batampos – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Batam masih menjadi persoalan serius. Sepanjang semester pertama tahun 2025 atau Januari hingga Juni, tercatat 165 kasus ditangani Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Batam.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 127 kasus melibatkan anak sebagai korban dan 38 kasus menimpa perempuan. Jika dibandingkan dengan jumlah kasus pada tahun 2024 yang mencapai 276 kasus sepanjang tahun (219 anak dan 57 perempuan), angka ini menunjukkan potensi peningkatan apabila tren serupa terus berlanjut hingga akhir 2025.
Kepala UPTD PPA Batam, Dedy Suryadi, mengatakan tingginya angka kekerasan ini mencerminkan bahwa persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak masih jauh dari kata selesai.
“Satu kasus saja sudah berarti pelanggaran terhadap hak asasi manusia. Angka 165 ini baru setengah tahun, dan sangat mengkhawatirkan. Meskipun ada peningkatan kesadaran masyarakat untuk melapor, akar kekerasan itu sendiri belum terselesaikan,” kata Dedy, Jumat (1/8).
Menurutnya, dari 127 kasus terhadap anak, kekerasan seksual menjadi yang paling dominan dengan 86 kasus. Disusul kekerasan fisik 24 kasus, trafficking 4 kasus, dan sisanya berupa eksploitasi, penelantaran, kekerasan psikis, serta jenis lainnya.
Anak perempuan tercatat paling banyak menjadi korban dengan total 104 kasus, sedangkan anak laki-laki berjumlah 23 korban.
Kekerasan terhadap anak tertinggi terjadi pada bulan Mei 2025, dengan total 30 kasus, termasuk 23 kasus kekerasan seksual.
Sementara itu, dari 38 kasus yang menimpa perempuan dewasa, jenis kekerasan terbanyak adalah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sebanyak 15 kasus. Kemudian kekerasan fisik dan psikis masing-masing 6 kasus, serta kekerasan seksual sebanyak 4 kasus.
“Faktor dominan dalam kasus KDRT biasanya karena masalah ekonomi, kecemburuan, hingga pengaruh alkohol atau zat adiktif lainnya. Korban umumnya mengalami luka fisik dan trauma mental,” terang Dedy.
Secara waktu, Mei menjadi bulan dengan kasus terbanyak yaitu 57 kasus (30 anak, 27 perempuan). Sedangkan bulan terendah terjadi di Februari dengan 29 kasus (20 anak, 9 perempuan).
Sebagai upaya pencegahan, UPTD PPA terus melakukan edukasi ke sekolah-sekolah, komunitas, dan lingkungan keluarga. Materi sosialisasi mencakup pemahaman hak anak, bentuk-bentuk kekerasan, dan prosedur pengaduan.
Selain penanganan langsung, layanan konseling psikologis gratis juga disediakan untuk korban dan keluarga, bekerja sama dengan lembaga hukum, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta aparat penegak hukum.
“Kami ingin korban tidak hanya mendapatkan keadilan hukum, tetapi juga pemulihan mental yang menyeluruh. Pendampingan tidak bisa kami lakukan sendiri, butuh kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.
Dedy mengajak masyarakat untuk berani melapor jika mengetahui adanya kekerasan terhadap perempuan atau anak. Laporan dapat disampaikan langsung ke kantor UPTD PPA, melalui media sosial resmi, atau melalui call center layanan darurat.
“Kerahasiaan pelapor dan korban dijamin. Jangan diam saat melihat kekerasan, karena diam sama saja membiarkan kekerasan terus terjadi,” tutupnya. (*)
AP digelandang ke Mapolresta Tanjungpinang. F. Yusnadi Nazar/Batam Pos.
batampos – Aksi tidak senonoh yang meresahkan warga Tanjungpinang akhirnya terhenti. Seorang pria berinisial AP (28) ditangkap polisi usai melakukan tindakan eksibisionisme di sejumlah titik keramaian, terutama yang menyasar kaum perempuan.
Penangkapan dilakukan di kawasan Batu 10, Tanjungpinang, Jumat (1/8) sore. Polisi bergerak cepat setelah menerima beberapa laporan masyarakat terkait tindakan asusila yang dilakukan AP di ruang publik seperti perumahan dan jalanan.
“Pelaku disergap saat mengendarai sepeda motor. Penangkapan berdasarkan ciri-ciri yang dilaporkan warga,” kata Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang, AKP Agung Tri Poerbowo.
Dalam pemeriksaan awal, AP mengaku telah melakukan aksinya di beberapa lokasi berbeda di wilayah Tanjungpinang. Terakhir, aksi bejatnya terekam kamera warga dan viral di media sosial.
“Pelaku melakukan aksinya setelah menggunakan aplikasi dewasa. Diduga kuat dia memiliki kecenderungan kelainan seksual berupa eksibisionisme,” jelas Agung.
Polisi kini masih mendalami apakah AP memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Terungkap pula bahwa pelaku telah berkeluarga dan memiliki anak.
Atas perbuatannya, AP dijerat Pasal 36 juncto Pasal 10 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.
“Saat ini pelaku masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik,” tutup Agung. (*)
batampos – Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) semester pertama tahun 2025 menuai sorotan. Komisi II DPRD Kepri mencatat, hingga akhir Juni lalu, realisasi PAD baru mencapai sekitar 48 persen dari target yang telah ditetapkan.
Sekretaris Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin, mengungkapkan bahwa dari target Rp1,7 triliun, realisasi PAD Kepri saat ini baru menyentuh angka kurang lebih Rp800 miliar.
Menurut Wahyu, lambatnya capaian PAD ini disebabkan oleh tingginya ketergantungan terhadap Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), yang menyumbang sekitar 90 persen dari total PAD. Masalahnya, ada perubahan regulasi dari pemerintah pusat yang membuat kontribusi PKB ke kas daerah menurun.
“Sekarang pembagian PKB-nya berubah. Provinsi cuma dapat bagian 30 persen. Ini bikin pendapatan makin kecil, karena aturannya memang sudah berubah,” kata Wahyu saat dikonfirmasi, Jumat (1/8).
Di sisi lain, Wahyu menilai Pemprov Kepri belum maksimal menggali potensi sumber PAD lainnya, khususnya dari sektor perikanan dan kelautan yang sebenarnya memiliki potensi besar namun belum memberikan kontribusi signifikan.
Tak hanya itu, Wahyu juga menyoroti kurangnya inisiatif dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mengoptimalkan aset seperti laboratorium milik pemerintah yang seharusnya bisa menjadi sumber PAD tambahan.
“Padahal kalau laboratorium seperti milik DLH dan dinas-dinas lain dioptimalkan, potensinya cukup besar untuk mendongkrak pendapatan,” jelasnya.
Ia juga mendorong Pemprov Kepri untuk memperjuangkan kembali kewenangan pengelolaan wilayah pesisir dan laut 0-12 mil yang kini diambil alih pemerintah pusat. Saat ini, izin pengelolaan wilayah laut di lima kabupaten dan satu kota di Kepri sudah bukan lagi kewenangan daerah.
“Untuk Batam, kewenangannya ada di BP Batam. Ini yang harus dikejar oleh Pemprov. Apalagi Wakil Gubernur kita dekat dengan Presiden,” pungkas Wahyu. (*)
Perigi tua yang terletak di pinggir jalan pusat Kota Dabo Singkep, menjadi penyelamat bagi warga saat krisis air. F. Vatawari/Batam Pos.
batampos – Di tengah krisis air bersih akibat kemarau panjang yang melanda Kota Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, secercah harapan mengalir dari sebuah perigi tua yang selama ini terlupakan. Terletak di pinggir jalan pusat kota, perigi umum ini kini menjadi andalan warga saat pasokan air PDAM tak menentu.
Setiap hari, sejak pagi hingga malam, warga silih berganti datang membawa jeriken, ember, dan galon. Mereka antre sabar, bukan untuk membeli air, melainkan mengambil air bersih gratis yang terus mengalir tanpa henti.
“Kalau bukan karena perigi ini, entah dari mana kami bisa dapat air bersih,” ujar Rendi, salah seorang warga yang rutin mengambil air, Jumat (1/8). “PDAM kadang ngucur, kadang nggak. Tapi perigi ini setiap hari selalu ada, dan airnya bersih,” imbuhnya.
Kemarau panjang menyebabkan debit air di waduk penyedia air PDAM menyusut drastis. Kondisi itu membuat suplai air ke rumah-rumah warga menjadi tidak stabil. Di tengah kondisi tersebut, perigi umum ini justru menjadi penyelamat.
Uniknya, meski diambil ratusan liter setiap hari, air perigi tetap jernih dan tak pernah surut. Yang membuatnya istimewa, sumber air ini dikelola secara gotong royong dan terbuka untuk semua warga secara gratis, tanpa pungutan apa pun.
“Selama ini belum ada yang memanfaatkannya untuk dijual. Kalau pun nanti ada yang seperti itu, saya rasa warga tak akan tinggal diam,” tegas Rendi. “Ini sumber air untuk semua. Harus dijaga, bukan dimanfaatkan demi keuntungan pribadi.”
Namun Rendi juga mengingatkan warga untuk tetap menjaga kebersihan di sekitar lokasi perigi, terutama karena sebagian besar air yang diambil digunakan untuk konsumsi harian.
“Kita harus saling menghormati dan menjaga bersama. Ini penyelamat kita saat PDAM tak bisa diandalkan,” tambahnya.
Perigi tua ini kini bukan hanya sumber air, tapi juga simbol ketahanan warga menghadapi krisis. Sebuah bukti bahwa di tengah keterbatasan sistem, masih ada kekuatan lokal yang mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat. (*)
Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra Ahmad Muzani berfoto bersama Sugiono sebagai Sekjen baru DPP Partai Gerindra. (Dok/Gerindra)
batampos – Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, resmi menunjuk Sugiono sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) menggantikan Ahmad Muzani. Keputusan tersebut ditandatangani langsung oleh Prabowo di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (1/8).
Ketua MPR RI sekaligus mantan Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, mengonfirmasi pengangkatan Sugiono yang akan mulai menjabat terhitung sejak surat keputusan ditandatangani.
“Pada hari ini, Jumat 1 Agustus 2025 di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor. Ketua Umum/Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Bapak Prabowo Subianto telah menandatangani surat keputusan penunjukkan Sugiono sebagai Sekretaris Jenderal Partai Gerindra,” kata Muzani dalam unggahan pada akun media sosial Instagram, Jumat (1/8).
Muzani menyampaikan, dengan terbitnya keputusan tersebut, maka berakhir sudah masa jabatannya sebagai Sekjen yang telah diemban sejak Gerindra didirikan pada 6 Februari 2008.
“Dengan keputusan yang berlaku sejak ditandatangani tersebut, maka jabatan Sekjen yang telah saya emban selama 17 tahun lebih sejak berdirinya partai pada 6 Februari 2008 sampai dengan 1 Agustus 2025 telah digantikan oleh Sugiono,” ucap Muzani.
Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Prabowo serta seluruh kader Partai Gerindra atas kepercayaan dan dukungan selama ini.
“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Ketua Umum/Ketua Dewan Pembina serta kepada seluruh kader Partai Gerindra atas kepercayaannya selama ini,” ujarnya.
Muzani juga menyampaikan permohonan maaf jika selama menjabat sebagai Sekjen terdapat kekeliruan atau kebijakan yang kurang berkenan.
“Saya menyampaikan permohonan maaf jika selama menjalani jabatan sebagai sekjen partai terdapat kesalahan, kekeliruan, dan kealpaan yang menyebabkan tidak berkenan kepada kawan-kawan seperjuangan,” tuturnya.
Meski tak lagi menjabat Sekjen, Muzani tetap mendapatkan kepercayaan untuk menduduki posisi strategis di jajaran struktur partai. Penunjukan Sugiono ini diyakini akan membawa penyegaran dalam kepengurusan Partai Gerindra ke depan, seiring langkah partai dalam mendukung penuh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Selanjutnya Ketua Umum/Ketua Dewan Pembina mempercayakan saya untuk menduduki jabatan Sekretaris Dewan Pembina sekaligus Ketua Dewan Kehormatan,” pungkasnya. (*)
Herri Wijaya saat memproses biji kopi mentah di outlet Kopi Way Tanjungpinang. F. Yusnadi Nazar/Batam Pos.
batampos – Di tengah maraknya kedai kopi dan café kekinian di Tanjungpinang, ada satu nama yang berhasil mencuri perhatian dan melekat di lidah anak muda, Kopi Way. Dikenal sejak 2024, kopi racikan lokal ini perlahan menjelma menjadi identitas baru dalam dunia perkopian di Tanjungpinang.
Kopi Way menawarkan sensasi rasa yang lembut, harum, namun tetap halus di tenggorokan. Tidak hanya menjual rasa, Kopi Way juga menyuguhkan cerita di balik nama dan branding-nya yang kuat.
Herrie Wijaya (35), pencetus Kopi Way, mengatakan nama tersebut terinspirasi dari istilah sapaan khas Melayu, yaitu “way”, yang berarti ajakan atau kawan.
“Nama Kopi Way itu gampang diingat dan punya unsur kedaerahan, khas Melayu Tanjungpinang,” ujarnya saat ditemui di outlet Kopi Way, Jalan Sumatera, Jumat (1/8).
Dibalik kenikmatannya, Kopi Way diracik langsung oleh barista dan roaster bersertifikasi, yang semuanya merupakan anak muda asli Tanjungpinang.
Biji kopi mentah jenis robusta dan arabika dipilih langsung dari petani di Temanggung (Jawa Tengah) dan Kerinci (Jambi), kemudian diolah menggunakan mesin roastery milik sendiri.
“Kopi kami proses sendiri, dari roasting sampai penggilingan. Diseduh pakai teknik tubruk, dan semua barista kami anak lokal,” jelas Herrie.
Kopi Way hadir dalam berbagai varian seperti Americano, matcha, hingga cokelat, lengkap dengan tambahan susu kental manis atau gula aren sesuai selera pelanggan.
Tak hanya itu, penyajian Kopi Way juga unik. Selain tersedia di outlet utama, produk ini juga dipasarkan menggunakan gerobak listrik keliling yang mangkal di beberapa titik kota.
“Kalau di outlet sistemnya take away. Tapi kami juga punya gerobak keliling supaya lebih dekat dengan pelanggan,” terangnya.
Dengan harga terjangkau mulai Rp10 ribu hingga Rp15 ribu, Kopi Way kini bukan sekadar minuman, tapi juga bagian dari gaya hidup dan identitas Tanjungpinang yang membawa cita rasa lokal dan budaya Melayu dalam setiap tegukannya. (*)
Ilustrasi. Suasana Job Fair Batam beberapa waktu lalu. Dokumen Batam Pos
batampos – Antusiasme pencari kerja terhadap Job Fair Batam 2025 melonjak tajam. Hingga Jumat (1/8) pukul 09.45 WIB, jumlah pendaftar yang masuk secara online tercatat mencapai 5.243 orang, dan angka tersebut terus bertambah setiap jam menjelang penutupan pendaftaran yang dijadwalkan pada Jumat (1/8) malam pukul 23.59 WIB.
Peningkatan ini mencerminkan tingginya minat masyarakat Batam, khususnya para pencari kerja, terhadap kesempatan kerja yang disediakan dalam ajang bursa kerja tahunan tersebut. Data yang dihimpun Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam juga menunjukkan peningkatan di sektor lainnya, yaitu 39 perusahaan telah berpartisipasi, dengan 254 jabatan dan 1.197 lowongan yang ditawarkan melalui sistem pendaftaran daring.
Plt Kepala Disnaker Kota Batam, Nurul Iswahyuni, mengatakan pihaknya memantau perkembangan pendaftaran secara real time melalui sistem digital yang telah disiapkan. Sejak pendaftaran dibuka pada akhir Juli, tren kenaikan jumlah pendaftar terus terjadi dan mencapai puncaknya pada hari terakhir.
“Setiap hari ada lonjakan pendaftar, dan hari ini grafiknya semakin menanjak. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat cukup tinggi. Kami prediksi jumlah pendaftar masih akan naik hingga menjelang pukul 24.00 malam nanti,” ujar Nurul.
Ia menambahkan, masih terdapat beberapa jabatan yang belum terisi oleh pelamar. Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat yang belum sempat mendaftar untuk segera mengakses laman resmi pendaftaran di https://simnaker-batam.id/daftarloker, sebelum sistem ditutup pada tengah malam.
“Lowongan masih terbuka. Kami dorong para pencaker yang belum mendaftar untuk segera mengisi data secara online. Jangan menunggu hingga sistem penuh atau terjadi gangguan karena membludaknya trafik menjelang penutupan,” jelasnya.
Job Fair Batam 2025 akan digelar selama tiga hari, yakni pada 5 hingga 7 Agustus 2025, bertempat di Kampus Universitas Putra Batam (UPB), Tembesi. Kegiatan akan berlangsung dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, dan menggunakan sistem walk-in interview, di mana para pencari kerja bisa langsung bertemu dengan perwakilan perusahaan untuk menjalani wawancara di tempat.
“Melalui job fair ini, kami ingin mempertemukan langsung pencari kerja dan perusahaan. Ini bukan hanya bursa lowongan, tetapi juga forum tatap muka yang mempercepat proses rekrutmen,” kata Nurul.
Perusahaan yang berpartisipasi datang dari berbagai sektor strategis, seperti industri manufaktur, elektronik, kesehatan, perbankan, hingga jasa. Beberapa di antaranya merupakan perusahaan besar yang sudah dikenal luas, seperti Caterpillar, Panasonic, RS Awal Bros, Naraya, OSI Electronics, Tunas Karya Indoswasta, McDermott Indonesia, Wings, Sedaap, Inaraya, Sanford, dan lainnya.
Seluruh proses pendaftaran dan pelaksanaan job fair ini, ditegaskan Nurul, tidak dipungut biaya alias gratis. Masyarakat diimbau untuk berhati-hati terhadap oknum yang mencoba memanfaatkan momentum ini untuk melakukan penipuan.
“Kami tidak memungut biaya apa pun. Seluruh proses rekrutmen dari awal hingga akhir difasilitasi pemerintah, dan kami pastikan transparan. Kami minta para pencaker datang dengan pakaian rapi, membawa CV, fotokopi ijazah, dan dokumen lamaran lainnya dalam bentuk hardcopy maupun softcopy,” tegasnya.
Job Fair Batam 2025 juga didukung penuh oleh Pusat Pasar Kerja (PASKER ID) dan sejumlah mitra swasta, serta dikawal melalui kanal informasi resmi Disnaker Batam, termasuk Instagram @disnakerbatam, @epasarkerjabatam, dan TikTok @disnaker.batam.
Pemerintah Kota Batam menargetkan melalui kegiatan ini, dapat menekan angka pengangguran terbuka di Kota Batam serta memberikan peluang yang lebih luas kepada masyarakat untuk masuk ke dunia kerja secara langsung.
“Job fair ini merupakan komitmen Pemko Batam dalam membuka akses kerja yang inklusif dan merata. Kami harap semua peserta bisa memanfaatkan momen ini sebaik mungkin,” tutup Nurul. (*)
Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Hamam Wahyudi. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.
batampos – Seorang siswi SMA swasta di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, ditemukan tewas dalam kondisi tergantung di dalam rumahnya, Kamis (31/7). Remaja berinisial KK (16) itu ditemukan oleh keluarganya di dekat pintu kamar, di Perumahan Bumi Air Raja, Kelurahan Pinang Kencana.
Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Hamam Wahyudi, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan dari warga.
“Kita sudah menerima laporan dan datang ke lokasi kejadian. Korban ditemukan tergantung di kamarnya,” ujar Hamam, Jumat (1/8).
Dari hasil pemeriksaan medis, remaja perempuan itu meninggal akibat kekurangan oksigen atau asfiksia. Meski begitu, polisi tetap melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti motif di balik dugaan aksi bunuh diri ini.
“Akan kami telusuri apa motif dan penyebabnya, sehingga nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri,” jelasnya.
Dari olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya pakaian, tali pinggang, dan sarung yang diduga digunakan dalam aksi tersebut.
Pihak keluarga, menurut Hamam, juga belum bisa memberikan keterangan pasti soal penyebab anak mereka nekat mengakhiri hidup.
“Dari penjelasan orang tua, mereka juga tidak mengetahui penyebabnya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua RT01 RW03 Kelurahan Pinang Kencana, Sindrang, menyebut bahwa sebelum ditemukan tewas, korban sempat kabur dari rumah. Informasi itu didapatnya dari tetangga sekitar.
“Memang sempat kabur, dengar-dengar dari tetangga. Tapi selama ini anaknya ceria, tidak tahu pasti apakah ada masalah dalam keluarganya atau tidak,” katanya. (*)
Catatan redaksi:
Artikel ini memuat konten tentang tindakan bunuh diri. Mohon pembaca menyikapi dengan bijak. Jika Anda mengalami gangguan suasana hati, kecemasan berat, atau perasaan ingin mengakhiri hidup, segeralah konsultasi dengan ahli kesehatan jiwa.
Kadis PMD Bintan, Firman Setyawan. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, belum bisa dilaksanakan karena masih terbentur moratorium dari Pemerintah Pusat. Akibatnya, empat desa di Bintan mengalami kekosongan jabatan kepala desa dan saat ini dipimpin oleh Penjabat (Pj) dan Pelaksana Tugas (Plt).
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bintan, Firman Setyawan, mengatakan pihaknya sudah mengusulkan pelaksanaan Pilkades kepada pemerintah pusat.
Namun hingga kini, peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 belum diterbitkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Sampai hari ini masih ada moratorium Pilkades dari Kemendagri,” kata Firman, Kamis (1/8).
Ia menjelaskan, empat desa yang mengalami kekosongan pimpinan di antaranya adalah Desa Gunung Kijang (Kecamatan Gunung Kijang), Desa Tembeling (Kecamatan Teluk Bintan), Desa Pengudang dan Desa Sebong Lagoi (keduanya di Kecamatan Teluk Sebong).
Desa Gunung Kijang dan Tembeling kehilangan kepala desa karena yang bersangkutan mengundurkan diri untuk maju dalam pemilihan legislatif.
Sementara di Desa Pengudang, kepala desa meninggal dunia. Ketiga desa ini sejatinya memiliki masa jabatan kepala desa yang masih aktif hingga 2027.
“Kalau pun pilkades dilaksanakan, maka prosesnya Pergantian Antar Waktu (PAW). Tapi tetap menunggu kebijakan dari Pemerintah Pusat,” ujarnya.
Adapun Desa Sebong Lagoi mengalami kekosongan karena kepala desanya terjerat persoalan hukum. Meski putusan pengadilan sudah keluar, namun Pemkab Bintan belum menerima salinan putusan inkrah secara resmi.
Untuk mengisi kekosongan ini, Pemkab Bintan telah menunjuk Penjabat (Pj) kepala desa di Desa Gunung Kijang, Tembeling, dan Pengudang.
Sedangkan untuk Desa Sebong Lagoi, jabatan kepala desa sementara dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt) yang merupakan sekretaris desa setempat.
Firman memastikan pelayanan publik di desa tetap berjalan optimal meski belum ada kepala desa definitif. Menurutnya, baik Pj maupun Plt memiliki wewenang serupa kepala desa, namun tetap dibatasi dalam beberapa aspek.
“Mereka tidak bisa melakukan rotasi perangkat desa tanpa persetujuan kepala daerah. Mereka hanya bisa mengusulkan, dan SK perangkat desa tetap dikeluarkan oleh bupati,” tutup Firman. (*)
Tim identifikasi Polresta Barelang lakukan olah TKP di lokasi kebakaran perusahaan di Tanjunguncang. F. Eusebius Sara/Batam Pos
batampos – Penyelidikan penyebab kebakaran hebat yang melanda gedung operasional PT Team Metal, kawasan Bintang Industri, Tanjunguncang, terus berlanjut. Hingga Jumat (1/8), pihak kepolisian telah melibatkan tim Inafis Polresta Barelang untuk membantu mengungkap sumber api yang memicu insiden tersebut.
Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Andi Pakpahan, menyampaikan bahwa tim identifikasi dari Inafis sudah turun ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Proses olah TKP dilakukan secara menyeluruh untuk mengumpulkan petunjuk dan memastikan penyebab pasti kebakaran.
“Kami libatkan tim Inafis dari Polresta Barelang untuk bantu ungkap penyebab pastinya. Tim sudah lakukan olah TKP, dan saat ini kami menunggu hasil analisis lanjutan dari mereka,” ujar Iptu Andi, Jumat (1/8).
Dari hasil penyelidikan awal, api diduga berasal dari aktivitas pengelasan yang dilakukan di dalam gedung. Percikan api tersebut diduga menyambar material yang mudah terbakar, hingga memicu kebakaran hebat pada Senin (29/7) sore lalu.
Selain melakukan olah TKP, pihak kepolisian juga telah memeriksa sejumlah saksi dari perusahaan. “Sudah ada sekitar tiga orang saksi yang kami periksa, termasuk dari pihak perusahaan,” lanjut Iptu Andi.
Gedung yang terbakar masih dalam kondisi terisolasi dan diberi garis polisi. Meskipun begitu, aktivitas operasional perusahaan di bagian lain tetap berjalan seperti biasa.
Pihak kepolisian memastikan akan terus mendalami kasus ini sampai ditemukan titik terang penyebab kebakaran. “Kita masih menunggu hasil resmi dari tim identifikasi, baru bisa simpulkan penyebabnya secara pasti,” tutupnya. (*)