Selasa, 7 April 2026
Beranda blog Halaman 118

Cari Baju Lebaran di Batam? Ini 5 Toko dengan Koleksi Gamis hingga Koko

0
Sumber gambar: instagram.com/benangjarum_id/

batampos – Menjelang Idul Fitri, banyak masyarakat mulai berburu busana baru untuk merayakan hari kemenangan. Di Batam, terdapat sejumlah toko yang menyediakan berbagai pilihan baju Lebaran, mulai dari gamis, dress, hingga baju koko untuk pria.

Beragam model dan warna busana hadir untuk memenuhi selera masyarakat, baik yang menyukai gaya elegan, minimalis, maupun warna cerah. Berikut lima toko di Batam yang menyediakan koleksi baju Lebaran lengkap.

1. Its.Goodd

Toko ini menyediakan berbagai pilihan baju Lebaran, mulai dari atasan, bawahan, hingga dress khusus perempuan. Selain itu, tersedia pula pilihan pasmina dengan warna yang beragam.

Lokasinya berada di Tembesi Center Blok A-2 No.7 serta Ruko KBC Blok C-1 No.8.

2. Belinggaya

Belinggaya menawarkan koleksi busana Lebaran dengan nuansa warna pastel yang lembut dan elegan. Toko ini cocok bagi pengunjung yang menyukai warna cerah namun tetap terlihat simpel.

Berlokasi di Townhouse, Jalan Bida Asri II No.7 Blok A, Belian, Batam Kota.

3. Zhuko.fsh

Bagi yang ingin membeli baju Lebaran untuk seluruh anggota keluarga, Zhuko.fsh bisa menjadi pilihan. Tersedia berbagai model busana yang cocok untuk pria, wanita, hingga anak-anak.

Toko ini dapat ditemukan di DC Mall dan Panbil Mall.

4. Benang Jarum

Brand fashion ini dikenal dengan koleksi busana Lebaran bermotif bunga yang kalem dan elegan. Desainnya cocok bagi pecinta gaya simpel namun tetap modis. Tersedia juga pilihan baju untuk anak-anak.

Gerainya berada di Grand Batam Mall.

5. USM Store

USM Store menyediakan berbagai pilihan baju Lebaran dengan harga yang relatif terjangkau. Koleksinya cukup beragam sehingga memudahkan pengunjung memilih sesuai kebutuhan.

Toko ini dapat ditemukan di Mall Botania, SP Plaza, Panbil Mall, serta kawasan Ruko Penuin.

Beragam pilihan toko tersebut membuat masyarakat Batam memiliki banyak alternatif tempat berbelanja busana Lebaran sesuai selera dan anggaran.

Sebelum berkunjung, pengunjung disarankan memastikan lokasi serta jam operasional toko agar pengalaman berbelanja lebih nyaman.

Artikel Cari Baju Lebaran di Batam? Ini 5 Toko dengan Koleksi Gamis hingga Koko pertama kali tampil pada Metropolis.

Vonis 5 Tahun untuk Fandi Ramadhan, Kuasa Hukum Pertimbangkan Tidak Banding

0
Fandi Ramadhan saat menjalani sidang dengan agenda putusan di PN Batam beberapa waktu lalu. f Azis Maulana/ Batam Pos

batampos — Majelis hakim Pengadilan Negeri Batam menjatuhkan hukuman lima tahun penjara kepada terdakwa Fandi Ramadhan dalam perkara penyelundupan narkotika seberat 1,9 ton.

Hakim menyatakan Fandi terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan permufakatan jahat tanpa hak dan melawan hukum sebagai perantara dalam transaksi narkotika golongan I, sebagaimana dakwaan primer jaksa penuntut umum.

Putusan tersebut dibacakan dalam sidang yang digelar pekan lalu. Meski demikian, tim kuasa hukum Fandi masih menyatakan pikir-pikir untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

Kuasa hukum Fandi, Bachtiar Batubara, mengatakan pihaknya masih memiliki waktu hingga Kamis (12/3) untuk menentukan sikap apakah akan mengajukan banding atau menerima putusan tersebut.

“Kamis besok batas terakhir kami menentukan sikap. Kami sudah bertemu dengan Fandi dan keluarganya di rumah tahanan untuk menyampaikan pandangan serta kemungkinan langkah hukum berikutnya,” kata Bachtiar, Rabu (11/3).

Menurut Bachtiar, pihaknya sebenarnya meyakini bahwa kliennya tidak terbukti secara langsung dalam perkara tersebut. Namun keputusan untuk mengajukan banding atau tidak tetap mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi perkara secara keseluruhan.

Ia menyinggung bahwa lima terdakwa lain dalam perkara yang sama menerima vonis yang jauh lebih berat, sehingga menjadi salah satu pertimbangan bagi pihak keluarga maupun tim pembela.

“Kalau dilihat dari hukumannya, memang kami meyakini Fandi sebenarnya tidak terbukti. Tetapi ada banyak pertimbangan lain. Lima terdakwa lain kan mendapat hukuman yang berat semua,” ujarnya.

Bachtiar mengisyaratkan kemungkinan besar pihaknya tidak akan mengajukan banding. Namun keputusan final tetap akan ditentukan setelah berdiskusi dengan keluarga terdakwa.

Menurut dia, apabila pihaknya tidak mengajukan banding, hal itu secara hukum berarti menerima putusan pengadilan bahwa kliennya terbukti bersalah.

Meski begitu, Bachtiar menegaskan tim kuasa hukum tetap membuka peluang melakukan langkah hukum lain apabila diperlukan.

“Kami juga mendengar keinginan keluarga Fandi. Mereka memang berharap Fandi bisa dibebaskan. Tetapi kami juga memberi pemahaman agar tidak terlalu memaksakan karena ada risiko bagi posisi hukum Fandi,” katanya.

Ia menambahkan, apabila jaksa penuntut umum mengajukan banding atas putusan tersebut, tim kuasa hukum akan menyiapkan langkah balasan melalui kontra memori banding.

“Kalau jaksa banding tentu kami akan mengikuti prosesnya. Kami akan menyusun kontra memori banding untuk menjawab keberatan terhadap putusan itu,” kata Bachtiar.

Perkara ini merupakan bagian dari kasus besar penyelundupan narkotika hampir dua ton sabu yang menyeret sejumlah awak kapal dalam jaringan peredaran narkoba internasional.

Dalam perkara yang sama, majelis hakim juga menjatuhkan vonis beragam kepada terdakwa lain, mulai dari hukuman belasan tahun penjara hingga pidana seumur hidup.(*)

Artikel Vonis 5 Tahun untuk Fandi Ramadhan, Kuasa Hukum Pertimbangkan Tidak Banding pertama kali tampil pada Metropolis.

ASDP Siagakan 5 Kapal Roro untuk Mudik Lebaran di Pelabuhan Tanjunguban

0
Kapal RoRo sandar di dermaga Pelabuhan ASDP Tanjunguban. Pelabuhan ini menyiagakan lima kapal untuk melayani arus mudik Lebaran 2026. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Pengelola ASDP Indonesia Ferry di Pelabuhan ASDP Tanjunguban menyiagakan lima kapal roll on-roll off (Roro) untuk melayani arus mudik Lebaran 2026 pada lintasan Tanjunguban–Telagapunggur, Batam.

Supervisi Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Ainul Yaqin, mengatakan pihaknya siap menambah jumlah perjalanan kapal apabila terjadi lonjakan penumpang menjelang Lebaran.

“Kita siap menambah trip jika diperlukan dan harus mendapatkan persetujuan BPTD dan Syahbandar,” ujar Ainul, Rabu (11/3).

Adapun lima kapal Roro yang disiagakan untuk melayani penyeberangan tersebut yakni KMP Barau, KMP Tanjungburang, KMP Niaga Ferry II, KMP Mulia Nusantara, dan KMP Tri Sakti Adinda.

Kapal KMP Tri Sakti Adinda milik PT Tala Pusuk Buhit dijadwalkan kembali beroperasi pada H-7 Lebaran atau diperkirakan pada Sabtu (14/3).

Ainul memprediksi puncak arus mudik Lebaran untuk lintasan pendek Tanjunguban–Telagapunggur akan mulai terasa pada H-5 Lebaran.

“Arus mudik Lebaran di Pelabuhan ASDP Tanjunguban diprediksi tidak akan seramai saat arus balik Lebaran 2026,” katanya.

Selain lintasan pendek menuju Batam, ASDP juga melayani penyeberangan jarak jauh dari Tanjunguban menuju sejumlah wilayah di luar Kepri.

Untuk lintasan panjang Tanjunguban–Tambelan–Sintete dilayani oleh KMP Bahtera Nusantara 03. Pada keberangkatan Senin (9/3), jumlah kendaraan masih relatif normal, namun penumpang mengalami peningkatan sekitar 20 persen dibandingkan hari biasa.

Sementara itu, KMP Bahtera Nusantara 01 yang melayani lintasan Tanjunguban–Letung–Matak–Penagih–Sedanau–Sintete diperkirakan mengalami peningkatan jumlah penumpang pada penyeberangan Rabu (11/3) malam.

Ainul mengimbau para pengguna jasa penyeberangan untuk memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat sebelum melakukan perjalanan serta membeli tiket dari saluran resmi.

“Pastikan membeli tiket dari sumber resmi untuk menghindari penipuan,” ujarnya. (*)

Artikel ASDP Siagakan 5 Kapal Roro untuk Mudik Lebaran di Pelabuhan Tanjunguban pertama kali tampil pada Kepri.

Tiket Ferry Mudik dari Batam Hampir Ludes, Operator Siapkan Kapal Cadangan

0
Penumpang di pelabuhan domestik Sekupang. Foto Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Sejumlah warga Batam yang berencana mudik menjelang Idulfitri mulai mengalami kesulitan memperoleh tiket kapal feri ke sejumlah daerah di Kepri dan Riau. Permintaan yang meningkat membuat ketersediaan tiket di beberapa agen penjualan semakin terbatas.

Salah seorang warga Batam, Apri, mengaku sudah mencoba mencari tiket untuk pulang kampung ke Selatpanjang, namun belum berhasil mendapatkannya.

“Saya sudah coba cari tiket, tapi di beberapa agen katanya sudah habis untuk tanggal yang saya mau. Mau pulang kampung jadi agak khawatir kalau tidak dapat tiket,” katanya, Rabu (11/3/2026).

Ia berharap, masih ada tambahan tiket atau jadwal keberangkatan agar masyarakat yang ingin mudik tetap bisa berangkat tepat waktu.

Sementara itu, Humas Ferry Dumai Express Group di Batam, Asmadi, mengatakan tiket untuk beberapa jadwal keberangkatan masih tersedia, meski jumlahnya semakin terbatas.

“Sampai tadi pagi masih ada. Untuk keberangkatan tanggal 17 perkiraannya tinggal beberapa saja,” katanya, saat dikonfirmasi.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama arus mudik, operator kapal menyiapkan tambahan armada sebagai cadangan. Saat ini, lima kapal dipastikan melayani pelayaran dari Batam ke sejumlah tujuan setiap harinya.

“Kami menyiapkan satu kapal sebagai cadangan. Sementara lima kapal sudah dipastikan berlayar. Kapal tambahan ini sebagai persiapan jika terjadi peningkatan penumpang,” ujarnya.

Katanya, keterbatasan tiket yang dirasakan sebagian calon penumpang juga bisa terjadi karena kuota penjualan yang dibatasi di setiap subagen.

Di Pelabuhan Sekupang, misalnya, terdapat beberapa sub-agen yang hanya mendapatkan jatah penjualan sekitar 30 lembar tiket per jadwal.

“Di Sekupang memang ada beberapa subagen, dan mereka biasanya hanya mendapatkan jatah sekitar 30-an tiket. Kemungkinan di agen pusatnya masih tersedia,” katanya.

Ia juga memastikan harga tiket kapal tidak mengalami kenaikan selama periode mudik Lebaran tahun ini. Tarif masih mengikuti harga normal sesuai rute pelayaran.

Adapun rincian harga tiket yang berlaku yakni tujuan Tanjung Balai Karimun sebesar Rp132 ribu, Selatpanjang Rp280 ribu, Bengkalis sekitar Rp400 ribuan, dan Dumai berkisar Rp590 ribu.(*)

Artikel Tiket Ferry Mudik dari Batam Hampir Ludes, Operator Siapkan Kapal Cadangan pertama kali tampil pada Metropolis.

DPD RI Soroti Overkapasitas hingga Dugaan Pungutan di Lapas

0
Diskusi pengawasan implementasi Undang-Undang Pemasyarakatan yang digelar DPD RI di Gedung B Setjen DPD RI, Jakarta, membahas berbagai persoalan di lembaga pemasyarakatan, termasuk overkapasitas dan kualitas layanan bagi warga binaan. F. Istimewa

batampos – Persoalan overkapasitas lembaga pemasyarakatan hingga dugaan pungutan terhadap warga binaan menjadi perhatian dalam diskusi pengawasan implementasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan yang digelar DPD RI di Gedung B Sekretariat Jenderal DPD RI, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Diskusi yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian Daerah dan Anggaran Setjen DPD RI itu menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai lembaga, di antaranya Ombudsman Republik Indonesia serta Center for Detention Studies. Para narasumber memaparkan hasil kajian terkait implementasi undang-undang pemasyarakatan serta kondisi pelayanan di sejumlah lapas di Indonesia.

Kepala Pusat Kajian Daerah dan Anggaran Setjen DPD RI, Sri Sundari, mengatakan sistem pemasyarakatan saat ini tidak lagi hanya berfokus pada penghukuman, melainkan menitikberatkan pada proses pembinaan dan reintegrasi sosial bagi warga binaan.

“Sistem pemasyarakatan tidak lagi hanya berorientasi pada penghukuman, tetapi lebih menekankan pada pelatihan, rehabilitasi, dan reintegrasi sosial warga binaan agar dapat kembali berperan secara produktif di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, perubahan pendekatan tersebut menuntut kesiapan berbagai aspek dalam sistem pemasyarakatan, mulai dari kebijakan hingga implementasi di lapangan. Karena itu, pengawasan yang kuat diperlukan agar tujuan pembinaan benar-benar dapat tercapai.

Ia juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi dalam pelaksanaan sistem pemasyarakatan, di antaranya pelaksanaan program pelatihan bagi warga binaan, rehabilitasi serta pascarehabilitasi kasus narkotika, hingga potensi kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia di dalam lapas.

Selain itu, kualitas pelayanan dasar bagi warga binaan juga menjadi sorotan, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, hingga rasio petugas terhadap jumlah warga binaan.

Sri Sundari menambahkan bahwa persoalan overkapasitas masih menjadi tantangan serius bagi sistem pemasyarakatan di Indonesia.

“Kondisi overkapasitas tidak hanya berdampak pada keterbatasan ruang hunian, tetapi juga mempengaruhi efektivitas program pembinaan serta berpotensi meningkatkan risiko konflik di dalam lembaga pemasyarakatan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Keasistenan Utama II Ombudsman Republik Indonesia, Siti Uswatun Hasanah, menyampaikan bahwa hasil pemantauan lembaganya masih menemukan sejumlah persoalan dalam penyelenggaraan layanan pemasyarakatan.

“Masih terdapat ketimpangan fasilitas antar warga binaan, indikasi pungutan dalam proses pemberian hak warga binaan, kualitas makanan yang kurang layak, hingga penggunaan telepon genggam oleh warga binaan di beberapa lembaga pemasyarakatan,” ungkapnya.

Melalui diskusi ini, DPD RI berharap hasil kajian tersebut dapat mendorong perbaikan tata kelola sistem pemasyarakatan di Indonesia agar lebih transparan, akuntabel, serta menjunjung tinggi prinsip hak asasi manusia. (*/adv)

Artikel DPD RI Soroti Overkapasitas hingga Dugaan Pungutan di Lapas pertama kali tampil pada News.

Dua Pekan Diburu, Kurir Sabu di Anambas Belum Tertangkap Polisi

0
Mapolres Anambas. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Pengejaran terhadap Deni Saputra yang diduga terlibat dalam peredaran narkoba jenis sabu di Kabupaten Kepulauan Anambas masih terus dilakukan polisi. Hingga dua pekan sejak kasus ini mencuat, keberadaan Deni belum berhasil ditemukan.

Kasus ini ditangani oleh Polres Kepulauan Anambas melalui Satuan Reserse Narkoba. Polisi menyebut proses pencarian terhadap Deni Saputra masih berlangsung hingga saat ini.

Kasat Narkoba Polres Kepulauan Anambas, Iptu Kristian, mengatakan pihaknya terus melakukan upaya pelacakan terhadap pria tersebut.

“Masih belum ditemukan, dalam pencarian,” ujar Kristian saat dikonfirmasi, Rabu (11/3).

Nama Deni Saputra muncul setelah polisi lebih dulu mengamankan empat orang terkait kasus narkoba pada 22 Februari 2026 lalu. Keempatnya berinisial Tik, Saf, Rik dan Yan.

Dari hasil pemeriksaan sementara, para tersangka mengaku sabu yang mereka miliki diperoleh dari seseorang bernama Deni Saputra.

Meski demikian, polisi belum menetapkan Deni sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Menurut Kristian, penetapan seseorang menjadi DPO harus didukung bukti yang cukup serta keyakinan penyidik bahwa yang bersangkutan benar-benar terlibat dalam tindak pidana.

“Untuk masuk DPO, harus yakin dan cukup bukti kalau memang dia terlibat,” tegasnya.

Saat ini penyidik masih mendalami keterangan para tersangka yang telah diamankan untuk memastikan peran Deni dalam jaringan tersebut.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar segera melapor jika mengetahui keberadaan Deni Saputra. Namun masyarakat diminta tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

“Kalau ada yang melihat atau mengetahui keberadaannya, laporkan saja ke kami. Jangan main hakim sendiri,” kata Kristian.

Di sisi lain, orang tua Deni, Helin, mengaku tidak mengetahui keberadaan anaknya sejak beberapa waktu terakhir. Ia juga menyatakan siap mendukung proses hukum jika anaknya memang terbukti terlibat dalam peredaran narkoba.

“Kalau anak saya salah, tangkap saja. Saya tidak melindungi kalau dia salah. Apalagi ini disebut sebagai pemasok sabu. Sama saja menghancurkan generasi bangsa,” kata Helin.

Helin mengaku sudah lama menaruh kecurigaan terhadap anaknya karena tidak memiliki pekerjaan tetap, namun terlihat menjalani gaya hidup cukup mewah.

Ia menyebut pernah memberikan modal usaha kepada Deni untuk berjualan ikan, namun usaha tersebut tidak berjalan dan akhirnya gagal.

“Anak saya tidak bekerja, tapi gaya hidupnya mewah. Beli barang juga seperti emas. Itu terbukti saat penggeledahan rumah ditemukan nota pembelian emas,” ujarnya.

Helin berharap anaknya dapat segera ditemukan agar perkara tersebut menjadi jelas.

“Saya hanya ingin semuanya terang. Kalau memang dia bersalah, biarlah diproses sesuai hukum yang berlaku,” tambahnya.

Dalam perkara ini, polisi juga sempat mengamankan istri Deni berinisial Cla. Namun setelah pemeriksaan, yang bersangkutan dilepaskan karena tidak ditemukan bukti keterlibatan.

Selain itu, hasil tes urine yang dilakukan di RSUD Tarempa menunjukkan hasil negatif dari penggunaan narkoba. (*)

Artikel Dua Pekan Diburu, Kurir Sabu di Anambas Belum Tertangkap Polisi pertama kali tampil pada Kepri.

Harga Ayam Masih Tinggi di Sekupang, Cabai dan Bawang Mulai Turun

0
harga daging ayam di Sekupang masih tinggi. F. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional wilayah Kecamatan Sekupang, Batam, masih mengalami fluktuasi. Beberapa komoditas seperti cabai dan bawang mulai mengalami penurunan harga, sementara harga ayam potong masih tergolong tinggi.

Pantauan di Pasar Victoria Sekupang, Rabu (11/3), harga ayam segar saat ini masih berada di kisaran Rp45 ribu per kilogram. Harga tersebut dinilai masih cukup tinggi dibandingkan harga normal sebelumnya. Meski demikian, permintaan masyarakat tetap ada karena ayam menjadi salah satu bahan pangan yang banyak dibutuhkan, terutama selama bulan Ramadan.

Yudi, salah seorang pedagang ayam di Pasar Victoria menyebutkan, harga ayam belum menunjukkan penurunan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Hal ini dipengaruhi oleh harga dari distributor yang masih cukup tinggi.

“Untuk ayam memang masih Rp45 ribu per kilo. Belum ada penurunan dari pemasok,” ujar pedagang tersebut.

Sementara itu, untuk daging sapi beku dijual sekitar Rp130 ribu per kilogram. Harga ini relatif stabil dan masih menjadi pilihan sebagian masyarakat yang ingin membeli daging dengan harga lebih terjangkau dibandingkan daging sapi segar.

Di sisi lain, sejumlah komoditas sayuran justru mengalami penurunan harga. Cabai merah dan cabai hijau yang sebelumnya dijual sekitar Rp12 ribu per seperempat kilogram kini turun menjadi Rp9 ribu per seperempat kilogram.

Penurunan ini disambut baik oleh para pembeli karena cabai merupakan bahan pokok yang hampir selalu digunakan dalam masakan sehari-hari.

Selain cabai, harga bawang putih juga mengalami penurunan. Saat ini bawang putih dijual sekitar Rp26 ribu per kilogram, turun dari harga sebelumnya yang mencapai Rp28 ribu per kilogram.

Bawang merah Jawa juga ikut mengalami penurunan harga dan kini dijual sekitar Rp37 ribu per kilogram. Para pedagang menyebutkan turunnya harga bawang dipengaruhi oleh pasokan yang mulai kembali normal dari daerah penghasil. Untuk komoditas lainnya, harga kentang terpantau masih stabil di kisaran Rp16 ribu per kilogram.

Sejumlah pedagang menyebutkan, stabilnya pasokan dari distributor membuat beberapa harga bahan pokok mulai berangsur turun. Kondisi ini diharapkan terus berlanjut agar harga kebutuhan dapur tetap terjangkau bagi masyarakat.

Sementara itu, kondisi harga yang tidak jauh berbeda juga terlihat di Pasar Sungai Harapan, Kecamatan Sekupang. Beberapa komoditas seperti cabai dan bawang juga mengalami penurunan harga, meski untuk ayam potong masih bertahan di harga yang cukup tinggi.

Para pedagang berharap harga bahan pokok dapat terus stabil, terutama menjelang puncak kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri. Dengan pasokan yang lancar, diharapkan harga di pasaran tidak kembali melonjak sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.(*)

Artikel Harga Ayam Masih Tinggi di Sekupang, Cabai dan Bawang Mulai Turun pertama kali tampil pada Metropolis.

Selama Ramadan, Distribusi Elpiji 3 Kg Ditambah hingga 200 Persen

0
Warga antri saat membeli gas 3 kg di operasai pasar yang digelar Disperidag Kota Batam di fasum Perumahan Pesona Asri Batam Kota beberapa waktu lalu. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam memastikan ketersediaan gas LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri 2026.

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, pemerintah bersama pihak terkait meningkatkan distribusi LPG 3 kilogram hingga 200 persen dari alokasi normal.

Plh Kepala Disperindag Batam, Suhar, mengatakan, penambahan suplai tersebut merupakan hasil koordinasi antara pemerintah daerah, Pertamina, serta para agen distribusi LPG di Batam.

“Berdasarkan hasil rapat koordinasi yang telah kami lakukan, stok gas 3 kilogram di Batam dalam kondisi aman. Penyaluran dari agen ke pangkalan bahkan ditingkatkan hingga 200 persen dari alokasi normal,” katanya, Selasa (10/3).

Ia menjelaskan, langkah peningkatan distribusi telah dilakukan sejak sebelum perayaan Imlek 2026. Kebijakan itu diambil karena jarak waktu antara Imlek dan Idulfitri tahun ini relatif berdekatan, sehingga potensi peningkatan konsumsi LPG diperkirakan terjadi lebih awal.

Dalam kondisi normal, penyaluran LPG 3 kilogram dari agen ke pangkalan di Batam mencapai lebih dari 100 ribu tabung per hari. Selama periode Ramadan, jumlah tersebut ditambah secara signifikan untuk menjaga kestabilan pasokan di berbagai wilayah.

Penambahan distribusi itu direncanakan berlangsung hingga pekan ketiga dan keempat Maret 2026 atau menjelang Hari Raya Idulfitri.

Peningkatan kebutuhan LPG bersubsidi biasanya terjadi seiring bertambahnya aktivitas ekonomi masyarakat selama Ramadan. Banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membuka usaha kuliner musiman, seperti penjualan takjil, makanan berbuka puasa, hingga hidangan sahur.

“Selama Ramadan biasanya banyak UMKM yang berjualan makanan dan minuman, sehingga kebutuhan gas melon meningkat. Karena itu kami menambah distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” katanya.

Meski secara umum pasokan dinyatakan aman, Disperindag Batam masih menerima laporan masyarakat terkait kesulitan memperoleh LPG 3 kilogram di beberapa pangkalan pada waktu tertentu. Salah satu laporan sempat muncul dari wilayah Legenda.

Suhar menjelaskan, kondisi tersebut umumnya bersifat situasional dan dipicu oleh lonjakan permintaan secara mendadak, terutama di kawasan yang sedang menggelar kegiatan seperti pasar Ramadan, bazar kuliner, maupun pasar murah.

“Jika ada pangkalan yang dilaporkan kosong, masyarakat dapat langsung menyampaikan informasi kepada Disperindag atau kepada agen setempat,” ujarnya.

Pihaknya akan menelusuri penyebab kekosongan tersebut serta berkoordinasi dengan Pertamina dan agen distribusi untuk menambah pasokan apabila diperlukan.

Disperindag Batam juga membuka ruang pengaduan bagi masyarakat yang menemukan pangkalan mengalami kekurangan stok dengan menyertakan informasi lokasi secara jelas agar dapat segera ditindaklanjuti.

Selain itu, pemerintah mengimbau masyarakat membeli LPG bersubsidi sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan.

“Stok sudah disiapkan hingga Idulfitri. Kami mengimbau masyarakat membeli LPG di pangkalan resmi dan tidak melakukan pembelian berlebihan agar distribusi tetap merata,” kata Suhar.(*)

Artikel Selama Ramadan, Distribusi Elpiji 3 Kg Ditambah hingga 200 Persen pertama kali tampil pada Metropolis.

Distribusi Air Bersih ke Batuampar dengan Truk Tangki Terus Dimaksimalkan

0
Mobil tangki menyalurkan air bersih ke tandon penampungan air bagi warga Tanjung Sengkuang, Batuampar . F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pendistribusian air bersih bagi masyarakat yang terdampak gangguan pasokan air di Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, terus dilakukan hingga pekan ini. Pemerintah melalui PT ABH mencatat total penyaluran mencapai 149 trip mobil tangki air yang disalurkan ke dua kelurahan terdampak, yakni Kelurahan Tanjung Sengkuang dan Kelurahan Batu Merah, pekan ini.

Distribusi air bersih tersebut menjadi langkah darurat pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang kesulitan mendapatkan pasokan air dari jaringan perpipaan. Penyaluran dilakukan langsung ke sejumlah titik permukiman warga dengan pengawasan aparat kepolisian guna memastikan proses berjalan lancar dan tertib.

Personel Polsek Batu Ampar diterjunkan untuk melakukan pengamanan di sejumlah titik distribusi. Kehadiran aparat kepolisian bertujuan menjaga ketertiban masyarakat sekaligus memastikan bantuan air bersih dari pemerintah dapat diterima warga secara merata dan tepat sasaran.

Kapolsek Batu Ampar, Kompol Amru Abdullah, mengatakan pihaknya akan terus melakukan pengamanan selama proses distribusi berlangsung. Ia menegaskan pengamanan dilakukan agar kegiatan berjalan tertib serta masyarakat dapat memperoleh air bersih tanpa kendala.
“Kehadiran personel kepolisian bertujuan untuk menjaga ketertiban sekaligus memastikan proses penyaluran bantuan air bersih dari pemerintah dapat diterima masyarakat tanpa kendala,” ujar Amru.

Selain aparat kepolisian, kegiatan distribusi juga melibatkan unsur pemerintah kelurahan. Di antaranya Lurah Tanjung Sengkuang M. Alkindi Ambia, Sekretaris Kelurahan Tanjung Sengkuang Azaz Muttaqin, serta para Ketua RT dan RW dari Kelurahan Tanjung Sengkuang dan Batu Merah yang turut membantu mengoordinasikan pembagian air kepada warga.

Berdasarkan data pendistribusian, kebutuhan air bersih di Kelurahan Tanjung Sengkuang pada hari tersebut mencapai 121 trip mobil tangki air dan seluruhnya berhasil dipenuhi. Penyaluran dilakukan ke sejumlah wilayah RW yang mengalami gangguan pasokan air dalam beberapa waktu terakhir.

Distribusi terbesar tercatat di RW 12 dengan 20 trip mobil tangki air. Disusul RW 01 sebanyak 18 trip, RW 17 sebanyak 14 trip, RW 04 sebanyak 14 trip, RW 11 sebanyak 12 trip, serta RW 13 sebanyak 11 trip. Sementara RW lainnya seperti RW 02 dan RW 08 masing-masing menerima 8 trip, RW 03 sebanyak 7 trip, RW 10 sebanyak 5 trip, serta RW 05 sebanyak 4 trip.

Sementara itu di Kelurahan Batu Merah, kebutuhan air bersih mencapai 28 trip mobil tangki air dan seluruhnya telah tersalurkan kepada masyarakat. Distribusi tersebut meliputi RW 03 dan RW 08 masing-masing 6 trip, RW 01 dan RW 06 masing-masing 5 trip, RW 07 sebanyak 4 trip, serta RW 04 sebanyak 2 trip.

Kapolsek Batu Ampar juga mengimbau masyarakat agar tetap tertib selama proses distribusi berlangsung. “Kami mengimbau masyarakat tetap tertib dan saling bekerja sama sehingga bant
uan air bersih dari pemerintah dapat tersalurkan dengan lancar,” kata Amru. Seluruh rangkaian kegiatan pendistribusian pada hari ke-46 tersebut berakhir sekitar pukul 00.30 WIB dalam keadaan aman dan kondusif.

Sebelumnya, Kepala BP Batam Amsakar Achmad menjelaskan persoalan pelayanan air bersih yang saat ini dikeluhkan masyarakat merupakan akumulasi masalah yang tidak tertangani sejak beberapa tahun sebelumnya. “Sebenarnya apa yang terjadi ini adalah akumulasi dari tahun-tahun sebelumnya yang belum diantisipasi. Ada 18 stress area yang masyarakatnya sering mengalami air tidak lancar,” ujar Amsakar.

Menurutnya, distribusi air menggunakan mobil tangki dilakukan sebagai solusi sementara sambil menyiapkan langkah perbaikan permanen pada sistem pelayanan air bersih di Batam.(*)

Artikel Distribusi Air Bersih ke Batuampar dengan Truk Tangki Terus Dimaksimalkan pertama kali tampil pada Metropolis.

Pelaku Tusuk Korban dengan Pisau Sepanjang 28 Centimeter, Pembunuhan di Kebun Belakang Crown Hill Direkonstruksi

0
Pelaku memperagakan adegan pembunuhan saat rekonstruksi, Rabu (11/3/2026). F. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Penyidikan kasus pembunuhan yang menewaskan Donatus Minggu (46) memasuki babak baru. Penyidikan Polresta Barelang gelar rekonstruksi peristiwa penikaman di lahan belakang Perumahan Crown Hill, Batam Kota, pada Rabu (11/3), untuk memperagakan kembali rangkaian kejadian yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Rekonstruksi tersebut menghadirkan langsung tersangka Sozishoki Gea (31) yang memperagakan setiap adegan penikaman. Proses ini dilakukan di lokasi kejadian dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian serta disaksikan oleh penyidik dan sejumlah pihak terkait.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol M. Debby Tri Andrestian, mengatakan rekonstruksi dilakukan guna memastikan kesesuaian antara keterangan tersangka dalam berkas perkara dengan fakta di lapangan.
“Dalam rekonstruksi ini ada delapan adegan yang diperagakan ulang oleh tersangka GS,” ujar Debby kepada wartawan di lokasi kegiatan.

Menurutnya, seluruh adegan menggambarkan secara runtut peristiwa yang terjadi sejak awal percekcokan antara pelaku dan korban hingga korban akhirnya dibawa ke rumah sakit dalam kondisi bersimbah darah.
“Rekonstruksi ini untuk memastikan tidak ada perbedaan antara keterangan dalam berkas perkara dengan fakta yang terjadi di lapangan,” jelas Debby.

Dari delapan adegan yang diperagakan, penyidik menyoroti adegan keempat sebagai momen paling krusial. Pada adegan tersebut, tersangka memperagakan saat menghujamkan senjata tajam ke tubuh korban.
“Adegan empat itu pas tersangka menghujamkan sajam ke korban, pada saat korban sudah tergeletak di bawah,” kata Debby.

Dalam rekonstruksi itu terungkap bahwa pelaku menggunakan pisau dengan panjang sekitar 28 centimeter. Pisau tersebut ditusukkan ke bagian perut kiri korban hingga menyebabkan luka fatal.

Setelah melakukan penikaman, pelaku bahkan sempat mencoba kembali menghunus pisau ke bagian tubuh lain, termasuk ke arah bahu kiri korban. Namun korban sempat menahan serangan itu sehingga terjadi perebutan pisau hingga akhirnya senjata tersebut terlempar.

Debby menjelaskan, peristiwa tragis tersebut bermula dari perselisihan terkait pengelolaan lahan kebun. Korban yang bertugas menjaga lahan terlibat cekcok dengan pelaku yang diketahui sebagai penggarap kebun pada 8 Januari 2026 lalu.
“Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 459 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup,” tegas Debby.

Polisi memastikan proses penyidikan kasus ini terus berjalan hingga berkas perkara dilimpahkan ke tahap selanjutnya.(*)

Artikel Pelaku Tusuk Korban dengan Pisau Sepanjang 28 Centimeter, Pembunuhan di Kebun Belakang Crown Hill Direkonstruksi pertama kali tampil pada Metropolis.