Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 1150

Selesai dari Sekupang, Penertiban Reklame akan Sasar Daerah Batuaji dan Sagulung

0
Kam, 29 Mei, 18.08 (12 hari yang lalu)
kepada saya
Pemerintah Kota Batam melakukan pembongkaran reklame mandiri, Kamis (29/5) Dua reklame di kawasan Batam Center diturunkan oleh pihak perusahaan secara mandiri dan dipantau Tim dari Pemko Batam. F Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos– Penertiban reklame di wilayah Batuaji dan Sagulung akhirnya dijadwalkan masuk dalam agenda Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam. Namun, pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap setelah penertiban di wilayah Sekupang selesai.

Kasatpol PP Kota Batam, Imam Tohari, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih fokus melanjutkan penertiban reklame di kawasan Nagoya dan sekitarnya. “Penertiban masih berjalan di Nagoya. Setelah itu, kami akan lanjut ke Sekupang, baru kemudian ke Batuaji dan Sagulung,” ujarnya saat di Batuaji, Selasa (5/8).

Imam menegaskan bahwa Batuaji dan Sagulung tetap menjadi prioritas dalam penataan reklame. Namun, keterbatasan sumber daya membuat penertiban harus dilakukan secara bertahap.

BACA JUGA: Masih Dibiarkan Semrawut, Reklame Liar Hiasi Setiap Sudut Batuaji-Sagulung

“Tetap prioritas. Tapi kita lakukan bertahap agar pelaksanaannya maksimal dan tidak asal-asalan,” tambahnya.

Sementara itu, kondisi di lapangan menunjukkan banyaknya papan iklan rusak dan kropos yang masih berdiri di pinggir jalan utama serta persimpangan padat di Batuaji dan Sagulung. Warga menilai keberadaan papan yang tidak layak ini membahayakan keselamatan dan mencemari wajah kota.

Sandro, warga Batuaji, berharap penertiban segera direalisasikan. “Sudah banyak papan iklan yang miring dan nyaris roboh. Apalagi sekarang cuaca sering tak menentu, kalau dibiarkan bisa membahayakan pengguna jalan,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyoroti reklame liar sebagai salah satu prioritas utama dalam upayanya menata kota. Ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bergerak dalam satu kendali untuk mewujudkan kota yang lebih rapi dan estetis.

Amsakar juga mengajak ketua RT dan RW untuk turut aktif menjaga lingkungan dengan memastikan tidak ada baliho dan papan iklan yang tak layak, serta ikut mengedukasi masyarakat agar tidak sembarangan memasang iklan di fasilitas umum atau pohon penghijauan.

Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemko Batam dalam menciptakan kota yang bersih, aman, dan nyaman. Warga Batuaji dan Sagulung kini berharap janji penertiban itu tidak hanya menjadi wacana, tetapi segera diwujudkan secara konkret di wilayah mereka. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Selesai dari Sekupang, Penertiban Reklame akan Sasar Daerah Batuaji dan Sagulung pertama kali tampil pada Metropolis.

ASN Pemprov Kepri dan Rutan Tanjungpinang Ditangkap karena Terlibat Narkoba

0
Kasat Narkoba Polresta Tanjungpinang
Kasat Narkoba Polresta Tanjungpinang, AKP Lajun Siado Rio Sianturi. F. M. Ismail/Batam Pos.

batampos – Dua aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, diamankan polisi karena diduga terlibat penyalahgunaan narkoba.

Keduanya masing-masing  berinisial R, pegawai di Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri), dan B, ASN yang bertugas di Rumah Tahanan (Rutan) Tanjungpinang.

Mereka ditangkap bersama dua pria lainnya, E dan A, di area parkir salah satu tempat biliar di Tanjungpinang pada Minggu (3/8/2025) lalu.

“Empat orang kami amankan, dua di antaranya ASN. Mereka diamankan saat berada di tempat parkir biliar,” kata Kasat Narkoba Polresta Tanjungpinang, AKP Lajun Siado Rio Sianturi, Rabu (6/8).

Polisi mengungkap bahwa keempat pria tersebut diduga menggunakan narkoba jenis sabu. Hal itu diperkuat dengan temuan alat isap sabu (bong) di dalam mobil yang mereka gunakan.

“Kami menemukan bong di dalam mobil. Setelah dilakukan tes urine, keempatnya positif menggunakan narkoba,” ujar Lajun.

Saat ini, keempat orang tersebut masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan telah ditahan di Mapolresta Tanjungpinang. Pihak kepolisian juga masih mendalami asal barang haram yang digunakan.

“Keempatnya belum kami tetapkan sebagai tersangka karena masih proses penyelidikan. Tapi dari hasil pendalaman sementara, barangnya berasal dari Batam,” jelasnya. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel ASN Pemprov Kepri dan Rutan Tanjungpinang Ditangkap karena Terlibat Narkoba pertama kali tampil pada Kepri.

PGRI Lingga Dikukuhkan, Guru Didorong Jawab Tantangan Pendidikan

0
PGRI Lingga
Pengurus PGRI Lingga periode 2025-2030 yang baru dikukuhkan. F. Diskominfo Lingga untuk Batam Pos.

batampos – Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Lingga periode 2025-2030 resmi dikukuhkan dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Pantai Armifa, Kecamatan Lingga, Selasa (5/8/2025).

Pengukuhan ini menandai awal tanggung jawab besar bagi seluruh guru di Bunda Tanah Melayu dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks.

Acara ini dihadiri oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lingga, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Camat Lingga, perwakilan PGRI Provinsi Kepulauan Riau, serta seluruh jajaran pengurus baru PGRI Kabupaten Lingga.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga, Armia, dalam sambutannya menyatakan bahwa PGRI memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam peningkatan mutu pendidikan di daerah.

“PGRI harus mampu menjawab tantangan zaman. Guru bukan hanya sebagai pendidik, tetapi juga sebagai pilar pembangunan daerah. Kolaborasi antara guru dan pemerintah adalah kunci,” tegas Armia saat dikonfirmasi, Rabu (6/8).

Ia juga menekankan bahwa keberadaan PGRI tidak boleh hanya simbolik, melainkan harus nyata melalui tindakan. Para pengurus baru diharapkan mampu melahirkan inovasi, memperkuat solidaritas antaranggota, serta memperjuangkan profesionalisme dan kesejahteraan guru.

Di tengah berbagai tantangan, terutama benturan antara tanggung jawab mendidik dan keterbatasan akibat Undang-Undang Perlindungan Anak, para guru diharapkan tetap menjunjung tinggi profesionalisme dalam menjalankan tugasnya.

Pengukuhan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkarakter di Kabupaten Lingga. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel PGRI Lingga Dikukuhkan, Guru Didorong Jawab Tantangan Pendidikan pertama kali tampil pada Kepri.

BP Batam Gelar Bimtek SPIP Terintegrasi, Dorong Wujudkan Good Governance

0

batampos — Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Biro Organisasi, Kepatuhan, dan Manajemen Risiko menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penilaian Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi di IT Centre, Batam Centre, Selasa (5/8/2025). Kegiatan ini akan berlangsung selama empat hari, mulai 5 hingga 8 Agustus 2025.

Bimtek dibuka secara resmi oleh Anggota/Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Alexander Zulkarnain, dan diikuti oleh 112 peserta yang terdiri dari Asesor Pusat serta Asesor Penilaian Mandiri dari berbagai unit kerja di lingkungan BP Batam.

Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), yakni:

  • Suko Sarjono, Auditor Ahli Madya selaku Koordinator Pengawasan Bidang Kawasan
  • Budi Wiyono, Auditor Ahli Madya
  • Andry Ritonga, Auditor Ahli Muda

Alexander Zulkarnain mengatakan bahwa pelaksanaan penilaian SPIP merupakan bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) melalui penerapan sistem pengendalian internal yang efektif.

Ia menyebutkan, nilai maturitas SPIP BP Batam pada tahun 2024 telah mencapai 3,292, yang berarti telah memenuhi karakteristik maturitas pada level tiga dari lima tingkat yang ditetapkan.

Meski begitu, pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan implementasi SPIP. Ia menekankan bahwa pencapaian tersebut hanya dapat diraih melalui kesadaran kolektif, baik dari jajaran pimpinan hingga staf, bahwa sistem pengendalian internal merupakan tanggung jawab bersama.

“Dengan peran dan kesadaran bersama, internal control di BP Batam akan semakin baik dan mampu menjamin pencapaian tujuan strategis BP Batam ke depannya,” ujarnya.

Ia berharap bimtek ini dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kompetensi para asesor, memperkuat kualitas penilaian, serta mendorong peran aktif seluruh peserta dalam mendukung implementasi SPIP secara menyeluruh di lingkungan BP Batam.

“Saya berharap para asesor yang mengikuti pelatihan ini dapat menyebarkan pengetahuan dan pemahaman mereka kepada seluruh insan BP Batam, sehingga secara kolektif kualitas maturitas SPIP kita dapat terus meningkat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Biro Organisasi, Kepatuhan, dan Manajemen Risiko, Endry Abzan, menambahkan bahwa penilaian maturitas SPIP dilakukan setiap tahun oleh BPKP. Menurutnya, penilaian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara.

Endry menyebutkan bahwa penilaian SPIP merupakan amanat dari:

  • Peraturan Pemerintah RI Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah
  • Peraturan BPKP RI Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penilaian Maturitas Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Terintegrasi pada Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah

Adapun tingkatan maturitas SPIP terdiri dari lima level, yaitu:

  • Belum Ada (tidak ada level)
  • Rintisan (Level 1)
  • Berkembang (Level 2)
  • Terdefinisi (Level 3)
  • Terkelola (Level 4)
  • Terukur (Level 5 – kategori optimum)

“Pelaksanaan bimtek selama empat hari ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi Asesor Pusat, Asesor Penilaian Mandiri, serta Tim Penjamin Kualitas atas hasil penilaian di lingkungan BP Batam,” jelas Endry. (*)

Artikel BP Batam Gelar Bimtek SPIP Terintegrasi, Dorong Wujudkan Good Governance pertama kali tampil pada Metropolis.

BP Batam Gelar Bimtek SPIP Terintegrasi, Dorong Wujudkan Good Governance

0

batampos — Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Biro Organisasi, Kepatuhan, dan Manajemen Risiko menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penilaian Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi di IT Centre, Batam Centre, Selasa (5/8/2025). Kegiatan ini akan berlangsung selama empat hari, mulai 5 hingga 8 Agustus 2025.

Bimtek dibuka secara resmi oleh Anggota/Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Alexander Zulkarnain, dan diikuti oleh 112 peserta yang terdiri dari Asesor Pusat serta Asesor Penilaian Mandiri dari berbagai unit kerja di lingkungan BP Batam.

Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), yakni:

  • Suko Sarjono, Auditor Ahli Madya selaku Koordinator Pengawasan Bidang Kawasan
  • Budi Wiyono, Auditor Ahli Madya
  • Andry Ritonga, Auditor Ahli Muda

Alexander Zulkarnain mengatakan bahwa pelaksanaan penilaian SPIP merupakan bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) melalui penerapan sistem pengendalian internal yang efektif.

Ia menyebutkan, nilai maturitas SPIP BP Batam pada tahun 2024 telah mencapai 3,292, yang berarti telah memenuhi karakteristik maturitas pada level tiga dari lima tingkat yang ditetapkan.

Meski begitu, pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan implementasi SPIP. Ia menekankan bahwa pencapaian tersebut hanya dapat diraih melalui kesadaran kolektif, baik dari jajaran pimpinan hingga staf, bahwa sistem pengendalian internal merupakan tanggung jawab bersama.

“Dengan peran dan kesadaran bersama, internal control di BP Batam akan semakin baik dan mampu menjamin pencapaian tujuan strategis BP Batam ke depannya,” ujarnya.

Ia berharap bimtek ini dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kompetensi para asesor, memperkuat kualitas penilaian, serta mendorong peran aktif seluruh peserta dalam mendukung implementasi SPIP secara menyeluruh di lingkungan BP Batam.

“Saya berharap para asesor yang mengikuti pelatihan ini dapat menyebarkan pengetahuan dan pemahaman mereka kepada seluruh insan BP Batam, sehingga secara kolektif kualitas maturitas SPIP kita dapat terus meningkat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Biro Organisasi, Kepatuhan, dan Manajemen Risiko, Endry Abzan, menambahkan bahwa penilaian maturitas SPIP dilakukan setiap tahun oleh BPKP. Menurutnya, penilaian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara.

Endry menyebutkan bahwa penilaian SPIP merupakan amanat dari:

  • Peraturan Pemerintah RI Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah
  • Peraturan BPKP RI Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penilaian Maturitas Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Terintegrasi pada Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah

Adapun tingkatan maturitas SPIP terdiri dari lima level, yaitu:

  • Belum Ada (tidak ada level)
  • Rintisan (Level 1)
  • Berkembang (Level 2)
  • Terdefinisi (Level 3)
  • Terkelola (Level 4)
  • Terukur (Level 5 – kategori optimum)

“Pelaksanaan bimtek selama empat hari ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi Asesor Pusat, Asesor Penilaian Mandiri, serta Tim Penjamin Kualitas atas hasil penilaian di lingkungan BP Batam,” jelas Endry. (*)

Artikel BP Batam Gelar Bimtek SPIP Terintegrasi, Dorong Wujudkan Good Governance pertama kali tampil pada Metropolis.

Pasar Murah Tarempa Barat Diserbu Emak-Emak, 5 Ton Ayam Ludes

0
Pasar Murah Anambas
Operasi pasar murah yang digelar Pemkab Anambas di Desa Tarempa Barat disambut antuasis oleh masyarakat. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Sebanyak 5 ton ayam beku ludes terjual hanya dalam sehari dalam operasi pasar murah yang digelar di Desa Tarempa Barat, Rabu (6/8).

Ayam beku tersebut dijual seharga Rp 37 ribu per kilogram, jauh lebih murah dibanding harga pasar yang mencapai Rp 45 ribu per kilogram. Tak hanya ayam, beras SPHP dalam kemasan 5 kilogram juga menjadi incaran para emak-emak.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Anambas menyediakan 2 ton beras dengan harga Rp 58 ribu per karung, lebih murah dari harga pasar yang menyentuh Rp 65 ribu.

Warga yang datang tak hanya berasal dari Tarempa Barat. Sejumlah warga dari desa sekitar turut berbondong-bondong memanfaatkan kesempatan pasar murah tersebut.

Salah satunya, Nia, warga Tarempa Barat Daya, yang sengaja datang untuk membeli kebutuhan dapur.

“Saya sengaja datang karena harganya jauh lebih murah dibandingkan di pasar. Ini untuk umum, bukan cuma warga Tarempa Barat saja,” ujar Nia. Ia bahkan rela menyisihkan sebagian uang belanja bulanannya untuk pasar murah ini.

“Kalau bisa setiap bulan ada pasar murah. Kami emak-emak jadi semangat belanja,” tambahnya sambil tersenyum.

Wakil Bupati Anambas, Raja Bayu, yang hadir langsung di lokasi pasar murah, menyampaikan apresiasi atas antusiasme warga.

Menurutnya, pasar murah ini merupakan bentuk nyata perhatian Pemkab Anambas untuk membantu meringankan beban masyarakat.

“Semua barang di sini dijual di bawah harga pasar. Mulai dari ayam, beras, gula, minyak goreng, hingga bawang. Ini semua kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat,” kata Raja Bayu.

Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan secara rutin guna menjaga stabilitas harga dan membantu perekonomian masyarakat, terlebih di tengah kenaikan harga sembako yang terus terjadi. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Pasar Murah Tarempa Barat Diserbu Emak-Emak, 5 Ton Ayam Ludes pertama kali tampil pada Kepri.

Kemacetan Lalu Lintas di Bundaran Basecamp dan Simpang Barelang Jadi Sorotan Publik, Kadishub Minta Pengendara Lebih Tertib

0
Bundaran Basecamp Batuaji macet. Kendaraan saling berebut jalan, membuat lalu lintas lumpuh hingga beberapa ratus meter.

batampos– Kemacetan yang kerap terjadi di Bundaran Basecamp dan Simpang Barelang, Batuaji, kembali menjadi sorotan publik. Dua titik persimpangan ini selalu padat, terutama di jam sibuk pagi dan sore hari, serta saat hujan turun. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam mengimbau masyarakat untuk lebih tertib dan saling mengerti saat melintasi kawasan tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Leo Putra, mengakui bahwa dua bundaran tersebut memang sering dikeluhkan warga karena kemacetan yang terjadi hampir setiap hari. Namun, ia menjelaskan bahwa kondisi itu tidak bisa diatasi seperti persimpangan lain karena karakteristik jalan yang berbeda.

“Bundaran Basecamp dan Barelang ini memang tidak bisa dipasangi lampu lalu lintas seperti simpang biasa. Di sana hanya bisa dipasang rambu kewaspadaan, bukan rambu pengatur arus kendaraan,” jelas Leo Putra kepada wartawan, Rabu (6/8).

BACA JUGA: Kemacetan Parah di Simpang Basecamp, Warga Minta Penataan Lalu Lintas yang Jelas

Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Leo Putra. f.eusebius

Menurutnya, karena di kedua bundaran tersebut tidak memungkinkan dipasangnya lampu lalu lintas, maka diperlukan kesadaran penuh dari para pengguna jalan. “Kami minta masyarakat bisa lebih tertib dan memahami kondisi ini. Jangan saling mendahului, apalagi di jam-jam sibuk. Itu justru memperparah kemacetan,” katanya.

Kemacetan yang terjadi selama ini, lanjut Leo, bukan semata karena volume kendaraan, tapi juga karena perilaku pengendara yang kerap memaksakan diri untuk cepat sampai. Hal ini sering memicu kemacetan total bahkan kecelakaan kecil karena tidak ada yang mau mengalah di persimpangan.

Seperti yang terjadi pada Senin (4/8) pagi lalu, hujan gerimis memperburuk kemacetan di Bundaran Basecamp. Kendaraan, yang sebagian besar digunakan oleh pekerja dan orang tua yang mengantar anak ke sekolah, menumpuk dan saling berebut jalan karena tidak adanya pengaturan lalu lintas.

“Kami mohon kerja samanya. Tertib berkendara, saling mengalah, dan jangan memaksakan masuk bundaran kalau arus dari arah lain belum longgar,” imbau Leo.

Ia juga mengatakan, ke depan Dishub Batam akan melakukan evaluasi dan kajian lebih lanjut terhadap dua bundaran tersebut untuk mencari alternatif pengaturan lalu lintas tanpa mengubah bentuk infrastruktur yang ada. Namun untuk saat ini, menurutnya, partisipasi dan disiplin pengendara adalah kunci utama.

“Kalau pengendara sudah bisa tertib, kemacetan bisa diurai. Kita akan lihat kemungkinan penempatan petugas di jam sibuk. Tapi kesadaran masyarakat tetap hal yang paling penting,” pungkasnya.

Warga berharap pemerintah bisa segera mengambil langkah nyata, baik dengan menempatkan petugas pengatur lalu lintas di jam sibuk, maupun menambahkan marka atau rambu tambahan agar pengendara lebih tertib melintas di dua bundaran padat tersebut.(*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Kemacetan Lalu Lintas di Bundaran Basecamp dan Simpang Barelang Jadi Sorotan Publik, Kadishub Minta Pengendara Lebih Tertib pertama kali tampil pada Metropolis.

Mendikdasmen Larang Anak Main Roblox, Ini 5 Dampak Psikologisnya

0
Roblox
Roblox. F. Istimewa

batampos – Permainan daring Roblox tengah digandrungi banyak kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun, belakangan game ini menuai sorotan tajam.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, secara tegas melarang anak-anak memainkan game tersebut.

Menurutnya, Roblox mengandung unsur yang berbahaya secara psikologis bagi anak. Larangan ini dikeluarkan menyusul laporan dari berbagai pihak yang menyoroti dampak mental yang ditimbulkan.

Dikutip dari laporan CyberPost, berikut lima dampak psikologis yang dapat dialami anak jika bermain Roblox secara berlebihan:

1. Kecanduan dan obsesi bermain
Dengan konten yang terus diperbarui, anak cenderung bermain berjam-jam tanpa henti. Gejala FOMO (takut tertinggal), tekanan prestasi virtual, dan ledakan emosi saat dilarang main pun kerap muncul.

2. Kecemasan, depresi, dan rendah diri
Interaksi online memicu perbandingan avatar, cyberbullying, hingga pelecehan. Beberapa konten kekerasan dan simbol ekstrem juga dapat memicu trauma jangka panjang.

3. Risiko grooming dan predator online
Ada laporan mengenai anak yang menjadi korban predator melalui fitur chat Roblox, berisiko dimanipulasi secara emosional maupun finansial.

4. Bullying dan tekanan sosial
Minimnya moderasi dalam sistem obrolan membuat anak rentan terhadap penghinaan, tekanan teman sebaya, hingga dorongan untuk membeli item tertentu demi diterima secara sosial.

5. Gangguan kognitif dan emosional
Anak yang menjadikan Roblox sebagai pelarian dari realita bisa mengalami kesulitan mengelola emosi dan tanggung jawab dunia nyata.

Meski Roblox menawarkan dunia virtual yang kreatif dan sosial, Mendikdasmen mengingatkan pentingnya pengawasan dan literasi digital sejak dini.

Ia menekankan bahwa edukasi orang tua serta penerapan aturan screen time yang sehat merupakan langkah pencegahan yang tepat. (*)

Reporter: Juliana Belence 

Artikel Mendikdasmen Larang Anak Main Roblox, Ini 5 Dampak Psikologisnya pertama kali tampil pada Lifestyle.

Sudah 18 UMKM Batam Lolos Verifikasi Pinjaman Modal dengan Bunga 0 Persen Bunga

0
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Batam, Salim. f.rengga

batampos– Pemerintah Kota Batam terus mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan meluncurkan program pinjaman modal tanpa bunga. Program ini menyasar pelaku usaha mikro dan kecil di berbagai sektor, dan hingga Juni 2025, baru 18 pelaku usaha yang dinyatakan lolos verifikasi dan telah menerima pencairan pinjaman dari Bank Tabungan Negara (BTN).

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Batam, Salim, mengatakan bahwa dari total 575 pelaku usaha yang mengajukan pinjaman, bari sekitar 18 pelaku usaha yang dinyatakan lolos verifikasi perbankan dan menerima dana tersebut.

“Data per Juni, baru 18 pelaku usaha yang lolos verifikasi bank dan mendapatkan pinjaman tanpa bunga. Saat ini sedang dilakukan pengecekan dan pemutakhiran data karena jumlah pemohon terus bertambah,” kata Salim, Rabu (6/8).

Program pinjaman ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam tahun 2025 dengan total dana subsidi sebesar Rp 3 miliar. Setiap pelaku usaha bisa mengakses pinjaman maksimal Rp 20 juta, tergantung hasil verifikasi pihak bank.

“Kuotanya tergantung dari jumlah yang diajukan dan disetujui bank. Bisa 10 juta, bisa 20 juta. Total anggaran kita Rp 3 miliar, dibagi sesuai kemampuan pinjaman yang disetujui. Verifikasinya juga dari pihak bank,” jelasnya.

Program ini mencakup sepuluh kategori usaha, seperti kuliner, industri rumahan, kerajinan, dan jenis usaha mikro lainnya. Pinjaman diberikan melalui skema syariah tanpa bunga (margin ditanggung pemerintah), bekerja sama dengan BTN.

BACA JUGA: Gagas Pinjaman Nol Persen Tanpa Agunan, Pemko Batam Cari Bank yang Siap

“Kalau dana bergulir yang lama ada bunga ringan 4 persen per tahun. Kalau ini betul-betul tanpa bunga. Pelaku usaha hanya bayar pokoknya saja. Pemerintah menanggung marginnya,” jelas Salim.

Adapun syarat utama untuk mengikuti program ini adalah pelaku usaha harus warga Batam dengan KTP Batam, memiliki usaha aktif di wilayah Batam, dan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Pemohon juga tidak boleh berstatus sebagai ASN, TNI, atau Polri.

“Kalau belum punya NIB, bisa langsung datang ke PLUT di Komplek Golden Prima, Tanjung Buntung, Bengkong. Akan dibantu secara gratis,” tambahnya.

Melalui program ini, Pemko Batam berharap pelaku usaha mikro mendapat suntikan modal yang meringankan beban, sehingga dapat meningkatkan omzet, membuka lapangan kerja, dan naik kelas.

“Ini bentuk dukungan nyata terhadap UMKM. Harapannya pelaku usaha kecil bisa terus tumbuh dan menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan,” tutup Salim. (*)

Reporter: Rengga

Artikel Sudah 18 UMKM Batam Lolos Verifikasi Pinjaman Modal dengan Bunga 0 Persen Bunga pertama kali tampil pada Metropolis.

Sudah 18 UMKM Batam Lolos Verifikasi Pinjaman Modal dengan Bunga 0 Persen Bunga

0
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Batam, Salim. f.rengga

batampos– Pemerintah Kota Batam terus mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan meluncurkan program pinjaman modal tanpa bunga. Program ini menyasar pelaku usaha mikro dan kecil di berbagai sektor, dan hingga Juni 2025, baru 18 pelaku usaha yang dinyatakan lolos verifikasi dan telah menerima pencairan pinjaman dari Bank Tabungan Negara (BTN).

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Batam, Salim, mengatakan bahwa dari total 575 pelaku usaha yang mengajukan pinjaman, bari sekitar 18 pelaku usaha yang dinyatakan lolos verifikasi perbankan dan menerima dana tersebut.

“Data per Juni, baru 18 pelaku usaha yang lolos verifikasi bank dan mendapatkan pinjaman tanpa bunga. Saat ini sedang dilakukan pengecekan dan pemutakhiran data karena jumlah pemohon terus bertambah,” kata Salim, Rabu (6/8).

Program pinjaman ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam tahun 2025 dengan total dana subsidi sebesar Rp 3 miliar. Setiap pelaku usaha bisa mengakses pinjaman maksimal Rp 20 juta, tergantung hasil verifikasi pihak bank.

“Kuotanya tergantung dari jumlah yang diajukan dan disetujui bank. Bisa 10 juta, bisa 20 juta. Total anggaran kita Rp 3 miliar, dibagi sesuai kemampuan pinjaman yang disetujui. Verifikasinya juga dari pihak bank,” jelasnya.

Program ini mencakup sepuluh kategori usaha, seperti kuliner, industri rumahan, kerajinan, dan jenis usaha mikro lainnya. Pinjaman diberikan melalui skema syariah tanpa bunga (margin ditanggung pemerintah), bekerja sama dengan BTN.

BACA JUGA: Gagas Pinjaman Nol Persen Tanpa Agunan, Pemko Batam Cari Bank yang Siap

“Kalau dana bergulir yang lama ada bunga ringan 4 persen per tahun. Kalau ini betul-betul tanpa bunga. Pelaku usaha hanya bayar pokoknya saja. Pemerintah menanggung marginnya,” jelas Salim.

Adapun syarat utama untuk mengikuti program ini adalah pelaku usaha harus warga Batam dengan KTP Batam, memiliki usaha aktif di wilayah Batam, dan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Pemohon juga tidak boleh berstatus sebagai ASN, TNI, atau Polri.

“Kalau belum punya NIB, bisa langsung datang ke PLUT di Komplek Golden Prima, Tanjung Buntung, Bengkong. Akan dibantu secara gratis,” tambahnya.

Melalui program ini, Pemko Batam berharap pelaku usaha mikro mendapat suntikan modal yang meringankan beban, sehingga dapat meningkatkan omzet, membuka lapangan kerja, dan naik kelas.

“Ini bentuk dukungan nyata terhadap UMKM. Harapannya pelaku usaha kecil bisa terus tumbuh dan menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan,” tutup Salim. (*)

Reporter: Rengga

Artikel Sudah 18 UMKM Batam Lolos Verifikasi Pinjaman Modal dengan Bunga 0 Persen Bunga pertama kali tampil pada Metropolis.