Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 1167

Waspada DBD di Musim Hujan, 414 Kasus Tercatat di Batam hingga Juli 2025

0
Ilustrasi demam berdarah.

batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mencatat sebanyak 414 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi sepanjang Januari hingga 31 Juli 2025. Jumlah ini menunjukkan penurunan signifikan jika dibandingkan dengan 871 kasus yang terjadi sepanjang tahun 2024.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, dr. Didi Kusmarjadi, menyampaikan bahwa situasi DBD tahun ini relatif lebih terkendali dibanding tahun lalu, meskipun ancaman penularan tetap perlu diwaspadai terutama menjelang puncak musim hujan di akhir tahun.

“Hingga akhir Juli 2025, jumlah kasus DBD tercatat sebanyak 414 kasus dengan angka insidensi (IR) sebesar 30,85 per 100.000 penduduk. Tahun lalu angkanya jauh lebih tinggi, mencapai 68,21 per 100.000 penduduk, dengan total 871 kasus sepanjang tahun,” ujar dr. Didi, Senin (4/8).

Ia menyebutkan bahwa meskipun terjadi penurunan jumlah kasus secara umum, masyarakat tidak boleh lengah. Pasalnya, siklus tahunan DBD menunjukkan kecenderungan peningkatan kasus pada triwulan akhir.

“Tren kasus DBD seringkali naik menjelang akhir tahun seiring meningkatnya curah hujan. Maka dari itu, langkah pencegahan harus tetap ditingkatkan,” tegasnya.

Selain penurunan kasus, jumlah kematian akibat DBD juga mengalami penurunan signifikan. Jika sepanjang tahun 2024 tercatat 14 kasus kematian, maka hingga akhir Juli 2025 baru tercatat 2 kasus kematian akibat penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut.

“Kami bersyukur jumlah kematian berhasil ditekan. Ini berkat respons cepat petugas kesehatan serta peningkatan kesadaran masyarakat untuk segera memeriksakan diri jika mengalami gejala demam tinggi mendadak,” kata Didi.

Dinkes Kota Batam mencatat bahwa tren kasus DBD dalam tujuh tahun terakhir menunjukkan fluktuasi. Pada tahun 2018, jumlah kasus tercatat 639 kasus dengan 2 kematian. Angka tersebut terus meningkat dan sempat mencapai puncak pada 2022 dengan 902 kasus. Tahun 2023 sempat turun drastis menjadi 392 kasus, sebelum kembali melonjak 871 kasus pada 2024.

dr. Didi menegaskan bahwa musim hujan adalah waktu yang sangat rawan untuk penyebaran DBD karena nyamuk Aedes aegypti berkembang biak di tempat-tempat berair jernih yang tergenang.

Untuk itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan langkah-langkah seperti 3M Plus yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air dan mendaur ulang barang bekas. Lalu gunakan lotion anti nyamuk, kelambu saat tidur, dan larvasida.

Bersihkan Lingkungan dengan membuang air yang menggenang di sekitar rumah, rapikan barang bekas yang bisa menampung air dan bersihkan talang air, selokan, dan drainase.

Lindungi Diri dengan memakai baju lengan panjang dan pasang kasa nyamuk/kawat anti nyamuk di ventilasi rumah. Selanjutnya kenali gejala DBD seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot, mual, bintik merah di kulit. Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan melakukan seminggu sekali bersama keluarga dan warga sekitar.

“Upaya pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Mari kita jaga lingkungan dan lindungi diri agar terhindar dari DBD, terutama di musim hujan ini,” pungkas dr. Didi. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Waspada DBD di Musim Hujan, 414 Kasus Tercatat di Batam hingga Juli 2025 pertama kali tampil pada Metropolis.

Yulisbar Sebut Kasus Limbah Berbahaya di Dekat Perumahan Kodim Sudah Selesai, Warga Berharap Ada Kejelasan Hukum

0
Kumpulan limbah yang berada dekat pemukiman warga di daerah Batuaji. f.eusebius

batampos— Meski tumpukan limbah berbahaya di lahan kosong dekat Perumahan Kodim, Kelurahan Buliang, Batuaji telah diangkut, kekhawatiran masih menghantui masyarakat sekitar. Pasalnya, sisa-sisa limbah berupa kain dan plastik yang berlumuran minyak masih terlihat tercecer di lokasi. Apalagi saat ini wilayah tersebut memasuki musim hujan dan dikenal rawan banjir, sehingga warga takut limbah mencemari lingkungan dan sumber air.

Agus, salah seorang warga setempat, mengaku kecewa terhadap penanganan kasus ini. Ia menilai tindakan pengangkutan limbah terkesan menutupi persoalan, tanpa memberikan informasi yang jelas kepada warga.

“Ini limbah berbahaya. Tapi diangkut diam-diam, tidak ada penjelasan ke masyarakat siapa yang buang dan dibuang ke mana. Jangan-jangan cuma dipindahkan ke lokasi pemukiman lain,” ujarnya, Senin (4/8).

BACA JUGA: Limbah Masuk Malam Hari, Polisi Telusuri Pembuangan Limbah Berbahaya di Dekat Pemukiman di Batuaji

Warga lainnya juga menyayangkan minimnya tanggung jawab dari aparat pemerintah setempat. “Kita coba tanya ke pihak kecamatan, tapi seperti dibiarkan. Katanya sudah diangkut, sudah selesai, padahal kami di sini masih mencium bau, dan sisa limbah masih ada,” kata Agus menambahkan.

Camat Batuaji, Faizal, saat dikonfirmasi mengenai kekhawatiran warga, belum memberikan tanggapan. Sementara itu, Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasitrantib) Kecamatan Batuaji, Yulisbar, membenarkan bahwa limbah tersebut sudah diangkut kembali oleh pihak yang membuang. Namun ia tidak merinci siapa pelaku dan ke mana limbah itu dibawa.

“Kita sudah minta yang membuang itu untuk angkut kembali. Sudah ditangani. Jadi menurut kami persoalan itu sudah selesai,” ujar Yulisbar singkat.

Namun penilaian berbeda datang dari warga. Mereka justru menilai persoalan belum selesai karena tidak ada kejelasan hukum, sanksi, atau penanganan lanjutan terhadap dampak limbah. Apalagi informasi yang beredar di tengah masyarakat menyebut bahwa pembuangan limbah ini diatur oleh salah satu oknum anggota dewan. Dugaan ini membuat warga menduga ada upaya pembiaran oleh sejumlah pihak.

“Kami dengar yang buang ini di-backup salah satu anggota dewan. Makanya banyak yang tutup mata. Kalau seperti ini terus, masyarakat bisa jadi korban,” ujar seorang warga lainnya yang enggan disebutkan namanya.

Warga Batuaji pun berharap pemerintah kota, aparat penegak hukum, dan instansi lingkungan hidup tidak tinggal diam. Mereka meminta penelusuran tuntas terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam pembuangan limbah berbahaya ini, serta menjamin tidak akan terjadi lagi di lokasi lain.

Kasus ini menambah daftar persoalan lingkungan yang belum ditangani serius di tengah kawasan permukiman padat penduduk. Warga meminta agar kejelasan, transparansi, dan penegakan hukum ditegakkan demi menjaga keselamatan dan kesehatan bersama. (*)

Reporter: Eusebius

Artikel Yulisbar Sebut Kasus Limbah Berbahaya di Dekat Perumahan Kodim Sudah Selesai, Warga Berharap Ada Kejelasan Hukum pertama kali tampil pada Metropolis.

Tim Drumband MAN Tanjungpinang Kampiun Gebyar PDBI Bintan 2025

0
MAN Tanjungpinang
Tim Drumband MAN Tanjungpinang merayakan kemenangan setelah meraih juara I Gebyar PDBI Bintan di Gedung Community Center Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Minggu (3/8). F. MAN Tanjungpinang untuk Batam Pos.

batampos – Tim MAN Tanjungpinang berhasil meraih kampiun alias juara 1 dalam ajang Gebyar PDBI Kabupaten Bintan 2025, yang digelar oleh Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kabupaten Bintan. Kompetisi ini berlangsung di Gedung Community Center Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Minggu (3/8).

Ajang bergengsi ini diikuti oleh peserta dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari TK hingga SMA se-Kabupaten Bintan. Penampilan tim drumband MAN Tanjungpinang sukses mencuri perhatian juri dan penonton berkat kekompakan serta teknik permainan yang solid.

Pembina drumband MAN Tanjungpinang, Titi, mengatakan bahwa persiapan dilakukan secara intensif dengan pendampingan dari para pembina dan alumni yang berpengalaman.

“Keikutsertaan tim drumband menjadi momen penting untuk menunjukkan kemampuan dan kekompakan tim. Latihan dilakukan selama seminggu terakhir dengan fokus pada teknik, formasi baris-berbaris, dan semangat tim,” ujarnya.

Menurut Titi, latihan dilakukan dengan penuh semangat dan komitmen agar mampu memberikan penampilan terbaik. Hasilnya pun membanggakan, membawa pulang gelar juara dan pengalaman yang tak terlupakan bagi para siswa.

Kepala MAN Tanjungpinang, Ulfah Ismiati, turut memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada tim.

“Alhamdulillah berbuah hasil yang baik. Percayalah pada proses dan hasilnya, Allah SWT pasti memberikan yang terbaik,” ucap Ulfah.

Ia berharap prestasi ini bisa menjadi pemicu semangat bagi siswa-siswi lainnya untuk terus berprestasi, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga seni dan olahraga. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Tim Drumband MAN Tanjungpinang Kampiun Gebyar PDBI Bintan 2025 pertama kali tampil pada Kepri.

BP Batam dan PT TDK Tanam 200 Pohon Bambu

0

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama PT TDK Electronics Indonesia menggelar kegiatan penanaman 200 pohon bambu di area Spillway Bendungan Sei Harapan, Sabtu (2/8/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tree for Life, yang menjadi bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT TDK Electronics Indonesia.

Anggota Bidang Kebijakan dan Dukungan Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, yang hadir mewakili Kepala BP Batam Amsakar Achmad, mengatakan bahwa kegiatan penanaman pohon ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan.

“Kami di jajaran BP Batam menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada PT TDK Electronics Indonesia atas kerja sama dan komitmen yang berkelanjutan dalam pelestarian lingkungan,” ujarnya usai kegiatan penanaman.

Ariastuty menambahkan bahwa BP Batam dan PT TDK Electronics Indonesia telah beberapa kali menjalin kolaborasi dalam upaya pelestarian lingkungan.

“Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilakukan di Bendungan Duriangkang, penanaman mangrove di Tembesi, bantuan bibit buah, dan sebagainya,” tuturnya.

Ia berharap, kegiatan penghijauan yang dilakukan hari ini dapat membawa dampak positif bagi Kota Batam di masa mendatang.

Hal senada disampaikan oleh Head of Department HRD PT TDK Electronics Indonesia, Herly Diana. Ia mengucapkan terima kasih kepada BP Batam atas dukungan dan kesempatan kolaborasi dalam menjalankan program CSR perusahaan.

“Terima kasih kami sampaikan kepada BP Batam yang telah memberikan fasilitas dan kesempatan, sehingga kami bisa berkontribusi secara utuh bagi Kota Batam,” kata Herly.

Sebagaimana diketahui, pohon bambu memiliki peran yang sangat penting bagi keberlangsungan Bendungan Sei Harapan.

Bambu mampu menyerap hingga 90 persen air hujan—jauh lebih tinggi dibandingkan tanaman lainnya yang rata-rata hanya mampu menyerap sekitar 35–40 persen.

Sistem akar bambu yang kuat dan efisien juga membantu menjaga kelembapan tanah serta meningkatkan volume air tanah, yang bermanfaat bagi ekosistem sekitar dan mengurangi risiko kekeringan.

Selain itu, akar bambu yang rapat dan kuat efektif dalam mengikat tanah, mencegah erosi dan longsor, terutama di wilayah dengan kemiringan yang curam. Ini sangat penting untuk menjaga kestabilan tanah, mengurangi dampak aliran air hujan, dan mempertahankan kualitas lingkungan. (*)

Artikel BP Batam dan PT TDK Tanam 200 Pohon Bambu pertama kali tampil pada Metropolis.

Warga Geger, Biawak Satu Meter Satroni Kandang Kucing di Tarempa Selatan

0
Biawak liar
Penampakan biawak satu meter yang menyatroni kandang kucing milik warga Tarempa Selatan, Anambas. F. Yolana untuk Batam Pos.

batampos – Warga Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan, Kepulauan Anambas, dibuat geger dengan kemunculan seekor biawak berukuran sekitar satu meter yang menyatroni kandang kucing milik seorang warga bernama Yolana, Senin (4/8) sekira pukul 11.20 WIB.

Yolana mengatakan, biawak itu tiba-tiba muncul di area belakang rumahnya. Reptil besar tersebut perlahan berjalan menuju kandang kucing yang terletak tak jauh dari dapur.

“Awalnya saya dengar suara berisik, ternyata ada biawak besar mendekati kandang. Untung kandangnya terkunci,” ujarnya.

Beruntung, kandang dalam kondisi terkunci sehingga kucing peliharaan miliknya selamat dan tidak menjadi sasaran. Meski gagal membuka kandang, biawak tersebut sempat mencoba memanjat dinding rumah, namun akhirnya turun dan menghilang ke semak-semak di sekitar rumah.

Kejadian itu ternyata tak hanya terjadi di rumah Yolana. Biawak tersebut juga sempat masuk ke rumah tetangganya. Pemilik rumah yang panik segera mengusir hewan liar itu sebelum menimbulkan bahaya.

Menanggapi kejadian ini, Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Kepulauan Anambas, Matari Hasibuan, mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap keberadaan hewan liar di lingkungan sekitar.

“Kalau ada hewan seperti biawak, ular, atau binatang liar lainnya masuk ke rumah, sebaiknya segera hubungi petugas Damkar. Kami siap bantu evakuasi dan pengamanan,” kata Matari.

Warga juga diminta menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membiarkan pekarangan menjadi tempat persembunyian hewan liar yang bisa membahayakan keselamatan. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Warga Geger, Biawak Satu Meter Satroni Kandang Kucing di Tarempa Selatan pertama kali tampil pada Kepri.

BMKG Prediksi Musim Kemarau di Lingga Bertahan hingga September 2025

0
Ilustrasi kemarau
Ilustrasi musim kemarau. F. Istimewa

batampos – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Lingga memprediksi musim kemarau di wilayah tersebut akan berlangsung hingga September 2025 mendatang. Namun, hujan tetap berpeluang terjadi akibat gangguan atmosfer regional dan lokal.

Kepala BMKG Lingga, Adi Setiono, mengatakan bahwa berdasarkan data terkini, musim kemarau diperkirakan akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. Meski begitu, bukan berarti tidak ada potensi hujan.

“Walaupun kondisi kemarau, bukan tidak mungkin terjadi hujan. Hujan di musim kemarau bisa disebabkan oleh gangguan regional seperti gelombang atmosfer maupun gangguan lokal,” jelas Adi saat dikonfirmasi, Senin (4/8).

Ia menjelaskan, gangguan regional umumnya dipicu oleh gelombang atmosfer yang memengaruhi pembentukan awan. Sementara gangguan lokal bisa terjadi karena penguapan tinggi, terutama jika suhu muka laut meningkat.

“Di Lingga, misalnya, suhu muka laut tinggi bisa menyebabkan penguapan meningkat, sehingga memicu hujan dini hari menjelang pagi,” tambahnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat beraktivitas sehari-hari, terutama yang berpotensi menimbulkan kebakaran seperti membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan.

“Sekarang sedang kemarau dan kita juga masuk angin Selatan dengan hembusan angin yang kuat. Jadi kami minta warga lebih waspada terhadap potensi kebakaran,” ucap Adi.

BMKG juga mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, seperti hujan disertai angin kencang dan petir. Masyarakat diminta menghindari berteduh di bawah pohon tua atau lapuk saat hujan angin terjadi. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel BMKG Prediksi Musim Kemarau di Lingga Bertahan hingga September 2025 pertama kali tampil pada Kepri.

Kepala BP Batam Dukung Penuh Event Olahraga, Dorong Generasi Muda Berprestasi

0

batampos – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengapresiasi gelaran Batam Hi-School Futsal Championship 2025 yang berlangsung di Sport Hall Temenggung Abdul Jamal.

Apresiasi tersebut disampaikannya saat menghadiri partai final turnamen bergengsi tersebut pada Minggu (3/8/2025) sore.

Amsakar menyatakan komitmen BP Batam untuk mendukung penuh dunia olahraga sebagai bagian dari upaya mendorong generasi muda Batam agar terus berprestasi. Ia menilai, event tahunan ini menjadi sarana yang positif dalam menyalurkan energi generasi muda.

“Kami mendukung sepenuhnya penyelenggaraan event ini. Melalui olahraga, generasi muda diberi ruang untuk melakukan hal-hal positif dan berkesempatan menjadi atlet yang bisa mengharumkan nama Batam di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Amsakar yang disambut riuh para pendukung dari finalis.

Ia berharap turnamen ini dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan, bahkan dengan cakupan peserta yang lebih luas, meliputi sekolah menengah dan perguruan tinggi.

Sementara itu, Kepala Biro Umum BP Batam, M. Taofan, yang turut hadir dan menyerahkan hadiah kepada para pemenang, menyampaikan ucapan selamat atas capaian tim-tim peserta.

“Selamat kepada para pemenang. Tetap jaga kekompakan antarpemain, dan semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi di masa mendatang. Melalui kompetisi, kita juga bisa menumbuhkan jiwa sportivitas dan kedisiplinan tinggi,” serunya.

Direktur Universitas Terbuka Batam, Angga Sucitra, juga mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran turnamen yang telah digelar pihaknya untuk keempat kalinya. Ia menyebut, antusiasme peserta dan suporter sangat tinggi.

“Turnamen ini sudah memasuki tahun keempat. Kami ingin lebih dekat dengan para pelajar, sekaligus mendorong prestasi di bidang non-akademik. Tahun ini, turnamen diikuti oleh 32 tim dari seluruh Kepri tanpa dipungut biaya pendaftaran,” pungkasnya.

Turnamen Batam Hi-School Futsal Championship 2025 akhirnya dimenangkan oleh SMKN 1 Batam setelah mengalahkan SMAN 5 Batam dengan skor 2-0. Turnamen ini berlangsung selama tiga hari, sejak Jumat (1/8). (*)

Artikel Kepala BP Batam Dukung Penuh Event Olahraga, Dorong Generasi Muda Berprestasi pertama kali tampil pada Metropolis.

Harga Daging Sapi, Bawang Merah dan Cabai Rawit Naik, Batam Inflasi 0,15 di Juli 2025

0
Bawang merah ternyata tak bisa langsung di impor ke Batam. foto Ilustrasi bawang merah dijual di pasar. Foto: jawapos.com

batampos– Kota Batam mengalami inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,15 persen pada Juli 2025. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya harga sejumlah komoditas pangan, dengan daging sapi tercatat sebagai penyumbang inflasi tertinggi pada bulan tersebut, yakni sebesar 0,04 persen terhadap Indeks Harga Konsumen (IHK).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Eko Aprianto, menyampaikan bahwa lonjakan harga daging sapi menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan IHK dari 108,74 pada Juni 2025 menjadi 108,90 pada Juli 2025.

“Secara umum, perkembangan harga pada Juli menunjukkan adanya tekanan inflasi. Komoditas pangan seperti daging sapi menyumbang 0,04 persen dan menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi bulanan di Batam,” ujarnya, Senin (4/8).

Selain daging sapi, beberapa komoditas lainnya yang turut memberikan andil terhadap inflasi m-to-m, antara lain Bawang merah sebesar 0,03 persen, Cabai rawit sebesar 0,02 persen, Ikan tongkol/ambu-ambu sebesar 0,02 persen, Kangkung sebesar 0,02 persen, Wortel sebesar 0,02 persen, Telur ayam ras sebesar 0,02 persen dan Sigaret kretek mesin (SKM) sebesar 0,01 persen.

Menurut Eko, pola konsumsi masyarakat yang tetap tinggi terhadap komoditas-komoditas tersebut, terutama saat terjadi sedikit gangguan pasokan, menjadi penyebab utama lonjakan harga.

BACA JUGA: Ekonomi Kepri Tumbuh Solid, BI Jaga Inflasi Tetap Terkendali

Meski demikian, inflasi pada Juli tidak terjadi secara merata. Beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga dan memberikan sumbangan deflasi, antara lain, santan segar, cabai merah, sawi hijau, daging ayam ras, dan bawang putih.

Penurunan harga pada komoditas-komoditas tersebut turut menahan laju inflasi agar tidak melonjak lebih tinggi.

Selain inflasi bulanan, BPS juga mencatat laju inflasi year on year (y-on-y) di Batam pada Juli 2025 mencapai 2,30 persen dengan IHK sebesar 108,90. Angka ini menunjukkan adanya kenaikan harga dari IHK sebelumnya sebesar 106,45 pada Juli 2024.

Eko menjelaskan bahwa inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga di hampir seluruh kelompok pengeluaran.

“Tercatat ada sepuluh kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan harga, sedangkan hanya satu kelompok yang mengalami penurunan,” sebut Eko.

Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan harga meliputi, makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,66 persen, pakaian dan alas kaki sebesar 2,46 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,95 persen. Perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,39 persen, kesehatan sebesar 1,00 persen.

Sementara itu transportasi sebesar 0,94 persen, Rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,84 persen, Pendidikan sebesar 0,90 persen, Penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,69 persen dan Perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 11,90 persen.

Sementara itu, satu-satunya kelompok yang mengalami penurunan adalah kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, yang tercatat turun sebesar 0,07 persen. (*)

Reporter: Rengga

Artikel Harga Daging Sapi, Bawang Merah dan Cabai Rawit Naik, Batam Inflasi 0,15 di Juli 2025 pertama kali tampil pada Metropolis.

Pasokan Seret, Harga Cabai Rawit di Pasar Tanjungpinang Tembus Rp60 Ribu

0
Pedagang sayur Tanjungpinang
Pedagang Pasar Bintan Center Tanjungpinang menunjukan komoditas cabai yang harganya mengalami kenaikan, Senin (4/8). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Harga cabai di Kota Tanjungpinang mulai merangkak naik sejak sepekan terakhir. Kenaikan harga ini disinyalir dipicu oleh faktor cuaca dan tingginya biaya distribusi dari daerah penghasil seperti Jawa dan Sumatra.

Pantauan di Pasar Bintan Center pada Senin (4/8) menunjukkan bahwa harga cabai nano melonjak sebesar Rp15 ribu, dari semula Rp60 ribu menjadi Rp75 ribu per kilogram.

“Selain cabai nano yang naik, cabai rawit juga ikut naik. Biasanya Rp50 ribu, sekarang sudah Rp60 ribu per kilo,” ujar Lauren, pedagang cabai di Pasar Bintan Center.

Lauren menyebutkan, lonjakan harga cabai ini sudah terjadi sejak sekitar satu minggu lalu. Ia menambahkan, tidak hanya cabai, harga bawang merah asal Jawa juga ikut naik.

“Saat ini harga bawang Jawa sudah Rp60 ribu, padahal sebelumnya hanya Rp38 ribu per kilogram,” tambahnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kepri, Novianto, mengatakan bahwa penurunan hasil panen akibat cuaca menjadi salah satu pemicu terbatasnya pasokan cabai dan komoditas lainnya ke Tanjungpinang.

“Kita sedang memetakan persoalan ini dari hulu ke hilir, mulai dari produksi, distribusi, sampai ketersediaan barang pokok di pasar,” jelasnya.

Menurutnya, proses identifikasi penting untuk memastikan langkah lanjutan. “Jika memang produksi terganggu, kita akan dorong alternatif pasokan dari daerah lain agar harga kembali stabil,” ujar Novianto. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Pasokan Seret, Harga Cabai Rawit di Pasar Tanjungpinang Tembus Rp60 Ribu pertama kali tampil pada Kepri.

5 Masker Alami yang Ampuh Bikin Rambut Sehat dan Berkilau, Salah Satunya Minyak Kelapa

0
Ilustrasi berinvestasi dengan perawatan rambut. (istock/CNA)

batampos – Masker rambut merupakan salah satu metode perawatan rambut. Hal ini karena masker rambut dipercaya dapat melembutkan rambut, membuat rambut lebih berkilau, meningkatkan kelembaban kulit kepala, mencegah kerontokan, dan melindungi rambut dari kerusakan.

Perlu diketahui bahwa selain membeli produk masker rambut yang banyak beredar di pasaran, kamu juga bisa membuat masker rambut alami dari bahan-bahan yang tersedia di rumah.

Ada berbagai jenis bahan alami yang dapat kamu gunakan untuk membuat masker rambut.

Namun, ada baiknya bila kamu menyesuaikannya dengan kondisi dan jenis rambut yang dimiliki.

Dilansir dari laman alodokter dan halodoc pada Senin (4/8), berikut ini merupakan lima masker rambut alami yang ampuh menjadi sehat dan berkilau.

1. Minyak Kelapa

Penggunaan minyak kelapa dalam perawatan rambut alami, termasuk masker rambut dipercaya dapat memperbaiki kerusakan rambut serta membuat rambut menjadi lebih lembap dan berkilau.

Minyak kelapa memiliki kandungan asam lemak sehat di dalamnya. Selain itu, berkat sifatnya yang antibakteri dan antijamur, minyak kelapa berkhasiat untuk mengobat kulit kelapa kering, berketombe, dan gatal.

Untuk mendapatkan hasil maksimal, kamu dapat menggunakan minyak kelapa mentah.

2. Minyak Zaitun

Selain minyak kelapa, minyak zaitun juga dipercaya dapat memelihara kesehatan kesehatan kulit dan rambut.

Penggunaan minyak zaitun sebagai masker rambut alam ini bisa membuat rambut menjadi lebih lembut, berkilau, dan tidak rontok.

Minyak zaitun biasanya lebih cocok untuk memperbaiki rambut yang kering, kusam, bercabang, dan berketombe. Namun, agar lebih aman hindari pemakaian minyak zaitun saat kulit kepala sedang terkena infeksi jamur.

3. Lidah Buaya

Lidah buaya bisa mengurangi peradangan dan iritasi kulit kepala, termasuk ketombe. Bahan ini juga mampu melembabkan dan memperkuat rambut kering.

Tak hanya rambut kering, lidah buaya juga dapat digunakan oleh pemilik rambut berminyak dan dinilai aman untuk semua jenis rambut.

4. Pisang, Madu, dan Yoghurt

Yoghurt dipercaya membantu menghidrasi rambut. Di dalamnya mengandung asam laktat yang merupakan exfoliant alami.

Kandungan itu membantu menghilangkan kelebihan minyak, sel-sel mati, dan kotoran dari rambut serta kulit kepala.

Selain itu, pisang bisa menambah kelembaban dan hidrasi pada rambut kering. Oleh karena itu, kamu dapat mencampurkan pisang, madu, dan yoghurt dan oleskan ke kulit kepala dan rambut. Diamkan selama 30 menit dan bilas.

5. Telur dan Mayones

Asam lemak dari telur dan mayones dipercaya dapat membantu mengunci kelembaban rambut dan kutikula.

Masker rambut dari kedua bahan ini efektif membuat rambut kamu menjadi lebih lambut dan tampak berkilau.

Nah itu dia informasi mengenai lima masker rambut dengan menggunakan bahan alami agar rambut menjadi lembut dan berkilau. (*)

Artikel 5 Masker Alami yang Ampuh Bikin Rambut Sehat dan Berkilau, Salah Satunya Minyak Kelapa pertama kali tampil pada Lifestyle.