Selasa, 28 April 2026
Beranda blog Halaman 1231

Koperasi Desa Merah Putih, Jalan Ninja Genjot Ekonomi Lokal hingga Berantas Rentenir

0
Warga membeli kebutuhan sehari-hari pada gerai sembako dan klinik kesehatan Koperasi merah Putih di kelurahan Mampang, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (21/07/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

batampos – Presiden Prabowo Subianto tampak menunjukkan keberpihakannya terhadap masyarakat desa dan ekonomi lokal di awal masa pemerintahannya. Hal ini terlihat dari komitmennya untuk membentuk banyak Koperasi Desa (Kopdes) dan Koperasi Kelurahan (Kopkel) Merah Putih di tanah air.

Tak sekadar membentuk, melalui Kopdes Merah Putih, Prabowo bercita-cita untuk menghidupkan kembali koperasi hingga akhirnya desa akan menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan.

“Kita hidupkan perekonomian rakyat. Kopdes dan kopkel merah putih kita bangun, koperasi kita bangkitkan kembali, UMKM kita berdayakan serta ekonomi lokal kita tumbuhkan, desa dan kelurahan akan menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan,” kata Prabowo saat menyampaikan RAPBN 2026 dan Nota Keuangannya di Senayan, Jakarta, Jumat (15/8).

Untuk diketahui, Kopdes Merah Putih sudah diresmikan Prabowo pada 21 Juli 2025 di Klaten, Jawa Tengah. Dimana saat itu terbentuk sebanyak 80.000 kopdes di Tanah Air.

Prabowo sempat kaget dengan realisasi pembentukan kopdes dan kopkel tersebut. Pasalnya, Kopdes Merah Putih sudah berdiri dan bisa diresmikan hanya 9 bulan setelah dirinya dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia.

Mulanya, ia berharap puluhan ribu Kopdes Merah Putih ini bisa terbentuk dan diresmikan pada Oktober atau November 2025 mendatang. Namun, ternyata pembentukan dan peresmiannya bisa jauh lebih cepat dari perkiraan.

“Tapi saya jujur, dalam hati saya, ya sudahlah, kira-kira, Oktober-November nanti terbentuk, ya kan. Tau-tau (para menteri) laporan. Pak, kita Juli siap diresmikan. Hah? Berapa? 80 ribu semuanya. Yang benar? Terima kasih, saudara-saudara sekalian. Katanya semua kerja sebagai satu tim. Bergerak semua,” jelas Prabowo dalam sambutannya saat peresmian Kopdes Merah Putih.

Untuk diketahui, pembentukan Kopdes Merah Putih bisa dipercepat lantaran kolaborasi antar kementerian. Terdiri dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan (sebagai Ketua Satgas Nasional).

Lalu Kementerian Koperasi (sebagai Wakil Ketua Satgas), Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Keuangan, Kementerian Pertanian.

Kemudian, Kementerian BUMN, Komdigi, Badan Pangan Nasional, Badan Gizi Nasional, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin).

Kopdes Genjot Ekonomi Lokal

Prabowo menegaskan bahwa koperasi adalah lambang kekuatan kolektif rakyat. Ia mengibaratkannya sebagai lidi: satu lidi lemah, tapi ratusan lidi bersama bisa menyapu bersih tantangan.

“Koperasi adalah alatnya orang lemah, alatnya bangsa yang lemah. Tapi kalau bersatu, mereka jadi kekuatan. Dari ekonomi lemah menjadi ekonomi yang kuat. Itulah konsep koperasi,” tegas Prabowo.

Ia mengungkapkan, mereka yang kaya cenderung membuat PT atau holding, bukan koperasi. Oleh karena itu, negara perlu hadir untuk memperkuat kelembagaan ekonomi rakyat kecil yang selama ini terpinggirkan.

Program ini ditujukan untuk mendorong kemandirian desa di sektor pangan, pertanian, UMKM, kesehatan, logistik, dan keuangan inklusif. Seluruh koperasi desa kini terintegrasi dalam sistem digital nasional berbasis transparansi dan efisiensi pelayanan.

“80 ribu koperasi desa merah putih telah terbentuk dan siap bekerja mempermudah masyarakat desa mengakses sembako, logistik, pupuk, hingga layanan keuangan,” ujarnya.

Tak hanya mempermudah akses perekonomian, Prabowo juga memastikan kehadiran Kopdes Merah Putih bisa mengatasi perputaran uang yang selama ini terkonsentrasi di kota-kota. Sehingga dengan begitu, koperasi di setiap desa akan membantu meningkatkan ekonomi desa dan menciptakan jutaan lapangan kerja baru.

Berantas Rentenir di Desa

Selain itu, kehadiran Kopdes Merah Putih juga menjadi harapan besar Prabowo untuk memberantas rentenir di desa. Menurutnya, para rentenir yang beroperasi di desa telah memberi bunga yang tak masuk akal kepada masyarakat.

“Tidak boleh ada rakyat kita lagi yang pinjam uang dari rentenir dengan bunga yang tidak masuk akal. Lintah darat akan kita hilangkan dari bumi Indonesia,” tegas Prabowo saat di Gedung DPR RI, kemarin.

Harapan ini secara pasti Prabowo wujudkan dengan memperbolehkan setiap kopdes merah putih untuk mengajukan pinjaman ke perbankan dengan plafon sebesar Rp 3 miliar. Pinjaman ini diberikan guna mempermudah masyarakat dalam memperoleh akses pembiayaan dengan bunga rendah, serta pengadaan kebutuhan pokok hingga pembangunan fasilitas kesehatan, seperti klinik dan apotek di desa.

Hal ini sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 49 Tahun 2025 yang mengatur tentang pinjaman hingga Rp 3 miliar untuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Dalam aturan itu disebutkan bahwa suku bunga pinjaman per tahunnya ditetapkan sebesar 4 persen dengan tenor paling lama 72 bulan atau 6 tahun. Pinjaman ini diberikan untuk

Tak hanya itu, pemerintah melalui Peraturan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Permendes PDT) Nomor 10 Tahun 2025 tentang Mekanisme Persetujuan dari Kepala Desa dalam rangka Pembiayaan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Telah mengatur bahwa setiap desa yang kopdesnya mengajukan pinjaman, bisa memanfaatkan Dana Desa untuk mendukung pengembalian pinjaman dan mengalami gagal bayar angsuran.

Dalam hal ini besaran Dana Desa yang boleh digunakan adalah sebesar 30 persen. Sebagai contoh, apabila desa memiliki pagu dana desa sebesar Rp 400 juta hingga Rp 499,99 juta akan memiliki dukungan pengembalian pinjaman maksimal 30 persen dari dana desa per tahun.

Itu artinya dana dukungan desa setelah dihitung pokok dan jumlah bunga per tahun sebesar Rp 149,99 juta atau sebesar Rp 12,49 juta pokok atau jumlah bunga per bulan.

Melalui Kopdes Merah Putih, Prabowo meyakini bahwa ekonomi lokal di pedesaan akan semakin hidup. Lebih jauh, kehadirannya bisa menghapus kemiskinan hingga memperkuat ketahanan pangan.

“Ini adalah pendekatan baru yang akan menghidupkan ekonomi lokal di pedesaan memotong rantai distribusi logistik yang rumit, menciptakan lapangan kerja baru dan menghapus kemiskinan sekaligus memperkuat ketahanan pangan di desa,” ungkap Prabowo.

“Perekonomian daerah akan berdenyut kencang dan kemandirian daerah akan semakin memperkokoh persatuan dan kemandirian bangsa,” pungkasnya. (*)

Artikel Koperasi Desa Merah Putih, Jalan Ninja Genjot Ekonomi Lokal hingga Berantas Rentenir pertama kali tampil pada News.

Upacara HUT ke-80 RI di Batam Berlangsung Khidmat, Ribuan Warga Padati Dataran Engku Putri

0
Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyerahkan bendera merah putih kepada Najwa Latifa Az-Zahra yang bertugas sebagai pembawa baki pada upacara pengibaran bendera HUT ke-80 RI di Batam, Minggu (17/8). (F.Istimewa)

batampos – Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Kota Batam berlangsung khidmat di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Minggu (17/8). Upacara dipimpin langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, yang bertindak sebagai inspektur upacara.

Mengusung tema nasional “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, prosesi berlangsung penuh semangat kebangsaan. Komandan Upacara dipercayakan kepada Letkol Laut (PM) Joko Hary Mulyono, dengan jajaran pasukan upacara yang berdiri tegap di bawah teriknya matahari pagi.

Momen paling ditunggu, yakni pengibaran Sang Merah Putih, berjalan sukses oleh Paskibra Batam. Sebanyak 17 anggota Paskibraka melaksanakan tugasnya dengan penuh disiplin, mengibarkan bendera dengan formasi yang rapi dan serasi.

Formasi pengibar dipimpin oleh Danpok 17, M Abdan Syakuro, dengan pembawa baki Najwa Latifah Az-Zahra, serta cadangan pembawa baki Anggun Faras Sifa. Bendera Merah Putih dibentangkan oleh Astyan Anugrah Pratama, dibantu Danpok 8 Rifky Afdhalun Ramadhan, sementara penggerek bendera dipercayakan kepada Rizky Nanda Putra.

Ribuan masyarakat Batam tampak antusias memadati alun-alun untuk menyaksikan jalannya prosesi. Hadir pula Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, jajaran Forkopimda, perwakilan organisasi, hingga tokoh masyarakat yang larut dalam suasana nasionalisme.

Dalam amanatnya, Amsakar menyerukan persatuan dan semangat gotong royong dalam mengisi kemerdekaan. Ia menyebut, tema tahun ini sebagai pengingat sekaligus pemicu kebersamaan demi kemajuan bangsa.

“Tema tahun ini adalah cerminan tekad kita untuk terus bergandeng tangan menjaga persatuan dan membangun Batam sebagai bagian dari Indonesia yang maju dan sejahtera,” katanya. (*)

 

Reporter: Arjuna

Artikel Upacara HUT ke-80 RI di Batam Berlangsung Khidmat, Ribuan Warga Padati Dataran Engku Putri pertama kali tampil pada Metropolis.

Menjejak Sejarah Pegangsaan Timur 56: Tempat Bung Karno Bacakan Proklamasi

0
Tugu peringatan yang dibangun pada 1946 oleh Ikatan Wanita Djakarta. Berbentuk obelisk kecil, tugu ini menandai perayaan setahun kemerdekaan. (Ryandi Zahdomo/Jawapos)

batampos – Pagi itu, 17 Agustus 1945, suasana Jakarta masih mencekam. Tentara Jepang masih berkeliaran, tetapi semangat rakyat untuk merdeka tak terbendung lagi. Tepat pukul 10.00 WIB, Soekarno berdiri di teras rumahnya di Jalan Pegangsaan Timur 56. Dengan suara lantang, ia membacakan teks proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

Momen itu hanya berlangsung beberapa menit, namun menjadi detik-detik paling bersejarah dalam perjalanan bangsa. Kini, bekas rumah tersebut sudah berubah menjadi Taman Proklamasi, lengkap dengan tugu dan monumen yang terus mengingatkan generasi penerus pada peristiwa monumental itu.

Tak banyak yang tahu, rumah di Pegangsaan Timur 56 awalnya bukanlah milik Bung Karno. Bangunan bergaya Art Deco itu sebelumnya ditempati pejabat Belanda, Baron van Asbeck, lalu digantikan P.R. Feith.

Barulah pada 1942, Soekarno menempati rumah itu bersama istrinya, Inggit Garnasih. Empat tahun kemudian, teras rumah sederhana ini menjadi titik awal lahirnya Republik Indonesia.

“Di Tugu Petir itu tempat Bung Karno membacakan teks proklamasi. Itu dulunya halaman rumah Bung Karno,” ujar Ary, salah seorang petugas di Taman Proklamasi dilansir JawaPos.com.

Sejatinya terdapat dua lokasi yang menjadi opsi pembacaan teks proklamasi. Yakni, di Lapangan IKADA (sekarang kawasan Monas) dan rumah Sukarno. Namun, Lapangan IKADA itu urung dipilih lantaran masih dijaga ketat oleh tentara Jepang.

Demi keamanan, Bung Karno memutuskan untuk menggelar pembacaan di rumahnya sendiri. Keputusan itu terbukti tepat. Tanpa perlu barisan besar dan panggung megah, justru dari teras rumah sederhana itulah kemerdekaan Indonesia dikumandangkan ke seluruh dunia.

Tugu-tugu Peringatan di Taman Proklamasi

Untuk mengenang detik-detik bersejarah itu, sejumlah monumen kemudian dibangun di lokasi bekas rumah Bung Karno.

Tugu Peringatan Satoe Tahoen Repoeblik Indonesia

Dibangun pada 1946 oleh Ikatan Wanita Djakarta. Berbentuk obelisk kecil, tugu ini menandai perayaan setahun kemerdekaan. Mereka tergabung dalam organisasi Pemuda Puteri Indonesia (PPI) dan Wanita Indonesia.

Nama-nama seperti Johanna “Yos” Masdani Tumbuan, Mien Wiranatakusumah, Zus Ratulangi (putri Sam Ratulangi), Zubaedah, hingga Nyonya Gerung tercatat sebagai penggeraknya.

Sketsa tugu dibuat oleh Kores Siregar, seorang mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB). Proses pembangunannya sendiri dimulai pada Juli 1946, hanya dalam waktu singkat setelah proklamasi kemerdekaan.

Tugu peringatan ini berbentuk obelisk kecil. Di permukaannya tertulis kalimat ‘Atas Oesaha Wanita Djakarta’, lengkap dengan penggambaran naskah proklamasi dan peta Indonesia. Meski sederhana, tugu ini sarat makna: ia menjadi bukti nyata peran perempuan dalam mengabadikan semangat kemerdekaan bangsa.

Tugu Petir

Tugu berbentuk tiang setinggi 17 meter dengan simbol petir di atasnya. Inilah penanda titik persis Bung Karno berdiri saat membacakan proklamasi. Pada bagian dasar tertulis:

“Di sinilah Dibatjakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada Tanggal 17 Agustus 1945 djam 10.00 pagi oleh Bung Karno dan Bung Hatta”.

Lambang petir dipilih guna menggambarkan bahwa proklamasi dibacakan dengan cepat namun suaranya tetap terdengar menggelegar.

Monumen Pahlawan Proklamator Soekarno-Hatta

Monumen Pahlawan Proklamator Sukarno-Hatta menjadi simbol kuat peringatan kemerdekaan Indonesia. Dua patung perunggu raksasa Sukarno dan Hatta berdiri berdampingan, dengan postur yang diambil dari foto bersejarah saat pembacaan proklamasi.

Setiap patung memiliki bobot 1.200 kilogram dan menjulang setinggi puluhan meter, menghadirkan aura megah di tengah kawasan bersejarah ini. Di antara keduanya, terdapat lempengan perunggu berukuran hampir 2×3 meter seberat 600 kilogram, yang menampilkan teks naskah proklamasi kemerdekaan.

Keindahan monumen ini semakin lengkap dengan latar berupa 17 patung monolitik. Monolit tertinggi mencapai 8 meter, sementara 45 tonjolan pada air terjunnya melambangkan tanggal keramat 17 Agustus 1945.

Monumen ikonik ini diresmikan tepat pada Hari Kemerdekaan, 17 Agustus 1980, dan hingga kini menjadi salah satu penanda sejarah paling penting di Jakarta. (*)

Artikel Menjejak Sejarah Pegangsaan Timur 56: Tempat Bung Karno Bacakan Proklamasi pertama kali tampil pada News.

Kemenag Kepri Peringati HUT ke-80 RI, Ajak Masyarakat Lanjutkan Perjuangan Pahlawan dengan Pembangunan

0
Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Kanwil Kemenag Kepri, Edi Batara. f.humas kemenag kepri

batampos-Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Kepri menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-80 di halaman Kanwil Kemenag Kepri Km. 15 Tanjungpinang, Minggu (17/8). Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Kanwil Kemenag Kepri, Edi Batara.

Pada kesempatan itu, Edi Batara menympaikan amanat Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. ia mengajak seluruh peserta upacara untuk senantiasa bersyukur atas kemerdekaan yang telah diupayakan para pahlawan bangsa. Menurutnya, Indonesia kini semakin diperhitungkan di mata dunia sebagai negara trendsetter , bukan lagi pengikut.

Meskipun demikian, ia mengingatkan agar bangsa Indonesia tidak lengah dalam menghadapi tantangan global yang kompleks. Secara khusus, Edi Batara menyoroti posisi strategis Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

BACA JUGA: Jaga Keharmonisan Umat Beragama di Anambas, Kemenag Lakukan Penguatan Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan

“Dengan kekuatan sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, sekitar 14 persen berada di Provinsi Kepulauan Riau yang menjadi pelopor kedaulatan Negeri dan kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Mantan Kepala Seksi Bimas Kemenag Kepri tersebut juga menyampaikan bahwa Kepri adalah miniatur Indonesia yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan. Ia mengutip ungkapan Presiden Prabowo Subianto, “Seribu teman terlalu sedikit, dan satu musuh terlalu banyak,” sebagai cerminan semangat kebersamaan masyarakat Kepri.

Peringatan kemerdekaan tahun ini mengusung tema “Bersatu berdaulat, rakyat sejahtera, Indonesia maju”. Edi Batara menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan para pahlawan yang menekankan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa.

Sebagai pewaris kemerdekaan, ia mengajak masyarakat Kepri untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan berbuat dan bergerak melaksanakan percepatan pembangunan.

“Kita sudah berhasil menghantarkan Provinsi Kepulauan Riau ke arah kemajuan tersebut,” kata Edi Batara.

Keberhasilan tersebut, menurutnya, dibuktikan dengan berbagai capaian gemilang, seperti, pertumbuhan ekonomi tertinggi se-Sumatera pada Triwulan II 2025, mencapai 7,14 persen. Kemudian, indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi se-Sumatera, berada di angka 79,89 poin pada tahun 2024, dan peringkat III nasional setelah Provinsi Jakarta dan DIY.

“Angka kemiskinan terendah se-Sumatera, mencapai 4,44 persen pada Maret 2025. Kemudian Indeks Kerukunan Umat Beragama yang konsisten masuk 3 besar nasional,” jelasnya.

Lebih lanjut katanya, Indeks Ketimpangan Gender terendah se-Sumatera tahun 2024 sebesar 0,309 poin. Berikutnya adalah Indeks Kebahagiaan Tertinggi ke-6 nasional 2021. Kemudian adalah PDRB per kapita yang meningkat menjadi Rp161,42 juta, setara dengan PDB Brasil dan melampaui Thailand.

Di akhir pidatonya, Edi Batara menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam proses pembangunan dan rangkaian kegiatan bulan kemerdekaan. Ia menekankan bahwa kemerdekaan bukanlah tanda untuk berhenti berjuang, melainkan tanda untuk berjuang lebih keras.

“Mari kita jadikan momentum ini, sebagai jejak tinta emas yang menegaskan bahwa kemerdekaan bukan sekadar sejarah, melainkan jiwa yang terus berkobar, menginspirasi generasi masa kini dan masa yang akan datang,” tutupnya.

Upacara dihadiri oleh ASN Kanwil Kemenag Kepri, ASN Kemenag Kota Tanjungpinang, ASN Kemenag Kabupaten Bintan dan kepala serta guru madrasah negeri di Tanjunpinang dan Bintan. Sementara, pasukan pengibar bendera merah putih adalah tim Paskibra MAN Tanjungpinang.

Di momen upacara ini juga dilakukan penyerahan penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada sebanyak 42 orang ASN Kemenag yakni, 2 orang 30 tahun masa pengabdian dan 30 orang 20 tahun masa pengabdian.(*)

Reporter: Jailani

Artikel Kemenag Kepri Peringati HUT ke-80 RI, Ajak Masyarakat Lanjutkan Perjuangan Pahlawan dengan Pembangunan pertama kali tampil pada Kepri.

Gubernur Ansar Ahmad Pimpin Upacara Peringatan HUT ke 80 RI, Semangat Kemardekaan Energi Memperkuat Pembangunan Daerah

0
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad yang bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan HUT RI ke-80 tingkat Provinsi Kepri menyerahkan bendera merah putih kepada pembawa baki untuk dikibarkan pada peringatan hari kemardekaan Republik Indonesia yang digelar di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Minggu (17/8). F. Diskominfo Kepri

batampos-Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemardekaan Republik Indonesia (RI) ke-80 tingkat Provinsi Kepri di pusatkan di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Minggu (17/8). Peringatan hari sakral ini dipimpin langsung oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad sebagai Inspektur Upacara.

Upacara berlangsung khidmat dengan susunan petugas upacara dari unsur TNI, Polri, ASN, serta siswa-siswi SLTA terpilih se-Kepri. Komandan upacara dipercayakan kepada Letnan Kolonel Administrasi Sudarisman Halomoan Purba, Kepala Dinas Personil Lanud Raja Haji Fisabilillah. Sementara Perwira Upacara adalah Kapten Elektronika Dwi Ariantoro Susanto, Kepala Sentral Komunikasi Lanud Raja Haji Fisabilillah.

Kemudian, Wakil Ketua III DPRD Kepri Bakhtiar bertindak sebagai pembaca Teks Proklamasi, Plt. Kepala Biro Pemerintahan dan OTDA Setdaprov Kepri Zainal Arifin membacakan Undang-Undang Dasar 1945, dan doa dipimpin oleh Kakanwil Kementerian Agama Kepri, H. Zoztafia.

BACA JUGA: Paskibraka Anambas Sukses Kibarkan Merah Putih, Dapat Apresiasi Rp2,25 Juta

Pasukan Pengibar Duplikat Bendera Pusaka (Paskibraka) merupakan putra-putri terbaik dari tujuh kabupaten/kota se-Kepri di bawah binaan Badan Kesbangpol Kepri. Dalam pengibaran bendera pagi itu, bertugas sebagai pembawa baki Tsaniyah Aqillah Muca I Kadek (SMA Tunas Bangsa), penggerek bendera Bimantara Sakti (SMAN 1 Tanjungpinang).

Selanjut pengulur bendera adalah Ahmad Farrel Abdul Rahim (SMAN 3 Batam), dan pembentang bendera Deven Kenneth Sihombing (SMAN 1 Tanjungpinang). Paskibraka Kepri 2025 juga membentuk formasi khusus angka 80 sebagai simbol peringatan kemerdekaan tahun ini.Pasukan upacara terdiri dari enam kompi, diikuti TNI, Polri, Basarnas, Rutan/Lapas, KSOP, Imigrasi, Satpol PP, Korpri, mahasiswa, dan siswa.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad yang merupakan Inspektur Upacara Peringatan HUT RI ke-80 tingkat Provinsi Kepri beserta Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura foto bersama dengan unsur Forkominda Kepri usai upacara peringatan hari kemardekaan Republik Indonesia yang digelar di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Minggu (17/8). F. Diskominfo Kepri

Dalam amanatnya, Gubernur Ansar Ahmad menegaskan bahwa momentum kemerdekaan ke-80 ini adalah pengingat bagi seluruh bangsa untuk terus melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan kerja nyata dalam pembangunan.

“Provinsi Kepulauan Riau sebagai gerbang maritim sekaligus miniatur Indonesia telah membuktikan dirinya sebagai daerah yang menjunjung persatuan dan kesatuan. Semangat kemerdekaan harus menjadi energi bagi kita semua dalam melanjutkan pembangunan di Bumi Segantang Lada,” ujar Gubernur Ansar.

Gubernur juga menyampaikan capaian pembangunan Kepri di berbagai bidang, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang mencapai 7,14 persen pada triwulan II 2025, penurunan angka kemiskinan hingga 4,44 persen, hingga Indeks Pembangunan Manusia yang menjadi yang tertinggi di Sumatera dan peringkat tiga nasional.

“Mari kita jadikan HUT ke-80 Kemerdekaan RI ini sebagai momentum untuk menjaga obor kemerdekaan agar terus berkobar, demi mewujudkan Kepulauan Riau yang maju, makmur, dan merata,” pungkasnya.

Turut hadir dalam upacara peringatan ini Wakil Gubenur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Ketua TP-PKK Kepri Dewi Kumalasari, Ketua BKOW Kepri Nenny Dwiyana Nyanyang, jajaran Forkopimda Kepri, Pimpinan instansi vertikal, Para asisten, staf ahli, dan kepala OPD di Lingkungan Pemprov Kepri. (*/adv)

Artikel Gubernur Ansar Ahmad Pimpin Upacara Peringatan HUT ke 80 RI, Semangat Kemardekaan Energi Memperkuat Pembangunan Daerah pertama kali tampil pada Kepri.

Nelayan Anambas Nyaris Tewas Ditabrak Speed Boat saat Cari Tiram

0
Nelayan ditabrak speedboat
Kondisi nelayan Desa Piasan, Basri (42) saat dirawat di RSUD Palmatak usai ditabrak Speed Boat milik Bujang. F. Zainal Arifin untuk Batam Pos.

batampos – Kecelakaan laut terjadi di perairan Anambas, Sabtu (16/8), menimpa seorang nelayan asal Desa Piasan, Basri (42). Ia nyaris kehilangan nyawa setelah ditabrak speed boat milik Bujang.

Kepala Desa Piasan, Zainal Arifin, menjelaskan peristiwa ini bermula ketika Basri sedang mencari tiram atau pangsek di tepian karang sekitar desanya.

“Korban sedang cari pangsek di tepian karang pakai jongkong. Tapi dia tak sadar kalau sudah berada di tengah laut,” ungkap Zainal, Minggu (17/8).

Saat bersamaan, speed boat yang dikemudikan Bujang dari Desa Matak menuju Piasan melintas dengan kecepatan tinggi. Melihat bahaya, Basri panik dan terjun dari jongkong untuk menyelamatkan diri.

“Begitu lihat speed boat datang, korban langsung terjun dari jongkong dan menyelam,” jelas Zainal.

Namun nahas, Basri tetap terbentur dan mengalami luka di beberapa bagian tubuh. Beruntung, warga sekitar segera memberikan pertolongan dan mengevakuasinya ke RSUD Palmatak.

“Luka, tapi tidak parah. Hanya dijahit sedikit. InsyaAllah besok sudah bisa pulang ke rumah,” tambah Zainal.

Kasat Polairud Polres Anambas, Iptu Parlindungan Hasibuan, membenarkan kejadian ini dan menegaskan kasus sudah diselesaikan secara damai.

“Korban menyampaikan langsung di hadapan Pak Kades bahwa menerima kejadian ini dan tidak menuntut Bujang secara hukum. Mereka sepakat menyelesaikan dengan cara kekeluargaan,” tegas Hasibuan. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Nelayan Anambas Nyaris Tewas Ditabrak Speed Boat saat Cari Tiram pertama kali tampil pada Kepri.

Meriah, Ibu-ibu di Bintan Rayakan HUT RI dengan Gaya Anak Sekolah

0
Perayaan unik
Warga Perumahan Puri Kencana Wungu dan Yuki Vista Garden, Bintan Timur mengenakan seragam sekolah dalam upacara HUT ke-80 RI pada Minggu (17/8). F. Suryadi untuk Batam Pos.

batampos – Perayaan HUT ke-80 RI di Perumahan Puri Kencana Wungu dan Yuki Vista Garden, RT 02/RW 08 Kelurahan Seilekop, Kecamatan Bintan Timur berlangsung meriah dan unik, Minggu (17/8).

Warga, khususnya ibu-ibu dan bapak-bapak, tampil berbeda saat upacara bendera dengan mengenakan seragam sekolah menengah atas (SMA). Penampilan itu langsung mencuri perhatian karena menghadirkan suasana penuh semangat seperti masa remaja.

Sementara itu, peserta upacara lainnya mengenakan beragam kostum, mulai dari pakaian adat, batik, pakaian profesi, hingga pakaian bebas yang penuh warna.

Ketua RW 08, Ariadi, bertindak sebagai inspektur upacara. Sedangkan Ketua RT 02, Febri Hartanto, memimpin jalannya upacara sebagai komandan.

Febri menjelaskan, penggunaan seragam SMA pada HUT RI kali ini bertujuan untuk membangkitkan kembali semangat kaum muda.

“Seragam SMA ini melambangkan semangat dan energi generasi muda. Walau usia kami tak muda lagi, tapi semangat tetap seperti anak SMA,” ujarnya.

Selain upacara, panitia yang dipimpin Febri juga menggelar berbagai perlombaan rakyat. Mulai dari makan kerupuk, membawa kelereng dengan sendok, hingga lomba estafet balon yang diikuti warga dari anak-anak hingga orang dewasa. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Meriah, Ibu-ibu di Bintan Rayakan HUT RI dengan Gaya Anak Sekolah pertama kali tampil pada Kepri.

Amsakar Buka Pawai Budaya dan Lomba Bahari HUT ke-80 RI

0
wali Kota Batam Amsakar saat membuka event sampai layar ketinting di Belakang Padang. (Pemko Batam untuk Batam Pos)

batampos – Ribuan warga tumpah ruah di Dataran Elang-elang Laut, Belakang Padang, Sabtu (16/8). Sejak pagi, kawasan pesisir itu ramai oleh masyarakat yang antusias menyaksikan dua agenda besar: Pawai Budaya dan Lomba Sampan Layar serta Speedboat Race.

Kedua kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pawai Budaya tampil memukau dengan ragam atraksi mulai dari tarian tradisional Melayu hingga parade busana adat nusantara. Peserta berasal dari pelajar, sanggar seni, hingga organisasi masyarakat. Setiap penampilan disambut meriah tepuk tangan penonton yang memadati sisi jalan utama Belakang Padang.

Antusiasme warga semakin terasa karena pawai ini bukan hanya tontonan hiburan, tetapi juga ruang edukasi budaya bagi generasi muda. Amsakar ingin agar budaya menjadi identitas yang harus terus dilestarikan di tengah perkembangan Batam.

“Budaya adalah jati diri. Jika kita ingin kota ini maju, maka budaya harus tetap menjadi pijakan,” kata dia.

Selain menghadirkan keragaman seni, pawai ini juga menjadi sarana memperkenalkan potensi wisata Belakang Padang. Amsakar berharap, kegiatan budaya semacam ini dapat menarik kunjungan wisatawan, sehingga memberi dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat.

Kehadiran wali kota di tengah-tengah masyarakat menambah semangat para peserta. Banyak warga memanfaatkan momen itu untuk berfoto bersama maupun menyampaikan langsung aspirasi mereka. Suasana hangat ini memperlihatkan kedekatan antara pemimpin daerah dengan masyarakatnya.

Tak berhenti di pawai, kemeriahan berlanjut dengan digelarnya Lomba Sampan Layar Ketinting dan Speedboat Race. Sejak lama, lomba bahari ini menjadi tradisi khas Belakang Padang yang selalu dinanti pada setiap peringatan HUT RI.

Amsakar juga menyampaikan apresiasinya kepada panitia dan seluruh masyarakat Belakang Padang yang konsisten menjaga tradisi ini. Menurutnya, lomba sampan layar dan speedboat race bukan sekadar hiburan, melainkan momentum mempererat persatuan serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat pesisir.

“Event ini sudah menjadi agenda rutin. Jika di tingkat kelurahan dapat menggerakkan potensi warganya, maka di tingkat kecamatan bisa memobilisasi seluruh tokoh yang ada. Kolaborasi seperti ini penting agar semua berjalan lancar,” ujarnya.

Belakang Padang, katanya, menyimpan potensi bahari luar biasa. Event tradisi seperti lomba sampan layar dapat dikemas lebih profesional tanpa menghilangkan nilai budaya, sehingga bisa menarik wisatawan dari luar daerah.

“Setiap kali Belakang Padang menggelar lomba, roda ekonomi langsung bergerak. Dari jasa bot pancung, tukang becak, hingga UMKM semuanya ikut merasakan dampaknya. Inilah multiplier effect yang nyata dari sebuah event budaya,” kata Amsakar.

Lomba sampan layar ketinting merupakan simbol kearifan lokal yang merefleksikan identitas masyarakat pesisir Batam yang hidup selaras dengan laut. Ia berharap tradisi ini tetap dijaga sebagai warisan budaya maritim, sekaligus menjadi aset wisata unggulan yang dapat memperkuat citra Batam sebagai kota berbudaya dan berdaya saing.

Suasana kian semarak saat ratusan warga dan pengunjung menyaksikan jalannya perlombaan di perairan Belakang Padang. Sorak sorai penonton berpadu dengan deru mesin speedboat dan layar yang terkembang di tengah laut, menjadikan peringatan kemerdekaan kali ini semakin berkesan. (*)

Reporter: Arjuna

 

Artikel Amsakar Buka Pawai Budaya dan Lomba Bahari HUT ke-80 RI pertama kali tampil pada Metropolis.

Cegah Hipertensi dan Diabetes, Puskesmas Tanjung Buntung Gelar Prolanis dan Cek Kesehatan Gratis

0
Puskesmas Tanjung Buntung terus menggencarkan kegiatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) sebagai upaya menjaga kesehatan masyarakat, khususnya penderita penyakit kronis, Sabtu (17/8).

batampos – Puskesmas Tanjung Buntung terus menggencarkan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) untuk menjaga kesehatan masyarakat, khususnya penderita penyakit kronis. Sabtu (17/8), kegiatan Prolanis kembali digelar dengan rangkaian senam sehat dan pemeriksaan kesehatan gratis di Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong.

Plt Kepala Puskesmas Tanjung Buntung, dr. Nazia Helni, menjelaskan kegiatan ini dirancang agar pasien kronis lebih peduli terhadap kondisi tubuh mereka melalui olahraga teratur dan pemeriksaan kesehatan rutin.

“Peserta diajak senam bersama untuk melatih kebugaran, lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat. Pemeriksaan ini kami lakukan bekerja sama dengan Kimia Farma,” ujar dr. Nazia.

Menurutnya, penyakit kronis yang paling banyak ditemui di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Buntung adalah hipertensi dan diabetes. Kedua penyakit tersebut erat kaitannya dengan pola hidup, khususnya pola makan dan kurangnya aktivitas fisik.

“Itu sebabnya kegiatan seperti senam Prolanis ini sangat penting. Dengan rutin bergerak, menjaga pola makan, serta mengikuti penyuluhan kesehatan, masyarakat bisa mengendalikan penyakitnya dengan lebih baik,” jelasnya.

Kegiatan kali ini ditargetkan menghadirkan sekitar 80 peserta yang terdiri dari kader posyandu di 29 titik dan anggota klub jantung sehat. Namun antusiasme warga melebihi perkiraan. Menariknya, para peserta kompak mengenakan seragam merah putih sebagai wujud semangat menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia.

Dr. Nazia menegaskan, Prolanis akan dilaksanakan rutin setiap minggu. “Harapan kami, masyarakat bisa menjadikan olahraga dan pemeriksaan kesehatan sebagai gaya hidup. Dengan begitu, penyakit kronis dapat dicegah sekaligus dikendalikan,” tuturnya.

Salah satu peserta, Ummy, mengaku sangat terbantu dengan kegiatan ini. “Selain menambah kebugaran, kami bisa tahu kondisi kesehatan secara gratis. Harapannya kegiatan ini berlanjut terus, bahkan lebih sering turun ke masyarakat,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari pemerintah setempat. Camat Bengkong, Fairuz, menilai Prolanis sangat tepat sasaran. “Kegiatan ini memberi manfaat besar karena pemeriksaan kesehatan gratis tidak memandang usia. Semua bisa ikut. Mari kita hidup sehat bersama-sama,” katanya.

Apresiasi turut disampaikan Anggota DPRD Batam, Asnawati Atik. Ia menilai kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat untuk aktif menjaga kesehatan.

“Dulu peserta kegiatan kesehatan seperti ini hanya belasan orang. Sekarang jumlahnya bisa mencapai ratusan, terutama ibu-ibu lansia yang rutin ikut setiap minggu. Ini luar biasa dan harus terus dijalankan,” ungkap Asnawati.

Untuk menambah semangat, Asnawati juga membagikan doorprize kepada peserta beruntung. Suasana pun semakin meriah dengan antusiasme warga yang kompak menjaga kesehatan bersama. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Cegah Hipertensi dan Diabetes, Puskesmas Tanjung Buntung Gelar Prolanis dan Cek Kesehatan Gratis pertama kali tampil pada Metropolis.