Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 1180

Penyelidikan Kebakaran PT Team Metal Masih Berlanjut, Tiga Saksi Sudah Diperiksa

0
Kebakaran hebat di Tanjungubcang. Istimewa

batampos– Penyelidikan terhadap kebakaran hebat yang melanda gedung operasional PT Team Metal, kawasan Bintang Industri, Tanjunguncang, terus dilakukan. Kamis (31/7), Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Andi Pakpahan mengungkapkan bahwa polisi telah memeriksa tiga orang saksi terkait insiden tersebut.

Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa di dalam gedung yang terbakar sedang berlangsung pekerjaan pengelasan. Diduga kuat, percikan api dari proses pengelasan menyambar bahan-bahan yang mudah terbakar di sekitar lokasi, sehingga memicu kobaran api yang cepat membesar.

“Dugaan sementara api berasal dari pekerjaan pengelasan yang dilakukan di dalam gedung. Tiga orang saksi yang kami periksa juga memberikan keterangan yang sejalan dengan dugaan awal tersebut,” ujar Iptu Andi.

BACA JUGA: Kebakaran Hebat di PT Team Metal, Api Membubung Tinggi di Tanjunguncang

Gedung yang terbakar merupakan salah satu bangunan operasional utama perusahaan. Akibat kebakaran tersebut, sejumlah peralatan dan material produksi mengalami kerusakan cukup parah. Namun demikian, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Saat ini, gedung yang terbakar masih dalam status penyelidikan dan telah dipasangi garis polisi untuk membatasi akses. Polisi masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan guna memastikan penyebab pasti kebakaran.

Meski salah satu gedung terbakar, aktivitas operasional PT Team Metal secara keseluruhan tetap berjalan. Pihak perusahaan disebut telah mengalihkan sebagian kegiatan ke gedung lain yang tidak terdampak kebakaran.

“Kami masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut. Untuk saat ini, belum bisa dipastikan apakah ada unsur kelalaian atau murni kecelakaan kerja,” tambah Iptu Andi.

Pihak kepolisian mengimbau agar perusahaan meningkatkan pengawasan dan prosedur keselamatan kerja, terutama dalam aktivitas yang melibatkan potensi api seperti pengelasan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

 

Artikel Penyelidikan Kebakaran PT Team Metal Masih Berlanjut, Tiga Saksi Sudah Diperiksa pertama kali tampil pada Metropolis.

Bendera dan Umbul-umbul Mulai Ramai Dijual di Batuaji dan Sagulung, Segini Harganya

0
Bendera dan aksesoris merah putih mulai ramai dijajakan di pinggir jalan Batuaji dan Sagulung. F.Eusebius Sara

batampos – Suasana menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia mulai terasa di sejumlah sudut Kota Batam, khususnya di kawasan Batuaji dan Sagulung. Deretan pedagang musiman tampak menghiasi pinggiran jalan dengan dagangan bernuansa merah putih, mulai dari bendera hingga berbagai macam aksesori perayaan.

Setiap tahunnya, pedagang bendera dan aksesori merah putih ini memang bermunculan mendekati bulan Agustus. Tahun ini, mereka kembali hadir dan mengaku mengalami lonjakan pembeli sejak akhir Juli. Bendera-bendera kecil untuk kendaraan menjadi barang paling laris sejauh ini.

Oni, salah satu pedagang yang menjajakan dagangannya di pinggir Jalan Marina City, mengatakan bahwa antusiasme masyarakat mulai meningkat. “Paling banyak dicari saat ini bendera kecil buat motor dan mobil. Kalau yang untuk rumah dan kantor belum terlalu banyak, biasanya nanti mendekati tanggal 17,” katanya.

Baca Juga: ISEI Batam Luncurkan Program UMKM BELAJAR, Dorong Pelaku Usaha Kembangkan Bisnis

Menurut Oni, harga yang ditawarkan cukup bervariasi. Bendera kecil untuk kendaraan dibanderol mulai Rp 5 ribu, sementara paket lengkap bendera dan umbul-umbul untuk kantor atau gedung bisa mencapai Rp 800 ribu, tergantung ukuran dan kualitas bahan.

Hal senada disampaikan oleh Sahrul, pedagang bendera lainnya yang biasa mangkal di Jalan R. Suprapto. Ia menyebutkan bahwa tahun ini dagangannya terbilang lebih cepat diminati dibandingkan tahun lalu. “Baru masuk awal Agustus saja, dagangan saya sudah mulai berkurang. Lumayan laris,” ungkapnya.

Meski semarak di pinggir jalan sudah terasa, namun pemandangan berbeda terlihat di kawasan pemukiman. Mayoritas warga belum mulai menghias rumah mereka dengan atribut kemerdekaan. Hiasan merah putih masih jarang terlihat terpasang di gang-gang atau depan rumah.

Kendati begitu, sejumlah perangkat RT dan RW sudah mulai mengimbau warganya untuk turut serta menyemarakkan perayaan HUT RI. Pemasangan bendera diharapkan sudah dimulai sejak awal Agustus demi menjaga semangat nasionalisme dan rasa hormat terhadap perjuangan bangsa.

Baca Juga: Orderan Fiktif Gojek Menyerbu Kantor Batam Pos

Pemerintah daerah pun turut mengeluarkan surat edaran agar seluruh rumah, perkantoran, dan pertokoan memasang bendera merah putih serta atribut kemerdekaan lainnya. Edaran tersebut biasanya berlaku selama sebulan penuh, dari 1 hingga 31 Agustus.

Perayaan HUT RI tahun ini menjadi momen yang spesial karena menandai 80 tahun Indonesia merdeka. Semangat nasionalisme dan kebersamaan diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat, tidak hanya melalui seremoni, tetapi juga partisipasi nyata dalam memeriahkan hari besar bangsa ini.

Dengan antusiasme yang mulai terlihat, diharapkan suasana perayaan kemerdekaan tahun ini dapat berlangsung lebih meriah dan menggugah semangat persatuan seluruh elemen masyarakat di Batam. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

 

 

 

 

Artikel Bendera dan Umbul-umbul Mulai Ramai Dijual di Batuaji dan Sagulung, Segini Harganya pertama kali tampil pada Metropolis.

Puluhan Desa di Anambas Masih Tanpa Bidan, Dinkes: Pelayanan Tetap Jalan

0
Bidan anambas
Petugas kesehatan saat mengevakuasi ibu hamil dari pulau menuju RSUD Tarempa. Di Anambas 23 desa belum memiliki bidan. F. Tiktok/dr.albar_sp.og

batampos – Sebanyak 23 dari 52 desa di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, masih belum memiliki bidan. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak, terutama bagi ibu hamil yang membutuhkan pemeriksaan rutin dan pendampingan selama kehamilan hingga persalinan.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Anambas, Muswandar, menyebut meski belum semua desa memiliki bidan, pelayanan dasar kesehatan tetap dijalankan oleh tenaga medis lain.

“Memang masih ada desa yang belum memiliki bidan, tapi tetap ada tenaga kesehatan lainnya, yakni perawat. Kami juga terus berupaya meningkatkan kualitas bidan yang ada,” ujarnya, Kamis (31/7).

Dinkes Anambas, lanjut Muswandar, secara rutin mengadakan pertemuan bulanan antara puskesmas dan bidan untuk pembinaan dan pelatihan, terutama yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat.

“Tiap bulan ada pembinaan dengan puskesmas. Tapi pelatihannya lebih ditekankan ke bidang kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Bidan di daerah juga memiliki peran krusial, tidak hanya menangani kehamilan dan persalinan, tetapi juga memberikan imunisasi, edukasi kesehatan reproduksi, hingga menangani kasus medis ringan dan pencatatan data kesehatan di wilayah tugasnya.

Meski masih ada kekurangan, selama dua tahun terakhir tidak ditemukan kasus kematian ibu di wilayah Anambas. Hal ini dinilai sebagai indikator bahwa layanan kesehatan dasar masih berjalan meski dengan keterbatasan. Namun, tantangan geografis masih menjadi kendala utama.

“Jarak puskesmas ke desa-desa cukup jauh, dan harus ditempuh dengan perahu motor atau pompong. Tapi tenaga kesehatan kami tetap berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” tegas Muswandar.

Ke depan, Dinas Kesehatan Anambas akan terus mendorong penambahan bidan di desa-desa yang masih kosong demi memastikan layanan kesehatan ibu dan anak merata di seluruh wilayah kepulauan tersebut. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Puluhan Desa di Anambas Masih Tanpa Bidan, Dinkes: Pelayanan Tetap Jalan pertama kali tampil pada Kepri.

Apindo Batam Kritik Pelonggaran TKDN, Industri Lokal Bisa Tergilas Produk Impor

0
Ketua Apindo Kota Batam, Rafki Rasyid.

batampos– Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah menyusun aturan baru terkait reformasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Kebijakan ini menjadi tindak lanjut dari kesepakatan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) dalam skema Agreement on Reciprocal Trade (ART).

Dalam ART, salah satu poin penting yang disepakati adalah pelonggaran ketentuan TKDN terhadap sejumlah produk asal AS. Produk seperti alat kesehatan, perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), serta data center, akan dibebaskan dari kewajiban memenuhi kandungan lokal untuk bisa masuk ke pasar Indonesia.

Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid, mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam melakukan reformasi aturan TKDN. Menurutnya, selama ini ketentuan tersebut terbukti membawa manfaat besar bagi industri dalam negeri.

BACA JUGA: Sikapi Lonjakan Kepesertaan Tak Aktif BPJS Ketenagakerjaan, Apindo Klaim Kondisi Tenaga Kerja Masih Normal

“Dengan adanya TKDN, Indonesia tidak hanya menjadi pasar pembuangan produk dari negara-negara besar. Mereka justru terdorong untuk memenuhi aturan ini, bahkan banyak yang akhirnya membangun pabrik di Indonesia,” kata dia, Kamis (31/7).

Dia menjelaskan, kebijakan TKDN secara langsung membuka peluang kerja luas karena mendorong produksi dalam negeri. Namun, jika aturan tersebut dilonggarkan, pasar Indonesia berpotensi dibanjiri produk asing tanpa kendala berarti.

“Kalau ini dibiarkan, penduduk Indonesia akan makin konsumtif, sedangkan lapangan pekerjaan bisa menyusut. PHK bisa meningkat karena pabrik-pabrik dalam negeri kesulitan bersaing,” katanya.

Ia pun meminta agar pemerintah tidak begitu saja tunduk terhadap tekanan asing yang berujung pada pelonggaran aturan strategis. Kata Rafki, kepentingan nasional semestinya tetap menjadi prioritas dalam setiap perundingan dagang.

“Kalau pasar kita dibuka selebar-lebarnya tanpa filter, industri dalam negeri akan semakin tertindas. Produk lokal yang sebelumnya dilindungi akan kalah bersaing,” ujar dia.

Dirinya menyarankan pemerintah menyiapkan strategi tawar-menawar yang lebih kuat saat menghadapi mitra dagang besar seperti Amerika Serikat. Posisi tawar harus seimbang, terutama saat menyepakati tarif resiprokal.

“Jangan semua permintaan mereka dituruti, sementara kita tidak dapat keuntungan sepadan. Reformasi TKDN jangan sampai jadi blunder bagi industri nasional,” katanya. (*)

Reporter: Arjuna

 

Artikel Apindo Batam Kritik Pelonggaran TKDN, Industri Lokal Bisa Tergilas Produk Impor pertama kali tampil pada Metropolis.

10 Cara Menghilangkan Bau Ketiak Secara Alami yang Bisa Dicoba di Rumah

0
ILUSTRASI. Ketiak yang tidak dirawat dengan baik, selain dapat menimbulkan bau badan juga dapat terlihat kusam hingga menghitam serta bertekstur kasar. (Reader’s Digest)

batampos – Siapa pun pasti pernah merasa tidak percaya diri karena bau ketiak. Baik pria maupun wanita, masalah ini bisa mengganggu kenyamanan saat beraktivitas, apalagi kalau sedang berada di tengah keramaian. Bau yang muncul dari ketiak seringkali membuat orang di sekitar merasa risih, dan kita sendiri jadi minder.

Menurut penjelasan di laman resmi Puskesmas Kuta Selatan (puskesmaskutaselatan.badungkab.go.id), bau badan umumnya muncul saat keringat bercampur dengan bakteri di permukaan kulit. Perlu diketahui, keringat itu sendiri sebenarnya tidak memiliki bau. Tapi begitu bertemu bakteri, maka muncullah aroma tak sedap itu.

Ada dua kelenjar di tubuh yang menghasilkan keringat, yakni kelenjar ekrin yang tersebar di seluruh tubuh, dan kelenjar apokrin yang lebih banyak terdapat di area ketiak. Nah, kelenjar apokrin inilah yang biasanya menjadi sumber masalah ketika kita bicara soal bau ketiak.

Ternyata, banyak faktor yang memengaruhi bau badan bisa berbeda-beda pada setiap orang. Dari jenis makanan yang dikonsumsi, obat-obatan tertentu, hingga kondisi hormon dalam tubuh. Seperti dijelaskan dalam artikel di Alodokter, saat tubuh mengalami peningkatan hormon androgen, yang biasanya terjadi pada masa pubertas, bau badan cenderung lebih kuat. Itulah sebabnya para remaja sering mengalami masalah ini.

Tak hanya itu, kondisi kesehatan seperti diabetes, asam urat, masalah pada tiroid, bahkan gangguan ginjal juga bisa menyebabkan bau badan jadi lebih tajam. Maka dari itu, jika bau tak sedap terus muncul walau sudah menjaga kebersihan, ada baiknya memeriksakan diri ke dokter.

Banyak orang mengandalkan deodoran sebagai solusi cepat untuk mengatasi bau ketiak. Selain deodoran, ada juga cara menghilangkan bau ketiak secara alami yang lebih aman dan bisa dilakukan dengan mudah di rumah.

Berikut beberapa cara menghilangkan bau ketiak secara alami yang bisa dicoba.

1. Minyak Kelapa

Minyak kelapa mengandung asam laurat yang efektif membunuh bakteri di kulit. Cara pakainya gampang: oleskan minyak kelapa ke bagian tubuh yang sering berkeringat seperti ketiak. Lalu, bilas dengan air yang dicampur bubuk asam sitrat (satu sendok teh asam sitrat + satu cangkir air). Keringkan dengan handuk dan oles lagi minyak kelapa. Lakukan ini setiap hari agar bau badan hilang.

2. Minyak Pohon Teh

Minyak pohon teh punya sifat antibakteri dan antijamur yang bisa mencegah bau tidak sedap. Caranya, campur dua sendok teh minyak pohon teh dengan dua sendok makan air. Oleskan campuran ini ke ketiak dan area lain yang basah karena keringat. Gunakan rutin tiap hari agar hasil maksimal.

3. Minyak Lavender

Minyak esensial lavender bisa menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau badan. Kalau dicampur dengan tepung jagung (maizena) dan soda kue, bisa jadi deodoran alami yang praktis. Campur 10 tetes minyak lavender dengan tiga sendok teh maizena dan dua sendok teh soda kue. Simpan campuran ini di tempat tertutup dan pakai sesuai kebutuhan.

4. Minyak Peppermint

Minyak peppermint juga punya sifat antibakteri. Anda bisa langsung oles beberapa tetes di ketiak atau buat deodoran sendiri dengan mencampurkan 10 tetes minyak peppermint, empat sendok makan tepung jagung, empat sendok makan soda kue, dan empat sendok makan minyak kelapa. Simpan di botol tertutup dan gunakan tiap hari untuk kulit kering dan bebas bau.

5. Cuka Sari Apel

Cuka sari apel bisa membunuh dan mencegah bakteri berkembang sehingga bau badan berkurang. Anda bisa oleskan langsung ke ketiak dengan kapas, atau campur setengah cangkir cuka sari apel dengan satu cangkir air untuk jadi semprotan deodoran alami yang bisa dipakai rutin.

6. Garam Epsom

Garam epsom punya kandungan antioksidan yang membantu tubuh rileks dan menurunkan produksi keringat. Caranya mudah: isi bak mandi dengan air hangat dan tambahkan 2–3 cangkir garam epsom. Berendam santai selama 20 menit, lakukan tiga kali seminggu, dan rasakan tubuh jadi lebih segar serta bau badan berkurang.

7. Teh Hijau

Teh hijau mengandung antioksidan dan asam tanat yang membantu melawan bau badan. Anda bisa minum teh hijau setiap hari untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Selain itu, oleskan ampas teh hijau yang sudah dingin ke area tubuh yang berbau untuk mengontrol bakteri. Tapi jangan gunakan tiap hari agar kulit tidak jadi kering.

8. Air Lemon

Sifat asam air lemon bisa menurunkan pH kulit sehingga bakteri sulit hidup. Cara praktisnya, gosok langsung setengah lemon ke ketiak, biarkan sampai kering, lalu bilas dengan air hangat. Jika kulit Anda sensitif, boleh encerkan air lemon dengan sedikit air dulu. Lakukan ini setiap hari untuk hasil optimal.

9. Tomat

Asam dalam tomat mampu membunuh bakteri, sedangkan sifat astringennya mengecilkan pori-pori dan mengurangi keringat. Isi bak mandi dengan air hangat lalu tambahkan jus tomat sekitar 450 ml. Berendamlah selama 20–30 menit, lakukan 3–4 kali seminggu agar bau badan berkurang.

10. Air Mawar

Air mawar bersifat astringen yang mengurangi ukuran pori-pori dan produksi keringat. Campur tiga sendok makan air mawar dengan satu sendok makan cuka sari apel. Simpan dalam botol semprot, lalu gunakan kapan saja untuk menyegarkan ketiak dan bagian tubuh lain. (*)

Artikel 10 Cara Menghilangkan Bau Ketiak Secara Alami yang Bisa Dicoba di Rumah pertama kali tampil pada Lifestyle.

Tamrin: Ada Penghianat, Warga Tak Ingin Berdamai, Sidang Kasus Perusakan Rumah di Baloi Kolam

0
Saat tiba di PN Batam, warga Baloi Kolam menyambut kedua terdakwa. f.azis

batampos-Dua terdakwa kasus perusakan rumah di kawasan Baloi Kolam, Batam, memilih tidak mengajukan eksepsi dalam sidang perdana pembacaan dakwaan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (31/7). Keputusan ini diambil agar proses hukum berjalan efisien dan para terdakwa tidak berlama-lama dalam tahanan.

Kedua terdakwa, yakni Galbert Welen Tampubolon dan Supanda Sihombingdidakwa melakukan kekerasan secara bersama-sama terhadap barang sebagaimana diatur dalam Pasal 170 ayat (1) KUHP. Dakwaan dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Listakeri Syafriliana.

“Kami memang tidak sependapat dengan dakwaan JPU, namun itu akan kami uraikan dalam nota pembelaan atau pledoi nanti. Kami ingin proses hukum tidak bertele-tele agar klien kami bisa segera memperoleh keadilan,” ujar kuasa hukum terdakwa, Tamrin Pasaribu, usai persidangan.

Tamrin menambahkan, pihaknya juga tidak menempuh upaya penyelesaian melalui restorative justice (RJ), mengingat korban atau warga setempat telah menolak jalan damai.

“Warga menyebut ada pengkhianatan, sehingga mereka tidak ingin berdamai,” jelas Tamrin.

BACA JUGA: Atasi Konflik Lahan, Ria Saptarika: Win-Win Solution Kunci di Baloi Kolam

Perkara ini bermula dari aksi perusakan rumah warga yang terjadi di Baloi Kolam pada Kamis, 24 April 2025. Berdasarkan penyelidikan kepolisian, aksi perusakan dilakukan secara bertahap oleh sejumlah orang.

Dua pelaku ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Barelang, yaitu GT dan SN. GT langsung ditahan karena berusaha melarikan diri saat akan ditangkap. Sementara SN tidak ditahan karena bersikap kooperatif serta diketahui sebagai tulang punggung keluarga.

Persidangan akan dilanjutkan pekan depan, tepatnya Kamis, 7 Agustus 2025 dengan agenda pemeriksaan saksi dari pihak jaksa penuntut umum. (*)

Reporter: Azis

Artikel Tamrin: Ada Penghianat, Warga Tak Ingin Berdamai, Sidang Kasus Perusakan Rumah di Baloi Kolam pertama kali tampil pada Metropolis.

Gerak Jalan Proklamasi, Tradisi Olahraga yang Mengakar di Tanjungpinang

0
Gerak jalan proklamasi
Penampilan unik peserta Gerak Jalan Proklamasi di Tanjungpinang. F. Yusnadi Nazar/Batam Pos.

batampos – Gerak Jalan Proklamasi bukan sekadar ajang olahraga atau lomba fisik semata. Di Tanjungpinang dan Bintan, kegiatan ini telah menjadi tradisi tahunan yang sarat nilai sejarah, sosial, budaya, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

Gerak jalan mulai dikenal luas di Indonesia sejak tahun 1960-an, ketika pemerintah dan berbagai organisasi mulai menggelar lomba baris-berbaris guna menanamkan disiplin, kekompakan, serta rasa cinta tanah air, khususnya kepada generasi muda.

Dari masa ke masa, gerak jalan berkembang menjadi ajang yang tak hanya menguji ketahanan fisik, tapi juga menonjolkan kreativitas, kekompakan tim, hingga semangat kebhinekaan.

Di Tanjungpinang, gerak jalan menjadi momen yang selalu dinanti setiap Agustus dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia. Setelah sempat vakum akibat pandemi, Gerak Jalan Proklamasi kategori 45 kilometer akhirnya kembali digelar tahun ini.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tanjungpinang, Ruli Friadi, menyebutkan bahwa pendaftaran telah dibuka secara online untuk tiga kategori yaitu 8 kilometer, 17 kilometer, dan 45 kilometer.

“Sudah ada ratusan peserta yang mendaftar. Akan ada juara 1, 2, 3, dan juara harapan untuk masing-masing kategori. Total hadiah mencapai puluhan juta rupiah,” ujar Ruli, Kamis (31/7).

Menurutnya, penyelenggaraan gerak jalan tahun ini diharapkan mampu menggairahkan ekonomi lokal. “Event seperti ini memberikan dampak perputaran ekonomi di Tanjungpinang. Pedagang, UMKM, dan sektor transportasi juga merasakan manfaatnya,” kata Ruli.

Rangkaian gerak jalan akan digelar pada 23 hingga 31 Agustus 2025. Untuk kategori 17 kilometer akan digelar pada 23 Agustus, kategori 8 kilometer pada 24 Agustus, sedangkan rute 45 kilometer akan berlangsung dari malam 30 hingga dini hari 31 Agustus.

“Titik start gerak jalan 8 dan 17 kilometer berada di Terminal Sei Carang, sementara kategori 45 kilometer dimulai dari Senggarang,” pungkasnya.

Reporter: Yusnadi Nazar 

Artikel Gerak Jalan Proklamasi, Tradisi Olahraga yang Mengakar di Tanjungpinang pertama kali tampil pada Kepri.

Harga Sembako Naik, Bawang Merah Jawa Tembus Rp60 Ribu/Kg di Tanjungpinang

0
Penjual bawang Tanjungpinang
Bawang merah Jawa yang saat ini dijual oleh pedagang Pasar Bincen, Tanjungpinang dengan harga Rp60 ribu per kilogram, Kamis (31/7). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Harga kebutuhan pokok makin mencekik. Di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, harga bawang merah, terutama jenis Jawa, melonjak drastis dalam dua pekan terakhir.

Bawang merah Jawa yang biasanya dijual Rp38 ribu per kilogram, kini menembus angka Rp60 ribu per kilogram. Kenaikan ini membuat warga terpaksa mengurangi jumlah pembelian.

“Bawang Jawa sekarang Rp60 ribu, sebelumnya Rp38 ribu. Sudah dua mingguan ini naik. Tapi stok masih ada, hanya saja bukan bawang lokal, ini bawang dari Thailand,” ujar Lauren, pedagang di Pasar Bintan Center Tanjungpinang, Kamis (31/7).

Lauren menyebut harga tinggi dipicu oleh biaya pengiriman yang ikut membengkak, apalagi bawang tersebut diimpor dari luar negeri.

Tak hanya bawang merah Jawa, harga bawang putih juga mengalami kenaikan, dari Rp30 ribu menjadi Rp38 ribu per kilogram. Bawang India pun naik dari Rp15 ribu menjadi Rp24 ribu per kilogram.

“Kondisi ini bikin pembeli berkurang. Biasanya beli satu kilo, sekarang cuma setengah kilo,” lanjut Lauren.

Salmi, seorang pembeli, juga mengeluhkan kondisi ini. Ia mengaku hanya bisa membeli sedikit bawang karena harganya sudah melambung tinggi.

“Saya belinya sikit-sikit aja, khususnya bawang Jawa yang mahal. Ya semoga cepat turun lah,” kata Salmi. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Harga Sembako Naik, Bawang Merah Jawa Tembus Rp60 Ribu/Kg di Tanjungpinang pertama kali tampil pada Kepri.

Krisis Air, Warga Dabo Singkep Terpaksa Tunggu Air Tengah Malam

0
Krisis air Lingga
Warga menunjukkan keran yang tak lagi meneteskan air lantaran kemarau di Lingga. F. Vatawari/Batam Pos.

batampos – Warga di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga tengah menghadapi krisis air bersih selama empat hari terakhir. Kondisi ini membuat masyarakat resah karena pasokan air dari PDAM sangat minim hingga hanya tetesan yang mengalir dari keran rumah.

Beberapa warga bahkan terpaksa berjaga hingga larut malam demi menampung air. Ibrahim, salah satu warga, mengatakan ia harus menyesuaikan jadwal kerjanya demi mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kami tidak tahu kapan air akan mengalir, jadi harus terus memantau. Kadang sampai dini hari saya menunggu untuk bisa menampung air sedikit demi sedikit,” kata Ibrahim, Kamis (31/7).

Hal serupa dirasakan Susanti, warga lainnya. Ia mengeluhkan pekerjaan rumah tangga yang tertunda akibat sulitnya mendapatkan air bersih. “Biasanya pagi saya sudah bisa mencuci dan memasak. Sekarang semua tertunda karena air tidak ada, dan kami juga tidak punya tandon besar untuk menampung saat air mengalir,” ucapnya.

Menanggapi keluhan warga, Kepala PDAM Kabupaten Lingga, Irfan Andarias, meminta maaf atas gangguan layanan yang terjadi. Ia menyebut krisis ini disebabkan oleh musim kemarau yang membuat debit air di waduk menurun drastis.

“Ini bukan kehendak kami, tapi murni karena kondisi alam. Kami sudah siapkan tiga unit mobil tangki untuk distribusi air bersih ke masyarakat tanpa dipungut biaya,” jelas Irfan.

Ia juga mengingatkan agar warga melapor jika ada oknum petugas yang meminta bayaran. “Kami tegaskan distribusi air ini gratis. Jika ada yang pungli, segera laporkan ke kantor PDAM,” tegasnya.

Distribusi air melalui mobil tangki dilakukan berdasarkan antrean dan prioritas. PDAM akan mengutamakan kebutuhan mendesak seperti rumah sakit, lapas, kantor pemerintahan, dan acara pernikahan atau kematian.

Irfan memperkirakan krisis air ini bisa berlangsung hingga lebih dari satu bulan, tergantung kondisi cuaca. Namun, pihaknya berkomitmen untuk tetap mengupayakan solusi agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel Krisis Air, Warga Dabo Singkep Terpaksa Tunggu Air Tengah Malam pertama kali tampil pada Kepri.

Area Vitalnya Digigit Anjing, Eks Winger Barcelona Carles Perez Dilarikan Ke RS

0
Carles Perez sedang duduk di pinggir kolam renang bersama anjing pitbull coklat. (Istimewa)

batampos – Mantan pemain depan FC Barcelona yang kini membela klub Yunani Aris Thessaloniki, Carles Perez mengalami nasib apes. Perez harus dibawa ke rumah sakit usai area alat vitalnya digigit oleh anjingnya sendiri pada Rabu (30/7).

Sebagaimana diberitakan Marca, insiden itu terjadi ketika Perez mengajak anjingnya berjalan-jalan sore. Entah dipicu hal apa, tiba-tiba sang anjing menjadi agresif dan menyerang tuannya sendiri.

Akibat serangan anjing tersebut maka area pangkal paha Perez terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit di Granollers, Spanyol. Winger berusia 27 tahun itu mengalami pendarahan dan untuk menghentikan darah yang mengucur maka Perez harus mendapatkan enam jahitan di daerah pangkal pahanya.

Marca tidak menulis jenis anjing yang menggigitnya. Namun dalam unggahan Instagram Perez pada 15 September 2020, dirinya pernah berfoto bersama anjing pitbull coklat di pinggir kolam renang.

“Il mio piccolo mostro-Mi pequeño monstruito,” demikian takarir unggahan itu. Dalam bahasa Indonesia unggahan itu berarti Monster kecilku.

Usai insiden itu, warganet lantas berkomentar pada unggahan foto Perez bersama anjing coklat itu. Akun @barca_forca1998 berkomentar, “Sungguh mengejutkan. Itulah yang kamu dapat jika kamu memiliki pitbull”.

Akun lainnya @lunarinalea berkomentar sarkas dengan menulis Karena orang bodoh seperti Anda, ada banyak informasi yang salah, itu bukan anjingnya. Gunakan mata Anda untuk membaca dan otak untuk berpikir.

Perez sendiri menjadi bagian akademi Barcelona 2012-2017. Lalu musim 2019-2020 Perez masuk tim Utama. Namun kemudian di bursa transfer musim dingin 2020, Perez bergabung dengan AS Roma hingga 2022. Setelah itu Perez bermain buat Celta Vigo dan musim ini dipinjamkan ke Aris. (*)

 

Artikel Area Vitalnya Digigit Anjing, Eks Winger Barcelona Carles Perez Dilarikan Ke RS pertama kali tampil pada Olahraga.