Minggu, 26 April 2026
Beranda blog Halaman 1211

Nelayan Bintan Hilang di Perairan Pulau Terkulai, Pompong Ditemukan Kosong

0
Nelayan hilang
Tim SAR gabungan melakukan pencarian nelayan bernama Misran yang dilaporkan hilang di Perairan Terkulai, Bintan, Selasa (19/8). F. Pangkalan PLP Tanjunguban untuk Batam Pos.

batampos – Seorang nelayan asal Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Bintan, Misran (47), dilaporkan hilang saat melaut di Perairan Pulau Terkulai, Senin (18/8/2025) malam. Pria tersebut diduga terjatuh ketika sedang menjaring ikan.

Informasi dari warga menyebutkan, pompong milik Misran ditemukan berlayar sendiri tanpa ada korban di dalamnya. Temuan itu kemudian dilaporkan ke pihak berwenang.

Sekretaris BPBD Bintan, Agus Ariyadi, mengatakan pencarian oleh Tim SAR gabungan dimulai sejak Selasa (19/8) dini hari. Operasi pencarian dibagi di dua lokasi, yakni perairan Terkulai dan pesisir pantai.

“Hingga sekitar pukul 06.00 WIB belum ditemukan,” ujar Agus yang akrab disapa Adi, Selasa pagi.

Kepala Pangkalan PLP Tanjunguban, Sugeng Riyono, menambahkan pihaknya telah mengerahkan armada untuk membantu pencarian nelayan tersebut.

“Masih dalam pencarian,” kata Sugeng. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Nelayan Bintan Hilang di Perairan Pulau Terkulai, Pompong Ditemukan Kosong pertama kali tampil pada Kepri.

Perdana Ekspor 81 Ton ke China, Produk Turunan Kelapa Kepri Raup Rp1,8 Miliar

0
Akselerasi go ekspor oleh Karantina Kepri. (Karantina Kepri untuk Batam Pos)

batampos – Untuk pertama kalinya, sebanyak 81 ton produk turunan kelapa asal Kepri berhasil diekspor ke China. Komoditas senilai Rp1,8 miliar itu dilepas secara resmi melalui seremoni yang digelar di Batam, Sabtu (16/8) lalu.

Ekspor perdana ini merupakan hasil pendampingan Badan Karantina Indonesia melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepri. Produk yang berhasil menembus pasar Negeri Tirai Bambu itu terdiri atas 54 ton santan beku dan 27 ton air kelapa.

Deputi Bidang Karantina Tumbuhan, Bambang, menyebut ekspor komoditas unggulan dari Kepri ini sejalan dengan Program Astacita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang mendorong hilirisasi produk pertanian. Menurutnya, hilirisasi diyakini mampu memberi nilai tambah sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha kecil dan menengah berbasis ekonomi kerakyatan.

“Karantina sebagai jendela negara menjamin setiap komoditas yang dilalulintaskan dalam keadaan aman, sehat, dan layak dikonsumsi di daerah maupun negara tujuan,” kata dia.

Baca Juga: Harga Telur di Batam Kembali Merangkak Naik

Ia menambahkan, pihaknya telah mencanangkan program Go Ekspor untuk memperluas pasar produk pertanian Indonesia. “Kita berharap target perekonomian Presiden Prabowo dan Wapres Gibran sebesar 8 persen dapat tercapai melalui kegiatan ekspor. Semakin banyak ekspor, maka investasi akan meningkat,” tambahnya.

Kepala Karantina Kepri, Herwintarti, mengatakan bahwa pihaknya mendampingi langsung proses pemenuhan persyaratan ekspor ke China. Negara tersebut dikenal sangat ketat dalam mengatur akses produk pertanian dari luar negeri.

“Ekspor hari ini memberikan pesan bahwa potensi pertanian Kepri memiliki daya saing untuk menembus pasar global,” katanya.

Menurut Herwintarti, pencapaian ini bukan hanya membanggakan, tetapi juga diharapkan membawa dampak langsung bagi petani kelapa di Kepri. “Momentum penting ini harus kontinu agar lebih banyak menyerap hasil budidaya petani yang menggantungkan hidupnya dari kelapa,” lanjutnya.

Ia menggambarkan, hasil ekspor akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.

“Ada petani yang bisa menyekolahkan anak hingga sarjana, ada pula yang bisa membangun rumah dari bertani kelapa. Jika ekspor berkelanjutan, perputaran uang di desa akan semakin menggeliat. Tidak perlu lagi mencari kerja di perkotaan, justru di desa uang akan mengalir,” ujar dia.

Berdasarkan data sertifikasi Karantina Kepri, sejak 1 Januari hingga 15 Agustus 2025, volume ekspor kelapa bulat dan turunannya tercatat mencapai 10.596,91 ton dengan nilai ekonomi Rp191 miliar. Angka ini naik 21,2 persen dibanding periode yang sama pada 2024 yang mencapai 8.738,04 ton.

Baca Juga: Libur Kemerdekaan, Arus Penumpang di Pelabuhan Punggur dan ASDP Sepi

Pada 2024 lalu, total ekspor kelapa bulat dan turunannya dari Kepri mencapai 42.649 ton dengan nilai ekonomi Rp396,2 miliar. Negara tujuan ekspor di antaranya Australia, Jerman, Uni Emirat Arab, Taiwan, Rusia, Mesir, serta sejumlah negara lain.

Melihat tren yang terus meningkat, Herwintarti optimistis ekspor kelapa dan turunannya akan meroket hingga akhir tahun. Katanya, dengan dukungan penuh semua pihak, mereka yakin target peningkatan ekspor di Kepri bisa tercapai.

Selain menyumbang devisa negara, capaian ekspor ini juga memperkuat posisi Kepri sebagai salah satu daerah penghasil kelapa strategis di Indonesia.

“Ini membuktikan produk pertanian kita mampu bersaing, bahkan di pasar yang sulit ditembus sekalipun,” katanya. (*)

 

Reporter: Arjuna

Artikel Perdana Ekspor 81 Ton ke China, Produk Turunan Kelapa Kepri Raup Rp1,8 Miliar pertama kali tampil pada Metropolis.

Timnas Indonesia U-17 Jadi Runner-up Piala Kemerdekaan 2025

0
Timnas Indonesia U-17 jadi runner-up Piala Kemerdekaan 2025 usai kalah 1-2 dari Mali U-17 di laga terakhir. (Dok: Timnas Indonesia/PSSI)

batampos – Timnas Indonesia U-17 mengakhiri perjuangan di Piala Kemerdekaan 2025 dengan menjadi runner-up. Nova Arianto sebagai pelatih kepala tim menjanjikan bakal melakukan evaluasi dan mempersiapkan diri secara maksimal untuk Piala Dunia U-17 2025.

Timnas Indonesia U-17 dipastikan gagal menjadi juara Piala Kemerdekaan 2025 setelah menelan hasil negatif saat menghadapi Mali U-17 di laga pamungkas. Garuda Muda kalah 1-2 di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang pada Senin (18/8) malam.

Dalam laga itu, Timnas Indonesia U-17 benar-benar kesulitan meladeni Mali U-17. Mereka kebobolan dua gol lebih dulu, masing-masing lewat Zoumana Ballo di menit ke-22 dan Seydou Dembele di menit ke-33.

Garuda Muda kemudian sempat memperkecil kedudukan lewat Fadly Alberto pada menit ke-36. Hanya saja, gol Fadly jadi satu-satunya yang bisa dicetak tuan rumah dan pertandingan tuntas dengan kekalahan untuk Timnas Indonesia U-17.

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto pun menerima hasil ini dengan lapang dada. Menurutnya, tim lawan memang tampil dominan dan lebih baik ketimbang Garuda. Hasil kontra Mali U-17 disebut olehnya jadi pelajaran berharga untuk Zahaby Gholy dan kolega.

“Mali luar biasa, pemain Timnas Indonesia U-17 banyak belajar dan turnamen ini. Semoga mereka semakin siap untuk bermain di Piala Dunia U-17 2025,” ujar Nova usai pertandingan.

Setelah Piala Kemerdekaan 2025, Nova berjanji akan segera melakukan evaluasi secara menyeluruh. Termasuk menentukan komposisi utana skuad Timnas Indonesia U-17 yang akan berlaga di Piala Dunia U-17 2025 pada 3-27 November mendatang di Qatar.

“Setelah ini pasti akan evaluasi mengenai performa pemain dan kita lihat siapa pemain yang akan kita bawa ke Piala Dunia U-17 2025. Harapan ke depannya mereka berkembang,” jelas mantan bek Timnas Indonesia itu.

Hasil ini membuat Mali U-17 keluar sebagai juara Piala Kemerdekaan 2025 dengab catatan sempurna. Dari tiga kali bertanding, wakil asal Afrika itu mengoleksi 9 poin. Selain menang lawan Timnas Indonesia U-17, mereka mengalahkan atas Uzbekistan U-17 (5-1) dan Tajikistan U-17 (4-2).

Sementara Timnas Indonesia U-17 jadi runner-up dengan kemenangan atas Uzbekistan U-17 (2-0) dan bermain imbang dengan Tajikistan U-17 (2-2). Adapun Tajikistan dan Uzbekistan secara beruntun menempati peringkat ketiga dan keempat. (*)

Artikel Timnas Indonesia U-17 Jadi Runner-up Piala Kemerdekaan 2025 pertama kali tampil pada Olahraga.

Prabowo Targetkan APBN Tanpa Defisit Pada Tahun 2027 atau 2028, Efisiensi Diteruskan

0
Presiden RI Prabowo Subianto (kanan) di dampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka (kiri) menyampaikan pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR – DPD Tahun 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)

batampos – Presiden Prabowo Subianto menargetkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia bisa didesain tanpa adanya defisit pada tahun 2027 atau 2028.

Prabowo menyebut, hal itu akan sejalan dengan janji untuk terus melakukan efisiensi anggaran selama era pemerintahannya.

“Pemerintah yang saya pimpin, berjanji di hadapan majelis ini kami akan terus melaksanakan efisiensi. Sehingga, defisit ini kita ingin tekankan sekecil mungkin,” kata Prabowo dalam pidato Nota Keuangan di Sidang Tahunan MPR bersama dengan DPR-DPD RI, dikutip Selasa (19/8).

“Dan adalah harapan saya, adalah cita cita saya untuk suatu saat, apakah tahun 2027 atau 2028, saya ingin berdiri di depan majelis ini di podium ini untuk menyampaikan bahwa kita berhasil punya APBN yang tidak ada defisitnya sama sekali,” imbuhnya.

Prabowo menilai, pemerintah Indonesia harus berani untuk menghilangkan kebocoran anggaran. Itu kiranya, ia secara gamblang meminta seluruh kekuatan politik di tanah air untuk mendukungnya.

“Kita harus berani, kita harus bertekad, menghilangkan kebocoran menekan segala bentuk kebocoran dan utk itu saya minta dukungan kekuatan politik yang ada di seluruh Indonesia,” jelas Prabowo.

“Negara kita besar, negara kita makmur, kalau kita atur semuanya dengan baik, semuanya akan merasakan dan menikmati,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2026 didesain sebesar 1,48 persen atau Rp 638,8 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Angka ini merupakan selisih dari belanja dan pendapatan negara pada tahun 2026 yang dirancang sebesar Rp 3.786,5 triliun untuk belanja dan pendapatan dirancang sebesar Rp 3.147,7 triliun.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan bahwa defisit APBN 2025 diperkirakan akan mencapai Rp 662 triliun, atau setara 2,78 persen dari PDB. Angka ini membengkak dari sebelumnya ditargetkan setara 2,53 persen atau Rp 616 triliun. (*)

Artikel Prabowo Targetkan APBN Tanpa Defisit Pada Tahun 2027 atau 2028, Efisiensi Diteruskan pertama kali tampil pada News.

5 Alasan Mengapa Kucing Tidak Suka Air dan Cenderung Menghindarinya

0
Ilustrasi kucing bermain di dalam rumah. (Freepik)

batampos – Kucing pada dasarnya tidak punya masalah dengan air. Mereka bisa minum air dengan tenang kapan saja. Akan tetapi, cerita bisa berubah drastis ketika air menyentuh bulu mereka. Seekor kucing yang tadinya tampak tenang dan bahagia bisa langsung berubah seperti singa mini yang marah dan gelisah.

Reaksi ini bukan tanpa alasan. Bulu basah membuat kucing merasa tidak nyaman, dingin, dan kehilangan kendali atas kehangatan tubuhnya. Selain itu, bulu yang basah membuat mereka lebih sulit bergerak dan merasa rentan. Dilansir dari Purina, berikut ini alasan-alasan mengapa kucing begitu membenci air dan cenderung menghindarinya.

1. Air memberi berat

Coba bayangkan kamu harus membawa selimut basah di bahumu sepanjang hari berat, tidak nyaman, dan mengganggu gerak. Itulah kira-kira gambaran yang dirasakan kucing saat seluruh bulunya basah kuyup. Bulu kucing yang lebat berfungsi bukan hanya sebagai pelindung, tetapi juga penyeimbang suhu dan kenyamanan.

Saat bulu itu basah, tubuh mereka terasa lebih berat, dingin, dan membatasi gerakan. Kucing dikenal sebagai makhluk yang lincah, elegan, dan penuh kendali atas setiap langkahnya. Jadi, saat bulunya basah, mereka kehilangan sebagian besar kemampuan itu dan ini bisa membuat mereka stres.

Tak heran apabila seekor kucing yang baru saja terkena air bisa terlihat kesal, bahkan panik. Bagi mereka, basah bukan hanya soal tidak nyaman, namun juga soal kehilangan kebebasan bergerak dan kontrol diri yang mereka hargai.

2. Sejarah evolusi kucing

Salah satu alasan mengapa banyak kucing membenci air sebenarnya bisa ditelusuri dari sejarah evolusi mereka. Nenek moyang kucing berasal dari wilayah-wilayah kering dan gersang, di mana interaksi dengan air seperti sungai atau danau hampir tidak pernah terjadi. Karena lingkungan asal mereka minim air, kucing tidak memiliki kebutuhan berenang atau menghadapi medan berair dalam kehidupan sehari-hari.

Akibatnya, secara naluriah, kucing modern pun tidak dibekali pengalaman atau insting alami untuk merasa nyaman di dalam air. Tidak seperti beberapa hewan lain yang berevolusi di lingkungan basah, kucing tidak punya latar belakang sejarah yang membentuk mereka untuk menikmati atau menghadapi air dengan tenang.

Inilah mengapa, saat kamu mencoba memandikan kucing, reaksi mereka sering penuh perlawanan mencakar, melompat, atau bahkan bersembunyi. Bagi mereka, air adalah sesuatu yang asing dan tidak menyenangkan karena memang bukan bagian dari naluri dasar mereka.

3. Kucing mencium bau bahan kimia di air

Kucing dikenal memiliki indra penciuman yang sangat tajam bahkan jauh lebih sensitif dibandingkan manusia. Bagi kita, air keran mungkin tidak berbau, tetapi bagi seekor kucing, air tersebut dapat mengandung aroma kimia yang mencolok dan tidak alami.

Kucing mungkin masih mentoleransi mencelupkan kaki ke air sesekali, namun membasahi seluruh tubuhnya dengan cairan yang punya bau asing dan kuat bisa membuatnya merasa sangat tidak nyaman. Bulu mereka yang lembut dan bersih punya aroma khas yang familiar bagi mereka, jadi saat aroma itu tergantikan oleh bau dari air, kucing cenderung menolak.

Sensitivitas penciuman ini menjadi salah satu alasan mengapa sebagian besar kucing enggan untuk mandi sebab bagi mereka, mandi bukan sekadar basah, tetapi juga pengalaman sensorik yang mengganggu.

4. Pengalaman negatif

Beberapa kucing mungkin pernah mengalami bulu basah atau dimandikan sejak usia dini. Dan justru dari pengalaman awal inilah, banyak kucing mulai membangun asosiasi negatif terhadap air. Apabila pada pertemuan pertamanya dengan air kucing merasa stres, takut, atau tidak nyaman, maka kemungkinan besar pengalaman tersebut akan tertanam kuat dalam ingatan mereka.

Akibatnya, saat tumbuh dewasa, cukup melihat bak mandi atau mendengar suara air mengalir saja mampu membuat mereka enggan mendekat. Bagi kucing, pengalaman buruk di masa lalu bisa menjadi alasan kuat guna menghindari situasi serupa di masa depan terutama apabila itu melibatkan air.

5. Kurangnya kontrol

Mungkin kamu pernah melihat kucing penasaran bermain dengan air keran yang menetes atau mencelupkan kaki ke dalam bak mandi. Tapi saat kamu mencoba memasukkan mereka ke dalam bak yang sama, mereka langsung menolak dan melarikan diri. Mengapa bisa begitu?

Jawabannya terletak pada rasa kendali. Saat bermain di tepi bak mandi atau menjilat air dari keran, kucing masih berada di zona nyaman permukaan kering, aman, dan mudah dijangkau apabila mereka ingin pergi. Mereka memegang kendali penuh atas situasi.

Sebaliknya, ketika tubuh mereka harus berada di permukaan yang licin dan basah, dengan air yang mengenai bulu, mata, dan membebani tubuh, keadaan itu terasa mengganggu dan menimbulkan stres. Ini memicu naluri alami mereka untuk melindungi diri dan menghindari situasi yang dianggap tidak aman. (*)

Artikel 5 Alasan Mengapa Kucing Tidak Suka Air dan Cenderung Menghindarinya pertama kali tampil pada Lifestyle.

Dua Dermaga Rp2,5 Miliar Dibangun di Pesisir Bintan, Ini Lokasinya

0
Dermaga Bintan
Rencana pembangunan dermaga di Desa Mantang Lama. F. Yadi Mantang untuk Batam Pos.

batampos – Pemerintah Kabupaten Bintan tengah membangun dua dermaga di wilayah pesisir. Proyek ini menelan anggaran sekitar Rp2,5 miliar yang bersumber dari APBD Bintan.

Kepala Dinas Perhubungan Bintan, Mohammad Insan Amin mengatakan dua dermaga tersebut berlokasi di Kampung Gudang Arang, Desa Numbing, Kecamatan Bintan Pesisir, serta di Jalan Batin Lekok RT 01/RW 01 Desa Mantang Lama, Kecamatan Mantang.

“Proyek ini sedang dalam proses pengerjaan,” kata Insan, Senin (18/8).

Pembangunan dua dermaga itu dikerjakan oleh CV Kharisma Sejati dengan nilai kontrak sekitar Rp2,3 miliar lebih.

Adapun pengawasan proyek dilakukan oleh dua konsultan berbeda. Dermaga Desa Numbing diawasi oleh CV Karya Rupadhatu dengan kontrak sekitar Rp99 juta, sementara Dermaga Desa Mantang Lama diawasi oleh CV Cipta Perdana Teknik dengan nilai kontrak sekitar Rp146 juta.

“Total anggaran keseluruhan termasuk biaya konsultan mencapai Rp2,5 miliar lebih,” ujar Insan.

Ia berharap proyek pembangunan dua dermaga di Desa Numbing dan Desa Mantang Lama dapat diselesaikan tepat waktu sesuai rencana. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Dua Dermaga Rp2,5 Miliar Dibangun di Pesisir Bintan, Ini Lokasinya pertama kali tampil pada Kepri.

ICW Beberkan Potensi Korupsi Anggaran MBG 2026 yang Capai Rp 355 Triliun

0
Makan Bergizi Gratis di SD Taquma Surabaya. (Novia Herawati/JawaPos.com)

batampos – Memasuki usia kemerdekaan Indonesia ke-80 tahun, isu pemberantasan korupsi masih menjadi sorotan publik. Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai, momen ini seharusnya menjadi ruang refleksi, bukan sekadar euforia perayaan.

Dalam Sidang Tahunan MPR RI pada 15 Agustus lalu, Presiden Prabowo Subianto menyinggung soal bahaya serakah nomics yang menggerogoti kepentingan rakyat. Namun, ICW mengingatkan potensi praktik serakah tersebut justru nyata terlihat dalam program pemerintah, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Koordinator Divisi Edukasi Publik ICW, Nisa Zonzoa, menyebut anggaran MBG tahun 2026 yang mencapai Rp 355 triliun patut diwaspadai. Karena menyedot 44 persen dari total anggaran pendidikan sebesar Rp 757,8 triliun.

“Seharusnya dana pendidikan yang begitu besar diprioritaskan untuk memperkuat kualitas guru, memperbaiki fasilitas sekolah, serta memperluas akses pendidikan. Namun, yang terjadi justru porsi terbesar digelontorkan untuk program MBG yang menyisakan banyak tanda tanya soal transparansi dan akuntabilitas,” kata Nisa kepada wartawan, Senin (18/8).

Menurutnya, program MBG yang kerap dipoles dengan narasi keberhasilan masih menyimpan berbagai masalah di lapangan. Hasil pemantauan menunjukkan adanya ketidakjelasan implementasi di sekolah, keterlambatan distribusi makanan, pelibatan unsur militer, hingga kualitas makanan yang tidak memenuhi standar gizi.

Baca Juga: Keterbatasan Akses Pendidikan dan Pemberdayaan UMKM di Maros: Solusi Melalui Relawan Bakti BUMN

“Jika kondisi ini terus dibiarkan, sangat mungkin terjadi kebocoran anggaran yang merugikan masyarakat,” tambah Nisa.

Lebih lanjut, Nisa menyoroti kecenderungan pejabat pemerintah yang mengaitkan MBG dengan capaian-capaian bombastis, seperti peningkatan kemampuan bahasa Inggris peserta didik. Ia menilai, retorika semacam ini hanya memperlihatkan upaya mempercantik program tanpa bukti nyata yang terukur.

“Alih-alih fokus pada kualitas pendidikan, pemerintah justru sibuk menjual retorika,” ujarnya.

ICW juga menilai program MBG rentan dijadikan proyek politik. Dengan anggaran jumbo, risiko penyalahgunaan sangat tinggi, terutama dalam proses pengadaan dan distribusi.

“MBG bisa saja berubah menjadi proyek pencitraan politik yang menguntungkan kelompok tertentu, sementara publik ditekan untuk menanggung biayanya,” tutur Nisa.

Ia menambahkan, dalam konteks krisis fiskal dan kebutuhan rakyat yang lebih mendesak, pengalokasian dana sebesar itu tidak sejalan dengan prinsip keadilan sosial.

“Fakta bahwa hampir separuh anggaran pendidikan tersedot hanya untuk MBG memperlihatkan adanya pembajakan kepentingan publik. Padahal, masih banyak sekolah rusak, guru honorer tidak sejahtera, dan akses pendidikan di daerah tertinggal belum merata,” jelasnya.

Menurut Nisa, istilah serakah nomics yang disinggung Presiden justru relevan untuk menggambarkan kondisi saat ini. Ia menilai, praktik kebijakan yang rakus sumber daya negara dengan mengorbankan rakyat sudah tampak jelas.

“Yang disebut serakah nomics itu ada di depan mata kita. Publik harus kritis agar uang rakyat tidak habis hanya untuk program yang penuh masalah,” tegasnya.

Karena itu, ICW mendesak pemerintah membuka seluruh dokumen anggaran MBG secara transparan, memperkuat mekanisme pengawasan, serta melibatkan masyarakat sipil dalam memantau pelaksanaan.

“Tidak ada makan siang yang gratis. Kalau tidak dikawal, Rp355 triliun itu bisa berubah menjadi ladang bancakan korupsi baru,” pungkasnya. (*)

Artikel ICW Beberkan Potensi Korupsi Anggaran MBG 2026 yang Capai Rp 355 Triliun pertama kali tampil pada News.

Libur Kemerdekaan, Arus Penumpang di Pelabuhan Punggur dan ASDP Sepi

0
Pelabuhan ASDP Telaga Punggur tampak sepi, Senin (18/8). F.Yashinta

batampos – Libur perayaan Hari Kemerdekaan ke-80 ternyata tidak berdampak signifikan pada arus penumpang di sejumlah pelabuhan di Batam. Sejumlah dermaga domestik dan pelabuhan ASDP Ro-Ro justru tampak lengang dari biasanya.

Pantauan Batam Pos, Senin (18/8), suasana di Pelabuhan Domestik Punggur terlihat sepi. Kursi tunggu penumpang banyak yang kosong, hanya sesekali terlihat calon penumpang yang bersiap menuju kapal. Kondisi serupa juga terlihat di Pelabuhan ASDP.

Kepala Syahbandar Pelabuhan Punggur, Deni Cahyadi, mengatakan arus penumpang masih normal pada Sabtu dan Minggu. Namun memasuki Senin, jumlah penumpang menurun drastis.

“Untuk Sabtu dan Minggu masih ramai, tapi Senin memang sepi sekali. Tidak seperti hari libur biasanya,” kata Deni kepada Batam Pos.

Baca Juga: Harga Telur di Batam Kembali Merangkak Naik

Meski arus penumpang menurun, pihak Syahbandar memastikan tidak ada pengurangan jadwal keberangkatan maupun kedatangan kapal. Seluruh jadwal tetap berjalan seperti biasa.

“Sudah terjadwal. Jadi tidak ada pengurangan kapal. Kapal tetap berangkat meski hanya membawa beberapa penumpang,” ujar Deni.

Menurutnya, faktor sepinya penumpang lebih karena masyarakat memilih menghabiskan waktu libur di Batam, tanpa melakukan perjalanan ke daerah lain. Selain itu, momen libur kemerdekaan kali ini juga tidak terlalu panjang.

“Karena memang momen liburan tidak panjang,” tegas Deni.

Kondisi sepi juga terlihat di Pelabuhan ASDP. Beberapa kapal Ro-Ro yang melayani rute Batam ke pulau-pulau sekitarnya tetap beroperasi, namun penumpang yang naik maupun turun jauh lebih sedikit dibandingkan akhir pekan.

“Untuk pelabuhan Roro, kendaraan yang berangkat juga sepi. Hanya beberapa saja,” tegas Deni.

Baca Juga: 19 Ribu Warga Batam Ikuti Cek Kesehatan Gratis hingga awal Agustus 2025

Pihak pelabuhan tetap menyiagakan petugas untuk melayani penumpang sesuai standar operasional. Pengawasan terhadap keselamatan dan ketertiban di dermaga juga tetap diperketat.

Hingga sore hari, suasana pelabuhan masih tampak lengang. Hanya beberapa kendaraan yang masuk ke area parkir pelabuhan, menandakan arus penumpang pada libur kemerdekaan tahun ini memang jauh lebih rendah dari perkiraan. (*)

 

Reporter: Yashinta

Artikel Libur Kemerdekaan, Arus Penumpang di Pelabuhan Punggur dan ASDP Sepi pertama kali tampil pada Metropolis.

Kejutan Manis Espanyol, Berhasil Kalahkan Atlético Madrid dengan Skor 2-1

0
Pertandingan Espanyol vs Atletico Madrid pada pekan pertama LaLiga. (Instagram @rcdespanyol)

batampos – Atlético de Madrid mengalami kekalahan pertama mereka di musim LaLiga 2025/26 setelah takluk 2-1 dari Espanyol di Stadion RCDE. Pasukan Diego Cholo Simeone sebenarnya sempat unggul lebih dahulu dan menguasai jalannya pertandingan.

Namun, dua gol balasan di babak kedua memastikan tuan rumah meraih kemenangan bersejarah di hadapan pendukungnya.

Dilansir dari laman Bein Sports pada Selasa (19/8), Pertandingan dimulai dengan dominasi penguasaan bola dari Atlético.

Tim tamu sempat unggul pada menit ke-37 lewat aksi Julián Álvarez. Penyerang Argentina itu mencetak gol indah melalui tendangan bebas yang menembus pagar betis dan tidak mampu dijangkau kiper Espanyol.

Gol tersebut menjadi bukti kualitas Álvarez yang kini menjalani musim penuh pertamanya bersama Rojiblancos.

Setelah unggul 0-1, Atlético semakin percaya diri dalam mengatur tempo permainan. Mereka menciptakan sejumlah peluang, tetapi penyelesaian akhir yang buruk membuat keunggulan tidak bertambah.

Situasi ini membuat Espanyol tetap memiliki harapan untuk bangkit di babak kedua. Meski terus ditekan, tuan rumah mampu bertahan disiplin dan menunggu kesempatan.

Kebangkitan Espanyol akhirnya datang pada menit ke-73. Miguel Rubio mencetak gol penyama kedudukan melalui tendangan bebas yang mengejutkan lini belakang Atlético.

Gol tersebut mengubah momentum pertandingan dan memberikan energi tambahan bagi tuan rumah untuk terus menekan. Atlético mulai goyah dalam menjaga konsentrasi pertahanan.

Petaka datang bagi tim tamu di menit ke-84. Umpan silang Espanyol berhasil disambut sundulan Pere Milla yang menggetarkan gawang Jan Oblak.

Gol tersebut memicu selebrasi besar di Stadion RCDE sekaligus memastikan kemenangan pertama Espanyol sejak kembali promosi ke LaLiga. Bagi para pendukung tuan rumah, momen ini menjadi salah satu hasil paling berkesan.

Hasil akhir 2-1 meninggalkan catatan berbeda bagi kedua tim. Espanyol memperoleh tiga poin krusial yang menunjukkan kesiapan mereka bersaing di kasta tertinggi.

Sebaliknya, Atlético menghadapi tanda tanya besar mengenai efektivitas serangan dan kerapuhan dalam bertahan dari bola mati. Simeone kini mendapat tekanan untuk segera memperbaiki kelemahan agar tidak mengawali musim dengan buruk. (*)

 

Artikel Kejutan Manis Espanyol, Berhasil Kalahkan Atlético Madrid dengan Skor 2-1 pertama kali tampil pada Olahraga.

Anggaran Perlindungan Sosial Tahun 2026 Disiapkan Senilai Rp 508,2 Triliun

0
Ilustrasi pencairan bansos.(Dok/JawaPos.com)

batampos – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengalokasikan anggaran perlindungan sosial tahun 2026 senilai Rp 508,2 triliun. Angka ini tercatat naik 8,6 persen lebih tinggi dibandingkan dengan outlook APBN tahun 2025 yang sebesar Rp 468,1 triliun.

Dalam anggaran perlinsos ini, pemerintah memprioritaskan kepada empat hal, yakni peningkatan akurasi pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Lalu, sinergi bantuan sosial (bansos) dengan program pemberdayaan, akses permodalan dan pendampingan usaha, serta perlindungan sosial adaptif dan inklusif.

Melalui anggaran ini, pemerintah berkomitmen untuk terus berupaya menurunkan tingkat kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mulai dari pemberian bansos yang lebih tepat sasaran, sehingga upaya melindungi masyarakat dan risiko sosial dan mengentaskan kemiskinan akan lebih efektif.

“Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan mencapai 6,5-7,5 persen dan tingkat kemiskinan ekstrem mencapai 0-0,5 persen,” seperti dikutip dari Buku II Nota Keuangan, pada Selasa (19/8).

Adapun secara rinci, anggaran perlinsos yang mencapai Rp 508,2 triliun ini akan disalurkan untuk pemenuhan kebutuhan dasar senilai Rp 315,5 triliun. Adapun alokasinya untuk 10 juta penerima PKH senilai Rp 28,7 triliun, BPNT/Kartu Sembako senilai Rp 43,8 triliun dengan total penerima mencapai Rp 18,3 penerima.

Kemudian, bantuan iuran JKP senilai Rp 1,2 triliun untuk 140,7 juta penerima, subsidi energi senilai Rp 210,1 triliun termasuk untuk BBM, listrik, dan LPG 3 kg. Selain itu, juga diperuntukkan bagi subsidi non energi senilai Rp 17,4 triliun, BLT Desa senilai Rp 6,5 triliun, dan atensi sosial serta penanganan bencana sebesar Rp 7,9 triliun.

Selain itu, perlinsos juga ada yang disalurkan untuk pemenuhan pendidikan, diantaranya seperti untuk PIP senilai Rp 15,5 triliun bagi 21,1 juta siswa, KIP Kuliah senilai Rp 17 triliun untuk 1,2 juta mahasiswa, serta untuk Sekolar Rakyat (SR) yang tersebar di 200 lokasi.

Selanjutnya, anggaran perlinsos juga diperuntukan bagi layanan kesehatan senilai Rp 69 triliun, yang terdiri dari Rp 66,5 triliun bagi 96,8 juta peserta PBI JKN. Lalu, untuk 49,6 juta peserta PBPU dan BP Kelas III senilai Rp 2,5 triliun.

Terakhir, anggaran perlinsos juga digunakan untuk pemberdayaan masyarakat dengan total nilai mencapai Rp 86,2 triliun. Terdiri dari Subsidi KUR bagi 6,1 juta debitur dengan alokasi mencapai Rp 36,5 triliun dan subsidi pupuk Rp 49,7 triliun sebanyak 9,6 juta ton. (*)

Artikel Anggaran Perlindungan Sosial Tahun 2026 Disiapkan Senilai Rp 508,2 Triliun pertama kali tampil pada News.