).

Pengalihan arus diberlakukan bagi kendaraan yang melaju dari arah Tanjungpinang menuju Kijang dan sebaliknya. Jalur alternatif yang disarankan yakni melalui Simpang Korindo dan Jalan Lintas Timur.

“Arus lalu lintas sementara dialihkan ke arah Simpang Korindo ke Jalan Lintas Timur untuk kendaraan dari Tanjungpinang, dan sebaliknya untuk kendaraan dari Kijang,” jelas Mahardika.

Pengerjaan pemasangan box culvert di ruas jalan tersebut telah dimulai sejak 31 Juli 2025 lalu dan ditargetkan rampung dalam dua minggu.

“Informasinya pekerjaan dua minggu, dan sudah mau selesai,” tambahnya.

Ia mengimbau pengguna jalan agar berhati-hati, mematuhi aturan berlalu lintas, dan mengikuti rambu-rambu selama proyek berlangsung. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Proyek Box Culvert di Jalan Nusantara Bintan, Arus Lalin Dialihkan Sementara pertama kali tampil pada Kepri.

Cegah Penyalahgunaan, DKPP Bintan Perketat Pengawasan Obat Hewan

0
DKPP Bintan
Petugas Pengawas Obat Hewan Kabupaten Bintan, drh Iwan Berri Prima mengecek peredaran obat hewan di Bintan. F. Kiriman drh Iwan Berri Prima untuk Batam Pos.

batampos – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bintan mmemperketat pengawasan penjualan obat hewan untuk memastikan tidak ada obat keras yang dijual bebas tanpa resep dokter hewan.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Bintan, drh Iwan Berri Prima, mengatakan pengawasan rutin ini bertujuan mencegah penyalahgunaan obat hewan yang dapat membahayakan keselamatan hewan maupun manusia.

Pengawasan mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 16 Tahun 2021 tentang Kajian Lapang dan Pengawasan Obat Hewan.

“Kewenangan pengawasan obat hewan di kabupaten atau kota mencakup depo, apotek veteriner, pet shop, poultry shop, dan toko obat hewan,” ujar Iwan selaku Pengawas Obat Hewan Kabupaten Bintan, Rabu (13/8).

Pengawasan dilakukan di Kecamatan Bintan Timur, Bintan Utara, dan Seri Kuala Lobam pada 24 Juli, 7, dan 11 Agustus 2025. Khusus pada 7 Agustus, kegiatan juga melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kepri.

Dari hasil pemeriksaan terhadap lima pet shop dan empat poultry shop, belum ditemukan penjualan obat keras tanpa resep dokter hewan. Selain itu, DKPP juga memberikan edukasi terkait aturan penjualan dan penggunaan obat hewan.

“Salah satu poin penting yang disampaikan adalah penjualan obat keras yang diberikan secara parenteral atau disuntikkan harus disertai resep dokter hewan dan tidak boleh dijual bebas,” tegas Iwan.

Ia menambahkan, penggunaan obat keras yang tidak sesuai ketentuan dapat membahayakan hewan dan manusia yang mengonsumsi produk hewan tersebut. Contohnya adalah antibiotik, obat penenang, obat mengandung hormon, dan obat suntik lainnya.

Iwan mengimbau masyarakat tidak menjual obat hewan tanpa perizinan, mengingat pemerintah telah mempermudah proses perizinan melalui sistem OSS (Online Single Submission). (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Cegah Penyalahgunaan, DKPP Bintan Perketat Pengawasan Obat Hewan pertama kali tampil pada Kepri.

Pompong Nelayan di Palmatak Terbakar Akibat Korsleting, Kerugian Rp 60 Juta

0
Pompong terbakar anambas
Warga melihat kondisi kapal pompong milik Sabran, warga Desa Belibak yang baru saja terbakar. F. HNSI Anambas untuk Batam Pos.

batampos – Musibah menimpa Sabran, nelayan asal Desa Belibak, Kecamatan Palmatak, usai kapal pompong miliknya terbakar pada Rabu (13/8) dini hari. Kapal yang menjadi satu-satunya alat mencari nafkah itu kini tinggal puing, meninggalkan duka mendalam bagi Sabran dan keluarganya.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kecamatan Palmatak, Yupin, membenarkan insiden tersebut.

“Iya, benar terbakar kapal pompongnya. Kasihan korban, tak bisa melaut,” ujarnya.

Menurut Yupin, kebakaran terjadi sekitar pukul 02.00 WIB akibat korsleting pada aki pompong. Warga yang berada di sekitar lokasi sempat melihat asap tebal disertai kobaran api.

Sejumlah nelayan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun api sudah terlanjur membesar dan melahap seluruh bagian kapal.

“Kerugian korban sekitar Rp60 juta. Habis semua pompongnya. Saya harap pemerintah dapat membantu meringankan bebannya,” ungkap Yupin.

Ia mengimbau nelayan lain agar lebih berhati-hati memeriksa kondisi kelistrikan kapal, baik saat berlabuh maupun sebelum berangkat melaut.

“Kami minta nelayan rutin memeriksa kabel dan aki, supaya kejadian seperti ini tidak terulang,” pungkasnya.

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Pompong Nelayan di Palmatak Terbakar Akibat Korsleting, Kerugian Rp 60 Juta pertama kali tampil pada Kepri.

Sampah Terus Bermasalah di Batuaji dan Sagulung, Warga Mulai Resah

0
Tumpukan sampah yang berserakan di sepanjang Jalan Trans Barelang. Foto. M. Sya’ban/ batampos.co.id

batampos – Tumpukan sampah masih terlihat di berbagai titik di wilayah Batuaji dan Sagulung, hingga Rabu (13/8). Pantauan di lapangan menunjukkan sampah rumah tangga dan limbah usaha meluber keluar dari tong hingga berserakan ke pinggir jalan. Kondisi ini belum mengalami perubahan berarti dibanding pekan lalu.

Di beberapa ruas jalan, terutama dekat kawasan permukiman padat dan pertokoan, sampah menumpuk hingga mengganggu lalu lintas pejalan kaki. Bau tak sedap tercium menyengat, membuat warga dan pengendara yang melintas terpaksa menutup hidung.

Rina, warga Batuaji, mengaku khawatir dengan kondisi ini. Ia menyebut tumpukan sampah yang dibiarkan berhari-hari rawan menjadi sarang lalat dan tikus. “Kalau dibiarkan terus, takutnya menimbulkan penyakit. Anak-anak sering main di luar, jadi kami khawatir,” ujarnya.

Menurut Rina, sebagian warga sebenarnya sudah berusaha menaruh sampah di tempat yang seharusnya, namun karena pengangkutan tidak rutin, akhirnya sampah meluber. “Kadang kami simpan di tong, tapi kalau penuh ya terpaksa ditaruh di luar. Lama-lama numpuk,” katanya.

Di Sagulung, situasi serupa terjadi di dekat pusat kuliner dan area perumahan. Sampah yang menumpuk mengundang kawanan hewan liar, membuat warga makin tidak nyaman. Kondisi ini juga menurunkan estetika lingkungan dan dikhawatirkan berdampak pada usaha warga.

Warga menilai perlu ada langkah cepat dan tegas dari pemerintah, termasuk penambahan armada dan penjadwalan ulang pengangkutan. “Masalahnya sudah lama, tapi belum ada perubahan signifikan. Jangan tunggu sampai makin parah,” ujar Dedi, warga Sagulung.

Sebelumnya, pemerintah kecamatan mengakui keterbatasan armada sebagai kendala. Namun, warga berharap pemerintah kota segera mencari solusi permanen agar kebersihan lingkungan terjaga dan tidak lagi menjadi keluhan berulang.

Masyarakat Batuaji dan Sagulung kini menunggu tindakan nyata. Mereka berharap tidak hanya janji, tetapi perbaikan sistem pengangkutan sampah yang bisa dirasakan langsung di lapangan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Sampah Terus Bermasalah di Batuaji dan Sagulung, Warga Mulai Resah pertama kali tampil pada Metropolis.

Pemuda di Bintan Timur Ditangkap Usai Cabuli Remaja Usia 13 Tahun

0
Cabul Bintan
Pemuda inisial JM diamankan polisi atas dugaan pencabulan anak di bawah umur di Kijang, Bintan Timur, Senin (11/8). F. Unit Reskrim Polsek Bintan Timur untuk Batam Pos.

batampos – Seorang pemuda berinisial JM (19) di Bintan Timur, diamankan polisi atas dugaan pencabulan terhadap seorang remaja berusia 13 tahun. Korban dan pelaku saling mengenal melalui media sosial Instagram sebelum akhirnya bertemu.

​Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur, Ipda Daeng Salamun, menjelaskan kasus ini terungkap setelah ibu korban curiga melihat isi pesan singkat di ponsel anaknya. Tidak terima dengan perbuatan pelaku, orang tua korban kemudian melaporkannya ke polisi.

​”Berawal dari perkenalan di Instagram, pelaku dan korban sepakat bertemu. Saat pertemuan itu, pelaku merayu korban untuk berhubungan suami istri,” kata Daeng Salamun, Selasa (12/8).

​Berdasarkan laporan tersebut, polisi langsung bergerak. JM akhirnya berhasil ditangkap di tempat kerjanya pada Senin (11/8), kemarin.

​”Langsung diinterogasi di tempat dan pelaku mengakui perbuatannya yang dilakukan pada 11 Juli 2025 lalu,” ujar Daeng.

​Selain pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, seperti pakaian korban dan pelaku serta satu unit ponsel milik keduanya. Saat ini, JM tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut sebagai tersangka.

​JM dijerat dengan Pasal 81 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Pemuda di Bintan Timur Ditangkap Usai Cabuli Remaja Usia 13 Tahun pertama kali tampil pada Kepri.

BP Batam Jemput Bola Dorong Investasi Maritim dari Galangan Kapal

0
Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan, Fery Djemy Francis bersama sejumlah pejabat BP Batam mengunjungi galangan kapal PT Citra Shipyard di Seilekop, Sagulung, Rabu (13/8). Foto Eusebius Sara

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus proaktif mendorong pertumbuhan investasi dan industri di Batam dengan turun langsung ke lapangan. Rabu (13/8) sore, rombongan yang dipimpin Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan, Fery Djemy Francis, mengunjungi galangan kapal PT Citra Shipyard di Seilekop, Sagulung. Kunjungan ini menjadi tindak lanjut diskusi sebelumnya dengan pelaku usaha guna mempercepat solusi atas berbagai hambatan sektor maritim.

Rombongan lintas direktorat itu diisi pejabat kunci, di antaranya Direktur Investasi Dendi Gustinandar, Direktur Pengembangan KPBPB dan KEK Irfan Syakir, Direktur Pengendalian Pengusahaan Asep, Direktur Pengolahan Lahan Harlas Buana, Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Satu Pintu Hadjad Widagdo, serta sejumlah staf ahli dan kepala seksi. Kehadiran mereka menegaskan keseriusan BP Batam mengintegrasikan seluruh aspek kebijakan, perizinan, dan pengawasan.

Kedatangan BP Batam disambut langsung pemilik PT Citra Shipyard, Ali Ulai, bersama Direktur Utama Jovan dan General Manajer PT Citra Shipyard, Abi. Ali, yang merupakan putra daerah Batam, memaparkan perjalanan perusahaannya sejak berdiri pada 2006. Ia menyebut PT Citra Shipyard telah memproduksi kapal-kapal berstandar tinggi, mengantongi berbagai sertifikasi, dan mengoperasikan dua galangan di Sagulung dan Kabil.

Ali juga mengungkapkan rencana strategis untuk mengembangkan fasilitas offshore serta membangun drydock berkapasitas besar di Kabil. Drydock tersebut, menurutnya, akan menjadi salah satu dari hanya empat unit serupa di dunia dan mampu melayani kapal-kapal super tanker. “Kalau ini terwujud, akan membawa kemajuan besar bagi Batam,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui masih ada kendala yang menghambat operasional, salah satunya alur pelayaran di Sagulung yang dangkal akibat jalur pipa gas sehingga kapal dengan draft sembilan meter tidak bisa masuk. “Ini sudah puluhan tahun tidak bisa diperdalam. Pindah ke Kabil akan lebih menguntungkan karena lautnya lebih dalam,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Fery Djemy Francis menegaskan BP Batam akan memprioritaskan percepatan proses perizinan, termasuk Persetujuan Penggunaan Kawasan Perairan dan Reklamasi Laut (PPKPRL) yang selama ini kerap menjadi hambatan. “Kalau syarat lengkap, 14 hari saja selesai. Bahkan kita mau buat skenario yang lebih singkat untuk mendorong investasi,” katanya.

Terkait pendalaman alur pelayaran di Sagulung, Fery mengatakan perlu kajian mendalam karena adanya tumpang tindih dengan infrastruktur yang sudah ada. Ia menegaskan setiap langkah akan diambil secara hati-hati agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan maupun sektor lain.

Diskusi juga membahas rencana pengembangan Kabil Shipyard serta penataan wilayah Nongsa yang terkait reklamasi. Menurut Fery, optimalisasi kawasan strategis harus dilakukan dengan koordinasi lintas pihak agar memberi manfaat maksimal bagi industri maritim Batam.

Ali Ulai berharap sinergi antara pengusaha dan BP Batam dapat berjalan efektif, dengan fokus pada langkah konkret yang bisa digerakkan dalam jangka pendek. “Kalau kita tidak bergerak, ekonomi tidak akan naik,” tegasnya.

Fery menutup kunjungan dengan kembali menegaskan komitmen BP Batam untuk jemput bola. “Kalau kita mau biasa-biasa saja, ya tidur saja. Tapi kita ingin Batam berkembang. Karena itu kita datang, mendengar langsung, dan mencari jalan keluar dari persoalan di lapangan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel BP Batam Jemput Bola Dorong Investasi Maritim dari Galangan Kapal pertama kali tampil pada Metropolis.

BP Batam Jemput Bola Dorong Investasi Maritim dari Galangan Kapal

0
Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan, Fery Djemy Francis bersama sejumlah pejabat BP Batam mengunjungi galangan kapal PT Citra Shipyard di Seilekop, Sagulung, Rabu (13/8). Foto Eusebius Sara

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus proaktif mendorong pertumbuhan investasi dan industri di Batam dengan turun langsung ke lapangan. Rabu (13/8) sore, rombongan yang dipimpin Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan, Fery Djemy Francis, mengunjungi galangan kapal PT Citra Shipyard di Seilekop, Sagulung. Kunjungan ini menjadi tindak lanjut diskusi sebelumnya dengan pelaku usaha guna mempercepat solusi atas berbagai hambatan sektor maritim.

Rombongan lintas direktorat itu diisi pejabat kunci, di antaranya Direktur Investasi Dendi Gustinandar, Direktur Pengembangan KPBPB dan KEK Irfan Syakir, Direktur Pengendalian Pengusahaan Asep, Direktur Pengolahan Lahan Harlas Buana, Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Satu Pintu Hadjad Widagdo, serta sejumlah staf ahli dan kepala seksi. Kehadiran mereka menegaskan keseriusan BP Batam mengintegrasikan seluruh aspek kebijakan, perizinan, dan pengawasan.

Kedatangan BP Batam disambut langsung pemilik PT Citra Shipyard, Ali Ulai, bersama Direktur Utama Jovan dan General Manajer PT Citra Shipyard, Abi. Ali, yang merupakan putra daerah Batam, memaparkan perjalanan perusahaannya sejak berdiri pada 2006. Ia menyebut PT Citra Shipyard telah memproduksi kapal-kapal berstandar tinggi, mengantongi berbagai sertifikasi, dan mengoperasikan dua galangan di Sagulung dan Kabil.

Ali juga mengungkapkan rencana strategis untuk mengembangkan fasilitas offshore serta membangun drydock berkapasitas besar di Kabil. Drydock tersebut, menurutnya, akan menjadi salah satu dari hanya empat unit serupa di dunia dan mampu melayani kapal-kapal super tanker. “Kalau ini terwujud, akan membawa kemajuan besar bagi Batam,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui masih ada kendala yang menghambat operasional, salah satunya alur pelayaran di Sagulung yang dangkal akibat jalur pipa gas sehingga kapal dengan draft sembilan meter tidak bisa masuk. “Ini sudah puluhan tahun tidak bisa diperdalam. Pindah ke Kabil akan lebih menguntungkan karena lautnya lebih dalam,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Fery Djemy Francis menegaskan BP Batam akan memprioritaskan percepatan proses perizinan, termasuk Persetujuan Penggunaan Kawasan Perairan dan Reklamasi Laut (PPKPRL) yang selama ini kerap menjadi hambatan. “Kalau syarat lengkap, 14 hari saja selesai. Bahkan kita mau buat skenario yang lebih singkat untuk mendorong investasi,” katanya.

Terkait pendalaman alur pelayaran di Sagulung, Fery mengatakan perlu kajian mendalam karena adanya tumpang tindih dengan infrastruktur yang sudah ada. Ia menegaskan setiap langkah akan diambil secara hati-hati agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan maupun sektor lain.

Diskusi juga membahas rencana pengembangan Kabil Shipyard serta penataan wilayah Nongsa yang terkait reklamasi. Menurut Fery, optimalisasi kawasan strategis harus dilakukan dengan koordinasi lintas pihak agar memberi manfaat maksimal bagi industri maritim Batam.

Ali Ulai berharap sinergi antara pengusaha dan BP Batam dapat berjalan efektif, dengan fokus pada langkah konkret yang bisa digerakkan dalam jangka pendek. “Kalau kita tidak bergerak, ekonomi tidak akan naik,” tegasnya.

Fery menutup kunjungan dengan kembali menegaskan komitmen BP Batam untuk jemput bola. “Kalau kita mau biasa-biasa saja, ya tidur saja. Tapi kita ingin Batam berkembang. Karena itu kita datang, mendengar langsung, dan mencari jalan keluar dari persoalan di lapangan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel BP Batam Jemput Bola Dorong Investasi Maritim dari Galangan Kapal pertama kali tampil pada Metropolis.

Autopsi Mahasiswa di Tanjungpinang yang Diduga Gantung Diri, Hasil Keluar Dua Pekan Lagi

0
Bongkar makam
Tim forensik membawa jasad HF usai dilakukan ekshumasi untuk diautopsi, Rabu (13/8). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Tim dokter forensik gabungan menyelesaikan proses ekshumasi atau penggalian makam HF (26), seorang mahasiswa yang diduga tewas gantung diri di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Kasatreskrim Polresta Tanjungpinang, AKP Agung Tri Poerbowo, mengatakan ekshumasi dilakukan atas permintaan keluarga. Tujuannya, untuk memastikan penyebab kematian melalui proses autopsi.

“Pihak keluarga yang meminta, dan mereka juga ikut menyaksikan. Ini agar kasus dugaan gantung diri ini bisa terang benderang,” kata Agung, Rabu (13/8).

Ia menjelaskan, proses ekshumasi, autopsi, hingga pemakaman kembali memakan waktu sekitar tiga jam. Untuk hasil autopsi, pihaknya memperkirakan akan keluar dalam dua pekan ke depan.

“Hasilnya kurang lebih dua minggu lagi. Kita libatkan dokter forensik dari Polda Kepri dan RSUP Tanjungpinang,” ujarnya.

Agung menambahkan, dari hasil penyelidikan awal, motif kematian diduga terkait masalah keluarga. Namun, kepastian penyebabnya akan menunggu hasil pemeriksaan forensik.

HF ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di dapur rumahnya di Perumahan Mahkota Alam Raya, Kelurahan Batu 9, Tanjungpinang pada Kamis (7/8) lalu. Selain seutas tali, polisi juga menemukan sejumlah alat isap sabu di lokasi kejadian.

Reporter: M. Ismail 

Artikel Autopsi Mahasiswa di Tanjungpinang yang Diduga Gantung Diri, Hasil Keluar Dua Pekan Lagi pertama kali tampil pada Kepri.

KPK Sebut Bupati Pati Termasuk Pihak Diduga Terima Dana Kasus DJKA

0
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo saat memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (13/8/2025). (ANTARA/Rio Feisal)

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan Bupati Pati, Jawa Tengah, Sudewo (SDW), termasuk salah satu pihak yang diduga menerima dana kasus dugaan suap pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

“Ya, benar. Saudara SDW merupakan salah satu pihak yang diduga juga menerima aliran commitment fee (biaya komitmen, red) terkait dengan proyek pembangunan jalur kereta,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu.

Oleh sebab itu, Budi mengatakan KPK membuka peluang untuk memanggil mantan anggota DPR RI tersebut sebagai saksi kasus tersebut.

“Nanti ya kami lihat kebutuhan dari penyidik. Tentu jika memang dibutuhkan keterangan dari yang bersangkutan, maka akan dilakukan pemanggilan untuk dimintai keterangan tersebut,” katanya.

Sebelumnya, nama Sudewo sempat muncul dalam sidang kasus tersebut dengan terdakwa selaku Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Jawa Bagian Tengah Putu Sumarjaya, dan pejabat pembuat komitmen BTP Jawa Bagian Tengah Bernard Hasibuan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, Jateng, 9 November 2023.

Dalam sidang itu, KPK disebut menyita uang dari Sudewo sekitar Rp3 miliar. Jaksa Penuntut Umum KPK menunjukkan barang bukti foto uang tunai dalam pecahan rupiah dan mata uang asing yang disita dari rumah Sudewo.

Namun, Sudewo membantah hal tersebut. Dia juga membantah menerima uang sebanyak Rp720 juta yang diserahkan pegawai PT Istana Putra Agung, serta Rp500 juta dari Bernard Hasibuan melalui stafnya yang bernama Nur Widayat.

Sementara itu, KPK pada 12 Agustus 2025, menahan tersangka ke-15 kasus tersebut, yakni aparatur sipil negara (ASN) di Kemenhub atas nama Risna Sutriyanto (RS).

Diketahui, kasus tersebut terkuak berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 11 April 2023 di Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah DJKA Kemenhub. Saat ini BTP Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah telah berganti nama menjadi BTP Kelas I Semarang.

KPK lantas menetapkan 10 orang tersangka yang langsung ditahan terkait dengan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur rel kereta api di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.

Setelah beberapa waktu, atau hingga November 2024, KPK telah menetapkan sebanyak 14 tersangka. KPK juga telah menetapkan dua korporasi sebagai tersangka kasus tersebut.

Kasus dugaan tindak pidana korupsi tersebut terjadi pada proyek pembangunan jalur kereta api ganda Solo Balapan-Kadipiro-Kalioso; proyek pembangunan jalur kereta api di Makassar, Sulawesi Selatan; empat proyek konstruksi jalur kereta api dan dua proyek supervisi di Lampegan Cianjur, Jawa Barat; dan proyek perbaikan perlintasan sebidang Jawa-Sumatera.

Dalam pembangunan dan pemeliharaan proyek tersebut, diduga telah terjadi pengaturan pemenang pelaksana proyek oleh pihak-pihak tertentu melalui rekayasa sejak proses administrasi sampai penentuan pemenang tender. (*)

Sumber: antaranews.com

Artikel KPK Sebut Bupati Pati Termasuk Pihak Diduga Terima Dana Kasus DJKA pertama kali tampil pada News.