Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 1152

Seragam Gratis Dibagi Agustus, Pemko Batam Pastikan Semua Siswa Baru Terbantu

0
Kepala Diskominfo Batam, Rudi Panjaitan. Foto. Pemko Batam

batampos – Pemerintah Kota Batam melalui dinas terkait tengah mematangkan teknis pembagian bantuan seragam sekolah gratis untuk siswa baru tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Program yang menyasar siswa di sekolah negeri dan swasta ini ditargetkan mulai didistribusikan pada Agustus 2025.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan bahwa secara umum pengadaan seragam sudah rampung. Saat ini, pemerintah fokus pada tahapan teknis agar proses penyaluran ke sekolah-sekolah berjalan lancar dan efisien.

“Seragamnya sudah disiapkan. Sekarang kami sedang menyusun teknis pembagian supaya tidak memakan waktu lama di lapangan. Kemungkinan besar akan dibagi per kelompok wilayah sekolah. Misalnya sekolah-sekolah yang berada di kawasan yang sama dibagikan secara bersamaan agar lebih cepat,” ujar Rudi, Kamis (7/8).

Rudi menambahkan, jika dalam pelaksanaan ditemukan kendala teknis dari pihak penyedia, seperti lokasi distribusi yang berada di luar Batam, maka hal itu akan segera disesuaikan. Pemko memastikan program tetap dijalankan sesuai arahan Wali Kota Batam.

“Kalau ada penyesuaian terkait jarak distribusi atau kendala teknis dari penyedia, kita atur saja. Yang penting tetap dilaksanakan karena ini kebutuhan anak-anak sekolah. Arahan Pak Wali sudah jelas, bantuan ini harus segera sampai ke siswa yang membutuhkan,” kata Rudi.

Program bantuan seragam sekolah gratis ini menjadi salah satu langkah Pemerintah Kota Batam dalam meringankan beban orang tua murid, serta mendorong pemerataan akses pendidikan di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih menantang.

Seragam yang dibagikan terdiri dari dua jenis, yakni seragam nasional dan seragam khas daerah berupa baju Melayu. Siswa kelas 1 SD akan menerima seragam merah putih dan baju Melayu, sementara siswa kelas 7 SMP akan mendapatkan seragam putih biru serta baju Melayu.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap generasi penerus daerah. Ia ingin memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan.

“Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap generasi penerus Kota Batam. Kami ingin memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang, tanpa terkendala oleh persoalan seragam,” ujar Amsakar.

Adapun total seragam yang akan didistribusikan mencapai 105.670 stel, yang akan disalurkan ke lebih dari 500 sekolah serta sejumlah lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD), dengan cakupan hampir 1.000 satuan pendidikan di seluruh Batam.

Melalui program ini, pemerintah berharap dapat menumbuhkan nilai kesetaraan, kedisiplinan, serta rasa kebersamaan di lingkungan sekolah, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal melalui pengenalan baju Melayu kepada generasi muda. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Seragam Gratis Dibagi Agustus, Pemko Batam Pastikan Semua Siswa Baru Terbantu pertama kali tampil pada Metropolis.

Bupati Koltim Abdul Azis Terjaring OTT KPK, Total Harta Kekayaannya Capai Rp 7,9 Miliar

0
Wakil Ketua KPK Johanis Tanak menyampaikan paparan saat konferensi pers Kinerja Semester I Tahun 2025 di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (6/8/2025). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Provinsi Sulawesi Tenggara. Dalam operasi senyap tersebut, tim penindakan KPK diduga mengamankan Bupati Kolaka Timur (Koltim), Abdul Azis.

Penangkapan terhadap Abdul Azis dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak. “Benar,” kata Tanak dikonfirmasi, Rabu (7/8).

Meski demikian, hingga saat ini belum diketahui perkara apa yang diduga menyeret Bupati Koltim tersebut.

Menelisik harta kekayaan Abdul Azis dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada laman elhkpn.kpk.go.id, memiliki total sejumlah Rp 7.991.694.886 atau Rp 7,9 miliar. LHKPN itu terakhir dilaporkan pada 25 Maret 2025 untuk tahun periodik 2024.

Politikus Partai Nasdem itu tercatat memiliki harta berupa tanah dan bangunan sebanyak 14 bidang yang tersebar di Kendari, Mamuju, dan Kolaka Timur (Koltim). Harta tidak bergerak milik Abdul Azis itu senilai Rp 6.410.000.000 atau Rp 6,4 miliar.

Abdul Azis juga tercatat memiliki alat transportasi, di antaranya Toyota Hilux 2020, Rp 390 juta; Toyota Innova Venturer 2020, Rp 390 juta; Motor KTM 85 SX 2020, Rp 95 juta; dan Yamaha BJ8 W 2020, Rp 10 juta. Harta bergerak milik Abdul Azis itu sejumlah Rp 885 juta.

Abdul Azis juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya Rp 268.950.000, kas dan setara kas Rp 533.744.886. Jika ditotalkan harta Abdul Azis mencapai Rp 8.097.694.886.

Namun, Abdul Azis tercatat memiliki utang sebesar Rp 106 juta. Sehingga, total harta seluruhnya mencapai Rp 7.991.694.886. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Bupati Koltim Abdul Azis Terjaring OTT KPK, Total Harta Kekayaannya Capai Rp 7,9 Miliar pertama kali tampil pada News.

Pulau Galang Jadi Lokasi Pengobatan Warga Gaza, Iman Sutiawan: Ini Misi Kemanusiaan

0
Iman Sutiawan.

batampos – Pemerintah pusat berencana menjadikan Pulau Galang, Batam, sebagai lokasi pengobatan bagi warga Gaza yang menjadi korban konflik. Rencana ini disampaikan oleh Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, sebagai bagian dari misi kemanusiaan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, Pulau Galang dipilih karena memiliki fasilitas medis yang memadai, yakni Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) yang sebelumnya digunakan untuk merawat pasien Covid-19. Lokasi tersebut dinilai strategis dan siap pakai untuk menangani kasus medis skala besar.

Lokasi penanganan akan dipisahkan dari permukiman warga lokal. Hal ini dilakukan untuk menjaga kenyamanan warga Batam dan warga Gaza yang menjalani pengobatan. Diperkirakan sekitar 2.000 warga Gaza akan ditampung sementara untuk keperluan medis.

Dikonfirmasi, Ketua DPRD Kepri, Iman Sutiawan, menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah pusat itu. Selama kebijakan tersebut dilandasi oleh semangat kemanusiaan, maka seluruh elemen di Kepri siap mendukung.

“Ini untuk pengobatan saja. Setelah sembuh, dikembalikan lagi. Intinya kami mendukung penuh karena ini adalah bentuk dari misi kemanusiaan,” katanya, Kamis (7/8).

Ia menambahkan, pemanfaatan lokasi di Pulau Galang tidak akan digabungkan dengan pemukiman masyarakat sekitar. RSKI Galang kemungkinan besar akan difungsikan kembali karena fasilitasnya masih terjaga dan representatif untuk kebutuhan pengobatan massal.

“Selain pengobatan, ini juga bagian dari penyembuhan trauma. Kami ingin mereka pulang dengan kondisi fisik dan mental yang lebih baik,” kata Iman. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Pulau Galang Jadi Lokasi Pengobatan Warga Gaza, Iman Sutiawan: Ini Misi Kemanusiaan pertama kali tampil pada Metropolis.

Orang Tua Resah, Anak Kecanduan Roblox, Emosi Labil dan Malas Belajar

0
Game online Roblox.

batampos – Kekhawatiran terhadap dampak negatif permainan daring semakin menjadi perhatian masyarakat, terutama di kalangan orang tua. Di kawasan Batuaji dan Sagulung, banyak orang tua mengeluhkan perubahan sikap anak-anak mereka yang dinilai makin kecanduan permainan game online, terutama Roblox.

Permainan ini kini tidak hanya dimainkan oleh anak-anak usia sekolah, bahkan anak usia taman kanak-kanak (TK) dan pendidikan anak usia dini (PAUD) pun sudah terpapar.

Sumardi, warga Batuaji, mengatakan bahwa dampak game ini mulai terasa dalam kehidupan keluarganya. “Anak saya jadi lebih cepat emosi, kadang teriak sendiri saat main game. Kalau kita lengah sedikit, langsung ambil ponsel dan main. Televisi pun tak dilirik, apalagi main di luar rumah,” keluhnya.

Ia menambahkan, banyak anak-anak kini lebih suka menghabiskan waktu di layar gawai dibandingkan bersosialisasi atau bermain secara aktif.

Keresahan serupa juga disampaikan Sumarti, ibu rumah tangga di Tanjunguncang. Ia mengamati bahwa kelompok anak-anak di kompleknya kini lebih senang duduk berkerumun sambil bermain ponsel, ketimbang bermain bola atau sepeda seperti anak-anak zaman dulu. “Mereka jadi malas belajar, tugas sekolah pun sering ditunda. Ini sangat mengkhawatirkan,” ucapnya dengan nada prihatin.

Orang tua berharap pemerintah dan penyedia platform digital lebih tegas dalam mengawasi konten game yang tersedia di aplikasi. Banyak yang mendukung pelarangan permainan seperti Roblox, terutama bila terbukti memberi dampak buruk bagi anak-anak. “Kami berharap game seperti itu tidak bisa diakses anak-anak. Tolong diawasi dan dibatasi,” tambah Sumardi.

Keresahan para orangtua tersebut sejalan dengan pernyataan terbaru dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, yang secara tegas melarang permainan Roblox untuk dimainkan anak-anak. Ia menilai game tersebut mengandung unsur yang membahayakan secara psikologis, serta tidak sesuai dengan dunia anak. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Orang Tua Resah, Anak Kecanduan Roblox, Emosi Labil dan Malas Belajar pertama kali tampil pada Metropolis.

Prabowo Siapkan Pulau Galang Jadi Pusat Pengobatan 2.000 Warga Gaza

0
Hasan Nasbi
Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi. F. YouTube @Kantor Komunikasi Kepresidenan RI.

batampos – Presiden Prabowo Subianto akan mengirim bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza yang menjadi korban perang.

Pemerintah menyiapkan pusat pengobatan di Pulau Galang, Kepulauan Riau, untuk merawat sekitar 2.000 warga Gaza yang mengalami luka-luka akibat bom dan reruntuhan bangunan.

Hal ini disampaikan Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, melalui kanal YouTube @Kantor Komunikasi Kepresidenan RI, Kamis (7/8/2025).

“Disiapkan pusat pengobatan di Pulau Galang, karena terdapat fasilitas rumah sakit dan fasilitas pendukung lainnya,” ujar Hasan.

Ia menyebut Pulau Galang dipilih karena sebelumnya pernah digunakan sebagai lokasi pengungsian Vietnam dan pusat penanganan COVID-19. Lokasi ini dinilai aman dan nyaman, serta cukup untuk menampung hingga 2.000 orang, termasuk keluarga korban perang.

Hasan menegaskan, pengobatan ini murni misi kemanusiaan dan tidak berkaitan dengan pemindahan warga Gaza ke Indonesia.

“Ini bukan pemindahan penduduk, tapi semacam operasi kemanusiaan untuk membantu sebanyak yang kita bisa,” ujarnya.

Setelah menjalani pengobatan, warga Gaza akan dipulangkan kembali ke tanah asal mereka.

Reporter: Juliana Belence 

Artikel Prabowo Siapkan Pulau Galang Jadi Pusat Pengobatan 2.000 Warga Gaza pertama kali tampil pada Metropolis.

Pemko Batam Telah Salurkan Dana Bergulir Rp2,7 Miliar untuk UMKM dan Koperasi

0
Ilustrasi. Aneka makanan dan minuman ditawarkan pelaku UMKM di Bazar makanan dan minuman di Dataran Engku Putri Batamcenter. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dana Bergulir Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (KUKM) terus mengakselerasi dukungan terhadap pelaku usaha mikro dan koperasi. Hingga akhir Juli 2025, dana sebesar Rp2,7 miliar telah disalurkan kepada 19 pelaku usaha mikro dan satu koperasi.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam, Salim, menjelaskan bahwa program dana bergulir ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung permodalan bagi pelaku usaha kecil di Batam.

“Penyaluran ini merupakan hasil proses verifikasi dan validasi dari pengajuan yang masuk. Per Juli 2025, ada 20 penerima pinjaman, yakni 19 pelaku usaha mikro dan satu koperasi. Total yang disalurkan mencapai Rp2,7 miliar,” ungkap Salim, Kamis (7/8).

Pelaku usaha penerima pinjaman bergerak di berbagai sektor, seperti perdagangan dan jasa skala mikro. Beberapa di antaranya mengelola usaha pangkalan gas, jasa laundry, serta berbagai jenis kuliner rumahan. Menurut Salim, sektor ini menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan yang perlu terus didorong dan difasilitasi.

“Usaha-usaha ini memiliki potensi berkembang yang baik jika diberi akses permodalan. Karena itu, dana bergulir ini sangat strategis untuk menopang pertumbuhan mereka,” ujarnya.

Saat ini, terdapat tiga pengajuan tambahan dari pelaku usaha mikro yang sedang dalam proses verifikasi. Ketiganya telah dinyatakan layak dan sudah diminta rekomendasi pimpinan, dengan nilai pinjaman mencapai sekitar Rp310 juta. Penyaluran ketiga pinjaman ini direncanakan akan segera dilakukan dalam waktu dekat.

Salah satu keunggulan program ini adalah skema pinjaman yang ringan dan terjangkau. Pelaku usaha dapat mengakses pinjaman hingga Rp150 juta dengan suku bunga tetap (flat) sebesar 4 persen per tahun dan jangka waktu pelunasan maksimal lima tahun. Skema ini berlaku baik untuk pelaku usaha mikro maupun koperasi.

“Ini jauh lebih ringan dibandingkan bunga pinjaman konvensional lainnya. Harapannya pelaku usaha tidak terbebani, justru bisa terbantu dalam mengembangkan usahanya,” jelas Salim.

Terkait jaminan pinjaman, Pemko Batam kini telah menyesuaikan mekanisme dengan perkembangan teknologi. Selain menggunakan sertifikat tanah dan bangunan konvensional (analog/warna hijau), kini jaminan juga bisa menggunakan sertifikat elektronik. Langkah ini diambil untuk memperkuat aspek legalitas dan kepastian hukum dalam proses pinjaman.

“Dengan adanya sertifikat elektronik, proses bisa menjadi lebih efisien dan tetap aman dari sisi hukum. Ini juga sejalan dengan digitalisasi layanan pemerintah,” imbuhnya.

Demi memastikan kelancaran program dan menjaga agar dana bergulir tetap berputar, Dinas KUKM Batam juga secara rutin menggelar pelatihan dan bimbingan teknis bagi penerima pinjaman. Tujuannya adalah agar pelaku usaha memiliki kapasitas manajerial dan kemampuan usaha yang memadai.

“Kami tidak ingin terjadi kredit macet. Oleh karena itu, pelaku usaha kami bekali dengan pelatihan manajemen usaha dan keuangan dasar. Ini penting agar dana yang dipinjam bisa benar-benar dimanfaatkan secara optimal,” kata Salim.

Program dana bergulir ini menjadi salah satu instrumen penting Pemko Batam dalam memperkuat ketahanan ekonomi mikro dan memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha kecil. Dengan pengelolaan yang baik, program ini diharapkan terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Pemko Batam Telah Salurkan Dana Bergulir Rp2,7 Miliar untuk UMKM dan Koperasi pertama kali tampil pada Metropolis.

Kabur ke NTT, Terpidana Herman Yosep Diringkus Tim Tabur Kejati Kepri

0
Buronan Kejari Tanjungpinang
Terpidana Herman saat diamankan Tim Tabur Kejati Kepri dan Kejari Tanjungpinang di Kabupaten Lembata, Kamis (7/8). F. Kejari Tanjungpinang untuk Batam Pos.

batampos – Terpidana kasus pengrusakan di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Herman Yosep Ola Atawalo, berhasil diamankan Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejati Kepri dan Kejari Tanjungpinang.

Ia ditangkap di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (7/8), setelah hampir setahun masuk daftar pencarian orang (DPO).

Plh Kajari Tanjungpinang, Yanuar, mengatakan Herman bersikap kooperatif saat diamankan. “Terpidana kasus pengerusakan ini bersikap kooperatif saat diamankan oleh petugas,” ujarnya.

Setelah penangkapan, Herman langsung dibawa ke Lapas Kelas III Lembata, Provinsi NTT, untuk menjalani masa hukumannya.

Selain Herman, satu terpidana lain atas nama Aloysius Dhango juga telah diamankan sebelumnya. Keduanya terbukti melakukan aksi pengrusakan dengan mencabut dan membuang patok besi di kawasan Jalan W.R. Supratman, Km 8 Atas, Tanjungpinang.

Berdasarkan putusan pengadilan, keduanya dinyatakan melanggar Pasal 406 ayat (1) KUHP jo. Pasal 55 ayat (1) dan dijatuhi hukuman penjara masing-masing selama tiga bulan.

“Ini merupakan atensi dari Jaksa Agung yang telah memerintahkan seluruh jajaran kejaksaan untuk segera menangkap para buronan yang masih berkeliaran,” tegas Yanuar. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Kabur ke NTT, Terpidana Herman Yosep Diringkus Tim Tabur Kejati Kepri pertama kali tampil pada Kepri.

Wali Kota Batam Siapkan Perwako Baru, Wajibkan Perusahaan Rekrut 20 Persen Tenaga Kerja Lokal untuk Posisi Non Skill

0
Wali Kota Batam Amsakar Achmad melihat proses interview pelamar dengan pencari kerja di job fair Batam 2025.

batampos – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengungkapkan rencana untuk menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwako) yang mengatur tentang perekrutan tenaga kerja di Kota Batam. Dalam perwako tersebut, perusahaan diwajibkan memprioritaskan tenaga kerja lokal untuk posisi non-skill atau operator, minimal sebesar 15 hingga 20 persen dari total kebutuhan tenaga kerja.

“Saya akan buat regulasi atau perwako bahwasanya perusahaan yang merekrut tenaga kerja unskill atau kelas operator, wajib memprioritaskan pekerja lokal. Kita tentukan angkanya sekitar 15 hingga 20 persen,” tegas Amsakar saat membuka Job Fair Kota Batam 2025, Selasa (5/8).

Menurutnya, prioritas tersebut tidak berlaku untuk posisi tenaga kerja dengan keahlian khusus. “Kalau yang skill tentu harus fair. Misalnya perusahaan butuh tenaga kerja yang menguasai bahasa Jepang atau keahlian teknis tertentu, tentu tidak bisa kita paksakan,” jelasnya.

Amsakar menyebutkan bahwa langkah ini diambil untuk melindungi tenaga kerja lokal sekaligus memberi ruang agar warga Batam mendapat kesempatan lebih besar dalam pasar kerja yang kompetitif. Ia juga berharap perusahaan tidak hanya membuka pintu, tetapi juga memberi kepercayaan penuh kepada pekerja lokal.

“Kepada perusahaan, kami minta tolong bantu. Percayakan pekerja lokal untuk posisi unskill. Nanti kami bantu juga dalam pembinaan karakter dan attitude mereka,” ujarnya.

Wali kota juga menyoroti tantangan terkait karakter dan etos kerja tenaga kerja lokal yang dinilai masih perlu pembenahan. Menurutnya, banyak tenaga kerja lokal yang belum stabil dalam pekerjaan dan cenderung mudah berpindah kerja.

“Masalahnya kadang pada sikap. Baru sebentar kerja, lalu jenuh dan keluar. Ini juga jadi pekerjaan rumah kami. Kami akan lakukan pembinaan agar mereka bisa menyesuaikan dengan ritme kerja industri,” tambahnya.

Amsakar menegaskan, ke depan proses perekrutan harus dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, khususnya Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), agar dapat dipantau dan dipastikan berjalan sesuai aturan serta berpihak pada masyarakat lokal.

Dengan adanya perwako ini, diharapkan dunia usaha dan industri di Batam dapat bersinergi lebih baik dengan pemerintah dalam membuka kesempatan kerja seluas-luasnya bagi warga lokal, tanpa mengabaikan kebutuhan dan standar profesionalisme yang dibutuhkan perusahaan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Wali Kota Batam Siapkan Perwako Baru, Wajibkan Perusahaan Rekrut 20 Persen Tenaga Kerja Lokal untuk Posisi Non Skill pertama kali tampil pada Metropolis.

Bebas Kacamata di Usia Emas, JEC Hadirkan Prosedur RLE untuk Mengembalikan Produktivitas dan Kualitas Hidup Penyandang Presbiopia

0

batampos– Sekitar 86,3 juta populasi Indonesia berusia 45 tahun ke atas terancam presbiopia atau mata tua, yakni penurunan kemampuan akomodasi lensa mata yang menyebabkan kesulitan melihat benda dekat. Penggunaan kacamata dianggap sebagai solusi lazim bagi para penyandangnya – yang sayangnya berpotensi menghambat aktivitas, bahkan menurunkan kualitas hidup.

Mendobrak pandangan umum tersebut, JEC Eye Hospitals and Clinics memperkenalkan prosedur Refractive Lens Exchange (RLE) berupa penggantian lensa mata yang bertujuan mengurangi kebutuhan kacamata/lensa kontak. Diperkuat teknologi Femtosecond Laser-Assisted Cataract Surgery (FLACS) yang berpresisi tinggi dan minim risiko, prosedur RLE memungkinkan kalangan pasien presbiopia segera terbebas dari ketergantungan berkacamata atau menggunakan lensa kontak.

Dr. Nashrul Ihsan, Sp.M(K), Dokter Subspesialis Katarak, Lensa dan Bedah Refraktif JEC Eye Hospitals and Clinics sekaligus Kepala Klinik Utama Mata JEC @ Bekasi mengatakan, “Prevalensi presbiopia secara global terus meningkat seiring bertambahnya harapan hidup dan intensitas tuntutan penglihatan dekat di era modern, seperti penggunaan ponsel.

BACA JUGA: Tips Outfit Serba Hitam untuk Tampil Chic

Padahal kalangan 45 tahun ke atas biasanya mulai menjalani usia emas lantaran berada di puncak periode produktif, atau sedang menikmati masa senior bersama keluarga. Lebih dari sekadar membatasi aktivitas keseharian, presbiopia bisa berdampak secara psikologis, bahkan ekonomi.”

Prevalensi presbiopia pada usia 45 tahun ke atas mencapai 83 persen. Diestimasi, pada 2030 mendatang, sekitar 2,1 miliar orang. Sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa pasien presbiopia, baik di negara berpenghasilan tinggi maupun rendah, mengalami penurunan kualitas hidup.

Presbiopia yang tidak terkoreksi mengakibatkan penderita dua kali lebih sulit melakukan tugas-tugas yang membutuhkan penglihatan jarak dekat. Kesulitan ini meningkat hingga delapan kali lipat untuk tugas penglihatan jarak dekat yang sangat intens. Lebih-lebih, 12 persen pasien presbiopia memerlukan bantuan dalam menjalankan tugas rutin, yang pada akhirnya dapat memicu tekanan mental dan penurunan harga diri.

Presbiopia memiliki gejala khas yang mudah dikenali dalam keseharian, antara lain kesulitan melihat objek atau tulisan pada jarak dekat. Secara naluriah, penderitanya akan menjauhkan objek tersebut agar dapat terlihat/terbaca dengan lebih jelas.

Kondisi ini sering disertai dengan gejala sekunder berupa kelelahan mata, sakit kepala setelah membaca atau melakukan pekerjaan detail dengan fokus pandangan jarak dekat (seperti memasukkan benang ke jarum atau membaca label barang berhuruf kecil). Presbiopia juga membuat penderita membutuhkan pencahayaan yang lebih terang saat membaca.

Gejala-gejala ini umumnya mulai muncul secara bertahap pada usia 40-an dan menjadi semakin nyata setelah usia 45 tahun, sejalan dengan proses penurunan kemampuan akomodasi lensa mata yang merupakan bagian alami dari proses penuaan.

Dari sisi dampak ekonomi, studi yang mengkaji beban global hilangnya produktivitas akibat presbiopia yang tidak dikoreksi menemukan, di antara individu berusia 50 tahun ke bawah, terdapat potensi hilangnya produktivitas terkait sebesar USD 11 miliar.

Pada mereka yang berusia 65 tahun ke bawah yang merupakan presbiopia yang tidak diobati, potensi hilangnya produktivitas diperkirakan sebesar USD 25,4 miliar jika semuanya diasumsikan produktif.

“Imbas presbiopia melibatkan komponen psikologis karena penyandangnya menganggap opsi kacamata bifokal sangatlah tidak menarik, dan seolah menandai penuaan. Sementara, rata-rata penderita presbiopia masih menjalani gaya hidup aktif sehingga penggunaan kacamata dapat menghalangi performa dalam beraktivitas. RLE menjadi prosedur ideal bagi mereka yang tidak nyaman mengenakan kacamata dan menginginkan solusi jangka panjang,” papar Dr. Nashrul Ihsan, Sp.M (K).

BACA JUGA: 5 Cara Ampuh Menghilangkan Kantung Mata Tanpa Krim

RLE merupakan prosedur penggantian lensa alami mata yang sudah tidak berfungsi optimal dengan lensa tanam (intraokular lens/IOL). Keandalan prosedur RLE tak hanya efektif untuk mengoreksi presbiopia, tetapi juga gangguan refraksi lainnya, seperti mata minus (miopia), mata plus (hipermetropia), dan silinder (astigmatisme) – semuanya dalam satu tindakan.

Dr. Nashrul Ihsan, Sp.M(K). menambahkan, “RLE sangat direkomendasikan untuk pasien yang mengalami perubahan penglihatan akibat proses penuaan. Bukan itu saja, RLE juga menjadi satu-satunya pilihan dalam kasus-kasus khusus yang sudah tak tertangani LASIK atau SMILE Pro. Misalnya, penderita miopia ekstrem dengan kondisi minus 20.”

Keunggulan lain RLE, dari tingkat keberhasilan tindakan, rasionya mencapai 98,5 persen. Risiko 1,5 persen komplikasi operasi biasanya bisa dikoreksi dengan operasi lanjutan. Dari sisi pasien, 95 persen mengaku puas dengan hasil tindakan dan berpendapat RLE telah mengubah hidup mereka. Selain itu, 4 dari 5 pasien juga sudah tidak lagi membutuhkan kacamata setelah mendapatkan prosedur RLE.

Penerapan prosedur RLE di jaringan JEC Eye Hospitals and Clinics diperkuat teknologi Femtosecond Laser-Assisted Cataract Surgery (FLACS) yang berpresisi tinggi dan minim risiko, dengan waktu pemulihan yang lebih cepat.

Tergantung kondisi masing-masing pasien, waktu tindakan RLE berbasis FLACS cenderung cukup singkat (berkisar 10-15 menit per mata). Saat ini, layanan RLE dengan FLACS telah tersedia di RS Mata JEC @ Menteng, RS Mata JEC @ Kedoya dan RS Mata JEC Orbita @ Makassar, sedangkan prosedur RLE bisa didapatkan di seluruh cabang JEC.

Dalam tata laksana prosedur RLE, pemilihan lensa tanam mengombinasikan kebutuhan visual pasien secara personal dan rekomendasi dokter spesialis mata, demi mencapai hasil penglihatan yang optimal – sesuai gaya hidup masing-masing pasien. Tidak bisa disamaratakan! Ragam pilihan teknologi lensa tanam di JEC meliputi:

● IOL Multifocal

Lensa Multifocal hadir menyempurnakan hasil kualitas penglihatan pada operasi katarak. IOL ini mampu menghilangkan gangguan kacamata presbiopia, miopia dan hiperopia dalam satu kali tindakan sehingga penglihatan dekat untuk membaca, penglihatan menengah seperti aktivitas menggunakan komputer serta penglihatan jauh akan lebih baik tanpa perlu menggunakan kacamata setelah tindakan operasi katarak.

● IOL Extended Depth of Focus (EDOF)

Menyerupai lensa Multifocal, lensa ini memberikan penglihatan yang lebih alami dengan jangkauan jelas dari jarak jauh hingga menengah lebih dominan dibanding penglihatan dekatnya. IOL EDOF dirancang untuk mengurangi efek silau sehingga beraktivitas sehari-hari menjadi lebih nyaman.

● IOL Monofocal

a. Lensa Non-Aspheric – bekerja untuk mengoreksi gangguan rabun jauh, tetapi masih mempunyai aberasi atau bias yang tinggi.

b. Lensa Aspheric – memberikan kualitas penglihatan melalui kontras warna yang lebih baik dibanding lensa Non-Aspheric.

c. Lensa Monofocal Plus – tak hanya memperbaiki penglihatan jauh, lensa ini juga dapat mengakomodir hingga penglihatan menengah, seperti kegiatan menggunakan komputer, memasak, bercermin, dil.

d. IOL Toric – berfungsi untuk mengoreksi gangguan kacamata astigmatisme atau silindris dalam satu prosedur operasi.

Mubadiyah, S.Psi, MM, Kepala Divisi Marketing and Communication JEC Group, menyatakan, “Hadirnya RLE mencerminkan kepeloporan JEC dalam menyediakan solusi kesehatan mata di Indonesia yang berbasis teknologi mutakhir dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup pasien. Seluruh proses dilakukan dengan pendekatan individual guna memastikan pasien mendapatkan penanganan yang selaras dengan kondisi mata dan gaya hidup mereka. Kami optimistis, melalui RLE dan FLACS, masyarakat Indonesia usia 45 tahun ke atas, khususnya penyandang presbiopia ataupun gangguan refraksi lainnya, memiliki opsi untuk mendapatkan kembali penglihatan yang nyaman dan produktivitas yang optimal sehingga lebih berdaya menjalani usia emasnya dengan berkualitas,”

Tentang JEC

Dengan pengalaman 41 tahun sejak berdiri pada 1984, kiprah JEC dalam memberikan layanannya diakui dalam berbagai bentuk penghargaan prestasi, antara lain: Akreditasi dari Joint Commission International yang diraih empat kali berturut-turut oleh JEC @ Kedoya pada 2014, 2017, 2020 dan 2023; penobatan “JEC LASIK Center” sebagai Pionir LASIK pertama di Indonesia oleh MURI (2007); Akreditasi Penuh Tingkat Paripurna dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; serta pemberian penghargaan “Indonesia Healthcare Most Reputable Brand 2014 dan 2015” untuk kategori rumah sakit mata di Jabodetabek dan 7 kota besar di Indonesia dari Majalah SWA dan pemenang the Best Corporate Image 2015-2019.

JEC menjadi pelopor dalam pembentukan ASEAN Association of Eye Hospital (AAEH) – dan kini menjadi anggota aktifnya, di samping berperan dalam World Association of Eye Hospital. JEC hingga saat ini telah memiliki 5 rumah sakit mata serta 11 klinik utama mata yang tersebar di beberapa kota besar, yaitu Rumah Sakit Mata JEC @ Menteng, Rumah Sakit Mata JEC @ Kedoya, Rumah Sakit Mata JEC Primasana @ Tanjung Priok, Rumah Sakit Mata JEC CANDI @ Semarang dan RS Mata JEC ORBITA @ Makassar, Klinik Utama Mata JEC @ Cibubur, JEC @ Tambora, JEC @ Cinere, JEC @Bekasi, Candi Eye Center Semarang, JEC ANWARI @Purwokerto, JEC JAVA @ Surabaya, JEC ORBITA @ Makassar, JEC BALI @ Denpasar, JEC JAVA @ Pasuruan, dan JEC ORBITA @ Kendari. ***

Artikel Bebas Kacamata di Usia Emas, JEC Hadirkan Prosedur RLE untuk Mengembalikan Produktivitas dan Kualitas Hidup Penyandang Presbiopia pertama kali tampil pada Lifestyle.

Tiga Kapal RoRo Tanjunguban-Telagapunggur Docking, ASDP Tambah Armada

0
Pelabuhan roro Tanjunguban
Kendaraan saat masuk ke kapal RoRo tujuan Telagapunggur dari Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Kamis (7/8). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Tiga kapal roll on-roll off (RoRo) yang melayani lintasan Tanjunguban–Telagapunggur, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, tengah menjalani perawatan atau docking.

Ketiga kapal tersebut adalah KMP Niaga Fery dan KMP Mulia Nusantara milik PT Jembatan Nusantara, serta KMP Barau milik PT ASDP Indonesia Ferry.

Supervisi Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Sukma Nugraha, menjelaskan bahwa KMP Niaga Fery dan KMP Mulia Nusantara sudah lebih dari tiga bulan menjalani docking. Sementara itu, KMP Barau baru saja masuk bengkel dan dijadwalkan menjalani perawatan selama 25 hari.

“Kemungkinan (docking) sampai akhir bulan,” kata Sukma, Rabu (6/8/2025).

Saat ini, hanya KMP Tanjungburang yang aktif melayani rute Tanjunguban-Telagapunggur. Namun, untuk mengantisipasi keterbatasan armada, ASDP telah mengerahkan dua kapal pengganti, yakni KMP Singkil dan KMP Sembilang, guna menjaga kelancaran penyeberangan.

Menurut Sukma, kondisi penyeberangan sejauh ini masih normal lantaran volume kendaraan belum mengalami peningkatan signifikan. Meski begitu, pihaknya tetap siaga menghadapi potensi lonjakan kendaraan dan penumpang, terutama menjelang hari libur nasional.

“Jika terjadi lonjakan, kita akan tambah kapal atau lakukan ekstra trip,” ujarnya.

Sukma juga mengimbau masyarakat agar memesan tiket kapal RoRo jauh-jauh hari untuk menghindari kegagalan keberangkatan, khususnya saat momen liburan.

“Jangan pesan tiket di hari keberangkatan. Selain itu, isi data penumpang sesuai identitas asli seperti KTP agar jika terjadi musibah, klaim asuransi bisa cepat diproses,” pungkasnya. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Tiga Kapal RoRo Tanjunguban-Telagapunggur Docking, ASDP Tambah Armada pertama kali tampil pada Kepri.