Warga Marina Resah, Kasus DBD Merebak di Musim Hujan

batampos – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali menghantui warga Batam, khususnya di kawasan Marina, Kelurahan Tanjungriau, Kecamatan Sekupang. Beberapa warga dilaporkan positif DBD dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, mengingat kawasan tersebut mulai memasuki musim penghujan.
Di RW 19, seorang warga sudah tiga hari dirawat di rumah sakit setelah dinyatakan positif DBD. “Kami khawatir ini bisa menyebar ke warga lain. Semoga ada tindakan cepat dari pemerintah,” ujar Marni, salah seorang warga Marina, Kamis (21/8).
Lurah Tanjung Riau, Syamsuddin, membenarkan adanya laporan beberapa warga yang terjangkit DBD. Ia berharap Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam segera turun tangan untuk melakukan fogging dan penyuluhan kepada masyarakat. “Kami akan serukan goro di masing masing lingkungan untuk perhatikan kebersihan lingkungan,” ujar Syamsuddin.
Dalam pemberitaan sebelumnya, data dari Dinkes Batam menunjukkan, sepanjang Januari hingga 31 Juli 2025 tercatat 414 kasus DBD. Jumlah ini menurun drastis dibandingkan dengan 871 kasus yang terjadi sepanjang tahun 2024. Namun, Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi, mengingatkan agar masyarakat tidak lengah.
“Angka kasus memang turun, tetapi risiko penularan tetap ada, terutama menjelang akhir tahun saat curah hujan meningkat. Tren kasus DBD biasanya naik di periode ini,” jelas Didi.
Ia menambahkan, hingga akhir Juli 2025 tercatat hanya dua kematian akibat DBD, jauh lebih rendah dibandingkan 14 kematian pada 2024. Keberhasilan ini berkat kesadaran masyarakat yang lebih cepat memeriksakan diri saat mengalami gejala dan respons cepat dari petugas kesehatan.
Meski begitu, dr. Didi mengingatkan bahwa nyamuk Aedes aegypti dapat berkembang biak dengan cepat di genangan air bersih yang tidak terkelola. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan melalui gerakan 3M Plus: menguras, menutup, dan mendaur ulang wadah air, serta menggunakan larvasida dan lotion anti-nyamuk.
“Jangan lupa juga menjaga kebersihan lingkungan, membersihkan talang air, selokan, dan tempat-tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk. Lindungi diri dengan pakaian lengan panjang dan pasang kasa nyamuk di rumah,” imbuhnya.
Warga Marina berharap pemerintah segera menindaklanjuti laporan ini. Selain fogging, mereka menginginkan adanya penyuluhan dan pengawasan rutin agar kasus serupa tidak terus berulang. “Kami butuh tindakan cepat, bukan hanya setelah ada korban,” kata Arman warga lainnya.
Dinkes Batam mengimbau masyarakat untuk segera mengenali gejala DBD, seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot, mual, atau munculnya bintik merah di kulit. “Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Mari jaga lingkungan dan waspada agar terhindar dari DBD,” pungkas dr. Didi. (*)
Reporter: Eusebius Sara
Artikel Warga Marina Resah, Kasus DBD Merebak di Musim Hujan pertama kali tampil pada Metropolis.
Polisi Pastikan Proses Hukum Berjalan Transparan, Kecelakaan Maut Libatkan Mobil Mewah Nissan GT-R

batampos – Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo menegaskan proses hukum akan berjalan transparan terkait kecelakaan yang melibatkan mobil mewah Nissan GT-R BP 77 KV, yang dikemudikan BY (19).
Insiden terjadi di Jalan Ahmad Yani, tepatnya dekat Ruko Angrek Sari, Batam Kota. Mobil tersebut melaju kencang dan menabrak motor yang dikendarai SH (40) dari belakang hingga korban meninggal dunia.
“Kasus ini kami tangani secara profesional, prosedural, transparan, dan berkeadilan agar terang benderang,” ujar Afiditya.
Polisi telah melakukan olah TKP, memeriksa pengemudi BY, mengumpulkan keterangan saksi, serta menyita rekaman CCTV di sekitar lokasi. Administrasi penyelidikan pun sudah dilengkapi dan akan ditindaklanjuti melalui gelar perkara.
“Fokus kami adalah pemenuhan hak-hak korban serta pengungkapan fakta yang sebenar-benarnya,” tegas Afiditya.
Ia juga mengimbau masyarakat lebih berhati-hati saat berkendara, terutama pada malam hingga dini hari ketika kondisi jalan minim penerangan.
Sementara itu, Kapolresta Barelang Kombes Zaenal Arifin menambahkan, penyidik membutuhkan waktu untuk mengungkap fakta dalam kasus kecelakaan.
“Ada tahapan yang harus dilalui penyidik dan itu wajib dipenuhi,” ujarnya. (*)
Reporter: Yofi Yuhendri
Artikel Polisi Pastikan Proses Hukum Berjalan Transparan, Kecelakaan Maut Libatkan Mobil Mewah Nissan GT-R pertama kali tampil pada Metropolis.
Bintan Dorong Pengolahan Ikan Tingkatkan Nilai Jual Produk Perikanan

batampos – Bintan memiliki potensi perikanan besar dengan hasil tangkapan laut yang melimpah. Untuk meningkatkan nilai jual, Dinas Perikanan Kabupaten Bintan mendorong kelompok unit pengolahan ikan agar mengolah hasil tangkapan sebelum dijual.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bintan, Fachrimsyah mengatakan, pengolahan hasil tangkapan laut sebelum dipasarkan dapat memberikan nilai tambah dan meningkatkan pendapatan nelayan.
“Jika selama ini ikan hasil tangkapan langsung dijual, kini kita ingin ikan diolah terlebih dahulu sebelum dijual, sehingga nilai jualnya lebih tinggi,” kata Fachrim, Kamis (21/8).
Sebagai bagian dari upaya ini, Dinas Perikanan Bintan menggelar bazar produk olahan hasil perikanan dan kelautan di GOR Demang Lebar Daun Kijang pada 21-22 Agustus 2025.
Bazar tersebut diikuti 20 kelompok unit pengolahan ikan, khususnya dari Kecamatan Bintan Timur. Menurut Fachrim, kegiatan ini tidak hanya mendorong pengolahan hasil tangkapan laut, tetapi juga menjadi ajang promosi produk olahan perikanan Bintan.
“Dalam bazar ini, kita ingin menampilkan bahwa Bintan adalah surganya ikan. Ada berbagai jenis olahan ikan yang ditampilkan sehingga masyarakat dapat menikmati dan memilih produk perikanan Bintan yang berkualitas,” pungkasnya. (*)
Reporter: Slamet Nofasusanto
Artikel Bintan Dorong Pengolahan Ikan Tingkatkan Nilai Jual Produk Perikanan pertama kali tampil pada Kepri.
Petugas Kesehatan Ajak Orang Tua Tenang, Vaksin MR dan HPV Terbukti Aman

batampos – Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di Batam masih diwarnai keraguan sebagian orang tua murid. Tidak sedikit yang menolak anaknya divaksin, karena takut mengalami efek samping.
Salah satunya Reni, orang tua murid kelas 1 SD. Ia mengaku enggan mengizinkan putrinya ikut vaksinasi.
“Takutnya setelah disuntik malah sakit, demam, atau pegal-pegal. Jadi lebih baik tidak usah,” ujarnya.
Kekhawatiran serupa juga dialami sejumlah orang tua lain. Akibatnya, ketika petugas puskesmas datang ke sekolah, tidak semua siswa diikutsertakan.
Penanggung jawab program imunisasi Puskesmas Botania, Richa Hayati Purba, menegaskan vaksinasi justru penting untuk melindungi anak dari penyakit berbahaya.
“Anak kelas 1 mendapat imunisasi campak-rubella, sedangkan siswi kelas 5 divaksin HPV untuk pencegahan kanker serviks,” jelasnya.
Menurut Richa, imunisasi ini bukan hal baru. Vaksin MR sudah diberikan sejak bayi, sementara vaksin HPV di Batam mulai digencarkan sejak 2023, dan bahkan lebih dulu di DKI sejak 2016.
“Tidak ada yang perlu ditakutkan. Efek samping paling hanya pegal atau bengkak ringan. Hoaks kalau dikatakan menyebabkan sakit parah atau mandul,” tegasnya.
Hingga 20 Agustus, cakupan imunisasi campak-rubella di wilayah kerja Puskesmas Botania mencapai 60 persen dari 1.459 siswa kelas 1, sementara HPV baru 50 persen dari 800 sasaran. Richa optimistis capaian akan meningkat karena masih ada beberapa sekolah yang dijadwalkan.
“Kami juga membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis untuk mendukung kegiatan ini,” tambahnya.
Hal senada disampaikan dokter penanggung jawab P2P Puskesmas Botania, dr. Sri Widiawaty. Ia menekankan imunisasi sekolah dilakukan rutin setiap tahun sesuai arahan Kementerian Kesehatan.
“Tujuannya untuk memperkuat kembali kekebalan tubuh anak. Jarak dari imunisasi terakhir ke usia sekolah cukup panjang, sehingga perlu booster,” jelasnya.
Ia menambahkan, vaksin HPV diberikan kepada anak perempuan usia 9–10 tahun karena pada usia ini tubuh belum terpapar virus, sehingga daya tahan bisa dibentuk maksimal.
“Sejak 2016 tidak pernah ada laporan efek samping serius. WHO juga merekomendasikannya. Jadi aman,” ujarnya.
Dr. Sri menegaskan, imunisasi adalah investasi kesehatan jangka panjang.
“Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Yashinta
Artikel Petugas Kesehatan Ajak Orang Tua Tenang, Vaksin MR dan HPV Terbukti Aman pertama kali tampil pada Metropolis.
Pickup Terguling di Pelabuhan Roro Jagoh, Banyak Muatan Hilang

batampos – Mobil pickup bermuatan sembako terguling di Pelabuhan Roro Jagoh, Singkep Barat, Kabupaten Lingga pada Rabu (20/8) kemarin.
Akibat insiden ini, pemilik kendaraan mengaku mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah karena banyak barang yang hilang.
Rafik, pemilik mobil pickup tersebut, menyebutkan kerugian yang dialaminya mencapai sekitar Rp15 juta.
Kerugian tersebut meliputi beras sebanyak 13 karung ukuran 5 kilogram, sejumlah dus teh celup, dus milo, serta biaya perbaikan mobil yang kini masuk bengkel.
“Banyak barang yang hilang, terutama beras, teh, dan minuman. Belum lagi perbaikan mobil,” ujarnya.
Sementara itu, Kasat Polairud Polres Lingga, Iptu Lundu Herryson, memastikan tidak ditemukan minuman beralkohol (mikol) di lokasi kejadian. Saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), ia hanya melihat barang-barang sembako berserakan.
“Yang kami temukan di TKP hanya beras, gula, teh, dan beberapa barang sembako lainnya. Tidak ada barang bukti mikol sebagaimana dilaporkan,” kata Lundu, Kamis (21/8).
Namun demikian, ia menegaskan tetap akan menindaklanjuti pelanggaran kelebihan kapasitas muatan agar kejadian serupa tidak terulang, apalagi kondisi ramp door Pelabuhan Roro Jagoh saat ini masih rusak. (*)
Artikel Pickup Terguling di Pelabuhan Roro Jagoh, Banyak Muatan Hilang pertama kali tampil pada Kepri.
Polda Kepri Bongkar Perdagangan Ilegal Satwa Kering, WNA Vietnam Buron

batampos – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri membongkar praktik perdagangan ilegal satwa yang dikeringkan di Kota Batam. Dari sebuah ruko di Komplek Salmon No. 7 Golden City, Bengkong, menyita ribuan ekor satwa kering yang rencananya dikirim ke Vietnam.
Penggerebekan dilakukan tim Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Kepri pada Rabu (20/8) sore. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan tumpukan karung dan boks berisi satwa yang telah diawetkan. Temuan itu kemudian diamankan sebagai barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut.
Barang bukti yang berhasil disita antara lain 72 karung kulit ikan pari kikir kering dengan total berat 2,1 ton, 86 karung dan 15 dus serangga jenis tonggeret (cicada) kering seberat 867 kilogram, serta dua boks berisi sekitar 1.000 ekor kelabang kering.
Wakapolda Kepri Brigjen Anom Wibowo mengatakan pengungkapan kasus ini menonjol karena Batam kembali dijadikan transit perdagangan ilegal satwa. “Satwa-satwa ini rencananya diekspor ke negara Asia. Kami apresiasi tim Ditreskrimsus yang berhasil mengungkap kasus ini,” kata Anom, Kamis (21/8).
Direktur Reskrimsus Polda Kepri Kombes Silvester Simamor menjelaskan, dari pengungkapan tersebut, masih melakukan pengembangan kasus, dimana telah memeriksa Mahmud sebagai saksi. Ia bertindak sebagai pengepul sekaligus penanggung jawab ruko tempat satwa-satwa kering disimpan.
“Masih proses pengembangan, untuk ini statusnya masih saksi,” tegas Silverster.
Namun, penyidik masih memburu pemilik sekaligus pemesan satwa kering berinisial LAM, seorang warga negara asing berkewarganegaraan Vietnam. LAM disebut sebagai bos dari Mahmud yang mengendalikan perdagangan satwa ilegal tersebut.
“Identitas WNA itu sudah kami kantongi. Saat ini statusnya masih DPO dan sedang dalam pengejaran,” jelasnyq.
Saat ini, tim penyidik tengah melengkapi administrasi penyelidikan, memeriksa saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan instansi karantina hewan, ikan, dan tumbuhan. “Proses hukum tetap berjalan. Kami pastikan kasus ini ditangani tuntas,” ucap Silvester.
Kasubdit IV Indag Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Ruslaeni menjelaskan dari hasil penyelidikan, satwa kering tersebut berasal dari sejumlah daerah di Indonesia. Barang-barang itu dikirim ke Batam untuk kemudian diteruskan ke Vietnam.
“Batam dijadikan titik transit sebelum barang dibawa keluar negeri,” kata Ruslaeni.
Menurutnya, nilai kerugian negara akibat perdagangan ilegal ini ditaksir mencapai Rp1,3 hingga Rp2 miliar. Kerugian tersebut muncul karena satwa-satwa itu diperdagangkan tanpa izin resmi dan tanpa proses karantina sebagaimana diatur dalam perundang-undangan.
Ia menegaskan, tindakan para pelaku melanggar Pasal 88 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, dengan ancaman pidana penjara maksimal dua tahun dan denda Rp2 miliar. (*)
Reporter: Yashinta
Artikel Polda Kepri Bongkar Perdagangan Ilegal Satwa Kering, WNA Vietnam Buron pertama kali tampil pada Metropolis.
PT LOI Beberkan Kronologis Kecelakaan Kerja yang Tewaskan Ignasius, Janji Penuhi Hak Korban

batampos – PT Lestari Ocean Indonesia (LOI) akhirnya menyampaikan klarifikasi sekaligus kronologis lengkap terkait kecelakaan kerja yang merenggut nyawa salah satu karyawannya, Ignasius, yang menjabat sebagai Forman Launching. Peristiwa nahas itu terjadi saat proses pencarian balon launching yang terjebak di bawah tongkang Oceania 300.
Operational Manager PT LOI, Ali Basyir, menjelaskan, musibah bermula pada Jumat (15/8) sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, perusahaan menggelar prosesi launching tongkang Oceania 300 yang dipimpin langsung oleh Ignasius.
“Seluruh rangkaian kegiatan saat itu berjalan lancar dan aman,” ujarnya, Kamis (21/8).
Namun, setelah acara usai, tim menemukan masih ada satu balon launching yang tersangkut di bawah tongkang. Upaya pencarian pun dilakukan sejak Sabtu (16/8) menggunakan berbagai metode, termasuk menarik tali dari depan ke belakang tongkang dengan bantuan excavator. Meski sudah berulang kali dicoba, balon tersebut tetap tidak ditemukan.
Pencarian berlanjut pada Senin (18/8) dengan metode lain, seperti menusukkan pipa paralon ke bawah tongkang. Karena hasil tetap nihil, perusahaan akhirnya memutuskan memanggil vendor atau penyelam profesional untuk membantu.
Namun, sebelum tim penyelam tiba, Ignasius justru berinisiatif melakukan penyelaman sendiri tanpa menggunakan peralatan selam maupun tali pengaman, serta tanpa koordinasi dengan petugas K3.
“Salah satu saksi, Roni, sempat menegur Ignasius agar tidak melanjutkan niatnya karena sangat berisiko. Pada penyelaman pertama, Ignasius masih muncul ke permukaan. Tapi saat turun kedua kalinya, sekitar 15 menit kemudian, ia tak kunjung kembali,” tutur Ali.
Roni yang panik segera memanggil rekan lainnya. Perusahaan kemudian menghubungi Basarnas untuk meminta bantuan. Pencarian juga melibatkan penyelam Polairud dan nelayan setempat.
Sejak Senin malam hingga Selasa (19/8) dini hari pukul 02.00 WIB, pencarian dilakukan intensif. Namun, kondisi air yang keruh membuat jarak pandang terbatas sehingga hasil tetap nihil. Pencarian dilanjutkan Selasa pagi dengan tambahan dua penyelam.
“Sekitar pukul 09.30 WIB, jasad Ignasius akhirnya ditemukan di bawah tongkang. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses autopsi,” jelas Ali.
Pada malam harinya, jenazah dipulangkan ke rumah duka dan disemayamkan, sebelum akhirnya dimakamkan Rabu (20/8) pukul 11.30 WIB di TPU Sei Temiang dengan prosesi adat.
Ali menegaskan, sejak awal hingga akhir, perusahaan mengawal penuh proses pencarian, autopsi, pemakaman, hingga kegiatan adat keluarga korban. PT LOI juga berkomitmen memenuhi seluruh hak-hak almarhum sesuai tanggung jawab perusahaan.
“Sebagai bentuk tanggung jawab, PT LOI akan menyerahkan seluruh hak yang semestinya diterima keluarga almarhum. Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa rekan kerja kami, Ignasius,” pungkas Ali. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra
Artikel PT LOI Beberkan Kronologis Kecelakaan Kerja yang Tewaskan Ignasius, Janji Penuhi Hak Korban pertama kali tampil pada Metropolis.
HUT ke-16 Tokopedia, Pesanan Naik 127%, PLUS Hadir Dukung Brand Lokal

batampos– Merayakan HUT ke-16 pada 17 Agustus, Tokopedia bersama TikTok Shop mencatat kenaikan pesanan 127,5% selama Juli 2024-Juni 2025 dan kembali meluncurkan PLUS lewat kampanye ‘Banyak PLUSnya’ untuk mengapresiasi pengguna setia serta mendukung merek lokal khususnya UMKM.
“Pengguna Tokopedia yang berlangganan PLUS mendapat banyak keuntungan, seperti diskon 5% tanpa batas dan minimum pembelian, gratis ongkir semua jenis pengiriman termasuk instant dan sameday, diskon tambahan Rp5.000, dan promo khusus di halaman Beli Lokal–membuat belanja lebih hemat sekaligus membantu brand lokal meningkatkan penjualan,” ujar Senior Director Tokopedia dan TikTok E-Commerce Indonesia, Stephanie Susilo.
BACA JUGA: Lima Pilihan Tempat Wisata Dingin dan Udara Sejuk
Pada semester I 2025, Fashion serta Makanan dan Minuman menjadi beberapa kategori produk dengan kenaikan tertinggi jumlah pesanan di halaman Beli Lokal Tokopedia dan TikTok Shop, sedangkan produk terlaris dari masing-masing kategori tersebut adalah hijab dan camilan.
Sejumlah Produk Alami Lonjakan Pesanan Signifikan di Tokopedia dan
TikTok Shop
Perilaku belanja online masyarakat Indonesia di Tokopedia dan TikTok Shop selama satu tahun terakhir menunjukkan tren yang positif. Selama Juli 2024-Juni 2025 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, sejumlah kategori produk mengalami lonjakan pesanan, antara lain: Fashion, Groceries (termasuk Makanan dan Minuman, serta Kecantikan dan Perawatan Diri) serta Automotive & Electronic, dengan angka masing-masing sebesar 110,5%, 134,75% dan 158,25%.
Sepanjang semester I 2025, pada kategori Fashion, kaos, jam tangan, dan daster menjadi pilihan utama pembeli. Di kategori Groceries, untuk subkategori Makanan dan Minuman, produk yang paling laris meliputi camilan, kopi, dan minyak goreng, sedangkan pada subkategori Kecantikan dan Perawatan Diri, skincare, makeup, dan sampo mendominasi. Sementara itu, pada kategori Automotive & Electronic, oli, handphone, dan mesin cuci menjadi produk terfavorit di kalangan konsumen.
Harapan Tokopedia di HUT ke-16: Pengguna Banyak PLUSnya
Peluncuran program berlangganan PLUS diharapkan mendorong kenaikan pesanan di lebih banyak kategori produk khususnya dari brand lokal yang dimiliki oleh para pelaku UMKM. Ini juga menjadi langkah strategis Tokopedia dalam memperkuat ekosistem e-commerce di Indonesia agar makin inklusif, berdaya saing, dan relevan dengan kebutuhan masa kini.
Stephanie menjelaskan, “Dengan struktur manfaat yang dirancang untuk mempermudah keseharian, program ini diharapkan menjadi bagian dari kebiasaan baru pengguna–khususnya dalam mendukung produk lokal–sambil berbelanja lebih hemat dan banyak PLUSnya.”
“Di usia ke-16, kami tidak hanya merayakan pencapaian, tetapi juga mempertegas arah ke depan. Kami ingin terus tumbuh bersama pengguna dan penjual lokal dengan menghadirkan inovasi yang berdampak langsung,” tutup Stephanie.(*)
Artikel HUT ke-16 Tokopedia, Pesanan Naik 127%, PLUS Hadir Dukung Brand Lokal pertama kali tampil pada Lifestyle.
Kejari Bintan Musnahkan Barang Bukti: Sabu Diblender, Ganja Dibakar

batampos – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan memusnahkan barang bukti perkara tindak pidana umum yang telah berkekuatan hukum tetap. Pemusnahan berlangsung di halaman Kantor Kejari Bintan, Bintan Buyu, Kamis (21/8).
Kajari Bintan, Rusmin, menyebutkan barang bukti yang dimusnahkan berasal dari 37 perkara pidana umum yang sudah diputus pengadilan periode Januari hingga Juli 2025.
“Rinciannya ada 22 perkara non-narkotika dan 15 perkara narkotika,” jelas Rusmin.
Barang bukti narkotika jenis sabu seberat 123,30460 gram dimusnahkan dengan cara diblender hingga larut. Sementara ganja seberat 39,882 gram dibakar sampai habis di depan petugas.
Tak hanya itu, barang bukti lain seperti 3 buah gunting kecil, 3 pisau cutter, 10 set alat isap, 20 unit ponsel, 6 timbangan digital, serta 36 helai pakaian bekas juga ikut dihancurkan.
Rusmin menegaskan pemusnahan ini dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan barang bukti dan sebagai bentuk penegakan hukum yang transparan.
“Dengan pemusnahan barang bukti ini, kita memastikan semuanya musnah sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya. (*)
Reporter: Slamet Nofasusanto
Artikel Kejari Bintan Musnahkan Barang Bukti: Sabu Diblender, Ganja Dibakar pertama kali tampil pada Kepri.
