Senin, 22 Juni 2026
Beranda blog Halaman 1143

Ini Manfaat Jalan Kaki Setelah Makan

0
Ilustrasi berjalan kaki 2 -5 menit setelah makan baik untuk menstabilkan gula darah. (dok jawapos.com)

batampos – Penelitian menunjukkan bahwa berjalan, bahkan dalam durasi singkat, dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan. Salah satu topik yang kini menarik perhatian adalah jalan kaki setelah makan.

Apakah benar aktivitas sederhana ini bisa membantu pencernaan dan menyehatkan jantung, atau justru berisiko menimbulkan gangguan perut?

Jalan kaki dikenal sebagai olahraga berdampak rendah yang cocok untuk hampir semua kalangan. Berjalan setelah makan ternyata dapat memberikan efek positif bagi tubuh, terutama bagi sistem pencernaan dan metabolisme.

Dilansir melalui Medical News Today, terdapat sebuah studi tahun 2020 yang menunjukkan bahwa aktivitas fisik sedang, termasuk berjalan kaki, dapat mengurangi gejala perut kembung dan gas hingga 50% pada penderita sindrom iritasi usus (Irritable Bowel Syndrome). Gerakan tubuh saat berjalan membantu merangsang sistem pencernaan dan mempercepat proses pengosongan lambung, meskipun hasil penelitian ini masih terbatas pada populasi tertentu.

Penelitian lain di Jerman menemukan bahwa berjalan setelah makan mempercepat proses perpindahan makanan dari lambung ke usus kecil, meskipun tidak selalu berdampak langsung pada pengurangan gejala pencernaan. Artinya, meski hasilnya berbeda-beda, sebagian besar temuan menunjukkan bahwa berjalan setelah makan dapat membantu tubuh bekerja lebih efisien dalam mencerna makanan.

Membantu Mengontrol Gula Darah dan Kesehatan Jantung

Salah satu manfaat paling signifikan dari berjalan setelah makan adalah pengaruhnya terhadap kadar gula darah. Setelah makan, kadar glukosa dalam darah akan meningkat, terutama jika makanan mengandung karbohidrat. Tubuh kemudian melepaskan insulin untuk menyeimbangkan kadar gula tersebut.

Penelitian pada tahun 2018 menunjukkan bahwa berjalan kaki setelah makan lebih efektif dalam menurunkan kadar gula darah dibandingkan berjalan sebelum makan. Aktivitas ini membantu tubuh menggunakan glukosa dengan lebih baik, mengurangi risiko resistensi insulin, dan mendukung metabolisme yang sehat.

Selain membantu mengendalikan gula darah, berjalan secara rutin juga bermanfaat untuk kesehatan jantung. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), aktivitas fisik sedang selama 30 menit, lima kali seminggu, dapat menurunkan tekanan darah dan kolesterol jahat (LDL). Dengan kata lain, tiga kali jalan kaki selama 10 menit setelah sarapan, makan siang, dan makan malam bisa memberi efek yang sama dengan satu sesi latihan 30 menit.

Meningkatkan Kesehatan Mental dan Kualitas Tidur

Selain manfaat fisik, berjalan juga memberikan dampak positif pada kesehatan mental. Aktivitas ini menurunkan kadar hormon stres seperti kortisol dan adrenalin, sekaligus merangsang pelepasan endorfin yang meningkatkan suasana hati dan memberikan rasa tenang.

Meski belum ada bukti langsung bahwa berjalan setelah makan secara spesifik meningkatkan kesehatan mental, aktivitas ini dapat menjadi cara sederhana untuk mengurangi stres setelah seharian beraktivitas.

Selain itu, berjalan juga dapat memperbaiki kualitas tidur. Penelitian menunjukkan bahwa olahraga ringan hingga sedang dapat membantu mengatasi insomnia. Berjalan santai setelah makan malam membantu tubuh lebih rileks dan meningkatkan fase tidur dalam (deep sleep). Namun, aktivitas berat justru bisa menstimulasi tubuh secara berlebihan dan mengganggu waktu tidur.

Potensi Risiko dan Cara Menentukan Waktu yang Tepat

Meski aman bagi kebanyakan orang, berjalan segera setelah makan bisa menyebabkan ketidaknyamanan bagi sebagian individu. Beberapa orang mungkin mengalami sakit perut, mual, atau perut terasa penuh karena makanan dalam lambung belum tercerna sepenuhnya.

Untuk mencegah hal ini, penting untuk memperhatikan porsi dan jenis makanan yang dikonsumsi. Setelah makan besar, sebaiknya tunggu 20–30 menit sebelum berjalan agar pencernaan memiliki waktu untuk bekerja. Jika hanya mengonsumsi camilan ringan, berjalan segera setelahnya umumnya tidak menimbulkan masalah.

Setiap orang memiliki kondisi pencernaan yang berbeda, sehingga waktu ideal untuk berjalan bisa bervariasi. Kuncinya adalah mendengarkan tubuh dan menyesuaikan kebiasaan dengan kenyamanan pribadi.

Durasi jalan kaki pun sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan. CDC merekomendasikan total aktivitas fisik 30 menit per hari, tetapi durasi ini bisa dipecah menjadi beberapa sesi pendek. Misalnya, tiga kali jalan kaki selama 10 menit setelah makan bisa memberikan manfaat yang sama dengan berjalan 30 menit sekaligus.

Selain durasi, intensitas jalan kaki juga perlu diperhatikan. Aktivitas ringan hingga sedang adalah pilihan terbaik setelah makan. Jalan kaki santai yang membuat jantung sedikit berdetak lebih cepat tanpa membuat napas terengah sudah cukup untuk memberikan manfaat kesehatan tanpa membebani sistem pencernaan.

Pada akhirnya, kuncinya ada pada keseimbangan. Tidak harus langsung berjalan setiap kali selesai makan, tetapi menjadikan jalan kaki sebagai bagian dari rutinitas harian akan memberikan manfaat besar bagi tubuh secara keseluruhan. Bahkan jika dilakukan pada waktu lain, berjalan tetap menjadi kebiasaan sehat yang mendukung metabolisme, meningkatkan energi, dan memperpanjang umur. (*)

Artikel Ini Manfaat Jalan Kaki Setelah Makan pertama kali tampil pada Lifestyle.

Fefen, Penjaga Kantor Bupati Anambas dari Bupati Pertama hingga Bupati Aneng

0

 Bagi Fefen, Kantor Bupati bukan sekadar tempat kerja, tapi juga rumah. Di sanalah ia menata hidup, menjaga kebersihan, dan mengabdi untuk lima pemimpin berbeda dengan ketulusan yang tak pernah pudar.

***

Fefen

Di balik indahnya taman yang tertata rapi dan halaman kantor yang bersih di lingkungan Kantor Bupati Kepulauan Anambas, ada sosok sederhana yang setiap hari bekerja tanpa sorotan kamera, tanpa sambutan tepuk tangan, dan tanpa tanda jasa megah.

Namanya Effendi, atau akrab disapa Fefen, lelaki yang menjaga keindahan dan kenyamanan lingkungan pemerintahan itu dengan sepenuh hati.

Setiap pagi, sebelum mentari muncul di ufuk timur, langkah kakinya sudah terdengar di halaman kantor.

Embun masih menggantung di dedaunan, sementara Fefen telah lebih dulu menyiapkan alat kebersihan.

Ia memulai harinya dengan sapuan lembut di lantai teras, seolah setiap ayunan sapu adalah doa untuk rezeki dan ketenangan hari itu.

BACA JUGA: Pulau Jemaja Punya Jalan Baru, Bupati Aneng Pantau Progres di Lapangan

Fefen bukanlah pejabat tinggi, bukan pula sosok yang sering tampil dalam rapat atau acara resmi. Namun, setiap sudut kantor yang bersih dan harum adalah hasil tangannya.

Fefen, sang penjaga Kantor Bupati Anambas sedang membersihkan area kantor. f.agus untuk batampos

“Bekerja dengan ikhlas itu sudah kewajiban,” ujarnya sambil tersenyum, saat ditemui di sela kesibukannya, Minggu (9/11).

Sejak Januari 2010, Effendi mengabdikan diri di Kantor Bupati sebagai pegawai tidak tetap (PTT).

Tak pernah ada keluhan dari bibirnya, meski pekerjaan sering kali melelahkan. Ia tidak mengenal kata libur jika halaman terlihat kotor.

Kini, setelah 15 tahun mengabdi, ketulusan itu akhirnya berbuah manis, ia resmi dilantik sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada tahap pertama tahun 2024.

Namun, status barunya itu tak mengubah sikapnya sedikit pun. Justru, semangatnya kian membara.

“Jabatan hanyalah status di kertas, tapi pengabdian datang dari hati,” ucapnya lirih.

Ia sadar, kebersihan bukan sekadar tugas, melainkan bentuk pelayanan.
Yang membuat kisahnya kian mengharukan, Effendi tinggal di lingkungan kantor, tepatnya di sebuah gudang kecil yang ia perbaiki sendiri menjadi tempat beristirahat.

Tempat sederhana itu menjadi saksi betapa ia nyaris tidak pernah meninggalkan area kerja.

“Saya tinggal di sini saja. Kalau malam hujan atau angin kencang, saya bisa langsung pastikan semuanya aman,” katanya sambil tersenyum.

Selama bertahun-tahun, Effendi menjadi saksi perubahan kepemimpinan di Anambas. Ia telah melayani lima orang Bupati mulai dari Tengku Muhtaruddin, Yusrizal, Abdul Haris, Eko Sumbaryadi, hingga Aneng yang kini menjabat.

Setiap kali pergantian kepemimpinan terjadi, Fefen tetap di tempat yang sama, menjalankan tugas yang sama, dengan hati yang tetap tulus.

“Kalau Bupati selesai kerja jam sepuluh malam, saya baru mulai bersih-bersih ruangannya. Saya ingin saat beliau datang pagi, ruangannya sudah nyaman. Itu bagian kecil dari tanggung jawab saya,” kalimat itu diucapkannya tanpa nada sombong, hanya dengan kelembutan khas orang yang mencintai pekerjaannya.

Bagi rekan-rekannya, Fefen bukan sekadar petugas kebersihan. Ia adalah teladan.

Ia selalu datang lebih awal dari jam kerja, dan hampir selalu menjadi orang terakhir yang pulang.

Tidak jarang, ia membantu hal-hal di luar tugasnya, memindahkan barang, menyiapkan ruangan rapat, bahkan membantu menyalakan genset ketika listrik padam. Semua dilakukan tanpa pamrih.

“Bang Fefen itu kalau diminta tolong nggak pernah nolak. Bahkan kalau cuma disuruh ambil air atau bantu angkat dokumen pun dia senang hati,” ujar seorang pegawai Sekretariat Daerah.

Di luar jam kerjanya, siapa sangka, Effendi punya keahlian lain. Ia dikenal masyarakat sebagai tukang urut tradisional.

Kemampuannya dalam menangani keseleo, pegal, hingga patah tulang ringan membuat namanya dikenal luas, bukan hanya di kalangan masyarakat biasa, tapi juga pejabat daerah.

Banyak yang datang diam-diam ke tempat tinggalnya, bukan untuk urusan kantor, melainkan untuk berobat.

Di balik tangan kasarnya, ada kelembutan dan empati yang membuat siapa pun merasa nyaman berada di dekatnya.

Fefen tidak pernah bermimpi menjadi orang besar. Ia tidak menuntut penghargaan atau promosi jabatan.

Baginya, bekerja dengan jujur dan ikhlas sudah cukup mulia. Setiap hari, ia berusaha menjadikan lingkungan kantor sebagai tempat yang bersih dan damai, bukan karena diperintah, tapi karena ia merasa memiliki tempat itu.

“Kalau kantor bersih, orang yang datang juga senang. Pemerintah jadi terlihat tertib,” kata Fefen. Kalimat sederhana itu mengandung filosofi mendalam tentang arti pelayanan publik.

Dalam diamnya, Effendi sesungguhnya adalah wajah sejati dari pelayan publik. Ia tidak berpidato, tidak membuat kebijakan, tapi tindakannya sehari-hari memberi pelajaran besar tentang kejujuran dan pengabdian.

Banyak orang yang bekerja demi gaji, tapi Fefen bekerja demi tanggung jawab.

BACA JUGA: Kapolres Anambas Benarkan Penangkapan Camat Siantan Tengah

Banyak yang bekerja untuk dipuji, tapi ia bekerja untuk kepuasan batin. Dan di antara tumpukan berkas, langkah para pejabat, dan riuhnya aktivitas kantor, sosoknya tetap berjalan pelan, menyapu, mengelap, dan menjaga kebersihan, seolah seluruh dunia bergantung pada sapu di tangannya.

Kini, ketika ia menatap halaman yang rapi di bawah sinar matahari sore, mungkin hanya sedikit orang yang tahu bahwa di balik kebersihan itu ada kerja keras, peluh, dan ketulusan seorang Fefen.

Tapi baginya, itu tidak penting. Yang penting, kantor tetap indah, nyaman, dan layak disebut “wajah pemerintahan”.

Effendi adalah pengingat bahwa pengabdian sejati tidak diukur dari seragam, pangkat, atau meja kerja, melainkan dari hati yang tulus dalam melayani.

Ia mungkin hanya seorang petugas kebersihan, tapi dari tangannya, lahir rasa hormat yang sesungguhnya bagi Kabupaten Kepulauan Anambas.

Dan di setiap langkah kecilnya yang menyapu debu, ia sebenarnya sedang menulis sejarah, tentang kesetiaan, tentang kerja tanpa pamrih, dan tentang cinta kepada tanah yang ia layani tanpa henti. (*)

Reporter: Ihsan

Artikel Fefen, Penjaga Kantor Bupati Anambas dari Bupati Pertama hingga Bupati Aneng pertama kali tampil pada Kepri.

Menyongsong Babak Baru Energi Hijau di Perbatasan Negeri

0

Sejumlah perusahaan besar di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kini membalik lembaran lama penggunaan energi berbasis fosil menuju Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Dukungan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menetapkan Batam sebagai salah satu kota percontohan proyek Sustainable Energy Transition in Indonesia (SETI), kian melecut gerakan transformasi tersebut. Imbasnya, investasi di wilayah perbatasan ini tumbuh subur dan mencatat lonjakan yang signifikan.

Reporter: RATNA IRTATIK

Di Kecamatan Nongsa, Kota Batam, transformasi energi ini sudah terlihat secara nyata sejak sekitar tiga tahun lalu. Salah satunya, ketika PT Taman Resor Internet atau PT Tamarin menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT PLN Batam untuk menggunakan EBT dari rencana pengelolaan listrik untuk Data Centre di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa, Oktober 2022 lalu.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Tanjung Uma, Lubukbaja, Kota Batam. f. Dokumentasi PLN Batam untuk Batam Pos

PT Tamarin adalah anak perusahaan dari Citramas Group, yang merupakan pemilik Kawasan Industri Terpadu Kabil di Kecamatan Nongsa, Kota Batam, yang memegang otoritas untuk mengelola KEK Nongsa.

Sebagai Badan Usaha Pembangun dan Badan Usaha Pengelola KEK Nongsa (BUPP KEK Nongsa) berdasarkan Keputusan Ketua Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus Nomor 2 Tahun 2021 tanggal 5 Juli 2021, tentu memerlukan pasokan tenaga listrik untuk memenuhi kebutuhan Data Centre di KEK Nongsa.

“Tamarin telah berhasil menarik investor untuk membangun Data Centre di Nongsa dan memerlukan tenaga listrik yang andal dan berkesinambungan sesuai dengan standar Data Centre untuk TIER 3 dan TIER 4,” ujar Michael Kristian Wiluan atau yang akrab disapa Mike Wiluan, Direktur Utama PT Tamarin.

Standar TIER 3 dengan tingkat uptime hingga 99,982 persen dan TIER 4 hingga 99,995 persen, menuntut infrastruktur yang jauh melampaui sekadar koneksi listrik biasa. Karena itu, PT Tamarin memilih dua sumber utama listrik yakni PLN Batam dan PT Maxpower Indonesia, sambil merencanakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai “cadangan energi hijau”.

Untuk diketahui, PLTS adalah pembangkit listrik yang memanfaatkan energi dari cahaya matahari untuk menghasilkan energi listrik. Komponen utama dari PLTS adalah panel surya fotovoltaik yang dapat mengonversi energi matahari menjadi energi listrik sehingga dapat digunakan untuk kebutuhan listrik.

“Dalam perencanaan, akan dibangun PLTS untuk menambah back-up (penopang) sekaligus sebagai green energy untuk Data Centre. Perkiraan kami, diperlukan saluran listrik sebesar 530 Mega Watt (MW) sampai tahun 2030,” tambah Mike.

Kebijakan menerapkan energi bersih di sektor industri di Batam, tidak hanya terbatas di kawasan Nongsa. Di Kecamatan Batuampar, PT McDermott Indonesia, perusahaan yang menyediakan solusi pengembangan lapangan lepas pantai asal Amerika yang sudah beroperasi sejak 1970 di Kota Batam, juga sudah lebih dulu memanfaatkan EBT dari panel surya atap atau PLTS atap yang menghasilkan sekitar 8 MWh per tahun usai penandatanganan kerja sama dengan PLN Batam, November 2021 lalu.

“Pemanfaatan EBT sudah menjadi tuntutan global untuk menurunkan emisi serta mendorong sektor industri menuju industri hijau,” kata Syahrial, Manager Government Affair McDermott, kala itu.

Langkah-langkah transisi energi dari sektor bisnis dan industri tersebut, sejalan dengan kebijakan nasional. Bahkan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) menetapkan Kota Batam sebagai salah satu kota percontohan (pilot project) untuk implementasi proyek Sustainable Energy Transition in Indonesia (SETI). Penetapan ini berdasarkan surat Dirjen EBTKE nomor B-605/EK.02/DJE/2025.

Proyek SETI merupakan inisiatif yang didanai oleh Kementerian Urusan Ekonomi dan Aksi Iklim (BMWK) Jerman melalui skema International Climate Initiative (IKI), dan dijalankan oleh konsorsium Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ), Institute for Essential Services Reform (IESR), World Resources Institute (WRI) dan Yayasan Indonesia CERAH, bekerja sama dengan Ditjen EBTKE Kementerian ESDM.

“Batam sangat menarik karena ini adalah zona industri khusus. Ada pusat data dan kebutuhan listrik yang meningkat,” kata Lisa Tinschert dari GIZ Indonesia/ASEAN, mitra Jerman dalam proyek SETI saat rapat perdana (Kick-Off) dalam rangka implementasi proyek SETI di Batam yang digelar di Swiss-Belhotel, Harbour Bay, Kota Batam, Rabu (25/6/2025) lalu.

Penetapan Batam sebagai salah satu kota percontohan bukan tanpa alasan. Survei awal proyek mencatat 269.864 bangunan di Batam dengan 91 persen residensial dan sisanya sosial atau bisnis, merupakan objek efisiensi energi dan integrasi EBT. Ditambah, potensi penyinaran harian sekitar 4,8-5,0 kWh/m², membuat Batam ideal untuk PLTS atap maupun skala besar.

Sekretaris Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Sahid Junaidi, secara daring mengatakan bahwa Batam menjadi salah satu percontohan nasional bersama Surabaya.

“Melalui proyek SETI ini, kami telah melakukan survei dan membuat beberapa kriteria untuk menentukan kota mana yang akan menjadi pilot project, dengan mempertimbangkan kapasitas sumber daya manusia, konsumsi listrik, potensi energi terbarukan, inisiatif keberlanjutan yang sudah ada, dan potensi pertumbuhan ke depan. Kota yang terpilih satunya adalah Batam,” kata Sahid.

Sementara itu, Pemerintah Kota Batam ikut menyuarakan kegembiraan atas arah perubahan transisi energi tersebut. Wali Kota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan apresiasi kepada ESDM dan EBTKE atas penetapan Batam sebagai kota percontohan.

“Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Batam dengan harapan semoga proyek SETI mampu meningkatkan penggunaan energi berkelanjutan di Kota Batam sekaligus menyosialisasikan pentingnya penggunaan energi hijau tersebut,” ujar Wali Kota yang disampaikan melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Batam kala itu, Jefridin.

Program SETI memang bertujuan mendukung terciptanya ekosistem kelembagaan, regulasi dan pembiayaan yang efektif bagi transisi energi di kota-kota percontohan.

“Saya berharap melalui proyek ini dapat mendorong transisi energi di kawasan lain. Peran Batam sebagai pusat pertumbuhan tidak hanya terbatas pada sektor ekonomi, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menjadi hub bagi inovasi dan penerapan berbagai macam teknologi, termasuk teknologi energi baru terbarukan,” lanjutnya.

Ia menambahkan, manfaat ekonomi dari transisi energi juga tampak jelas. Dari sisi lingkungan dan sosial, transisi ini menjadi investasi jangka panjang untuk kualitas hidup masyarakat.

“Dari segi lingkungan, dengan beralih ke energi bersih, kita akan berkontribusi signifikan terhadap penurunan emisi gas rumah kaca, memitigasi dampak perubahan iklim, dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Kota Batam. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan hidup,” ujarnya.

Sedangkan secara ekonomi, transisi energi akan menciptakan peluang investasi baru, lapangan kerja hijau, dan diversifikasi ekonomi.

“Batam bisa menjadi pusat manufaktur komponen EBT, pusat penelitian dan pengembangan, serta tujuan investasi energi bersih. Hal ini tentu akan meningkatkan daya saing ekonomi Batam di tingkat regional dan global,” jelasnya.

Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi Moncer

Pengaruh berbagai kebijakan tersebut memang mulai dirasakan hasilnya dalam geliat ekonomi dan investasi di Kota Batam dalam beberapa waktu terakhir.

Merujuk data dari Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), pada Triwulan II 2025, realisasi investasi mencapai Rp9,6 triliun, naik 11 persen dibanding Triwulan I dan tumbuh 97 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.

“Sejak awal kami memegang mandat Presiden, kami langsung bekerja memastikan proses investasi berjalan cepat, transparan, dan berdampak. Kenaikan ini menandakan kepercayaan pasar semakin kuat,” ujar Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.

Dari jumlah itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp3,88 triliun atau 40,6 persen dari target, serta tumbuh 44 persen secara kuartalan dan 105 persen secara tahunan. “Kami menyaksikan perubahan struktur. PMDN tidak lagi menjadi pelengkap, tetapi bagian inti dari sistem produksi di kawasan,” imbuh Li Claudia Chandra, Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam.

Dengan lonjakan investasi ini, Batam mulai mengukuhkan dirinya sebagai magnet global dan domestik. Sektor logistik, pengemasan, dan energi bersih yang sebelumnya didominasi investor asing kini mulai diisi oleh pelaku lokal, menandakan kematangan ekosistem industrial Batam.

Sementara dari sektor pertumbuhan ekonomi, Kota Batam juga mencatatkan pertumbuhan impresif sebesar 6,66 persen secara tahunan (year-on-year) pada Triwulan II 2025, melampaui rata-rata pertumbuhan nasional sebesar 5,3 persen.

Pembukaan rapat perdana implementasi proyek SETI dari Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM di Swiss-Belhotel Harbour Bay, Batam, Rabu (25/6/2025) lalu. F. Diskominfo Batam untuk Batam Pos

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Batam menyumbang lebih dari 66 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi, melampaui pertumbuhan sektor non-migas provinsi yang tercatat sebesar 5,24 persen.

Sementara itu, sebagai pendorong utama, lonjakan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh 9,22 persen, memberikan kontribusi 3,81 poin persentase terhadap total pertumbuhan ekonomi Batam.

Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis mengatakan bahwa angka tersebut mencerminkan kepercayaan investor yang kuat. Serta, percepatan pembangunan kapasitas produksi di sektor manufaktur bernilai tambah, logistik, dan ekonomi digital.

“Data ini mengonfirmasi strategi kami bahwa Batam adalah kota yang digerakkan oleh investasi,” ujar Fary Francis.

BP Batam telah meluncurkan Rencana Strategis 2025–2029. Sejalan dengan visi pemerintah pusat yang menargetkan pertumbuhan nasional 8 persen pada 2029, Batam ditargetkan lebih tinggi yakni pertumbuhan ekonomi 10 persen pada tahun yang sama.

Targetkan Peningkatan EBT secara Signifikan

Meski momentum positif mulai terbentuk, realitas transisi energi di Batam masih menghadapi sejumlah tantangan besar.

Manager Komunikasi PLN Batam, Yoga Perdana, menyatakan bahwa sistem kelistrikan Batam masih sangat bergantung pada gas dan batu bara, sedangkan kontribusi EBT belum begitu signifikan. Hingga akhir 2024, komposisi pembangkit masih didominasi oleh gas 83,94 persen dan batu bara 15,86 persen, sedangkan EBT baru sekitar 0,11 persen.

“Ke depan, porsi gas dan batu bara akan dikurangi bertahap dan disubstitusi oleh EBT hingga 2060,” katanya.

Sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik 2025–2034, PLN Batam menargetkan peningkatan signifikan porsi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dimulai pada 2026 sebesar 16,4 persen, kemudian naik menjadi 19,1 persen pada 2028, lalu 21 persen pada 2030, dan mencapai 29,4 persen pada 2034.

Kenaikan bertahap ini akan diwujudkan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar, pemasangan PLTS atap secara tersebar, penerapan co-firing biomassa, serta pembelian Renewable Energy Certificate (REC) baik secara unbundled pada periode 2025–2030 maupun bundled pada 2031–2034.

“Batam memiliki potensi energi surya yang tinggi dengan rata-rata penyinaran harian mencapai 4,8–5,0 kWh per meter persegi, menjadikannya wilayah strategis untuk pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT),” terang Yoga.

PLN Batam menempatkan energi surya sebagai tulang punggung transisi energi bersih melalui sejumlah proyek besar, antara lain PLTS Tembesi berkapasitas 35 MWac yang direncanakan beroperasi pada triwulan I tahun 2026.

Ada juga PLTS Batam Tersebar dengan total 855 MW hingga 2034 yang dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 725 MW, terdiri atas 700 MW untuk smoothing dan 25 MW untuk peak shifting. Selain itu, masih ada PLTS terapung di enam waduk utama di Kota Batam, yakni Nongsa, Sei Baloi, Sei Harapan, Sei Ladi, Muka Kuning, dan Duriangkang, dengan potensi daya 754,85 MWp.

Tak hanya itu, akan dibangun pula PLTS ground mounted berkapasitas 1 MWp di Tanjung Uma, Kecamatan Lubukbaja, Kota Batam, disertai perluasan program PLTS atap untuk pelanggan industri dan rumah tangga.

“Kami ingin memastikan transisi energi bersih di Batam berjalan terarah dan konsisten, sejalan dengan komitmen nasional menuju bauran energi hijau,” ujar Yoga.

Transformasi energi seperti ini tidak hanya mengubah pasokan listrik, tetapi juga mengalihkan pusat gravitasi ekonomi di Batam, sebuah kota yang berbatasan langsung dengan negeri tetangga, Singapura dan Malaysia.

Industri yang dulu mengandalkan energi fosil kini melihat nilai tambah dari energi bersih, mulai dari efisiensi operasional, reputasi hijau, hingga akses ke rantai nilai global. (*)

Artikel Menyongsong Babak Baru Energi Hijau di Perbatasan Negeri pertama kali tampil pada Metropolis.

Penindakan Barang Bekas Tangkapan dari Sagulung, Polresta Barelang Kerja Sama dengan Bea Cukai

0
Kontainer yang diamankan polresta karena mengangkut barang bekas. f. eusebius

batampos– Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Evi Octavia pihaknya tengah berkoordinasi dengan Polresta Barelang terkait tangkapan 5 truk barang bekas di kawasan Sagulung. Daam kasus ini, BC turut menyelidiki importir maupun lokasi masuknya barang ilegal tersebut.

“Saat ini sedang dilakukan koordinasi bersama terkait penanganan kasus tersebut,” ujarnya, Minggu (9/11).

Evi mengaku belum bisa menyimpulkan jenis barang bekas yang ada di dalam truk tersebut. Namun, seluruh barang bukti akan diamankan ke gudang Bea Cukai Batam di Tanjung Uncang.

“Ini juga sedang kita koordinasikan. Akan kita info” katanya.

BACA JUGA: Kobaran Api Hanguskan Tumpukan Barang Bekas di Sekupang

Sementara Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin mengatakan penindakan ini dilakukan saat pekerja tengah memindahkan barang bekas dari kontainer ke truk.

Dari lokasi, polisi mengamankan 5 truk dengan muatan barang bekas, dan 25 orang laki-laki yang bekerja sebagai sopir dan juru bongkar muatan.

“Penindakan sebagai bentuk komitmen Polresta Barelang dalam menjaga ketertiban, serta memutus mata rantai peredaran barang impor ilegal,” ujarnya.

Zaenal turut mengimbau masyarakat untuk bekerjasama dalam memberantas peredaran barang ilegal ini. Ia meminta masyarakat untuk memberikan informasi jika ditemukan aktivitas bongkar muat yang dicurigai

“Jika menemukan aktivitas yang dicurigai dan berpotensi menganggu keamanan dan ketertiban, segera laporkan. Akan langsung kami tindak lanjuti,” tutupnya. (*)

Reporter: Yofi

Artikel Penindakan Barang Bekas Tangkapan dari Sagulung, Polresta Barelang Kerja Sama dengan Bea Cukai pertama kali tampil pada Metropolis.

Kapolres Anambas Benarkan Penangkapan Camat Siantan Tengah

0
Kapolres Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos– Polisi mengamankan Camat Siantan Tengah, Af. Af ditangkap dalam kasus penyalagunaan narkoba. Af ditangkap polisi Bersama satu pria.

Kapolres Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka membenarkan penangkapan Af. ”Sampai saat ini masih dilakukan pengembangan,” ujar kapolres singkat.

Informasi mengenai penangkapan ini beredar luas di kalangan masyarakat sejak Sabtu (8/11) malam.

Dari keterangan yang diterima, camat tersebut diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.

BACA JUGA: Camat di Anambas Dikabarkan Ditangkap Polisi karena Kasus Narkoba

“Malam kemarin (Jumat malam) diamankan. Camat ditangkap karena narkoba,” ujar sumber Batam Pos yang enggan disebutkan namanya, Minggu (9/11).

Sumber tersebut menyebutkan bahwa camat ini sudah lama menjadi target operasi (TO) pihak kepolisian.

“Sudah lama jadi TO, bukan dari polisi saja tapi dari instansi lain juga,” tambahnya.

Kabar penangkapan pejabat ini mengejutkan banyak pihak di Anambas. Pasalnya, sosok camat yang bersangkutan dikenal cukup aktif dalam kegiatan pemerintahan dan sosial di wilayahnya.

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai kronologi maupun barang bukti yang diamankan saat penangkapan.

Sementara itu, sejumlah warga yang dipimpin oleh Camat tersebut mengaku kaget dengan informasi tersebut.

Mereka berharap kabar ini segera diklarifikasi agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat.

“Kami semua kaget. Mudah-mudahan kabarnya tidak benar, tapi kalau memang benar, ya harus diproses sesuai hukum,” kata salah satu warga Camat. (*)

Reporter: Ihsan

Artikel Kapolres Anambas Benarkan Penangkapan Camat Siantan Tengah pertama kali tampil pada Kepri.

BP Batam Belum Proses Izin karena Ada Kendala, Nelayan Dirugikan

0
Ketua HNSI Provinsi Kepulauan Riau, Distrawandi. f. yofi

batampos– Pemberlakuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 dan 28 Tahun 2025 dinilai sangat merugikan nelayan di Kota Batam. Saat ini, aktivitas nelayan tidak dapat berjalan normal karena adanya kendala dalam proses perizinan usaha perikanan.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Kepulauan Riau, Distrawandi mengatakan dalam kebijakan ini, proses izin usaha perikanan tidak lagi wewenang Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kepri dan telah dialihkan kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam.

“Tapi hingga saat ini BP Batam juga belum dapat memproses izin-izin tersebut karena keterbatasan infrastruktur, sistem, serta sumber daya manusia yang menangani bidang perikanan,” ujarnya, Minggu (9/11).

Wandi mengaku HSNI sempat menyurati dan mempertanyakan kebijakan ini langsung ke BP Batam dan DPRD Kepri. Namun, pertemuan tersebut dibatalkan.

BACA JUGA: Kampanye Keselamatan Laut, KSOP Batam Serahkan 75 Life Jacket ke Nelayan

“Saya ingin mengkritisi, setelah kebijakan ini dilahirkan, siapa yang mengawasinya. Dan BP Batam ini melakukan konsultasi publik, sidang amdal terkesan tertutup,” katanya.

Menurut Wandi, dengan kebijakan ini kuota BBM bagi nelayan akan menjadi khusus. Sehingga, nantinya keterbatasan tersebut akan dimanfaatkan oleh oknum tertentu.

“BBM ini akan dipermainkan seperti dititip ke pengurus SPBU, dan akhirnya ribut. Karena BBM ini urat nadi nelayan,” ungkapnya.

Dengan adanya kebijakan yang merugikan nekayan ini, kata Wandi, akan berdampak ke seluruh masyarakat. Sebab, nantinya akan berpengaruh ke harga ikan di pasar.

“Nelayan ini juga dibarisan terdepan untuk ketahanan pangan, seperti yang disampaikan Presiden. Kalau nelayan susah nangkap ikan, yang dirugikan juga masyarakat umum,” ujarnya.

Wandi berharap pemerintah pusat bisa turun dan melihat langsung nasib nelayan di Batam. Sebab, selama ini keluhan nelayan jarang terdengar dan disampaikan ke pemerintah.

“Jangan berpikir investasi, tapi di sektor perikanan terjebak. Kami dikorbankan, karena ketika memajukan suatu daerah itu, ada sektor yang dilemahkan,” tutupnya. (*)

Reporter: Yofi

 

 

Artikel BP Batam Belum Proses Izin karena Ada Kendala, Nelayan Dirugikan pertama kali tampil pada Metropolis.

Haloo Pemko Batam, Sampah sudah Menumpuk, Pembakaran pun Terjadi di Bida Ayu

0
sisa sisa pembakaran sampah di daerah Piayu. Terpaksa di bakar karena sudah menumpuk. f. syaban

batampos – Tumpukan sampah yang tidak diangkut dan aksi pembakaran sampah rumah tangga kembali terlihat di kawasan Bida Ayu Pintu 2, Sei Beduk, Kota Batam, Minggu (9/11) siang. Kondisi ini menciptakan pemandangan tidak sedap dan berpotensi menimbulkan penyakit bagi warga sekitar.

Evan, salah seorang warga yang ditemui Batam Pos di lokasi, mengatakan pembakaran sampah dilakukan karena sampah menumpuk terlalu lama tanpa diangkut oleh petugas. Warga akhirnya memilih membakar sisa-sisa sampah tersebut.

“Dulu sering ada pembakaran, tapi sekarang sudah berkurang. Tinggal satu titik ini saja,” ujar Evan sambil menunjuk lokasi pembakaran.

Padahal, aktivitas pembakaran sampah jelas dilarang dalam Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2013. Selain mencemari udara, pembakaran sampah melepaskan zat berbahaya seperti benzopiren yang dapat mengganggu kesehatan dan menyerang jantung.

BACA JUGA: Sampah Perumahan Belum Teratasi, Sagulung Dijejali TPS Liar

Berdasarkan pantauan Batam Pos, asap dari pembakaran di lokasi tersebut sesekali mengepul dan menyelimuti pengendara yang melintas, sehingga mengganggu aktivitas warga sekitar.

Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam belum mendapatkan tanggapan.

Sementara itu, Camat Sei Beduk, Rifandi Malik, menanggapi persoalan sampah tersebut. Ia menjelaskan tumpukan sampah terjadi akibat minimnya armada pengangkut serta beberapa unit truk mengalami kerusakan.

“Armada untuk Sei Beduk biasanya lima, sekarang tinggal dua. Akhir tahun ini kita usahakan penambahan armada secepatnya,” ujarnya.

Terkait masih adanya pembakaran sampah oleh warga, Rifandi menegaskan pihaknya terus melakukan pengawasan. “Biasanya oknum warga sekitar. Kalau ada pembakaran, kami segera turun ke lapangan dan mematikan api secepat mungkin,” katanya. (*)

Reporter: M Syaban

Artikel Haloo Pemko Batam, Sampah sudah Menumpuk, Pembakaran pun Terjadi di Bida Ayu pertama kali tampil pada Metropolis.

Ajak Generasi Muda Kuasai Dunia Digital, Kadiskominfo : Jangan Takut Teknologi

0
Kepala Diskominfo Batam, Rudi Panjaitan. Foto. Pemko Batam

batampos– Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengajak generasi muda untuk tidak takut menghadapi kemajuan teknologi. Ia menegaskan, kemajuan teknologi informasi harus dijadikan peluang untuk beradaptasi dan berinovasi, bukan alasan untuk mundur.

“Jangan takut pada kemajuan teknologi. Justru kita harus mampu menguasai dan mengelaborasi teknologi informasi dengan optimisme, kompetensi, dan integritas,” katanya, Sabtu (8/11).

Dia menyinggung potensi besar ekonomi digital Indonesia yang tengah berkembang pesat. Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi), nilai ekonomi digital nasional telah menembus lebih dari USD 90 miliar dan diproyeksikan meningkat hingga USD 360 miliar pada 2030.

BACA JUGA: BP Batam Bakal Rekrut Tenaga Teknis untuk Pastikan Akurasi dan Kepatuhan Perizinan

Katanya, peluang besar itu hanya dapat diwujudkan bila generasi muda berperan aktif sebagai agen perubahan digital. “Potensi sebesar ini hanya bisa terwujud bila generasi muda ikut membangun peradaban digital yang positif. Jika anak muda ikut membangun peradaban digital yang positif, masa depan bangsa akan semakin cerah,” tambah rudi.

Lebih lanjut, ia mengutip laporan World Economic Forum (WEF) yang memproyeksikan pada 2030 akan tercipta 170 juta jenis pekerjaan baru, sementara sekitar 92 juta pekerjaan lama akan tergantikan oleh otomatisasi dan kecerdasan buatan.

“Artinya, dunia kerja sedang berubah secara masif. Maka lulusan perguruan tinggi dan sekolah kejuruan di Batam harus menyiapkan diri menghadapi realitas ini,” kata Rudi.

Pemko Batam terus mendorong literasi digital di berbagai lapisan masyarakat, terutama kalangan pelajar dan mahasiswa, agar mampu beradaptasi dengan transformasi digital global.

“Batam memiliki potensi besar sebagai kota industri dan digital hub. Generasi mudanya harus siap menjadi bagian dari perubahan ini,” ujarnya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Ajak Generasi Muda Kuasai Dunia Digital, Kadiskominfo : Jangan Takut Teknologi pertama kali tampil pada Metropolis.

Ajak Generasi Muda Kuasai Dunia Digital, Kadiskominfo : Jangan Takut Teknologi

0
Kepala Diskominfo Batam, Rudi Panjaitan. Foto. Pemko Batam

batampos– Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengajak generasi muda untuk tidak takut menghadapi kemajuan teknologi. Ia menegaskan, kemajuan teknologi informasi harus dijadikan peluang untuk beradaptasi dan berinovasi, bukan alasan untuk mundur.

“Jangan takut pada kemajuan teknologi. Justru kita harus mampu menguasai dan mengelaborasi teknologi informasi dengan optimisme, kompetensi, dan integritas,” katanya, Sabtu (8/11).

Dia menyinggung potensi besar ekonomi digital Indonesia yang tengah berkembang pesat. Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi), nilai ekonomi digital nasional telah menembus lebih dari USD 90 miliar dan diproyeksikan meningkat hingga USD 360 miliar pada 2030.

BACA JUGA: BP Batam Bakal Rekrut Tenaga Teknis untuk Pastikan Akurasi dan Kepatuhan Perizinan

Katanya, peluang besar itu hanya dapat diwujudkan bila generasi muda berperan aktif sebagai agen perubahan digital. “Potensi sebesar ini hanya bisa terwujud bila generasi muda ikut membangun peradaban digital yang positif. Jika anak muda ikut membangun peradaban digital yang positif, masa depan bangsa akan semakin cerah,” tambah rudi.

Lebih lanjut, ia mengutip laporan World Economic Forum (WEF) yang memproyeksikan pada 2030 akan tercipta 170 juta jenis pekerjaan baru, sementara sekitar 92 juta pekerjaan lama akan tergantikan oleh otomatisasi dan kecerdasan buatan.

“Artinya, dunia kerja sedang berubah secara masif. Maka lulusan perguruan tinggi dan sekolah kejuruan di Batam harus menyiapkan diri menghadapi realitas ini,” kata Rudi.

Pemko Batam terus mendorong literasi digital di berbagai lapisan masyarakat, terutama kalangan pelajar dan mahasiswa, agar mampu beradaptasi dengan transformasi digital global.

“Batam memiliki potensi besar sebagai kota industri dan digital hub. Generasi mudanya harus siap menjadi bagian dari perubahan ini,” ujarnya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Ajak Generasi Muda Kuasai Dunia Digital, Kadiskominfo : Jangan Takut Teknologi pertama kali tampil pada Metropolis.

Sejumlah Jabatan Strategis di Pemko Batam Kosong

0
Wali Kota Batam, sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. f. arjuna

batampos– Sejumlah jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam saat ini masih kosong. Di antaranya posisi Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (CKTR), Kepala Dinas Perpustakaan, serta pimpinan di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) yang akan memasuki masa purnatugas akhir tahun ini.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memastikan kekosongan jabatan tersebut tak akan berlangsung lama. Ia menyebut, proses lelang jabatan akan segera digelar dalam waktu dekat.

“Tidak terlalu lama lagi kita akan lelang jabatan sehingga awal tahun sudah terisi,” ujar Amsakar, Jumat (7/11).

BACA JUGA: 20 ASN Daftar Lelang Empat Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Pemko Batam

Untuk sementara waktu, jabatan-jabatan tersebut akan diisi oleh pelaksana tugas (Plt). Hal ini dipandang wajar mengingat sisa waktu pelaksanaan anggaran tahun 2025 tinggal dua bulan lagi.

“Kalau sekarang tak apalah Plt dulu karena anggaran tinggal dua bulan lagi,” katanya.

Amsakar menjelaskan, penundaan pelantikan pejabat definitif hingga awal tahun mendatang juga mempertimbangkan aspek administrasi dan akuntabilitas keuangan daerah. Jika dilakukan pergantian pejabat saat ini, maka proses penetapan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) harus diterbitkan kembali.

“Pada saat melakukan promosi dan rotasi itu juga berhubungan dengan pertanggungjawaban anggaran saat ini. Kalau kita melantik lagi yang baru, PPK dan PPTK-nya harus SK baru. Pertanggungjawaban keuangannya relatif sangat kompleks,” ujar dia.

Ia menargetkan proses lelang jabatan bisa dilakukan pada Desember mendatang, sehingga pelantikan pejabat definitif dapat dilaksanakan pada Januari 2026. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Sejumlah Jabatan Strategis di Pemko Batam Kosong pertama kali tampil pada Metropolis.