Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 119

Tanpa Migas Batam Tetap Tancap Gas: Ekonomi Tumbuh 6,76%, Tertinggi di Kepri dan Lampaui Nasional

0
Ilustrasi karyawan sedang melakukan pekerjaan.

batampos — Perekonomian Kota Batam menunjukkan kinerja yang semakin solid sepanjang tahun 2025. Tanpa bergantung pada sektor minyak dan gas, Batam berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76 persen (year-on-year), menjadikannya yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau sekaligus melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi provinsi dan nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau pada tahun 2025 tercatat 5,88 persen, sementara pertumbuhan ekonomi nasional berada pada angka 5,11 persen.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Batam yang juga Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, Batam terus memperkuat perannya sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi di kawasan barat Indonesia.

Jika dibandingkan dengan daerah lain di Kepulauan Riau, Batam menempati posisi teratas dalam pertumbuhan ekonomi tanpa migas. Kabupaten Bintan mencatat pertumbuhan 6,43 persen, diikuti Kabupaten Karimun 5,44 persen, Kota Tanjungpinang 3,31 persen, Kabupaten Lingga 3,53 persen, serta Kabupaten Kepulauan Anambas 2,87 persen. Sementara itu Kabupaten Natuna mengalami kontraksi -1,61 persen akibat dinamika sektor ekonomi tertentu.

Selain mencatat pertumbuhan tertinggi, Batam juga menjadi penyumbang terbesar perekonomian Kepulauan Riau, dengan kontribusi mencapai 66,44 persen terhadap total ekonomi provinsi pada tahun 2025.

Kinerja ekonomi Batam didorong oleh meningkatnya aktivitas industri pengolahan, konstruksi, perdagangan, transportasi dan logistik, serta arus investasi yang terus menguat. Struktur ekonomi yang berbasis manufaktur, perdagangan internasional, dan jasa logistik memberikan fondasi pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan.

Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, menyampaikan bahwa capaian pertumbuhan ekonomi tanpa migas tersebut menunjukkan bahwa transformasi ekonomi Batam semakin bertumpu pada sektor industri dan investasi.

“Pertumbuhan ekonomi Batam sebesar 6,76 persen tanpa migas menunjukkan bahwa mesin ekonomi Batam digerakkan oleh sektor-sektor produktif seperti industri manufaktur, perdagangan, logistik, serta investasi yang terus meningkat. Ini menjadi bukti bahwa Batam berkembang sebagai pusat industri dan perdagangan internasional yang semakin kompetitif,” ujar Fary.

Menurutnya, pengukuran pertumbuhan ekonomi tanpa migas penting untuk menggambarkan kekuatan ekonomi daerah secara lebih nyata dan berkelanjutan.

“Sektor migas sangat dipengaruhi oleh harga energi dunia dan volume produksi, sehingga sering menimbulkan fluktuasi yang tidak mencerminkan aktivitas ekonomi lokal. Dengan melihat pertumbuhan tanpa migas, kita dapat melihat secara lebih jelas bahwa ekonomi Batam tumbuh karena kekuatan industri, perdagangan, dan investasi,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa posisi strategis Batam di jalur perdagangan internasional, kedekatannya dengan Singapura dan Malaysia, serta pengembangan kawasan industri yang terus dilakukan menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah.

“Batam memiliki keunggulan geografis dan ekosistem industri yang kuat. Dengan dukungan infrastruktur, kemudahan investasi, dan konektivitas logistik internasional, Batam semakin memperkokoh perannya sebagai hub investasi dan industri berdaya saing global,” kata Fary.

Capaian pertumbuhan ekonomi tanpa migas yang tertinggi di Kepulauan Riau ini menjadi sinyal kuat bahwa Batam terus melaju sebagai pusat aktivitas ekonomi modern, kawasan industri strategis, serta gerbang investasi internasional di wilayah barat Indonesia.

Artikel Tanpa Migas Batam Tetap Tancap Gas: Ekonomi Tumbuh 6,76%, Tertinggi di Kepri dan Lampaui Nasional pertama kali tampil pada Metropolis.

Tanpa Migas Batam Tetap Tancap Gas: Ekonomi Tumbuh 6,76%, Tertinggi di Kepri dan Lampaui Nasional

0
Ilustrasi karyawan sedang melakukan pekerjaan.

batampos — Perekonomian Kota Batam menunjukkan kinerja yang semakin solid sepanjang tahun 2025. Tanpa bergantung pada sektor minyak dan gas, Batam berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76 persen (year-on-year), menjadikannya yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau sekaligus melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi provinsi dan nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau pada tahun 2025 tercatat 5,88 persen, sementara pertumbuhan ekonomi nasional berada pada angka 5,11 persen.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Batam yang juga Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, Batam terus memperkuat perannya sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi di kawasan barat Indonesia.

Jika dibandingkan dengan daerah lain di Kepulauan Riau, Batam menempati posisi teratas dalam pertumbuhan ekonomi tanpa migas. Kabupaten Bintan mencatat pertumbuhan 6,43 persen, diikuti Kabupaten Karimun 5,44 persen, Kota Tanjungpinang 3,31 persen, Kabupaten Lingga 3,53 persen, serta Kabupaten Kepulauan Anambas 2,87 persen. Sementara itu Kabupaten Natuna mengalami kontraksi -1,61 persen akibat dinamika sektor ekonomi tertentu.

Selain mencatat pertumbuhan tertinggi, Batam juga menjadi penyumbang terbesar perekonomian Kepulauan Riau, dengan kontribusi mencapai 66,44 persen terhadap total ekonomi provinsi pada tahun 2025.

Kinerja ekonomi Batam didorong oleh meningkatnya aktivitas industri pengolahan, konstruksi, perdagangan, transportasi dan logistik, serta arus investasi yang terus menguat. Struktur ekonomi yang berbasis manufaktur, perdagangan internasional, dan jasa logistik memberikan fondasi pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan.

Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, menyampaikan bahwa capaian pertumbuhan ekonomi tanpa migas tersebut menunjukkan bahwa transformasi ekonomi Batam semakin bertumpu pada sektor industri dan investasi.

“Pertumbuhan ekonomi Batam sebesar 6,76 persen tanpa migas menunjukkan bahwa mesin ekonomi Batam digerakkan oleh sektor-sektor produktif seperti industri manufaktur, perdagangan, logistik, serta investasi yang terus meningkat. Ini menjadi bukti bahwa Batam berkembang sebagai pusat industri dan perdagangan internasional yang semakin kompetitif,” ujar Fary.

Menurutnya, pengukuran pertumbuhan ekonomi tanpa migas penting untuk menggambarkan kekuatan ekonomi daerah secara lebih nyata dan berkelanjutan.

“Sektor migas sangat dipengaruhi oleh harga energi dunia dan volume produksi, sehingga sering menimbulkan fluktuasi yang tidak mencerminkan aktivitas ekonomi lokal. Dengan melihat pertumbuhan tanpa migas, kita dapat melihat secara lebih jelas bahwa ekonomi Batam tumbuh karena kekuatan industri, perdagangan, dan investasi,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa posisi strategis Batam di jalur perdagangan internasional, kedekatannya dengan Singapura dan Malaysia, serta pengembangan kawasan industri yang terus dilakukan menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah.

“Batam memiliki keunggulan geografis dan ekosistem industri yang kuat. Dengan dukungan infrastruktur, kemudahan investasi, dan konektivitas logistik internasional, Batam semakin memperkokoh perannya sebagai hub investasi dan industri berdaya saing global,” kata Fary.

Capaian pertumbuhan ekonomi tanpa migas yang tertinggi di Kepulauan Riau ini menjadi sinyal kuat bahwa Batam terus melaju sebagai pusat aktivitas ekonomi modern, kawasan industri strategis, serta gerbang investasi internasional di wilayah barat Indonesia.

Artikel Tanpa Migas Batam Tetap Tancap Gas: Ekonomi Tumbuh 6,76%, Tertinggi di Kepri dan Lampaui Nasional pertama kali tampil pada Metropolis.

Pertumbuham Ekonomi Batam Triwulan IV 2025 Menguat, Capai 7,49%

0
Deretan STS Crane berdiri kokoh di Pelabuhan Batu Ampar, bekerja tanpa henti mempercepat proses bongkar muat kargo. Alat ini menjadi kunci meningkatnya produktivitas, memangkas waktu sandar kapal, serta memperkuat peran Pelabuhan Batu Ampar sebagai gerbang logistik utama Batam di jalur perdagangan internasional. F. BACT untuk Batam Pos

batampos – Perekonomian Batam menutup tahun 2025 dengan kinerja impresif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Batam pada Triwulan IV 2025 mencapai 7,49 persen (year-on-year), melonjak tajam dibandingkan 3,27 persen pada Triwulan IV 2024.

Akselerasi kuat pada akhir tahun tersebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi Batam sepanjang 2025 sebesar 6,76 persen, dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp253,64 triliun.

Sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi Batam menunjukkan tren meningkat secara konsisten, dari 5,17 persen pada Triwulan I, 6,66 persen pada Triwulan II, 6,89 persen pada Triwulan III, hingga mencapai puncaknya 7,49 persen pada Triwulan IV.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa kinerja tersebut mencerminkan kuatnya peran industri dan investasi sebagai mesin utama pertumbuhan Batam.

“Batam tumbuh karena industri dan investasi. Ketika investasi meningkat 9,53 persen dan industri pengolahan menyumbang lebih dari 57 persen terhadap PDRB, itu menunjukkan mesin produksi Batam benar-benar bergerak,” ujarnya.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Candra, menilai lonjakan pada Triwulan IV menjadi indikator bahwa investasi yang masuk mulai terkonversi menjadi output produksi.

“Pertumbuhan yang melonjak di akhir tahun menunjukkan ekspansi industri di Batam mulai menghasilkan aktivitas ekonomi riil dan menjadi fondasi kuat untuk menjaga momentum pertumbuhan pada 2026,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis, menyampaikan bahwa pertumbuhan investasi yang mendekati dua digit menandakan Batam mulai memasuki fase ekspansi kapasitas produksi.

“Manufaktur tetap menjadi tulang punggung ekonomi Batam dengan kontribusi 57,01 persen terhadap PDRB. Pertumbuhan sektor listrik dan gas sebesar 11,90 persen serta real estate 14,70 persen mencerminkan meningkatnya aktivitas industri dan pengembangan kawasan ekonomi,” jelasnya.

Dengan tren pertumbuhan yang terus meningkat setiap triwulan, Batam diproyeksikan tetap menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi paling dinamis di Indonesia, terutama dengan dukungan investasi yang terus menguat. (*)

Artikel Pertumbuham Ekonomi Batam Triwulan IV 2025 Menguat, Capai 7,49% pertama kali tampil pada Metropolis.

Pertumbuham Ekonomi Batam Triwulan IV 2025 Menguat, Capai 7,49%

0
Deretan STS Crane berdiri kokoh di Pelabuhan Batu Ampar, bekerja tanpa henti mempercepat proses bongkar muat kargo. Alat ini menjadi kunci meningkatnya produktivitas, memangkas waktu sandar kapal, serta memperkuat peran Pelabuhan Batu Ampar sebagai gerbang logistik utama Batam di jalur perdagangan internasional. F. BACT untuk Batam Pos

batampos – Perekonomian Batam menutup tahun 2025 dengan kinerja impresif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Batam pada Triwulan IV 2025 mencapai 7,49 persen (year-on-year), melonjak tajam dibandingkan 3,27 persen pada Triwulan IV 2024.

Akselerasi kuat pada akhir tahun tersebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi Batam sepanjang 2025 sebesar 6,76 persen, dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp253,64 triliun.

Sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi Batam menunjukkan tren meningkat secara konsisten, dari 5,17 persen pada Triwulan I, 6,66 persen pada Triwulan II, 6,89 persen pada Triwulan III, hingga mencapai puncaknya 7,49 persen pada Triwulan IV.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa kinerja tersebut mencerminkan kuatnya peran industri dan investasi sebagai mesin utama pertumbuhan Batam.

“Batam tumbuh karena industri dan investasi. Ketika investasi meningkat 9,53 persen dan industri pengolahan menyumbang lebih dari 57 persen terhadap PDRB, itu menunjukkan mesin produksi Batam benar-benar bergerak,” ujarnya.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Candra, menilai lonjakan pada Triwulan IV menjadi indikator bahwa investasi yang masuk mulai terkonversi menjadi output produksi.

“Pertumbuhan yang melonjak di akhir tahun menunjukkan ekspansi industri di Batam mulai menghasilkan aktivitas ekonomi riil dan menjadi fondasi kuat untuk menjaga momentum pertumbuhan pada 2026,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis, menyampaikan bahwa pertumbuhan investasi yang mendekati dua digit menandakan Batam mulai memasuki fase ekspansi kapasitas produksi.

“Manufaktur tetap menjadi tulang punggung ekonomi Batam dengan kontribusi 57,01 persen terhadap PDRB. Pertumbuhan sektor listrik dan gas sebesar 11,90 persen serta real estate 14,70 persen mencerminkan meningkatnya aktivitas industri dan pengembangan kawasan ekonomi,” jelasnya.

Dengan tren pertumbuhan yang terus meningkat setiap triwulan, Batam diproyeksikan tetap menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi paling dinamis di Indonesia, terutama dengan dukungan investasi yang terus menguat. (*)

Artikel Pertumbuham Ekonomi Batam Triwulan IV 2025 Menguat, Capai 7,49% pertama kali tampil pada Metropolis.

Seorang Bocah 6 Tahun Tenggelam Saat Berenang di Pantai Pesisir Tanjung Uma

0
Warga Mengevakuasi jenazah anak yang tenggelam di perairan Tanjung Uma, Minggu (8/3/2026). F. Istimewa

batampos – Duka mendalam menyelimuti warga Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam. Seorang bocah laki-laki berusia enam tahun dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam saat berenang di pesisir pantai Tanjung Uma, Minggu (8/3) siang.

Korban diketahui bernama M Nofal Khairullah Sillahi, seorang pelajar yang tinggal di kawasan tersebut. Peristiwa ini semakin memilukan karena Nofal meninggal dunia hanya tiga hari menjelang ulang tahunnya yang ke-7 pada 11 Maret 2026 mendatang.

Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Deni Langie, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.15 WIB. Saat itu seorang saksi berinisial N sedang memancing di tepi pantai ketika mendengar teriakan anak-anak yang sedang berenang di laut.

Anak-anak tersebut berteriak bahwa salah satu teman mereka tenggelam. Mendengar hal itu, saksi langsung berusaha memberikan pertolongan kepada korban yang diduga sudah terseret ke bagian laut yang lebih dalam.

“Dari keterangan saksi, ia langsung mencoba menolong korban. Namun kondisi air sudah semakin dalam dan ombak saat itu sedang pasang,” ujar Kompol Deni.

Kondisi laut yang sedang pasang dengan ombak cukup tinggi membuat proses penyelamatan tidak mudah. Saat saksi hendak menanyakan lebih lanjut kepada anak-anak yang berada di lokasi, teman-teman korban terlihat berlari meninggalkan pantai.

Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lubuk Baja. Personel kepolisian yang menerima laporan langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan Satpolair Polresta Barelang untuk melakukan pencarian.

Sekitar pukul 12.45 WIB, tubuh korban akhirnya ditemukan mengapung di pinggir pantai. Korban sempat dibawa ke Puskesmas Tanjung Uma dan dirujuk ke RS Elisabeth Batam, namun setelah diperiksa tim medis korban dinyatakan telah meninggal dunia. Polisi mengimbau para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain, terutama di kawasan pantai dan perairan terbuka.(*)

 

Artikel Seorang Bocah 6 Tahun Tenggelam Saat Berenang di Pantai Pesisir Tanjung Uma pertama kali tampil pada Metropolis.

Demi Uang Baru Lebaran, Warga Tanjungpinang Rela Antre dari Subuh di Bank

0
Warga mengantre sejak subuh di Bank BCA Jalan Sunaryo, Tanjungpinang, Senin (9/3), untuk mendapatkan kesempatan menukar uang pecahan baru jelang Idul Fitri 1447 H. F. Warga untuk Batam Pos.

batampos – Warga Kota Tanjungpinang mulai berburu uang pecahan baru untuk kebutuhan Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026. Bahkan, sebagian warga rela mengantre sejak subuh demi mendapatkan kesempatan menukar uang.

Antrean panjang terlihat di Gedung Bank BCA yang berada di Jalan Sunaryo, Tanjungpinang, Senin (9/3). Puluhan warga tampak menunggu giliran sambil memegang nomor antrean yang nantinya akan dipanggil oleh petugas bank.

Petugas keamanan bank, Darmolisa, mengatakan warga sudah mulai berdatangan sejak pagi buta bahkan sebelum layanan dibuka.

“Sejak subuh hari sudah ramai. Bahkan sebelum bank dibuka warga sudah mengantre,” ujarnya.

Ia menjelaskan pihak bank membatasi kuota penukaran uang pecahan baru hanya untuk 80 orang setiap harinya. Selain itu, layanan penukaran hanya dibuka selama dua hari.

“Kuota yang disiapkan 80 orang sehari. Penukaran uang juga hanya dua hari saja, hari ini dan besok,” jelasnya.

Salah seorang warga, Fitri, mengaku tidak kebagian tiket antrean untuk menukar uang pecahan baru pada hari ini karena kuota sudah habis lebih dulu.

“Iya mau tukar uang, tapi tidak bisa lagi hari ini karena kuotanya sudah habis. Jadi besok terpaksa datang lagi dan harus lebih pagi,” katanya.

Sementara itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepulauan Riau juga menyediakan layanan penukaran uang pecahan kecil melalui mobil kas keliling menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Mobil kas keliling tersebut hadir selama beberapa hari di kawasan Tepi Laut Tanjungpinang guna memudahkan masyarakat mendapatkan uang pecahan baru.

Kepala Perwakilan BI Kepri, Rony Widijaksono, mengatakan layanan tersebut merupakan bagian dari upaya BI untuk membantu masyarakat menyiapkan kebutuhan uang baru menjelang Lebaran.

“Ini sekaligus menyemarakkan kegiatan Ramadan dan memudahkan masyarakat menukar uang baru menjelang Lebaran,” ujarnya.

BI Kepri menyiapkan uang tunai sebesar Rp2,9 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Ramadan hingga Idul Fitri tahun ini. Uang pecahan yang disediakan mulai dari Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, Rp20.000 hingga Rp50.000.

Selain itu, masyarakat yang menukarkan uang melalui layanan kas keliling BI dibatasi maksimal Rp5,3 juta per orang.

“BI Kepri juga bekerja sama dengan 15 perbankan untuk memperluas layanan penukaran uang bagi masyarakat,” tambahnya. (*)

Artikel Demi Uang Baru Lebaran, Warga Tanjungpinang Rela Antre dari Subuh di Bank pertama kali tampil pada Kepri.

Tragedi ASL: 3 Pekerja Tewas, FSPMI Desak Investigasi Terbuka

0
Kecelakaan kerja kembali terjadi di kawasan galangan kapal PT ASL Marine Shipyard, Tanjunguncang, Batam. Insiden terbaliknya tug boat Mega saat memandu kapal tanker Kyparissia berbendera Malta pada Jumat (6/3). Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Kecelakaan kerja kembali menelan korban jiwa di kawasan industri galangan kapal Batam. Sebuah kapal tugboat dilaporkan terbalik di galangan ASL Shipyard, Tanjunguncang, mengakibatkan tiga pekerja meninggal dunia dan dua lainnya kritis.

‎Insiden tragis tersebut memicu sorotan dari kalangan serikat pekerja. Ketua Koalisi Rakyat Batam (KKRB) sekaligus Ketua Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Batam, Yapet Ramon, menegaskan manajemen perusahaan harus ikut bertanggung jawab atas kecelakaan yang terjadi di area kerja tersebut.

‎“Karena kejadian ini terjadi di wilayah kerja ASL, maka manajemen ASL juga harus ikut bertanggung jawab,” ujar Yapet Ramon, Senin (9/3).

‎Menurutnya, dalam industri galangan kapal, setiap pekerjaan dengan tingkat risiko tinggi wajib dilengkapi dengan prosedur keselamatan kerja yang ketat. Terlebih pekerjaan di galangan kapal sering melibatkan aktivitas berisiko seperti bekerja di ruang terbatas, di ketinggian, maupun di atas dan di dalam air.

Baca Juga: Terjebak Tiga Hari di Kapal Terbalik, ABK Tugboat ASL Mega Ditemukan Selamat

‎Ia menjelaskan bahwa dalam standar keselamatan kerja terdapat metode Job Safety Analysis (JSA) yang digunakan untuk mengidentifikasi potensi bahaya serta mengendalikan risiko sebelum pekerjaan dilakukan.

‎“Pekerjaan seperti ini seharusnya melalui JSA, yaitu metode untuk mengidentifikasi bahaya dan mengendalikan risiko. Ini merupakan bagian dari standar keselamatan dan kesehatan kerja,” katanya.
‎‎
‎Dari sudut pandang serikat pekerja, insiden ini dinilai perlu ditelusuri secara serius, termasuk kemungkinan adanya kelalaian dalam penerapan standar keselamatan kerja.

Baca Juga: Serikat Pekerja Desak PT ASL Ditutup

‎Yapet menegaskan jika nantinya terbukti ada unsur kelalaian yang menyebabkan korban jiwa, maka pihak yang bertanggung jawab harus dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

‎“Sanksinya mengikuti undang-undang yang berlaku. Jika ada unsur kelalaian yang menyebabkan kehilangan nyawa atau fatality, maka harus diproses secara pidana,” tegasnya.

‎Ia juga mengungkapkan bahwa serikat pekerja selama ini telah mencatat berbagai persoalan terkait keselamatan kerja di sejumlah galangan kapal di Batam. Bahkan sejak tahun 2025 hingga saat ini, menurutnya belum terlihat adanya perbaikan signifikan dalam penerapan standar keselamatan kerja di lingkungan galangan.

‎“Catatan kami sejak 2025 hingga sekarang belum ada perbaikan yang signifikan terkait keselamatan kerja,” ujarnya.
‎‎
‎Menyusul insiden tersebut, serikat pekerja mendesak agar dilakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Termasuk menelusuri bagaimana sebuah tugboat bisa terbalik hingga menyebabkan korban jiwa.

‎“Pihak berwenang harus duduk bersama untuk mencari tahu kenapa kapal tugboat itu bisa tenggelam hingga menimbulkan korban jiwa,” katanya.

Ia juga menegaskan pihaknya akan mendorong aparat kepolisian melakukan penyelidikan secara transparan dan terbuka. “Kami akan mendorong kepolisian melakukan investigasi secara terbuka dan menyeluruh agar penyebab kejadian ini jelas,” katanya.

‎Selain investigasi, Yapet juga meminta pemerintah melalui dinas terkait memperketat pengawasan terhadap penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di kawasan industri galangan kapal.

‎Menurutnya, pengawasan dan pembinaan dari instansi berwenang sangat penting untuk memastikan standar keselamatan benar-benar diterapkan oleh perusahaan.

‎“Pengawasan dan pembinaan dari dinas terkait serta instansi berwenang harus diperkuat agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujarnya.

‎Serikat pekerja berharap tragedi yang merenggut nyawa pekerja ini menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak, khususnya perusahaan dan pemerintah, untuk memperkuat penerapan standar keselamatan kerja di sektor industri galangan kapal Batam yang dikenal memiliki tingkat risiko tinggi. (*)

Artikel Tragedi ASL: 3 Pekerja Tewas, FSPMI Desak Investigasi Terbuka pertama kali tampil pada Metropolis.

Polisi Redam Kemungkinan Keributan Setelah Laka Lantas, Gencarkan Patroli Malam

0
Polsek Lubukbaja meredam keributan akibat lakalantas di Lubukbaja. F. Polsek Lubukbaja untuk Batam Pos.

batampos – Aparat kepolisian di Kota Batam kembali menunjukkan respons cepat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dalam satu rangkaian kegiatan, personel Polsek Lubuk Baja bergerak cepat meredam keributan akibat kecelakaan lalu lintas, sementara personel Satlantas Polresta Barelang melakukan patroli malam guna mengantisipasi aksi balap liar di sejumlah titik rawan.

Keributan akibat kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi di Simpang Indomaret Permata Regency, Kelurahan Baloi Indah, Kecamatan Lubuk Baja, Minggu (8/3). Peristiwa ini sempat memicu kerumunan warga hingga menimbulkan situasi yang berpotensi mengganggu ketertiban di lokasi kejadian.

Laporan mengenai kejadian itu pertama kali diterima melalui layanan darurat 110 dari seorang warga bernama Satrio Eko yang melaporkan adanya keributan di lokasi kecelakaan. Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Lubuk Baja yang sedang melaksanakan patroli langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas yang terdiri dari Aipda Robert Saragi, Brigpol Asmar Muda Pohan, dan Briptu M. Lufpy Liza segera melakukan penanganan di lokasi. Setibanya di TKP, petugas mendapati sejumlah warga berkumpul dan situasi sempat memanas akibat insiden kecelakaan lalu lintas tersebut.

Untuk mencegah situasi semakin memanas, personel kepolisian langsung mengambil langkah cepat dengan membubarkan kerumunan warga. Langkah ini dilakukan guna menghindari potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di sekitar lokasi kejadian.

Selain melakukan pengamanan, pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut kemudian dibawa ke Mako Polsek Lubuk Baja untuk dilakukan penyelesaian secara persuasif sesuai prosedur yang berlaku.

Kapolsek Lubuk Baja Kompol Deni Langie mengatakan respons cepat ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui layanan darurat 110 yang dapat diakses kapan saja.
“Melalui layanan 110, masyarakat dapat dengan cepat melaporkan kejadian yang membutuhkan kehadiran polisi. Kami memastikan setiap laporan yang masuk akan segera ditindaklanjuti oleh personel di lapangan guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Sementara itu, pada malam harinya personel Satuan Lalu Lintas Polresta Barelang juga menggelar patroli intensif guna mengantisipasi aksi balap liar di sejumlah ruas jalan protokol Kota Batam. Patroli ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

Sebanyak delapan personel Satlantas dikerahkan dalam patroli mobile yang berlangsung sejak pukul 23.00 WIB hingga 04.00 WIB. Beberapa titik yang menjadi fokus pengawasan di antaranya kawasan Engku Hamidah, Simpang Frengki, Legenda Malaka, Simpang KDA, serta Simpang Masjid Raya.

Dalam patroli tersebut, petugas juga memantau lokasi yang kerap dijadikan tempat berkumpulnya para remaja pada malam hari. Kehadiran polisi di lapangan bertujuan untuk mencegah aksi balap liar sekaligus mengantisipasi potensi kejahatan seperti pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, maupun pencurian kendaraan bermotor. Secara umum situasi lalu lintas selama kegiatan berlangsung terpantau aman dan kondusif.(*)

Artikel Polisi Redam Kemungkinan Keributan Setelah Laka Lantas, Gencarkan Patroli Malam pertama kali tampil pada Metropolis.

Insiden BYD Seal Terbakar di Hong Kong, Investigasi Ungkap Powerbank Jadi Pemicu

0
Mobil listrik BYD Seal terbakar di Tuen Mun Road, Hong Kong, Selasa (3/3). Investigasi mengungkap kebakaran dipicu powerbank yang mengalami panas berlebih di dalam kabin. Sumber gambar: x.com/dimsumdaily_hk

batampos – Sebuah mobil listrik BYD Seal dilaporkan terbakar saat melaju di Hong Kong. Hasil investigasi mengungkapkan bahwa kebakaran tersebut bukan disebabkan oleh baterai kendaraan, melainkan oleh powerbank yang mengalami panas berlebih di dalam kabin mobil.

Insiden terjadi di kawasan Tuen Mun Road, Hong Kong, Selasa (3/3), sekitar pukul 14.01 waktu setempat. Saat itu sedan listrik BYD Seal berwarna perak tersebut sedang melaju menuju Hung Shui Kiu.

Kebakaran yang tiba-tiba muncul sempat menyebabkan gangguan lalu lintas cukup signifikan di sekitar persimpangan Tsing Tin Interchange.

Pengemudi perempuan yang mengendarai mobil tersebut berhasil keluar dari kendaraan sebelum api membesar. Tim layanan darurat tiba di lokasi hanya beberapa menit setelah laporan kebakaran diterima.

Departemen Pemadam Kebakaran Hong Kong kemudian berhasil memadamkan api sekitar pukul 14.19 waktu setempat.

Hasil investigasi teknis yang dilakukan di pusat layanan BYD memastikan bahwa kebakaran tidak disebabkan oleh kerusakan mekanis maupun gangguan pada sistem kelistrikan kendaraan.

Sumber api diketahui berasal dari sebuah powerbank yang diletakkan di kursi penumpang. Perangkat tersebut mengalami korsleting akibat panas berlebih sehingga memicu kebakaran di dalam kabin.

BYD juga mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa sistem tegangan tinggi kendaraan tidak terlibat dalam awal kebakaran tersebut.

Akibat insiden itu, bagian kabin atas mobil mengalami kerusakan cukup parah. Suhu tinggi di dalam kabin bahkan menyebabkan beberapa bagian plastik interior serta kaca kendaraan meleleh.

Meski demikian, hasil pemeriksaan menunjukkan paket baterai dan struktur sasis kendaraan tetap dalam kondisi utuh. Sel baterai mobil tidak mengalami fenomena thermal runaway.

Hal ini dikarenakan mobil menggunakan baterai jenis LFP (Lithium Iron Phosphate) yang memiliki ambang reaksi panas lebih tinggi, yakni lebih dari 500 derajat Celsius.

Sebagai perbandingan, baterai jenis NMC (Nickel Manganese Cobalt) tradisional biasanya memiliki ambang reaksi panas sekitar 200 derajat Celsius.

Selain itu, struktur aluminium berbentuk sarang lebah pada baterai juga berfungsi sebagai penghalang panas sehingga api dari kabin tidak menjalar ke kompartemen sel baterai.

Kasus ini menunjukkan bahwa perangkat elektronik berbaterai lithium seperti powerbank juga berpotensi menjadi sumber kebakaran jika mengalami overheating atau tidak digunakan dengan aman di dalam kendaraan. (*)

Artikel Insiden BYD Seal Terbakar di Hong Kong, Investigasi Ungkap Powerbank Jadi Pemicu pertama kali tampil pada Lifestyle.

Kecelakaan Kerja Terus Berulang di Galangan PT ASL, Pemerintah Tunggu Hasil Investigasi Terbaru

0
Yusuf Tangkil, 57 tahun, yang selamat setelah terjebak selama tiga hari di dalam badan kapal.

batampos – Rentetan kecelakaan kerja yang terjadi di kawasan galangan kapal PT ASL Shipyard Batam kembali menjadi sorotan. Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun terakhir, sejumlah insiden fatal berulang kali terjadi di kawasan industri tersebut dan menelan banyak korban jiwa, sehingga memicu perhatian serius dari pemerintah.

Insiden terbaru terjadi pada Jumat (6/3) sore ketika sebuah tugboat yang tengah membantu proses pandu kapal kargo di perairan sekitar galangan kapal tiba-tiba terbalik. Dalam kejadian itu terdapat lima kru di atas kapal.

Tiga kru dinyatakan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut, yakni Abdul Rahman selaku nakhoda, Guntur Pardede sebagai chief officer, dan Jhonson Bertuahman Damanik sebagai chief engineer. Sementara dua kru lainnya, Yusuf Tankin dan M Habib Ansyari, berhasil selamat dari kecelakaan tersebut.

Baca Juga: Tugboat ASL Terbalik: 3 ABK Tewas, 2 Selamat, Disnaker Pastikan Penanganan Korban dan Santunan

Kecelakaan ini menambah daftar panjang insiden di kawasan PT ASL Shipyard. Sebelumnya pada 24 Juni 2025 terjadi kebakaran di kapal tanker MT Federal II yang tengah menjalani perbaikan di galangan kapal tersebut. Peristiwa itu menyebabkan empat pekerja meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka.

Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada 15 Oktober 2025, kembali terjadi ledakan dan kebakaran di kapal yang sama. Insiden tersebut bahkan menelan korban lebih besar, yakni 14 pekerja meninggal dunia dan 17 lainnya mengalami luka-luka.

Lalu pada Senin, 29 Des 2025, Insiden kecelakaan kerja kembali terjadi di kawasan industri galangan kapal PT ASL Shipyard Tanjunguncang, sore, sekitar pukul 15.30 WIB. Pekerja subkontraktor PT Vinex Caatindo berinisial RS, 34, tewas tersengat aliran listrik.

Baca Juga: Serikat Pekerja Desak PT ASL Ditutup

Menanggapi kejadian terbaru ini, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kepulauan Riau, Diky Wijaya, menyampaikan belasungkawa kepada para korban. Ia mengatakan pihaknya masih menunggu hasil investigasi dari instansi terkait untuk mengetahui penyebab pasti insiden tugboat terbalik tersebut.

“Yang pertama kami menyampaikan belasungkawa kepada korban yang terkena musibah. Kejadian ini masih dalam penanganan pihak berwajib di Polsek Batu Aji,” kata Diky Wijaya saat menjenguk korban selamat di RS Aini, Minggu (8/3).

Menurutnya, karena insiden terjadi di sektor kelautan, pihaknya juga menunggu hasil pembahasan antara Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta Basarnas untuk mengetahui di mana titik penyebab kecelakaan tersebut.

Diky menegaskan Disnakertrans Kepri belum dapat memastikan apakah insiden tersebut masuk kategori kecelakaan kerja atau tidak. Namun apabila hasil investigasi menyatakan demikian, maka penanganannya akan dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan terkait keselamatan dan kesehatan kerja, mengingat rentetan kecelakaan di kawasan galangan kapal tersebut kini menjadi perhatian pemerintah. (*)

Artikel Kecelakaan Kerja Terus Berulang di Galangan PT ASL, Pemerintah Tunggu Hasil Investigasi Terbaru pertama kali tampil pada Metropolis.