Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1261

Kepri Masih Jadi Jalur Utama TPPO, Hingga Agustus 2025 Polda Ungkap 60 Kasus

0
Tersangka kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dimintai keterangan  oleh penyidik Polda Kepri.

batampos – Kepulauan Riau ternyata masih menjadi salah satu jalur utama perdagangan orang di Indonesia. Sepanjang Januari hingga Agustus 2025, Polda Kepri mengungkap 60 kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural. Sebanyak 189 korban diselamatkan dan 84 orang tersangka ditangkap.

Letak geografis Kepri yang strategis dan berbatasan langsung dengan negara tetangga membuat wilayah ini rawan dimanfaatkan jaringan pelaku TPPO. Batam menjadi salah satu pintu utama yang digunakan sindikat untuk mengirim pekerja migran secara ilegal ke luar negeri.

Direktur Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Ade Mulyana mengatakan pengungkapan ini merupakan hasil kerja sama lintas satuan. Dimana ada puluhan kasus yang diungkap sepanjang tahun 2025.

“Sinergi Ditreskrimum, Direktorat Polairud, Polresta Barelang dan Polsek jajaran, Polresta Tanjungpinang, serta Polres Karimun menjadi kunci dalam memutus jaringan pelaku,” ujarnya, kemarin.

Berdasarkan data, Ditreskrimum Polda Kepri menangani 14 kasus TPPO dengan 56 korban dan 23 tersangka. Sepuluh kasus masih tahap penyidikan, sedangkan empat lainnya sudah dilimpahkan ke kejaksaan (P-21).

Ditpolairud Polda Kepri juga mengungkap 14 kasus dengan 62 korban dan 24 tersangka. Dua kasus masih penyidikan, sementara 12 kasus telah P-21.

Pengungkapan terbesar terjadi di wilayah hukum Polresta Barelang bersama Polsek jajaran. Tercatat 27 kasus dengan 59 korban dan 31 tersangka, terdiri dari 15 kasus tahap penyidikan dan 12 kasus P-21.

Polresta Tanjungpinang menangani empat kasus dengan enam korban dan lima tersangka. Satu kasus masih dalam penyidikan, sedangkan tiga lainnya sudah P-21. Polres Karimun mengungkap satu kasus dengan enam korban dan satu tersangka yang masih dalam proses penyidikan.

Dalam dua bulan terakhir, Subgugus Tugas Penegakan Hukum TPPO Ditreskrimum Polda Kepri menangani lima perkara, menyelamatkan 16 korban, dan menetapkan delapan tersangka.

“Angka ini menunjukkan bahwa ancaman TPPO di Kepri masih tinggi,” jelasnya.

Kapolda Irjen Asep Safrudin menekankan pentingnya kolaborasi. Ia menekankan komitmen penuh dalam pemberantasaan TPPO di Indonesia, khususnya Kepri.

“Gugus tugas ini harus menjadi simpul kekuatan bersama. Tidak hanya aparat hukum, tetapi seluruh elemen masyarakat. Pencegahan dan penindakan harus berjalan beriringan untuk memutus mata rantai perdagangan orang,” tegasnya.

Ia juga menegaskan Polda Kepri berkomitmen memperkuat penegakan hukum, melindungi korban, dan mengedukasi masyarakat agar tidak terjebak dalam perekrutan ilegal. Sinergi dengan pemerintah daerah, instansi vertikal, dan media akan terus diperkuat demi mewujudkan Kepri bebas dari TPPO, sejalan dengan semangat Polri Presisi.

Upaya pemberantasan diperkuat melalui pembentukan Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO Provinsi Kepri yang dikukuhkan pada 21 Juli lalu di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang. Kegiatan ini dihadiri Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Wakapolda Brigjen Pol Anom Wibowo, Forkopimda, dan perwakilan instansi vertikal. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Kepri Masih Jadi Jalur Utama TPPO, Hingga Agustus 2025 Polda Ungkap 60 Kasus pertama kali tampil pada Metropolis.

Peternakan Ayam Petelur Lanal Tarempa Tuai Pujian Ketua IKKT Kogabwilhan I

0
Ternak ayam
Ketua IKKT Pragati Wira Anggini GBS II Kogabwilhan I, Mia Kunto Arief Wibowo (tengah) saat meninjau peternakan ayam milik Lanal Tarempa yang dikelola oleh masyarakat Desa Tarempa Timur. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Peternakan ayam petelur milik Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tarempa yang dikelola bersama warga Desa Tarempa Timur menuai pujian dari Ketua IKKT Pragati Wira Anggini GBS II Kogabwilhan I, Mia Kunto Arief Wibowo.

Mia, yang juga istri Panglima Kogabwilhan I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, menilai keberadaan peternakan ini sebagai bukti nyata kontribusi TNI dalam menjaga kedaulatan pangan di wilayah perbatasan.

“Usaha pembinaan ayam petelur ini dilakukan TNI untuk memenuhi kebutuhan pasar. Dengan kondisi Anambas yang berada di perbatasan, sudah seharusnya kita bisa memproduksi sendiri telur ayam, tanpa bergantung dari daerah lain,” kata Mia saat mengunjungi peternakan tersebut, Jumat (15/8).

Selain memproduksi telur, Mia menyoroti pentingnya pengelolaan limbah peternakan. Ia menyarankan kotoran ayam diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi pertanian.

“Jadi ayam ini semua berguna, mulai dari daging, telur, sampai kotorannya. Kalau dikelola dengan baik, kotoran ayam bisa menjadi kompos yang menyuburkan tanaman,” jelasnya.

Mia berharap peternakan ini terus berkembang sehingga mampu memenuhi kebutuhan telur masyarakat Anambas sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga setempat.

“Bukan hanya menghasilkan telur, tapi juga membuka lapangan pekerjaan untuk anak-anak kita yang sedang menganggur,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Peternakan Ayam Petelur Lanal Tarempa Tuai Pujian Ketua IKKT Kogabwilhan I pertama kali tampil pada Kepri.

Wali Kota Batam Buka Kejuaraan Karate se-Kepri, Hadiah Total Rp28,5 Juta

0
Foto: Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat membuka “Wali Kota Batam Open Karate Championship” di Sport Hall Temenggung Abdul Jamal. (Arjuna)

batampos – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, membuka secara resmi “Wali Kota Batam Open Karate Championship” di Sport Hall Temenggung Abdul Jamal, Jumat (15/8). Kejuaraan yang digelar hingga 17 Agustus ini memperebutkan piala bergilir Wali Kota Batam dan piala tetap Wakil Wali Kota Batam.

Turnamen ini diikuti ratusan atlet dari berbagai daerah di Kepri. Ajang tersebut menjadi wadah penting untuk mengasah kemampuan sekaligus membentuk karakter atlet karate.
“Tanpa kompetisi yang sehat, tidak akan mungkin lahir atlet-atlet yang hebat,” kata Amsakar.
Katanya, prestasi memang penting, namun sportivitas jauh lebih utama. Ia berharap para peserta menjunjung tinggi nilai-nilai fair play selama pertandingan.
“Penting menjadi juara, tapi lebih penting lagi menjaga sportivitas,” katanya.
Ia juga mengapresiasi kerja keras panitia penyelenggara dan pengurus Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Batam. Penyelenggaraan kejuaraan kali ini berlangsung rapi dan terencana.
Ia berharap Forki Batam yang baru dilantik dapat memperkuat soliditas internal dan membangun komunikasi lintas organisasi karate, baik di tingkat daerah, provinsi, maupun nasional.
“Tidak kalah pentingnya, bangun komunikasi yang sehat dengan pemerintah dan dunia usaha, karena atlet hebat lahir kalau seluruh organisasi bergerak bersama,” ujarnya.
Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Ketua Harian Forki Batam, Kamal Mustafa, menyampaikan, kejuaraan kali ini terbuka untuk seluruh kelompok usia, mulai dari usia dini hingga senior.
“Kami berterima kasih kepada Wali Kota, khususnya Ketua Umum Forki Batam, yang sudah bekerja keras mengadakan event ini. Sudah lama kami menunggu momen seperti ini,” kata dia.
Antusiasme peserta sangat tinggi. Total ada 937 atlet yang terdaftar, berasal dari tujuh kabupaten/kota di Provinsi Kepri. Mereka terdiri dari atlet putra dan putri yang siap bertanding di berbagai kelas.
Selain memperebutkan piala bergilir dan piala tetap, panitia juga menyiapkan hadiah uang tunai senilai Rp28,5 juta. Hadiah ini diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi para peserta untuk tampil maksimal di setiap pertandingan. Kejuaraan ini sekaligus menjadi ajang evaluasi bagi para pelatih dan pengurus klub karate di Kepri.
“Hasil dari pertandingan ini bisa menjadi bahan untuk mempersiapkan atlet menuju kompetisi yang lebih tinggi,” kata Kamal.
Kejuaraan ini digelar dengan sistem pertandingan resmi sesuai peraturan Forki dan federasi karate dunia. Selama tiga hari, para peserta akan berjuang di atas tatami untuk membuktikan kemampuan teknik dan strategi mereka. (*)
Reporter: Arjuna

Artikel Wali Kota Batam Buka Kejuaraan Karate se-Kepri, Hadiah Total Rp28,5 Juta pertama kali tampil pada Metropolis.

Dari Batuaji ke Istana Merdeka, Langkah Tegap AKP Raden Bimo Jadi Komandan Kompi Paskibraka

0
AKP Raden Bimo Dwi Lambang

batampos – Langkahnya mantap, tatapannya lurus ke depan. Seragam pasukan upacara yang dikenakannya terlihat rapi tanpa cela. Itulah sosok AKP Raden Bimo Dwi Lambang, perwira muda Polda Kepulauan Riau yang tahun ini mendapat kehormatan menjadi Komandan Kompi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta.

Siapa sangka, pria kelahiran Jakarta 16 September 1994 ini memulai perjalanannya menuju posisi bergengsi itu sejak Mei 2025. Saat itu, Mabes Polri menggelar seleksi tingkat matra untuk mencari sosok terbaik yang akan mewakili institusi dalam upacara paling sakral di negeri ini. Dari 14 peserta seleksi, hanya dua orang yang lolos. Bimo adalah salah satunya.

Sehari-hari menjabat sebagai Kapolsek Batuaji, ayah dua anak ini tak hanya mengandalkan fisik prima. Setelah lolos seleksi awal, ia dikirim ke Garnisun Kogartab 1 Jakarta untuk bersaing dengan perwakilan dari seluruh matra TNI. Persaingan berlangsung ketat, menguji tidak hanya stamina, tapi juga kemampuan memimpin dan menjaga wibawa di hadapan pasukan.

Tanggal 21 Juni menjadi hari yang tak terlupakan. Bimo menerima kabar kelulusannya untuk maju ke seleksi pusat. Tiga hari kemudian, ia sudah berada di Jakarta menjalani karantina di Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur. Latihan keras menantinya: dari uji fisik, tes suara, psikotes, hingga penilaian kepemimpinan yang ketat.

Dari seluruh proses itu, Bimo berhasil meraih posisi sebagai Komandan Kompi perwakilan Polri. Meski begitu, ia menyadari bahwa komposisi final baru akan diumumkan pada hari pelaksanaan. “Bangga sekali, ini kesempatan seumur hidup. Saya bisa berhadapan langsung dengan para petinggi negara di Istana Merdeka,” ungkap lulusan Akpol 2016 ini.

Kesempatan emas itu makin istimewa ketika ia dipercaya memimpin gladi bersih pengibaran bendera merah putih. Saat aba-aba tegasnya mengatur irama langkah pasukan, sorot matanya menunjukkan kesungguhan dan rasa hormat terhadap momen bersejarah yang akan datang.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin turut memberikan dukungan penuh untuk bawahannya yang mengharumkan nama institusi. “Ini kebanggaan jajaran Polresta Barelang. Kami sangat mendukung dan bangga. Mohon doanya agar semua berjalan lancar. Untuk Bimo, selalu jaga kesehatan dan tetap semangat,” pesannya.

Bimo tahu, tugas ini bukan sekadar menjalankan upacara. Ada kebanggaan yang ia bawa: nama Polri, Polda Kepri, dan seluruh rekan sejawatnya di kampung halaman. Dari Batuaji, ia menapaki jalan hingga ke halaman Istana Merdeka, membuktikan bahwa tekad dan kerja keras bisa membawa seseorang berdiri di panggung tertinggi kehormatan bangsa. (*)

Reporter: Eusebius Sara

 

 

Artikel Dari Batuaji ke Istana Merdeka, Langkah Tegap AKP Raden Bimo Jadi Komandan Kompi Paskibraka pertama kali tampil pada Metropolis.

Capella Honda Kepri dan SMKN 3 Batam Berkolaborasi Cetak Tenaga Otomotif Andal

0

batampos – Sebagai wujud komitmen Sinergi Bagi Negeri di bidang pendidikan vokasi, PT Capella Dinamik Nusantara selaku Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Kepulauan Riau kembali berperan aktif mendampingi pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) bagi siswa kelas XII SMKN 3 Batam.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini diikuti oleh 27 siswa yang tengah mempersiapkan diri untuk terjun langsung ke dunia industri otomotif. Materi UKK mencakup kompetensi keahlian servis sepeda motor, mulai dari penggunaan alat ukur (general), servis perawatan berkala (engine, elektrik, fuel system, dan chassis), hingga penanganan trouble shooting sepeda motor Honda. Ujian ini mengukur kemampuan siswa tidak hanya secara teori, tetapi juga keterampilan praktik yang menjadi bekal utama di dunia kerja.

Selama pelaksanaan, para peserta mendapatkan pendampingan langsung dari instruktur teknisi Main Dealer Honda. Pendampingan ini memastikan standar penilaian sesuai acuan industri, sekaligus memberikan pemahaman mendalam tentang proses kerja di AHASS yang mengutamakan ketelitian, ketepatan, dan keselamatan kerja.

“Kami percaya bahwa kompetensi yang kuat adalah kunci sukses generasi muda di dunia kerja. Melalui UKK ini, kami ingin memastikan para siswa memiliki bekal keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri, sekaligus menanamkan budaya kerja profesional seperti yang diterapkan di AHASS,” ujar Johandi, Technical Service Manager PT Capella Dinamik Nusantara – Kepri.

Pihak sekolah turut mengapresiasi dukungan ini.
“Sekolah sangat berterima kasih kepada industri, dalam hal ini PT Capella Dinamik Nusantara, yang telah mendampingi pelaksanaan UKK. Dukungan ini juga sangat berarti bagi peningkatan kompetensi guru, di mana guru SMKN 3 Batam telah bersertifikasi untuk melaksanakan ujian kompetensi mandiri sesuai standar PT Astra Honda Motor,” ungkap Agus Sahrir, M.Pd., Kepala SMKN 3 Batam.

Selain sebagai penilaian akhir, UKK menjadi ajang pembelajaran interaktif di mana siswa dapat berdiskusi langsung dengan praktisi industri, mengajukan pertanyaan, dan mendapatkan tips teknis yang sering ditemui di lapangan. Hal ini membuat proses pembelajaran lebih hidup dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja sebenarnya.

Program ini sejalan dengan semangat Sinergi Bagi Negeri yang diusung Honda, di mana kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri diharapkan mampu mencetak lulusan SMK yang siap kerja maupun berwirausaha di bidang otomotif.

PT Capella Dinamik Nusantara Kepri berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis sekolah-sekolah vokasi di Kepulauan Riau dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di bidang teknik sepeda motor. (*)

Artikel Capella Honda Kepri dan SMKN 3 Batam Berkolaborasi Cetak Tenaga Otomotif Andal pertama kali tampil pada Metropolis.

26 Anggota Paskibra Bintan Resmi Dikukuhkan Jelang HUT ke-80 RI

0
Paskibra Bintan
Anggota Paskibra Bintan mencium bendera Merah Putih saat dikukuhkan oleh Bupati Bintan, Roby Kurniawan, Jumat (15/8). F. Zoko untuk Batam Pos.

batampos – Sebanyak 26 anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Bintan resmi dikukuhkan oleh Bupati Bintan, Roby Kurniawan, di Ballroom Awandari Resort, Kecamatan Gunung Kijang, Jumat (15/8).

Mereka akan mengemban tugas mengibarkan bendera Merah Putih pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Bintan, Minggu (17/8/2025).

Anggota Paskibra ini berasal dari 10 kecamatan di Bintan. Sebelumnya, mereka telah mengikuti pendidikan dan pelatihan di Lapangan Bukit Kerang, Kecamatan Gunung Kijang, di bawah bimbingan tiga matra TNI, Polri, serta 10 anggota Purna Paskibra Indonesia (PPI) Kabupaten Bintan.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan, menyampaikan apresiasi dan doa agar para anggota Paskibra dapat menjalankan tugas mulia tersebut dengan baik.

“Pengukuhan ini menandai kesiapan mereka untuk mengemban tugas penting pada upacara peringatan HUT ke-80 RI di Bintan. Untuk anak-anak kami, selamat bertugas,” ujarnya. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel 26 Anggota Paskibra Bintan Resmi Dikukuhkan Jelang HUT ke-80 RI pertama kali tampil pada Kepri.

Karhutla Dominasi 151 Kejadian Bencana di Bintan hingga Juli 2025

0
Karhutla Bintan
Tim pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar lahan di belakang Sekolah Dasar Negeri (SDN) 007 Kecamatan Teluk Sebong terbakar, Senin (2/6/2025) siang. F. Damkar Tanjunguban untuk Batam Pos.

batampos – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bintan mencatat 151 kejadian bencana hingga Juli 2025. Dari jumlah tersebut, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi kasus yang paling mendominasi.

Kepala Pelaksana BPBD Bintan, Ramlah, mengatakan jumlah kejadian bencana di Bintan mengalami penurunan signifikan dalam dua tahun terakhir.

Pada 2023 tercatat 339 kejadian, menurun menjadi 266 kejadian pada 2024, dan kembali turun menjadi 151 kejadian hingga Juli 2025.

“Kasus karhutla tercatat sebanyak 49 kejadian, diikuti cuaca ekstrem angin kencang 16 kejadian, kebakaran bangunan 6 kejadian, serta 3 kejadian gelombang pasang dan abrasi,” ujar Ramlah, Jumat (15/8).

Ia menambahkan, karhutla mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pihaknya telah memetakan potensi bencana di beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Bintan Timur berpotensi banjir, Kecamatan Gunung Kijang berpotensi banjir, cuaca ekstrem, dan karhutla.

Kecamatan Bintan Utara juga berpotensi banjir, cuaca ekstrem, dan karhutla, sedangkan Kecamatan Toapaya berpotensi banjir dan karhutla.

“Potensi karhutla mendominasi, sementara potensi bencana lain biasanya terjadi pada akhir hingga awal tahun, seperti Desember sampai Februari,” jelasnya.

Ramlah menyebutkan, pemetaan potensi bencana ini dilakukan sebagai langkah pencegahan dan mitigasi. Meski begitu, ia mengimbau masyarakat tetap waspada dan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan bencana. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Karhutla Dominasi 151 Kejadian Bencana di Bintan hingga Juli 2025 pertama kali tampil pada Kepri.

Kematian Pekerja Baru di Galangan Kapal Tanjunguncang Sisakan Tanda Tanya

0
Ilustrasi kecelakaan kerja

batampos – Kematian M Raudhul Ma’ari, pekerja subcon PT Sinar Lautan Agung, yang tewas diduga tersengat listrik saat bekerja di galangan PT Marine Shipyard, Tanjunguncang, Kamis (7/8), menyisakan tanda tanya besar di kalangan pekerja. Sejumlah rekan kerja mengaku tidak sepenuhnya yakin dengan kronologis resmi yang menyebut korban meninggal saat menggunakan mesin gerinda di dalam tangki kapal.

Beberapa pekerja yang ditemui menyebut ada kejanggalan dari penempatan korban. Mereka menilai tidak lazim pekerja baru atau pemula ditempatkan sendirian di dalam tangki kapal, mengingat pekerjaan tersebut memiliki risiko tinggi.

“Itu tak bisa kalau secara prosedur. Pasti tidak diizinkan pengawas atau safety, apalagi dia baru tamat sekolah. Jam terbang belum ada, dan mana boleh kerja sendirian di dalam tangki. Yang berpengalaman saja biasanya butuh dua atau tiga orang,” ujar seorang sumber pekerja yang enggan disebutkan namanya.

Selain itu, posisi korban yang disebut sebagai helper juga dinilai janggal. Dalam praktiknya, pekerja dengan posisi tersebut umumnya bertugas membantu kelancaran pekerjaan welding atau posisi lain, bukan mengoperasikan langsung peralatan berisiko tinggi seperti mesin gerinda atau peralatan pengelasan. “Nah ini malah disebut tewas saat gerinda di tangki kapal. Posisi helper biasanya tidak bersentuhan langsung dengan pekerjaan inti seperti itu,” sambungnya.

Kecurigaan pekerja mengarah pada kemungkinan pelanggaran prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lokasi. Mereka menilai, jika benar kronologis awal yang disampaikan, berarti ada indikasi kelalaian dalam pengawasan atau bahkan unsur kesengajaan dalam penugasan korban. “Kalau memang seperti yang disampaikan, berarti ada pelanggaran K3. Ini harus diusut tuntas,” ujar sumber lain.

Para pekerja mendesak agar penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Mereka berharap, pengungkapan kasus ini bisa menjadi pelajaran penting agar tidak ada lagi pekerja yang kehilangan nyawa akibat prosedur kerja yang tidak aman.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin, saat dikonfirmasi Jumat (15/8), menegaskan penyelidikan masih terus berjalan. “Proses masih terus berjalan. Saksi terus bertambah dan belum ada penetapan tersangka. Kami masih mendalami apakah ada unsur pidana, kelalaian, atau human error,” ungkapnya.

Hingga kini, pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan tambahan dari pekerja dan pihak manajemen perusahaan. Penyelidikan juga mencakup pemeriksaan kelayakan alat kerja serta penerapan SOP keselamatan di lokasi kejadian.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena menambah deretan panjang kecelakaan kerja di sektor galangan kapal Batam. Para pekerja berharap tragedi ini tidak berhenti pada pemberitaan semata, tetapi berujung pada tindakan nyata yang memastikan keselamatan kerja benar-benar menjadi prioritas, bukan sekadar slogan di gerbang perusahaan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Kematian Pekerja Baru di Galangan Kapal Tanjunguncang Sisakan Tanda Tanya pertama kali tampil pada Metropolis.

Gebyar Melayu Pesisir 2025

0
Gebyar Melayu Pesisir 2025 digelar di Kepulauan Riau
Kepala BI Perwakilan Kepri, Ronny Widijarto (kemeja putih) bersama Kepala Dinas KUKM Kepri, Riki Rionaldo (kemeja biru) memaparkan mengenai Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2025. F. Fiska Juanda/Batam Pos

batampos – Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2025 kembali hadir di One Batam Mall pada 21 sampai 24 Agustus 2025. Event yang digelar Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepulauan Riau bersama Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Kepri ini menjadi wadah strategis bagi pelaku usaha lokal untuk unjuk karya sekaligus memperluas jaringan pasar, termasuk hingga ke mancanegara.

Rangkaian acara GMP 2025 terbilang padat dan beragam. Mulai dari fashion show, talkshow, business matching, hingga pameran produk UMKM.

Produk yang ditampilkan pun sarat sentuhan budaya, seperti fesyen bermotif Melayu, kerajinan tangan, hingga kuliner khas daerah.

Selama empat hari pelaksanaan, pameran dibuka pukul 10.00 sampai 22.00 WIB. Ajang ini diharapkan menjadi jembatan penting antara pelaku UMKM dengan investor, pembeli potensial, dan mitra dagang luar negeri, termasuk dari Singapura dan Malaysia.

Kepala BI Perwakilan Kepri, Ronny Widijarto, menyebut GMP tahun ini mengusung tema Akselerasi Ekspor Menuju Kemandirian Ekonomi yang Berkelanjutan.

Event yang sudah lima kali digelar ini diharapkan menjadi momentum emas bagi pelaku UMKM memanfaatkan pertumbuhan ekonomi Kepri yang saat ini tengah berada di jalur positif.

“Pada triwulan II/2025, pertumbuhan ekonomi Kepri mencapai 7,14 persen, tertinggi di Sumatera dan peringkat ketiga nasional. Ini kesempatan besar yang harus dimaksimalkan UMKM,” kata Ronny, Jumat (15/8).

Ronny menegaskan, UMKM di Kepri memiliki kontribusi besar dalam penyerapan tenaga kerja. Namun, nilai tambah produk masih perlu ditingkatkan agar mampu bersaing di pasar global.

“Kami ingin GMP melahirkan pelaku usaha yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing internasional,” ucapnya.

Kepala Dinas KUKM Kepri, Riki Rionaldo, menambahkan, pemerintah daerah terus menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan UMKM. Tahun ini, Pemprov Kepri mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik sebesar Rp13,3 miliar dari APBN.

Dana tersebut dialokasikan untuk pelatihan, pendampingan, serta peningkatan kapasitas bagi 3.600 pelaku usaha di Kepri.

“Kami ingin pelaku UMKM tidak hanya bertahan, tapi juga naik kelas,” ujarnya.

Riki menyebut, sebanyak 47 Koperasi Desa Merah Putih di Kepri telah mengantongi badan hukum dan menjadi percontohan nasional. Salah satunya di Desa Kuala Simpang, Kabupaten Bintan, yang memiliki unit usaha gerai sembako hingga klinik kesehatan.

Pemprov Kepri juga fokus pada hilirisasi sumber daya laut bernilai tinggi untuk mendorong daya saing UMKM. Contohnya, pengolahan teripang dan gonggong untuk bahan baku industri kosmetik dan kesehatan.

“Produk laut Kepri punya potensi besar di pasar global. Hilirisasi akan memberi nilai tambah sekaligus memperluas pasar,” katanya. (*)

Artikel Gebyar Melayu Pesisir 2025 pertama kali tampil pada Metropolis.

Terbesar Sepanjang Sejarah, Prabowo Alokasikan Anggaran Pendidikan Rp 757,8 Triliun di Tahun 2026

0

 

Presiden RI Prabowo Subianto (kanan) di dampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka (kiri) menyampaikan pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR – DPD Tahun 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)

batampos – Presiden Prabowo Subianto mengalokasikan anggaran pendidikan tahun 2026 sebesar Rp 757,8 triliun. Ia mengklaim anggaran ini akan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah.

“Pemerintah berkomitmen memenuhi anggaran pendidikan 20 persen, yaitu sekitar Rp 757,8 triliun untuk tahun 2026. Terbesar sepanjang sejarah NKRI,” kata Prabowo saat menyampaikan RUU APBN 2026 dan Nota Keuangannya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8).

Lebih lanjut, dia membeberkan bahwa alokasi anggaran ini akan digunakan untuk mewujudkan sistem pendidikan bermutu.

Terlebih, ia percaya bahwa pendidikan yang paling mampu menjadi instrumen pemerintah untuk memberantas kemiskinan.

“Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mencetak SDM unggul yang berdaya saing global. Pendidikan adalah instrumen untuk memberantas kemiskinan,” bebernya.

Meski begitu, ia memastikan bahwa pemerintah perlu waspada terhadap anggaran pendidikan yang jumbo ini. Ia mewanti-wanti agar bisa disalurkan dengan tepat sasaran.

Mulai dari digunakan untuk peningkatan kualitas guru, memperkuat pendidikan vokasi, hingga menyiapkan beasiswa bagi jutaan siswa dan mahasiswa di tanah air.

“Tapi kita harus waspada, anggaran pendidikan harus tepat sasaran. Kita tingkatkan kualitas guru, perkuat pendidikan vokasi, selaraskan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja,” jelasnya.

Baca Juga: DPR Puji Presiden Prabowo Jelang 1 Tahun Kinerja: Dari Cabut Izin Tambang Raja Ampat Hingga Selesaikan Sengketa Pulau Aceh dan Sumut

Lebih rinci, Prabowo mengatakan alokasi anggaran ini di antaranya akan disiapkan untuk beasiswa bagi 21,1 juta siswa.

“Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk 1,2 juta mahasiswa, dan peningkatan fasilitas sekolah kampus dialokasikan sebesar Rp 150,1 triliun,” pungkasnya. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Terbesar Sepanjang Sejarah, Prabowo Alokasikan Anggaran Pendidikan Rp 757,8 Triliun di Tahun 2026 pertama kali tampil pada News.