Longsor terjadi di kawasan Bengkong Harapan, tepatnya dekat Simpang Bengkong Harapan, Senin (11/8). Foto. M. Sya’ban/ Batam Pos
batampos – Longsor terjadi di kawasan Bengkong Harapan, tepatnya dekat Simpang Bengkong Harapan, Senin (11/8) sekitar pukul 10.00 WIB. Hujan deras disertai angin kencang membuat tanah dari dataran tinggi di sekitar lokasi ambruk ke tepi jalan raya.
Material longsor menimpa sejumlah tiang reklame hingga roboh dan merusak pembatas jalan. Tanah dan reruntuhan menutup sebagian badan jalan, membuat arus lalu lintas sempat terganggu.
“Pas longsor itu, tiba-tiba tanah dari atas bukit runtuh ke bawah, membuat beberapa tiang reklame roboh,” ujar Sujadi, warga Komplek Sinar Bulan yang tinggal tak jauh dari lokasi.
Petugas Satpol PP bersama instansi terkait langsung turun ke lokasi tak lama setelah kejadian. Mereka mengevakuasi material longsor dan memperbaiki fasilitas yang rusak.
“Kami menerima laporan dari Lurah Bengkong Harapan dan langsung menurunkan tim untuk pembersihan material longsor,” kata Kasat Pol PP Batam, Imam Tohari.
Hingga sore, proses pembersihan masih berlangsung. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Warga diimbau tetap waspada mengingat kondisi tanah di sekitar lokasi masih labil. (*)
Bandara RHF Tanjungpinang. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.
batampos – Pesawat Batik Air rute Bandara Soekarno-Hatta Tangerang menuju Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang batal mendarat akibat cuaca buruk, Senin (11/8/2025).
Section Head of Airport Security and Service Bandara RHF Tanjungpinang, Rudy Sudrajat, mengatakan pembatalan pendaratan terjadi sekitar pukul 11.05 WIB karena angin kencang.
“Iya benar, pesawat Batik Air dialihkan sementara ke Pekanbaru karena kondisi cuaca (angin) buruk di Tanjungpinang,” ujarnya.
Rudy menambahkan, pihak bandara masih menunggu jadwal keberangkatan pesawat Batik Air dari Pekanbaru menuju Tanjungpinang.
Berdasarkan informasi BMKG Tanjungpinang dan AirNav Tanjungpinang, saat pesawat akan mendarat, kecepatan angin mencapai 25 knot.
“Untuk standar normalnya, masing-masing maskapai punya ukurannya. Keputusan berada pada masing-masing pilot pesawat,” jelas Rudy. (*)
batampos – Polisi mulai mengungkap fakta baru di balik tawuran antar remaja yang viral di media sosial dan terjadi di Jalan Pahlawan, arah Bundaran Basecamp, Batuaji, Jumat (8/8) malam. Korban bentrokan ternyata bukan siswa aktif, melainkan alumni dari SMK Negeri 5 Batam.
PLH Kapolsek Batuaji yang juga Kanit Reskrim, Iptu Andi Pakpahan, mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima laporan resmi. Meski demikian, penyelidikan tetap dilakukan dengan mendatangi sekolah-sekolah yang disebut terlibat dan berkoordinasi lintas polsek sesuai arahan Kapolresta Barelang.
“Wilayah Polsek Sagulung ada SMK Negeri 5, Polsek Sekupang untuk SMK Negeri 4, dan Polsek Bengkong untuk SMK Maritim. Sesuai petunjuk Kapolres, kami melakukan pendekatan ke sekolah, khususnya SMK Negeri 1,” ujar Andi, Senin (11/8).
Dari hasil penelusuran, korban yang terlihat dalam video tawuran adalah mantan siswa SMK Negeri 5. Identitasnya telah diketahui, dan polisi sudah berkomunikasi langsung dengan yang bersangkutan beserta keluarganya.
Kronologis kejadian bermula dari kegiatan perlombaan Futsal yang diikuti beberapa sekolah. Saat perjalanan pulang, muncul yel-yel yang dipelesetkan, direkam, dan disebarluaskan. Plesetan ini memicu emosi kelompok pelajar lain.
Meski sempat disebut melibatkan siswa SMK Negeri 5, Andi menegaskan tidak ada siswa aktif sekolah itu yang menjadi korban.
“Kami sudah mengimbau sekolah agar guru mengingatkan siswanya untuk tidak terpancing isu atau ajakan negatif,” tegasnya.
Polisi terus berkoordinasi dengan Polsek lain untuk mencegah bentrokan lanjutan. Peran orang tua juga diharapkan untuk mengawasi aktivitas anak di luar jam sekolah agar tidak terjerumus ke pergaulan yang salah.
Menindaklanjuti insiden ini, Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Cabang Batam menginstruksikan seluruh kepala sekolah untuk memantau dan membina siswa. Kepala Kantor Disdik Kepri Cabang Batam, Kasdianto, menyebut agenda Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) mendatang akan membahas khusus masalah tawuran ini. Dua sekolah yang disebut terlibat, SMK Negeri 5 Batam dan SMK Maritim, akan mendapat perhatian khusus.
Kasdianto juga mengingatkan orang tua untuk mengawasi anak di luar jam sekolah. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara guru dan orang tua. “Jangan biarkan anak berkendara sendiri dan keluyuran di malam hari. Guru perhatikan di sekolah, orang tua perhatikan di rumah,” ujarnya.
Seperti diketahui, video tawuran di Batuaji yang viral menunjukkan sekelompok pemuda menyerang menggunakan balok kayu dan batu, bahkan berlari ke tengah jalan saat lampu merah menyala. Peristiwa singkat namun brutal itu membuat warga resah dan mendorong aparat serta pihak sekolah bergerak cepat menutup peluang terjadinya bentrok lanjutan. (*)
Dua tangki air dengan kapasitas 2 ton disiapkan Damkar Anambas untuk bantuan warga yang kesulitan air bersih. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.
batampos – Krisis air bersih tengah melanda sejumlah wilayah di Pulau Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas. Warga mengaku kesulitan mendapatkan pasokan air yang biasanya lancar mengalir dari mata air di pemukiman.
“Saya sudah seminggu air tidak jalan. Info petugas memang debit air berkurang. Macam mana lagi lah, terpaksa menunggu air jalan,” keluh Firman Dani, warga Tarempa Timur, Senin (11/8).
Firman berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Anambas segera memberikan solusi jangka pendek untuk mengatasi krisis ini.
Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Anambas, Matari Hasibuan, mengakui pihaknya ikut merasakan kesulitan yang dialami masyarakat.
Sebagai langkah cepat, Damkar Anambas menyiapkan 2 ton air bersih di Pos Damkar Siantan, Jalan Imam Bonjol, Tarempa.
“Air bersih itu kita siapkan untuk masyarakat. Bebas mereka mengambil air itu untuk kepentingannya masing-masing,” ujar Matari.
Air yang disimpan di tangki Pos Siantan biasanya diperuntukkan bagi keadaan darurat seperti pemadaman kebakaran. Namun kali ini, pihaknya memanfaatkannya untuk membantu warga.
“Kalau air di tangki habis, kita isi lagi. Jadi tidak kita biarkan kosong,” jelasnya.
Bantuan ini sudah dibuka sejak Sabtu (9/8) lalu. Meski demikian, hingga kini belum ada masyarakat yang memanfaatkannya.
“Kami terbuka, dan mengajak masyarakat yang kesulitan air segera datang ke pos kami,” ajak Matari.
Selain menyiapkan air di pos, Damkar juga menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah rumah ibadah. Matari berharap langkah ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat sampai pasokan air kembali normal. (*)
Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) Batam masih melakukan penyisiran di perairan sekitar Jembatan 1 Barelang untuk mencari Rivaldo Bagus Setiawan, pria yang diduga melompat dari jembatan tersebut pada Senin (11/8) dini hari.
batampos – Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) Batam masih melakukan penyisiran di perairan sekitar Jembatan 1 Barelang untuk mencari Rivaldo Bagus Setiawan, pria yang diduga melompat dari jembatan tersebut pada Senin (11/8) dini hari.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang, Fazzli, melalui Danpos Basarnas Batam, Dedius Sembiring, mengatakan pencarian hari pertama dimulai setelah laporan masuk sekitar pukul 07.00 WIB. Enam personel langsung dikerahkan ke lokasi bersama unsur SAR gabungan.
“Penyisiran dilakukan menggunakan rubber boat sejauh 1-2 mil dari lokasi yang diduga menjadi titik jatuh korban. Kami juga memanfaatkan teknologi drone thermal dan alat Aqua Ace untuk memantau dari udara dan permukaan air,” kata Dedius.
Namun, upaya pencarian terkendala cuaca buruk. “Intensitas hujan yang cukup tinggi memang sedikit menghambat jarak pandang dan pergerakan di lapangan, tapi tim tetap berupaya maksimal,” tambahnya.
Unsur SAR gabungan yang terlibat meliputi rubber boat Basarnas Batam, kapal RIB Polair Polda Kepri, Polairud Polresta Barelang, Polsek Sagulung, Ditpam, dan nelayan setempat.
Peristiwa ini bermula ketika seorang pria dilaporkan melompat dari sisi kiri Jembatan 1 Barelang, dari arah Dendang Melayu menuju Jembatan 2, sekitar pukul 01.00 WIB. Informasi awal diterima dari warga dan petugas Ditpam yang berjaga di pos jembatan.
Saat tiba di lokasi, petugas menemukan sepeda motor Honda Beat hijau putih BP 2938 ME dengan kunci masih tergantung. Di dalam jok motor terdapat dompet berisi KTP atas nama Hmad Adre (19), kartu Jamsostek, kartu berobat, dan KIS atas nama Rivaldo Bagus Setiawan.
Selain itu, ditemukan topi yang tergantung di kaca spion dan botol minuman beralkohol jenis whisky. Hingga sore hari, hasil pencarian masih nihil. Polisi masih menyelidiki motif aksi tersebut dan memastikan identitas korban, meski ciri-ciri yang disebut saksi mengarah kepada Rivaldo yang terakhir terlihat mengenakan kaos putih. (*)
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Didi Kusmarjadi.
batampos – Pemerintah pusat berencana menjadikan Pulau Galang, Kota Batam, sebagai lokasi pengobatan bagi warga Gaza yang menjadi korban konflik. Rencana ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan Presiden Prabowo Subianto dan disampaikan oleh Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi.
Pulau Galang dipilih karena memiliki fasilitas medis yang memadai, yakni Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) yang sebelumnya digunakan untuk merawat pasien Covid-19. Lokasi ini dinilai strategis, terpisah dari permukiman warga, dan siap digunakan untuk penanganan medis skala besar. Diperkirakan sekitar 2.000 warga Gaza akan ditampung sementara untuk menjalani perawatan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengungkapkan bahwa hingga kini pihaknya belum menerima koordinasi resmi terkait penyiapan tenaga medis maupun dukungan kesehatan lainnya.
“Belum ada pembicaraan ke arah sana (tenaga kesehatan). Saya kemarin baru dihubungi Brigjen dr Daniel dari TNI AD, hanya menanyakan kondisi RSKI. Belum ada pembahasan teknis, apalagi permintaan tenaga kesehatan dari Dinkes,” kata Didi, Senin (11/8).
Menurut Didi, pola yang digunakan selama ini biasanya TNI menyiapkan tenaga medis mereka sendiri untuk RSKI Pulau Galang.
“Kalau nanti mereka mengalami kekurangan tenaga, baru minta bantuan Dinas Kesehatan. Pengalaman waktu pandemi Covid-19 dulu, kami diminta mengirim tenaga medis tambahan untuk membantu operasional rumah sakit,” jelasnya.
Didi menambahkan, dukungan Dinkes Batam pada masa pandemi tidak hanya berupa tenaga medis, tetapi juga bantuan logistik kesehatan seperti alat pelindung diri (APD), obat-obatan, serta koordinasi rujukan pasien.
“Biasanya, dari TNI menyiapkan tenaga medis sendiri. Kalau ada kesulitan, baru mereka meminta bantuan Dinas Kesehatan, seperti yang terjadi saat pandemi dulu,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa Selasa (12/8) besok, tim dari Jakarta akan tiba untuk meninjau langsung kondisi RSKI Pulau Galang. Didi bersama jajaran Dinkes Batam dijadwalkan ikut dalam peninjauan tersebut.
“Nanti kita akan lihat kesiapan fasilitas, ketersediaan peralatan medis, ruang perawatan, hingga mekanisme penanganan pasien. Dari situ baru bisa kami susun rencana dukungan yang diperlukan,” terangnya.
Didi menekankan, meskipun RSKI berada di wilayah administrasi Batam, pengelolaan rumah sakit tersebut berada di bawah TNI. “Jadi keputusan dan pengoperasiannya sepenuhnya kewenangan mereka. Peran kami sifatnya mendukung jika ada permintaan resmi,” katanya.
Rencana penempatan ribuan warga Gaza di RSKI Pulau Galang ini diperkirakan memerlukan koordinasi lintas instansi, mulai dari pemerintah pusat, TNI, pemerintah daerah, hingga pihak terkait lainnya. Didi berharap koordinasi segera dilakukan agar segala kebutuhan medis dapat disiapkan sejak dini. (*)
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.
batampos – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mengungkapkan realisasi investasi dari dalam dan luar negeri hingga triwulan II 2025 telah mencapai Rp29 triliun. Angka ini mendekati target tahun 2025 yang ditetapkan sebesar Rp36 triliun.
Ansar menjelaskan, sebagian besar investasi yang masuk ke Kepri berasal dari sektor industri karena mampu menyerap modal dalam skala besar. Disusul sektor properti, mulai dari pengembangan perumahan hingga properti pendukung industri pariwisata.
“Kita optimistis target investasi tahun 2025 tercapai. Pada triwulan dua sudah mencapai Rp29 triliun,” kata Ansar Ahmad, Senin (11/8).
Menurutnya, Kota Batam masih menjadi magnet utama bagi investor berkat posisinya yang strategis, berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Kabupaten Bintan juga menawarkan peluang investasi besar di sektor pariwisata, sementara Kabupaten Karimun unggul di bidang galangan kapal.
“Untuk Tanjungpinang, Lingga, Anambas, dan Natuna, potensi investasinya meliputi pariwisata bahari, perikanan, hingga pertambangan,” ujarnya.
Pemprov Kepri, lanjut Ansar, akan terus mendorong masuknya investasi karena berperan penting sebagai penggerak ekonomi daerah dan nasional sekaligus membuka lapangan kerja baru.
Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah pengesahan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi.
Berdasarkan Perda itu, pemerintah daerah akan memberikan insentif fiskal maupun nonfiskal, termasuk jaminan kepastian hukum bagi investor. “Selanjutnya kita akan susun insentif dalam bentuk apa yang diberikan kepada para investor,” pungkasnya. (*)
Genangan air di Batuaji. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos
batampos – Hujan deras yang mengguyur wilayah Batuaji dan Sagulung memicu banjir dan genangan air di beberapa titik jalan utama, Senin (11/8/2025). Pantauan di lapangan, genangan air terjadi di ruas Jalan R Suprapto, Brigjen Katamso, hingga Jalan Marina City dan Jalan Diponegoro, Sei Temiang. Meski arus lalu lintas masih terpantau lancar, laju kendaraan sedikit melambat karena pengendara harus lebih berhati-hati.
Kondisi ini membuat para pengendara motor dan mobil ekstra waspada agar tidak memercikkan air ke pengguna jalan lain atau terjebak dalam kubangan yang berpotensi menyebabkan mogok dan kecelakaan. Beberapa titik genangan cukup tinggi sehingga kendaraan roda dua terpaksa memperlambat laju atau mencari jalur alternatif.
Genangan air terparah terjadi di Jalan Marina City. Air setinggi hampir setengah ban motor bertahan seharian penuh meskipun hujan sudah reda sejak pagi. Situasi serupa terlihat di jalan menuju Kaveling Baru, Sagulung, di mana air baru mulai surut menjelang sore hari. Kondisi ini kerap menimbulkan kemacetan saat jam sibuk.
Selain mengganggu arus lalu lintas, genangan air juga memperparah kerusakan jalan. Di sejumlah titik, aspal mulai terkelupas dan berlubang akibat terendam dalam waktu lama serta tingginya volume kendaraan yang melintas. Andre, seorang warga setempat, menyebut penyebabnya adalah posisi jalan yang lebih rendah dibandingkan dataran sekitar sehingga air sulit mengalir keluar.
“Tidak ada jalur pembuangan air yang memadai, jadi begitu hujan lebat, air langsung menggenang. Kalau tidak segera diperbaiki, ini akan terus jadi masalah setiap musim hujan,” ujarnya.
Warga berharap Pemerintah Kota (Pemko) Batam memberikan perhatian lebih terhadap penanganan banjir di wilayah Batuaji dan Sagulung. Mereka menilai upaya yang dilakukan selama ini masih belum efektif, terutama di titik rawan yang selalu berulang tergenang.
Hingga kini, Pemko Batam masih menjalankan proyek normalisasi drainase dan perbaikan jalan di sejumlah titik. Namun, pekerjaan tersebut belum merata di seluruh wilayah. Beberapa kawasan masih menunggu giliran, sehingga persoalan banjir dan genangan air belum sepenuhnya teratasi.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat berkendara di lokasi rawan banjir. Di sisi lain, warga meminta percepatan pengerjaan drainase agar jalan utama terbebas dari genangan, sehingga aktivitas harian dapat berjalan normal tanpa terganggu cuaca. (*)
Hujan lebat di kawasan perairan Penaga, Kabupaten Bintan. F. Yusnadi Nazar/Batam Pos
batampos – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan ekstrem akan melanda sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Tanjungpinang dan Bintan, dalam sepekan ke depan. Hujan lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi akibat kombinasi fenomena atmosfer.
Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Robbi A. Anugrah, mengatakan cuaca ekstrem ini dipicu oleh Madden-Julian Oscillation (MJO), sirkulasi siklonik, dan Dipole Mode negatif.
Kondisi tersebut juga meningkatkan risiko gelombang tinggi, banjir, dan kerusakan akibat angin kencang di beberapa daerah.
“Cuaca ekstrem diprediksi terjadi di daerah Kepri secara umum,” ujarnya, Senin (11/8).
Robbi menjelaskan, pengamatan dan pemantauan menunjukkan wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan memiliki peluang besar mengalami hujan intensitas sedang hingga sangat lebat dalam satu pekan ke depan.
“Oleh sebab itu, segala aktivitas pertanian, perkebunan, pariwisata, pelayaran, dan penerbangan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan,” imbaunya. (*)
Hujan sekejap, banjir mendekap. F. Eusebius Sara / Batam Pos
batampos – Kota Batam diguyur hujan deras sejak pagi hingga siang hari. Hujan ini melanda seluruh kecamatan di wilayah kota, menyebabkan sejumlah kawasan tergenang air dan mengganggu aktivitas warga, Senin (11/8).
Rony Pande, dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam, menjelaskan bahwa hujan deras ini disebabkan oleh tingginya kelembapan udara di lapisan atas atmosfer. Selain itu, adanya wilayah konvergensi atau pertemuan angin, serta pola shearline atau belokan angin di sekitar wilayah Kepulauan Riau, menyebabkan penumpukan massa udara yang sangat mendukung pembentukan awan hujan lebat.
“Potensi hujan ini diperkirakan berlangsung terutama pada pagi hingga siang hari ini,” kata Rony Pande kepada Batam Pos, Senin pagi (11/8).
Ia juga menambahkan bahwa meski hujan akan berangsur reda pada sore hari, masyarakat tetap harus mewaspadai kemungkinan perubahan cuaca yang cepat dan intensitas hujan yang bisa kembali meningkat.
Selain potensi hujan deras, Rony juga mengingatkan adanya kemungkinan kenaikan air laut yang dapat memperparah banjir di beberapa wilayah pesisir kota Batam. Kondisi ini menjadi perhatian khusus, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan dekat pantai.
Mengantisipasi kondisi tersebut, BMKG melalui Rony menghimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap cuaca yang bisa berubah sewaktu-waktu. Khususnya saat hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir, warga diminta untuk menjauhi wilayah terbuka guna menghindari risiko tersambar petir.
“Begitu juga saat angin kencang melanda, sebaiknya menjauh dari pohon, bangunan, dan infrastruktur yang sudah rapuh atau berpotensi roboh,” ujar Rony. (*)